Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » # Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’ # » 02 # Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa ‘# Darah Syuhada itu adalah Cahaya dan Bara Api

02 # Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa ‘# Darah Syuhada itu adalah Cahaya dan Bara Api


بسم الله الرحمن الرحيم

Statement no.02

دَمُ الشَّهِيْدِ نُوْرٌ وَنَارٌ
Darah Syuhada itu adalah Cahaya dan Bara Api

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين, وبعد.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
“إِنَّ لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سَبْعُ خِصَالٍ : يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ ، وَيُجَارُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ ، وَيَأْمَنُ يَوْمَ الْفَزْعِ الأَكْبَرِ ، وَيُوْضَعُ عَلىَ رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوْتَةِ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا ، وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ زَوْجَةً مِنَ الْحُوْرِ الْعَيْنِ ، وَيُشْفَعُ فِي سَبْعِيْنَ مِنْ أَقَارِبِهِ”.
أخرجه الترمذي وغيره وقال حديث حسن.

Artinya :
“Sesungguhnya bagi Orang yang Mati Syahid itu di sisi Allah akan mendapatkan 7 Keutamaan :
1. Akan diampuni (seluruh dosanya) pada saat Awal terbunuhnya,
2. Akan diperlihatkan (di Dunia) tempatnya di Surga,
3. Akan selamat dari Fitnah Kubur,
4. Akan selamat dari Hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat),
5. Akan dipasangkan di atas kepalanya Sebuah Mahkota Kebesaran dari Yaquut, yang hal itu nilainya lebih besar daripada Dunia dan seisinya,
6. Akan dinikahkan dengan 72 Bidadari, dan
7. Akan diperbolehkan memberikan Syafa’at bagi 70 anggota keluarganya (di Akhirat kelak)”.

(HR. at-Tirmidzi dan yang lainnya, dan ia berkata : “Hadist ini derajatnya Hasan”)

Sebuah Pertempuran telah terjadi, antara yang Haq dan yang Bathil, pertempuran yang gagah berani yang berhasil dengan idzin Allah menewaskan Personil Elit Negeri Kufur ini di tangan Pemuda-pemuda Ummat yang Luar Biasa, yang mereka mencari kematian sesuai dengan prasangkanya, dan Allah selalu bersama prasangka para hamba-Nya.

Inilah Contoh Pemuda Ummat zaman ini, usianya pun belum genap 20 tahun, mereka jujur terhadap Allah, maka Allah pun menepati janji-Nya. Mereka curahkan masa muda mereka untuk membela Kaum Muslimin yang sedang tertindas, baik yang ada di Negeri orang, maupun yang ada di Negeri sendiri, mereka tidak rela ada saudara-saudara mereka Kaum Muslimin yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Para Thoghut yang Dzolim, maka balasannya adalah Kematian bagi Para Punggawa, ad-Damu bid Dam wal Hadmu bil Hadmi (Darah dibalas Darah, Penghancuran dibalas dengan Penghancuran).

Saat mereka mendengar ada salah satu Pemuda Terbaik Ummat ini dari kalangan Junuudun Akhfiyaa’ (Pasukan Senyap Tersembunyi) ditangkap di suatu pagi, yang mana ia telah banyak memberikan jasanya bagi Ummat dan Perjuangan ini, dengan kemampuan yang jarang dimiliki oleh pemuda lainnya, maka dengan sigap malam hari itu juga Para Pahlawan pun datang meregang nyawa, mencari mangsa ajang Pembalasan bagi Para Thoghut Durjana dan kembali ke Markaz sembari meneriakkan Takbir : “Allahu Akbar… Allahu Akbar…”.

Itulah Pemuda Tauladan Ummat ini, yang sedikitpun tak akan pernah rela apalagi diam membisu tanpa ada sepatah kata, menyaksikan saudaranya ditindas, disiksa dan dijebloskan ke dalam Penjara.

Itulah Pemuda Tauladan zaman ini, yang salah satu diantara mereka selalu khusyu’ dalam beribadah, berperilaku santun dan hormat, menghormati yang tua dan mengasihi yang muda, ia habiskan masa-masa akhir dari kehidupannya untuk selalu berada di masjid yang seakan-akan ia tak mau lepas darinya, ia luangkan waktu-waktu senggangnya dengan membaca Kitabullah al-Qur’an dan buku-buku Islam yang bermanfaat, hingga di hari ajalnya, ia terus menerus membaca al-Qur’an sejak dari siang hari itu hingga malam saat ia hendak pergi berangkat menemui Rabb-Nya.

Subhaanallah…!!! Dan memang, diantara orang-orang yang telah Allah berikan mereka kesyahidan di jalan-Nya, mereka hampir-hampir tidak pernah luput untuk membaca al-Qur’an, dan termasuk orang-orang yang dikarantina untuk melakukan Amaliyah Istisyhadiyah di belahan Bumi manapun jua, maka Progam Utama karantina mereka adalah Membaca Kitabullah al-Qur’an, Kitaabun yahdie wa Saifun yanshur (dengan Kitabullah itulah mereka akan diberikan Hidayah dan Petunjuk oleh Allah dan dengan Pedanglah (Senjata) maka mereka akan ditolong).

Itulah Pemuda Tauladan zaman ini, yang salah satu diantara mereka adalah Seorang Singa Sang Pemberani, ia tebaskan senjatanya untuk menyembelih musuh-musuh Allah dimanapun mereka berada, tanpa ada rasa takut dan gentar.

Ada sebuah kisah menarik di akhir-akhir hayatnya. Di suatu hari, ia korbankan hartanya di jalan Allah untuk membeli sebuah Sepeda Motor bodong (tanpa ada surat kendaraan) seharga 2 juta rupiah, dan ia pun langsung mempergunakannya untuk sebuah Amaliyah yang Berbarokah dan Menggentarkan serta membuat ciut nyali musuh-musuh Allah dari kalangan Para Murtaddin Negeri ini, dan kembali dengan selamat walhamdulillah. Sejak saat itu, sepeda motor yang ia miliki telah masuk ke dalam daftar blacklist. Akan tetapi beberapa hari kemudian, Qadarallah ia pergunakan sepeda motor bodong tersebut untuk berkeliling kota untuk sebuah keperluan, hingga di suatu tempat, atas taqdir Allah pula lah di tempat itu ada sebuah Razia Murtaddin dan ia termasuk orang-orang yang terkena dalam Razia tersebut. Singkat kata, Sang Murtad ini pun mengemis uang minta dikasihani, akan tetapi dengan tegas ditolak mentah-mentah oleh Sang Pahlawan, hingga akhirnya ia pun digelandang ke Markas Murtaddin, di sinilah awal Kebodohan Kaum Pengemis Murtaddin. Singkat cerita, karena beberapa hal, Sang Pengemis Murtad inipun mengambil kunci sepeda motor Sang Pahlawan dan mengendarainya serta meminta kepada Sang Pahlawan untuk mengendarai sepeda motor yang dia bawa dan menyuruh untuk mengikutinya menuju Markas Murtaddin.

Ia lah Singa bukan sembarang Singa, ia lah Singa Sang Penebas Leher Murtaddin. Laksana kucing yang disuguhi Ikan Asin, tanpa banyak kata, Sang Pahlawan pun meng-iyakan apa kata Sang Pengemis. Hingga saat sampai di sebuah Perempatan Bang-jo (abang-ijo / lampu lalu lintas), saat Sang Pengemis melaju lurus dengan sepeda motor bodong yang ia kendarai, sedangkan Sang Pahlawan sendiri berbelok menjauhi Sang Pengemis sembari melambaikankan tangannya “daaa… daaa…”, maka Sang Polisi Pengemis pun berteriak “Motorkuuuuu………….!!!”. Dan akhirnya, dengan sepeda motor milik Sang Pengemis itulah dilakukannya Sebuah Amaliyah yang menyebabkan Pengemis lainnya tewas meregang nyawa, membayar harga Sebuah Pembalasan atas darah-darah Kaum Muslimin yang tertumpah di Negeri ini. “Akan kami bunuh 1 orang kafir, apabila mereka menangkap dan membunuh Para Muwahhidin”, begitu sumpah Sang Pahlawan di akhir-akhir hayatnya. Allahu Akbar…!!! Itulah karunia Allah yang Ia berikan kepada hamba-hamba Nya Para Mujahidin yang telah rela mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah. Semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan di sisi-Nya, Allahumma Amien.

Itulah pemuda-pemuda Tauladan zaman ini, dan mereka bukanlah sembarang pemuda, karena mereka adalah Pemuda Pilihan Allah. Yaaahh,,, memang mereka adalah Pemuda Pilihan, yang Allah pilih untuk bisa mendapatkan kenikmatan Mati Syahid di jalan-Nya, dan itu tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.

Maka berbahagialah wahai Ibunda Syahid beserta Ayahanda, kini putra kalian telah Allah pilih menjadi Orang yang Sukses dalam perniagaannya (menjual kematian dengan balasan Surga).

Maka berbahagialah wahai kerabat Para Syuhada, kini salah satu kerabat kalian telah Allah pilih untuk bisa memberikan Syafa’at kepada 70 orang anggota keluarganya di Akhirat kelak.

Wahai Para Rekan dan Teman seperjuangannya di Penjara Suci maupun di tempat lainnya, inilah Kejujuran rekan kalian, kejujuran teman seperjuangan kalian, ia telah jujur dan sukses dengan cita-citanya untuk bisa Mati Syahid –semoga Allah menerima kesyahidan mereka- di jalan-Nya. Jadikanlah mereka sebuah Ibroh dan Cambuk Pemacu Semangat untuk terus berjuang dan beramaliyah serta memburu Syahid, karena ternyata Mati Syahid itu adanya tidak hanya ada di Moro atau di Yaman atau di Afghanistan sana saja adanya, tapi ternyata di sini, di negeri kita ini, Mati Syahid itu ternyata memang ada dan memang benar-benar ada, dan beruntunglah orang-orang yang bisa mengambil Sebuah Ibrah.

Dan untuk kalian Wahai Kaum Muslimin al-Abiyyah dan Para Pendukung Jihad dan Mujahidin, cukuplah bagi kami pesan dari Ayahanda (tiri) Akhi Farhan –taqabbalahullahu syuhadaa’-, Ustadz Abdullah Umar –fakkallahu asrohu- :

Pertama : Hendaknya kita malu kepada seorang anak kecil (Farhan berusia 18 tahun) yang berani menghadang Para Pembela Thaghut. Kita juga harus malu di mana kita takut dan lari dari kematian sementara Farhan justru mencari kematian.

Kedua : Kepada kalian yang sibuk dengan meributkan Perbedaan Kelompok dan Perbedaan Pendapat dengan Meninggalkan Jihad sehingga kita semakin terpuruk, hendaklah malu kepada seorang anak kecil yang telah berani berjihad.

Akhir kata, itulah Kematian Syahadah dan Orang yang Mati Syahid, sesungguhnya darahnya akan menjadi Cahaya yang Berkilau yang memantulkan sifat-sifat dan perilaku-perilaku yang Mulia dari Sang Empu Darah dan juga akan menjadi Bara Api yang Pedih lagi Panas yang siap membalas orang-orang yang berani menumpahkan darahnya. Waspadalah…!!! Waspadalah…!!! Pembalasan yang lebih Besar dan lebih Pedih, dalam waktu dekat ini akan segera menanti kalian Wahai Para Jongos, Para Pengemis serta Para Budaknya Amerika dan sekutunya, laknatullahu ‘alaihim ajma’ien.

Kalian bersama Kami…??? Atau bersama mereka…???

Allahu Akbar……
{Dan Kemuliaan itu milik Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang yang Beriman, akan tetapi orang-orang Munafik tidak mengetahuinya}

Jangan lupa untuk selalu mendoakan Para Mujahidin dalam Doa-doa Khusyu’ kalian

Sabtu, 8 September 2012
21 Syawal 1433 H

Dari Ikhwan kalian di :

Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’
Sariyah Pembalasan dan Obat Penawar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: