Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Jawaban Atas Tuduhan Busuk » Membongkar Kedok Oknum FPI (Yusuf Qardhowi-Ketua FPI Aceh)

Membongkar Kedok Oknum FPI (Yusuf Qardhowi-Ketua FPI Aceh)

“…Ketika maling teriak maling

Lempar fitnah sebunyi diri…”

http://www.tauhidnews.wordpress.com – Segala puji bagi ALLAH ta’ala, kami memohon pertolongan kepadaNya mohon ampun kepadaNya dan berlindung diri kepadaNya dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami dan barang siapa diberi petunjuk ALLAH ta’ala, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barang siapa yang dia sesatkan, maka tidak ada pemberi petunjuk baginya. Salawat dan salam kami hantarkan kepada junjungan Rasulullah shalaullahu ‘alaihi wasallam, yang telah menyampaikan risalah, menunaikan amanat, dan memberi nasehat umat….

Allah ta’ala berfirman; “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu, tetapi boleh jadi kamu tidak menyukainya sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu.  ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui “(Qs.2;216)

Wahai saudaraku, millah syari’at ALLAH ta’ala yang telah mewajibkan umat untuk berperang, padahal banyak diantara umat yang tidak menyukai peperangan ini, bahkan ada di antara umat yang membangkan perintah ALLAH ta’la, mereka lebih senang duduk-duduk di bumi ini, sehingga tidak sedikit diantara mereka yang mudah di peralat untuk menyerang saudaranya sendiri, yang sedang mengamalkan perintah ALLAH ta’ala dalam memerangi musuh-musuhnya, dari kalangan thoghut fir’aun abad ini. Kenapa kita mesti berperang…?? karena mereka (thoghut) tidak akan berhenti memerangi sampai kita murtad dari islam ini. Sebagaimana ALLAH ta’ala firmankan :

“…mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), sandainya mereka sanggup.  Barang siapa murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, mereka sia-sia amalnya didunia dan di akhirat…” (Qs.2:217) wahai saudaraku,  sekalipun kalian tidak mau memusuhi thogut, selama kalian mengaku beriman maka kalian akan di perangi oleh thogut sampai kalian tidak menyadari bahwa  kalian sedang di peralat (oleh thogut) untuk menyerang saudaranya sendiri yang sedang berjihad fi sabilillah. Dalam realita kehidupan peperangan ini akan terus berlangsung hingga bumi ini hancur …hal ini dapat kita rasakan dizaman sekarang dimana kita hidup. Peperangan ini terus berlangsung dalam berbagai lini kehidupan, bidang militer, ekonomi, media dst…yang satu sama lainnya saling menyerang, meneror, bahkan saling menyalahkan dengan menghancurkan mental juang musuh-musuhnya.

Wahai saudaraku, pada kesempatan ini kami menyoroti dalam peperangan bidang media sangat berkompeten sekali dalam penciptaan opini, menarik simpati bahkan lewat media bisa mencerai-beraikan kesatuan-kesatuan barisan musuh dll. Sebagaimana gencarnya thogut menyebarkan isu-isu busuk dalam menyerang mujahidin, khususnya yang ada di Indonesia mereka menyerang mujahidin Al-Qaeda serambi mekkah dengan menyebarkan fitnah bahwa keberadaan tanzhim Al-Qoida serambi mekkah hasil rekayasa Intelejen mereka yang bernama Sofyan Tsaury. Dengan tebaran isu busuk ini, tidak sedikit umat yang terprofokasi, bahkan ada sebagian dari mereka (umat) yang mudah diperalat, dengan tanpa merasa berdosa mereka ikut-ikutan menyebar fitnah ini, sebagaimana mereka beritakan, diantaranya dengan topik: ”kronologis latihan militer tersangka mantan Brimob dan berita di Aceh” isu busuk ini di muat di Arrohmah.com, voa-islam.com, suara islam.com dan yang lainya yang mana mereka mengatas namakan sebagai media islam.

Wahai saudaraku perhatikanlah firman ALLAH ta’ala ini: ”wahai orang-orang yang beriman jika datang pada kalian orang fasik membawa berita maka periksalah (dahulu) dengan teliti ….” (Qs.Al-hujurot ayat 6) wahai orang-orang yang telah mengaku beriman, kenapa kalian tidak imani ayat ini? kenapa kalian lebih senang memakan daging saudaramu sendiri, dari pada melakukan tabayyun? Begitu teganya kalian menikam saudara-saudaramu seiman, mereka meninggalkan rumah, keluarganya dan kehidupan dunianya hanya semata-mata menyeru perintah ALLAH ta’ala .

Jama’ah latah, siapakah anda ?

Apakah kalian tidak memahami, firman Allah ta’ala ini: ”Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian terbesar dalam penyurian berita bohong itu, maka baginya azab yang besar” (Qs.An-Nuur:11)

Wahai saudaraku, janganlah terlalu mudah kalian diperalat, disisi lain kalian ikut-ikutan menuduh mujahidin di peralat. Jangan seperti kata pepatah Maling teriak Maling” disini kalian jadi maling. Pelajarilah dengan teliti dari mana sumber tebaran isu itu datang!! Bukankah sumber isu busuk itu dari oknum FPI, yang bernama Yusus qordowi, yang di bolow up dan disebarkan oleh Munarman. Taukah kalian siapa Yusuf Qordhowi itu…?. Dengan memohon perllindungan ALLAH ta’ala, kami akan meluruskan opini dan menjelaskan duduk permasalahan, agar terungkaplah antara mana yang kebeneran, mana yang dusta. Memang benar diadakannya pelatihan militer pada bulan januari sampai  bulan februari 2009, sebagai upaya pembelaan atau solidaritas Muslim di Palestina. Dengan membuka pendaftaran relawan dan pengumpulan logistik (dana) dengan berprasangkaan baik para mujahidin mau bekerja sama dengan Yusuf Qordowi (oknum FPI), yang waktu itu dari mujahidin di wakili oleh Sofiyan Tsaury, Abu Baro’ dan Ikhwan Aceh lainnya. Setelah pelatihan selesai, sekitar 15 orang ikhwan Aceh diberangkatkan ke Jakarta oleh Yusuf Qordowi dengan alasan mau di berangkatkan ke Palestina, namun setelah beberapa hari di Jakarta, mereka tidak kunjung di berangkatkan, malah mereka di telantarkan, maka Ikhwan-ikhwan tersebut, berinisiatif, menghubungi kembali saudara Sofiyan Tsauri (berperan sebagai pelatih), sekitar 5 orang Ikhwan pulang kembali ke Aceh, dan sisanya di tampung oleh saudara Sofiyan Tsauri, untuk memanfaatkan waktu luang di Jakarta (sambil menunggu kepastian), Ikhwan-ikhwan Aceh di ajak berlatih menembak di Mako, dengan memanfaatkan Club Air Sofgunnya dan teman-temannya sewaktu dia jadi polisi. Menurut informasi tempat latihan menembak di Mako biasa di gunakan oleh masyarakat juga, khususnya Atlit-atlit penembak. Keretakan hubungan Sofyan Tsauri, dan Ikhwan-ikhwan Aceh dengan Yusuf Qordowi, mereka menjelaskan dengan faktor:

–          Yusuf Qordowi: Membolehkan pemakaian jimat-jimat (wafaq) kepada relawan yang akan di rekrutnya, sedangkan itu merupakan kesyirikan

–          Penggelapan dana yang akan dikumpulkan dari umat oleh Yusuf  Qordowi

–          Diketahuinya Yusuf Qordowi sebagai agen BAIS (TNI angkatan darat) dengan mengajak kerja sama Sofyan Tsauri, namun Sofiyan menolaknya.

–          Didapatnya informasi tentang Yusuf Qordowi sebagai COA (informen thogut) pada zaman GAM.

–          Ikhwah Aceh  merasa di tipu oleh Yusuf qordowi yang hanya memanfaatkan isu Palestina, untuk mengexploitasi umat untuk kepentingan pribadinya dan hanya sebagai jaring-jaring thogut pemuda-pemuda yang berpahaman radikal

Dan perseteruan itu terus memanas hingga ada ungkapan-ungkapan Yusuf Qordowi, untuk melaporkan Ikhwan-ikhwan Aceh kepada kepolisian.

Setelah beberapa waktu di Jakarta, Ikhwan-ikhwan Aceh, tidak mendapatkan kepastian, kodarullah ALLAH ta’ala mempertemukan mereka dengan mujahidin lainnya, akhirnya digagas kembali menindak lanjuti jihad solidartas Palestina. Dengan di selenggarakan kembali i’dad di gunung jalin jantho Aceh besar dengan tdak melibatkan Yusuf qordowi pada bulan januari rabu 2010 berdatanganlah para relwan mujahidin dari berbagai daerah untuk beri’dad jihad  fii sabilillah di gunung Jalin Jantho Aceh Besar. Namun kodarullah, berkat peran serta pelaporan Yusuf qordowi ke aparat kepolisian terbongkarlah kegiatan i’dad jihad di gunung jalin jantho Aceh besar, hal ini di benarkan oleh salah seorang tim densus 88 polda Aceh ber insial CH yang bersimpati kepada mujahidin, dia membeberkan kepada kami bahwa mereka mendapat informasi pelatihan itu dari anggota BAIS (kostrad AD) yang bernama Yusuf Qordowi, wallahu a’lam bissowab…

Adapun mengenai Sofyan Tsauri, yang membeberkan surat pemberhentiannya dari kepolisian, bahkan dia ingin membuktikan keseriusannya dalam komitmen dengan tauhid dan kesepakatan dengan Ikhwan-ikhwan yang lain yang masih menjadi PNS ketika itu, mereka bersepakat keluar dari jadi pegawai togut dan mengenai dua orang anggota brimob aktif yang terlibat kasus ini (teroris), itu semata-mata hanya untuk bisnis, mereka (dua oknum brimob) sebagai mafia senjata yang menjual senjata dan amunisi kepada para mujahidin lewat canelnya Sofyan Tsauri.

Adapun dana yang dikeluarkan oleh saudara Sofyan Tsauri untuk membantu Ikhwan-ikhwan atau jihad dia keluarkan dari hasil bisnisnya sendiri, dengan membuka usaha Airsoft gun dll.

Wahai saudaraku, ada ajakan baik dari saudara Sofiyan Tsauri, kepada penyebar isu busuk itu untuk bermubahalah (saling menyumpah) siapa sebenarnya penghianat islam ini, dia, atau Yusuf qordowi atau Muharman memenuhi ajakan ini?? dan seandainya mereka berani, ditunggu Sofiyan Tsauri di Rutan polda metro jaya dan umat yang ingin betabayun atau memfasilitasinya silahkan datang!! Wallahu a’lam bissawab.

Wahai saudaraku, do’akanlah para mujahidin dalam setiap waktu sholatmu, dan mudah-mudahan Allah ta’ala memberi kemenangan kepada para mujahidinNya dan memberikan kekuatan dalam penegakan syari’at islam pada umat ini. Dan berperanlah sesuai dengan kemampuan kalian, sekecil apapun keberpihakan kalian pada islam insya Allah bermanfaat… dan berhati-hatilah dengan jebakan-jebakan musuh yang ingin memecah belah kita, hanya Allah lah tempat kita berlindung dan hanya kepadaNya kita memohan pertolongan dan semoga Allah ta’ala menuntun kita dalam naungan hidayahNya…

Wallahu ‘alam bishowab…..

Ramadhon,Bumi Allah rutan PMJ

Hamba Allah yang Faqir

Abdullah Al-Bantani


13 Komentar

  1. hamba Allah mengatakan:

    barang siapa yang menutupi aib saudaranya di dunia Allah akan menutupi aibnya di akhirat.terlaknat engkau wahai musuh Allah dan para informan thoghut.semoga Allah melindungi saudara-saudara kami dan tetap memberikan keistiqomahan dan memperoleh syahadah

  2. Yusuf al-Qardhawy mengatakan:

    Assalamu’alaikum, wr.wb.
    Yang mulia dan terhormat hamba2 Allah yang mukmin dan mukminah…!!!
    Saya adalah Muhammad Yusuf al-Qardhawy al-Asyi, S.HI. usia 31 tahun. (Ketua Umum DPD FPI Aceh Periode 2008 – 2012). Setelah membaca pernyataan tendisius akhina Abdullah al-Bantani (saya tdk pernah mengenal ybs) diatas perlu saya tegaskan kepada seluruh kaum mukminin diseluruh dunia bhw pernyataan tersebut diatas 98% adalah fitnah. menurut saya, seorang mukmin yang baik tdk akan pernah memfitnah saudaranya sblm ada bukti empirik. Orang islam yang cerdas dan mukmin sejati pasti bisa menilai pernyataan diats sbgai bentuk provokasi murahan untk menjadikan ummat terpecah-belah. FIRMAN ALLAH: “Apabila ada org menyampaikan informasi dari org2 FASIK (suka memfitnah, mengadu domba, suka berbuat kerusakan dimuka bumi,dll) jgn mudah percaya (tabayyun dulu)”. untuk itu akhina Abdullah berhentilah menjadi provokator ummat sehingga ummat islam bisa bersatu mewujudkan keinginan Allah dimuka bumi, yaitu TEGAKNYA SYARIAT ISLAM YANG KAFFAH. hanya ada satu pernyataan akhina Abdullah yang benar dan selalu saya sampaikan kepada mujahid2 Aceh bhw kami (FPI Aceh) tdk melarang penggunaan jimat (wafaq) dlm berjihad melawan musuh islam. hampir semua ulama besar dan mujahid Aceh menggunakan jimat dlm berperang melawan serdadu Belanda dan Jepang. salah satunya adalah yang mulia isi syurga TGK.CHIEK DITIRO (pahlawanan nasional) yang syahid diracun oleh pembantu beliau ats suruhan Belanda krn tdk mempan peluru). Bagi kami, jimat tersebut tak ubahnya seperti baju rompi anti peluru. Yang perlu diingat, yang menyebabkan peluru tdk mempan bkn krn baju tersebut tapi atas izin Allah. Allah tdk melarang penggunaan apapun demi kebaikan asalkan tdk menafikan Allah. klo seperti itu penilaian akhina Abdullah, semua orang yg skt kemudian berobat lalu sembuh krn obat itu dianggap musyrik….???!!!! saya sarankan kpd akhina Abdullah; “Belajar lagi memperdalam ilmu agama dan bergaul byk ulama, semoga antum menjadi ummat yang dpt memberikan kedamaian dan mamfaat bg ummat lain”. semoga dapat dimaklumi wasyukran katsiiraa.
    (Akan ada kelanjutan…………………..)

    • akan kami sampaikan pernyataan antum kepada yang bersangkutan..

      • wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh…, yg pertama perlu dipertanyakan siapa yg menyebar fitnah yg memecah belah umat? Kenapa tidak bertabayun kepada kaum muslimin yg lainnya, dan ketika dia(yusuf qordowi) menyebarkan fitnah akhi sopyan sauri sebagai intel yg dibolow up oleh munarman, ketika diajak bermubahalah kenapa tidak mau datang?
        Selayaknya ungkapan seperti ini ”…sbgai bentuk provokasi murahan
        untk menjadikan ummat
        terpecah-belah. FIRMAN ALLAH:
        “Apabila ada org menyampaikan
        informasi dari org2 FASIK (suka
        memfitnah, mengadu domba,
        suka berbuat kerusakan dimuka
        bumi,dll) jgn mudah percaya
        (tabayyun dulu)”. untuk itu akhina
        Abdullah berhentilah…” mestinya kata2 seperti ini untuk dia(yusuf qordowi)…mengenai informasi2 yg saya tulis itu semua dari ikhwan2 aceh dan akhina sopyan sauri, dan apabila itu dia anggap fitnah kenapa dia tidak berani datang ketika ikhwan2 disini ingin tabayun dan bermubahalah menganai isue2 ttg akhina sopyan sauri yg dia sebarkan…
        Wallahu’alam bishowab…
        (Abdullah Al Bantany)

  3. IMAM AL-GHAZIEY mengatakan:

    Assalamu’alaikum. (Tanggapan terhadap saudara Abdulah al Bantani). Orang islam di aceh tdk akan pernah mendukung jihad yg didanai dan dikomandoi oleh org2 non aceh, apalagi yg berbeda idiologi (syiah, wahabiyah, ddl-selain syaf’iiyah). mengenai tdk ada dkgan rencana jihad yg dimotori oleh abu bakar basyir sc dan sofyan sauri dlm latihan di jantho aceh ada beberapa alasan:(1). aceh baru saja isterahat dari konflik – masyarakat msh sgt trauma dgn konflik, 2.orang aceh sulit menerima ajakan jihad oleh etnis non aceh krn pengalaman misionaris belanda dlm perang aceh – snouge hugrornyo, 3.masyarakat aceh sdh tahu dan mengenal sosok abu bakar basyir dan sofyan sauri cs – penganut faham wahabiyah gris keras dan oknum anggota brimob,4.tdk adanya dukungan seorangpun ulama2 besar (kharismatik) aceh, 5.tdk ada org2 intelektual dan berpendidikan tinggi putra aceh yg menjadi org terdepan dlm upaya jihad di aceh. 6. org aceh sdh cerdas tdk mudah dipengaruhi dgn embel-embel yg tdk jelas dan non dalil/referensi syar’i. demikian tanggapan kami atas nama masyarakat aceh. IMAM AL-GHAZIEY (Arsitek Revolusi Islam Aceh)

    • ini dadalah pernyataan dari ikhwan2 ACEH

      ::: Pernyataan Resmi Mujahidin Peserta Pelatihan Militer Asal Aceh ::: =================================================== BANDA ACEH – Berikut rilis resmi para tertuduh teroris (mujahidin) asal Aceh yang mengikuti pelatihan militer (I’dad) di Jantho 2010 lalu. Pernyataan ini dibuat ketika mereka berada di dalam Ru…mah Tahanan Polda Metro Jaya. Menurut kabar, para mujahidin asal Aceh tersebut kini akan dipindahkan ke LP Tanjung Gusta Medan. Berikut pernyataan resminya sebagaimana dikutip dari situs Aceh Loen Sayang. Bismillahirrahmanirrahim PERNYATAAN RESMI SEBAGAI KLARIFIKASI ATAS BERBAGAI PEMBERITAAN DAN TUDUHAN Segala puji bagi Allah, yang memuliakan Islam dengan pertolongan-Nya, menghinakan kesyirikan dengan kekuatan-Nya, mengatur semua urusan dengan perintah-Nya, mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya, yang mempergilirkan hari-hari bagi manusia dengan dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir sebagai milik orang-orang bertakwa dengan keutamaan-nya. Shalawat dan salam terhatur selalu kepada Nabi Muhammad, manusia yang dengan pedangnya Allah tinggikan menara Islam. Amma Ba’du : Sehubungan dengan diadakannya I’dad Tadrib ‘Askary (Pelatihan Militer) di pegunungan Jalin Jantho pada bulan Februari 2010 yang lalu, serta munculnya berbagai pemberitaan dan tuduhan terhadapnya. Maka, kami selaku putra-putra Aceh yang ikut serta didalamnya, ingin menerangkan beberapa hal, khususnya kepada masyarakat Aceh, sebagai berikut: 1.Maksud dan tujuan yang sebenarnya dari diadakannya Tadrib ‘Askary (Pelatihan Militer) tersebut sejak awal adalah semata-mata sebagai persiapan untuk menolong saudara-saudara kita kaum muslimin yang tertindas dan terjajah dengan keji di berbagai belahan bumi Islam dan kaum muslimin, terutama bumi suci Palestina, yang dilakukan oleh koalisi penjajah Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutu mereka. hal ini, sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala didalam firman-Nya : ”Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka, apa saja yang kalian sanggupi dari kekuatan, dan dari kuda-kuda yang ditambat, (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh-musuh Allah, musuh-musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya akan tetapi Allah mengetahuinya”. (Qs. Al-Anfal : 60) 2. Adapun mengenai pemberitaan yang menyatakan bahwasanya maksud dan tujuan kami mengadakan I’dad Tadrib ‘Askary tersebut adalah untuk melakukan penyerangan terhadap NGO-NGO asing yang ada di Aceh, maka dapat kami jelaskan sebagai berikut : Memang benar, ada diantara kami yang pernah mendengar pembicaraan mengenai NGO-NGO asing yang ada di Aceh ini dari beberapa pengurus program pelatihan militer. Namun sejauh yang kami ketahui adalah, pembicaraan ini muncul karena beredarnya isu mengenai adanya misi-misi ganda dari beberapa NGO asing yang ada di Aceh. Misi-misi ganda tersebut yaitu Balkanisasi Aceh, Eksploitasi kekayaan alam Aceh, dan Kristenisasi atau misi pemurtadan rakyat Aceh. Dan pada saat itu yang kami ketahui ada 2 point yang diambil oleh para pengurus pelatihan militer terkait dengan adanya isu-isu tersebut, yaitu : Pertama, kami akan mencari bukti yang kuat mengenai misi-misi ganda dari beberapa NGO asing ini. Karena kami mengetahui memang tidak semua NGO asing yang ada di Aceh memiliki misi-misi ganda. Ada NGO-NGO asing yang memang benar-benar murni ingin memberikan bantuan kepada rakyat Aceh yang tertimpa musibah gempa bumi dan gelombang tsunami. Namun, kita juga tidak bodoh seandainya ada diantara mereka yang ingin menipu kita. Maksudnya yaitu, mereka memberikan sedikit bantuan kepada kita, akan tetapi kemudian mereka memecah belah bangsa kita (Balkanisasi), merampok kekayaan alam kita (Eksploitasi), dan memurtadkan masyarakat kita /Kristenisasi. Kedua, jika memang kami bisa mendapatkan bukti yang yang kuat, maka tujuan kami adalah ingin menggagalkan misi-misi ganda dari beberapa NGO asing tersebut. Dan pada saat itu sama sekali belum ada pembicaraan mengenai bagaimana cara menggagalkannya jika memang misi ganda tersebut terbukti benar adanya. Jadi, jika dikatakan kami sudah merencanakan penyerangan terhadap NGO-NGO asing yang ada di Aceh, maka ini adalah sebuah kebohongan besar. Karena kami mengetahui dengan pasti, bahwasanya kebanyakan yang bekerja pada NGO-NGO asing yang ada di Aceh saat ini adalah rakyat Aceh sendiri, sehingga mustahil bagi kami melakukan sesuatu yang akan menyebabkan jatuhnya korban dari rakyat Aceh sendiri. Inilah yang kami ketahui dari program pelatihan militer di Jantho yang mana kami ikut serta didalamnya. Sesungguhnya kami bukan ingin berbuat zhalim ataupun teror, namun justru kami menginginkan agar penjajahan (khususnya terhadap umat Islam) dihapuskan dari muka bumi ini. Kami bukan ingin membuat kerusakan, namun justru kami ingin menjaga kekayaan alam dari tangan-tangan asing yang ingin merampasnya. Inilah kami apa adanya. Kami telah berijtihad menurut kemampuan dan pemahaman kami pada saat itu. Dan jika ternyata ijtihad yang kami ambil ini adalah salah, maka kami memohon kepada Allah ‘Azza Wa Jalla agar sekiranya berkenan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kami, serta memperbaiki keadaan kami. 3.Disini kami juga ingin menyampaikan, bahwasanya Pemerintah Aceh telah menolak kehadiran kami untuk menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang ada di Aceh. Kepulangan kami dianulir oleh Pemerintah Aceh di detik-detik akhir ketika kami akan dipulangkan, padahal Pemerintah Pusat sendiri telah menyetujui bahkan mendesak Pemerintah Aceh untuk menerima penempatan kami di Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Aceh. Namun, Pemerintah Aceh tetap bersikeras untuk menolak, dan “membuang” kami ke LP Tanjung Gusta Medan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal lokasi kejadian kami di Aceh, persidangan kami di Jakarta, lalu mengapa kami harus “dibuang” ke Medan? Apakah ini semua karena Pemerintah Aceh takut kehadiran kami di Aceh akan berpengaruh kepada masuknya investor asing ke Aceh. Jika memang benar demikian, maka Pemerintah Aceh tega mengusir putra-putranya sendiri demi mencari muka dan menghiba sedikit harta dunia dari para investor asing tersebut. Padahal kita belum mengetahui dengan pasti, apa misi sebenarnya dari para investor asing tersebut di Aceh? Mengapa mereka sangat tertarik kepada Aceh? Tapi, yang sudah pasti dan terlihat dengan jelas dihadapan kita adalah, para investor asing tersebut tidak pernah rela jika Syari’at Islam di Aceh diterapkan secara Kaffah. Dan sungguh, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh ini mengingatkan kami kepada salah satu lembaran sejarah kehidupan Nabi kita yang mulia, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu ketika para pemuka Quraisy mengambil sikap tidak mengizinkan beliau untuk kembali ke Mekkah karena keimanan beliau kepada ayat-ayat Allah. 4.Imam Asy-Syafi’i (Rahimahullah) pernah berkata : “Kalaulah mencintai Ahlul Bait dikatakan sebagai rafidhi (Syi’ah), biarlah aku dikatakan rafidhi (Syi’ah)”. Maka, disini pun kami akan berkata : Jika ingin menolong umat Islam yang terjajah dengan keji oleh aliansi zionis-salibis, jika ingin menerapkan Syari’at Islam di Aceh secara kaffah, jika ingin menjaga kekayaan alam Aceh dari tangan-tangan asing penjajah, jika itu semua dikatakan Teroris, maka biarlah seluruh dunia dan masyarakat Aceh menyaksikan, BAHWASANYA KAMI ADALAH TERORIS. 5.Terakhir, sebelum kami menutup lembaran ini, kami ingin menyampaikan sesuatu : Pertama, kepada kedua orang tua dan keluarga kami : Bersabarlah wahai ayah dan ibu. Mungkin takdir Allah memang belum menghendaki untuk segera mempertemukan kita, atau bahkan mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi di dunia ini. Namun percayalah, Allah Ta’ala Rabb kita tidak pernah tidur dan Maha Mengetahui atas kezhaliman yang kita terima. Dan setiap kezhaliman, sekecil apapun pasti menuai balasannya cepat atau lambat, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kedua, kepada masyarakat Aceh : Mari kita terapkan Syari’at Islam di Aceh secara kaffah sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah karena hal itu adalah kewajiban yang dibebankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kita semua. Dan senantiasalah waspada terhadap makar musuh-musuh Allah dari aliansi Zionis dan Salibis yang ada di negeri kita. Karena sesungguhnya, penjajahan terselubung mereka terhadap negeri-negeri umat Islam, bukanlah sebuah rahasia lagi bagi kita semua. Demikianlah klarifikasi yang dapat kami sampaikan. Akhir kata, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.. ttd, Peserta Tadrib ‘Askary (Pelatihan Militer) Asal Aceh (arrahmah.com)

  4. Muh.fariz mengatakan:

    Sungguh sangat mengherankan,ketika seseorang ingin bertaubat dengan keluar dari barisan anshorut thogut justru berbagai macam tuduhan busuk di lemparkan, menghasud, menyeberkan fitnah busuk kepada kaum müslimin dll, tak henti-hentinya di lakukan…seolah-olah yg dapat di percaya taubatnya hanyalah para pengamen dan pemulung sampah..dosa apakah gerangan yang telah di lakukan oleh akhuna sofyan,,? Sehingga taubatnya tak dpt di percaya..adakah ia lebih ganas dr kholid dan wahsyi ketika memerangi kaum muslimin-

  5. Vebri Rosta mengatakan:

    Oh palestin…………….!

  6. Gusti Ramadhan mengatakan:

    JIMAT DIQIYASKAN OLEH BAJU PERANG INI NAMANYA QIYAS YANG FASID(RUSAK)DAN BERTENTANGAN DENGAN ALQUR’AN DAN AS SUNNAH….

  7. jakfar mengatakan:

    streaa gw bacanya.. he..he

  8. 21.06.2013 – DILARANG “MEMOTRET” ISTANA WALI NANGGROE

    Ini kisah lama yang masih mengganjal batin saya hingga kini. Alkisah, pada hari Rabu (20/3/2013) menjelang magrib saya kebetulan melintasi jalan raya di depan Lembaga Wali Nanggroe yang sedang dibangun dari arah Lambaro dengan mengendari mobil. Tiba-tiba terlintas keinginan untuk mengambil gambar gedung megah yang sedang dibangun itu dari arah depan.

    Pada saat sedang mencari posisi yang pas untuk mengambil gambar (karena pagar yang menjulang tertutup tumbuhan merambat), tiba-tiba datang seorang petugas security dengan mengendari sepeda motor langsung menghampiri pintu mobil, lalu menanyakan saya dari mana. Ia juga mengatakan dilarang memotret gedung Lembaga Wali Nanggroe dan saya diminta masuk ke dalam pekarangan dan melapor ke Pak Jul di pos jaga.

    Akhirnya, saya masuk ke pekarangan menuju pos jaga, disambut oleh seorang petugas polisi. Polisi tersebut mengatakan, memang semua orang dilarang memotret meskipun tak ada papan pemberitahuan resmi, dan itu atas perintah Wali.

    “Jangan sampai besok sudah beredar foto itu di media cetak, marah Wali nanti. Kenapa harus memotret dari luar, apa takut masuk ke dalam minta izin padahal ada penjaga di situ? Muzakir Manaf sekalipun melapor kepada mereka kalau ke lokasi. Kalau mau memotret besok pagi balik kemari minta izin dengan yang punya proyek. Potret dari dalam saja,” kata si polisi.

    Menurut saya aneh, baru kali ini saya mendengar gedung publik yang bukan merupakan gedung pertahanan dan keamanan, dibangun dengan uang rakyat, tidak boleh dipotret tanpa seizin Wali Nanggroe.

    Beberapa orang di pos jaga senyum dan tertawa-tawa melihat saya diomeli. Salah seorang di antaranya merekam semua adegan dengan handphone yang diletakkan di atas kepala. Yah, begitulah nasib rakyat di depan Istana Wali Nanggroe. Belum apa-apa rakyat sudah diusir, entah bagaimana kalau Istana Wali Nanggroe itu sudah mulai terisi dan beroperasi.

    Mungkin lebih dari ini perlakuan semena-mena orang-orangnya terhadap rakyat Aceh. Sebagai rakyat Aceh saya merasa sedih, kecewa, dan dipermalukan seolah-olah tertangkap basah sedang melakukan perbuatan kriminal di depan Istana Wali Nanggroe yang katanya pemersatu rakyat itu. []

    Sumber : Aceh Tribun / Atjeh LINK

    KISS TV Kabel Banda Aceh

  9. yan mengatakan:

    kenapa saudara sofyan tsauri mengadakan latihan di mako ya? padahal jelas itu markas thogut (versi mujahiddin), bukannya itu jelas jelas memperlihatkan kepada musuh atas keberadaan mujahiddin yang mau berlatih di Aceh? Sehingga akhirnya diserang dengan mudah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: