Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Tokoh » Kisah Abu Jibril, dari Tentara dan Pemabuk Menjadi Pejuang Khilafah

Kisah Abu Jibril, dari Tentara dan Pemabuk Menjadi Pejuang Khilafah


Dikutip dari The SUN, Abu Jibril bercerita adiknya bunuh diri saat berusia 20 tahun, iapun kemudian menyibukkan dirinya dengan alkohol. “Suatu malam aku keluar dari sebuah klub malam di Stoke-on-Trent, dan aku sempoyongan di jalan. Kemudian seorang pengemudi taksi Muslim mendekati saya dan mulai berbicara tentang Islam, ” ceritanya.

“Saya tidak sedang mencari Islam, tapi Islam menemukan saya pada waktu yang tepat. Masuk akal bagi saya, sebuah persaudaraan akan selalu bersama.”

Ia kini berada dalam satu barisan dengan da’i Inggris Anjem Choudary yang dianggap sebagai ekstrimis oleh publik disana.

Pada Mei lalu, Abu Jibril terlihat dalam sebuah foto saat peringatan kematian “Usamah bin Ladin” di depan kedutaan Amerika di London. Mantan tentara ini mengatakan tentang Usamah, bahwa “Dia adalah orang yang mengagumkan.’

Paul Steven Mellor alias Abu Jibril menceritakan: “Saya dulu pergi ke gereja Inggris tiap sekolah Minggu ketika aku masih muda, tapi kekristenan benar-benar tidak masuk akal.”

Ayah dan ibunya bercerai, “Ibuku bekerja keras untuk membesarkanku. Aku masih tetap mencintai ibuku, meskipun kami tidak saling komunikasi.”

Paul meninggalkan sekolah pada usia 16 tahun, melewati lima GCSE, dan menyelesaikan pelatihan dasar militer di kamp Pirbright di Surrey. Angkatan Darat Inggris mengkonfirmasi bahwa dia pernah bertugas bersama Penjaga Irlandia antara tahun 1988 dan 1997.

Ia juga mengatakan; “Saya benar-benar menikmati waktu saat saya di Angkatan Darat, saya berkeliling dunia bersama mereka…”

Abu Jibril juga mendukung serangan 11 September yang dilakukan Al Qaidah, dia berkata: “Saya memahami para saudaraku mengapa mereka melakukan itu. Mereka benar-benar tepat mengapa mereka melakukannya…”

Bulan Juli lalu, para aktifis Muslim berkampanye penegakkan Syariah Islam di Waltham Forest, London Timur agar hukum Islam ditegakkan di wilayah itu. Abu Jibril menyatakan dirinya juga setuju dengan hukum Islam: “Saya setuju dengan potong tangan untuk pencuri dan rajam untuk pezinah. Orang-orang mengatakan itu sistem barbar, tapi itu akan menghilangkan penyakit sosial masyarakat…”

Dalam demonstrasi Sabtu kemarin, Choudary mengatakan dihadapan khalayak: “Di barisan kami terdapat mantan Angkatan Darat Inggris, selanjutnya kami ingin ada polisi disini..”

Islam Will Dominate. [muslimdaily.net]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: