Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Apa Yang Harus Dilakukan Terhadap Pemerintah Kafir. Apakah Menetap Atau Hirah?

Apa Yang Harus Dilakukan Terhadap Pemerintah Kafir. Apakah Menetap Atau Hirah?


Apa Yang Harus Dilakukan Terhadap Pemerintah Kafir. Apakah Menetap Atau Hirah?

Pertanyaan:

Saya telah membaca tiga buku engkau, namun apa yang harus dilakukan sekarang terhadap pemerintahan-pemerintahan kafir itu, apakah menetap di dalam negeri atau hijrah?

Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy berkata:

Bismillah, segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para shahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya.

Saudaraku yang baik… semoga Allah ta’ala menjaganya dan menjadikannya sebagai bagian ansharuddien.

Assalamu’alaikum warahatullahi wabarakatuh.

Berkaitan dengan pertanyaanmu tentang apa yang harus dilakukan terhadap pemerintahan-pemerintahan ini, apakah kita menetap ataukah kita hijrah. Maka yang selalu saya nasehatkan kepada saudara-saudaraku dalam hal ini adalah menetap, berbuat dan berupaya yang serius untuk merubah realita yang pahit ini masing-masing di atas tsughur di daerahnya dan di negerinya seraya mencari ilmu di atas bashirah, sedangkan pintu ilmu yang paling penting adalah mengenal tauhid yang merupakan hak Allah yang paling wajib atas hamba-hamba-Nya, kemudian ijtihad (bersungguh-sungguh) dalam mengajarkannya dan mendakwahkannya, juga mentarbiyah para pemuda di atasnya, serta sabar dan teguh di atasnya sampai Allah memudahkan bagi kaum muslimin untuk menegakkan kekuasaan daulah mereka dan mengangkat imam yang mengayomi umat Islam, dan saya tidak menasehati saudara-saudaraku terutama para du’at sekarang ini untuk hijrah ke tempat mana saja dan mengosongkan lapangan dakwah di negeri-negeri kita ini bagi para thaghut dan para kaki tangan mereka dari kalangan Jahmiyyah dan Murjiah melakukan tambahan kerusakan. Seandainya pada menetapnya al akh itu di sini tidak ada faidah kecuali memperbanyak jumlah ikhwan muwahhidin dan menetap di atas sikap menghadang musuh-musuh dien ini serta tidak mengosongkan kondisi bagi mereka, tentulah hal itu cukup sebagai mashlahat yang besar.

Problem para pemuda adalah bahwa mereka itu tergesa-gesa dalam jihad fisik dan terlalu berapi-api untuk melakukan operasi militer, dan mereka lupa bahwa jihad dan isytisyhad itu tidak terbatas pada hal itu, dimana penghulu syuhada seluruhnya sebagaimana yang dikabar Al Musthafa shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihi adalah pria yang bangkit kepada pemimpin yang durjana terus ia memerintahkannya dan melarangnya kemudian si penguasa itu membunuhnya. Dimana mujahid dengan senjatanya di berbagai belahan bumi di atas satu tsaghrah (celah) dari tsughur Islam, juga para mujahidin yang menghadang orang-orang kafir dan orang-orang murtad baik itu dengan senjata atau dengan lisan dan penjaharan tauhid adalah di atas saghrah juga. Allah tabaraka wa ta’ala berfirman:

وجاهدهم به جهادا كبيرا

“Dan jihadilah mereka dengan al qur’an itu dengan jihad yang besar.” (Al Furqan: 52)

Inilah hal pokok yang selalu kami anjurkan saudara-saudara kami terhadapnya, kecuali al akh itu sebagaimana yang telah saya katakan mendapatkan ujian dengan menjadi DPO musuh-musuh Allah dan penguasaan mereka terhadap dirinya sehingga dia tidak bisa menetap dan tidak mampu diam di sana, maka pada kondisi itu bisa jadi hijrah dan lari dengan membawa agamanya adalah lebih baik baginya, di dalam Shahih Al Bukhariy (Kitabul Iman) bab (Minaddien Al Firar Minal Fitan) ada hadits dari Abu Sa’id Al Khudriy radliyallahu ‘anhu bahwa ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

يوشك أن يكون خير مال المسلم غنم يتبع بها شعف الجبال ومواقع القطر يفر بدينه من الفتن

(Hampir saja tiba zaman dimana harta terbaik orang muslim adalah kambing-kambing yang ia giring di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat hujan seraya dia lari dengan membawa agamanya dari fitnah)

Dan di dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas secara marfu’ :

خير الناس في الفتن رجل آخذ بعنان فرسه خلف أعداء الله ، يخيفهم ويخيفونه ، أو رجل معتزل في بادية يؤدي حق الله الذي عليه

(Manusia terbaik di zaman fitnah adalah seorang pria yang memegang kendali kudanya di belakang musuh-musuh Allah, dia membuat mereka takut dan mereka membuatnya takut, atau seorang pria yang mengasingkan diri di pedalaman seraya menunaikan hak Allah yang menjadi kewajibannya).

Ini adalah ringkasan nasehat saya yang selalu saya sampaikan kepada saudara-saudaku sampai Allah menggantikan keadaan ini. Saya memohon kepada Allah ta’ala untuk menolong Agama-Nya dan memuliakan wali-wali-Nya dan semoga Dia memberikan tamkin bagi mereka di bumi ini sehingga mereka bisa mengibadati-Nya seraya tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Muhammad, kepada keluarganya dan seluruh shahabatnya.

Saudaramu,

Abu Muhammad.

Alih Bahasa:

Abu Sulaiman

LP Kembang Kuning

NK Cilacap, Jumadil Akhir 1434 H.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: