Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » Engkau Saudaraku dan Aku Saudaramu…

Engkau Saudaraku dan Aku Saudaramu…


أنت مني وأنا منك…
Engkau Saudaraku dan Aku Saudaramu…
(Risalah Qunut Nazilah)
Penyusun:
Abu Yusuf Al-Indunisiy
-fakkallahu asrah-
Muraja’ah:

Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman
-fakkallahu asrah-

Pesan Untuk Kaum Muslimin:

Al-Mujahid Syaikh Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syuaiby –Rahimahullah-, telah berkata : “Ketahuilah bahwasanya qunut nazilah memiliki tujuan dan sasaran yang agung dan mulia, berbeda dari hanya sekedar doa di dalam sujud, khutbah, atau selainnya. Tujuan dari qunut nazilah adalah menaikkan moral (ma’nawiyat), sikap peduli terhadap kaum muslimin, dan menampakkan hubungan serta
tolong-menolong yang dengan itu menjadi kuatlah para mujahidin

–di medan-medan perang, sijn (penjara) atau di medan ibtila’
yang lainya-. Hal ini pengarunya sangat besar dan kami
mendengar bahwa para mujahidin sangat bergembira
dengan doa (qunut nazilah) kaum muslimin. Bahkan
mereka (para mujahidin) menginginkan hal itu
terus dilakukan.”[1] (Risalah Fi Masyru’iyyati
Qunut An Nawazil)

Pengantar Penyusun[2]

إنَّ الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم، ثم أما بعد:
Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam… Dialah Allah yang telah meninggikan langit tanpa tiang… Dialah Allah yang telah menghamparkan bumi sebagai tempat penghidupan… Dialah Allah yang telah memberikan sekuat-kuat ikatan yaitu ikatan iman… Dialah Allah yang telah memberi hidayah dan jalan yang lurus kepada yang Dia kehendaki… Dialah Allah yang menguasai setiap ubun-ubun manusia… dan Dialah Allah yang maha mengetahui segala isi hati.
Telah berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Lathiif bin Abdirrahman rahimahullah ketika menjelaskan firman Allah ta’ala:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ (٧٣)
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi fitnah (kesyirikan) di muka bumi dan kerusakan yang besar.”[3] Sebagian ‘ulama berkata: “Yang dimaksud dengan fitnah di bumi itu adalah kesyirikan, dan yang dimaksud dengan kerusakan yang besar adalah bercampurnya muslim dengan orang-orang kafir, antara ketaatan dengan kemaksiatan… tidaklah lurus keislaman seseorang, dan tidak bisa tegak perintah terhadap yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar, dan tersebarnya amal jihad, kecuali dengan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah, loyalitas terhadap wali-wali Allah, dan memusuhi musuh-musuh Allah (dan musuh kaum mukminin), banyak ayat-ayat yang menunjukkan akan hal itu, bahkan jumlahnya banyak sekali. Adapun hadits-hadits, maka yang paling masyhur di antaranya: Hadits Al Barra’ bin Azib –Radiyallahu anhu- secara marfu’: “Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”. Kemudian Riwayat dari Abu Ad Darda –radiyallahu anhu-: “iman yang paling utama adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”.[4]
Ikatan ukhuwah imaniyyah di antara orang-orang beriman dibangun di atas landasan mahabbah dan tauhidullah, sebagaimana firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (Qs. Al-Hujurat 10). Persaudaraan ini dipersatukan lantaran perjanjian dengan Allah ta’ala, apabila awal dari pemilihan ikatan ini semata-mata karena Dzat Allah, maka dapat difahami bahwa ikatan ukhuwah islamiyyah ini hanya bisa diraih dengan kecintaan kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Maka kecintaan dan saling menolong sesama mukmin adalah konsekwensi kecintaan kepada Allah dan loyalitas kepada-Nya. Maka barangsiapa yang telah mencintai Allah dan loyalitas kepada-Nya maka harus mencintai siapa yang mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sedangkan tidaklah didekatlkan kepada Allah kecuali para rasul, shidiqin dan orang-orang beriman.[5]
Dari beberapa dalil Al-Qur’an dan sunnah di atas jelaslah bagi kita bahwa pembelaan sekecil apapun yang kita tujukan kepada sesama mukmin meski berlainan tempat, suku dan besar kecilnya musibah merupakan konsekwensi dari mahabbah (kecintaan) kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Karena konsekwensinya kita mesti mencintai dan saling memberikan pertolongan kepada orang-orang yang beriman yang notabene ciri orang yang beriman yang mencintai Allah dan mentauhidkan-Nya.
Ketika kaum mukminin di beberapa tempat di permukaan bumi ini, berdasarkan berita yang shahih mengalami nazilah (ibtila’) berupa penindasan, pembantaian (genocida), perusakan kehormatan para wanita muslimah, peperangan, pengusiran bahkan pemenjaraan secara dzhalim, maka apa yang bisa kita berikan kepada mereka…??? Apa…?? Jika kita tidak mampu menolong mereka secara fisik dengan mengirim para mujahidin dan kita tidak mampu mengirim harta benda kita, maka Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana, lewat lisan Rasul-Nya mensunahkan Qunut Nazilah. Sebagai bentuk nyata wujud ikatan ukhuwwah imaniyyah sesama orang beriman di permukaan bumi ini, tanpa sekat suku bangsa, warna kulit, bahasa dan strata sosialnya.
Ingatlah akan firman Allah ta’ala berikuat ini:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”[6]
Oleh karena itu kami berusaha menyusun risalah tentang qunut nazilah ini secara ringkas, yang memuat hal-hal yang pokok kaitannya dengan qunut nazilah. Harapan kami risalah ini mudah dipahami dan diamalkan oleh para mujahidin dan mujahidah sebagai wujud nyata tolong menolong sesama mukmin dan sebagai bukti ikatan ukhuwwah imaniyyah.
Risalah yang sekarang ini adalah hasil revisi dari risalah kami sebelumnya yang kami tulis ketika terjadinya permbantaian kaum muslimin di Palestina sekitar awal 2009 yang lalu, di mana lebih 1000 kaum muslimin syahid –kamaa nahsabuhum- insya Allah akibat serangan-serangan kafir zionis Israel -laknatullah alaihim-.
Mengapa kami menyusun risalah ini…? Jawabannya karena masih banyaknya ikhwan dan akhawat yang belum memahami hal-ihwal qunut nazilah ini, baik secara teori maupun praktek. Kemudian banyak juga para da’i (ustadz alumni pesantren sampai yang Lc, MA. atau Doktor) yang berpendapat –tanpa dalil yang kuat- bahwa qunut nazilah itu harus menunggu fatwa ulama, jika tidak ada fatwa ulama tentang ibadah ini, meski terjadi nazilah (musibah) di mana-mana maka kaum muslimin tidak boleh melakukan qunut nazilah pada shalat-shalat wajib mereka, hingga ada mufti yang menfatwakannya. Ada yang lagi yang mengatakan bahwa qunut nazilah adalah bid’ah yang mesti dijauhi dan syubhat-syubhat lainnya.
Karena pentingnya risalah ini, maka kami revisi risalah yang kami tulis beberapa tahun yang lalu ini dengan sedikit penambahan, meski ringkas… mudah-mudahan bermanfaat bagi para mujahidin dan mujahidah dalam rangka mendoakan keselamatan dan keamanan kaum muslimin yang mengalami musibah agar Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu berkenan memberikan kemudahan dan pertolongann-Nya.
Dan pada lampiran, kami tambahkan Risalah Qunut Nazilah tulisan Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman –fakkallahu asrah- terhadap penindasan dan penjajahan Amerika dan sekutunya di bumi Islam Afghanistan.
Walhamdulillah, semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada nabi kita Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Mu’taqal Thaghut laknatullah alaihim…
6 jumadil Awwal 1433 H./ 29 Maret 2012 M.
Al-Faqir ilallah, akhukum fillah

Abu Yusuf Al-indunisiy

Muqoddimah

Wahai ikhwan dan akhawat… kaum mukminin dan mukminat… ahlu tauhid dan jihad fisabilillah…
Hari ini banyak kaum muslimin yang lalai, enggan, cuek, tidak peduli dengan salah satu sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yaitu melakukan doa qunut nazilah dalam shalat-shalat wajib mereka, dan mendoakan kaum muslimin di berbagai tempat yang sedang tertimpa ibtila’, berupa penindasan, pembantaian, pengusiran, peperangan dan ibtila’ lainnya, seperti di Palestina, Iraq, Suria, Yordania, Somalia, Yaman, Afghanistan, Indonesia sendiri dan yang lainnya.
Seperti bumi Palestina yang masih terjajah sampai hari ini adalah bumi yang diberkahi, Allah telah menjadikanya sebagai tempat turunnya risalah-risalah (kenabian), tempat berhimpunnya peradaban Islam, tempat hijrah para Nabi-Nya. Di Palestina terdapat kiblat pertama dan tempat diisra’kannya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, di dalamnya pula Dajjal akan binasa melalui tangan Isa Al-Masih ‘alaihissalam, dan di Palestina juga Ya’juj dan Ma’juj dibinasakan. Serta di dalamnya pula, bebatuan dan pepohonan akan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!”, maka Yahudi-pun akan binasa melalui tangan hamba-hamba Allah yang shalih di bumi Palestina.
Oleh karena itu, memerdekakan Palestina, mengeluarkan orang-orang Yahudi dari bumi Palestina, dan negeri-negeri lainnya merupakan salah satu dari kewajiban umat Islam. Tidak sepantasnya kita ridha dan hanya diam saja dengan kehinaan dan kesengsaraan. Namun wajib bagi kita mengambil sebab-sebab yang syar’i dan melaksanakan ketentuan Allah guna mendapatkan pertolongan-Nya. Sesungguhnya Islam mensyariatkan Qunut Nazilah untuk mendo’akan saudara-saudara muslim yang sedang tertimpa musibah.

Wahai saudaraku kaum muslimin…
Bukankah kita di negeri ini, Indonesia dan sekitarnya bisa membantu mereka dalam bentuk doa-doa kita…??? Tapi mengapa walau hanya melakukan qunut nazilah saja, banyak yang enggan dan meninggalkannya… Bukankah mukmin yang satu dengan mukmin yang lain satu tubuh dan saling menjadi penolong…???
Banyak bentuk pertolongan yang bisa diberikan baik dengan pengiriman para mujahid muqatil (mujahid yang siap berperang), harta benda atau infaq fi sabilillah, serta yang tidak kalah penting adalah doa. Doa-doa kaum muslimin yang jauh dari lapangan jihad (medan pertempuran), sangat diharapkan mujahidin. Karena dengan doa-doa itu para mujahidin menjadi bersemangat, meningkat moralnya dan semakin tebal keimanannya melawan orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimat Allah.
Utamanya hari ini, ketika jihad menjadi fardhu ain, maka memberikan pertolongan kepada para mujahidin yang sedang berperang juga menjadi wajib. Jihad menjadi fardhu ain kerena sebab-sebab tertentu, sebagaimana Imam Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan: bahwa Hukum jihad menjadi fardhu ‘ain bagi setiap kaum muslimin pada tiga keadaan:
1. Ketika dua pasukan dan dua barisan sudah saling berhadapan
Dan haram bagi siapa yang hadir untuk pergi dan posisi dia menjadi fardhu ‘ain, sebagaimana firman Allah ta’ala:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَالَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلاَ تُوَلُّوهُمُ اْلأَدْبَار , وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَة فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ,
“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian berjumpa orang-orang kafir dalam perang, maka jangan mundur membelakangi mereka, dan siapa yang membelakangi mereka kecuali siasat perang atau bergabung dengan pasukan lain, berarti ia kembali dengan membawa murka dari Allah.”[7]
2. Ketika kaum kuffar (Amerika & Israel, dan yang lainnya. pent.) menduduki negeri muslim.
Maka kaum muslimin wajib (hukumnya fardhu ‘ain) berperang dan mengusir mereka dari tanah-tanah kaum muslimin.
3. Apabila imam memobilisasi umum sebuah kaum
Maka mereka harus (wajib) pergi berperang bersamanya, sebagaimana firman Allah ta’ala:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَالَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى اْلأَرْضِ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa jika dikatakan kepada kalian pergi berperanglah di jalan Allah, kalian merasa berat lebih condong kepada (kehidupan) dunia…?[8]
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:
وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا
“Apabila kalian diminta (Imam/Pemuka umat Islam, ed.) berperang, maka berperanglah.” {Mutafaqun ‘alaih}[9]
Al-Allamah Al-Mujahid Asy Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz -fakkallahu asrahu wa raddana wa iyyahu ilal haq- mengatakan: “Dari sini jelas, bahwa jihad menjadi fardhu ‘ain bagi hampir seluruh kaum muslimin hari ini. Terlebih dalam kondisi kedua -–apabila orang kafir menduduki negeri muslim tertentu, Seperti Israel menyerang dan menduduki Palestina sekarang ini–, sedangkan kebanyakan negeri kaum muslimin sekarang diatur dan dikuasai orang-orang kafir. Baik berupa penjajah asing yang kafir atau pemerintah setempat yang juga kafir (murtad & menerapkan hukum-hukum selain yang diturunkan Allah). Dan manakala jihad sudah fardhu ‘ain, maka meninggalkannya termasuk dosa besar berdasarkan ancaman yang ada mengenai hal itu, bahkan itu termasuk tujuh hal yang membinasahkan sebagaimana yang tersebut dalam hadits shahih.”[10]
Karena itu, jika kita belum mampu atau belum berkesempatan berangkat berperang ke Palestina, Afghanistan, Cehnya, Kashmir, Pattani, Moro dan medan jihad lainnya, maka sumbangkan & kirimkan harta-harta kita, jika juga tidak ada (tidak mampu juga), maka doa-doa qunut nazilah kita. Karena doa-doa qunut nazilah sangat bermanfaat bagi para mujahidin dan kaum muslimin yang sedang menghadapi keganasan orang-orang kafir, insya Allah!!
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitab Ash Shalat pada pembahasan masalah qunut, telah berkata, bahwa Ishaq Al-Harby telah berkata: “Aku mendengar Aba Tsaur berkata kepada Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, Apakah pendapatmu tentang qunut dalam (shalat) fajr (shalat subuh)? Maka Abu Abdullah berkata: “Hanyasannya qunut itu (dilakukan) saat nawazil (saat tertimpa musibah)”, kemudian berkata kepadanya Abu Tsaur, “Apakah nawazil itu (harus) lebih besar dari nawazil yang kita alami? Berkata Abu Abdullah: “Apabila terjadi nawazil maka lakukanlah qunut”.
Asy Syaikh Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syuaiby rahimahullah telah berkata: “Ketahuilah bahwasanya qunut nazilah memiliki tujuan dan sasaran yang agung dan mulia, berbeda dari hanya sekedar doa di dalam sujud, khutbah, atau selainnya. Tujuan dari qunut nazilah adalah menaikkan moral (maknawiyat), sikap peduli terhadap kaum muslimin, dan menampakkan hubungan serta tolong-menolong yang dengan itu menjadi kuatlah para mujahidin –di medan-medan perang, sijn (penjara) atau di medan ibtila’ yang lainnya-. Hal ini pengarunya sangat besar dan kami mendengar bahwa para mujahidin sangat bergembira dengan doa (qunut nazilah) kaum muslimin. Bahkan mereka (para mujahidin) menginginkan hal itu terus dilakukan.”[11]
Telah berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah di dalam Fathul Bary, Syarah Shahih Bukhary pada bab qunut (nazilah), beliau mengatakan: “Telah jelas bagi saya, hikmah diletakkannya qunut nazilah setelah i’tidal, bukan pada saat sujud meskipun ketika sujud adalah saat paling diijabah. Yang dikehendaki dari qunut nazilah adalah bersamanya makmun dan imam di dalam doa walaupun (dengan hanya mengangkat tangan dan) mengaminkan. Dari sana para ulama bersepakat menjaharkannya (mengeraskan doa qunut nazilah).
Kandungan utama Qunut nazilah yang dilakukan adalah permintaan pertolongan & keselamatan kepada Allah untuk kemenangan bagi kaum muslimin, serta laknat, himpitan kesulitan dan kehancuran bagi kaum musyrikin & orang-orang kafir.
Dari Ali bin Abi Thalib –radiyallahu anhu-, bahwasanya beliau melakukan qunut (nazilah) dalam berbagai peperangan, ia berkata :
(إِنّماَ اسْتُنْصِرنَا عَلىَ عَدُوِّناَ)
“Bahwasannya kami hanyalah diberikan pertolongan atas musuh-musuh kami.”[12]
Bahkan dari perkataan ini, para ahli ilmu berpendapat bahwa qunut nazilah adalah wajib (ketika kaum muslimin mengalami ibtila’ atau musibah) dan hal itu diamalkan oleh para imam-imam ahli ilmu.
Seperti yang disebutkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam Al-Istidzkar, 6/202. dengan sanad dari Yahya bin Said, sesungguhnya ia mengatakan: “Wajibnya berdoa apabila tentara (muslim) dikhianati oleh pihak musuh”. Maksud doa di sini adalah qunut nazilah (terjadinya musibah penghianatan). Dan dikatakan, “yang demikian ini dilakukan oleh para imam (para ulama)”.
Pendapat Yang Keliru Tentang Qunut Nazilah
Ada beberapa pendapat yang perlu diluruskan seperti:
1. Ada yang mengatakan bahwa, “Bukanlah dari pemahaman para sahabat dan salaf apabila terjadi nazilah (musibah, pembantaian, dll) di suatu tempat dari negeri kaum muslimin maka, kemudian seluruh kaum muslimin melakukan qunut nazilah…”
2. Ada lagi yang mengatakan bahwa, “Para sahabat yang telah Allah ridhai, tidak pernah melakukan (qunut nazilah) apabila terjadi nazilah di sebagian negeri kaum muslimin, maka kemudian seluruh kaum muslimin melakukan qunut nazilah…”
3. Ada yang mengatakan, “Dan bagian dari pembahasan yang telah final, bahwa qunut nazilah hanya untuk yang mengalami nazilah saja…
4. Ada pula yang mengatakan, qunut nazilah pelaksanaannya menunggu perintah imam atau fatwa ulama…??
Menurut beliau, Asy Syaikh Al-Mujahid Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syuaiby bahwa pendapat-pendapat tersebut adalah salah dan tidak berdasar, karena itu perlu diluruskan berdasarkan penjelasan dari dalil-dalil berikut ini:
a. Tidak ada dalil yang menunjukkan pengkhususan qunut nazilah itu hanya bagi yang mengalami ibtila’ (musibah) saja dan tidak ada dalil pelarangan melakukan qunut nazilah bagi kaum muslimin yang lain yang tidak mengalami ibtila’ (ujian), dan harus diingat bahwa penkhususan itu menuntut adanyan dalil.
b. Apabila ada orang yang berdalil dengan kisah qunut Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terhadap pembunuhan 70 orang qura’ oleh orang-orang kafir, dan para qura’ tersebut mereka bunuh dalam kondisi adanya daulah Islam. Padahal mereka membunuh para qura’ di luar wilayah Daulah Islamiyah. Hal ini menunjukkan sesungguhnya qunut nazilah tidak hanya dilakukan pada kejadian nazilah khusus di area daulah islamiyah, bahkan di luar teritorial Daulah Islam.
c. Kisah qunut Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk para mustadh’afin di Makkah, kejadian itu terjadi setelah perjanjian Hudaibiyyah.[13]
Telah diriwayatkah dari Abu Hurairah –radiyallahu ‘anhu-: ”Dan bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika mengangkat kepalanya dan mengatakan, ‘Samiallahu liman hamidah’, kemudian beliau mendoakan beberapa orang dan menyebutkan nama-nama mereka, maka beliau berdoa:
(اللَّهُمَّ اَنْجِ الوَلِيد بِنْ الوَلِيد وَسَلْمَة بِنْ هِشَام وَعِيَاش بِنْ أَبِي رَبِيعَة وَالمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ المُؤْمِنِينَ، اللَّهُمَّ اشْدُد وَطْأَتَكَ عَلىَ مُضَرْ، وَاْجعَلَهَا عَلَيْهِم سِنِينَ كَسِنِي يُوْسُف) [متفق عليه]
“Ya, Allah! Selamatkanlah Al-Walid bin Al-Walid, ya Allah! Selamatkan Salamah bin Hisyam, ya Allah! Selamatkah Ayyash bin Abi Rab’i’ah, Ya Allah! Selamatkan orang-oran yang lemah (tertindas) dari kaum mukminin, ya Allah! Keraskanlah himpitan (tekanan)-Mu terhadap Mudhar ya Allah! Jadikanlah himpitan itu bertahun-tahun atas mereka sebagaimana bertahun-tahun himpitan pada masa Yusuf.”[14]
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan doa tersebut pada periode Makkah, dan Makkah ketika itu masih sebagai negeri kafir (Darul Kufri), kemudian beliau melakukan qunut untuk Anas radiyallahu ‘anhu, padahal kondisinya bukan sebuah Daulah Islamiyyah, bahkan (Makkah) ketika itu sebagai negeri kafir.
d. Kisah Al Kharmiyyah, dan kejadian itu berada di pinggiran (dialuar) daulah Islamiyyah, yaitu berada di sebelah utara persi dekat Azerbaijan.
Dalam kitab Al-Mughny karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah, pada bab qunut saat menghadapi musibah. Disebutkan perkataan Al-Atsram, ia mengatakan bahwa, “Aku mendengar Abu Abdullah –Imam Ahmad bin Hanbal- di tanya tentang qunut subuh.” Kemudian Beliau berkata, “Kalaupun qunut (subuh) itu dilakukan hanya beberapa hari saja, kemudian ditinggalkan sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.” Kemudian Imam Ahmad berkata, “Atau qunut atas Jahmiyah.”
Dan riwayat ini disebutkan pula oleh Ibnul Qayyim dalam Kitab Ash Shalat. Kemudian dikatakan, telah berkata Al-Atsram, Aku mendengar Abu Abdullah –imam Ahmad berkata-, “Bahwa qunut shubuh itu setelah ruku.” Dan aku mendengar ketika beliau ditanya tentang qunut subuh. Maka beliau berkata, “(Qunut tersebut dilakukan) Apabila ada ujian/penindasan/serangan musuh terhadap kaum muslimin, maka imam melakukan qunut dan makmum mengamini dibelakangnya.” Kemudian beliau berkata, “Seperti yang ditimpakan orang-orang kafir ini.” Yaitu pada peristiwa Al Kharmiyyah.
Asy Syaikh Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syuaiby telah menjelaskan bahwa, Ketika Imam Ahmad bin Hanbal dipenjara oleh Al-Makmun kemudian dilanjutkan oleh Al-Mu’tasim akibat keistiqamahannya mempertahankan prinsip aqidah Ahlussunah, bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah bukan makhluq, sebagaimana yang diyakini oleh Al-Makmun dan Al-Mu’tasim. Maka kaum muslimin melakukan qunut nazilah (mendoakan Imam Ahmad yang sedang dipenjara) di negeri Imam Ahmad bin Hanbal.
Hal ini menunjukkan bahwa qunut nazilah bersifat umum di manapun negerinya dari negeri-negeri muslim. Dan bahwasanya para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam mereka telah meriwayatkan hadits-hadits tentang qunut nazilah ini.
Sahabat yang paling masyhur meriwayatkan hadits tentang qunut nazilah adalah Anas radiyallahu ‘anhu dan Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, dan keduanya melakukan qunut nazilah. Mereka juga menganjurkan kaum muslimin (ketika itu) untuk melakukan qunut nazilah. Kedua sahabat tersebut meriwayatkan hadits-hadits tentang qunut nazilah dengan lafadz yang umum, hal ini menunjukkan keumuman pelaksanannya.
Pada masa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, ujian yang menimpa beliau kondisinya berada di negeri muslim yang hukum-hukum dan syiar-syiar Islam berlaku. Dalam kondisi ini saja kaum muslimin di negeri Imam Ahmad melakukan qunut nazilah mendoakan keselamatan beliau.
Maka pada kondisi sekarang lebih utama lagi kaum muslimin melakukan qunut nazilah mendoakan para mujahidin yang menghadapi keganasan dan kebiadaban orang-orang kafir di berbagai belahan bumi Islam, lebih-lebih saat ini ketika Israel dukungan Amerika –laknatulla alaihim- menyerang dengan ganas kaum muslimin di Gaza, Palestina. Dan kaum muslimin yang syahid sudah seribuan muslim, laa haula wala quwwata illa billah.
Telah diriwayatkan dari Anas -radiyallahu anhu-, sebagaimana Ibnu Khuzaimah meriwayatkan pula, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
(إِنَّ النَبِيَ صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم كَانَ لاَ يَقْنُتُ إِلاَ إِذَا دَعَا لِقَومِ أَوْ دَعَا عَلىَ قَوْمٍ)
“Sesungguhnya Nabi tidak melakukan qunut kecuali jika mendoakan keselamatan suatu kaum atau kebinasaan suatu kaum.”
Dan ini adalah lafadz yang umum. Demikian keterangan Asy Syaikh Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syuaiby dalam risalahnya.
Dalam hadits shahih, Abu Hurairah -radiyallahu ‘anhu- telah meriwayatkan bahwa, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda:
(أَنَّ رَسُولَ الله صَلىَ الله عَلَيهِ وَسَلَّم كَانَ إِذَا أَرَادَ أَن يَدْعُو عَلىَ أَحَدٍ أَوْ يَدْعُو لأَحَدٍ قُنُتٌ)
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila ingin mendokan keselamatan seseorang atau kebinasaan seseorang, maka beliau melakukan qunut.”
Dan inipun lafadznya bersifat umum.
e. Bantahan lain adalah perkataan para imam-imam madzhab fiqh yang terkenal, sesungguhnya mereka semua menyebutkan bahwa apabila terjadi ujian yang menimpa kaum muslimin, dan penyebutan kata “بالمسلمين” (bilmuslimin) dengan alif dan lam menunjukkan atas keumuman, bahwa ibtila’ bisa terjadi di sebagian negeri muslim, atau di luar negeri muslim.
Untuk memperkuat pembahasan ini, kami ketengahkan pendapat para ulama dari 4 madzhab yang terkenal, yaitu:
1. Madzhab Hanbaliyyah
Telah berkata Ibnu Qudamah di dalam Kitab Al-Mugny, “Maka apabila kaum muslimin mengalami nazilah (ujian), maka imam (shalat rawatib) melakukan qunut nazilah dalam shalat subuh, sebagaimana telah di-nashkan oleh Imam Ahmad.” Hal ini diikuti pula oleh penulis Asy-Syarhul kabiir.”[15]
Telah dikatakan dalam Zaadul Mustaqni’ (oleh Syaikh Utsaimin), “Dan dimakruhkan melakukan qunut selain shalat witir, kecuali apabila kaum muslimin ditimpa nazilah yang bukan penyakit tha’un, maka imam (memimpin) qunut nazilah dalam shalat-shalat wajib.”
Seluruh kitab-kitab madzhab Hanbali, telah menashkan dengan lafadz “المسلمين” menunjukkan keumuman lafadz ketika mengalami nazilah, kemudian menyebutkan riwayat-riwayat dari Imam Ahmad yang di dalamnya menyebutkan qunut, yang terdiri dari empat riwayat.
2. Madzhab Malikiyyah
Telah disebutkan oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah Di dalam bab qunut waktu shalat subuh, karena itu madzhab malik berpendapat adanya qunut di waktu subuh.[16]
Telah berkata Ibnu Rusyd rahimahullah di dalam pasal pendapat-pendapat tentang shalat dalam masalah yang kesembilan. Beliau berkata: “Dan madzhab Maliki berpendapat bahwa qunut dalam shalat subuh adalah sunah (mustahab).”[17]
Dan Az-Zarqoni menyebutkan pada pembahasan qunut subuh. Beliau mengatakan, “Bahwa telah menjadi keyakinan Imam Malik bahwa adanya qunut dalam shalat subuh.” [18]
Dan telah disebutkan dalam madzhab Maliki bahwa bacaan dalam qunut subuh adalah doa atas orang-orang kafir dan permintaan pertolongan kepada Allah atas (kejahatan) mereka.[19]
Bahkan, Mazhab maliki berpendapat terus-menerus melakukan qunut nazilah dalam shalat subuh. Sebagaimana perkataan Ibnul ‘Araby dalam mensyarah kitab Al-Muwaththa’ yang ditulis dalam kitabnya Al-Qabsu, 1/248. Menyebutkan pendapat Imam Malik tentang qunut nazilah.
Telah berkata Ibnul ‘Araby, “Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berpendapat bahwa qunutnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam dilakukan karena adanya sebab di dalamnya, yaitu kaum muslimin mengalami ujian…
Dan telah berkata Imam Ibnu Taimiyyah: “Perkataan Imam Malik tentang qunut dalam nawazil dimasyru’kan secara terus-menerus sebagai sunnah, dan hal itu dilakukan dalam shalat subuh sebelum ruku’ setelah qira’ah sirran (secara sir). Hal ini menujukkan mazhab maliki berpandangan bahwa qunut dilakukan terus-menerus dari setiap imam shalat jamaah dalam shalat subuh mereka, maka hal itu lebih ditekankan saat kaum muslimin menghadapi nazilah.”[20]
3. Madzhab Syafi’iyyah
Telah berkata Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Muhadzab, “Dan adapun selain shalat subuh dari shalat-shalat yang wajib maka tidak ada qunut di dalamnya tanpa ada keperluan. Tetapi jika kaum muslimin menghadapi nazilah, maka qunut dilakukan pada seluruh shalat wajib.”
Telah berkata Imam Nawawi rahimahullah mengomentari perkataan Imam Asy-Syafi’i tersebut, beliau berkata: “Hal yang shahih yang telah menjadi kesimpulan jumhur (ulama) bahwa apabila kaum muslimin menghadapi nazilah seperti ketakutan, kemarau panjang, penyakit menular, serangan hama (belalang) dan semisalnya, maka qunut dilakukan di setiap shalat wajib. Jika tidak ada sebab-sebab tersebut maka qunut tidak dilakukan.”[21]
Imam Nawawi menyebutkan perkataanya sendiri di atas dalam syarh Muslim dalam bab disunahkannya qunut pada seluruh shalat (wajib) apabila kaum muslimin menghadapi nazilah, dan hanya kepada Allahlah kita berlindung.
Telah berkata Al-Ghazaly rahimahullah: “Apabila kaum muslimin menghadapi nazilah, kemudian mereka ingin melakukan qunut dalam shalat yang wajib, maka hal itu diperbolehkan.” [22]
Telah berkata Asy-Syairazy Asy-Syafi’i dalam At-Tanbiih (1/33), pendapat tersebut di kemukakan pula oleh Asy-Syarbini Asy-Syafi’i dalam kitab Al-Iqtina’ (1/141).
Bahkan para pengikut Imam Asy-Syafi’i memegang kuat pendapat yang berkaitan dengan qunut, seperti pengikut Imam Malik yang berpahaman qunut dilakukan ketika dalam keadaan nawazil atau tidak.
4. Madzhab Hanafiyyah
Telah berkata Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya, (2/11) dalam bab tuntutan melakukan qunut ketika kaum muslimin menghadapi nazalah. Dia berkata, “Sesungguhnya jika kaum muslimin tengah menghadapi bencana (seperti hari ini kaum muslimin Palestina diserang Israel, pent.) Maka imam melakukan (memimpim) qunut dalam shalat-shalat yang jahr,” Dan dinukil dari At-Thahawy dalam masalah qunut, bahwa sesungguhnya qunut boleh dilakukan saat terjadi fitnah atau bala’ yang menimpa (kaum muslimin).[23]
Dan telah dikatakan dalam Hasyiyah At-Thahawy atas “Maroqi Al-Falah” (1/251): “Apabila kaum muslimin tengah menghadapi musibah, maka qunut dilakukan pada shalat fajr (shalat subuh), demikian juga perkataan At-Tsaury dan Imam Ahmad.”
Dan telah berkata Al-Luknawy dalam kitabnya, At-Ta’liq Al-Mumjad (1/636). Beliau berkata, “Sesungguhnya pendapat Abu Hanifah dan para sahabatnya adalah, bahwa tidak ada qunut di dalam kondisi apapun dari shalat-shalat (wajib) kecuali ketika shalat witir dan kondisi nazilah (kaum muslimin tertimpa musibah).”
Dan telah dikatakan dalam kitab Al-Bahru Ar-Raaiq, mazhab Hanafi (2/48), Dikatakan, “Apabila kaum muslimin tengah menghadapi musibah, maka qunut dilakukan imam pada shalat jahr (shalat subuh, magrib dan Isya’).”
Definisi Qunut Nazilah
Qunut secara terminologi adalah seperti yang dikatakan oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah: “Suatu doa di dalam shalat pada tempat yang khusus dalam keadaan berdiri.” (Fathul Bary, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany, 2/490.) Dan Nazilah artinya malapetaka atau musibah yang turun menimpa kaum muslimin dalam bentuk gempa, banjir, pembantaian, penyerangan, penganiayaan dan lain sebagainya.
Qunut nazilah adalah suatu hal yang disyariatkan dan amat disunnahkan ketika terjadi musibah. Sunnah qunut nazilah ini merupakan pendapat para ulama dari madzhab Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah, Hanbaliyyah dan lain-lainnya.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila turun musibah kepada kaum muslimin disyariatkan membaca qunut nazilah pada seluruh shalat wajib.”[24]

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Apabila turun bencana kepada kaum muslimin, hendaknya imam melakukan qunut dan diaminkan oleh orang yang dibelakangnya.”[25] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Di kalangan ulama ada tiga pendapat tentang qunut. Yang paling benar dari tiga pendapat tersebut adalah, qunut disunnahkan ketika ada keperluan (ada bencana/musibah menimpa kaum muslimin, pent.)”[26]
Pendapat-pendapat di atas tentunya berlandaskan hadits-hadits yang shohih & mutawatir seperti hadits Anas bin Malik -Radhiallahu ‘anhu- riwayat Bukhari-Muslim yang menjelaskan pelaksanaan qunut nazilah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sebulan pada peristiwa pembantaian 70 shahabat penghafal Al-Quran, juga hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu- riwayat Bukhari-Muslim.
Berapa Lama Qunut Nazilah Dikerjakan
Dalam hadits Anas bin Malik dari riwayat Bukhari-Muslim, juga hadits Ibnu ‘Abbas dari riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan dan lain-lainnya, menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada peristiwa pembantaian 70 shahabat penghafal Al-Quran melakukan Qunut Nazilah selama sebulan.
Namun hal ini tidaklah menunjukkan bahwa pelaksanaan qunut nazilah hanya terbatas selama sebulan, kerena dalam hadits Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu riwayat Bukhari-Muslim, juga hadits Bara’ bin Azib, Hifaf bin Ima’ riwayat Muslim serta hadits Anas bin Malik riwayat Ibnu Khuzaimah dan hadits-hadits lainnya menjelaskan dalam bentuk umum dan tidak menunjukkan batasan sebulan.
Maka dapat ditarik kesimpulan bahawa qunut nazilah tetap dilaksanakan sampai musibah tersebut diangkat dari kaum muslimin.
Waktu Qunut Nazilah
Dari hadits-hadits yang menjelaskan tentang qunut nazilah dapat ditarik kesimpulan bahawa petunjuk Nabi –Shallallahu alihi wa sallam- dalam pelaksanaan qunut, yaitu beliau melakukan qunut nazilah pada seluruh shalat-shalat wajib dan beliau lebih memprioritaskan pelaksanaannya pada shalat Maghrib dan Subuh. Akan tetapi beliau tidak melakukan qunut setiap hari pada seluruh shalat lima waktu sekaligus. Ini merupakan fatwa dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.
Qunut nazilah dapat dilaksanakan sebelum ruku’ atau setelah ruku’ di dalam shalat tersebut. Akan tetapi pelaksanaannya setelah ruku’ lebih banyak dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dua cara ini dicontohkan oleh Rasullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadist-hadits beliau yang mulia dan masyhur.
Tata Cara Qunut Nazilah
Tata cara qunut nazilah adalah sebagai berikut:
1. Tempatnya, adalah setelah mengucapkan: “Samiallahuliman hamidah-rabbana wa lakal hamdu”.[27]
2. Bacaan doa qunut nazilah lihat bahasan BENTUK-BENTUK DOA QUNUT NAZILAH.
3. Mengangkat kedua tangan ketika berdo’a, tetapi tidak disyariatkan untuk mengusap kedua tangan ke muka setelah selesai berdo’a karena tidak ada satupun hadits shahih yang menerangkan hal tersebut.
4. Mengeraskan do’a tersebut apabila sebagai imam, walaupun di dalam shalat yang bacaannya sirr (Shalat dhuhur dan Ashar).
5. Makmum mengangkat tangan & mengamini bacaan imam.
6. Setelah selesai membaca do’a qunut, Imam bertakbir untuk sujud, dst. Meneruskan shalat sampai salam.

Bentuk-Bentuk Qunut Nazilah

A. Doa keselamatan bagi Mujahidin dan kehancuran bagi orang kafir.
Telah diriwayatkah dari Abu Hurairah –radiyallahu ‘anhu-: ”Dan bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika mengangkat kepalanya dan mengatakan, ‘Samiallahu liman hamidah’, kemudian beliau mendoakan para laki-laki dan menyebutkan nama-nama mereka, maka beliau berdoa:
(اللَّهُمَّ اَنْجِ الوَلِيد بِنْ الوَلِيد وَسَلْمَة بِنْ هِشَام وَعِيَاش بِنْ أَبِي رَبِيعَة وَالمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ لمُؤْمِنِينَ، اللَّهُمَّ اشْدُد وَطْأَتَكَ عَلىَ مُضَرْ، وَاْجعَلَهَا عَلَيْهِم سِنِينَ كَسِنِي يُوْسُف) [متفق عليه]
“Ya, Allah! Selamatkanlah Al-Walid bin Al Walid, ya Allah! Selamatkan Salamah bin Hisyam, ya Allah! Selamatkah Ayyash bin Abi Rab’i’ah, ya Allah! Selamatkan orang-orang yang lemah (tertindas) dari kaum mukminin, ya Allah! Keraskanlah himpitan (tekanan)-Mu terhadap Mudhar ya Allah! Jadikanlah himpitan itu bertahun-tahun atas mereka sebagaimana tahun-tahun Yusuf.”[28]
Catatan:
Jika kita hendak berdoa qunut nazilah dengan doa ini, kita harus mengganti nama-nama sahabat yang terdapat dalam doa (minta keselamatan) ini dengan nama-nama lain yang kita kehendaki yang sesuai dengan kriteria maksud do’a, misalnya nama-nama Mujahid yang sedang menghadapi tekanan para thaghut yang kafir asli maupun yang kafir murtad, yang sedang dalam pengejaran maupun yang sedang berada di penjara-penjara mereka, seperti Asy-Syaikh Umar Abdur Rahman fakkallahu asrah (di penjara Amerika), Asy-Syaikh Abul Walid fakkallahu asrah (salah seorang komandan mujahidin di Chechnya), Ust. Abu Bakar Ba’asyir fakkallahu asrah (di penjara Mabes Polri), Ust. Abu Sulaiman Aman Abdurrahman –fakkallahu asrah (di penjara Cipinang) dan lain sebagainya. Begitu juga doa keburukan terhadap musuh-musuh Islam, nama yang ada dalam doa mesti diganti dengan nama-nama yang layak, kelompok (Negara) maupun perorangan. Seperti Amerika, Israel, Australia, Inggris, Indonesia dll.
B. Dalam hadits marfu’ yang diriwayatkan Imam Ahmad bahwasanya:
Tatkalah perang Uhud yang mana pada saat itu kaum musyrikin telah mundur, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “luruskan shaf kalian sehingga aku akan menuju kepada Rabb (Tuhan)-ku, maka mereka menjadi beberapa shaf di belakang beliau, lalu beliau berdoa (qunut nazilah).”
Catatan:
Doa-doa tersebut dan yang sejenisnya secara persisnya tidak termaktub dalam sunnah, ada yang memakai ada yang tidak memakainya dalam qunut nazilah, maka bagi yang ragu-ragu disarankan lebih baik menggunakan doa-doa yang warid.
Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdoa ketika perang Khandaq agar Allah ta’ala mengalahkan Ahzab (Pasukan Sekutu atau Koalisi) dan memporak-porandakan mereka. Doa beliau sebagai berikut:
اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الكِتَابِ، ومُجْرِيَ السَّحابِ، وَهازِم الأحْزَابِ، اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ
Artinya: “Ya Allah! Dzat yang menurunkan Al-Kitab, Dzat yang memperjalankan awan, dan yang mengalahkan pasukan sekutu (koalisi), kalahkanlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka.”[29]
Doa Dalam Al-Qur’an
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (١٤٧)
Artinya: “Ya, Rabb (Tuhan) kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan teguhkanlah kaki-kaki (pendirian) kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”[30]
Sebagai Penutup Doa
وَصَلّى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم.
Artinya:” Semoa Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada keluarganya dan shabat-shahabatnya seluruhnya.”
Demikianlah contoh doa qunut nazilah.
CONTOH DOA QUNUT NAZILAH DALAM LAFADZ ARAB
(yang di baca dalam shalat ketika melakukan qunut nazilah)

Contoh Pertama (lafadz yang pendek):[31]
– اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ َيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ,
– اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ ,
– اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيَنْ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْبِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَتَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ ,
– بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ , اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الخَيْرَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ ,
– اللَّهُمَّ إِياَّكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَ إِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ, نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ, إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفّارِ مُلْحِقٌ,
– اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلَسْطِيْنَ, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَان, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ عِرَاق, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ كَشْمِير, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ شِيْشَان, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَنْدُوْنِيْسِيَا, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَفِي كُلِّ زَمَانٍ يَارَبَّ العَالَمِيْن ,
– وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Artinya :
§ “Ya Allah, Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka perbaikilah hubungan di antara mereka, dan menangkanlah mereka di atas musuh-Mu dan musuh mereka.”
§ “Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir Ahlil kitab (Yahudi dan Nasrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan Rosul-Rosul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.”
§ “Ya Allah! Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka, goyangkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.”
§ “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Ya Allah sesungguhnya hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang engkau berikan. Kami tidak kafir kepada-Mu dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu.”
§ “Ya Allah, hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sungguh siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir.”
§ “Ya Allah Tolonglah Para Mujahidin di Palestina, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Afghanistan, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Iraq, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Kashmir, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Syisyan, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Indonesia, dan Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di setiap tempat dan setiap masa, Wahai Rabb seluruh Alam.”
§ “Semoga shalawat serta salam, terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salllam, beserta keluarganya dan para sahabatnya.”
2. Contoh Kedua (agak panjang),
lafadznya bisa dikurangi, tetapi tetap berisi permohonan keselamatan dan kemenangan kepada para mujahidin dan kaum muslimin. Dan permohonan kehancuran, kesempitan, himpitan dan kesusahan bagi orang-orang kafir dan musyrik, semisal Amerika, Israel, Inggris, Australia dan Indonesia dll. Serta tokoh-tokohnya.
– اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ,
– رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
– رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
– اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بَيْنَنَا وبَيْنَ مَعاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ اليَقين مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا؛ اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأسْمَاعِنَا وَأبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحمُنَا
– اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الكِتَابِ، ومُجْرِيَ السَّحابِ، وَهازِم الأحْزَابِ، اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ‏,
– اللَّهُمَّ اشْدُد وَطْأَتَكَ عَلىَ مُضَرْ، وَاْجعَلَهَا عَلَيْهِم سِنِينَ كَسِنِي يُوْسُف
– اللَّهُمَّ اشْدُد وَطْأَتَكَ عَلىَ حُكُمَة أَمْرْيكًا وَ إِسْرَاءِيلْ وَاْجعَلَهَا عَلَيْهِم سِنِينَ كَسِنِي يُوْسُف
– اللَّهُمَّ أنْتَ عَضُدِي وَنَصِيْرِي، بِكَ أَحُولُ وَبِكَ أَصُولُ، وَبِكَ أُقاتِلُ‏
– اللَّهُمَّ إنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ
– اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ ,
– اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيَنْ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْبِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَتَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ ,
– بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ , اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الخَيْرَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ,
– اللَّهُمَّ إِياَّكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَ إِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ, نَرْجُوْرَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ, إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ,
– اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلَسْطِيْنَ, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَان, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ عِرَاق, اللَّهُمَّ رْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ انْصُ كَشْمِير, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ شِيْشَان, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَنْدُوْنِيْسِيَا, اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَفِي كُلِّ زَمَانٍ يَارَبَّ العَالَمِيْن ,
– وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Artinya:
§ “Ya Allah ampunilah kami, orang yang beriman baik dari laki-laki maupun perempuan, orang Islam laki-laki dan perempuan, satukanlah hati-hati mereka, dan perbaikilah keadaan mereka, tolonglah mereka dari musuh-musuh-Mu.”
§ “Ya Allah berikanlah kesabaran kepada kami, dan teguhkanlah kaki-kaki kami, dan tolonglah kami dari kedzaliman orang-orang kafir.”
§ “Ya Allah ampunilah dosa kami, mudahkanlah urusan kami, dan teguhkanlah kaki-kaki kami, dan tolonglah kami dari kedzaliman orang-orang kafir.”
§ “Ya Allah berikanlah kami rasa takut kepada-Mu dari perbuatan kesalahan yang terjadi sesama kami, dan dari bermaksiat kepadamu, dan dari ketaatan yang tidak diterima, sehingga tidak bisa memasuki surga-Mu, dan dari yakin yang dapat menghilangkan kesusahan dunia, ya Allah, berikanlah manfaat dari kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku yang berupa pendengaran, penglihatan, dan kekuatan semua itu tidak akan berfungsi kecuali karena-Mu, dan jadikanlah dia sebagai pewaris bagi kami, berikanlah pembalasan yang setimpal kepada orang-orang yang telah berbuat dzalim kepada kami, dan tolonglah kami dari orang-orang yang telah memusuhi kami, janganlah Engkau jadikan musibah ini menimpa agama kami, jangan Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar bagi kami, dan janganlah Engkau berikan kekuasan atas kami kepada orang-orang yang tidak menghormati kami.”
§ “Ya Allah yang telah menurunkan Al-Kitab, yang telah menjalankan awan-awan di langit, yang telah menghancurkan musuh-musuh-Nya dalam peperangan, hancurkanlah mereka dan tolonglah kami.”
§ “Ya Allah berikanlah kesempitan kepada orang-orang yang telah memberikan kesusahan kepada kami, jadikanlah mereka terhimpit sebagai tahun-tahun Yusuf.”
§ “Ya Allah berikanlah kesempitan kepada Negara Amerika dan Negara Israel, dan jadikanlah mereka terhimpit sebagai tahun-tahun Yusuf.”
§ “Ya Allah Engkaulah yang membantu dan menolongku, Dari-Mulah segala kekuatan, dan karena-Mu-lah aku berperang.”
§ “Ya Allah sesungguhnya kami jadikan Engkau pendukung untuk menyembelih (mengalahkan) mereka. Dan kami berlindung kepada Engkau dari kejahatan mereka.”
§ “Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir Ahlil Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan Rosul-Rosul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.”
§ “Ya Allah! Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka, goyangkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.”
§ “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Ya Allah sesungguhnya hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang engkau berikan. Kami tidak kafir kepada-Mu dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu.”
§ “Ya Allah!! Hanya kepada Engkau kemi beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sungguh siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir.”
§ “Ya Allah tolonglah para mujahidin di Palestina, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Afghanistan, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Iraq, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Kashmir, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Syisyan, Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di Indonesia, dan Ya Allah! Tolonglah para mujahidin di setiap tempat dan setiap masa, Wahai Rabb seluruh Alam.”
§ “Semoga shalawat serta salam, terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salllam, beserta keluarganya dan para sahabatnya.”
Contoh doa qunut nazilah tersebut bisa di pakai -Wallahu a‘lam-, karena tujuan dan maksud sebuah doa disesuaikan dengan keperluan. Jadi seorang imam shalat yang akan mengamalkan doa qunut nazilah ini ahsan mengetahui waqii (kondisi nyata) sebuah nazilah kaum muslimin di suatu tempat dari berita-berita media mujahidin atau berita-berita yang terpercaya, sehingga dengan itu dapat menentukan lafadz yang sesuai dan pas dengan kaum muslimin yang didoakan, disamping doa-doa qunut nazilah yang telah warid dari Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah –shallallahu ‘alihi wa sallam-
Walhamdulillah… Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

**********************************************

Lampiran Doa Qunut Nazilah dari risalah Ustadz Abu sulaiman Aman Abdurrahman –fakkallahu asroh- terhadap kaum muslimin Afghonistan (dan Iraq, Yaman, Suria, Somalia, Palestina dll, edt.) yang sedang menghadapi serangan-serangan penjajah Amerika dan sekutunya:
QUNUT NAZILAH
SEBAGAI BENTUK SIMPATI TERHADAP KAUM MUSLIMIN AFGHANISTAN
Segala puji hanya milik Allah ta’ala, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang berjalan di atas jalan yang telah digariskan Rasulnya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kaum muslimin semuanya adalah saudara, tidak ada batas yang menghalangi persaudaraan mereka, merupakan suatu nestapa bagi umat ini dikala melihat saudaranya seiman dikoyak-koyak oleh musuh Allah ta’ala, didzalimi, dihina, ditindas dan diintimidasi padahal mereka tidak pernah melakukan dosa kecuali karena mereka ingin menerapkan hukum Allah tegak di negrinya.
Afganistan membutuhkan bantuan dan solidaritas, tak ada yang menolong mereka kecuali Allah kemudian kita sebagai saudaranya, bila kita tidak bisa pergi ke sana, masih ada harta yang bisa kita kirim, masih ada dorongan pemacu semangat jihad, dan jangan lupa berdo’a agar mereka diselamatkan, mendapat kemenangan dalam menegakan syari’at Allah Rabbul ‘alamin, do’a agar musuh-musuhnya baik dari dalam maupun dari luar dihancurkan dan semoga makar mereka balik menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Saat seperti inilah qunut nazilah disyari’atkan.
Inilah sekian contoh dari do’a-do’a yang dibaca dalam qunut nazilah oleh Umar Ibnu Al Khaththab radiyallahu anhu dalam atsar yang shahih:

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ . وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلُعُ مَنْ يَفْجُرُكَ . اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ . وَإِلَيْكَ نَسْعَىْ وَنَحْفِدَ . نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ . إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ . اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ . وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ . وَيَقْتُلُوْنَ أَوْلِيَاءَك .َ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ . وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ . وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ . وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ . وَاجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ . وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِيْ عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ . وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ . إِلَهَ الْحَقِّ ! وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ
“Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu, meminta ampunan-Mu, kami tidak mengingkari-Mu, kami beriman kepada-Mu, dan kami berlepas diri dari orang yang membangkang kepada-Mu. Ya Allah, kepada Engkaulah kami menyembah, dan kepada Engkaulah kami shalat dan sujud, kepada Engkau kami bersegera dan kepada Engkau kami berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu dan kami takut akan adzab-Mu, Sesungguhnya adzab-Mu yang sangat keras pasti menimpa orang-orang kafir. Ya Allah, siksalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi dari jalan-Mu, mendutakan Rasul-Rasul-Mu, dan membunuhi wali-wali-Mu. Ya Allah, ampinilah mu’minin dan mu’minat, kaum muslimin dan muslimat, dan damaikanlah di antara mereka serta persaudarakanlah antar mereka, jadikanlah di dalam hati mereka keimanan dan hikmah, teguhkanlah mereka di atas millah Rasul-Mu, dan perkenankanlah mereka agar bisa mengemban janji yang telah Engkau ambil dari mereka, dan tolonglah mereka agar bisa mengalahkan musuh-Mu dan musuh mereka, Wahai Ilah kebenaran ! Dan jadikanlah kami dari golongan mereka.”
Dan bisa ditambah dengan do’a lain yang sesuai dengan situasi karena qunut nazilah ini disyari’atkan karena situasi tertentu sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, di antaranya Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin semoga Allah memaafkannya (Majmu Fatawa Wa Rasail Fadlilatusysyaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin 14/133), bisa ditambahkan:
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي أفغانستان . اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ . اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ . اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَوْتَاهُمْ . اَللَّهُمَّ كُنْ ِلأَرَامِلِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ . اَللَّهُمَّ امْنَحْهُمْ رِقَابَ أَعْدَائِهِمْ وَأَوْرِثْهُمْ دِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَنِسَاءَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ يَا عَزِيْزُ يَا جَبَّارُ يَا قَوِيُّ يَا قَهَّارُ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُنَافِقِيْنَ وَالْقُبُوْرِيِّيْنَ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ طَاغِيَتَهُمْ وَأَفْسِدْ أَمْرَهُمْ وَفَرِّقْ كَلِمَتَهُمْ وَأَلْقِ بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ . اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَاهْزِمْ جُنْدَهُمْ وَاجْعَلْهُمْ نَكاَلاً لِلْعَالَمِيْن .َ اَللَّهُمَّ شَدِّدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ . اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُوْنَكَ
اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ الأَحْزَابِ اِهْزِمْ كُلَّ عَدُوٍّ لِلْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَان .ٍ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِ أَعْدَائِنَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِم .ْ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ . وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
“Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami kaum mujahidin di Afghanistan. Ya Allah tolonglah mereka untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Ya Allah, teguhkanlah kaki-kaki mereka. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa orang yang meninggal di antara mereka. Ya Allah, jadilah Engkau sebagai pelindung bagi janda-janda dan keturunan mereka. Ya Allah, sodorkanlah kepada mereka leher-leher musuh-musuh mereka, dan berikanlah kepada mereka negeri-negeri mereka, harta-harta mereka, keturunan mereka dan isteri-isteri mereka Ya Rabbal ‘Alamin. Ya Allah, wahai yang Maha Perkasa, binasakanlah orang-orang kafir, para munafiqin, dan para quburiyyin dan timpakanlan azab-Mu yang tidak dapat ditolak dari menimpa orang-orang kafir, Ya Allah, hancurkanlah pimpinan mereka, hancurkanlah urusan mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka dan tebarlah permusuhan dan kebencian di antara mereka, Ya Allah, hancurkan perkumpulan mereka, dan kalahkanlah tentara pasukan mereka, dan jadikanlah mereka itu sebagai pelajaran bagi seluruh Alam, Ya Allah, tekan mereka, Ya Allah tanganilah mereka karena sesungguhnya mereka tidak bisa mengalahkan-Mu. Ya Allah, Yang menurunkan Al Kitab, Yang menggiring awan, dan Yang menghancurkan musuh, hancurkanlah semua musuh kaum muslimin di semua tempat. Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau di leher-leher musuh-musuh kami, dan kami berlindung kepada Engkau dari kejahatan mereka. Ya Allah, terimalah dari kami sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan limpahkanlah Ya Allah shalawat-Mu kepada hamba-Mu dan rasul-Mu Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua.[32]
Selesai.

[1] Risalah Fi Masyru’iyyati Qunut An Nawazil, Al-Mujahid Syaikh Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syuaiby –Rahimahullah-

[2] Tulisan ini adalah terjemahan dan gubahan dari tulisan Syaikh Hamud ‘Uqla Asy Syu’aibiy rahimahullah yang berjudul Risalah Fi Masyru’iyyati Qunut An Nawazil serta tulisan syaikh-syaikh lainnya.
[3] Qs. Al-Anfal, 73.
[4] Al-Haq wal Yaqin Fi ‘Adawati Thughat Wal Murtadiin, Sulthan bin Bajad al-‘Utaiby, 23.
[5] Ukhuwah fillah Huquuq wal wajibaat, Abi Saat al-atsary, hal 1, dengan sedikit peringkasan dari minbar
tauhid wal jihad.
[6] Qs. Surat At-Taubah, 71.
[7] QS. Al-Anfal : 15—16.
[8] QS. At-Taubah : 38—39.
[9] Al-Mughny, X/365.
[10] Al-Umdah Fi I’dadil ‘Uddah, Al-Allamah Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz.
[11] Risalah Qunut Nazilah, Al-Mujahid Asy Syaikh Al-Allamah Hamud bin Uqala’ Asy-Syu’aiby
[12] HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/103, No. 6981.
[13] sebagaimana perkataan Imam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Fatawa, 23/105
[14] Shahih Muslim, kitab Al-Masajid wa Mawadhi’ish Shalah: No. 1083), dan tafsir Ibnu Katsir, I/411- 412, 555. Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah.
[15] Asy-Syarhul kabiir : 1/788.
[16] Al-Istidzkar, 6/201.
[17] Bidayatul Mujatahid, 1/131.
[18] Syarhul Muwatho’, 1/223,
[19] Al-Mudawanah Al-Kubro, 1/103.
[20] Al-Fatawa, 23/106.
[21] Al-Majmu Syarhul Muhadzab, 3/493.
[22] Al-Wasith, 2/133.
[23] I’lai As-Sunan, 6/95.
[24] Syarhus Sunnah karya Imam Al-Baghawi, 2/279.
[25] Al-Mughni, 1/450
[26] Taudhih Al-Ahkam, Imam Ibnu taimiyyah.
[27] Shahih Muslim, kitab Al-Masajid wa Mawadhi’ish Shalah: No. 1083, dan tafsir Ibnu Katsir I/411-412, 555). Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah.
[28] Shahih Muslim, kitab Al-Masajid wa Mawadhi’ish Shalah: No. 1083 dan (tafsir Ibnu Katsir I/411-412, 555). Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah ra.
[29] HR. Imam Al Bukhori dan Imam Muslim dan lihat tafsir Ibnu Katsir, 3/485.
[30] QS. Ali Imron : 147.
[31] Diriwayatkan oleh Imam Baihaqy dalam As-Sunan Al-Kubro, juz 2, hal 210-211 dan dinyatakan shahih olehnya. Rujuk juga dalam catatan kaki syarah As-Sunnah, juz 3 hal 131.
[32] Disadur dari sebagian qunut Syaikh Muhammad Ibnu shalih Al Utsaimin (Majmu Fatawa
14/182-183).


2 Komentar

  1. Muqarrabin al Yamin mengatakan:

    Bismillahir Rahmanir Rahiim
    Dengan Memohon Perlindungan dan Izin
    Kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
    Rabb Pemelihara dan Penguasa Manusia,
    Raja Manusia yang Berhak Disembah Manusia.
    Rabb Pemilik Tentara Langit dan Tentara Bumi

    Pada Hari Ini : Yaumul Jum’ah 6 Jumadil Akhir 1436H
    Markas Besar Angkatan Perang
    Khilafah Islam
    Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mengeluarkan Pengumuman kepada
    Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) diseluruh Dunia

    PENGUMUMAN DEKLARASI PERANG SEMESTA
    Terhadap Seluruh Negara yang Tidak
    Menggunakan Hukum Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW.
    Perang Penegakkan Dinuel Islam ini Berlaku disemua Pelosok Dunia.

    MULAI HARI INI
    YAUMUL JUM’AH 6 JUMADIL AKHIR 1436H
    BERLAKULAH PERANG AGAMA
    BERLAKULAH PERANG DINUL ISLAM DAN DINUL BATHIL
    BERLAKULAH HUKUM PERANG ISLAM DI SELURUH DUNIA
    MEMBUNUH DAN TERBUNUH FI SABILILLAH

    “Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka BUNUHLAH orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, tangkaplah mereka, tawanlah mereka, dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    (QS. Al-Taubah [9]: 5

    “Dan BUNUHLAH mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah)..
    (Q.S: al-Baqarah: 191-193).

    “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir,maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
    Qs. Al-Anfaal :12

    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir di medan perang maka pancunglah batang leher mereka.
    Qs. Muhammad : 4

    Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri .
    Al-Baqarah : 190

    Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.
    Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,
    Al-Hajj (22) : 40

    BUNUH SEMUA TENTARA , POLISI, INTELIJEN , MILISI SIPIL ,HAKIM DAN
    BUNUH SEMUA PEJABAT SIPIL Pemerintah Negara Yang Memerintah dengan Hukum Buatan Manusia (Negara Kufar).

    BUNUH SEMUA MEREKA-MEREKA MENDUKUNG NEGARA-NEGARA KUFAR DAN MELAKUKAN PERMUSUHAN TERHADAP ISLAM.
    JANGAN PERNAH RAGU MEMBUNUH MEREKA sebagaimana mereka tidak pernah ragu untuk MEMBUNUH, MENGANIAYA DAN MEMENJARAKAN UMMAT ISLAM YANG HANIF.

    INTAI, BUNUH DAN HANCURKAN Mereka ketika mereka sedang ada dirumah mereka jangan diberi kesempatan lagi.
    GUNAKAN SEMUA MACAM SENJATA YANG ADA DARI BOM SAMPAI RACUN YANG MEMATIKAN.

    JANGAN PERNAH TAKUT KEPADA MEREKA, KARENA MEREKA SUDAH SANGAT KETERLALUAN MENENTANG ALLAH AZZIZUJ JABBAR , MENGHINA RASULULLAH SAW, MENGHINA DAN MEMPERBUDAK UMMAT ISLAM.
    BIARKAN MEREKA MATI SEPERTI KELEDAI KARENA MEREKA ADALAH THOGUT DAN PENYEMBAH THOGUT

    HANCURKAN LULUHKAN SEMUA PENDUKUNG PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA KUFAR
    DARI HULU HINGGA HILIR

    MEREKA YANG MEMATUHI DAN MELAKSANAKAN PENGUMUMAN INI
    ADALAH TENTARA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH
    SEDANGKAN YANG RAGU DAN MENOLAKNYA MAKA
    MEREKA SECARA OTOMATIS MENJADI MUSUH ISLAM YANG HARUS DIHANCURKAN.

    WAHAI PARA IKHWAN JANGAN PERNAH TAKUT PADA MEREKA,
    UBUN-UBUN MEREKA SEMUA BERADA DALAM KEKUASAN DAN KEHENDAK ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.

    HANYA SATU UNTUK KATA UNTUK BERHENTI PERANG,
    MEREKA MENYERAH DAN MENJADI KAFIR DZIMNI.
    DAN BERDIRINYA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH.
    KHALIFAH IMAM MAHDI.

    Kemudian jika mereka berhenti dari memusuhi kamu, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
    Maha Penyayang.
    Al-Baqarah : 192-193

    SAMPAIKAN PESAN INI KESELURUH DUNIA,
    KEPADA SEMUA ORANG YANG BELUM TAHU ATAU BELUM MENDENGAR

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    PANGLIMA ANGKATAN PERANG PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh

  2. Muqarrabin al Yamin mengatakan:

    DEKLARASI PERANG PENEGAKKAN DINUL ISLAM
    DISELURUH DUNIA
    Bismillahir Rahmanir Rahiim
    Dengan Memohon Perlindungan dan Izin
    Kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
    Rabb Pemelihara dan Penguasa Manusia,
    Raja Manusia yang Berhak Disembah Manusia.
    Rabb Pemilik Tentara Langit dan Tentara Bumi

    Pada Hari Ini : Yaumul Jum’ah 6 Jumadil Akhir 1436H
    Markas Besar Angkatan Perang
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mengeluarkan Pengumuman kepada
    1. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Afrika
    2. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Eropa
    3. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Asia
    4. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Asia Tenggara
    5. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Amerika
    6. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Australia
    7. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di Kutup Utara
    8. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di Kutup Selatan
    9. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) diseluruh Dunia

    PENGUMUMAN DEKLARASI PERANG SEMESTA
    Terhadap Seluruh Negara yang Tidak
    Menggunakan Hukum Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW.
    Perang Penegakkan Dinuel Islam ini Berlaku disemua Pelosok Dunia.

    MULAI HARI INI
    YAUMUL JUM’AH 6 JUMADIL AKHIR 1436H
    BERLAKULAH PERANG AGAMA
    BERLAKULAH PERANG DINUL ISLAM ATAS DINUL BATHIL
    BERLAKULAH HUKUM PERANG ISLAM DISELURUH DUNIA
    MEMBUNUH DAN TERBUNUH FISABILILLAH

    “Dan BUNUHLAH mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”
    (Q.S: al-Baqarah: 191-193).

    BUNUH SEMUA TENTARA , POLISI, INTELIJEN , MILISI SIPIL ,HAKIM DAN
    BUNUH SEMUA PEJABAT SIPIL Pemerintah Negara Yang Memerintah dengan Hukum Buatan Manusia (Negara Kufar).

    BUNUH SEMUA MEREKA-MEREKA MENDUKUNG NEGARA-NEGARA KUFAR DAN MELAKUKAN PERMUSUHAN TERHADAP ISLAM.
    JANGAN PERNAH RAGU MEMBUNUH MEREKA sebagaimana mereka tidak pernah ragu untuk MEMBUNUH, MENGANIAYA DAN MEMENJARAKAN UMMAT ISLAM YANG HANIF.

    INTAI, BUNUH DAN HANCURKAN Mereka ketika mereka sedang ada dirumah mereka jangan diberi kesempatan lagi.
    GUNAKAN SEMUA MACAM SENJATA YANG ADA DARI BOM SAMPAI RACUN YANG MEMATIKAN.

    JANGAN PERNAH TAKUT KEPADA MEREKA, KARENA MEREKA SUDAH SANGAT KETERLALUAN MENENTANG ALLAH AZZIZUJ JABBAR , MENGHINA RASULULLAH SAW, MENGHINA DAN MEMPERBUDAK UMMAT ISLAM.
    BIARKAN MEREKA MATI SEPERTI KELEDAI KARENA MEREKA ADALAH THOGUT DAN PENYEMBAH THOGUT

    HANCURKAN LULUHKAN SEMUA PENDUKUNG PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA KUFAR
    DARI HULU HINGGA HILIR

    HANYA SATU UNTUK KATA UNTUK BERHENTI PERANG,
    MEREKA MENYERAH DAN MENJADI KAFIR DZIMNI.
    DAN BERDIRINYA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH.
    KHALIFAH IMAM MAHDI.

    Kemudian jika mereka berhenti dari memusuhi kamu, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
    Maha Penyayang.

    Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan sehingga ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.
    Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
    maka tidak ada permusuhan (lagi),
    kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
    Al-Baqarah : 192-193

    SAMPAIKAN PESAN INI KESELURUH DUNIA,
    KEPADA SEMUA ORANG YANG BELUM TAHU ATAU BELUM MENDENGAR

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    PANGLIMA ANGKATAN PERANG PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: