Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Akidah » Rilisan dari Daar Al Kholwah #Selamat Datang Kematian#

Rilisan dari Daar Al Kholwah #Selamat Datang Kematian#


Selamat Datang Kematian

Bismillah,

Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam yang menghidupkan dan mematikan serta yang mencurahkan berbagai macam ni’mat yang kita tidak akan mampu menghitung dan mengukurnya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada imamul mujahidin penutup para Nabi dan Rasul Muhammad bin Abdillah dan juga kepada keluarganya para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan Haq.

Saudaraku, kematian adalah satu perkara yang Haq dan pasti. Akan datang menimpa siapapun, kapanpun dan dimanapun tidak ada yang bisa selamat darinya. Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman :

tiap2 yang brjiwa akan merasakan mati,dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah di sempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkn dari neraka dan di masukan kedalam surga maka sungguh dia telah beruntung.kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan(QS. Ali Imran : 185)

Ini adalah ayat yang mulia, di dalamnya terdapat hikmah agar kita bersikap zuhud terhadap dunia dengan sifatnya yang fana dan tidak kekal, dan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu, perhiasanya merupakan fitnah memperdaya dan menipu.kemudian apabila kita memeluknya, merasa memilikinya dan telah “menikahinya” maka dia pasti akan berpaling meninggalkan kita atau kita yang akan meninggalkan beserta isinya berjalan menuju negeri yang abadi yang di sana tidak ada kematian lagi di dalamnya. Ketahuliah, semua yang Alloh Ta’ala ciptakan pasti akan mati atau hancur dan binasa. Hanya Alloh Yang Maha Hidup, sebagaimana firman-Nya :

Semua yang ada di bumi itu binasa, tetapi hanya wajah Rabbmu yang memiki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal (QS. Ar Rahman : 26-27)

Wahai saudaraku, kematian siap atau tidak pasti kita akan menjumpai atau mengalaminya. Baik dalam keadaan baik atau buruk, dalam keta’atan atau kema’siatan terhadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada yang bisa selamat dari kematian, tidak ada yang bisa menunda dan terhindar darinya, tidak ada yang mampu melawan dan menghalanginya..

Mungkin ada yang berkata : “aku tidak takut mati atau aku siap untuk mati”, lantas atas dasar apakah siap untuk mati? Sudah cukupkah bekal untuk perjalanan panjang setelah kematian? Sudah taukah tempat setelah kematian, di jannahkah atau d jahannam?! Lihat generasi-generasi terbaik umat ini, mereka sangat gelisah bahkan takut menghadapi kematian dan setelahnya. Takut jika bekalnya tidak cukup, takut jika tempatnya adalah jahannam.

Wahai saudaraku, ingatlah jangan sampai lalai dari perkara besar (kematian) ini. Yang bisa membuat kita sibuk dengan perkara perkara dunia, hingga takut mati. Ya takut mati karena berat meninggalkan keluarga, takut mati karena jabatan dan harta. Ini lah satu penyakit, penyakit Al Wahn yaitu cinta dunia dan takut mati. Sampai sampai Rasulullah Shollallohu “alaihi Wasallam di hina dan Al Quran di lecehkan tidak mau berjihad membela nya hanya karena takut terbunuh dan takut mati!!! Tidak mau menghukum dan melawan para thaghut murtad karena takut mati. Alloh Jalla wa ‘Ala brfirman :

telah di wajibkan atas kamu berperang padahal itu tidak menyenangkan bagi kamu,tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik bagi kamu. Alloh Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui(QS. Al Baqoroh : 216)

inilah ayat yang mewajibkan berperang, berperang dijalan Alloh. Dan peperangan ini tentulah di benci oleh jiwa karena di dalamnya penuh dengan kepayahan, keletihan dan berbagai macam kesulitan bahkan kematian. Di samping itu ada orang yang beranggapan bahwa dengan berjihad akan mempercepat kematian sehingga dengan tidak berjihad maka akan selamat dari kematian atau minimal hidup lebih lama beberapa hari atau bulan. Alloh ta’ala berfirman :

katakanlah lari tidaklah berguna bagimu,jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan.dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja(Al Ahzab : 16)

wahai saudaraku, manfaatkanlah waktu tersisa dari usia ini untuk mempersiapkan menyambut kematian, sambutlah kematian dengan berhusnuzhon kepada Alloh Ta’ala. Sambutlah kematian dengan berperang di jalan_Nya hingga mati sebagai syuhada dengan idzin Alloh Jalla wa’Ala. Dengan duduknya kita dan tidak berangkat berjihad tidak akan menyelamatkn diri dari kematian, “dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu. Kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.”

Wahai saudaraku, carilah kematian dengan berjihad di jalan Alloh, karena di jalan inilah engkau akan menemukan hakikat kehidupan serta memahami makna Iman kepada Taqdir Alloh.

Saudaraku, sesungguhnya di dalam kematian ada sakaratul maut. Alloh berfirman :

dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindar(Qaf : 19)

semua pasti akan merasakan dahsyatnya sakratul maut, sampai Rasululloh bersabda “sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat” sampai putri beliau fatimah Radliyallohu ‘anha berkat :”alangkah berat penderitaan ayah” Beliau Shallallohu ‘Alaihi Salam bersabda “sesudah hari ini ayahmu tidak akan menderita lagi.”(HR. Bukhori dan Nasai) dalam riwayat lain Beliau berdo’a “Ya Alloh bantulah aku menghadapi sakratul maut”. Inilah penderitaan kekasih Alloh menghadapi sakaratul maut, yang lebih berat dari pada siksaan musuh musuh Alloh. Lalu mampukah kita melewatinya???

Wahai saudaraku, tidak ada yang selamat dari penderitaan sakaratul maut kecuali orang yang berjihad dan meraih syahadah, meski masih merasakan sakarat tapi lebih ringan bila di bandingkan dalam keadaan selainnya. Rasululloh bersabda :”orang yang mati syahid salah seorang dari kamu tidak akan merasakan sakit (sakarat) pada saat terbunuh kecuali seperti salah seorang di antara kamu merasakan sakitnya di cubit” (HR. Ahmad dan Ashhabus Sunan)

inilah salah satu keutamaan syuhada, silahkan bayangkan para pelaku Istisyhad, mereka mencari mati dengan cara berjihad. Bayangkan saat detik detik terakhir mereka ketika meledakkan bom. Bayangkanlah,antum d posisi mereka? Siapkah dan mampukah? Mereka maju disaat semua kaki merasa berat melangkah untuk membela Alloh dan Rasul_Nya serta meninggikan kalimat_Nya. Kita melakukan amaliyah atau tidak, tetap saja kematian akan datang kepada kita.

Al ‘alamah ibnul Qoyyim Rahimahulloh brkata “dan sudah diketahui bahwa semua yang diciptakan itu akan mati. Dan tujuan seorang mukmin adalah menggapai syahadah di jalan Alloh yang mana itu merupakan kematian yang paling mulia dan mudah dalam menghadapinya. Maka sesungguhnya orang yang mati syahid tidak akan mendapatkn rasa sakit kecuali seperti sakitnya d cubit… … Maka barangsiapa beranggapan mendapat musibah kematian di atas ranjang lebih utama dari mendapat musibah kematian dalam berjihad maka dia itu JAHIL. Bahkan orang yang mati syahid lebih mudah,lebih utama dan lebih tinggi dari itu” (Ighotsatul Lahfan : 2/194)

Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa kematian dalam rangka berjihad membela Alloh dan Rasul_Nya serta agar kalimat_Nya tegak adalah orang yang beruntung.sebagaimana seorang sahabat ketika beliau di bunuh oleh musyrik quraisy beliau mengusapkan darah ke mukanya dan berkata “Demi Rabb Ka’bah,aku telah beruntung”

wahai saudaraku, janganlah mencegah kematian dari saudaramu dengan cara melarang atau mencegahnya beramal dalam dalam jihad di jalan_Nya atau dalam persiapannya atau dalam hal untuk bekal menyambut kematian padanya. Kalaupun Alloh Ta’ala tidak mentaqdirkan kematian d jalan_Nya (syahid) teruslah istiqomah dalam beramal hingga kematian itu datang, bekas debu dan luka dijalan Alloh yang dirasakan akan menjadi saksi dan bekal serta akan menyelamatkan dan meninggikan derajat bersama para syuhada. Rosululloh  bersabda : “barangsiapa yang benar benar meminta kepada Allah Ta’ala mati syahid, niscaya Alloh akan menyampaikannya ke tingkat orang orang yang mati syahid,walaupun ia mati di atas tempat tidurnya” (HR. Muslim)

Ada dua hal yang harus di perhatikan, yaitu hendaknya kita selalu berdo’a kepada Alloh agar di anugerahkan rizqi kepada kita berupa syahadah, kemudian benar benar mencari jalan dan sebab sebab untuk mendapatkan syahadah, dengan cara mempersiapkannya sebagaimana firman Alloh :

dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu(At Tawbah : 46)

Ingatlah, semua di dunia ini dan apa yang kita miliki akan binasa dan kita akan meninggalkan semuanya.wahai kaum wanita, sesungguhnya suami kalian akan mati dan itu adalah Haq. Cepat atau lambat kalian akan meninggalnya atau kalian ditinggalkanya menjadi janda. Maka janganlah kematian menjadikan kalian penghalang bagi suami kalian untuk berjihad, janganlah kalian mengikat sarung suami kalian di ranjang kalian. Bakarlah selimut kalian dan sarung suami kalian, agar mereka berjihad meraih syahadah. Bertaqwalah kalian dan bertawakkalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala,.

Wahai para lelaki, kenapa kalian tidak berjihad hanya karena takut mati atau tidak mau berpisah dari anak istri…? Bertaqwalah dan tawakkalah kalian kepada Alloh, apakah kalian sudah menjadi banci merasa nyaman tidak berjihad dan terhindar dari kematian.

cegahlah kematian itu dari dirimu jika kamu orang yang benar

maka apabila telah tiba waktunya (yang di tentukan) bagi mereka tidaklah mereka dapat mengundurkannya walau sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya

Ya Alloh anugerahkanlah kepada kami kesyahidan d jalanMu.

Ya Alloh wafatkan kami di atas kalimat Tawhid

Ya Alloh wafatkan kami sebagai syuhada

Ya Alloh kami berlindung kepadaMu dari kematian yang berpaling dari jalanMu

Ya Alloh kami memohon kepadaMu husnul khotimah dan kami berlindung kepadaMu dari su_ul khotimah

Ya Alloh bantulah kami menghadapi sakratul maut

Allohumma aamiin

wallohu Ta’ala A’lam bishShowab.

 19 dzulqo’dah 1433 H

 Daar al kholwah

 Uhibbukum fiLLAH

 al Faqir ilaLLAH

 Fatih Abdurahman Hasan As Sundee


4 Komentar

  1. Yeyen mengatakan:

    Uhibbukum fillah wahai mujahid.smoga Allah memudahkan urusan kalian dan meneguhkan hati kalian.

  2. nokomi sinshi mengatakan:

    Assalaamu`alaikum ya mujahid afwan jiddan ana sedikit koreksi agar tdk salah memahami sebaiknya kalimat ” tidak akan ada yg SELAMAT dari kematian dirubah dgn kata TIDAK AKAN ADA YG BISA MENGHINDARI KEMATIAN” afwan ya mujahid semoga bila koreksi ana benar semata-mata karena PETUNJUK DAN BIMBINGAN ALLAH, tp bila salah semata-mata krn kebodohan ana semata…. Wassalaam

  3. Nokomi Sinshi mengatakan:

    Assalaamu`alaikum ya mujahid afwan jiddan ana sedikit koreksi agar tdk salah memahami sebaiknya kalimat ” tidak akan ada yg SELAMAT dari kematian dirubah dgn kata TIDAK AKAN ADA YG BISA MENGHINDARI KEMATIAN” afwan ya mujahid semoga bila koreksi ana benar semata-mata karena PETUNJUK DAN BIMBINGAN ALLAH, tp bila salah semata-mata krn kebodohan ana semata…. Wassalaam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: