Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Kisah Syuhada » :: Ghazwah Yarmuk ( bagian 3 – akhir ) ::

:: Ghazwah Yarmuk ( bagian 3 – akhir ) ::


Contoh dari pengorbanan dan Kepahlawanan Tentara Islam

Az-Zubair bin al-Awwam adalah salah satu tentara yang mengikuti perang Yarmuk. Dan dialah sahabat yang paling mulia dalam peperangan ini. la termasuk penunggang kuda yang cekatan dan pahlawan yang paling berani. Dalam peperangan ini sebagian dari jagoan Islam maju mendekatinya dan berkata, “Tidakkah engkau menyerbu ke dalam barisan musuh dan kami akan ikut bersamamu?” Az-Zubair berkata, “Kalian tidak akan sanggup,” mereka menjawab, “Kami sanggup bertahan!” Az-Zubair membawa mereka menyerbu ke dalam barisan musuh, ketika mereka mulai masuk ke dalam pasukan musuh para prajurit yang mengajak az-Zubair tadi tidak berhasil masuk menyerbu ke dalam pasukan musuh, sementara az-Zubair telah me-nembus barisan musuh hingga keluar dari sisi yang lain, setelah itu dia kem-bali masuk dari arah itu hingga kembali kepada para prajurit yang meng-ajaknya tadi. Kemudian para prajurit tadi kembali bergabung dengannya untuk menyebu ke dalam barisan musuh untuk kedua kalinya. Dan az-Zubair kembali melakukan sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya, waktu itu az-Zubair mendapat dua luka di kedua bahunya, dan dalam sebagian riwayat dia mendapatkan satu luka saja. Al-Bukhari telah meriwayatkan kisah yang semakna dengan ini di dalam kitab Shahihnya.

Adapun Mu’adz bin Jabal setiap kali mendengar suara para pendeta membacakan Injil dia akan berteriak dan berkata, “Ya Allah goyahkan kaki mereka, dan tegarkanlah kami dengan kalimat taqwa, buatlah kami menjadi cinta berhadapan dengan musuh dan buatlah kami rela dengan ketentuan takdirMu.“

Bahan keluar dan menginstruksikan kepada pimpinan sayap kanan pasukannya ad-Dubrijan -musuh Allah yang berlagak ahli ibadah di antara orang- orang Romawi- agar menyerang menerobos ke dalam barisan kaum muslimin, maka segera ad-Dubrijan membawa para prajuritnya untuk menerobos pasukan kaum muslimin yang berada di sayap kanan. Sayap kanan ditempati bani al-Azd, Mazhaj, Hadhramaut, dan Khaulan yang tetap tegar menghadapi serangan musuh hingga mereka berhasil membendung arus musuh yang ingin menerobos sayap kanan pasukan kaum muslimin. Setelah itu datang rombongan tentara Romawi seolah-olah gunung besar yang berhasil memporak-porandakan kaum muslimin yang berada di sayap kanan hingga mereka beralih ke posisi tengah pasukan, dan sebagian tentara berlari mundur menuju perkemahan, di sisi lain sebagian tentara tetap tegar berjuang dibawah panji-panji mereka. Tak lama kemudian mereka saling memanggil agar kembali ke medan laga hingga mereka berhasil memukul mundur kembali pasukan Romawi yang menyerang mereka, pasukan Romawi tidak dapat mengejar tentara Islam yang lari. Adapun pasukan wanita ketika melihat ada prajurit Islam yang lari, mereka segera menyambut dan memukuli mereka dengan kayu-kayuan ataupun melempari mereka dengan batu-batu, hingga mereka kembali ke medan pertempuran.

Ikrimah bin Abu Jahal berkata, “Aku pernah memerangi Rasulullah dalam beberapa peperangan, lantas apakah hari ini aku berlari dari kalian?” Kemudian dia berteriak memanggil, “Siapa yang berani membai’atku untuk mati?“

Maka segera pamannya al-Harits bin Hisyam mendekatinya dan membai’atnya. Setelah itu diikuti pula oleh Dhirar bin al-Azur membawa 400 pasukan dan penunggang kuda. Mereka bertempur mati-matian di depan kemah Khalid hingga seluruhnya terluka, dan sebagian dari mereka tewas terbunuh, di antaranya adalah Dhirar.

Al-Waqidi serta yang lain-lainnya menyebutkan bahwa ketika mereka dalam kondisi sekarat disebabkan luka-luka yang banyak, mereka meminta air. Ketika dibawakan kepada mereka air dan air tersebut didekatkan kepada salah seorang dari mereka, ia melihat temannya yang lain berkata, “Berikan air ini kepadanya.” Tatkala air akan diberikan kepada temannya tersebut dia juga melihat kepada temannya yang lain sambil berkata, “Berikan air ini kepadanya.” Mereka saling mendahulukan sahabatnya hingga akhirnya seluruhnya tewas dan tidak seorangpun yang sempat meminum air tersebut, semoga Allah meridhai mereka. Disebutkan bahwa yang pertama kali terbunuh sebagai syahid dari pasukan kaum muslimin adalah seorang lelaki yang mendatangi Abu Ubaidah dan berkata, “Aku telah mempersiapkan diriku untuk mati, apakah ada hajatmu yang akan aku sampaikan kepada Rasulullah?” Abu Ubaidah menjawab, “Ya, sampaikan salamku untuk beliau dan katakan padanya, “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami telah menemui kebenaran apa yang dijanjikan Rabb kami kepada kami.“ Maka setelah itu lelaki ini maju menyerbu pasukan musuh hingga terbunuh, semoga Allah merahmatinya.

Pada hari itu tiap kelompok begitu tegar berjuang dibawah panji masing- masing. Hingga pasukan Romawi berputar-putar seperti penumbuk gandum. Mereka tidak dapat melihat dalam peperangan Yarmuk ini kecuali kepala-kepala yang berterbangan, tangan-tangan maupun jari-jari yang berputusan di tempat itu.

Setelah itu Khalid beserta prajuritnya yang berada di sayap kiri menerobos ke sayap kanan pasukan Islam yang kebobolan diserang musuh, hingga berhasil memukul mundur musuh hingga ke sisi tengah, dalam peristiwa penyerangan ini Khalid berhasil membunuh 6000 dari tentara musuh. Dia berkata, “Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya kesa-baran dan kesungguhan musuh telah sirna sebagaimana yang kalian lihat, dan aku berharap agar Allah dapat memberikan kepada kita kesempatan menghabisi mereka.” Setelah itu Khalid menyerbu mereka dengan membawa 100 pasukan berkuda menghadapi 100.000 ribu pasukan Romawi hingga berhasil memporak-porandakan pasukan musuh. Ketika itulah seluruh prajurit Islam menyerang dengan serentak pasukan Romawi dan membuat mereka lari kocar-kacir. Ketika itu pasukan kaum muslimin dengan leluasa mengejar dan menghabisi mereka tanpa ada perlawanan sedikitpun.

Akhir Peperangan

Ketika itu Khalid beserta Jarajah bergerak menyerbu pasukan Romawi vang berlari di antara pasukan kaum muslimin. Pasukan Romawi berusaha mengumpulkan kembali tentaranya yang berlarian hingga sebagian pasukan Romawi kembali berkumpul dan menempati posisi masing-masing. Ketika itu Khalid berusaha menumpas mereka hingga pedang mereka saling ber-temu, Khalid terus menerus memerangi mereka dari siang hari hingga matahari akan tenggelam. Waktu itu kaum muslimin hanya dapat melaksa-nakan shalat Zhuhur dan Ashar dengan isyarat. Jarajah akhirnya terluka dan meninggal dunia -semoga Allah merahmatinya- padahal dia belum pernah shalat menyembah Allah kecuali dua raka’at yang dikerjakannya bersama Khalid, tak berapa lama setelah itu pasukan Romawi melemah.

Kemudian Khalid kembali menyerbu sampai di tengah-tengah kuda-kuda Romawi. Ketika itu kuda-kuda Romawi lari tunggang langgang ke padang pasir, dan kaum mulimin sengaja membukakan jalan bagi kuda-kuda tersebut hingga seluruhnya pergi.

Khalid kini menguasai posisi tengah pasukan dan berhasil membu-barkan pasukan pejalan kaki, mereka terpecah belah dan lari kocar-kacir ibarat tembok yang telah runtuh. Kemudian Khalid mengejar pasukan yang lari bercerai-berai itu, hingga berhasil menerobos parit mereka.

Malam itu pasukan Romawi berlari dalam kegelapan menuju al-Waqu-shah, adapun pasukan yang diikat dengan rantai besi jika satu terjatuh maka terjatuhlah seluruhnya. -::
Ibnu Jarir dan lain-lainnya berkata, “Pada waktu itu yang jatuh dan yang terbunuh mencapai 120.000 orang selain yang terbunuh di medan peperangan.”

Pada peperangan ini para wanita muslimah juga turut ber-partisipasi membunuh banyak pasukan Romawi, mereka bertugas memukul tentara kaum muslimin yang lari dari medan pertempuran sambil meneriaki mereka, “Mau lari kemana kalian, apakah kalian akan meninggalkan kami kepada para tentara kafir?” Jika telah diteriaki seperti itu, maka tidak seorang pun yang sanggup mendengarnya kecuali pasti akan kembali bertempur.

Ibnu Jarir melanjutkan, “Pada waktu itu al-Qaiqalan dan para petinggi pasukan Romawi lari terbirit-birit sambil menyeret-nyeret pakaian mantel mereka, mereka berkata, “Jika kita tidak mampu menolong dan memenangkan agama Nasrani maka lebih baik kita mati saja di atas agama ini.” Maka datanglah pasukan kaum muslimin menghabisi mereka seluruhnya. Mereka menyebutkan bahwa jumlah kaum muslimin yang terbunuh dalam peperangan ini sebanyak 3000 orang, termasuk di antaranya Ikrimah dan anaknya Amru, Salamah bin Hisyam, Amru bin Sa’id, Aban bin Sa’id. Adapun Khalid bin Sa’id terluka berat tetapi tidak diketahui ke mana perginya. Demikian pula dengan Dhirar bin al- Azur, Hisyam bin al-Ash, Amru bin Thufail bin Amru ad-Dausi. Akhirnya Allah menampakkan kebenaran mimpi ayahnya pada peperangan Yamamah.

Pada waktu itu Yazid bin Abu Sufyan termasuk orang-orang yang tegar, ia berperang mati-matian. Disebabkan ayahnya melewatinya dan berkata padanya, “Wahai anakku hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan bersabar, sesungguhnya tidak satu pun prajurit di medan tempur ini kecuali bersungguh- sungguh dalam berperang. Bagaimana pula dengan dirimu dan orang-orang yang sepertimu sebagai pemimpin kaum muslimin?! Tentulah orang-orang sepertimu dituntut untuk lebih bersabar dan jujur, maka takutlah kepada Allah wahai anakku. Jangan sampai para sahabatmu lebih semangat mengejar ganjaran dan pahala serta lebih bersabar dalam peperangan dari-padamu. Dan jangan sampai mereka lebih berani terhadap musuh Islam dari-pada dirimu.” Mendengar itu Yazid berkata, “Aku akan berusaha mematuhinya insya Allah.“
Maka karena itulah ia berperang mati-matian dalam pertempuran ini di posisi tengah pasukan.

Berkata Sa’id bin al-Musayyib, dari ayahnya dia berkata, “Dalam peperangan Yarmuk ini suara menjadi senyap, maka tiba-tiba kami mendengar suara yang menggema di seluruh pasukan, “Wahai kemenangan dari Allah….datanglah segera! Wahai tentara Islam….bertahanlah!” Kami melihat dan ternyata itu adalah suara Abu Sufyan di bawah panji anaknya, Yazid.

Kaum muslimin pada malam itu mengakhirkan shalat Isya hingga kemenangan berhasil mereka raih. Malam itu Khalid bermalam di kemah Tazariq, saudara Heraklius yang menjadi panglima tertinggi pasukan Romawi pada peperangan ini. Tazariq melarikan diri beserta para pasukan Romawi, sementara pasukan berkuda berkumpul di sekitar kemah Khalid menunggu pasukan Romawi yang lewat untuk selanjutnya dibunuh hingga waktu pagi tiba. Dan akhirnya Tazariq juga terbunuh. Disebutkan bahwa Tazariq memiliki 30 kemah, atapnya terbuat dari sutera yang di dalamnya terdapat berbagai kasur empuk dan sutera. Pada pagi harinya tentara Islam telah menguasai seluruh harta rampasan perang. Namun tidaklah sebanding antara kegembi-raan mereka mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dengan kesedihan mereka mendengar berita wafatnya Abu Bakar yang disampaikan oleh Khalid ketika itu, namun mereka mendapat pengganti Abu Bakar yaitu Umar al-Faruq

[ Bidayah wa nihayah ]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: