Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » fiqh jihad » Anggota Parlemen Dan Personal Pemerintahan Dari Hamas

Anggota Parlemen Dan Personal Pemerintahan Dari Hamas


Bagaimanakah Status Hukum
Anggota Parlemen Dan Personal Pemerintahan Dari Hamas?

Soal Nomor 953, Tanggal 16/12/2009

Pertanyaan :

Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahui wa barakatuh.

Syekh kami yang mulia, apakah status hukum para anggota parlemen dan mentri dari Hamas itu murtad secara ta’yin? Yang mana mereka itu orang-orang merubah syari’at Allah? Yang berlumuran lagi terjatuh dalam syirik akbar. Sebagaimana yang kami baca dari fatwa para ulama dakwah Nejed bahwa mereka tidak memberi udzur dengan sebab kejahilan dalam syirk akbar, maka apakah mereka (para anggota parlemen dan para menteri itu) semua kafir atau tidak?

Apakah personal-personal pemerintahannya itu murtad atau mereka diberi udzur karena kejahilannya? Baarakallahu fiikum

Penanya : Salafiy Jihadiy

Jawab :

Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh…

Alhamdulillah, semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, amma ba’du:

Pertama:

Dalam perkara ini, tidak ada perbedaan antara anggota parlemen dari Hamas, Fatah, Independen, pengklaim Salafiy atau yang lainnya, karena hakikat dari keanggotaan di parlemen itu adalah sama, yaitu membuat Undang-Undang sesuai dengan agama demokasi, berhukum kepada Undang-Undang buatan, bersumpah untuk menghormati UU tersebut dan loyalitas kepadanya sebelum menjabat dalam keanggotaan parlemen legislatif. Konsekwensi dari sumpah anggota parlemen adalah si anggota dewan itu memuliakan setiap UU kafir yang akan dibuat dan ditetapkan oleh mayoritas, walaupun si anggota parlemen tersebut tidak terlibat dalam pembuatannya atau tidak setuju dengan UU tersebut, karena ia telah bersumpah terhadap hal itu. Inilah hakekat dari agama demokrasi.

Perkara ini wajib menjadi hal yang di hadapan seluruh masyarakat; barangsiapa yang terjatuh dalam perbuatan kufur atau syirik, maka statusnya adalah kafir, sama saja baik dari partai (yang mengaku) Islam, partai sekuler atau partai komunis.

Kedua:
Para anggota parlemen dan menteri-menteri pemerintahan Hamas atau pemerintahan-pemerintahan lainnya yang membuat UU kafir dan berhukum dengan selain apa yang telah Allah turunkan adalah mereka itu murtad secara ta’yin, karena mereka telah melakukan syirik akbar dengan bentuk mereka membuat UU yang merupakan hak khusus Allah. Oleh sebab itu mereka tidak diudzur kecuali dengan sebab ikrah (paksaan), sedang udzur ikrah itu sama sekali tidak ada karena mereka masuk dalam majelis syirik parlemen ini dengan pilihan mereka sendiri (suka rela).

Ketiga:
Bala tentara pemerintah-pemerintah thaghut -termasuk di dalamnya pemerintahan Hamas- dan polisi-polisinya serta seluruh komponen keamanan pemerintahannya adalah murtad secara ta’yin, karena mereka itu membela dan memberikan loyalitas kepada para thaghut, mengokohkan pemerintahan mereka yang tidak berhukum dengan hukum Allah, melaksanakan UU dan UUD-nya yang kafir, membelanya serta melakukan kekafiran-kekafiran lainnya yang nyata. Sedangkan status hukum tentara thaghut adalah sama dengan status hukum thaghut itu sendiri, Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ

“Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.” (Al Qashash: 8).

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلا

“Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” (Al Ahzab: 67)

Dan firamn-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut…” (An Nisa: 76)

Tidak ada yang keluar dari hukum ini kecuali orang kita ketahui pada dirinya terdapat penghalang syar’i yang jelas bukan yang diduga-duga.

Keempat:

Terakhir tegntan pegawai-pegawai pemerintahan: seperti pegawai dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan kemasyarakatan, wakaf dan yang lainnya, mereka itu tidak dikafirkan kecuali jika terjatuh dalam kekafiran yang jelas.

Wa billahit taufiq.

Dijawab oleh anggota Lajnah Syar’iyyah Minbar At Tauhid Wal Jihad: Syaikh Abul Walid Al Maqdisiy.

Penterjemah Abu Hamzah

(Telah diedit oleh Abu Sulaiman)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: