Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » Kunyah : Bagian Dari Khud’ah

Kunyah : Bagian Dari Khud’ah


Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah bersabda : “Al harbu khud’ah” (peperangan itu adalah tipu daya).

Tipu daya di sini mencakup makna yang luas dari seluruh aktifitas peperangan, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum, baik yang mencakup pribadi maupun kelompok (pasukan).

Kunyah atau nama panggilan sudah ada sejak masa Rasulullah dan para shahabatnya. Beliau sendiri mempunyai kunyah Abu Al Qasim, dan bahkan dalam riwayat yang shahih saat beliau masih hidup di tengah-tengah shahabatnya ada anak kecil yang memiliki kunyah Abu Al Khoir.

Berkaitan dengan khud’ah, kunyah bagi mujahidin menjadi hal yang sangat penting dan strategi kaitannya dengan keamanan atas amaliyah, bahkan dalam berbagai aktifitas perjuangan dan amaliyat qitaliyyah. Wajib bagi mujahidin membuat nama panggilan (kunyah).

Nama kunyah bisa dari nama-nama anak seorang mujahid, nama tempat, atau bahkan bisa dari nama-nama yang tidak disangka menjadi nama seorang mujahidin, atau nama bisa diambil dari kebiasaan di tempat mujahidin itu berjihad atau beramaliat, sehingga musuh dari daerah itu tidak bisa mendeteksi pemilik asli nama tersebut adalah seorang mujahidin.

Ada beberapa urgensi pembuatan kunyah bagi mujahidin yang berkaitan dengan keperluan keamanan dan kecerdasan (Al Amnu Wal Istikhbaraat) :
1. Cover Story (Penyamar Sejarah)
Cover Story ini sangat penting, sehingga seorang yang namanya disamarkan atau diganti dengan nama kunyah, akan menyamarkan bahkan menutup nama asli sebelumnya. Hal ini akan menyulitkan intelegen musuh dalam mendeteksi mujahid tersebut, ketika mujahid tersebut terlibat berbagai amaliyat jihad.

Cover story ini juga akan menjadi pengecoh dari orang-orang munafik yang tidak mengetahui nama asli seorang mujahid karena sudah jamak terjadi dan menjadi tabiat dalam setiap jabhah (ma’rokah) atau ditempat-tempat terjadinya amaliyat bertebaran para munafik yang ingin mencari keuntungan dunia, yaitu menjadi mata-mata musuh.

Seorang mujahid yang sejak amal jihadnya menyamarkan nama aslinya, akan lebih aman dari sisi intelegen, baik intelegen nasional maupun internasional (Interpol). Ingat ! Orang-orang murtad di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim, pemerintahnya bekerja sama secara internasional dalam memerangi dan melawan mujahidin.

2. Cover Identity (Penyamar Identitas).
Hal ini bisa dilakukan dengan membuat kunyah sesuai dengan tempat dan kondisi amaliat jihad, bahkan bergantinya masa dan tempat jihad. Seorang mujahid ahsan menyempatkan diri melihat nama-nama yang disesuaikan dengan keperluan dan kondisi yang terjadi.

Urgensinya akan dapat dirasakan oleh mujahidin tersebut jika ia mempraktekan di lapangan insya Allah…

Cover identity ini pun akan menyulitkan pihak musuh mendeteksi famili (keluarga), suku bangsa dan bahkan agama, sehingga identitas seorang mujahid benar-benar sulit diidentifikasi musuh.

3. Keamanan Komunikasi.
Kunyah di area-area jihad sangat membantu, baik dalam rangka menjaga kerahasiaan personel (key person) atau orang kuci, juga dalam keamanan komunikasi di handphone, radiogram, HT atau lewat kurir sedikitpun. Sehingga tidak semua orang tau dari siapa sebuah pesan berasal dan ditujukan.

Kalaupun terkejar musuh, maka musuh tidak mengetahui siapa sesungguhnya yang berbicara di HT atau di HP atau di radiogram.

4. Keamanan Matlubin (DPO).
Kunyah yang banyak jumlahnya yang dimiliki oleh seorang mujahid akan menyulitkan pihak musuh ketika mujahid tersebut dalam kondisi DPO (matlubin). Jadi perihal tempat pindah, maka pindah tempat atau ganti namanya juga. subhanallah !! manfaatnya sangat besar untuk keamanan mujahidin.

5. Keringan Tawanan Mujahidin.
Tawanan akan lebih ringan jika terpaksa mnyebut nama mujahidin yang DPO dengan nama kunyahnya, yang bisa jadi pihak musuh belum mengetahui siapa sesungguhnya pemilik nama tersebut. Bahkan bisa jadi ikhwan yang ditahan tidak mengetahu nama-nama yang disebut oleh musuh saat diinterogasi karena seringnya berganti-ganti nama.

6. Menjaga Amal Dari Riya, Sum’ah, Kemasyhuran Dan Pujian Yang Bisa Menyebabkan Ujub.
Ingat apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Mubarok terhadap kawan-kawanya sendiri, ia merahasiakan dengan cara memakai topeng ketika menyerang musuh, agar tidak terjadi ujub. Kunyah pun demikian untuk menjaga penyakit-penyakit hati terbut yang bisa merusak amal-amal yang mulia, terutama amal jihad fie sabilillah.

Tips membuat kunyah.
1. Dianjurkan membuat kunyah bagi ikhwan yang terlibat amaliat jihad, baik posisi ringan atau posisi yang berat dan penting.
2. Segera berganti kunyah bagi sesuai dengan bergantinya situasi amaliyat jihad yang ada.
3. Jika pindah lokasi, sebaiknya buat kunyah yang baru lagi… Begitu seterusnya.
4. Pembuatan kunyahdisesuaikan dengan nama-nama yang pas dengan daerah tempatan mujahidin itu beraktifitas.
5. Jangan membocorkan kunyah-kunyah yang lain pada orang yang baru, cukup dia mengetahui kunyah yang baru anda buat.
6. Usahakan berbeda alat komunikasi, berbeda kunyah. Jadi kunyah di HT berbeda jika kemudian memakai HP dan seterusnya.
7. Jangan mudah membocorkan kunyah kepada teman, karena kita tidak mengetahui kualitas teman kita itu ketika Allah taqdirkan jadi tawanan.
8. Kunyah sebaiknya yang mudah diingat, jangan yang sulit diingat.

Ismail Abu Syamil


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: