Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Kisah Syuhada » :: Karamah Mujahid al-Ala’ Bin al-Hadhrami ( bagian 1 ) ::

:: Karamah Mujahid al-Ala’ Bin al-Hadhrami ( bagian 1 ) ::


Siapa Mujahid kita kali ini ???

Dia bernama Al Ala` bin Abdullah bin Imad. Dia termasuk salah seorang khalifah bani Umayyah dan salah seorang pemimpin kaum Muhajirin. Rasulullah SAW mengangkatnya menjadi wali di Bahrain. Begitu juga Abu Bakar dan Umar. Dia wafat pada tahun 21 Hijriyah.

Al-Ala’ adalah satu dari sekian banyak sahabat nabi yang senior dan Termasuk orang yang berilmu, banyak beribadah dan mustajab doanya.

Dalam sebuah peperangan pada masa Abubakar ash Shiddiiq terjadilah suatu karamah. Ketika mereka berhenti di suatu tempat (Dalam Thabaqat Ibnu Sa’ad 3/363 disebutkan nama tempat tersebut yaitu Dahna’ (sebuah padang pasir antara Najed dan al-Ahsa’ ) yaitu ketika pasukan belum sempat berhenti dengan sempurna tiba-tiba unta-unta mereka menjadi beringas dan lari membawa seluruh perbekalan tentara baik berupa kemah, makanan dan minuman.

Waktu itu mereka berdiam di tempat itu dan hanya membawa pakaian yang melekat di badán saja. Kejadian ini terjadi pada malam hari. Tidak seekor untapun yang dapat mereka kejar. Akhirnya waktu itu mereka ditimpa perasaan gelisah dan sedih yang tidak terperikan, sampai sebagian mereka mulai berwasiat kepada yang lainnya menuggu ajal datang menjemput. Maka salah seorang pembantu al- Ala’ memanggil dan mengumpulkan mereka, kemudian al-Ala’ mulai berbicara, “Wahai hadirin sekalian bukan-kah kalian orang Islam? Bukankah kalian sedang berperang di jalan Allah? Bukankah kalian penolong agama Allah?” Mereka menjawab, “Ya benar!” al-Ala’ melanjutkan lagi, “Demi Allah bergembiralah, Dia tidak akan menghinakan kalian dalam keadaan seperti ini.”

Kemudian adzan subuh dikuman-dangkan ketika terbit fajar, dan al-Ala’ shalat bersama seluruh pasukan. Selesai shalat al-Ala’ duduk bersimpuh dengan kedua lututnya dan orang-orangpun duduk pula mengikutinya. Mulailah ia berdoa sambil mengangkat tangannya dan orang-orangpun berbuat hal yang sama. Hingga matahari terbit, ketika cahaya matahari semakin terang sedikit demi sedikit, tiba-tiba Allah ciptakan untuk mereka tepat di samping mereka kolam besar penuh dengan air. Maka al-Ala’ dan pasukannya segera mendatangi tempat itu mereka minum dan mandi sepuasnya, dan ketika siang mulai meninggi tiba-tiba seluruh unta-unta mereka kembali berdatangan dari segala penjuru lengkap dengan perbekalan yang ada di atas punggungnya. Tidak seorangpun yang merasa kehilangan walaupun hanya seutas tali. Mereka segera memberi minum unta-unta mereka sepuas puasnya dan ini merupakan karamah yang disaksikan oleh orang banyak sekaligus merupakan tanda kebesaran Allah bagi pasukan ini.

Abu Hurairah berkata, “Aku melihat tiga hal dari Al Ala` yang selalu aku senangi, yaitu menyebrangi lautan dengan kudanya pada waktu perang Darin.70 Dia bergerak menuju Bahrain, lalu berdoa kepada Allah di tanah lapang, hingga mereka diberi air yang berasal dari sumber, lantas mereka meminumnya hingga puas. Ketika sebagian dari mereka ada yang lupa tidak membawa air sebagai bekal, dia lantas kembali mengambilnya, dan ketika sampai di sana, ternyata sumber air itu sudah tidak ada.

Dia wafat pada saat kami tidak memiliki air. Namun dengan izin Allah, tiba-tiba awan mendung muncul, lalu hujan turun. Kami kemudian memandikan jasadnya dan membuatkan liang lahad untuknya dengan pedang kami, lalu menguburnya. Setelah itu kami tidak tahu lagi di mana lokasi penguburannya.”

( Bidayah wa nihayah )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: