Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » fiqh jihad » kalimat-Kalimat Dari Api

kalimat-Kalimat Dari Api


 

DR Abdullah Azzam

bahagian 6

* Ada sekelompok orang di Peshawar yang tugasnya adalah menebar keraguan tentang jihad di Afghanistan. Mereka itu adalah orang-orang musyrik dan para pelaku bid’ah, atau mereka itu adalah orang-orang musyrik sehingga tidak boleh berjihad bersama mereka.
Saudara-saudaraku … orang-orang Afghan itu orang Islam atau bukan?!… kita ingin tahu!… apakah mereka telah keluar dari Islam?!
Berarti sudah … jika mereka seperti, ini kita tidak boleh !…
وإن لنا في البهائم لأجر يا رسول الله؟ قال: في كل كبد رطبة أجر
Apakah jika kita menyelamatkan binatang itu kita akan mendapatkan pahala wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Ya, menolong setiap yang bernyawa itu mendapatkan pahala. (Shohih Al Jami’ Ash Shoghir, no. 3624)
Di dalam hadits shohih beliau juga bersabda kepada kita:
بينما بغي من بغايا بني اسرائيل تطوف بركية بئر- بغي واقفة عند بئر- وإذا بكلب يلهث يأكل الثرى من العطش فنزعت موقها- خفها- وملأته ماء, ثم سقت الكلب  فشكر الله لها, فغفر لها
Suatu saat ada seorang pelacur dari Bani Israel yang berdiri di dekat sumur, tiba-tiba datang seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya memakan tanah karena kehasusan. Maka pelacur itu melepaskan sepatunya dan mengisinya dengan air, kemudian ia minumkan kepada anjing tersebut. Maka Allohpun memuji pelacur itu sehingga Ia mengampuni dosanya. (HR. Muslim)
Seorang pelacur dari Bani Israel diampuni dosanya lantaran ia memberi air minum kepada anjing. Lalu apakah orang-orang Afghan itu lebih hina daripada anjing?!.
* Saya tidak akan berjihad bersama orang-orang Afghan… kenapa? ….karena mereka melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah!!
Ini adalah tindakan waro’ yang rusak, yang timbul dari dangkalnya ilmu, dan antara sikap orang-orang murji’ah dan orang-orang yang seperti mereka yang mentaati para pemimpin secara mutlak meskipun mereka itu bukan orang-orang yang baik.
* Jika ada ulama’ di muka bumi yang mengaku tebih utama daripada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, atau dia lebih bermanfaat daripada beliau untuk masyarakatnya atau keberadaannya bersama masyarakatnya lebih baik bagi umat daripada tinggal bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam  di Madinah, silahkan angkat tangan.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam saja yang merupakan sebaik-baik orang yang menginjakkan kakinya di muka bumi ini, dan beliau yang mengajarkan agama ini kepada umat ini, itu saja beliau berada di barisan pertama dan menantang kematian, terluka dan patah gigi beliau antara gigi seri dan taring beliau.
Orang-orang sekarang ini mengatakan: Si Fulan lebih dibutuhkan oleh masyarakatnya … tidak … jihad lebih membutuhkan kepadanya daripada masyarakatnya … sesungguhnya generasi ini membutuhkan teladan yang berjalan di depannya, membutuhkan kepada suri tauladan yang baik untuk mereka ikuti di belakangnya, supaya mereka dapat mengikuti jejak langkahnya.
*Apakah Para Wanita Muslimah Ditawan Musuh..?!
Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Mubaroh:
كيف القرار وكيف يهدأ مسلم
    والمسلمات مع العدو المعتدي
القـائلات إذا خشين فضيحة
    جهـد المقالة ليتنا لم نولـد
Bagaimana seorang muslim itu dapat tenang dan tinggal diam…
Sedangkan kaum muslimat bersama musuh yang kejam …
Para wanita itu mengatakan tatkala mereka takut dihinakan…
Dengan perkataan yang mendalam; Duh seandainya kami tidak dilahirkan dimuka bumi…
أتسبى المسـلمات بكل ثغـر
     وعيش المسلمين إذا يطيب
أما لله والإســــلام حـق
     يدافع عنـه شبان وشـيب
فقل لذوي المروءة حيث كانوا
     أجيبوا الله لله ويحكم أجيبوا
Apakah kaum muslimat disetiap tempat ditawan musuh…
 Kemudian kaum muslimin akan hidup enak …
Tidakkah Alloh dan Islam itu mempunyai hak…
Yang harus dipertahankan oleh para pemuda dan orang tua…
Katakanlah kepada orang-orang perwira dimana saja mereka berada…
Sambutlah seruan Alloh, celaka kalian, sambutlah seruan Alloh …
* Apakah engkau tidak tahu, bahwasanya apabila ada seorang wanita Nashrani meminta tolong kepadamu, ketika kehormatannya terancam oleh seseorang. Atau ada seorang pencuri hendak memperkosanya, atau siapa saja orangnya meskipun yang hendak memperkosa itu adalah seorang muslim yang mengerjakan sholat, bangun malam dan puasa. Siapapun orangnya, jika ia hendak memperkosanya kemudian wanita tersebut meminta tolong kepadamu, namun engkau berlambat-lambat untuk menolongnya, maka engkau telah berbuat dosa karena engkau berlambat-lambat untuk menyelamatkan kehormatan yang wajib untuk engkau lindungi .. engkau berlambat-lambat untuk menyelamatkan wanita yang teraniaya. Engkau telah berbuat dosa besar, yaitu tidak mau melawan orang yang menyerang seorang wanita yang teraniaya.
* Berapa serangan yang telah engkau rasakan dalam jihad di jalan Alloh?! Berapa hari engkau dipenjara karena Alloh?! Berapa perkataan yang telah engkau ucapkan karena Alloh?! Ya, mungkin engkau telah mengucapkan kata-kata tapi bukan untuk Alloh. Kata-kata dari ajaran Islam dan dari ajaran Al Qur’an, akan tetapi untuk Alloh. Jika penguasa mengijinkannya engkau ucapkan namun jika penguasa tidak mengijinkannya engkau tidak mampu mengucapkannya. Apabila negara marah terhadap An Nushoiriyah, maka diperbolehkan menghujat An Nushoiriyah? Dan apabila negara sedang marah terhadap Syi’ah, baru mau menghujat Syi’ah. Adapun apabila negara dan Syi’ah sedang akrab, apakah ada orang yang berani berbicara?… tidak ada yang berani… tidak ada yang berani.
Apabila negara sedang berseteru dengan Rusia, semua orang Islam menghujat Komunis dan Sosialis, bahwasanya ini adalah paham kafir dan keluar dari agama Alloh. Lalu apabila negara sedang damai dan bersahabat dengan Uni Sofiet dan mau mengirimkan persenjataan, Komunis dan Sosialis menjadi termasuk ajaran Alloh azza wa jalla, dan Syaikh Al Azhar setiap hari akan keluar dan berbicara tentang sosialis dan kehidupan.
Dengan demikian kita tidak berbicara karena Alloh azza wa jalla … berbicara untuk para penguasa. Segala yang sesuai dengan hawa nafsu mereka kita mau membicarakannya, namun segala sesuatu yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka kita sembunyikan, padahal Alloh azza wa jalla telah mengambil sumpah …
وإذ أخذ الله ميثاق الذين أوتوا الكتاب لتبيننه للناس ولا تكتمونه فنبذوه وراء ظهورهم واشتروا به ثمنا قليلا
Dan ingatlah ketia Alloh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberikan kepada mereka kitab, bahwa kalian benar-benar akan menjelaskannya kepada manusia dan kalian tidak menyembunyikannya. Lalu mereka membuangnya kebelakang punggung mereka, dan mereka menukarnya dengan harga yang murah. (Ali Imron: 187)
* Duh alangkah celakanya jika ia belum terbersit dalam jiwanya untuk berjihad di Afghansitan, setelah jihad berlangsung selama sepuluh tahun, lalu kapan akan terbersit jihad di dalam hatinya?! Tidak akan lagi pernah terbersit jihad di dalam jiwanya. Dan Alloh azza wa jalla telah menjadikan tanda orang-orang yang ingin berjihad itu dalam firman-Nya:
ولو أرادوا الخروج لأعدوا له عدة
Dan seandainya mereka hendak keluar berperang pasti mereka menyiapkan persiapan. (At Taubah: 46)
Akan tetapi kita berlindung kepada Alloh …
كره الله انبعاثهم فثبطهم وقيل اقعدوا مع القاعدين
Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka ke medan perang, sehingga Alloh menahan mereka dan dikatakan kepada mereka; Duduklah bersama orang-orang yang duduk. (At Taubah: 46)
Ini adalah ketetapan Alloh dan ketetapan Rosul-Nya, serta ketetapan para ahli fikih dan ahli hadits sepanjang sejarah Islam, sepanjang generasi Islam yang panjang. Perhatikanlah ini karena ini adalah permasalahan yang sangat berbahaya.
إنه لقول فصل * وما هو بالهزل
Ini adalah perkataan yang tegas. Dan ini bukan main-main. (Ath Thoriq: 13-14)
* Wahai saudara-saudaraku: ini adalah permasalahan yang tegas dan bukan main-main. Ini permasalahan yang serius … kita sedang berinteraksi dengan agama, berinteraksi dengan robb semesta alam yang mengetahui hati manusia, yang Maha mengetahui hal-hal yang ghoib … kita tidak menipu orang selain diri kita sendiri. Dan kita dapat mengatakan apa saja, akan tetapi kepada diri kita sendiri kita tidak bisa berkata apa-apa selain kita berterus-terang … : Apakah saya sungguh-sungguh dalam berperang?… Apakah saya serius dalam berjihad?.
* Jika engkau dapat berjihad di Palestina, berjihadlah di Palestina itu lebih baik dan lebih utama, karena Palestina adalah bumi yang diberkahi. Namun jika engkau tidak dapat masuk ke Palestina, lalu engkau duduk sambil mencari-cari alasan dengan angan-angan, lalu engkau terus mengulang-ulang: “Palestina … Palestina.” Sebagaimana … seseorang bertanya kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam: Kapan terjadi qiyamat? Beliau menjawab: Celaka engkau, apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya? (muttafaqun ‘alaihi).
Apa yang telah engkau persiapkan untuk pergi ke Palestina wahai saudaraku?!.. apakah engkau telah melakukan latihan?! Apakah engkau mengenal senjata?! Apakah engkau pernah mengikuti pertempuran?! Apakah engkau pernah satu hari saja kelelahan untuk mempelajari bagaimana menjinakkan ranjau dan bagaimana merakitnya ?! pernahkan engkau bersusah-payah untuk meletakkan ranjau rakitan di mobil atau yang lainnya?! Bagaimana caranya engkau meletakkan ranjau rakitan di depan pintu rumah salah seorang Yahudi, atau di dalam mobilnya atau pintu pabriknya atau yang lainnya?!.. pasti rata-rata kalian tidak bisa, tidak pernah melihat dan tidak pernah berfikir untuk itu. Kemarilah biar kami ajarkan kepada kalian. Kemarilah ke Afghanistan, kami ajarkan kalian kemudian kami akan kembalikan kalian ke Palestina … tidak akan mengurangi sedikitpun dari ke-Palestinaan-mu sedikitpun. Kami akan melatihmu dan mengajarimu, lalu engkau terjun ke dalam pertempuran beberapa kali supaya menghilangkan rasa takutmu. Kamu belajar kejantanan, lalu jiwamu akan matang secara mental, agama, akal dan kejantanan. Kemudian engkau kembali ke negaramu. Jika engkau tidak mendapatkan jalan lagi ke negerimu, maka di sana masih ada jalan-jalan yang lainnya.
Wahai saudara-saudaraku: Dahulu ketika orang-orang Yahudi mendirikan negara mereka, mereka bekerja sama dengan negara-negara yang lain, yaitu negara-negara sekutu pada perang dunia supaya mereka dapat belajar perang. (Dayyan) pada tahun 1969 M) ketika menghadapi pasukan berani mati, ia pergi ke Vietnam untuk belajar bagaimana menghadapi pasukan berani mati, ia pergi sendiri ke sana.
* Umat ini sedang haus dengan jihad .. engkau ingin berjihad, akan tetapi apa yang berada di atas kepalamu berat. Tanggungan yang berat. Belenggu zaman. Belenggu tidur panjang. Belenggu matinya sensitifitas. Belenggu hal-hal yang memabukkan. Tumpukan beban. Belenggu bahwasanya: belum pernah terlintas dalam pikiran ada seorang muslim, seorang Syaikh yang berada di medan perang, ini telah hilang dari pikiran mereka … Syaikh itu tugasnya adalah ke masjid dan berkhotbah jum’at dengan pemahaman yang telah Alloh berikan kepadanya. Kemudian orang-orang mengulang-ulang apa yang dibicarakan Syaikh sampai minggu depan. Dan Syaikh itu menulis buku dengan kata-kata yang menggebu-gebu dan berkhothbah dengan berapi-api … kata-katanya sangat kuat, dengan deras dan penuh kecintaan disampaikan kepada manusia. Adapun melihat Syaikh ini di bumi jihad.. ?! Inilah yang belum pernah mereka lihat … generasi ini belum pernah melihat ada seorang Ustadz meninggalkan sekolahannya dan pergi ke bumi jihad! Mereka belum pernah melihatnya. Mereka belum pernah melihat seorang direktur perusahaan meninggalkan perusahaannya lalu pergi ke bumi jihad, mereka belum pernah melihatnya … mereka itu telah terdidik bahwa keberadaan orang-orang memacam itu di sini lebih bermanfaat daripada ribath, hijroh dan jihad fi sabilillah. Demikianlah mereka terdidik … jiwa kerdil … jiwa pengajar … jiwa aqidah telah hilang dari benak manusia. Bahkan kaum muslimin tidak mampu melihat kebenaran yang dahulu nampak kemilau.
Ketika mereka melihat ada seseorang yang meninggalkan pekerjaannya lalu pergi ke medan jihad, ada yang mengatakan: Dia ini tidak berakal, atau Dia ini ngawur, atau Dia ini tergesa-gesa, atau kata-kata yang lain-lain, Dia ini terlalu terbawa perasaan, dia ini orang baik tidak seperti orang biasa, perkataan semacam ini … dan menjadi baik. Dan menyambut seruan Alloh azza wa jalla itu menjadi sebuah aib dan cacat bagi para da’i.
* Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من خير معاش الناس -يعني أفضل حياة يعيشها الناس- رجل آخذ بعنان فرسه يطير على متنه كلما سمع هيعة أو فزعة طار إليها يبتغي الموت مظانة
Sebaik-baik kehidupan manusia itu adalah seseorang yang memegang kendali kudanya, setiap kali mendengar Hai’ah dan Faz’ah ia terbang ke punggung kudanya bergegas menujunya untuk mencari kematian di mana diperkirakan ada di sana. (HR. Al Bukhori dan Muslim).
Al Hai’ah artinya adalah suara perang, Al Faza’ artinya adalah sesuatu yang menakutkan. Setiap kali ia mendengar hai’ah atau faz’ah ia terbang ke sana artinya adalah dengan cepat .. cepat memberikan bantuan, mencari kematian di mana dia perkirakan ada kematian di sana. Di mana dia perkirakan ada kematian di sana ia pergi ke sana, karena dia mencari kematian itu. Maka manusia yang paling baik adalah mujahid … ibadah yang paling baik adalah jihad.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya: Amalan apa yang paling utama? Beliau menjawab: Beriman kepada Alloh. Kemudian ditanya lagi: kemudian apa? Beliau menjawab: Jihad fi sabilillah. (HR. Al Bukhori dan Muslim).
* Belumkah tiba saatnya jiwa ini bangkit dan bangun dari tidurnya?! Belumkah tiba saatnya bagi hati ini untuk sadar dari keter-ombang-ambingan kesesatan?! Demi Alloh seandainya sekarang ini jihad tidak fardlu ‘ain, pasti kejantanan itu akan mendorong kita untuk menghunus pedang dan terjun ke medan perang. Karena orang-orang yang jantan itu tidak akan mnerima hidup hina..
عـش عزيزا  أو مت وأنت كريم
    بين طعن القنا وخفق البنود
فروؤس الرماح أذهـــب للغيظ
     وأشفى لكيد صدر الحسود
Hiduplah secara gagah atau mati dalam keadaan mulia …
Antara tikaman dan kibaran bendera…
Karena mata tombak itu lebih dapat menghilangkan kemarahan…
Dan lebih dapat menyembuhkan tipu daya di dalam dada pendengki…
Adapun hidup hina, mati itu lebih baik daripadanya …
ذل من يغبـط الذليل بعيش
    رب عيش أخف منه الحمـام
من يهن يسهل الهوان عليه
      مـا لجـرح بميت إيــلام
أقـرارا  ألـذ فـوق شرار
    ومراما  أبغي وظـلمي يرام
دون أن يشرق الحجاز ونجد
      والعراقان بالقنا والـشـام
Kehinaan adalah kehidupan bagi orang yang menghendaki kehinaan …
Berapa banyal orang yang kematiannya itu lebih ringan baginya daripada hidupnya …
Orang yang telah mati itu tidak akan merasakan sakit pada lukanya …
Apakah ketenangan itu lebih nikmat di atas bara api …
Aku dikeroyok dan didholimi…
Sementara Hijaz dan Nejed tiada peduli …
Begitu pula Irak, Iran di Qona dan Syam …
Tidak ada harganya — demi Alloh — hidup hina. Bahkan orang yang hina itu tidak memiliki eksistensi baik di dunia maupun di akherat. Orang yang lemah dan hina itu jatuh nilainya di mata robbul ‘alamin, baik di dunia maupun di neraka pada hari qiyamat.
إن الذين توفاهم الملائكة ظالمي أنفسهم قالوا فيم كنتم قالوا كنا مستضعفين في الأرض قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها فأولئك مأواهم جهنم وساءت مصيرا إلا المستضعفين من الرجال والنساء والولدان لا يستطيعون حيلة ولا يهتدون سبيلا فأولئك عسى الله أن يعفوا عنهم وكان الله عفوا غفورا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:”Dalam keadaan bagaimana kamu ini”. Mereka menjawab:”Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata:”Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. (An Nisa’: 97-99)
* Apa gerangan yang terjadi pada umat Islam, sehingga kehinaan dapat merambah keseluruh sendi-sendinya dan kegelapan dapat meliputi seluruh sudut kehidupannya, apakah karena jumlah laki-lakinya sedikit?! Demi Alloh sesungguhnya para pelajar di universitas di negara manapun telah cukup untuk meraih kemuliaan selama beberapa abad ke depan … apakah menjadi syarat saya harus mengantongi ijazah falsafat atau sosiologi atau berbagai disiplin ilmu atau kimia atau kedokteran?! Sedangkan seorang wanita memberikan perintah-perintahnya di atas kepalaku … apa gunanya kedokteran jika yang berkuasa di dalam negeriku adalah seorang wanita Yahudi atau wanita Komunis atau yang lain?! … sungguh perut bumi benar-benar lebih baik daripada mukanya bagi kita … apa gunanya ijazah?!! Apa gunanya harta jika harga diri terancam harta benda dimusnahkan dan darah ditumpahkan?!! Sedangkan seorang pencuri dari kalangan pencuri yang berkuasa, datang pada malam hari kemudian mengetuk pintumu, lalu mengambil saudara perempuanmu atau ibumu dengan alasan mereka itu buron, dengan alasan keamanan, karena ada sesuatu pada diri mereka yang menyangkut keamanan?!!.. Apa gunanya hidup ini?!! Apa gunanya hidup ini?! Apa gunanya harta?!! Apa gunanya ijazah?!! Apakah ia adalah hari-hari yang dihitung dan ditulis?!! Ataukah ia adalah nafas yang keluar dan dihitung?!! Ataukah ia adalah tindakan yang dapat merubah sejarah, ataukah peristiwa yang dapat membangun kejayaan, ataukah darah yang dapat membangun kejayaan Islam..?!
* Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والذي نفسي بيده لولا أن أشق على المسلمين ما تخلفت عن غزوة تخرج في سبيل الله أبدا  ولوددت أن أقتل في سبيل الله ثم أحيا ثم أقتل ثم أحيا ثم أقتل
Demi (Alloh) yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya tidak memberatkan kaum muslimin aku tidak akan biarkan seorangpun tidak berangkat berperang fi sabilillah selamanya. Dan aku benar-benar berharap untuk terbunuh di jalam Alloh kemudian aku dihidupkan kembali kemudian terbunuh lagi kemudian dihidupkan kembali kemudian terbunuh lagi. (HR. Muslim)

* Suatu saat Anas bin An Nadlor datang kepada Umar bin Al Khothob rodliyallohu ‘anhu sementara itu para sahabat duduk dan mereka telah meletakkan tangan mereka pada waktu perang Uhud. Anas bin An Nadlor mengatakan kepada mereka: Kenapa kalian ini? Mereka menjawab: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah terbunuh. Maka Anas berkata: Apa lagi yang akan kalian kerjakan dalam hidup ini sepeninggal beliau?! Bangkit dan

berperanglah sebagaimana beliau berperang sampai kalian mati.
* Jangan engkau dengarkan. Sumbatlah telingamu dengan kapas apabila engkau duduk bersama orang-orang yang hanya bisa bicara saja, dan teruskanlah langkahmu, dan tanyakanlah kepada dirimu sendiri; Apa kewajibanku? Apa kewajibanku di dunia ini? Aku datang untuk satu tujuan saja, yaitu; supaya kalimatulloh tinggi, tujuan saya adalah untuk berjihad fi sabilillah, untuk membela agama Alloh, untuk membantu kaum muslimin yang berperang karena Alloh. Dan ini banar-benar ada, maka jangan sampai kalian kembali ke belakang dengan membawa kerugian.
* Di dalam hadits disebutkan:
إذا تبايعتم بالعينة وأمسكتم بأذناب البقر -يعني الإنتاج الحيواني, تربية المواشي- ورضيتم بالزرع  -يعني: الإنتاج الزراعي- وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى تراجعوا دينكم
Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah (riba), kalian telah memegangi ekor-ekor sapi — yakni peternakan, memelihara binatang ternak — dan kalian senang dengan perkebunan — yakni pertanian — dan kalian meninggalkan jihad niscaya Alloh akan menimpakan kehinaan kepada kalian yang mana kehinaan itu tidak akan dicabut dari kalian sampai kalian kembali kepada Agama kalian. (Shohih Al Jami’ Ash Shoghir, no. 324)

Oleh karena itu ketika terjadi peperangan antara umat Islam dengan bangsa lain, haram hukumnya menyibukkan diri dengan pertanian, industri dan peternakan … haram hukumnya meninggalkan jihad kemudian membangun pabrik tekstil atau pabrik sirup atau pabrik biskuit, sedangkan di sini, di Afghanistan dan di Palestina orang-orang pada mati. Tidak boleh, kenapa?! Karena biskuit kalian tidak berangkat ke sini, kenapa kalian tidak pergi ke Afghanistan?! Kenapa kalian tidak pergi ke Palestina?! Kenapa kalian tidak

pergi ke Philipina?! Ataukah karena Alloh yang berfirman:
افروا خفافا و ثقالا
Berangkatlah kalian baik dalam keadaan ringan maupun dalam keadaan berat…
… maksudnya hanyalah kepada penduduk Afghanistan saja, dan yang dimaksud bukanlah orang-orang Saudi yang mempunyai kesibukan. Sekarang, siapakah yang datang untuk berjihad, apakah para ulama’ telah datang untuk berjihad?! Apakah para qodli telah datang untuk berjihad?! Apakah para da’i telah datang untuk berjihad?! Apakah para dosen universitas telah datang untuk berjihad? Apakah para pemikir telah datang untuk berjihad?! Apakah para ahli bahasa telah datang untuk berjihad?! Apakah para khothib telah datang untuk berjihad?! Apakah para fuqoha’ telah datang untuk berjihad? Apakah orang-orang kaya telah datang untuk berjihad?! Apakah para saudagar telah datang untuk berjihad?! … siapakah orang-orang yang telah datang untuk berjihad…? Siapa? Semoga Alloh memberi balasan yang baik kepada para pemuda yang telah datang untuk berjihad? Apakah Alloh, robbul ‘alamin, mewajibkan jihad itu hanya kepada para pemuda yang masih belia saja? Sedangkan umat Islam yang lainnya dibebaskan semua? Engkau melajar arsitek untuk meraih gelar Doktor dibebaskan untuk tidak berjihad? Dibebaskan untuk tidak ikut wajib militer?! Sedangkan negara saja tidak akan membebaskannya untuk tidak ikut wajib militer kecuali hanya untuk mengundur waktunya saja, dia masih belajar maka ia diundur waktunya.
Kemana Kalian Akan Pergi?
* Wajib militer … engkau dapatkan seorang pemuda, ia pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, supaya diberi stempel, dipercaya dan diberi tanda tangan untuk dapat pergi ke Yordan, kenapa?! Atau ke Saudi atau ke tempat lain, atau ke Tunis atau ke Al Jaza-ir, untuk apa?! Hanya supaya mereka ditangguhkan untuk mengikuti wajib militer..?
Kalian berbuat seperti ini terhadap wajib militer yang ditetapkan oleh pemerintah? Namun terhadap wajib militer yang ditetapkan oleh robb-nya para penguasa, seluruh manusia bukan hanya meminta diundur akan tetapi mereka meninggalkannya sama sekali. Saya katakan kepadanya: Apakah engkau tinggalkan wajib militer yang ditetapkan oleh robbul ‘alamin namun engkau mau mematuhi wajib militer yang ditetapkan oleh pemerintah?! Apakah ini perbuatan orang berakal?! Bagaimana?! Kemana akal kalian?! Kalian wajib berangkat berperang?! Wajib sebagaimana sholat?!
* Adapun nerakan jahannam dan kematian yang lebih dekat daripada tali sandalnya, ia tidak memperdulikannya sama sekali. Bahkan sebagian orang dengan sukarela memberikan nasehat supaya engkau meninggalkan apa yang diwajibkan Alloh kepadamu!!!
Ia mengatakan kepadamu: Wahai saudaraku, selesaikan sekolahmu!
Wahai saudaraku, ke mana engkau akan pergi?!
Wahai saudaraku engkau berada di dalam salah satu benteng Islam di sini, di negerimu!
Wahai saudaraku, keberadaanmu di sini di universitasmu akan bermanfaat untuk negaramu!
Apabila engkau pergi meninggalkan negaramu untuk orang-orang sosialis, komunis, nasionalis dan freemasonry (zionis)!!
Ya .. memang jihad itu wajib, bukan hanya di Afghanistan saja, akan tetapi jihad itu wajib di setiap tempat, berjihadlah di sini, berjihadlah di Palestina. Mereka mengatakan: Wahai saudaraku, pergilah ke selain Afghanistan — sedangkan lisannya sepanjang lima jengkal — kenapa engkau tidak pergi ke Palestina saja?! Saya tidak tahu .. karena dia tahu bahwa dia tidak akan bisa pergi ke Palestina dan juga orang yang menasehatinya itu juga tidak dapat pergi ke Palestina.
* Oleh karena itu, ini semua adalah kewajiban yang terlupakan dan terabaikan. Kewajiban yang telah hilang dari kita sebagai kaum muslimin. Telah hilang dari benak manusia. Engkau dapatkan seseorang tinggal di negerinya dalam keadaan sejahtera, sehat tubuh dan akalnya, fisiknya utuh, muslim, mengerjakan sholat, qiyamullail dan puasa, namun ia tidak datang ke bumi jihad. Sedangkan dia adalah orang yang dihormati ditengah-tengah kaumnya. Di sisi lain, jika kaumnya melihat dia tidak berpuasa pada bulan romadlon, pasti akan jatuh martabatnya di pandangan mereka. Seandainya mereka melihatnya meninggalkan sholat pasti akan mereka campakkan, mereka tinggalkan dia. Namun jika dia tidak berjihad mereka tidak mencampakkannya dan tidak meninggalkannya … apa bedanya?! Sesungguhnya dosa orang yang tidak berpuasa itu lebih ringan — wallohu a’lam — di sisi Alloh daripada orang yang tidak berjihad fi sabilillah .. kenapa?! Karena orang yang tidak berpuasa hanya akan membahayakan dirinya sendiri, sedangkan orang yang tidak berjihad itu membahayakan dirinya dan umat Islam secara keseluruhan:
وما لكم لا تقاتلون في سبيل الله والمستضعفين من الرجال والنساء والولدان الذين يقولون ربنا أخرجنا من هذه القرية الظالم أهلها واجعل لنا من لدنك وليا واجعل لنا من لدنك نصيرا
Mengapa kalian  tidak mau berperang di jalan Alloh dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a:”Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau”. (An Nisa’:75).

selisai……



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: