Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » Allaahumma Baariklanaa Fii Yamaninaa

Allaahumma Baariklanaa Fii Yamaninaa


اللهم بارك لنا في يمننا

نصرة لجند اليمن

Ya Allah Limpahkan Barakah Kepada Kami Dalam Yaman Kami

Pembelaan Bagi Tentara Yaman

Ditulis Oleh:

Abu Muhammad Al Maqdisiy

Hafidhahullah

Alih Bahasa

Abu Sulaiman

Segala puji hanya milik Allah, Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah…

Wa Ba’du:

Al Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya (1/333) dan Ath Thabrani dalam Al Mu’jam Al Kabir (11029) serta yang lainnya dari ibnu ‘Abbas berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

يَخْرُجُ مِنْ عَدَنِ أَبْيَنَ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا، يَنْصُرُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ، هُمْ خَيْرُ مَنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ

 “Akan muncul dari Aden Abyan dua belas ribu (tentara) yang membela Allah dan Rasul-Nya, mereka itu sebaik-baiknya orang antara aku dan mereka.”

Asy Syaikh Al Fadil Al ‘Allamah Sulaiman ibnu Nashir Al ‘Ulwan semoga Allah membebaskannya berkata tentang hadits ini: (Hadits ini isnadnya jayyid, dan para perawinya Laa ba-sa bihim (tidak ada masalah dengan mereka), telah diriwyatkan oleh Al Imam Ahmad dalam Musnadnya dan ibnu Abi Hatim dalam Al Jarh Wat Ta’dil juga Ath Thabraniy dalam Al Kabir (11/47) semuanya dari jalur Abdurrazzaq dari Al Mundzir ibnu An Nu’man Al Afthas, berkata: Saya mendengar Wahb menceritakan dari ibnu ‘Abbas, berkata: (dan ia menuturkan haditsnya terus berkata): dan diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Musnadnya (3/34) dari hadits Abdul A’la ibnu Hammad An Narsiy dari Mu’tamir ibnu Sulaiman, dari Al Mundzir dengannya.

Dan diriwayatkan pala oleh ibnu Adiy dalam Al Kamil (6/176) dan ibnul Al Jauziy dalam Al ‘Ilal Al Mutanahiyah (1/306) dari jalur Muhammad ibnul Hasan ibnu Atisy Ash Shan’aniy, dari Al Mundzir.

Sedangkan Muhammad ibnul Hasan itu diperselisihkan keadaannya, di mana ia dinilai tsiqah oleh Abu Zur’ah dan yang lainnya, namun dinilai dla’if oleh Al ‘Uqaili, Ad Daruquthniy dan yang lainnya, dan ia itu tidak menyendiri dengan (periwayatan)nya tapi telah meriwayatkannya selain dia juga dari kalangan huffadh dari Al Mundzir.

Sedangkan Al Mundzir ibnu An Nu’man Al Afthas: Abu Hatim berkata telah meriwayatkan darinya Mu’tamir ibnu Sulaiman, Hisyam ibnu Yusuf, Abdurrazzaq, Muhammad ibnul Hasan ibnu Atisy dan Mutharriif ibnu Mazin qadli shan’a, dan ibnu Ma’in berkata tentangnya “tsiqah”. Al Jarh Wat Ta’dil (8/242). Dan dituturkan oleh Al Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir (7/358) namun tidak menyebutkan jarh atau ta’dil tentangnya, dan ibnu Hibban menuturkannya dalam Tsiqat-nya.

Al Haitsami berkata dalam Majma Az Zawaid (10/55) diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Ath Thabraniy dan berkata (dari Aden Atiyan) sedang para perawinya adalah para perawi Ash Shahih selain Mundzir Al Aftas, sedangkan dia itu tsiqah.) selesai ucapan Syaikh semoga Allah meneguhkannya.

Dan sabdanya ‘alaihi ash shalatu wassalam هُمْ خَيْرُ مَنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ “Mereka itu sebaik-baiknya orang-orang antara aku dan mereka”; di dalamnya terdapat isyarat terhadap keshalihan mereka, ketaatan keagamaan mereka dan keterbaikan mereka yang dipersaksikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta keberadaan mereka sebagai sebaik-baiknya orang di antara beliau dengan mereka.

Dan ini bisa jadi isyarat kepada tempat; yaitu bahwa mereka itu sebaik-baiknya orang di antara tempat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu (Madinah) dengan Aden Abyan.

Atau isyarat kepada zaman dan tidak ragu lagi bahwa ini lebih agung; yaitu bahwa mereka adalah manusia terbaik antara zaman beliau dengan zaman kemunculan mereka. Wallahu a’alam bish shawab, maka itu adalah karunia Allah yang Dia berikan kepada yang dikehendaki-Nya.

Sebagian orang yang membahas hadits ini berkata bahwa di dalamnya terdapat isyarat yang halus bahwa khilafah itu akan berada di Aden Abyan dan Yaman menjadi pusat khilafah karena pasukan biasanya bergerak dari ibu kota khilafah; begitu mereka mengatakan; namun hal itu tidak mesti; akan tetapi bisa jadi hal itu bahwa Yaman membela Khilafah atau penduduknya dan bala tentaranya menolong kaum muslimin, atau ia menyiapkan pasukan semacam ini untuk menghadang musuh yang menyerang sebagian negeri kaum muslimin atau (untuk) menghancurkan penjajah atau (pemerintah) murtad… Hadits ini menguatkan apa yang akan datang dalam hadits-hadits yang lain perihal penyifatan Ahlul Yaman bahwa mereka itu pasukan bantuan tambahan bagi ahlul Islam dan anshar bagi ahlul haq, dan memang ahlul Yaman senantiasa seperti itu. Sungguh kami telah melihat pasukan bantuan tambahan mereka di Afghanistan dan Irak, dan di setiap kancah dari kancah jihad bisa dilihat gelombang mereka berdatangan untuk membela ahlul Islam seraya memiliki keistimewaan dengan sikap ghairah (cemburu terhadap dien), kekokohan dan cepat tanggap untuk membela ahlul islam. Dan hari ini gelombang dan pasukan mereka menjadi bertambah indah dengan keberhiasan mereka dengan bashirah dalam jalan kaum mu’minin dan memiliki kejelasan penilaian terhadap jalan orang-orang mujrim (kafir), juga kekomitmenannya dengan panji tauhid serta ketidak terpedayaannya dengan selainnya.

Dan telah ada di dalam hadits yang lain:

تُقَاتِلُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللهُ لَكُمْ ، ثُمَّ تُقَاتِلُونَ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللهُ لَكُمْ ، ثُمَّ تُقَاتِلُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللهُ لَكُمْ ، ثُمَّ تُقَاتِلُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللهُ لَكُمْ

“Kalian akan memerangi jazirah Arab dan Allah pun menaklukannya bagi kalian, kemudian kalian memerangi Persia dan Allah-pun menaklukannya bagi kalian, terus kalian memerangi Romawi dan Allah pun menaklukannya bagi kalian, kemudian kalian memerangi Dajjal dan Allah pun menaklukannya bagi kalian”. (Musnad Ahamd no. 1540)

Dan dalam satu lafadh:

تغزون جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُ اللهُ لَكُمْ

“Kalian menginvasi jazirah Arab dan Allah pun menaklukannya bagi kalian”.

Dan kita telah kembali kepada semula, di mana jazirah Arab telah dikuasai kaum murtaddun, dan di dalamnya orang-orang sekuler, salibis, orang-orang kafir dan orang-orang mulhid mendapatkan keamanan, sedang di dalamnya orang-orang yang bertauhid diperangi dan orang-orang shalih dibunuhi dan penjara-penjara mereka hari ini dipenuhi orang-orang yang bertauhid, dengan sebab (dosa) jihad mereka yang telah digugurkan dan diperangi oleh para penguasanya, dan para penguasa itu berwala kepada nasoro dan murtaddun. Walhasil bahwa jazirah Arab ini telah kembali butuh untuk ditaklukan lagi, dan hari ini hati kita merasa senang dengan panji yang bersih bagi saudara-saudara kita di Yaman sedangkan mereka termasuk orang yang berjihad di bawah panji tauhid dan selalu berupaya kepada hal seperti ini. Ooh seandainya yang dimaksud oleh hadits itu bukan mereka; maka siapa lagi? Maka semoga dan mudah-mudahan…

Di dalam Musnad Al Imam Ahmad dan Sunan Abi Dawud dari ibnu Hawalah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

سَيَصِيرُ الْأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونُوا جُنُودًا مُجَنَّدَةً جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ . قَالَ: ابْنُ حَوَالَةَ خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهَا خِيرَةُ اللهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ ، فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ ف؛ َعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ فَإِنَّ اللهَ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ

 “Urusan ini akan menjadi kepada keberadaan kalian menjadi pasukan yang berkelompok-kelompok, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman dan satu pasukan di Irak.” Ibnu Hawalah berkata: “Wahai Rasulullah pilihkan bagi saya bila saya mendapatkan hal itu.” Maka beliau berkata: “Hendaklah kamu bergabung dengan Syam, karena ia adalah pilihan Allah dari bumi-Nya di mana Dia mendatangkan kepadanya orang-orang pilihan-Nya dari hamba-hamba-Nya. Adapun bila kalian enggan maka hendaklah kalian bergabung dengan Yaman kalian dan mengambil air minumlah dari sumur-sumur kalian, karena sesungguhnya Allah menjaminkan bagiku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud no. 2483)

Di dalam hadits ini ada penjelasan bahwa akan datang kepada kaum muslimin suatu zaman di mana mereka menjadi pasukan-pasukan yang bertebaran di setiap negeri, maka kewajiban atas orang muslim yang jujur adalah bergabung dengan pasukannya di negerinya agar ia menjadi bagian dari tentara-tentara kaum muslimin yang berkelompok-kelompok (bertebaran); dan di dalam hadits disebutkan tentara Yaman… semoga Allah meneguhkan tentaranya dan membela mereka serta menjayakan dien dengan mereka.

Dan hari ini musuh-musuh agama merasa geram dan ketakutan dari tentara Yaman, sampai-sampai saya mendengar penegasan-penegasan para panglima pasukan salib belum lama ini yang menampakkan kekhawatiran dan ketakutan mereka dari apa yang mereka anggap bahaya yang merupakan ancaman hakiki terhadap kepentingan-kepentingan mereka, terutama karena mereka menganggap letak Yaman secara geografi berada pada letak yang sangat penting dan sensitif…

Laporan Kantor ASSOCIATED PRESS Amerika mengatakan: “Bahwa letak geografi Yaman dinilai sebagai hal yang sangat penting, di mana dahulu Yaman di saat Perang Dingin adalah wilayah yang menjadi persaingan antara USA dengan USSR (Uni Soviet)”. Dan seputar serangan-serangan udara yang di arahkan Amerika terhadap beberapa tempat di Yaman, Kantor berita itu mengatakan: “Yaman terletak pada titik strategi bagi pelayaran di laut Merah dan di Teluk Aden, dan begitu juga pada jalur yang menuju Terusan Suez, dan di sisi seberang terletak Somalia di mana kondisi di sana lebih kritis lagi”.

Oleh sebab itu bukanlah hal yang aneh bila sampai kepada telinga kita antara waktu ke waktu berita-berita tentang serangan-serangan udara Amerika yang intensif dan berputar-putarnya  berbagai pesawat mata-mata atau pengeboman beberapa tempat dengan rudal-rudal Cruz. Maka itu semua membuktikan dari satu sisi; rasa takut yang sangat yang dimunculkan keberadaan pasukan Yaman terhadap salibis dan sekutu-sekutu mereka, dan dari sisi lain membuktikan bahwa para penguasa di tempat itu itu sebagaimana di tempat-tempat kita yang lain pada hari ini mereka itu tidak lain adalah boneka-boneka Amerika yang tidak memiliki kendali dan tidak memiliki kekuasaan sedikit pun di tanah mereka atau di lautan mereka atau di kawasan udara mereka, kecuali dengan arahan dan pengaturan tuan-tuan mereka. Dan sudah bukan dianggap rahasia lagi bahwa Amerika telah memfokuskan terhadap kawasan ini dan mengontrolnya dari dekat serta mengirim kekuatan militer khusus untuk melatih pasukan pemerintah Yaman dan menyokong rezim murtad di sana dalam menghadapi orang-orang yang dinamakannya sebagai Teroris (Irhabiyyin).

Dan di sisi lain dijalin tawalli dan tanashur (saling membantu) di antara orang-orang kafir, yang telah difirmankan Allah tentangnya:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Dan orang-orang kafir sebagian mereka adalah pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kalian tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan kerusakan yang besar.” [Al Anfal: 73]

Dan sudah maklum bahwa bagi Yaman, tentara Yaman dan penduduk Yaman itu ada keutamaan-keutamaan khusus yang mendorong untuk berwala kepada mereka dan membela mereka, dan menyemangati untuk bergabung dengan mereka dan memperbanyak jumlah barisan mereka.

Sampai-sampai Al Imam Muslim membuat bab dalam shahihnya: (Bab Kebertingkatan Ahlul Iman dan keunggulan Ahlul Yaman di dalamnya).

-Di antara keutamaan mereka adalah hadits Jubair ibnu Muth’im dari ayahnya berkata: Tatkala kami berjalan bersama Rasulullah di jalan Mekkah tiba-tiba beliau berkata:

يَطْلُعُ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ، كَأَنَّهُمُ السَّحَابُ هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الْأَرْضِ

 “Akan muncul kepada kalian sekarang ahlul Yaman seolah mereka itu awan, mereka itu sebaik-baiknya manusia yang ada di bumi” (HR Ahmad no. 1613)

-Di antaranya hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ، هُمْ أَلْيَنُ قُلُوبًا وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً، الْإِيمَانُ يَمَانٍ، وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ، رَأْسُ الْكُفْرِ قِبَلَ الْمَشْرِقِ

“Telah datang kepada kalian Ahlul Yaman, mereka itu orang yang paling lembut hatinya dan paling tipis benak jiwanya, iman itu Yamaniy, hikmah itu Yamaniyyah dan fiqh itu Yamaniy, sedang kepala kekufuran itu adalah dari arah timur” (HR Muslim no. 52)

Al Baghawi berkata dalam Syarhus Sunnah (14/201,202): (ini adalah pujian terhadap Ahlul yaman karena kesegeraan mereka kepada keimanan dan baiknya penerimaan mereka terhadapnya). Selesai.

-Dan hadits ini memiliki tambahan yang dikeluarkan Al Imam Ahmad di dalam Musnadnya… bahwa seorang arab pedalaman datang kepada Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, terus ia berkata: Wahai Abu Hurairah sampaikan kepada kami hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: di antara

أَلَا إِنَّ الْإِيمَانَ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةَ يَمَانِيَةٌ وَأَجِدُ نَفَسَ رَبِّكُمْ مِنْ قِبَلِ الْيَمَنِ

 “Ingatlah sesungguhnya iman itu Yamaniy dan hikmah itu Yamaniyyah, dan saya mendapatkan nafas Rabb kalian dari arah Yaman”. (HR Ahmad: 10978)

Maka tambahan “dan saya mendapatkan nafas Rab kalian dari arah Yaman” adalah diperselisihkan perihal keshahihannya karena penyendirian syabib Abu Ruh, di mana tidak dinilai tsiqah kecuali oleh ibnu Hibban, sehingga di antara Ahlul Hadits ada yang menilainya shahih dan ada juga yang menilainya dlaif. Dan andai ia itu shahih maka takwilnya adalah apa yang dikatakan Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah dalam Al Fatawa: (…Sabdanya (dari Yaman) adalah menjelaskan maksud hadits, karena bagi Yaman itu tidak ada kekhususan dengan sifat-sifat Allah –ta’ala- sehingga hal itu diduga, akan tetapi dari (Yaman) itu telah datang orang-orang yang dicintai Allah dan mereka mencintai Allah, yang Allah firmankan tentang mereka:

مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ

 “Barangsiapa orang di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya.” [Al Maidah: 54]

Telah diriwayatkan bahwa tatkala ayat ini turun: Ditanya tentang mereka itu, maka beliau menuturkan bahwa mereka adalah kaum Abu Musa Al Asy’ariy, dan telah datang hadits-hadits shahih seperti sabdanya:

أَتَاكُمْ أَهْلُ اليَمَنِ، هُمْ أَضْعَفُ قُلُوبًا، وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً، الإِيمَانُ يَمَانٍ، وَالحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

“Telah datang kepada kalian Ahlul Yaman, paling tipis hatinya dan paling lembut benak jiwanya, iman itu Yamaniy dan hikmah itu Yamaniyyah.”

Dan mereka itulah yang telah memerangi orang-orang murtad dan menaklukkan banyak negeri, dan dengan mereka Ar Rahman melenyapkan berbagai kesengsaraan dari kaum mu’minin… selesai (6/388-389).

Al Qurthubi berkata dalam tafsirnya: “Diriwayatkan bahwa beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata: “Sesungguhnya aku benar-benar mendapatkan nafas Rab kalian dari arah Yaman”, di dalamnya ada dua takwil: Pertama: Bahwa ia adalah pertolongan (dari kesulitan) karena beruntunnya keislaman mereka dengan berbondong-bondong. Dan kedua: Maknanya bahwa Allah ta’ala melenyapkan kesulitan dari Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Ahlul Yaman di mana mereka itu adalah kaum Anshar.”

Dan Ibnul Atsir dalam An Nihayah 5/203: (Beliau memaksudkan Al Anshar dengannya, karena Allah melenyapkan dengan mereka kesulitan dari kaum mu’minin, sedangkan mereka itu adalah Yamaniyyun karena mereka berasal dari Azd).

-Dan hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah berkata:

الفَخْرُ، وَالخُيَلاَءُ فِي الفَدَّادِينَ أَهْلِ الوَبَرِ، وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الغَنَمِ، وَالإِيمَانُ يَمَانٍ، وَالحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

“Keangkuhan dan kesombongan itu pada Al Faddadin (para pemilik unta) Ahlul Wabr (penghuni kemah-kemah bulu unta), dan ketenangan itu pada para pemilik kambing, sedangkan iman itu Yamani dan hikmah itu Yamaniyyah.” (HR Al Bukhari no. 3499), Abu Abdillah berkata: Dinamakan Yaman karena ia adalah sebelah yamin (kanan) Ka’bah.

-Dan hadits ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan tangannya ke arah Yaman terus berkata:

الإِيمَانُ يَمَانٍ هَا هُنَا، أَلاَ إِنَّ القَسْوَةَ وَغِلَظَ القُلُوبِ فِي الفَدَّادِينَ، عِنْدَ أُصُولِ أَذْنَابِ الإِبِلِ، حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ فِي رَبِيعَةَ، وَمُضَرَ

“Iman itu Yamani di sana, ingatlah sesungguhnya kekerasan dan kekasaran hati itu pada Al Faddadin para penggembala sapi di mana munculnya dua tanduk setan di suku Rabi’ah dan Mudlar,” (Muttafaq ‘alaih)

-Dan di antaranya hadits Abdullah ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَفِي نَجْدِنَا؟ فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: «هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالفِتَنُ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

“Ya Allah limpahkan barakah bagi kami pada Syam kami, Ya Allah limpahkanlah barakah bagi kami pada Yaman kami.” Mereka berkata: “dan pada Nejd kami.” Maka beliau berkata: “Ya Allah limpahkanlah barakah bagi kami pada Syam kami, ya Allah limpahkan barakah bagi kami pada Yaman kami.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah ! dan pada Nejd kami,” maka saya mengiranya berkata pada yang ke tiga: “Di sana adalah gempa-gempa (goncangan-goncangan) dan fitan, dan di sana muncul dua tanduk setan” (HR Al Bukhari no. 7094)

-Dan di antaranya hadits Tsauban radliyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنِّي لَبِعُقْرِ حَوْضِي أَذُودُ النَّاسَ لِأَهْلِ الْيَمَنِ أَضْرِبُ بِعَصَايَ حَتَّى يَرْفَضَّ عَلَيْهِمْ

“Sesungguhnya aku di pinggir Haudl-ku menghalau manusia bagi Ahli Yaman seraya aku memukul dengan tongkatku…” (HR Muslim no. 2301)

An Nawawi rahimahullah berkata: “Ini adalah kemuliaan bagi Ahlul Yaman dalam pengedepanan mereka dalam meminum darinya; sebagai balasan bagi mereka dengan sebab kebaikan tindakan mereka dan keterdepanan mereka dalam keislaman, sedangkan Anshar itu asalnya dari Yaman, di mana beliau menghalau selain mereka sampai mereka minum sebagaimana di dunia dahulu mereka menghadang dari Nabi n musuh-musuhnya dan hal-hal yang tidak disukai.” Syarh An Nawawi ‘Ala Muslim.

-Dan hadits ‘Imran ibnu Hushain radliyallahu ‘anhu berkata: Datang Banu Tamim kepada Rasulullah, maka beliau berkata: “Bergembiralah” maka mereka berkata: “Engkau telah memberi kabar gembira kepada kami maka berilah kami,” maka wajah beliau berubah, kemudian datang ahlul Yaman maka beliau berkata:

يَا أَهْلَ اليَمَنِ، اقْبَلُوا البُشْرَى إِذْ لَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَمِيمٍ

“Wahai Ahlal Yaman terimalah kabar gembira karena Banu Tamim tidak menerimanya”.

Maka mereka berkata: “Kami telah datang untuk bertafaqquh dalam dien dan untuk bertanya kepada engkau tentang urusan ini”. (HR Al Bukhari)

-Dan hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّ اللهَ اسْتَقْبَلَ بِي الشَّامَ وَوَلَّى ظَهْرِي الْيَمَنَ وَقَالَ لِي: «يَا مُحَمَّدُ جَعَلْتُ مَا تُجَاهَكَ غَنِيمَةً وَرِزْقًا وَمَا خَلْفَ ظَهْرِكَ مَدَدًا , وَلَا يَزَالُ الْإِسْلَامُ يَزِيدُ , وَيَنْقُصُ الشِّرْكُ وَأَهْلُهُ حَتَّى تَسِيرَ الْمَرْأَتَانِ لَا تَخْشَيَانِ جَوْرًا» – ثُمَّ قَالَ -: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَذْهَبُ الْأَيَّامُ وَاللَّيَالِي حَتَّى يَبْلُغَ هَذَا الدِّينُ مَبْلَغَ هَذَا النَّجْمِ

 “Sesungguhnya Allah menghadapkanku ke Syam dan membelakangkan punggungku ke Yaman, dan Dia berkata kepadaku “Wahai Muhammad sesungguhnya Aku telah menjadikan apa yang di depanmu sebagai ghanimah dan rizqi bagimu, dan apa yang di belakangmu sebagai pasukan tambahan, dan senantiasa Islam terus bertambah dan syirik beserta ahlinya semakin berkurang sampai dua orang wanita berjalan seraya tidak takut kecuali terhadap kezaliman. Demi Dzat Yang jiwaku ada di Tangan-Nya tidaklah berlalu hari-hari dan malam-malam sampai dien ini mencapai apa yang dicapai bintang ini” (Dikeluarkan oleh Ath Thabraniy dalam Al Kabir (7642).

-Dan hadits Anas ibnu Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

قَدْ أَقْبَلَ أَهْلُ الْيَمَنِ وَهُمْ أَرَقُّ قُلُوبًا مِنْكُمْ ، فَهُمْ أَوَّلُ مَنْ جَاءَ بِالْمُصَافَحَةِ

 “Telah muncul datang ahlul Yaman, sedangkan mereka itu lebih lembut hatinya dari kalian” Anas berkata: Dan mereka itu adalah orang yang paling pertama kali datang dengan (adat) berjabat tangan.” (Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya, Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrid dan Abu Dawud)

-Dan telah datang dalam tafsir:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللهِ أَفْوَاجًا

Bahwa ia tatkala turun, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ قُلُوبًا، الْإِيمَانُ يَمَانٍ، الْفِقْهُ يَمَانٍ، الْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

 “Telah datang kepada kalian Ahlul Yaman sedang mereka itu paling lembut hatinya, iman itu Yamani, fiqh itu Yamani dan hikmah itu Yamaniyyah.” (Musnad Al Imam Ahmad no 7722).

-Dan dalam firman-Nya ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Maidah 54]

Telah muncul dalam sebab turun ayat ini dari ‘Iyadl Al Asy’ariy radliyallahu ‘anhu berkata: Tatkala ayat ini turun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan kepada Abu Musa Al Asy’ariy dengan sesuatu yang beliau bawa terus berkata: “Mereka itu kaum (orang) ini” (Dikeluarkan Al Hakim 2/313, ibnu Abi Syaibah dalam Musnadnya 12/125, dan ibnu Jarir dalam Tafsirnya.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah berkata dalam kitabnya (Al Jawabul Bahir fi Zuwwaril Maqabir):

(Sedangkan pasukan tambahan Yaman yang Allah ta’ala firmankan tentang mereka “Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai-Nya dan mereka mencintai-Nya” pada masa Abu Bakar dan Umar mereka datang berbondong-bondong dari Yaman untuk berjihad di jalan Allah) selesai.

Maka mari kita sambut gelombang-gelombang pasukan itu, kita sambut para pasukan tambahan itu, kita sambut dengan anshar mereka, dan kita sambut cucu-cucu mereka yang mata kita berbinar-binar dengan bermunculannya dakwah dan jihad mereka serta nampaknya panji mereka hari ini…

Dan keharusan bagi saya dengan datangannya kabar pasukan Yaman kepada kita pada  hari ini dan kejelasan panji mereka, (keharusan bagi saya); untuk mengobarkan semangat agar membela mereka dan saya menyerukan untuk menyokong mereka dan memperbanyak jumlah barisan mereka; dengan menuturkan lebih banyak lagi keutamaan-keutamaan mereka yang disebutkan oleh ‘Allamatul Yaman Asy Syaukaniy; di mana ia berkata: “Bila engkau telah mengetahui bahwa ayat ini turun berkenaan mereka dengan penjelasan hadits-hadits ini, maka ketahuilah bahwa ia telah mengandung banyak keutamaan bagi Ahlul Yaman:

Keutamaan Pertama: Kekhususan Ahlul Yaman dengan keistimewaan yang agung ini, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mendatangkan mereka di saat kemurtaddan kabilah-kabilah arab lainnya yang menghuni jazirah arab ini, maka sesungguhnya hal itu tidak terbukti kecuali karena kelebihan kemuliaan mereka, dan bahwa mereka itu adalah hizbullah (barisan Allah) di saat selain mereka keluar dari dien ini.

Keutamaan kedua: Firman Allah ta’ala “Kaum yang dicintai-Nya dan mereka mencintai-Nya” di mana tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi dari kemuliaan dan pengagungan dari Allah Subhanahu ini, karena orang yang dicintai Allah itu maka dia telah mendapatkan kebahagiaan yang tiada bandingannya dan mendapatkan kemuliaan yang tidak bisa disamakan dengan kemuliaan apapun, juga mendapatkan kemenangan yang tiada taranya, serta mendapatkan keagungan yang tidak terhingga.

Keutamaman Ketiga: Firman-Nya “dan mereka mencintai-Nya” ini adalah kemuliaan yang agung dan keutamaan yang indah, karena sesungguhnya keberadaan si hamba yang hina itu mencintai Rab-nya –azza wa jalla- adalah tujuan tertinggi dalam keimanan yang merupakan sebab kemenangan mendapatkan kenikmatan abadi dan sebab keselamatan dari adzab yang pedih. Sedangkan di antara besarnya kecintaan kepada Allah –‘azza wa jalla- dan bukti-bukti kebenaran kecintaan itu adalah ittiba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ucapannya dan perbuatannya, mentauladaninya dan mengambil tuntunan dengan tuntunannya yang mulia.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ

 “Katakanlah: Bila kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku tentu Allah mencintai kalian…” [Ali Imran: 31].

Barangsiapa mencintai Allah dan mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam; maka ia berhasil meraih kecintaan Allah –‘azza wa jalla- kepadanya, dan penghapusan dosa-dosanya serta naik derajatnya di antara hamba-hamba-Nya yang beriman.

Keutamaan Keempat: Firman-Nya “Lemah lembut terhadap orang-orang Mu’min” Maka sesungguhnya kelembutan sikap terhadap ahlul iman adalah tergolong sifat termulia kaum mu’minin dan keutamaan mereka yang paling agung, yaitu tawadlu yang dipuji Allah –azza wa jalla- dan Allah mengangkat derajat orang-orang-Nya, dan di dalam hal itu terdapat keselamatan dari bahaya yang banyak dari akibat sifat-sifat keburukan yang di antaranya kesombongan dan bangga diri.

Keutamaan Kelima: Firman-Nya “Keras terhadap orang-orang kafir” Maka sesungguhnya itu adalah pengaruh kekokohan di dalam dien dan keseriusan dalam penegakkannya, kebencian terhadap musuh-musuhnya dan sikap kasar terhadap orang-orang yang menentangnya.

Keutamaan Keenam: Firman-Nya subhanahu wa ta’ala “Mereka berjihad di jalan Allah” Karena sesungguhnya jihad adalah kepala kewajiban-kewajiban syar’iyyah, dan dengannya tegak pilar dien ini, naik ke atas urusannya, meluas terus lingkaran Islam ini dan terus mengecil sisi-sisi kekafiran serta roboh tiang-tiangnya.

Keutamaan Ketujuh: Firman-Nya –‘azza wa jalla- “dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela” dan ini adalah ciri ikhlas dan penegakkan karena Allah –‘azza wa jalla- serta ketidak pedulian dengan yang menyelisihi al haq dan menentang dien. Dan ia datang dalam bentuk nakirah pada konteks dan nafyu, sehingga ia mencakup segala celaan yang muncul dari semua orang yang suka mencela siapa saja dia, baik dia itu orang terpandang ataupun orang hina, baik dia itu orang dekat ataupun orang jauh. Dan alangkah menunjukannya keutamaan ini terhadap penegakkan mereka dalam setiap amar ma’ruf atau nahi munkar, penegakkan yang tidak terhalangi oleh gunung yang tinggi dan tidak terhambat oleh kondisi-kondisi yang mencekam.

Dan tatkala Allah –‘azza wa jalla- telah mengumpulkan bagi mereka keutamaan-keutamaan ini di dalam ayat yang mulia ini, maka Allah mengingatkan mereka terhadap besarnya pemberian dan agungnya kebaikan, maka Dia berfirman “Itulah karunia Allah, Dia berikan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah adalah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Di dalamnya ada isyarat bahwa Dia telah mengumpulkan bagi mereka dari karunia-Nya apa yang tidak Dia berikan kepada selain mereka dari hamba-hamba-Nya. Dan seolah hal itu adalah seperti jawaban terhadap orang yang ingin mendapatkan bagi dirinya apa yang telah mereka dapatkan dari keutamaan-keutamaan yang agung ini, atau orang yang menyaingi mereka di dalamnya atau hasud terhadap mereka atas hal itu.” Selesai dengan ringkas dari Al Qaul Hasan Fi Fadlaili Ahlil Yaman milik Asy Syaukani.

Maka keutamaan-keutamaan macam apa lagi yang manusia akan menandingi kalian di dalamnya setelah ini?! Wahai para cucu Anshar Rasulullah; bila kalian mengikuti jalan kakek-kakek kalian di dalam nushrah dien dan meninggikan panji tauhid ini di zaman yang mana manusia telah menelantarkan dien dan tauhid di dalamnya.

Dan apa yang bisa membahayakan kalian setelah keutamaan yang agung dan kemuliaan yang besar ini walaupun seluruh manusia di semua belahan bumi ini bersepakat untuk memperdaya dan membuat makar terhadap kalian?!

Maka bersegeralah dan singsingkanlah lengan kalian, semoga Allah melenyapkan dengan sebab kalian segala nestapa umat di zaman ini, sebagaimana Allah telah melenyapkan dengan kakek-kakek kalian nestapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semoga Allah subhanahu memenangkan dien ini dengan kalian sehingga kalian menjadi Ansharullah, sebagaimana leluhur kalian telah membela Nabi-Nya sehingga mereka pun menjadi Ansharullah. Dan mudah-mudahan Dia mempergunakan kalian di dalam menghancurkan kaum murtaddun zaman ini dan menaklukan negeri-negeri bagi kalian; sebagaimana para leluhur kalian telah memerangi ahli ar riddah terdahulu dan menaklukkan negeri-negeri…

Ya Allah, Wahai Penolong Islam dan pemeluknya berikanlah pertolongan kepada hamba-hamba-Mu al Muwahhidin di Syam-Mu dan di Yaman-Mu, dan di belahan timur dan di belahan Barat… Ya Allah satukanlah barisan-barisan mereka, persatukanlah di antara hati mereka, tepatkanlah tembakan mereka, tinggikanlah panji mereka, berikanlah tamkin kepada mereka, teguhkanlah mereka, gabungkanlah kami dengan mereka dan jadikanlah kami termasuk orang yang Engkau cintai dan mencintai Engkau. Serta Limpahkanlah ya Allah shalawat dan salam kepada Nabi-Mu, kepada keluarganya dan para sahabatnya…[1]

Ditulis oleh Abu Muhammad Al Maqdisiy

Syawwal 1431 H

Penerjemah: Abu Sulaiman 2 Muharram 1433 H.


[1] Dan untuk faidah: Asy Syaikh Al Fadlil Abu Mush’ab As Suriy semoga Allah meneguhkan dan membebaskannya memiliki tulisan berjudul (Mas-uliyyatu Ahlil Yaman Tijaha -13- muqaddasat Al Muslimin wa Tsarawatihim) yang diterbitkan di Al Minbar Al Mubarak ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: