Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Uncategorized » Nasehat Ustadz Rois Kepada Arrahmah.com Terkait ISIS

Nasehat Ustadz Rois Kepada Arrahmah.com Terkait ISIS


Gambar

 

NUSAKAMBANGAN-Redaksi Al-Mustaqbal Channel mendapatkan tulisan dari Ustadz Rois-fakkalahu asrahu- yang berjudul “Arrahmah.com Media Penyerang Daulah Islam dan Penyebar Syubhat”. Di bagian akhir tulisan tersebut Ustadz Rois menyatakan bahwa tulisan ini dibuat sebagai bentuk pembelaan, kecintaan dan kerinduan beliau akan tegaknya Daulah Islamiyah ‘Ala Minhajin Nubuwah yang menegakkan hudud Allah dan menyebarkan rahmat untuk seluruh alam, juga sebagai nasehat untuk fihak arrahmah.com. Berikut lengkapnya, semoga bermanfaat!

Alhamdulillahi washsholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillahi Shollallohu ‘Alaihi wasallam wa ‘alaa aalihi wa ash- haabihi wa man tabi’ahu bi ihsaanin ila yaumil qiyamah. Amma ba’du. Sebelumnya penulis mohon maaf, apabila dalam tulisan ini terdapat bahasa yang terkesan kasar dan tidak sopan, karena hal ini penulis maksudkan supaya pihak arrahmah.com memahami tentang apa yang penulis maksudkan nantinya, karena bahasa yang dipakai oleh arrahmah.com bahkan lebih kasar dan tidak sopan, karena mereka bermaksud menyerang dan menyudutkan para mujahidin yang mengorbankan segenap milik dan kemampuan mereka untuk menegakkan daulah islamiyah di muka bumi ini agar hukum Allah bisa tegak dan direalisasikan dalam kehidupan nyata untuk meraih ridho dan rahmat Allah SWT.

 

Arrahmah.com pada mulanya merupakan media pelopor yang memulai dan merintis situs berita online yang menyebarkan berita-berita jihad di seluruh dunia dan juga menyebarkan keilmuan yang bermanhaj salaf. Tapi pada hari ini arrahmah.com berbalik menjadi media penggembos jihad dan penyerang mujahidin, khususnya adalah mereka yang berjihad di Negeri Syam di bawah bendera Daulah Islam Iraq wa Syam atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS.

 

Bukti tentang hal itu diantaranya adalah dimuatnya berita yang dimuat pada tanggal 9 -Januari- 2014 yang katanya berasal dari ketua ikatan ulama Suriah yaitu As- Salum yang katanya juga berisi nasehat, dengan judul “Nasehat Ikatan Ulama Suriah Untuk Mujahidin ISIS”, padahal kenyataannya mengkritik dan menghujat habis-habisan ISIS. Seandainya kalau memang tujuannya mau menasehati ISIS, tentu nasehat tersebut akan disampaikan dengan cara yang baik, tidak dengan di publikasikan secara luas. Karena menasehati dengan cara dipublikasikan berarti mengumbar aib dan keburukan, seandainya itu memang aib dan keburukan. Padahal Allah telah melarang orang-orang beriman untuk membicarakan dan mengumbar aib saudaranya. Allah berfirman:

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang mnggunjing (meng-ghibah) sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang”. (QS. Al- Hujurot : 12)

 

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Hurairoh, “Janganlah kalian mempunyai prasangka yang buruk, karena sesungguhnya prasangka yang buruk itu adalah berita yang paling dusta; janganlah kalian saling memata-matai, janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan, janganlah kalian saling menjatuhkan, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berbuat makar, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”.

 

Dari ayat dan hadits di atas, jelas sekali Allah dan Rosul- Nya melarang orang-orang beriman untuk berprasangka dan mengorek-ngorek aib saudaranya. Ketika orang beriman melakukan hal tersebut, sungguh dia telah jatuh kepada dosa. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menafsirkan tentang ayat: “Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya”. (QS. Al- Hujurot : 12).

 

Yakni sebagaimana kamu tidak menyukai secara naluri, maka bencilah perbuatan tersebut demi perintah syara’, karena sesungguhnya hukuman yang sebenarnya jauh lebih keras daripada yang digambarkan. Ungkapan ayat di atas hanyalah untuk menimbulkan rasa antipati terhadap perbuatan tersebut dan sebagai peringatan agar tidak dikerjakan. Hal yang sama dengan apa yang dikatakan Rosululloh SAW, sehubungan orang yang mencabut hibahnya: “Seperti anjing yang muntah, lalu memakan kembali muntahannya”. Itulah arrahmah.com sekarang.

 

Seandainya itu nasehat dari seorang mu’min terhadap mu’min lainnya sebagai bentuk kecintaan, kenapa nasehat tersebut hanya ditujukan kepada ISIS, tidak ditujukan kepada pihak yang lainnya, baik FSA, Ahrar Syam dan kelompok yang lainnya? Padahal kesalahan mereka lebih besar dibanding kesalahan ISIS. Dan yang disebut dengan nasehat, tujuannya adalah untuk memperbaiki demi kebaikan yang diberi nasehat. Itu seandainya menasehati orang yang berbuat salah. Tetapi bagaimana seandainya yang dinasehatinya itu berbuat kebenaran, seolah-olah mereka tidak mau melakukan kebenaran dan bahkan dituduh tidak mau berhukum dengan hukum syar’i? Maka itu berarti fitnah dan tuduhan keji.

 

Dalam hal ini arrahmah.com telah menohok dan menikam mujahidin ISIS dengan keji. Seandainya arrahmah.com beralasan, “Bahwa kami hanya menterjemahkan dan menyebarkan nasehat ulama”. Maka sungguh pernyataan ini makin menambah kejinya arrahmah.com. Karena dalam Islam, apabila kita mendapat suatu berita, maka berita tersebut harus di tabayyun. Atau dalam bahasa persnya “cover both side”. Hal ini tidak dilakukan oleh arrahmah.com. Dia hanya merilis dari fihak yang menyerang dan mengkritik, tanpa pernah merilis pernyataan dari fihak yang dituduh, dalam hal ini ISIS.

 

Sebagai bukti, apakah pernah arrahmah.com merilis pernyataan Jubir ISIS Abu Muhammad al- Adnani Asy- Syami yang membantah semua tuduhan tersebut? Atau pernyataan Amir Daulah (ISIS) Syaikh Abu Bakar Al- Baghdady Al- Husaini Al- Qurosyi? Tidak pernah. Sekali lagi atau bahkan seribu kali lagi sampai tulisan ini di buat, tidak pernah!! Padahal apa yang disampaikan oleh jubir ISIS ataupun oleh Amir ISIS diantaranya berisi pernyataan, “Bagaimana kami dituduh tidak mau berhukum dengan hukum syar’i? padahal kami berjuang meninggalkan keluarga kami adalah untuk menegakkan hukum syar’i. Bagaimana kami dituduh tidak mengakui kelompok mujahidin lainnya? Padahal mereka adalah saudara-saudara kami yang sama-sama berjihad untuk memerangi nushoiriyah”.

 

Sungguh amat buruk akibat yang ditimbulkan dari kritikan para ulama pencela tersebut. Akibatnya lebih buruk lagi apa yang ditimbulkan olah arrahmah.com dengan menyebarkan kritikan tersebut. Akibat buruk yang ditimbulkan oleh mereka adalah mayoritas masyarakat awam yang tidak memahami waqi’ jihad di Suriah mencap ISIS sebagai kelompok takfiri dan tidak mengakui eksistensi kelompok jihad yang lainnya sehingga banyak tuduhan bahwa ISIS ingin memonopoli jihad Suriah.

 

Akibat lebih buruk dan teramat buruk disebarkannya kritikan dan hujatan tersebut adalah yang terjadi kemudian, yaitu diserangnya markas ISIS oleh kelompok lainnya yang dimotori oleh FSA sekuler yang tergabung dalam Jabhah Islamiyah yang dibiayai oleh Arab Saudi dan Amerika yang menyebabkan lebih dari 500 orang mujahidin Muhajirin syahid. Apakah ini yang diinginkan mereka yang katanya pemberi nasehat? Apakah ini yang diinginkan arrahmah.com yang katanya media islam yang bertujuan memberikan informasi berimbang tentang islam dan dunia Islam di tengah-tengah arus informasi modern dan globalisasi yang menjadi motto nya???

 

Sungguh jauh dari apa yang mereka klaim. Faktanya mereka adalah penyebab terbunuhnya ratusan orang mujahid ISIS di tangan Jabhah Islamiyah (bentukan FSA dan unsur-unsur oposisi sekuler lainnya). Sungguh jauh dari motto arrahmah.com yang menyatakan ” media islam yang bertujuan memberikan informasi berimbang tentang islam dan dunia Islam di tengah-tengah arus informasi modern dan globalisasi”. Mana sisi imbangnya?? Mana pernyataan dari fihak ISIS nya?? Jauh panggang dari api.

 

Ibnu Majah meriwayatkan hadits dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallohu ‘anhu, ia mengatakan bahwa ia pernah melihat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sedang thowaf di Ka’bah seraya mengucapkan, “Alangkah harumnya namamu, dan alangkah harumnya baumu, alangkah besarnya namamu dan alangkah besarnya kesucianmu. Demi (Allah) yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman- Nya, sesungguhnya kesucian orang mu’min itu lebih besar di sisi Allah daripada kesucianmu (ka’bah), harta dan darahnya jangan sampai dituduh (yang bukan-bukan) melainkan hanya baik belaka”. Itulah sabda ash- shodiq al mashduq imam mujahidin, penghulu seluruh manusia dan penutup para Nabi.

 

Apa yang dilakukan arrahmah.com dengan menyebarkan kritikan para ulama tersebut?? Apakah sesuai dengan sabda Rosululloh tersebut?? Sungguh dengan perannya menyebarkan hal tersebut, arrahmah.com punya dan ikut andil menikam dan membunuh para mujahidin tersebut, dan yang lebih parah adalah menghambat tegaknya Daulah Islamiyah ‘ala Minhaji Nubuwah.

 

Penulis akhirnya mau tidak mau menghubungkan sebab akibat sehingga arrahmah.com menjadi seperti ini. Yang dimaksud sebab akibat di sini adalah sebuah pertanyaan kenapa arrahmah.com menjadi seperti ini? Apakah ini disebabkan karena owner arrahmah.com adalah wakil ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang memiliki keyakinan tentang bolehnya masuk dan menggunakan demokrasi sebagai mekanisme untuk menegakkan hukum islam secara formal? Sehingga kemudian menganggap dan meyakini penegakkan hukum Islam melalui jalan jihad (perang) adalah tidak relevan pada saat ini yang berakibat dan berimbas dengan selalu memberitakan hal-hal yang menyerang dan mengkritik ISIS sebagaimana rilisan berita pada tanggal 19 Januari 2014 yang berjudul “Tujuh poin nasehat utusan amir al- qaeda Syaikh Abu Khalid Asy-Syami untuk mujahidin ISIS”.

 

Padahal isi yang sesungguhnya dari hal tersebut bukan nasehat, tetapi tuduhan terhadap ISIS. Apakah betul Abu Khalid adalah utusan amir Al- Qaeda? Ini pun harus dipertanyakan. Apakah mungkin utusan Amir Al-Qaeda bergabung dengan jabhah Islamiyah yang secara manhaj berbeda dengan Al-Qaeda? Karena baik Jabhah Nusrah yang disebut- sebut sebagai cabang Al-Qaeda di bumi Syam ataupun ISIS yang di dalamnya ada lemen Al-Qaeda sama-sama menolak dan mengkafirkan sistem demokrasi dan sekuler. Berbeda dengan jabhah islamiyah yang tidak mempermasalahkan hal itu, bahkan dimotori oleh FSA yang sekuler dan pro demokrasi, karena di biayai oleh barat dan juga negara-negara arab yang anti syari’at Islam. Ini harus dipertanyakan. Karena setiap orang bisa mengaku-ngaku sesuatu hal, padahal dia bukan seperti yang di klaimnya.

 

Apalagi dalam kondisi saat ini, yaitu seluruh dunia ingin menyerang dan menghancurkan ISIS, baik secara kekuatan militer ataupun melalui propaganda-propaganda hitam dan isu-isu serta kampanye-kampanye yang menyesatkan. Yang lebih parah lagi dari berita tersebut bukan hanya isinya tapi yang membuat hal tersebut menjadi tuduhan yang lebih keji adalah pengantar atau prolog dari penerjemah berita tersebut yaitu Muhib Al- Majdi pada alinea ke sembilan yaitu: “Belakangan perselisihan Daulah Islam Irak dan Syam tidak terbatas dengan Jabhah Nusrah semata, namun meluas dan berkembang dengan kelompok-kelompok jihad lainnya. Daulah Islam Irak dan Syam terlibat perselisihan tajam dengan mujahidin Ahrar Asy-Syam Al Islamiyah, Liwa’ Islam, dan lain-lain yang tergabung dalam forum Jabhah Islamiyah. Ditambah kezaliman-kezaliman dan kebijakan-kebijakan yang keliru di lapangan, perselisihan itu semakin memanas”.

 

Wahai Muhib Al-Majdi!! Mudah-mudahan nama anda sesuai dengan sifat anda. Apa yang anda maksud kezaliman-kezaliman? Apakah menyerang dan mengejar para perampok dan pembegal adalah kezaliman? Apakah membalas penyerangan orang-orang yang telah menculik dan merusak kehormatan para wanita mu’minah adalah kezaliman? Membela diri dan mempertahankan diri di markas adalah kezaliman? Menuntut balas atas pembunuhan dan pengusiran ratusan mujahidin muhajirin adalah kezaliman? Cobalah anda dengar pembelaan Amir Daulah Islam Irak dan Syam Syaikh Abu Bakar Al Baghdady yang berjudul “Allahu Ya’lamu wa Antum La Ta’lamuun”. Apakah menyerang dan mengepung serta membunuh pasukan nushoiriyah adalah kezaliman? Siapa yang zalim? Anda lah yang zalim wahai Muhib Al Majdi!! Anda telah menuduh mujahid yang berjihad menegakkan hukum Islam dengan tuduhan yang tidak-tidak dan fitnah yang kejam. Anda telah menuduh orang yang memproklamirkan diri sebagai sebua Daulah Islamiyah (Negara Islam) dengan tuduhan yang keji tanpa pernah merilis berita-berita yang membela dan mendukung ISIS. Amal apa yang telah anda lakukan sehingga anda menuduh mereka dengan tuduhan yang mengada-ada? Apakah anda merasa lebih mulia dan lebih hebat di banding mereka? Apakah anda pernah berada di medan perang sehingga anda menganggap lebih baik dibanding mereka? Apakah anda pernah memikul dan menembakkan senjata ke orang kafir demi tegaknya hukum Islam sehingga anda merasa berhak mengkritik mereka? Penulis yakin anda belum pernah melakukan itu semua. Jadi apa kapasitas anda mengkritik dan menuduh mereka? Jangan sampai anda seperti yang di firmankan Allah: “Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sedang sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka la’nat Allah bagi orang-orang yang kafir (ingkar)” (QS. Al- Baqarah : 89).

 

Jangan sampai anda seperti apa yang Allah kabarkan pada ayat di atas. Anda berharap-harap akan ada Daulah Islamiyah atau bahkan Khilafah yang akan menegakkan hudud Allah dan membawa rahmat dan keadilan bagi seluruh alam. Tetapi ketika hal itu sudah nampak di depan mata, maka anda mengingkarinya karena tidak sesuai dengan keinginan anda dan kelompok anda. Karena ternyata Daulah Islamiyah tersebut mengkafirkan sistem dan mekanisme batil demokrasi dan ideologi sesat lainnya. Sementara anda dan kelompok anda tidak seperti itu.

 

Demikian tulisan ini kami buat, sebagai bentuk pembelaan, kecintaan dan kerinduan kami akan tegaknya Daulah Islamiyah ‘Ala Minhaji Nubuwah yang menegakkan hudud Allah dan menyebarkan rahmat untuk seluruh alam, juga sebagai nasehat untuk fihak arrahmah.com. Mudah-mudahan Allah meneguhkan para mujahidin yang sedang berjihad di seluruh penjuru bumi dan memberikan pertolongan dengan kemenangan dan tegaknya Khilafah Islamiyah. Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada kita semua dan memberi rizki untuk bergabung bersama barisan mujahidin fi sabilillah serta mendapatkan kematian syahid.

 

Washollallohu ‘ala Nabiyyinaa Muhammad, walhamdulillah. Selesai di tulis di Lapas Kembang Kuning, 26 Januari 2014 M, 23 Jumadil Ula 1435 H.

 

Al faqir ilallah : Rois Abu Syaukat

Main website:http://al-mustaqbal.net/nasehat-ustadz-rois-kepada-arrahmah-com-terkait-isis/


1 Komentar

  1. Piyo Arista mengatakan:

    lalieur aing mah da..jenggot wae paranjang…tapi raribut wae…geus lah mendingan kiamat wae.paraeh kabeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: