Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » AL IKHLAS

AL IKHLAS


AL IKHLAS

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Segala puji hanya milik Alloh, Robb jall wa ‘ala yang Menghidupkan dan Mematikan,Yang Maha Mengetahui yang tersembunyi,Yang Tidak Ada sekutu bagi_Nya.
Sholawat serta salam kami panjatkan kepada imaamul mursalin dan mujahidien Nabi Muhammada shallallohu ‘alaihi wa sallam,yang menerangi hati dan jiwa yang penuh kegelapan dengan Dienul Haq.
Alloh ‘azza wa jalla berfirman :

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya,maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan jangnlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabbnya” (AlKahfi : 110).
Ikhwanil kiraam,sungguh satu ni’mat yang begitu besar karena Alloh telah menganugerahkan keimanan,merasakan indahnya berpegang teguh di atas tawhed serta berjihad di jalan_Nya. Sungguh Alloh jalla wa ‘ala telah menganugerahkan kita pengetahuan tentang hakikat tawhed hingga kitapun dapat mengetahui kesyirikan,berlepas diri darinya dan para pelakunya serta memerangi mereka dalam rangka iqomatud dien.
Begitu nyata bagi kita kesyirikan serta para pelakunya hingga kitapun mengenalinya tapi mungkin kita tidak tau dan tidak dapat mengenali kesyirikan pada diri kita, yang mungkin juga kita menganggapnya sepele tapi pengaruh serta akibatnya begtu besar bagi kita, apalagi bagi seorang mujahid.

Rasululloh bersabda : “Sesungguhnya perkara yang aku takutkan menimpa kalian syirik ashghar (kecil), para sahabat berkata : ‘Apa itu syirik ashghar wahai Rasululloh?’, beliau menjawab ” arRiya‘” ( HR.Ahmad ).
Perkara ini ( Jihad ) adalah perkara yang agung dan mulia, maka sebisa mungkin menjauhinya dan jangan sampai amal kita ternodai oleh riya’, karena dengan riya’ perkara yang besar bisa menjadi kecil, Ibnul Mubarok rohimahulloh berkata :  “Berapa banyak amalan yang besar menjadi kecil di karenakan niat dan berapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena di niat”. Hal ini pun tidak dapat di pungkiri dalam jihad fie sabilillah, karena riya’ ibarat semut hitam yang berjalan di atas batu dalam malam gelap gulita, tidak terasa ya akhi! maka hati-hatilah.
Akheel kiraam, perbaikilah diri dan ikhlaskan niat dalam bertauhid dan berjihad karena Alloh Jall wa ‘Ala. Jangan sampai kita langkahkan kaki kita di medan jihad di karenakan keinginan kita terhadap dunia dan isinya atau di karenakan selain_Nya.

Alloh ‘Azza wa Jall berkalam :

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin di puji orang (riya’) serta menghalang-halangi dari jalan Alloh. Alloh meliputi segala apa yang mereka kerjakan” ( Al-Anfal : 47 )
“Kalian menginginkan harta benda duniawi, sedangkan Alloh menginginkan akhirat” ( Al-Anfal : 67 ).

Alloh Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dada-dada kita,sekecil apapun meski lisan kita berkata ikhlas, meski tubuh kita berada dalam barisan mujahid tapi sudahkah kita ikhlaskan niat kita karena Alloh smata?! bukan karena selain_Nya atau ingin mendapat ghonimah, kedudukan atau ingin di sebut sebagai mujahid?. Hakikatnya mujahid ialah setiap orang yang meniatkan/ikhlas berjihad karena ingin menegakkan kalimatul Haq meski berjihad sendiri maupun bersama, meski orang mengenalnya ataupun tidak. Sebagaimana Rasululloh bersabda :

“Barangsiapa berperang agar kalimat Alloh menjadi tinggi maka ia di jalan Alloh” ( HR.Muslim ).

Bebaskan diri dari riya’, karena itu mungkin perkara yang ringan tapi begitu sulit untuk kita hindari, dan mungkin sebagian dari kita terkadang lalai darinya karena begitu samarnya perkara ini ( riya’ ). Sahl bin Abdulloh At-Turtusi berkata : “Tidak ada sesuatu yang lebih sulit bagi jiwa dari pada ikhlas, karena jiwa tidak mempunyai kekuasaan terhadapnya”.
juga berkata Yusuf bin Al-Husain Ar-Razi :”Sesuatu yang paling sulit di dunia ialah ikhlas. betapa seringnya aku brusaha mati-matian untuk mngikis riya’ dari hatiku namun sepertinya riya’ tumbuh di hatiku dalam bentuk lain”.
inilah salaf yang begitu takutnya terhadap hal ini (riya’), lalu bagaimana dengan kita?!
Dalam satu riwayat ( HR.Muslim ) hadits yang panjang, 3 orang yang pertama kali di hisab salah satunya adalah seorang mujahid yang mati syahid tapi tidak di niatkan karena Alloh maka dia diseret di atas mukanya lalu di lemparkan ke neraka, wal’iyadzubillah wa nas_alallohul ‘afiyah.
bahkan Mu’awiyah radliyallohu ‘anh ketika di ceritakan kepadanya hadits tersebut menangis dan pingsan, ketika siuman ia berkata : “Sunggung benar Alloh dan Rasul_Nya” Alloh ‘Azza wa Jall berkalam “Barangsiapa menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan di rugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (Huud :15-16).
dengan ke ikhlasan niat kita dalam berjihad, maka akan mempengaruhi kita insya Alloh dalam menghadapi segala apapun resiko yang menimpa kita baik ketika tertawan ataupun menjadi mathlubin (DPO) karena Alloh lah yang akan menjadi penolong kita, adapun apabila niat kita tidak ikhlas maka Alloh berlepas diri dari kita “Aku berlepas darinya ( orng yang malukan riya’ ) dan ia menjadi milik orang yang ia brsekutu” (HR.Ibnu Majah).
Adapun jika jihad di campuri niat bukan riya’ misalnya ingin mendapat rampasan perang maka itu hanya mengurangi pahala dan tidak membatalknya secara total, Rasul bersabda : ” Jika para tentara mendapatkan rampasan perang, maka dua pertiga pahala mereka di segerakan. Jika mereka tidak mendapatkan sedikitpun dari rampasan perang, pahala mereka di sempurnakan untuk mereka” (HR.Muslim)
Jika kita sudah mengikhlaskan niat kita kemudian Alloh memasukkan pujian bagus untuk kita di hati kaum mu’minin lalu kita senang karena karunia Alloh dan rahmat_Nya serta gembira karenanya maka itu tidak menimbulkan mudzarat terhadapnya sebagaimana Rasul pernah di tanya orang yang mengerjakan kebaikan karena Alloh ia di puji manusia karenanya beliau menjawab : “Itulah kabar gembira orang mu’min yang di segerakan”.

Semoga Alloh memudahkan urusan kaum muslimin dan para mujahidien.
Semoga kita tetap istiqomah di atas jalan jihad fie sabilillah sampai kita meraih syahadah ( insya Alloh )
wahai Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas Dien_Mu dan dalam kta’atan kepada_Mu.
“Ya Alloh, sungguh aku meminta ampunan kepada_Mu dari dosa yang telah aku taubat kepada_Mu darinya, tapi aku mengulanginya lagi. aku meminta ampun kepada_Mu dari apa yang telah aku berikan untuk_Mu terhadap diriku, tapi aku tidak menepatinya. aku meminta ampunan kepada_Mu dari apa yang aku duga bahwa aku menghendaki keridloan_Mu denganya, kemudian hatiku bercampur denganya seperti Engkau ketahui”… aamien.

Wallohu ta’ala a’lam bishshowab.

Akhukum fillah wa uhibbukum fillah

Hamba Alloh yang lemah dan faqir

Fatih Abdurahman Hasan As-Sundee

(23 Jumadil Uula 1433H)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: