Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Syaikh Asy-Syinqithi: ISIS Adalah Tsunami bagi Musuh Khilafah Abad 21

Syaikh Asy-Syinqithi: ISIS Adalah Tsunami bagi Musuh Khilafah Abad 21


Risalah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Asy-
Syinqiti, salah seorang ulama # ISIS. Berikut ini
terjemahan kiblat.net :
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan
kepada Nabi yang mulia beserta keluarga, dan
para sahabat beliau semuanya.
Wacana Daulah Islam selama ini dianggap
hanyalah lelucon! Setiap seseorang berbicara
tentang itu, semua orang menatapnya aneh dan
asing. Atau bahkan diikuti dengan tertawa
mengejek.
Imarah Islam Abad 21!!
Tetapi, dengan kehadiran Daulah Islam Irak dan
Syam (ISIS), utopia itu berubah menjadi gunung
berapi yang meledak. Semua takut bila
jangkauan ISIS sampai kepada mereka.
Kelahiran ISIS mungkin akan menjadi titik balik
dalam sejarah modern. Dan mungkin dapat
menyebabkan perubahan peta negara-negara
dunia. Termasuk perubahan politik, ekonomi,
keseimbangan interaksi antar agama dan
ideologi, dan kekuatan global. Semua hasil
yang telah dicapai kolonisasi bisa hancur.
Dengan kata lain, hasil dari Perang Dunia II
hanya tinggal kenangan!
Parag Khanna (penulis dan pakar hubungan
internasional berdarah India-Amerika; red)
dalam artikelnya berjudul, “Pemisahan
(Teritorial) mungkin berguna,” mengatakan,
“Dalam beberapa dekade yang akan datang ini
tidak dipungkiri bahwa jumlah negara di dunia
bisa mencapai 300 negara. Namun, kami
mengatakan, dengan munculnya Daulah Islam
(ISIS) dan lahirnya kerajaan terbesar di era
modern, hasilnya bisa saja terbalik. Jumlah
negara bisa saja mengecil hingga mencapai 100
negara saja.”
Itulah mengapa Barat menganggap
pembicaraan tentang ISIS, adalah pembicaraan
tentang Tsunami besar yang menghancurkan
segalanya.
Sejarawan Inggris, Niall Ferguson, meramalkan
khilafah Islam pada 2021 dan berkata, “Jika
kita sampai hidup bertetangga dengan sebuah
kekhalifahan Islam yang dilandasi ideologi dan
pemikiran Islam radikal, maka saat itulah dunia
akan berubah menjadi ancaman yang sangat
serius bagi keamanan Eropa.”
Barat tidaklah sendirian, yang takut atas
pengumuman Daulah Islam (ISIS). Bahkan,
deklarasi Daulah dianggap sebagai petir yang
menyambar semua orang.
Barat takut terhadap pengumuman Daulah
karena itu berarti langkah pertama untuk
mengembalikan khilafah dan kembalinya umat
Islam untuk membentuk superpower di dunia ini
(seperti masa-masa kejayaannya dulu).
Para penguasa [di negara-negara muslim] juga
takut karena Daulah akan menjadi ancaman
bagi singgasana mereka.
Orang-orang sekuler dan penyembah demokrasi
juga takut munculnya Daulah karena itu akan
membersihkan langit yang tercemar.
Orang biasa (tidak paham) juga takut
pengumuman Daulah karena dalam opini
mereka, itu dapat menjadi awal dari huru-hara
dan tersebarnya perang. “Kami ini adalah
orang-orang yang mencintai kehidupan dan
kami cinta damai!”
Para Syaikh dari kelompok “Salafi” dan “Sururi”
juga takut pengumuman Daulah karena itu
berarti mereka gagal membangun kredibilitas di
mata manusia. Dan tentu saja mereka tidak
akan mengakui negara dipegang oleh militan.
Bahkan mereka tidak akan setuju seandainya di
bumi ini tidak ada negara selain ISIS.
Jika Anda ingin membuat marah musuh-musuh
Allah dan membuat mereka mati kemarahan
dan kesedihan dan patah hati, Anda hanya
perlu untuk mengumumkan baiat kepada ISIS.
Setiap ada kemajuan di Daulah, maka rasa
takut dan cemas musuh-musuh Allah pun
semakin bertambah. Anda dapat
membuktikannya dengan membaca kutipan-
kutipan berita ini:
1. Salah seorang pemimpin gerakan rakyat
dalam sebuah wawancara dengan televisi Al-
Arabiya, mengatakan, “Sekarang, setelah apa
yang telah dan sedang terjadi, setiap rumah di
Ramadi dan Anbar (Irak) akan bergabung ke
ISIS.” Pembawa acara mengomentari, “Ini
ungkapan yang mengkhawatirkan.”
2. Televisi Al-Jazirah menunjukkan kekagetan
yang nyata ketika menampilkan laporan
tentang peta cabang-cabang Al-Qaidah di
seluruh dunia.
3. Al-Quds Al-Arabi menerbitkan, “Pejabat AS di
bidang intelijen dan antiterorisme
mengkhawatirkan kemungkinan kelompok-
kelompok yang terkait dengan Al-Qaidah
membangun basis di Suriah dan berada dalam
posisi yang kuat. Sehingga mengancam Israel.
Mereka mengambil keuntungan dari peluang
baru yang terbuka bagi gerakan jihad di Timur
Tengah.
4. Senator AS, Danny Vistin, mengatakan, “Al-
Qaidah hari ini energik dan termotivasi. Sebab
utama kemajuan ini ialah akidah yang
tertanam kuat pada diri orang-orang radikal ini,
bahwa mereka akan mencapai khalifahan Islam.
Daulah tersebut, yang mengimplementasikan
syariat Islam dalam semua aspeknya, adalah
sesuatu yang patut diperangi.”
5. CNN pernah melansir, “Adalah sesuatu yang
membahayakan dan menakutkan bila bendera
hitam dari Daulah Islam telah bercokol di
perbatasan Turki, Yordania, Irak, Lebanon. Arus
yang merangkak cepat ini harus dihentikan.”
6. Koran Washington Post dalam sebuah
laporan yang disiapkan oleh Van Hevelin,
mengatakan, “Negara Islam Irak dan Syam,
bertujuan untuk menciptakan sebuah negara
baru berdasarkan interpretasi hukum Islam
radikal. Itu adalah kampanye besar untuk
memperluas kontrol atas wilayah di sejumlah
provinsi Irak.”
Surat kabar itu mengatakan dalam laporannya,
“Sekarang tampak bahwa kelompok ini (ISIS)
ingin memasuki fase baru perkembangannya di
beberapa bagian Suriah. ISIS telah menyiapkan
unsur-unsur pembentukan awal dari
pemerintah, termasuk pengadilan, sekolah, dan
birokrasi sipil. Dan mereka terus menampakkan
kemajuan yang sama dengan di Irak.
7. Penulis Amerika, David Ignatius, dalam
sebuah artikel di The New York Times
menunjukkan bahwa penyelesaian politik antara
oposisi dan rezim di Suriah akan menjadi awal
dari sebuah perang baru melawan apa yang ia
sebut sebagai ”teroris”.
Ignatius mengutip ungkapan Jenderal Salim
Idris bahwa FSA mencoba untuk bertempur di
dua front: pejuang Al-Qaidah di 24 lokasi
selama setengah tahun lalu, selain untuk
memerangi tentara Assad.
Salim Idris, menurut laporan Ignatius dalam
artikelnya, Negara Islam di Irak dan Syam yang
berafiliasi dengan Al-Qaidah adalah ancaman
besar. Ia mengutip Salim Idris, “Kelompok ini
merupakan ancaman besar bagi masa depan
Suriah, dan FSA siap untuk bergabung dengan
tentara reguler untuk melawan mereka setelah
kepergian Assad.”
Sekretasis FSA yang moderat, mengatakan,
“Jelas bahwa bahkan jika Assad tumbang,
perang Suriah lainnya terhadap Al-Qaidah akan
berkobar.”
Ignatius mengacu pada laporan intelijen bahwa
ISIS mengontrol area utama di sepanjang
perbatasan Suriah-Turki.
8. Dalam sebuah laporan surat kabar surat
kabar Financial Times, disebutkan: Al-Qaidah
muncul sebagai pemain utama di medan perang
Suriah. Laporan ini juga menyebutkan dimensi
yang semakin sulit dibendung dari gerakan
pemberontakan dan perluasan kendalinya di
seluruh wilayah. Pertumbuhan kelompok ini
dalam skala regional, terutama dikuatkan oleh
slogan yang digunakan elemen organisasi di
media sosial, yaitu: Dari Diyala ke Beirut!
(Diyala adalah nama provinsi di Irak, yang
berarti slogan perluasan wilayah dari Irak
sampai Lebanon; red)
9. Surat kabar News menyebutkan bahwa ISIS
menargetkan tentara Barat di Lebanon selatan,
yang diwakili oleh UNIFIL. Menurut surat kabar
tersebut, informasi yang dikumpulkan oleh
jaringan negara-negara yang berpartisipasi
dalam pasukan internasional dan disampaikan
ke pemerintah mereka, menegaskan adanya
ancaman dari Daulah Islam.
Kekhawatiran itu dikuatkan oleh laporan
mereka bahwa lebih dari seribu orang dari
Perancis, Jerman dan Italia berjuang di Suriah
bersama kelompok-kelompok tersebut. Daulah
Islam menggunakan orang-orang (Eropa) itu
untuk melakukan serangan terhadap sesama
warga negara mereka yang bergabung di
UNIFIL.
Bayangkan saja jika Daulah Islam suatu saat
memiliki kekuasaan yang meluas sedikit hingga
mendominasi Lebanon. Apa yang akan terjadi?
Hizb Iran (Hizbullah) akan menjadi kabar masa
lalu. Mujahidin akan berhadapan langsung
dengan Yahudi. Ini adalah saat yang telah
lama kita tunggu!
• Presiden AS meminta diadakan sidang darurat
Dewan Keamanan
• Intelijen AS dalam kondisi waspada.
• Kongres AS memprotes Presiden,
“Bagaimanakah kelayakan pangkalan kita di
wilayah ini (Timur Tengah)?
• Israel memobilisasi tentaranya di perbatasan
dan menyerukan Barat untuk campur tangan.
• Para penguasa Arab diliputi rasa takut di
singgasana mereka, seperti seseorang yang
melihat banjir akan segera datang!
• Qatar takut Olimpiade 2020 gagal!
• Arab Saudi mengatakan bahwa negaranya
adalah satu-satunya wakil dari Islam dan
menyiapkan puluhan ribu Tentara Dua Tanah
Suci untuk melindungi tempat-tempat suci dari
ancaman teroris!
• Seorang pemuda di Mekah berjalan ke
Masjidil Haram dan menaikkan bendera Daulah.
Ia pun ditangkap oleh keamanan Saudi dengan
tuduhan berafiliasi kepada kelompok Juhaiman!
(Juhaiman Al-Qutaibi [1980]; militan yang
merebut Ka’bah pada tahun 1979; red).
• Amir Kuwait berkhotbah di Majelis Nasional
tanpa penutup kepala dan mantel (pakaian
kebesaran; red), “Kita telah menjatuhkan
Saddam untuk mendatangkan negara ini (ISIS)
kepada kita.”
• Muhammad bin Nayef, memarahi Adnan Al-
Ur’ur (ulama Suriah, tinggal di Saudi; red) dan
mengatakan, “Kami tidak sejalan denganmu
sama sekali! Kamu tidak berguna! Kamu tidak
membuat pengaruh apa-apa!”
• Demonstrasi di Gaza menyambut gembira ISIS
dan pemerintah Hamas diam dan bingung!
• Analis politik mengatakan: Batas-batas
Sykes-Picot akan menjadi kenangan dalam
sejarah.
Agar kita tidak putus asa oleh bayangan
peristiwa-peristiwa yang akan terjadi (akibat
distorsi media terhadap ISIS) dan punya
harapan, maka kita lupakan saja apa realitas
sekarang ini dan fokus kepada masalah Daulah.
Lihatlah apa yang telah dilakukan oleh Daulah
dan jangan dengarkan orang-orang yang dengki
terhadapnya.
Orang-orang munafik mencoba untuk
mengacaukan persatuan Islam di zaman Nabi
saw melalui rumor dan kebohongan. Orang-
orang seperti ini juga ada sampai hari ini.
Mereka berbaur di antara Muslim dan
melaksanakan tugas itu secara khusus.
Dalam sejarah, mereka telah menyakiti Nabi
saw dalam segala hal, bahkan mencederai
kehormatan dan menuduh istri beliau yang
suci. Maka bukan hal yang aneh bila mujahidin
menjadi sasaran banyak kebohongan dan
rekayasa.
Proyek Daulah (ISIS) yang dianggap sebagai
ancaman besar tersebut sangat mungkin
menjadi target intrik, plot, cerita palsu dan
rumor, di antaranya:
– Pernyataan tentang pembelotan beberapa
prajurit ISIS, karena mengutuk keadaan
kejahatan Daulah.
– Pernyataan dari mereka yang menamai diri
sebagai ulama Suriah yang mengecam
keberadaan ISIS dan menganggapnya sebagai
entitas penjajah.
– Pengumuman di sana-sini tentang serangan
terhadap beberapa kelompok pejuang dari pihak
ISIS.
– Distorsi informasi oleh saluran-saluran
televisi bahwa Negara Islam di Irak dan Syam
(ISIS) telah melakukan kejahatan dan
memberikan peringatan, agar Anda berpikir
bahwa bahaya ISIS lebih besar daripada
Nushairiyah.
– Berbagai rumor selalu dimunculkan di media,
bahkan berubah menjadi aksioma:
Orang-orang yang berafilisasi ke ISIS adalah
Khawarij! Mereka orang-orang yang tidak
dikenal, atau mungkin Yahudi!
Mereka adalah kelompok takfiri yang
mengafirkan semua manusia, bahkan janin di
dalam rahim ibu mereka sendiri!
Mereka para pembunuh, tidak peduli terhadap
darah yang haram dialirkan, bahkan mereka
memotong kepala teman sendiri yang tidak
dikenal!
Dalam kasus yang disebutkan terakhir, setelah
beberapa lama, ternyata orang yang dipotong
kepalanya itu masih hidup dan segar bugar!
Lawan ISIS bersuka-cita dan bersorak-sorai
dengan adanya kesalahan Mujahidin. Mereka
terus mencari-cari celah dan terus saja
menyebarkannya.
Sementara itu, mereka diam hening atas
kejahatan musuh umat dan agama. Mereka bisu
terhadap para penguasa yang memerangi
syariat Rabb semesta alam dan orang-orang
yang ribath untuk jihad, dan mujahidin.
Bila mujahidin dari ISIS mengatakan, “Kami
berlepas diri dari manhaj Khawarij. Kami tidak
mengafirkan kecuali orang yang melakukan
pembatal Islam,” maka lawan-lawan ISIS
mengatakan: ‘Unzah walau tharat (Itu kijang
meskipun bisa terbang)!’ (Sebuah
perumpamaan untuk menggambarkan orang
yang keukeuh pada pendapatnya walaupun
jelas-jelas salah. Perumpamaan ini diilhami
dari kisah dua orang yang berburu, lalu melihat
ada gagak. Satu orang mengatakan itu gagak,
namun rekannya mengatakan itu kijang.
Akhirnya mereka mendekati sasaran, hingga
gagak itu pun terbang. Orang pertama
mengatakan, “Apa saya bilang, itu gagak!”
Namun orang kedua menjawab, “Unzah walau
tharat [Itu kijang meskipun bisa terbang]!; red)
Ketika Mujahidin membebaskan daerah-daerah
baru, telah menyatu dengan penduduknya, dan
mereka mengetahui bagaimana ISIS secara
langsung, bukan melalui media, maka
propaganda itu pun semakin menggila hingga
mendistorsi citra ISIS yang baik di mata orang-
orang yang mengetahuinya dari dekat.
Setiap kali Mujahidin ISIS melakukan kebaikan
untuk rakyat dan melindungi kepentingan
mereka di wilayah yang telah dikendalikan ISIS,
dan tercipta suasana aman, orang-orang yang
tidak suka ISIS mengatakan: Mereka (ISIS)
hanya duduk santai di kota-kota dan enggan
perang melawan Bashar!
Banyak rumor dan fitnah terhadap Mujahidin
berasal dari Adnan Al-Ur’ur, ulama bayaran itu
dan orang-orang yang terjerat dalam orbitnya.
Al-Ur’ur tidak ragu-ragu untuk membuat
kebohongan terhadap Mujahidin, bahkan hanya
untuk memperhalus nada permusuhan terhadap
Jabhah Nusrah (JN), untuk memperingan
serangan terhadap ISIS. Itu pun tidak bisa.
Artinya, ia tidak bisa agar tampak tidak
memusuhi semua mujahidin pun tidak bisa.
Dalam sebuah wawancara di Canel Ar-Risalah,
ia mengatakan, dengan sangat yakin, “Jabhah
Nusrah (JN) memberikan ultimatum kepada
para anggotanya agar berhenti dari takfir.” Ini
artinya, Al-Ur’ur menganggap takfiri adalah
manhaj JN.
Kita mengatakan bahwa riwayat Al-Ur’ur
hanyalah bohong. Bila pendusta mengatakan,
seorang yang tepercaya (tsiqah) mengatakan
kepada saya, maka ia pun dusta. Membenarkan
orang bodoh sama dengan membodohi diri
sendiri.
Bila yang dimaksud adalah takfir terhadap para
pemegang kekuasaan hukum, maka JN tidak
pernah ingkar terhadap takfir ini. Sebab ini
bagian utama dari persoalan agama. Namun
bila yang dimaksud takfir terhadap selain
mereka, maka JN tidak meyakini takfir ini
sesaat pun. Para anggotanya tidak pernah
mengakui. JN tidak seperti klaim Al-Ur’ur,
“Mereka (JN) baru sadar dari kekeliruan
(manhajnya) hari ini.”
Al-Ur’ur pendusta yang tidak peduli terhadap
dosa meskipun sangat jelas. Ia bisa dengan
mudah mengatakan sesuatu lalu
mengingkarinya di kesempatan lain. Ia mengaku
berbicara atas dasar kebenaran dan tidak takut
celaan siapa pun karena Allah. Namun, ia
hanyalah bayaran dari keluarga Sa’ud.
Yang kami tahu, ia sangat benci terhadap jihad
dan mujahidin. Bertambah hari, kebenciannya
semakin kuat.
Saya sudah tidak respek terhadapnya sejak ia
melompat dari kapal Bashar ke lembah oposisi.
Karena dalam keyakinan saya, kebanyakan
orang yang menarik diri dari anshar taghut
saat kekuatan taghut itu lemah, maka
perubahannya—pada umumnya—bukan karena
tobat, melainkan hanya respons terhadap
situasi. Pada umumnya, orang-orang model
begini tidak akan melawan secara kuat.
Kenyataannya, Al-Ur’ur baru melompat dari
perahu Bashar setelah memesan tempat di
perahu keluarga Sa’ud!
CNN membunyikan lonceng peringatan: Al-
Qaidah, dengan gelombang aktivitas dan mimpi
khilafahnya, telah membangkitkan para
tentaranya. Maka Al-Ur’ur menenangkannya
dengan mengatakan, “Baiat ISIS tidak sah dan
sampai sekarang adalah batil. Saran saya,
semua brigade hendaknya bergabung ke Jabhah
Islamiyah. Jabhah Islamiyah, dengan izin Allah,
mampu melindungi semua kelompok itu.
Saudara-saudara muslim yang dating dari
sana-sini, baik dari luar maupun dalam,
hendaknya melebur dan bergabung ke Jabhah
Islamiyah. Agar kepemimpinan mereka bukan
kepemimpinan yang tidak dikenal.”
Ketika saya mendengar ungkapannya itu, saya
teringat firman Allah, “Mereka ingin mematikan
cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka.” Al-
Ur’ur mengafirkan dan menuduh mujahidin
takfiri, yang menghalalkan darah ahli tauhid. Ia
telah mengatakan di rekaman yang diakui
adalah suaranya sendiri, “Mereka itu mungkin
yahudi. Semua orang yang bersama mereka
maka darahnya halal.”
Meskipun kata-katanya di rekaman itu jelas,
bahwa maksudnya ialah mujahidin ISIS, dan
tidak perlu bukti lagi, ia menyangkal bahwa
merekalah yang dimaksudkan kata-katanya
dalam rekaman itu.
Jadi siapa sebenarnya yang berdusta?
Orang-orang tidak menyukai ISIS. Pemerintah,
organisasi internasional, intelijen, tentara Arab,
dan arus diplomatik dan media, bahkan banyak
syaikh; menuju satu arah untuk memusnahkan
ISIS.
Manusia pun bertanya-tanya tentang kekuatan
yang dimiliki oleh ISIS. Bagaimana ISIS mampu
meraih prestasi tinggi dan menjadi musuh
bersama dunia; semua memeranginya? Tidak
diragukan lagi itu adalah kekuatan Allah SWT!
Tidak pernah ada satu pun negara yang
dipecah-pecah oleh perjanjian Sykes-Picot, bisa
mencapai apa yang dicapai oleh ISIS. Bahkan
sebelum ISIS diakui oleh siapa pun. Maka
janganlah mengira kemuliaan itu mabuk dan
mendengarkan nyanyian. Karena kemuliaan
sejati adalah pedang dan kesyahidan.
Membayangkan Daulah Islam tegak adalah
sesuatu yang nikmat, apa pendapat Anda bila
itu benar-benar ada di bumi ini?
Kita memohon kepada Allah agar melindungi
mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam, serta
menambah kekuatan dan kendali mereka.
Ditulis oleh: Agus Abdullah
Source: http://alplatformmedia.com/vb/
showthread.php?t=34558


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: