Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » fiqh jihad » JAWABAN TUNTAS ATAS SYUBHAT SEPUTAR JIHAD (1)

JAWABAN TUNTAS ATAS SYUBHAT SEPUTAR JIHAD (1)


Jika mereka mengatakan apa jihad itu? Maka katakanlah
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, telah menjawab pertanyaan ini
dengan tegas ketika ada sahabat yang bertanya:
ِ ◌ ا َ ُّ أَي
َ ْله
ْ َض ْر
ِ أَف
َ ُ ج ة
َاَل  ا
ِ ل؟ ق
َ ْلج
و ا َ ق َل َ د ا ُها
َ
ِ م
َ ْ الج
َ ق َ ال  أَ َ اد؟ ُه
ُق
َ ْن تـ
ْ ُكَّف ِل
َ ات ال
َ لَ إ ا ِ ار
َ ذ
تـ
ْ
ي
ْ ق ِ
ُم
ه
َ ق َال َ
ِ أَ ا ُّي ف
ِ ْلج
َاد
ْ َض ه
َاَل  ُ أَف
َ ل؟ ق
َ م
َق
ْ ع
َ ن
َ ر
ج
َ
ُ و
َ اد أُ َه
َ هِر ْو
ْق
َ ي
د
ُ
م
ُ
ه
” Apakah hijroh itu?” Beliau menjawab,”Engkau meninggalkan amalan
jelek.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu hijroh bagaimanakah yang paling
utama itu?” Beliau menjawab,” Jihad.” Orang tersebut bertanya lagi,”Apakah
jihad itu?” Beliau menjawab,” Engkau memerangi orang kafir jika kamu
bertemu mereka.” Orang tersebut bertanya lagi,” Lalu bagaimanakah jihad
yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Siapa saja yang terluka kudanya
dan tertumpah darahnya”1
Hadits ini shohih diriwayatkan oleh Ahmad. Adapun lafadz yang
diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud berbunyi – dan riwayat ini Hasan — :
ُّ أي الجهاد أفضل؟ قال: من جاهد المشركین بماله ونفسه؟ قیل: فأي
قر جواده َ ُف القتل أ ؟ قال
من أُهریق دمه وع ُ شر : ُ
“Jihad apakah yang paling utama? Beliau menjawab: Orang yang berjihad
melawan orang-orang musyrik dengan harta dan jiwa raganya? Lalu beliau
ditanya lagi: Mati yang bagaimana yang paling mulia? Beliau menjawab Orang
yang tertumpah darahnya dan terbunuh kudanya.”
Dengan demikian maka harta yang banyak tidak bisa menggantikan
kedudukan jihad dengan jiwa dan raga, lalu bagaimana dengan orang yang
duduk belajar untuk mendapatkan harta atau membelah teluk ?.
Memang jihad itu bermacam-macam [Jihad dengan tombak, dengan harta,
dengan lisan dan tangan] kalau anda mau silahkan katakan Perang Harta dan
Perang Dakwah akan tetapi jika kata Perang jika diungkapkan secara lepas maka
menurut ‘urf ((kebiasaan) salafush sholih adalah : Jihad itu Perang. Perhatikanlah
ketika ibunda ‘Aisyah rodliyallohu ‘anha bertanya:
یا رسول االله: هل على النساء من جهاد؟
“Wahai Rosululloh, apakah wanita itu wajib berjihad ?”
Maka Rosululloh menjawab:
علیهن جهاد لا قتال فیه، الحج والعمرة
“Kaum Wanita wajib berjihad yang tidak pakai perang, yaitu haji dan
umroh.”
Hadits ini sanadnya Shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu
Khuzaimah. Sedangkan dalam riwayat Al-Bukhori berbunyi:
نرى الجهاد أفضل … الأعمال أفلا نجاهد؟
َ
“Kami melihat bahwa jihad itu amalan yang paling utama .. Apakah kami
tidak kami tidak berjihad ?…”
Dengan demikian ibunda ‘Aisyah memahami bahwa jihad itu perang
Dan apakah para sahabat ketika mengatakan:
ً
ً على الجهاد ما بقینا أبدا
نحن الذین بایعوا محمدا
Kamilah orang-orang yang berbai’at kepada Muhammad
Untuk berjihad selama kami masih hidup
Apakah yang mereka maksudkan bukan perang ?
Dan inilah yang difahami oleh para ulama’ sebagaimana yang disebutkan dalam
buku “ ‘Ibar Wa Bashoo’ir” karangan Syaikh Dr. Abdulloh ‘Azzam rohimahulloh
hal. 9 dan seterusnya:
” Empat imam madzhab bersepakat bahwasanya jihad adalah perang dan
tolong-menolong dalam berperang untuk menegakkan kalimatulloh:
1- Madzhab Hanafi:
Dalam kitab Fathul Qodir V/187 disebutkan: ” Jihad adalah mendakwahi
orang kafir kepada Dien yang benar dan memerangi mereka jika mereka tidak
mau.” Dan Imam Al-Kasani berkata dalam kitab Al-Bada’i’ VII/97: ,”
Mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan dalam berperang di jalan Alloh
dengan jiwa raga, harta dan lainnya.”
2- Madzhab Malikiy: Lihat kitab Aqrobul Masalik karangan Ad-Dardiir.
3- Madzhab Syafi’i:
Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqolani berkata,” Dan secara syar’i adalah
mengerahkan tenaga dalam memerangi orang-orang kafir.” VI/77 Darul Fikri
4- Madzhab Hambali:
“Memerangi orang-orang kafir.” Matholibu Ulin Nuha II/497. Juga dalam
kitab ‘Umdatul Fiqhi Wa Muntahal Irodah disebutkan: “Jihad adalah perang
dengan mengerahkan segala kemampuan untuk meninggikan kalimatulloh.”
Selesai penukilan dari Syaikh Abdulloh Azzam dengan sedikit perubahan.
Ibnu Rusyd berkata dalam kitabnya Muqoddimat I/369: ,” Dan Jihadus
Saif adalah memerangi orang-orang musyrik berlandaskan Dien. Maka setiap
orang yang berpayah-payah karena Allah berarti telah berjihad di jalan Allah.
Namun sesungguhnya jihad fi sabilillah kalau diungkapkan secara lepas maka tidak ada maksud lain selain memerangi orang kafir dengan pedang sampai
mereka masuk Islam atau membayar jizyah dalam keadaan hina.”
Dengan kasus lain: sesungguhnya orang yang meninggalkan perkara-
perkara yang haram disebut sebagai “Sho’im” karena dia shoum2 dari perkara-
perkara yang diharamkan. Tapi apakah berarti dia dibebaskan dari shoum yang
asli (menurut pengertian syar’ii- pent.) yaitu shoum Romadlon??!! Sedangkan
Alloh telah mengatakan:
القتال علیكم كتبُ “Telah diwajibkan kepada kalian berperang.”
Sebagaimana Alloh juga telah mengatakan:
تب علیكم الصیام ُك
“Telah diwajibkan kepada kalian shoum.”
أفتؤمنون ببعض الكتاب وتكفرون ببعض
Apakah kalian beriman dengan sebagian isi kitab dan kalian
mengkafiri sebagian yang lain.?
Ada lagi golongan yang hanya ingi memalingkan makna jihad, mereka
mengatakan: “Kami ini sedang berjihad.”!! Untuk membenarkan qu’uud mereka
dari jihad. Namun setelah engkau lihat aktifitas kehidupan mereka, rupanya
mereka adalah seorang pegawai yang bekerja untuk menghidupi keluarganya,
yang lain lagi sebagai pedagang, yang lain lagi sebagai buruh, yang lain lagi
sebagai petani, yang lain lagi sedang belajar di kuliyah syari’ah … atau
kedokteran atau perekonomian atau ilmu politik .. semuanya memandang
dirinya sebagai mujahid dan masing-masing boleh untuk qu’uud dari
perang! .. Ya, sebagai mujahid ! sedangkan dia di negerinya makan, minum dan
mengajar atau bekerja. Bahkan ada yang tidak tahu malu, ia menganggap
bahwa yang sedang dia lakukan itu lebih baik dari pada perang itu sendiri!
Orang-orang yang kacau pemikirannya dan menyelewengkan (makna jihad) itu
harus diberikan tambahan penjelasan dari Al-Qur’an. As-Sunnah dan siroh
Tabi’iin:
2- Jika mereka mengatakan: Kenapa kamu mengobarkan semangat untuk
berperang sekarang … Untuk apa keluar berjihad, karena zaman kita lain
dengan zaman mereka, dan setiap zaman itu ada fuqoha’nya sendiri. Cukup
sebagai alasan kita adalah kebanyakan – kalau tidak kita katakan semua — para
ulama’ dan para reformis yang mempunyai kesadaran tidak keluar untuk
(berjihad). Apakah masuk akal mereka semuanya berdosa. Sedangkan kamu
berada di medan (perang) sendirian! Karena jihad pada hari ini tidak
menggunakan pedang dan pisau akan tetapi dengan kebudayaan; dan kita harus
melakukan I’dad Imani dan belajar ilmu syar’ii serta mengajarkannya kepada
manusia sebelum bertempur karena kebodohan dan lemahnya kesadaran
sudah sangat merajalela dikalangan manusia; oleh karena itu kobarkanlah
semangat pada manusia agar melakukan hal ini (I’dad imani-pent.) dan juga
untuk berdakwah, tashfiyah, tarbiyah dan membantah syubhat-syubhat musuh, dan juga kobarkanlah semangat untuk belajar ilmu perekonomian, ilmu
falsafat, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu tentang media massa, ilmu komunikasi,
ilmu pertanian, ilmu perdagangan, ilmu industri, ilmu kedokteran, ilmu
arsitektur, ilmu perturisan, ilmu teknologi, ilmu ‘ashronah dan ilmu-ilmu
semacam itu! Karena ini semua adalah jihad dan kita harus memiliki bangunan
bawah tanah sebelum berperang!
Maka katakanlah kepada mereka:
1- Akan tetapi Al-Jabbaar (Alloh) memerintahkan dari atas langit yang
ketujuh kepada NabiNya:
َ یا ِّرض المؤمنین على القتال
أیها النبي ح
“Wahai Nabi, kobarkanlah semangat kaum muslimin untuk berperang.”
Pada waktu kamu malah melemahkan semangat untuk berperang, dan
supaya kamu dapat menipu orang-orang yang lemah imannya kamu mengaku
sedang menyiapkan perang, padahal kenyataannya kamu dusta!
Bukankah Robb kita telah mengatakan kepada kita:
َ فق ِّ ك وحرض ا
َّ ُف إلا نفس
اتل في سبیل االله لا ت لمؤمنین … ُ َكل
“Maka berperanglah di jalan Alloh, kamu tidak dibebani (diperintah)
kecuali (kewajibanmu) sendiri dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman
…”
Dan Alloh tidak mengatakan: Maka belajarlah kamu perekonomian atau
arsitektur meskipun kamu sendirian!
Bukankah Robb kita telah memerintahkan kita:
ْ َب فإ الرقاب
َ َضر
ذا لقیتم الذین كفروا ف
“Maka jika kalian bertemu dengan orang-orang kafir, penggallah leher
mereka.” ??
Dan Alloh Tabaraka wa Ta’ala tidak mengatakan: maka adakanlah
pengajian dan forum-forum untuk menolak syubhat-syubhat … atau kalian
belum berjumpa dengan orang-orang kafir?!
ْ فا
َد
ُ قتلوا المشركین حیث و موهم َج
ت
“Maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian jumpai
mereka.”
_____________________________________
1- HR.Ahmad 4/114 dengan sanad shohih no:17152 hal:1225, mempunyai syawahid dan
dishahihkan syaikh Al Albani dalam Silsilah Ahadits al Shahihah no. 551 jilid 2/92.

2 – Shoum secara bahasa artinya menahan diri. Pent.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: