Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Uncategorized » Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam


Gambar

 

 Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

Al Bai’ah Al Haiyiriyyah Li Ad Daulah Al Islamiyyah Fi Al ‘Iraq Wa Asy Syam

Penyempalan Besar-Besaran Para Anggota Organisasi Al Qa’idah Di Penjara Ha-ir Dan Pendeklarasian Bai’at Mereka Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

 

Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

 

 

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, keluarganya dan para sahabatnya semua.

 

Amma Ba’du:

Kami sebagaimana yang lain telah melihat dengan sangat disayangkan dan sangat prihatin statemen terakhir Doktor Aiman Adh Dhawahiriy di dalam pengucapan bela sungkawa atas kematian Abu Khalid As Suriy, maka kami mengetahui bahwa itu adalah  gosokan mematikan, yang demikian itu dikarenakan kami mengetahui bahwa Doktor itu adalah pimpinan tertinggi bagi organisasi Al Qa’idah dan pengganti bagi Al Imam Al Mujahid Syaikhul Islam Usamah Ibnu Ladin rahimahullah, dan kami sudah mengetahui Al Qa’idah sebelum kami bergabung ke dalamnya dan setelah kami bergabung di dalamnya bahwa ia itu pembela bagi kaum mu’minin mustadl’afin di seluruh belahan dunia lagi ia itu selalu berupaya untuk menegakkan kalimat Allah walaupun kaum musyrikin membencinya. Dan termasuk setelah datangnya Quraisy masa kini (Amerika) pada hari ini dengan segala koalisi dan persenjataannya untuk memerangi Allah dan hamba-hamba-Nya dan ingin menghapus menara Islam di muka bumi, maka Al Qa’idah melebarkan sayapnya dengan segala keteguhan dan keberanian dan memukul salibis serta menghinakannya di kampung halamannya sendiri, dan semua kami merasa bangga dengan kebergabungan kami ke dalam kafilah ini.

Namun hari ini kami dikagetkan dengan sikap Al Qa-dah dan pimpinan tertingginya yang ingin menikamkan belati di lambung Ahlul Islam sedangkan mereka itu sudah berada di depan Al Fathu Al Akbar (Penaklukan Terbesar) di zaman ini, yaitu penaklukan Baghdad dan pengembalian Khilafah Islamiyyah. Kami mendapatkan Doktor ini menghati-hatikan umat agar menjauhi Ahlul haq wat Tauhid wal Jihad dan malah mengajak untuk bergabung bahu membahu bersama Shahawat Syam, jama’ah-jama’ah kehinaan dan kenistaan dari kalangan Sururiyyah dan Jamiyyah yang merupakan antek-antek thawaghit dan para pelayan salib. Dan yang lebih parah dan lebih pahit dari itu adalah bahwa ia (Adh Dhawahiriy)

mencap mujahidin yang menghancurkan berhala, merobohkan pilar-pilar syirik, meluluh lantakan Rafidlah, dan membuat kaum salibis ketakutan (mencap mereka) sebagai anak cucu Ibnu Muljam,  sisa-sisa partai Bath serta para pelindung Yahudi. Ini sungguh bencana besar, keterpurukan yang dasyat dan demi Allah ini adalah keterasingan dien. Setelah dahulu Syaikh Usamah menyerukan Shahawat (Iraq) untuk bertaubat dari kemurtaddan dikarenakan mereka telah jatuh di dalam sikap membantu orang-orang kafir, namun kita hari ini malah mendapatkan Doktor Aiman meminta Shahawat agar terus meningkatkan penyerangannya terhadap mujahidin yang disifati dahulu oleh Syaikh Usamah: (Bahwa mereka itu bukan tergolong tipe orang-orang yang mau tawar-menawar atas dien ini dan ridla dengan solusi pertengahan atau yang bertemu dengan musuh di tengah perjalanan). Selesai.

Namun Doktor Aiman malah mencap mereka sebagai Khawarij dan bala tentara Ibnu Muljam, maka ini sungguh adalah keterasingan dien, dan semoga Allah merahmati Ibnu Al Mubarak saat mengatakan: (Ketahuilah wahai saudaraku bahwa kematian itu adalah kemuliaan bagi setiap muslim yang berjumpa dengan Allah di atas sunnah, karena sesungguhnya kita ini milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya, maka hanya kepada Allah kita mengadukan keterasingan kita, lenyapnya ikhwan, sedikitnya para penolong dan merebaknya bid’ah. Dan hanya kepada Allah kita mengadukan dasyatnya kejadian yang menimpa umat ini berupa lenyapnya sunnah dan mencuatnya berbagai bid’ah). Selesai.

Maka semoga Allah merahmati Syaikh Usamah dan membaguskan belasungkawa kami padanya.

Dulu kami di awal-awal tragedi-tragedi (Syam) itu pernah mengatakan bahwa perselisihan yang terjadi antara Tandhim Al Qa’idah dengan Daulah itu adalah perselisihan sesama ikhwan di dalam satu rumah, KEMUDIAN ternyata setelah berlalu waktu nampak jelas bahwa perselisihan itu adalah perselisihan ANTARA Manhaj Daulah yang kokoh lagi teguh di atas manhaj Salaf DENGAN manhaj organisasi Al Qa’idah yang mulai terpuruk dengan sebab penyepelean terhadap hakikat kebenaran. Di mana kerjasama dengan Sururiyyah dan penyepelean permasalahan tauhid serta pembiaran fenomena-fenomena kekafiran dengan dalih perangkulan simpati masyarakat, dan juga sikap pura-pura tidak melihat hal-hal kekafiran seperti membantu kaum musyrikin (dalam memerangi kaum muslimin) adalah mengharuskan kami untuk mengkaji dan meninjau ulang, sebagaimana yang dikatakan Syaikhul Islam rahimahullah: (Salaf dahulu saling berdiskusi di dalam suatu masalah dengan diskusi tukar pikiran, saling meminta pendapat dan saling menasehati, dan kadang pendapat mereka berbeda-beda di dalam suatu masalah keilmuan dan praktek amalan dengan tetap adanya keakraban, sikap saling menghargai dan ukhuwwah fiddien, Ya barangsiapa menyelisihi Al Kitab Al Mustabin dan As Sunnah yang masyhur atau apa yang sudah diijmakan oleh salaf dengan penyelisihan yang tidak diudzur di dalamnya, maka orang ini diperlakukan layaknya Ahli Bid’ah). Selesai 24/172.

Di samping kesalahan-kesalahan di dalam hal manhaj dan aqidah ini, kami mendapatkan bahwa Doktor Aiman itu serampangan di dalam memvonis hukum, di mana ia menuduh dan menvonis orang yang menyelisihi pendapatnya tanpa bukti dan tanpa kehati-hatian seraya menggugurkan semua aturan-aturan qadla (pemutusan) dengan sekedar aduan semata, dan semua ini terjadi sedangkan ia itu tidak diminta untuk memutuskan dan mengadili, semoga Allah merahmati salaf di mana mereka itu dahulu sangat menganggap besar urusan qadla dan fatwa bila mereka diminta, maka bagaimana bila mereka itu tidak diminta. Al Muzaniy berkata: (Saya suatu hari bertanya kepada Asy Syafi’iy tentang suatu masalah di dalam ilmu kalam, maka beliau mengatakan: Tanyalah aku tentang sesuatu yang bila aku salah di dalamnya maka kamu mengatakan di dalamnya: Kami sudah salah, dan jangan bertanya kepadaku tentang suatu yang bila aku salah di di dalamnya maka kamu mengatakan: Kamu telah kafir.). Selesai.

Maka perhatikanlah bagaimana sang doktor itu menuntut diadakan mahkamah mustaqillah yang dituntut juga oleh para thaghut dan para kaki tangan mereka dari kalangan ulama Sururiyyah, partai-partai dan kelompok-kelompok yang menyimpang. Mahkamah inilah yang kami rasakan kepahitannya di dalam penjara-penjara para thaghut, di mana kami digiring dan divonis di dalam persidangan palsu, di mana qadli, pendakwa dan dakwaan semuanya dari kantong para thaghut, mereka itu lawan dan pemutus hukuman, maka bagaimana sang doktor itu menyelarasi para thaghut termasuk di dalam tuntutan-tuntutan dan sarana-sarananya, wallahul musta’an.

Dulu sang Doktor itu di mata kami sangatlah agung, namun sekarang ia menjadi kecil di saat kami melihatnya menginjaki kaum mustadl-afin untuk mencapai tujuan-tujuan yang mencurigakan, di mana ia pura-pura menangisi darah Abu Khalid dan ia melupakan dan pura-pura tidak mengetahui darah (ratusan) anak-anak kami dan saudara-saudara kami yang ditikam khianat yang mana mereka itu keluar (untuk berjihad) terus mereka dibunuh dan ditawan oleh para pengkhianat.

Sang doktor ini telah menjadi kecil di mata kami setelah sikapnya terhadap tragedi-tragedi Syam dan keberpihakannya yang zalim di barisan bughat yang menyerang. Semoga Allah merahmati Al Barbahariy saat mengatakan: (Ketahuilah bahwa ilmu itu bukan dengan banyaknya periwayatan dan banyaknya kitab, namun orang alim itu adalah orang yang mengikuti Al Kitab dan As Sunnah walaupun dia itu sedikit ilmu dan kitab, sedangkan orang yang menyelisihi Al Kitab dan As sunnah maka dia itu ahli bid’ah walaupun dia itu banyak meriwayatkan (hadits) dan banyak kitab). Selesai.

Al Jauziy rahimahullah berkata: (Orang yang mengikuti atsar itu wajib dikedepankan walaupun umurnya muda lagi bukan bangsawan, sedangkan orang yang menyelisihi atsar maka ia wajib dijauhi walaupun dia itu berusia tua lagi bangsawan). Selesai.

Maka bagimana gerangan bila yang mengikuti atsar itu adalah orang yang bernasab mulia, imam, bangsawan yang berasal dari keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan beliau rahimahullah berkata di dalam risalahnya dalam Al Harf hal 216: (Dan barangsiapa yang menyimpang dari jalan yang benar dan melakukan negoisasi dengan Ahli bid’ah dan ahli kalam serta meninggalkan hadits dan pemegangnya, maka dia itu berhak untuk dihajr (dijauhi) dan ditinggalkan walaupun dia senior di dalam ilmu-ilmu itu). Selesai.

Alangkah indahnya apa yang dilakukan ikhwan kami di dalam Bai’at Khurasniyyah yang ditanda tangani oleh: Abu ubaidah Al Lubnaniy, Abu Al Muhannad Al Urdiniy, Abu Jarir Asy Syimaliy (Abu Tsair), Abu Al Huda As Sudaniy, Abdul Aziz (saudara sekandung syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy), Abu Abdillah Al Bunjabiy, Abu Anas Al Kurdiy, Abu Aisyah Al Qurthubiy, dan Abu Mush’ab At Tadlamuniy, di mana mereka telah bergabung kepada Al haq dan mengikuti salaf serta menjauhi Ahli Bid’ah yang mencampakkan ahlul haq lagi membelot kepada ahlul bathil.

As Sajziy berkata: (Dan sesungguhnya zaman yang di masa itu diterima ucapan orang yang membangkang kepada Allah Subhanahu dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi akal serta dia dengan sikap itu tetap dianggap sebagai imam; maka ia adalah zaman yang tidak ada faidah di dalamnya, wallahul musta’an). Selesai.

Dan kami sebagaimana yang lain telah melihat sikap ketidak wara’-an sang doktor di dalam statemennya yang terakhir, perniagaannya dengan darah umat, serta permainannya terhadap permasalahan umat, sedangkan ini adalah di antara bentuk keburukan bid’ah dan kejelasan sikap hasadnya lewat lontaran lidahnya terhadap Ahlul haq dari kalangan singa-singa Daulah Islamiyyah.

‘Anbasah Ibnu Sa’I’d Al Kala’iy berkata: (Tidaklah seseorang mengadakan suatu bid’ah kecuali dadanya bergejolak dengan kedengkian kepada kaum muslimin dan lenyap amanah di dalamnya. Nu’aim berkata: Maka Al Auza’iy mendengarnya dariku, maka ia berkata: Engkau mendengarnya dari ‘Anbasah? Saya berkata: Ya,” Ia berkata: Ia benar, dahulu kami sering berbincang-bincang bahwa tidaklah seseorang mengadakan suatu bid’ah kecuali dicabutlah sikap wara’nya). Selesai.

Maka lihatlah bagaimana orang ini (sang doktor) menjadi kecil setelah sebelumnya ia itu adalah imam, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Abdullah Ibnu Al Mu’taz rahimahullah berkata (wafat tahun 296): (Orang jahil itu adalah kecil walaupun dia itu syaikh (tua), dan orang alim itu adalah besar walaupun masih beliau). Selesai.

Dan sungguh saya telah mengingatkan Aiman dan memperhatikan siapa orang-orang yang akan tersesat oleh ulahnya dan bergabung dengan kelompok-kelompok yang membantu orang-orang kafir dan mencelupkan diri di dalam pengantekan untuk orang-orang kafir, sehingga orang itu binasa dengan sebab taqlid kepadanya, maka mana dien dan wara’ wahai Aiman, dan bagaimana kamu akan berjumpa dengan Allah dengan membawa darah-darah ahli tauhid.

Dari Abu Qilabah rahimahullah berkata: (Sesungguhnya Muslim Ibnu Yasar menyertainya ke Mekkah, maka ia berkata kepadaku -dan beliau menyebutkan fitnah- Sesungguhnya aku memuji Allah di hadapanmu bahwa aku tidak menembakkan satu panahpun di dalamnya dan tidak menusukkan tombak di dalamnya serta tidak memukulkan pedang di dalamnya. Dan berkata: Saya berkata wahai Abu Abdillah bagaimana dengan orang yang melihatpun berdiri di dalam barisan, sehingga ia berkata: Ini Muslim Ibnu Yasar demi Allah tidak berdiri di posisi ini kecuali dia itu di atas Al haq, terus orang itupun maju dan berperang sampai terbunuh, maka ia menangis dan menangis sampai aku berangan-angan andai aku ini tidak mengatakan sesuatupun kepadanya). Selesai.

Maka apakah anda melihat sang doktor itu menangisi orang yang telah tertipu dengan sikapnya, di mana orang itu berbaris di barisan antek yang menggembosi jihad lagi membantu orang-orang kafir (atas mujahidin) serta melakukan kerusakan di bumi, terus dia berperang sampai terbunuh sedang dia itu ingin mematikan cahaya Allah dan merobohkan menara Islam serta meredupkan fajar cahaya khilafah?!!

(Maka atas dasar itu sesungguhnya jihad kami dan keberangkatan kami meninggalkan ruma-rumah kami itu bukanlah demi tandhim atau jama’ah atau hizb akan tetapi demi meninggikan panji tauhid dan supaya ketundukan itu seluruhnya kepada Allah, dan kami berputar bersama Al Haq kemana saja ia berputar, tidak seperti mereka orang-orang yang berfanatik kepada panji-panji dan kelompok-kelompok itu).

Semoga Allah merahmati Sayyid Quthub saat membongkar apa yang bergejolak di jiwa mereka, beliau berkata: (Sesungguhnya mereka melupakan bahwa jihad di dalam Islam itu adalah jihad di jalan Allah, jihad untuk mengukuhkan uluhiyyah Allah di bumi dan mengusir para thaghut yang merampas kekuasaan Allah, jihad untuk membebaskan manusia dari penghambaan diri kepada selain Allah dan dari penghalang-halangannya dengan kekuatan dari ketundukan kepada Allah saja, dan untuk meninggalkan penghambaan diri kepada manusia (supaya tidak ada lagi fitnah (syirik) dan supaya ketundukkan itu seluruhnya kepada Allah) dan bahwa ia itu bukan jihad untuk memenangkan Allah atas manhaj-manhaj manusia dan bukan jihad untuk memenangkan kekuasaan suatu kaum atas kaum yang lain, akan tetapi ia itu adalah jihad untuk memenangkan kekuasaan Allah atas kekuasaan manusia, dan ia itu bukan jihad untuk mendirikan suatu kerajaan akan tetapi ia itu jihad untuk mendirikan kerajaan Allah di muka bumi. Dan saat mereka melupakan hakikat ini tentu mereka itu merasa ketakutan saat suatu manhaj bertolak untuk menghabisi semua manhaj yang ada dan umat bertolak untuk menaklukan semua umat). Selesai.

 

Maka atas dasar di atas maka sesungguhnya kami adalah sebagian dari ikhwan kalian yang ditawan di penjara Ha-ir juga pengikut dan ikhwan para panglima yang sudah syahid -nahsabuhum wallahu hasibuhum- Syaikhul Islam Abu Abdillah Usamah Ibnu Ladin, Abu Hafsh Al Mishriy, Abu Khabbab, Khalid Haaj, Syaikh Yusuf Al ‘Uyairiy, Abu Hajir Al Muqrin dan orang-orang lainnya yang tergabung dalam kafilah yang suci ini dari kalangan yang dahulu kami beramal bersama-sama dengan mereka terus Allah memberikan syahadah bagi mereka dan menetapkan penawanan bagi kami, dan sebagai bentuk penunaian amanah terhadap kafilah mubarakah dan sebagai bentuk kesabaran terhadap panjangnya jalan, maka kami mengumumkan penolakan kami terhadap kepemimpinan Doktor Aiman pada tandhim ini dan bahwa dia itu termasuk orang yang mengganti dan merubah jalan manhaj Al Imam Usamah dan manhaj ikhwan kami yang sudah syahid dan kami bersabar di atas jalan mereka. Sebagaimana apa yang dikatakan oleh Al Imam Al Auza’iy rahimahullah: (Bersabarlah dirimu terhadap sunnah dan berhentilah kami di saat mereka berhenti, dan katakanlah apa yang mereka katakan dan tahanlah dari apa yang mereka menahan darinya, dan tempuhlah jalan salaf-mu yang shalih, karena melapangkanmu apa yang telah lapang bagi mereka). Selesai.

 

Dan kami mengumumkan bai’at dan ketaatan kami kepada Amirul Mu’minin Al Imam Al Humam abu Bakar Al Baghdadiy, dan bahwa beliaulah Al Imam yang telah berjalan dan tidak merubah, dan beliaulah yang paling berhak terhadap Usamah dan ikhwannya daripada selainnya,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), juga orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 68).

Kami membai’atnya di atas syari’at Allah dan hukum-Nya sesuai kemampuan kami karena kami adalah mustadl’afin lagi ditawan. Dan sesungguhnya kami mengajak ikhwan kami di seluruh cabang Al Qa’idah untuk membai’at Amirul Mu’minin Abu Bakar dan untuk mengingkari kepemimpinan Doktor Aiman dan penyimpangannya, terutama ikhwan kami di Somalia, Yaman dan Maghrib Islamiy, dan semoga penaklukan terbesar yaitu penaklukan Baghdad insya Allah adalah penaklukan dan penyatuan kalimat dan barisan serta penitian di atas jalan para pendahulu dan juga penjagaan terhadap darah para syuhada. Dan kami mengajak ikhwah di Khurasan untuk bergabung dengan bai’ah khurasiniyyah dan berkumpul di sekelilingnya, dikarenakan para pencetus bai’at khurasniyyah (terhadap Daulah) itu adalah orang-orang yang kami kenal dan kami menganggapnya sebagai para petinggi dan syar’iyyin yang tidak bosan memberikan nasehat kepada kami dan kepada kalian. Dan kami mengajak keluarga-keluarga kami dan ikhwan kami Ahlussunnah di Syam dan Iraq untuk berkumpul di sekeliling Amir kita Amirul Mu’minin, bersabar bersamanya dan bersungguh-sungguh di dalam membelanya dan membela bala tentara Daulah Islam dan kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk hijrah ke Darul Islam dan pusat Khilafah insya Allah.

Dan kami mengajak kepada seluruh jama’ah-jama’ah di Syam untuk taubat kepada Allah dan menghentikan diri dari menerapkan konspirasi-konspirasi musuh di muka bumi dan dari membantu orang-orang kafir. Dan kami mengkhususkan kepada muhajirin yang berperang di bawah panji yang salah, kami katakan kepada mereka: Takutlah kalian kepada Allah dan perhatikanlah keadaan kalian, demi Allah sesungguhnya ia itu hanya satu nyawa, maka bagaimana kalian melenyapkan nyawa kalian sedangkan kalian berlumuran darah Ahlul Haq dan membantu orang-orang kafir dari kalangan para pengikut Jamal Ma’ruf, Jaisy Hurr, Jaisy Saluliy (bentukan Saudi) dan para pengikut Hakim Al Muthairiy serta partai-partai syirik di Kuwait. Demi Allah tidak akan manfaat bagi kalian penipuan Doktor Aiman Adh Dhawahiriy yang menjerumuskan kalian ke dalam pangkuan para thaghut dan Sururiyyah dalam rangka menerapkan agenda Barat.

Ya Allah kami telah menyampaikan, maka saksikanlah.

Dan kami akhiri dengan ucapan kami kepada bala tentara Daulah Islamiyyah di Iraq dan Syam: Takutlah kepada Allah wahai ikhwan, berjalanlah, berbahagialah dan optimislah, demi Allah kami tidak mengkhawatirkan atas kalian kefaqiran dan rasa takut serta penindasan, namun yang khawatirkan atas kalian adalah dunia. Dan sungguh-sungguhlah kalian di dalam mentaati Amirul Mu’minin dan membelanya serta berupaya dengan segala kemampuan untuk meninggikan kalimat Allah. Dan kami ikhwan kalian memohon kepada allah agar menyertakan kami dengan kalian serta memberikan pahala kepada kami dengan niat kami ini.

Wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Semoga shalawat dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan semua sahabatnya.

 

Penterjemah berkata: Selesai dialihbahasakan pada tanggal 12 Jumada Ats Tsaniyah 1435H oleh Abu Sulaiman Al Arkhabiliy di LP Kembang Kuning Nusakambangan.

 

[Syabab/millahibrahim]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: