Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » fiqh jihad » Jihad Bersama Orang-Orang Fajir

Jihad Bersama Orang-Orang Fajir


Jihad Bersama Orang-Orang Fajir

 


bahagian ke 3

* Jihad itu hukumnya wajib meskipun harus dilaksanakan bersama orang-orang fajir:
Kewajiban: Apa yang menjadi kewajiban? Yaitu berjihad bersama pasukan yang banyak berbuat dosa, bersama orang-orang yang banyak berbuat dosa. Inilah yang wajib dilaksanakan dalam kondisi seperti ini dan dalam semua kondisi yang semacam ini. Bahkan kebanyakan peperangan yang terjadi setelah masa khulafa’ rosyidin dilaksanakan dalam kondisi semacam ini. Wahai Robb kami bukakanlah ilmu dengan amal, dengan pemahaman agama untuk mereka. Ini adalah aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yaitu bahwasanya jihad harus dilaksanakan meskipun harus bersama dengan orang-orang fasiq dalam memerangi orang-orang kafir. Jihad harus dilaksanakan meskipun harus bersama dengan pasukan yang banyak melakukan dosa.

Dengarkanlah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Majmu’ Fatawa jilid 28 halaman 506-508: “Oleh karena itu diantara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah tetap berperang baik bersama orang baik maupun orang yang banyak dosanya. Karena sesungguhnya Alloh itu akan memperkokoh agama ini dengan orang-orang yang banyak dosanya, dengan orang-orang yang tidak mendapatkan apa-apa di akherat, sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Karena apabila perang itu tidak dapat dilaksankan kecuali bersama para pemimpin yang banyak melakukan dosa, atau bersama pasukan yang banyak melakukan dosa, pasti akan terjadi salah satu dari dua hal berikut: pertama tidak berperang bersama mereka yang kemudian akan mengakibatkan musuh berkuasa padahal mereka itu lebih besar bahayanya terhadap agama dan dunia, kedua tetap berperang bersama pemimpin yang banyak dosanya sehingga akan tertolak kejahatan yang paling besar dari dua kejahatan, dan tetap dapat ditegakkan mayoritas dari syareat Islam meskipun tidak dapat dilaksanakan seluruhnya. Inilah yang wajib dilakukan dalam kondisi semacam ini, dan dalam semua kondisi yang mirip dengan kondisi ini,
Bahkan kebanyakan peperangan yang terjadi setelah khulafa’ rosyidin pelaksanaannya adalah seperti ini.

Abu Dawud meriwayatkan di dalam Sunan-nya, bahwa Rosululloh shollalloh ‘alaihi wa sallam bersabda:

الغزو ماض منذ بعثني الله إلى أن يقاتل أخر أمتي الدجال لا يبطله جور جائر ولا عدل عادل
Peperangan itu akan terus berlangsung sejak Alloh mengutusku sampai umatku yang terakhir memerangi Dajjal, hal ini tidak dapat digagalkan oleh kejahatan orang yang jahat atau keadilan orang yang adil. (HR. Abu Dawud, lihat ‘Aunul Ma’bud Fi Syarhi Abi Dawud VII/205)

Dan juga hadits yang diriwayatkan dari banyak jalur, bahwasanya beliau bersabda:

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خالفهم إلى يوم القيامة

Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang dhohir di atas kebenaran, mereka tidak terpengaruh dengan orang-orang yang menyelisihi mereka sampai hari qiyamat. (HR. Muslim),

Dan nas-nas lain yang disepakati oleh Ahlus Sunnah Wal Jama’ah untuk diamalkan dalam masalah jihad melawan orang-orang yang harus diperangi bersama para pemimpin yang baik maupun pemimpin yang jahat.

(bersambung)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: