Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Bantahan atas alasan-alasan pada orang-orang yang enggan berjihad.

Bantahan atas alasan-alasan pada orang-orang yang enggan berjihad.

Bantahan atas alasan2 pada orang2 yang enggan berjihad.


MUQODDIMAH
Dikala kaum muslimin dibelahan bumi mengalami penindasan, pemban-taian serta pemusnahan secara massal, masih ada bahkan merupakan mayoritas kaum muslimin yang belum memahami hakikat perjuangan ini. Mereka berang-gapan tidak mendapatkan kewajiban berjihad dengan berbagai macam alasan, namun bila kita telusuri maka, alasan-alasan mereka tidaklah jauh dari apa yang ihwan baca pada buku ini. Hal ini sungguh sesuai dengan apa yang Allah  dan Rasul  sabdakan dalam ayat-ayat dan dalil yang begitu banyak.
Buku ini memang masih sangat jauh dari sempurna dan ilmiyah, namun sangat baik sebagai intropeksi bagi diri kita. Wallahu ‘alam bishshowaab.

BANTAHAN
TERHADAP ORANG-ORAANG YANG ENGGAN
BERJIHAD

Sadarlah wahai orang yang benci terhadap jihad yang telah dibebankan kepadanya, yang hendak berpaling dari sunnah taufiq dan kebenaran. Bahwa se-sungguhnya engkau terancam untuk diusir dan dijauhkan. Dan engkau -demi Allah - telah diharamkan dari kebaha-giaan meraih yang engkau dambakan!! Hal itu tidak lain hanyalah karena sikap tinggal diammu dari berjihad!!.
Apa gerangan yang menyebabkan-mu diam dari berperang? Dan menga-rungi medan-medan pertempuran? Serta bakhil dari berkorban di jalan Allah  dengan jiwa dan harta? Tidak lain penyebab itu hanyalah panjang angan-angan, atau takut kedatangan ajal, atau berpisah dengan yang dicintai baik berupa keluarga dan harta, atau anak, pelayan dan kerabat, atau saudara kan-dungmu, atau orang dekatmu yang sangat menyayangimu, atau teman baikmu, atau kawan karibmu, atau ingin tambah amal sholeh dulu, atau cinta istri yang mempunyai kecantikan menakjub-kan, atau kedudukan yang hebat, atau ja-batan yang tinggi, atau istana yang megah, atau pakaian yang mewah, atau makanan yang lezat!
Bukankah sebab-sebab selain ini yang membuatmu tinggal diam dari ber-jihad dan menjauhkanmu dari Robbul Ibaad. Demi Allah, ini bukanlah sikapmu yang baik! Tidakkah kamu dengar firman Allah :
“Hai orang-orang beriman apa sebabnya, apabila dikatakan kepada kamu: Berangkatlah untuk berperang pada jalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At Taubah:38).
Perhatikanlah olehmu, hujjah-hujjah yang akan saya paparkan kepada-mu! Dengarkanlah olehmu, penjelasan-penjelasan gamblang yang akan saya sampaikan kepadamu. Supaya kamu tahu, bahwa tidak ada yang membuatmu tinggal diam dari berjihad selain apa yang diharamkan dan tidak ada yang menyebabkan kamu tertinggal selain karena nafsu dan syaithon.

BANTAHAN ALASAN PERTAMA:
TAKUT MATI

Adapun perasaan tenangmu kepa-da angan-angan panjang, takutmu akan datangnya ajal, kehati-hatianmu dari ke-matian yang pasti datang dan ketaku-tanmu dari jalan yang pasti akan kamu lalui, maka ini alasan bathil dan hujjahmu itu ngawur dan tertolak.
Demi Allah, sesungguhnya maju berperang itu tidaklah mengurangi jatah umur orang. Dan demi Allah, mundur dari perang itu juga tidaklah menambah jatah umur orang.
Sedang Allah  berfirman:
“Tiap-tiap umat itu mempunyai batas timing ajal; maka jika telah datang ajalnya mereka ti-dak dapat mengundurkan barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya.” (QS. Al A’raf:34).
Allah  berfirman:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menang-guhkan kematian seseorang apabila datang wak-tu ajalnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Munafi-qun:11).
Allah  berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa itu akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al Ankabut: 57).
Rosulullah  bersabda :
وَلَيَنْزِعَنَّ اللهُ مِنْ قُلُوبِ أَعْدَاءِكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ قَالُوا وَمَا الْوَهْنُ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ. وَفِي رِوَايَةٍ كَرَاهِيَةُ الْقِتَالِ
“ Dan benar-benar Allah akan mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian, dan melemparkan penyakit wahn ke dalam hati kalian ! para shahabat bertanya : Apakah penyakit wahn itu ya Rosul Allah ! beliau menjawab : “ Cinta dunia dan benci dengan kematian “. Dalam riwayat lain, “ benci dengan peperangan “

Sesungguhnya kematian itu mem-punyai sekarat wahai orang yang sedang terfitnah. Kedahsyatan tibanya kematian itu amatlah keras hanya saja kamulah yang tidak merasakan. Dan kubur itu ada siksanya, tidak ada yang selamat darinya melainkan orang-orang sholeh. Dan di dalam kubur ada pertanyaan dua malai-kat yang mengerikan. Sedang Allah  berfirman:
“Allah meneguhkan iman orang-orang yang beri-man dengan ucapan yang teguh itu dalam kehi-dupan di dunia dan di akhirat; dan Allah me-nyesatkan orang-orang yang zalim dan memper-buat apa Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).
Sedang di akhirat kelak ada bahaya besar. Manusia saat itu, kalau tidak men-jadi orang bahagia ke jannah yang penuh kenikmatan atau menjadi orang yang ce-laka menuju siksa neraka jahim. Wa naudzubillah min adzaabil jahiim. Se-dang orang yang mati syahid aman dari semua itu. Ia tidak akan khawatir sedi-kitpun dari mara bahaya ini. Dan mati terbunuh itu tidaklah terasa sakit bagi si syahid. Ia hanya merasakan seperti cubitan.
At-Turmudzi, Nasai dan Ibnu Ma-jah meriwayatkan dari Abu Hurairah  anhu dari Rasulullah  bersabda:
“Orang mati syahid itu tidak merasakan rasa sakitnya terbunuh kecuali hanya sebagai-mana rasa cubitan.” (Sunan Turmudzi 3/ 109, sunan Nasa’i 6 / 36 dan sunan Ibnu Majah 2 / 937 dengan sanad hasan).
Ya akh!! Lantas apa yang membuatmu tinggal diam dari menggunakan kesem-patan ini? Yang setelah itu kamu akan dijauhkan dari azab kubur, beroleh di sisi Allah  tempat tinggal yang baik, aman dari fitnah pertanyaan dan ber-bagai kegoncangan dan mara bahaya besar setelahnya. Sedangkan para syuha-da’ itu, di sisi Robbnya mereka hidup dengan dilimpahi rizki.
Renungkanlah firman Allah 
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki. (QS. 3:169)
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 3:170)

Tak ada ketakutan lagi bagi meraka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka riang gem-bira dengan apa yang Allah  limpahkan kepada mereka dari karunia-Nya seraya ingin sekali rasanya mereka memberi khabar gembira kepada yang masih hidup. Arwah-arwah mereka berada di leher burung hijau yang terbang ke tem-pat-tempat tinggi di surga. Berapakah jauh antara terbunuh dengan mulia ini dengan antara kematian yang menya-kitkan itu? Demi Allah, sungguh perbe-daan antara keduanya amatlah jauh. Dan barangsiapa dilimpahi taufiq itulah orang yang bahagia.

Bantahan Alasan Kedua:
CINTA KELUARGA DAN HARTA

Jika kamu mengatakan: Saya terhalangi dari berjihad oleh keluarga dan hartaku, anak-anak dan kerabatku, maka anda salah dan alasan anda ini bathil lagi tertolak. Allah  telah menyatakan firman-Nya secara gamblang tak samar lagi:
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekat-kan kamu kepada Kami sedikitpun…”(QS. Saba: 37).
Allah  berfirman: Zuyyina linnaasi hubbusy syahawaati. Dijadikan indah pada pan-dangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Minnan nisaa-i yaitu wanita, Wal baniina dan anak-anak, Wal qonaathiiril muqonthoroti harta yang melimpah, minnadz dzahabi wal fidh-dhati dari jenis emas dan perak, yakni sebagai lambang harta paling mulia dan berharga di mata manusia, Wal khailil musawwamati dan kuda-kuda pilihan, yakni sebagai lambang kendaraan mewah yang dibang-gakan, Wal an’aami dan ternak, Wal harts dan sawah ladang, yakni pertanian. Ke-mudian setelah menyebutkan berbagai aneka kebanggaan duniawi ini, Allah menyatakan, Dzaalika mataa’ul hayaa-tid dun-ya itulah kesenangan hidup di dunia, lalu Allah  menutup ayat dengan firman-Nya, Wallahu ‘Indahuu husnul ma-aab. Dan di sisi Allah  tempat kembali yang baik yakni Jannah.
Allah berfirman:
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah anta-ra kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20).

Allah juga berfirman:
Katakanlah:”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, pernia-gaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. 9:24)

Ayat-ayat yang semisal ini masih banyak lagi. Dan hujah-hujah sangatlah gamblang lagi terang. At Tirmidzi meriwa-yatkan dari Sahl bin Saad dari Rasulullah  bersabda: “Sekiranya dunia itu bernilai di sisi Allah seberat satu sayap nyamuk niscaya tidak akan Dia beri minum orang kafir darinya seteguk airpun…”(Sunan At Tirmidzi 3 / 383), sedang hadits tersebut Shahih. Imam Bukhari meriwayatkan dari Sahl bin Saad As Saa’idy dari Rasulullah  bersabda: “Tempat cemeti salah seorang kalian di jannah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Berangkat pagi-pagi berperang fi sabilillah atau waktu sore lebih baik daripada dunia seisinya. Dan selendang bidadari dari penghuni jannah lebih baik daripada dunia dan seisinya…”(Shahih Bukhari no 2892). Lalu bagaimana kamu bisa terhalangi dari mendapatkan kerajaan besar di jannah ini, oleh keluarga yang sebentar lagi juga akan mati, yang akan dikoyak oleh tangan macam-macam serta dice-raiberaikan oleh turunnya bencana? Disertai apa yang muncul dari mereka berupa dendam dan permusuhan, akhlaq buruk dan kedengkian atas bagian-bagi-an mereka darimu yang terancam lenyap! Mereka menjauhimu saat sedikitnya har-ta dan mereka berubah tidak lagi menyu-kaimu saat berubahnya kondisi!! Lebih besar dari semua itu mereka akan lari meninggalkanmu kelak pada hari hisab, mereka akan menuntut atasmu hisab hatta pada perkara seberat atompun di tempat pemberhentian. Sampai-sampai setiap mereka berangan-angan sekiranya dapat selamat dan menimpakkan kepa-damu dosa-dosa dan beban-bebannya!
Bukankah kalian membaca firman Allah :
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua),)
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,
dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya,Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibuk-kannya. (QS.Abasa[ 80] :33-37)

Atau, bagaimanakah kamu terhalangi dari jihad oleh harta, yang sebentar lagi pasti akan lenyap, yang saat tiada harta itu engkau dijauhi oleh teman-teman akrab, hubungan antar sanak kerabat pun retak dan kamu ditinggalkan oleh semua kawan yang sebelumnya banyak berhu-bungan? Kemudian pada hari Kiamat nanti, kamu akan diinterogasi tentang harta: Dari mana engkau dapatkan? Dan ke mana engkau belanjakan? Duhai alangkah ngerinya pertanyaan itu, di hari ketika anak-anak kecil menjadi beruban dan dahsyatnya huru-hara! Pada hari itu manusia sangat banyak hingga berdesak-desakkan dan semakin besar permusu-han. Setiap wanita yang menyusui lupa dengan bayi yang di susuinya dan setiap wanita hamil melahirkan kandungannya karena hebatnya huru hara. Pada hari itu, orang-orang berdosa dapat dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka supaya tidak didengar lagi uzur-uzur dan alasan yang mereka kemukakan! Orang-orang kaya dihisab atas hartanya yang banyak maupun sedikit, yang mewah maupun yang murah, yang kurang maupun yang sempurna. Dan kaum faqir akan men-dahului masuk jannah di hari itu daripada orang-orang kaya dengan selisih 500 tahun sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah !!
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah  bersabda:
“Fuqoro kaum muslimin masuk jannah sebelum kaum aghniya’ (orang kaya), selisih setengah hari, yakni 500 tahun.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi 4 / 8-9, Ibnu Majah 2/1380 dan Ahmad dalam Mus-nad 2 / 296.

Jika kamu teringat dengan anakmu yang tercinta dan engkau menyayanginya la-yaknya sayangnya seorang ayah yang amat sangat sayangnya kepada anaknya, maka ingatlah firman Allah : “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan atau fitnah bagimu; dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At Taghabun: 15).
Demi Allah, sesungguhnya Allah  jauh lebih sayang kepada anak (makhluk Nya) daripada sayangnya ayah dan ibunya, saudara dan pamannya. Bagaimana tidak, sedang Dia-lah yang telah menga-suhnya sebelum mereka dengan kasih sayang-Nya ketika dalam kegelapan perut. Dia membolak-balikkannya dengan kelembutan dan kasih-Nya ketika dalam rahim ibu dan sulbi bapak!!
Bagaimana engkau bisa tercegah dari negeri penuh kenikmatan dan bersanding dengan Robbul Kariim, oleh anak yang jika masih kecil engkau dibuat resah olehnya dan jika ia telah dewasa engkaupun dibuat gelisah olehnya! Jika anakmu itu sehat maka engkau sangat mengkhawatirkannya dan jika ia sakit maka hatimu pun takut karena lemah-nya! Jika engkau ingatkan, ia akan marah dan pergi. Dan jika engkau nasehati, ia akan dendam dan dengki!! padahal engkau yakin akan kebiasaan durhaka dari kebanyakan anak!! Jika engkau hendak maju, ia membuatmu pengecut, jika engkau hendak bermurah dan berinfaq, ia membuatmu bakhil. Dan jika engkau bersikap zuhud, ia membuatmu cinta dunia! Begitu besar fitnah itu sedang engkau menganggapnya karunia! Begitu merata bala’ itu sedang engkau melihatnya nikmah! Engkau harapkan kegembiraannya dengan keresahanmu, kebahagiaannya dengan kesedihanmu, keuntungannya dengan kerugianmu dan bertambahnya dirham dan dinarnya dengan semakin berkurangnya mizan amalmu!! Engkau bersusah payah diri demi anakmu itu apa yang diluar kemampuan dan oleh sebab anakmu itu engkau masuk setiap kesempitan!! Campakkanlah bayangan ini dari benakmu dan serahkan kepada Siapa yang telah menciptakanmu dan juga menciptakannya dan pasrahkanlah sepe-ninggalmu dalam perkara rizki anakmu itu kepada Siapa yang telah menjamin rizkimu dan rizkinya! Bagaimana engkau menyerahkan kepada Allah  pengatu-ran anakmu itu ketika dalam kerajaan se-besar ini namun tidak engkau pasrahkan kepada-Nya pengaturan anakmu setelah kematianmu! Apakah kamu punya andil dalam pengaturan anakmu itu sedikit maupun banyak, padahal hanya milik Allah  lah kerajaan langit dan bumi serta seisinya dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali!.
Demi Allah, engkau tidak dapat memberi untuk anakmu dan juga untuk-mu manfaat atau madhorot, kehidupan atau kematian dan kamu tidak mampu menambah umurnya sesaatpun dan tidak pula rizkinya sedikitpun. Bisa jadi tiba-tiba kamu diterkam oleh maut lalu kamu sudah tergeletak dalam kubur, tertawan oleh amal perbuatanmu. Dan sepening-galmu itu anakmu tercinta menjadi yatim, hartamu diambil oleh pewarismu entah sebelumnya ia musuhmu atau kekasihmu dan sanak kerabatmu pun berpisah-pisah!! Saat itu, baru kamu akan mengatakan: Duhai kiranya dulu aku bersama para syuhada’ sehingga meraih keberuntungan. Lalu dikatakan padamu: jauh…jauh sekali. Telah berlalu apa yang sudah berlalu. Amat besarlah penyesa-lanmu hari itu. Engkau pun lalu sendi-rian dengan apa yang telah engkau kerjakan dulu dari kebaikan dan keburu-kan! Dengarkanlah firman Allah , mengingatkanmu apa yang membuatmu tertipu:
“Hai manusia, bertaqwalah kepada Robbmu dan takutilah suatu hari yang pada hari itu seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula syaitan penipu memperdayakan kamu dalam menaati Allah.” (QS. Luqman: 33).
Ini jika memang anakmu itu terma-suk orang-orang bahagia di akhirat maka jannah akan menghimpun antara kamu dengannya. Dan jika sekiranya ia termasuk golongan yang celaka maka hendaknya semenjak sekarang jangan ber-kumpul lagi antara penghuni jannah dengan penghuni nar, antara orang baik dengan orang jahat!! Barangkali Allah  mengaruniakanmu syahadah sehingga kamu dapat men-syafaatinya. Dan dengan perpisahanmu itu, kamu sedang dalam rangka usaha menyelamatkannya dari azab dan jangan-lah menjauh untuk melakukan itu. Karena pada hari Kiamat nanti manu-sia akan lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai uru-san yang cukup menyibukkannnya. Se-sungguhnya ini benar-benar keterangan yang agung. Dan Allah  menunjuki siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus.

Bantahan Alasan Ketiga:
CINTA NEGERI DAN KEDUDUKAN

Jika anda mengatakan: Terasa berat bagi saya untuk berpisah dengan istanaku dan bangunannya yang megah itu. Dengan pelayan-pelayanku di situ. Dengan kebahagiaan dan kenikmatanku di situ. Maka perkataan anda ini bathil dan alasan anda jelas-jelas tertolak. Apa sih istana yang kamu ceritakan itu hingga bisa mencegahmu dari berjihad? Istana-mu itu tak lain hanyalah sebuah bangu-nan rumah dari tanah, batu dan pasir. Dari pasak, besi dan kayu. Kalau tidak disapu, banyak kotorannya. Kalau tidak diberi lampu, amat sangat gelapnya. Jika tidak dirawat bangunannya maka amat cepat ambruknya. Dan sebentar lagi ia akan jadi seperti tanah. Akan tinggalkan oleh para penghuninya dan mereka akan pindah darinya. Bekasnya akan dihi-langkan, beritanya akan segera hilang, gambarnya akan lenyap dan namanya akan dilupakan orang.
Gantilah istanamu yang cepat le-nyap itu wahai orang yang tertipu, dengan tempat tinggal yang langgeng. Istana-istananya menjulang tinggi. Caha-yanya terang-benderang. Sungai-sungai-nya mengalir deras. Buah-buahannya dapat dipetik dengan mudah dan rendah dan kesenangannya di sana tak pernah putus. Jika kau tanyakan tentang bangu-nan jannah, maka ada bangunan emas dan bangunan perak. Tak ada kepa-yahan dan kecapaian di dalamnya. Jika kamu tanyakan tentang tanahnya, maka dari misk idzfr. Jika kamu tanyakan tentang pasirnya, maka ia berupa mutiara dan berlian. Jika kamu tanyakan tentang sungai-sungainya, maka di sana ada sungai dari susu, sungai dari madu dan tak lupa sungai Al Kautsar. Jika kamu tanyakan tentang istana-istananya, maka ada istana dari mutiara indah. Tingginya sejauh 70 mil ke angkasa. Atau dari per-mata zamrud hijau yang sangat mengki-lap atau permata yaqut berwarna merah yang bangunannya menjulang tinggi. Orang mukmin nanti di setiap sudut-sudutnya memiliki istri dan pelayan-pe-layan. Masing-masing tidak saling meli-hat saking luas berandanya. Jika kamu tanyakan tentang kasur-kasurnya, maka ia adalah kasur yang bagian dalamnya dari sutra, maka apa bayangan anda dengan bagian luarnya? Kasur yang tebal lagi empuk antara kasur lainnya selama 40 tahun. Di atasnya tidak ada tidur dan tidak pula rasa kantuk. Bahkan mereka diatasnya bertelekan berhadapan-hadapan dengan sebagian lain saling tukar pertanyaan. Jika kamu tanyakan tentang makanannya, maka hidangan-hidangannya telah diletakkan dan maka-nannya tersedia sepanjang masa. Buah-buahannya tidak terlarang dan tidak pula terputus-putus. Bahkan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak tempatnya. Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang saling berlomba-lomba.
Penghuninya tidak berak dan tidak pula kencing. Tidak meludah dan tidak pula ingusan. Makanan mereka meresap keluar dari kulit mereka, wanginya bak kesturi dan warnanya bak putihnya perak permata. Lalu tiba-tiba perutpun sudah kosong lagi seperti semula. Jika kamu tanyakan tentang pelayan-pelayan-nya, maka mereka adalah pelayan-pela-yan muda yang tetap muda sepanjang masa. Sebagaimana yang Allah  firmankan tentang mereka:
“Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang muda dan tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di surga sana, niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Robb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesunguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah diberi balasan.” (QS. Al Insan: 19-22)
Intinya, semua yang kuceritakan kepada anda ini hanyalah sebagian dari berita yang disampaikan oleh Rasulullah . Dan jikalau tidak, maka di jannah terda-pat kenikmatan yang belum pernah dili-hat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas oleh hati anak manusia! Dan jika kamu tanyakan tentang masa tinggal penghuni jannah di dalam kenikmatan yang besar dan tempat yang mulia ini, maka mereka di dalamnya tinggal selama-lamanya. Terus hidup tidak pernah mati. Terus muda tak pernah tua. Terus sehat tak akan sakit. Gembira tak pernah sedih dan puas tak pernah marah….tiada rasa khawatir akan terpu-tus dari kenimatan itu dan terusir dari tempat itu. Selamanya mereka merasa aman berada di tempat yang aman. Do’a mereka di dalamnya adalah subhaana-kallahumma, puja dan puji mereka kepada Allah, dan salam penghormatan mereka ialah salam, sejahtera dari segala bencana. Dan penutup do’a mereka ialah alhamdulillah robbil alamin, segala puji bagi Allah Robb semesta alam. Hendaknya anda bandingkan dengan akal anda anta-ra kerajaan besar lagi megah ini dengan istanamu yang berumur pendek dan bernilai rendah. Dan renungkan jika anda tinggalkan istana anda dengan membawa syahadah, kemana anda akan bera-da….sesungguhnya tempat tinggal anda di istana itu benar-benar suatu tipuan dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Al Khabiir, Allah  Yang Maha Mengetahui.

Bantahan Alasan Keempat:
INGIN MEMPERBAIKI AMAL

Jika anda mengatakan: Saya duduk tidak berangkat jihad karena saya ingin panjang umur dulu untuk memperbaiki amal. Maka perkataan anda ini bathil dan alasan anda ini tertolak. Sesungguhnya ucapan yang terlontar dari diri anda ini hanyalah akibat dari sikap ghurur. Demi Allah  tidak pernah ada yang namanya menunda ajal yang telah ditakdirkan. Allah  berfirman:
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehi-dupan dunia memperdayakan kamu dan jangan-lah sekali-kali syetan yang pandai menipu, mem-perdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggap-lah ia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 5-6)
Ucapan seperti ini hanyalah dari jebakan iblis terlaknat dan bukan dari keinginan para wali dan kaum sholihin. Bukankah para sahabat dan tabiin pilihan lebih berhak dengan niat ini jika kamu itu memang termasuk orang-orang yang jujur?! Seandainya para sahabat dan tabiin lebih condong memilih untuk menunda ajal, niscaya mereka tak akan melakukan hal-hal yang beresiko besar di jalan Allah . Dan seandainya mereka melakukan hal itu, niscaya mereka tak akan pernah memerangi orang-orang musyrikin dan kuffar dan melakukan infansi ke negara-negara lain! Tidakkah engkau pasang telingamu, hai orang yang terfitnah, untuk mendengarkan baik-baik firman Allah :
“Berangkatlah kamu baik dalam kea-daan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kamu jika mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)
Tidakkah engkau mau renungkan baik-baik jika engkau memang orang yang paham, firman Allah :
“Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk tak berperang karena uzur satu derajat.” (QS. An Nisa: 95)

فَقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَسَى اللهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاللهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَاَشَدُّ تَنْكِيْلاً
“ Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya) “. (QS. 4:84).

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya berdirinya seseorang pada barisan di jalan Allah, lebih utama daripada ibadah yang dia lakukan di tengah keluarganya selama 70 tahun.” Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Sunan Kubro 9 / 160-161, Turmudzi dalam Sunannya 3 /101-102 dan Hakim dalam Mustadrak 2/68. Sanad-nya hasan.
Wahai orang yang tertipu, keta-huilah bahwa tidurnya seorang mujahid itu lebih utama daripada qiyamullail dan puasa sepanjang masa!! Baiklah, anda benar apa yang anda ucapkan, namun bukankah amal anda itu masih diragukan antara ditolak dan diterima? Bukankah di hadapan anda masih ada perkara yang menyentakkan dan mengerikan? Bukan-kah anda akan menghadapi hari mahsyar dengan huru haranya yang menakutkan? Tidak, demi Allah, sesungguhnya anda tidak tahu apakah amal yang anda lakukan itu dapat menyelamatkan anda atau malah melemparkan anda!! Sesung-guhnya Allah  mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian terang-terangkan. Dan jika kalian mati atau terbunuh, hanya kepada Allah  juga kalian akan dikumpulkan!

 

[ishomy.blogspot.com/thoriquna.wordpress.com]


3 Komentar

  1. Mole mengatakan:

    B********t!

  2. Saya sangat ingin mnjadi seorang mujahid, saya ingin membela agama Allah dan saya ingin sekali mati syahid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: