Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » RANGKUMAN DARI PELATIHAN SECURITY DAN INTELEGEN

RANGKUMAN DARI PELATIHAN SECURITY DAN INTELEGEN


بسم الله الرحمن الرحيم

 

Pendahuluan

Ini adalah Ragkuman terjemah bahasa Inggris (bahasa Indonesia –pent) yang berasal dari catatan pelatihan para Mujahidin dalam bahasa Urdu. Pelatihan ini dirancang dan ditujukan kepada ikhwan-ikhwan yang akan bergerak di daerah yang beresiko tinggi. Pelatihan berfokus pada masalah Security dan Intelejent. Karena tujuan utama kami di sini yakni hanya untuk memberikan gambaran bagaimana melakukan pengamanan (security) semaksimal mungkin, maka kami memutuskan untuk tidak merinci mengenai masalah intelejen secara mendalam.

Manual (baca Buku Panduan -pent) yang dipelajari ini berasal dari Manual Intelejent Pakistan. Sehingga beberapa topic akan berfokus pada kondisi di Pakistan. Walaupun demikian tidaklah menjadi masalah karena  hampir semua basic (dasar) dari Pelatihan Security dan Intelejen itu sama. Entah itu di Arab maupun di Khurosan, baik berbahasa Arab maupun berbahasa Phasto dan Urdu.

Masalah security adalah sesuatu yang dapat berubah secara radikal (mendadak dan drastis) lagi fleksibel. Hal itu bergantung pada Negara, kota dan tempat dimana seseorang melakukan urusan. Bahkan sampai bervariasi dari satu orang dengan orang lain. Karenanya mustahil untuk memberikan pelatihan security secara luas lagi mendetail.

Maka tujuan dari penerbitan pelatihan ini dalam bahasa Inggris (bahasa Indonesia -pent) adalah untuk memberikan gambaran umum mengenai “Prinsip Dasar Dalam Security (Keamanan)”. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh para ikhwan baik di Amerika, Eropa, Indonesia dan dimanapun mereka berada; Sehingga dapat digunakan untuk menyusun sebuah “standar keamanan mereka sendiri”  yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan mereka berada.

Security Dalam Sebuah Negara Dapat Dibagi Dalam Dua Cabang:

1.       Internal Security.

2.       Eksternal Security.

 

1.     Internal Security:

Tugasnya yakni untuk mengendalikan ketegangan di dalam negri, demonstrasi, bahkan pemberontakan. Garis pertahanan pertama (garis terluar), dalam masalah internal security sebuah Negara yakni Polisi, yang tugasnya untuk membatasi kejahatan. Lalu garis berikutnya yakni ranger / paramiliter (semisal Brimob di Indonesia -pent). Peran mereka adalah untuk melindungi berbagai wilayah di negeri itu dan untuk memantau siapa dan apa saja yang keluar-masuk dari area tertentu. Selain itu mereka juga digunakan untuk memecah kerumunan massa ketika terjadi demonstrasi brutal dan kerusuhan.

Satu hal yang harus kita ketahui, bahwa jika Polisi atau Ranger itu tulus dan jujur dalam bekerja maka kita pasti akan memperoleh keadilan. Namun jika mereka mengambil suap, korupsi dan tega menginjak orang lain untuk mendapat kenaikan jabatan. Maka tunggulah, pemberontakan pasti akan terjadi di negeri itu.

Sebuah contoh dari pemerintahan yang baik yakni Pemerintahan Tholiban di Afghonistan. Hukum yang diterapkan dan ditegakkan di negeri itu yakni Syariat Islam –amar ma’ruf nahi mungkar- (memerintahkan kepada kebaikan dan melarang kemungkaran / kejahatan. Inilah dasar dari taqwa yakni menjalankan perintah Nya dan menjauhi laranganNya. Dimana setiap yang diperintahkan Alloh pasti mengandung kebenaran, dan setiap yang dilarang pasti mengandung kemadhorotan, kejahatan dan kemungkaran.- pent). Ketahuilah bahwa taqwa tidak datang karena pekerjaan, tapi berasal dari iman. Jika Polisi memiliki iman maka akan menuntunnya untuk bertaqwa. Dan ketaqwaan akan mengantarkan kepada keadilan di muka bumi.

Ada perbedaan tingkatan dari iman. Pertama yakni menghentikan kemungkaran dengan tangannya. Kedua menghentikan kemungkaran dengan lisannya. Ketiga dan paling rendah yakni membenci kemungkaran dengan hatinya. Alhamdulillah, Tholiban telah menerapkan tingkat yang pertama. Dan inilah yang menjadi alasan mengapa semua orang-orang kafir di dunia bersatu lalu mencoba untuk meruntuhkannya.

 

Garis pertahanan selanjutnya yakni Tentara (Army) yang terbagi menjadi Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Tentara focus pada keamanan eksternal (serangan dari luar negri). Namun ada satu bagian dari tentara yang berkaitan dengan keamanan internal (dalam negri) juga. Di Pakistan mereka disebut FIA. Mereka adalah musuh utama dari mujahidin. Target utama dan focus kerja mereka yakni untuk mencari orang yang memiliki ideology jihad (mungkin di Indonesia mereka sejenis Kopasus dan Densus 88. Karena bila kita melihat track record mereka, hampir sama dan serupa dengan FIA –pent). Bahkan hanya untuk mencari satu orang yang memiliki ideology jihad mereka rela mengerahkan seratus orang untuk melacaknya. Alasan utama mereka melakukan ini yakni karena anggapan mereka, bahwa orang yang memiliki ideology jihad sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pemberontakan. Contohnya Syaikh Usamah bin Laden (semoga Alloh menerima kesyahidannya) yang memutuskan melakukan sesuatu untuk Dien yang Agung ini. Namun, ini telah menyebabkan ketakutan yang besar dalam jajaran orang-orang kafir. Beliau hanyalah satu orang, yang dengan langkah-langkah kecilnya dapat menggoncangkan singgasana para Thowaghit dan mengumpulkan para Ksatria dalam satu bendera Tauhid. Hal ini seperti tetesan kecil air hujan yang akhirnya menyebabkan terbentuknya sungai. Dan dari hal itu, kita dapat menarik sebuah prinsip yang sangat penting yakni “Benefical work is something that you can continue in it”.

2.     Eksternal Security:

Prioritas utama jenis keamanan ini adalah untuk menjaga setiap rahasia negara agar tidak bocor ke dunia luar. Prioritas kedua adalah untuk mencuri rahasia negara lain. Badan yang menangani hal ini di Pakistan yakni ISI (di Indonesia yakni BIN -pent).

Ada sebuah kisah mengenai ISI yang berkaitan dengan keamanan nuklir di Pakistan. Salah satu kerugian terbesar yang pernahdialami ISI dan Pakistan yakni ketika bocornya informasi tentang nuklir mereka. Informasi ini di jual oleh Dr. Abdul Qodir Khan kepada Israel dan India sehingga mereka berencana menyerang instalasi nuklir Pakistan. Sedangkan prestasi mereka yang paling terkenal yakni pada tahun 1991. Yakni ketika Israel dan India ingin melakukan serangan terhadap pabrik nuklir di Pakistan menggunakan Jet tempur dan serangan udara lainnya. Namun, rencana mereka gagal karena 12 jam sebelum dilakukannya eksekusi rencana ini dibocorkan kepada ISI oleh seseorang dari Iroq atau Iran. Maka pemerintah Pakistan pun menyiagakan pasukannya untuk kemungkinan terjadinya serangan.

Tetapi ironinya, pembatalan misi yang dilakukan oleh Israel dan India dikarenakan mereka mendapat bocoran dari salah seorang intelejen Pakistan, mengenai pihak Pemerintah Pakistan yang telah mengetahui rencana mereka dan bersiap untuk menangkis serangan.

 

Maka dari itu, kita harus memahami bahwa setiap badan intelejen pasti akan berusaha menyusupi badan intelejen lainnya. Hal ini berlaku pula ketika mereka berusaha menyusupi mujahidin dan sebaliknya. (Kita dapat melihat salah satu kisah ikhwan kita Abu Dujanah atau Samir Khan dsb -pent).

 

Bekerja Dalam Kelompok

 

Dimana Intelejen Beroperasi?

Hal yang paling penting dan umum dilakukan dalam intelejen yakni membuat penyamaran. Dan penyamaran yang sering dilakukan oleh agennya yakni bekerja yakni menjadi seorang jurnalis atau wartawan dan sejenisnya. Atau terkadang merekrut seseorang semisal sopir Taxi, pemilik toko, dsb. Namun yang paling umum dilakukan yakni menjadi wartawan. Sebagai contoh Daniel Pearle, yang merupakan agen Badan Intelejen Amerika (CIA). Dengan menggunakan penyamaran ini, memungkinkan dia leluasa pergi kemanapun dan tanpa dicurigai siapapun. Ini merupakan penyamaran yang sempurna. Bahkan ketika dia melakukan penyelidikan dan melontarkan pertanyaan yang sensitive lagi berbahaya. Maka hal itu tidak akan membahayakannya, karena dia dapat beralasan bahwa dia hanyalah seorang jurnalis yang ingin mendapatkan cerita atau berita secara utuh dan mendetail.

Alasan yang lainnya yakni Jurnalis atau wartawan adalah profesi yang terhormat. Dan juga dapat memberi kesempatan untuk bergaul dengan para birokrat dan pejabat senior dari Negara manapun yang dilakukan interview dengannya atau konferensi pers yang dihadirinya. (kita dapat melihat hubungan Densus 88 dengan TV ONE –pent).

 

Personal Security:

Salah satu peran utama dari berkelompok atau berjamaah, apapun kelompok itu yakni untuk melindungi anggota kelompoknya. Dan dari seluruh jenis kelompok dalam sebuah organisasi, ikhwan-ikhwan yang berada dalam kelompok intelejent-lah yang paling penting. Alasan utamanya yakni merekalah yang memiliki informasi rahasia tentang misi dan data-data sensitif lainnya.

Dalam sebuah kelompok terdapat 2 macam jenis anggota:

1.       Anggota terbuka yakni bagian orang-orang yang dikenal dan berhubungan dengan masyarakat. Semisal para pengendali kelompok, perekrut, pelatih, dai, dll.

2.       Anggota rahasia yang bertugas mengumpulkan data-data intelejen, ikhwan-ikhwan yang melakukan sebuah operasi khusus semisal ightiyal, dll.

Sebagaimana disebutkan di atas, penggerak sebuah kelompok adalah anggota intelejennya. Maka penting bagi mereka untuk menggunakan alibi atau penyamaran yang berbeda dan sempurna. Karena target dari intelejen kafir yakni untuk mendapatkan ikhwan-ikhwan mujahidin yang bergerak di bidang intelejen. Karena ikhwan-ikhwan inilah yang memegang kunci dan berbagai informasi penting lainnya. Maka sangat penting bagi ikhwan-ikhwan tersebut membuat penyamaran / alibi se sempurna mungkin.

Dalam beberapa kesempatan, ikhwan mujahidin yang menjadi anggota intelejen akan bekerja sendirian. Namun, diwaktu yang lain dia akan diminta bergerak dalam sebuah kelompok. Tergantung untuk tujuan yang mana dia direkrut.

 

Kualitas Dari Seorang Anggota Kelompok:

i)        Muslim.

ii)       Memiliki beberapa jenis atau jenjang pendidikan dan keahlian: Ini memungkinkan dia untuk lebih mudah dan lebih cepat dalam mengerti dan memahami sesuatu. Bisa berasal dari jenis pendidikan sekuler (sekolah dan perguruan tinggi) atau Islamis (pesantren dan madrasah) {– yang terpenting loyal dengan Islam dan jihad, -pent-}. Dan idealnya dia berasal dari dua jenis pendidikan ini (sekolah nyambi nyantri –pent). Namun sangat sulit menemukan orang seperti ini. Dan ingat bila kita telah mendapatkan jenis ini, kita harus berhati-hati dalam merawatnya.

 

iii)      Dia harus bersedia bekerja karena Alloh untuk Dien ini dan untuk membantu umat ini: kualitas ini yang sangat penting, karena inilah yang akan menjadikannya loyal terhadap kelompok.

Kita harus paham bahwa puncak Islam adalah jihad, karena itu kita harus mengharapkan setan berusaha dengan sangat keras menjauhkan kita dari jalan ini. Contohnya dengan melalui jalan ini menyebabkan dirinya dan keluarganya sulit dan bermasalah. Namun, seorang mujahid sejati tidak akan membiarkan hal ini menghalanginya dari jihad. Karena dia paham bahwa dengan dirinya tidak berjihad maka akan ada 1000 keluarga muslim yang menderita di tangan orang-orang kafir. Sedang jika dia pergi berjihad mungkin hanya akan ada satu keluarga yang akan kesulitan yakni keluarganya saja.

iv)      Ikhwan yang telah tertarbiyah : artinya ikhwan tersebut telah memahami ideology dan methodology dalam  Islam dan Jihad. Sehingga dia bersedia dan rela mengorbankan segalanya untuk ideology ini.

“Seseorang yang telah difocuskan pada sasarannya maka akan mengabaikan kondisi dirinya.”

Artinya dia akan terus berdiri kokoh di atas jalannya, baik jalan itu mudah maupun sulit. Kita dapat menguji kualitas ini dengan menempatkan ikhwan tersebut pada kondisi alam yang buruk (missal melakukan perjalanan jauh lalu melalui area-area yang sulit dan dalam kondisi alam yang buruk -pent). Hal ini untuk melihat apakah ikhwan tersebut dapat istiqomah walau dalam kondisi yang sulit dan tetap mengerjakan lagi focus terhadap tugas yang diberikan. Kita juga dapat mengamati apakah ia akan tetap mematuhi perintah dari pemimpinnya, ketika perintah itu tidak disenanginya atau ketika dia dalam kondisi yang terjepit.

Hal ini penting untuk mengajarkan si ikhwan agar tidak terikat dengan sebuah rutinitas. Misalnya makan di waktu tertentu, tidur pada waktu tertentu, dsb. Karena ketika mujahid bekerja di daerah yang memiliki resiko yang tinggi, maka dia harus meninggalkan seluruh rutinitas itu. Karena rutinitas yang dilakukan dapat dijadikan celah untuk musuh menyerang.

v)       Kecerdasan dan keyakinan (keimanan) : Hal ini sangat berguna jika kita dihadapkan pada pihak berwenang dan bertemu dengan intelejen. Karena dengan hal ini (kecerdasan dan keyakinan –pent) tidak akan membuatnya gugup bahkan merusak operasi yang dijalankan.

vi)      Harus loyal atau setia : Jika Si Ikhwan tidak memiliki kualitas ini, maka ada kemungkinan dia akan bekerja pada musuh di keesokan harinya. Apalagi jika dia ditawarkan dan tertarik pada uang dan dunia.

Ada sebuah kisah yang berkaitan dengan hal ini yakni penangkapan Syaikh Khalid dan seorang ansar dari Pakistan. Beliau adalah seorang mujahid senior yang tertangkap di Pakistan. Beliau berjuang dan berjihad melawan Rusia bersama seorang ansar dari Pakistan. Pada sebuah pertempuran beliau kehilangan salah satu kakinya. Mereka berdua (beliau dan ansor tsb) menghabiskan waktunya bersama-sama.

Pada suatu hari Si ansor ini mengetahui bahwa kepala Sang Syaikh dihargai sangat mahal oleh musuh. Meskipun Si ansor telah bertahun-tahun mengiringi jihad dan hidup bersama Sang Syaikh. Tetapi setan tetap menggodanya dengan harta dan uang. Setan membujuknya untuk mengambil reward / imbalan uang yang ditawarkan pemerintah dengan menyerahkan Syaikh Kholid dan diapun akhirnya terperdaya dengan rayuan setan.

Maka disusunlah rencana untuk menyerahkan Syaikh Kholid. Si ansorpun pergi menemui seorang perwira senior militer di daerahnya dan menyatakan tujuannya. Yakni jika perwira ini setuju untuk membagi uang reward 50:50, maka dia akan memandu petugas ke tempat persembunyian Syaikh lalu menangkapnya.

Namun, ketika mendengar hal ini sang petugas malah sangat marah kepadanya lalu menyuruhnya untuk takut pada Alloh dan melarangnya membantu Amerika. Petugas ini terus memarahinya dan menyuruhnya untuk mengurungkan niatnya itu.

Setelah 10 hari, Si Ansor ini sekali lagi mulai memikirkan uang imbalan yang sangat besar. Maka dia pun pergi ke petugas yang lebih senior dari petugas sebelumnya. Petugas inipun menyetujui gagasan Si Ansor lalu pada akhirnya melakukan pengepungan dan berhasil menangkap sang Syaikh. Dan Syaikh Kholid pun di serahkan kepada Amerika.

Setelah beberapa hari, Si ansor inipun pergi menemui menemui petugas senior itu dan menanyakan uang yang telah dijanjikan kepadanya. Namun yang mengejutkan petugas ini malah menangkapnya dengan tuduhan telah mendukung dan membantu teroris. Sungguh ironi sekali.

Inilah konsekuensi dan akibat bagi Si ansor itu. Dia diserahkan kepada Amerika dan dikirim ke Cuba (Guantanamo -pent).

Lihatlah kerugian ini !!! Dia tidak mendapatkan akhirot dan tidak pula mendapatkan dunia.

Ini adalah pelajaran berharga untuk setiap mujahid, yakni “Hanya karena anda pernah berjihad atau sedang berjihad hari ini, bukan berarti setan akan meninggalkan anda sendirian. Sebaliknya, dia malah akan bekerja lebih keras menggoda anda, seakan-akan dia belum pernah menggoda anda sebelumnya.”

vii)     Tidak keras kepala.

viii)    Seseorang yang tidak menimbulkan masalah di antara ikhwan-ikhwan yang lain. Karena ini bisa mempengaruhi cara kelompok ini beroperasi dan dapat mempengaruhi rencana yang telah disusun.

ix)      Seseorang yang tidak serakah dan tidak cinta dunia (hubud dunya): Karena ini bisa membuka pintu bagi musuh untuk membelinya.

x)       Seseorang yang tidak terlalu banyak bertanya : Membuatnya hanya memiliki sedikit informasi. Sehingga jika dia tertangkap dan dipaksa mengungkap seluruh informasi yang dimilikinya. Tidak akan menimbulkan kerusakan yang terlalu fatal pada kelompok. Dan kerusakan itupun dapat di batasi dan di tekan. “Informasi Seperlunya”

xi)      Seharusnya seseorang yang tidak terlalu banyak bicara: Karena bocornya informasi biasanya karena terpelesetnya lidah ketika berbicara.

Dokumen Kelompok.

Hal ini termasuk nama ikhwan, tujuan kelompok dan rencana kedepan (visi dan misi), dll. Semua itu bisa dalam bentuk: File, CD / disk, audio, video atau gambar. Mereka seharusnya tidak diletakkan dalam satu tempat (letakkan terpisah –pisah –pent). Ada beberapa jenis dari file:

1)       Normal File: Ini berisi catatan biaya kelompok, misalnya makanan, bensin, biaya dokter, dll.

2)       File Terlarang (Confidental File): Berisi rahasia dasar kelompok dan nama-nama anggota kelompok.

3)       File Rahasia (Secret File): Berisi nama-nama beberapa pimpinan dan ikhwan-ikhwan yang memilik pekerjaan tingkat rendah di area sensitive.

4)       File Sensitif ( Sensitif File): Berisi perencanaan kelompok, nama-nama donator dana, tujuan dari kelompok dan kebijakan yang diambil.

5)       File Sangat Rahasia (Top Secret): Ini berisi informasi data pribadi ikhwan-ikhwan di bagian intelejen, di mana mereka bergerak, laporan VIP dan informasi yang sangat beresiko.

Jika  file Normal / Confidental / Secret File hilang maka harus dilakukan penyelidikan. Ikhwan yang bertugas memegang file atau pihak yang bertugas harus dilucuti dari tanggung jawab itu dan dicopot dari jabatannya. Tidak ada hukuman berat. Namun, jika file Sensitive dan Top Secret hilang maka harus dilakukan penyelidikan penuh. Setelah diselidiki, jika terbukti bahwa individu mengkhianati kelompok (ia menjadi pengkhianat), maka ia harus dieksekusi. Hal ini harus dilakukan secara rahasia dan kejahatannya tidak harus diungkapkan ke seluruh kelompok.

File tidak boleh dipinjamkan atau dititipkan ke ikhwan lain, kecuali ada perintah. Jika ada file yang dikirim kepada anda dan anda tidak tahu mengapa dan bagaimana itu sampai ke anda, maka laporkanlah  ke ikhwan-ikhwan senior. Jika anda melihat ada ikhwan yang sembarangan menaruh dan meninggalkan sebuah file. Maka ambilah file tersebut dan bawalah ke ikhwan-ikhwan senior. Agar merekalah yang menegur ikhwan tersebut. Jika ada file yang hilang maka buatlah informasi yang ada dalam file itu aman. Misalkan file yang hilang itu berisi informasi tempat penyimpanan senjata, maka segeralah pindahkan senjata tersebut.

Mentransfer atau Memindahkan File.

Pertama kali anda harus mengecek perlukah mengirim file tersebut. Jika situasi memungkinkan, maka anda harus mengambil tanda tangan dari penerimanya untuk mengkonfirmasi bahwa data telah dikirim kepadanya. Hal ini berlaku untuk semua jenis file, seberapa banyak jumlah file, dll. Jika file yang dikirim sangat penting maka bagilah file menjadi 3-4 bagian dan dikirim secara bertahap. Jadi, jika salah satu bagian file hilang atau disadap maka tidak akan mengakibatkan hilangnya seluruh file dan informasi yang didapat musuh tidak sempurna.

Ikhwan yang mengirim file harus tahu apakah file yang dibawanya penting atau tidak (agar dia dapat melakukan langkah-langkah security yang sesuai). Dia juga harus menghafal informasi tujuan akhir seperti nama ikhwan, alamat, dll. Jika harus dan terpaksa dia menuliskannya, maka harus dipastikan bahwa semua informasi telah dikodekan dengan baik.

File Normal dapat dikirim oleh rata-rata ikhwan yang ada. File Terlarang dan Rahasia harus dikirim oleh ikhwan yang dapat diandalkan dan terpilih saja. Untuk File Sensitiv dan Top Secret seharusnya tidak boleh dikirim ke siapapun.

Cara Untuk Menghancurkan File.

Potong kecil-kecil file tersebut lalu bakarlah. Setelah menjadi abu tuangkan air diatasnya. Jika kita menggunakan pena untuk menulis di kertas atau buku, maka pastikan untuk menghancurkan 3-4 halaman di bawah kita menulis (karena biasanya tulisan tercetak pula pada beberapa halaman berikutnya –pent). Cobalah untuk membiasakan diri menggunakan sarung tangan ketika menyentuh file-file tersebut. Agar ketika file jatuh ke tangan musuh mereka tidak dapat mengambil sample DNA apapun di sana.

Dasar-dasar Identifikasi dokumen.

Jangan pernah menyimpan paspor di tempat anda tinggal, ketika berada di daearah musuh. Alasannya jika ada penggerebegan Polisi ke rumah maka anda tidak akan dapat melarikan diri ke luar negri karena paspor masih di rumah. Anda harus selalu membawa ID yang sesuai. Jangan pernah membawa dua ID dalam waktu bersamaan. Anda harus selalu menggunakan dokumen palsu ketika melakukan operasi.

Ada 3 jenis passport:

i)        Original (Asli) –kita tidak beloh membawa passport ini pada operasi apapun.

ii)       One with Photo (Satu dengan photo). Data pada passport ini palsu atau datanya milik orang lain, tapi tertempel foto kita.

iii)      Dengan foto dan data milik orang lain.

Idealnya, para pemimpin dan ikhwan-ikhwan dalam intelejen harus memiliki sejumlah paspor berbagai Negara. Sehingga dapat memudahkan perpindahan jika keadaan genting.

 

Bagaimana Pertukaran Informasi Antar Anggota Kelompok

Banyak cara untuk melakukan pertukaran informasi, dapat melaui surat, ponsel, internet, dll. Dan kita juga harus sadar bahwa intelejen pun tahu mengenai berbagai cara untuk mengirim informasi. Dan merekapun mempekerjakan orang-orang yang menguasai multibahasa. Mereka menempatkan agen di kantor pos dan menggunakan alat tertentu untuk membaca surat-surat yang mencurigakan. Dan jika surat yang dikirim berkode, maka mereka akan membiarkan surat tersebut dikirim tapi mereka akan melacak penerimanya.

Cara lain penyadapan yang dilakukan yakni menempatkan agen-agen mereka di jaringan telepon. Penting pula bagi mereka untuk mempekerjakan agen-agen multi bahasa di sana. Karena kemungkinan mereka akan mendengarkan percakapan orang dengan berbagai bahasa dan mereka pun pasti melacak setiap panggilan internasional.

Disamping itu mereka mepunyai sebuah system yang akan mengirimkan informasi atau data secara otomatis kepada mereka, ketika ada penggunaan kata-kata “kunci” tertentu. Misalnya kata Afganistan, Iroq, Jihad, Libya, Osama, Thoghut, dll. Maka ketika kata “kunci” itu dikirim via sms atau suara maka secara otomatis system akan mengirimkan informasi kepada mereka. Di Pakistan, jika ada seorang menggunakan kata tersebut maka mereka akan langsung dilacak dan dilakukan pengawasan terhadapanya selama 3-6 bulan.

Sebuah contoh yang terkait dengan topik komunikasi seluler (phone) yakni kasus ikhwan kita yang terkait jihad di Saudi pada tahun 1997-1998. Dia adalah seorang ikhwan yang sangat ramah tapi selalu bersikeras meminta nomor telepon ikhwan lainnya kemudian menyimpannya di ponselnya dan ponsel itu digunakan pula untuk menghubungi ikhwan-ikhwan lainnya. Beberapa ikhwan ragu-ragu ketika akan menyerahkan nomornya, akan tetapi karena dia adalah ikhwan senior maka ikhwan-ikhwan lainnya tidak merasa akan ada resiko ketika memberikan informasi ini. Pada akhirnya ikhwan ini tertangkap oleh intelejen lalu menyita ponselnya. Setelah dilakukan uji lab mereka merasa senang dengan penangkapan ini, karena dengannya pihak intelejen memperoleh 700 nomor di ponsel itu. Ikhwan inipun ditahan selam 6 bulan, sementara itu intelejen menelusuri semua individu yang terkait dengan ponsel itu.

Setelah itu, hanya dalam 3 hari dilakukanlah penangkapan besar-besaran. Dalam 3 hari mereka menangkap 70.000 ikhwan.

Kita dapat menarik pelajaran yang sangat penting yaitu ketika kita melakukan “pekerjaan”, kita tidak boleh mendasarkan keputusan (untuk memberikan informasi sensitive kepada ikhwan lain)  hanya karena ikhwan itu senior atau karena apakah dia orang terpercaya atau tidak. Tapi sebaliknya, informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan dan apakah perlu kita memberi informasi itu. (Logikanya informasi yang didapat seorang komandan harus berbeda dengan informasi yang didapat oleh anggota biasa -pent). Inilah yang disebut dengan memotong system.

 

Peran paling dari FIA (Pakistan) yakni untuk melacak siapa saja yang terlibat dalam politik. Apakah mereka berada di dalam negri atau di luar negri dan melacak semua gerakan dan kontak yang berkaitan dengannya. Lalu kelompok berikutnya yang akan memonitor Ulama Islam dan para Imam. Mereka secara teratur mendengarkan khotbah yang diberikan oleh para Imam dan mencari tanda-tanda atau indikasi “radikal” atau para Imam yang mendorong terjadi pemberontakan terhadap pemerintah yang berkuasa saat ini. Apabila terbukti, biasanya mereka akan dicekal saja, tidak akan langsung dibunuh (berbeda dengan di Indonesia, bagi ustad-ustad yang vocal namun tidak terlalu terkenal maka akan dibunuh baik fisiknya maupun karakternya. Namun bagi ustad yang terkenal di masyarakat maka akan dihindari untuk langsung membunuhnya –pent). Karena di Pakistan membunuh Ulama yang menyuarakan jihad bukanlah hal yang lumrah bahkan sesuatu yang dikutuk masyarakat. Kecuali pada kasus Syaikh Shamzai yang memberikan fatwa terhadap status pemerintah kemudian dibunuh. Peran lain FIA yakni melindungi senjata nuklir Negara itu. Mereka mempekerjakan agennya di stasiun, bandara, dsb dalam rangka mengumpulkan informasi apapun yang mencurigakan. Mereka juga memata-matai wartawan, LSM dan pekerja bantuan untuk memastikan mereka tidak menjadi corong dari mujahidin atau menjadi ancaman bagi pejabat-pejabat korup pemerintah.

Beberapa Poin Dasar Security Ketika Mujahid Bekerja:

•        Jika seseorang dikirim ke suatu lokasi untuk melakukan sebuah pekerjaan / operasi. Maka dia harus diberitahu tentang lokasinya dan diajak berkeliling (sebagai persiapan dan pengenalan lokasi -pent). Diberitahu area yang berbahaya dan penting seperti gedung yang digunakan agen intelejen, kantor Polisi, dan bagaimana standar keamanan yang harus dia gunakan di daerah operasi itu. Dan standar keamanan yang digunakan oleh musuhnya.

•        Di saat melakukan pengintaian ambilah gambar sketsa atau foto area tersebut karena pasti berguna (tapi hati-hati karena ada daerah-daerah yang dilarang diambil gambarnya). Gambar dapat digunakan untuk pertimbangan cara melakukan serangan.

•        Beberapa bangunan keamanan atau bangunan yang penting biasanya dikelilingi oleh dinding, pagar atau kawat berduri. Terkadang diberi penjaga yang berkeliling atau anjing pemburu. Terkadang dilengkapi pula alat keamanan seperti CCTV, sensor panas dan sensor gerakan.

•        Beberapa bangunan kemanan atau area sensitive biasanya diberi pagar listrik maka berhati-hatilah. Ada pula dalam satu bangunan memiliki dua dinding, yang satu dibelakang dinding yang lainnya (biasanya diberi jarak sempit –pent). Terkadang pula mereka membuat jarak antara satu gedung dengan lainnya sekitar 10 kaki. Lorong ini digunakan untuk area patroli penjaga, atau diberi anjing bahkan dibuat seperti sebuah selokan yang dialiri air yang berlistrik. Tempat yang berbeda biasanya menggunakan langkah security yang berbeda pula. Maka pelajarilah standar security mereka sebelum melakukan operasi.

•        Untuk gedung VIP biasanya akan dilakukan cek point sebelum memasukinya. Jika akan memasukinya biasanya kita akan diantar oleh beberapa staf keamanan ke ruang tamu. Lalu kita akan ditinggal beberapa waktu diruangan ini sambil mengorek keterangan dan identitas kita. Jika mereka memberikan izin maka kita baru boleh masuk.

Para petugas keamanan akan menempatkan kamera dan perangkat audio. Mereka memantau kondisi ruangan VIP dari ruang tertentu.

Petugas keamanan akan mencatat waktu kita tiba, kapan kita pergi, nomor plat kendaraan, jumlah kendaraan dan jumlah orang yang bersamanya, dll.

Mobil atau kendaraan VIP selalu memiliki semacam symbol atau tanda, agar petugas mudah untuk mengenalinya.

 

Komunikasi

Ada berbagai type dalam komunikasi dan para mujahidin dapat memilih mana yang akan digunakan sesuai kebutuhan.

 

1.     Surat.

Hal ini digunakan karena murah dan jika dilakukan dengan tepat maka merupakan cara yang paling baik dan sangat aman. Orang yang menulis surat harus seorang yang terdidik dan tahu bagaimana membuat kode-kode untuk surat dan menguasai teknik-teknik security lainnya (sekarang bias pakai software ASROR v.2 –pent). Jika penerima tidak memahami kode yang diberikan. Maka penulis harus menulis surat dengan cara yang dapat dipahami penerima tanpa menggunakan kata-kata yang ekplisit. Kita tidak perlu menulis surat yang panjang kecuali memang harus.Sebelum menulis surat apapun, tulislah terlebih dahulu poin-poin yang akan disampaikan. Saat menulis surat, buatlah isi tulisannya terdengar alami dan normal.

Bagaimana Cara Mengirim Surat

i)        Melalui layanan surat umum seperti kantor pos: memerlukan waktu dan dapat hilang begitu saja.

ii)       Melalui layanan surat khusus seperti UPS, DHL, TIKI, dsb: hindari perusahan yang mengharuskan pengirim memberikan nama, alamat atau identitas mereka.

iii)      Melalui ikhwan yang terpercaya: ini paling aman dan tercepat.

Bagaimana Langkah Selanjutnya.

Kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa surat diberikan pada orang yang tepat dan alamat yang benar. Kita juga harus membuat salinan dari surat (fotocopy). Lalu ketika akan mengirimkan surat gunakan cara sebagaimana langkah untuk memindahkan file (telah dijelaskan sebelumnya). Yakni menggunakan kurir seorang ikhwan yang terpercaya dan kurir ini harus dapat menghafal alamat dan tujuan surat. Setelah dibaca surat harus dihancurkan, caranya sebagaimana ketika akan menghancurkan file.

Bagaimana Cara Menyembunyikan Surat-Surat.

Ada banyak cara, tapi kita akan membahasa beberapa cara saja.

i)        Menyembunyikannya dalam polpen.

ii)       Masukan dalam pasta gigi.

iii)      Selipkan dalam buku.

iv)      Tempelkan pada badan pembungkus kertas kaleng susu.

v)       Masukkan dalam taweez (beberapa muslim jahiliyah membawa kantung di leher mereka untuk mengusir roh jahat). Maka kita dapat membuat taweez khusus. (Sejenis jimat yang digantung di leher –pent)

Ketika membawa surat itu, kurir harus menghindari area yang sangat sensitive, kecuali memang harus. Kurir tidak boleh ceroboh. Hindari melewati sekumpulan massa atau demonstrasi.

Sebelum serah-terima surat, harus ditetapkan dahulu tempat untuk serah terimanya.  Dan kirimkan pengintai di daerah itu, untuk melihat adakah hal yang mencurigakan. Jika kita janjian bertemu di tempat umum, maka kita memberikan surat ketika berjabat tangan. Atau menyelipkan surat pada koran lalu mempersilahkannya untuk membaca koran itu. Ada banyak caranya dan hal itu bergantung pada situasi dan keadaan. Setelah serah terima surat segera langsung tinggalkan area itu. Jangan mampir untuk berbelanja, makan, atau duduk di area itu.

2.     Komunikasi Telephone.

Alat ini digunakan oleh semua orang. Ini adalah alat yang paling berguna bagi mujahid sekaligus alat yang paling berbahaya pula bagi mujahid. Sebagian ikhwan tertangkap karena ponselnya. Seperti telah kami jelaskan, musuh memantau setiap aktivitas di jaringan telepon. Mereka menggunakan sebuah system jaringan yang apabila diketik atau diucapkan sebuah “kata kunci” maka secara otomatis system akan mengirimkan data sumbernya pada mereka. Dan mereka pula menempatkan anggotanya yang menguasai beberapa bahasa.

Langkah yang harus dilakukan : Catat seluruh poin pembicaraan sebelum menelpon. Alasannya agar tidak terlalu lama menggunakannya karena ada kemungkinan di lacak. Jangan menelpon di area “safe home”.

Apabila menggunakan kotak telpon / phonebox (perlakuan pada phone box berikut dapat pula untuk ponsel, tergantung dengan kondisi dan situasi –pent). Jangan menggunakan phone box yang sama secara berulang kali. Beri jeda penggunaan phonebox di tempat yang sama yakni 1 bulan (tergantung kondisi). Jika mau menelpon 2 ikhwan maka jangan menelpon dari phone box yang sama, kalau tidak akan membuat link antara 2 ikhwan tersebut. Setelah melakukan panggilan itu  lakukanlah telepon secara acak ke beberapa nomor telpon (semakin banyak semakin baik). Karena ketika terjadi pelacakan terhadap nomor-nomor yang di telpon, maka polisi perlu melacak seluruh nomor acak tersebut. Dan ini akan menghabiskan banyak waktu dan dana dengan  sia-sia.

Hindari membuat percakapan apapun dengan siapapun di sekitar kotak telepon, karena dalam beberapa kasus Polisi akan langsung bertanya pada orang-orang di sekitar kotak telepon. Sebelum menggunakan kotak telepon ada baiknya untuk memeriksa area, kotak telepon dan gagang telepon siapa tau ada yang mencurigakan. Lakukan percakapan dengan singkat. Tinggalkan segera area tersebut setelah selesai menelpon. Ketika melakukan percakapan gunakan kode dan pastikan kode itu tidak menonjol (terdengar aneh dan janggal). Karena mungkin ada yang melakukan penyadapan.

Perhatian: Ketika kita bertemu secara langsung (face to face) dengan ikhwan tertentu maka sebisa mungkin jauhkan HP atau telephone dari tempat pembicaraan (karena ada sebuah system yang memungkinkan HP atau telephone menyadap pembicaraan orang disekitarnya tanpa sepengetahuan yang empunya-pent).

Jika memungkinkan, maka sebisa mungkin untuk berganti-ganti HP sekaligus no SIMnya (agar tidak mudah dilacak –pent). Apabila posisi dalam keadaan terancam / tidak aman, maka segera ganti Hp dan no. SIM nya, jangan cuma No saja karena masih dapat memungkinkan Polisi melacak. Yakni dengan melihat rekaman jejak no pemakai dan mencocokkan dengan id khusus pada  HP. Lalu dilacaklah no SIM terbaru dengan pemakai id HP yang sama.

Apabila memungkinkan gunakan beberapa HP dan beberapa SIM card atau minimal 2 HP dengan 2 no. SIM card. Gunakan yang satunya untuk menerima pesan dan yang lainnya untuk mengirim pesan (cara ini dapat digunakan dalam hubungan melalui internet semisal email. Jika memakai email buatlah 2 email dengan provider yang berbeda missal untuk penerima buat dari yahoo dan untuk mengirim dari hotmail –pent).

Untuk lebih amannya gunakanlah penyedia jaringan ponsel “jazz” dibanding “ u phone”. (itu untuk di Pakistan sedang untuk di Indonesia sepeti Indosat, Telkomsel, AXIS, dsb –pent). Karena ketika dilacak “jazz” akan menunjukkan jangkauan titik pada GPS yakni 100 meter (artinya apabila terlacak maka Polisi akan mencari kita dalam radius pencarian 100 meter dari posisi kita –pent). Sedangkan untuk “u phone” akan menunjukkan radius 3 meter dari posisi kita, sedangkan penyedia jaringan lainnya akan menunjukkan posisi tepat di tempat kita duduk atau kurang dari 1 meter.

3.     Wireles / Walkie Talkie

Alat ini selalu digunakan dalam perang gerilya. Alat ini sangat nyaman digunakan, tapi ternyata memiliki banyak kelemahan. Yakni:

•        Transmisi akan terpengaruh jika cuaca buruk.

•        Musuhpun dapat leluasa mendengarkan transmisi (tinggal mencari gelombang yang tepat).

•        Bocornya informasi dan data kita.

•        Musuh dapat dengan mudah mengganggu dan menyesatkan menggunakan informasi palsu.

•        Musuh dapat melacak posisi kita.

Untuk mengatasi hal diatas dapat dilakukan beberapa hal berikut:

•        Batasi waktu penggunaan. Gunakan jika perlu saja (ini juga berlaku untuk ponsel).

•        Penggunaan walkie talkie / berhubungan, pada waktu yang telah di sepakati saja.

•        Selalu berpindah lokasi ketika menggunakan walkie talkie (jangan menggunakan walkie talkie yang menetap atau dalam 1 tempat sama secara terus menerus –pent).

Syamil Basayef, seorang mujahid di Chechnya terbunuh karena penggunaaan Walkie Talkie yang menetap. Area tempat transmisi sinyal dari walkie Talkie itupun akhirnya di bombardir Rusia. Dan beliapun menemui kesyahidannya. (ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir memiliki sebuah alat yang memungkinkan untuk melacak siapa dan dimana dari pengguna Walkie Talkie). Sementara itu di Waziristan Selatan, Mujahid Naek Muhammad tewas di bombardir saat memberikan wawancara kepada BBC via telepon satelit.

•        Jika anda dapat menggunakan lower mode untuk Walkie Talkie maka lakukanlah karena ini lebih aman –insyaalloh. Dengan kata lain penggunaan high mode hanya digunakan ketika menghubungi orang yang sangat jauh.

4.     SMS /Fax.

SMS ataupun Fax dapat dengan mudah dibaca maupun dilacak. Jangan menggunakannya di area yang sama dengan tempat  tinggal kita (cari tempat yang jauh dari rumah untuk menge-fax –pent). Ketika kita diharuskan untuk mendaftar oleh operator, maka gunakanlah data palsu. Jangan menggunakan tempat yang sama untuk menge-Faks (pencegahan ini dilakukan dalam semua bentuk komunikasi). Apabila selesai memakai mesin fax maka jangan lupa untuk menghapus cache memorinya. Lalu setelah mengirim fax segera pergi dari area tersebut.

Jika ada salah seorang ikhwan tertangkap dan ternyata ikhwan itu tau bentuk / cara komunikasi di kalangan ikhwan kita yang lain. Maka segera ganti cara komunikasi dan buanglah seluruh alat yang biasa digunakan (maksimal ½ jam dari penangkapan ikhwan tadi –pent). Hal ini berlaku untuk semua jenis dan alat komunikasi.

 

Pertemuan dan Rapat.

Perbedaan diantara keduanya yakni, untuk Pertemuan bersifat lebih terbuka dan siapa saja ikhwan dapat menghadirinya. Sedangkan untuk Rapat bersifat tertutup dan hanya orang tertentu saja yang dapat menghadirinya. Rapat membutuhkan keamanan lebih karena bersifat rahasia. Dalam Pertemuan topic yang didiskusikan bebas sedangkan pada rapat topiknya hanya yang berhubungan dengan pekerjaan dan operasi.

Bagaimana Untuk Mengatur Rapat.

Kita harus menginformasikan pada ikhwan yang bersangkutan mengenai tempat dan waktu rapat. Untuk beberapa alasan, misalnya masalah keamanan. Maka diperlukan kode tertentu ketika akan bertemu. Atau karena suatu alasan kita tidak dapat hadir maka segera informasikan pada pengundang mengenai hal itu. Dan setiap orang yang hadir harus memastikan bahwa dirinya tidak diikuti.

Jika kita memakai taksi untuk datang, maka jangan berhenti di tempat atau area pertemuan. Begitupula ketika telah selesai jangan naik taksi di area pertemuan. Carilah tempat yang tidak begitu dekat dari lokasi pertemuan. Lalu jika kita memakai mobil pribadi, maka parkirlah kendaraan itu di tempat yang memungkinkan kita dapat melarikan diri dengan cepat dan dalam posisi yang tepat pula.

(Sebelum memasuki area pertemuan (kira-kira 100-200 meter) dari lokasi pertemuan periksalah apakah ada yang mengikuti atau tidak. (misalkan dengan cara menempatkan beberapa orang untuk memantau di beberapa gang atau jalan yang bercabang. Lalu lewatilah seluruh gang / jalan yang ditempati pemantau. Nanti dari satu tempat pemantau ke pemantau yang lainnya saling berkomunikasi dan melaporkan jenis kendaran dan pakaian atau ciri tertentu dari pengemudi yang ada di belakang kita. Lalu di point yang telah disepakati pemantau akan memberi kode apakah aman  (tidak dibuntuti) atau tidak. Ini salah satu cara paling aman untuk mengetahui kita dibuntuti atau tidak. Hal ini bias diterapkan ketika berjalan kaki maupun berkendara. –pent).

Pastikan ponsel tidak di bawa dalam ruang rapat atau disita dulu. Dan gunakanlah pakaian yang sesuai dengan kondisi, karakter atu adat masyarakat sekitar, agar tidak mencolok. Dan dapat pula menempatlkan beberapa penjaga (rahasia) atau mata-mata di sekitar lokasi. Yang bertugas memantau area dan memberi laporan berkala jika ada kegiatan mencurigakan atau jika ada Polisi yang akan melakukan penyerangan. Dan mereka bertugas melakukan sabotase terhadap kendaraan yang mencurigakan atau Polisi, jika di pandang perlu atau berada pada posisi yang dekat dengan tempat pertemuan.

Sedang untuk safe house / rumah untuk pertemuan harus memiliki minimal 2 pintu. Setiap ikhwan yang datang harus melalui pintu-pintu yang berbeda untuk memasuki gedung. Kalau bisa datang tidak dalam waktu yang bersamaan.

Pastikan di sekitar area tidak ada hal yang mencurigakan. Dan perlu diperhatikan dengan serius, setelah pertemuan selesai segera bersihkan semua barang bukti. Jangan lewatkan barang sekecil apapun, misal cangkir teh, yang dapat digunakan musuh untuk menentukan jumlah peserta yang hadir.

Ketika pertemuan gunakan waktu sesingkat mungkin, jika perlu tulis semua pokok yang akan didiskusikan sebelumnya (agar pembahasan tidak melebar –pent). Pertemuan tidak boleh berlangsung lebih dari 30 menit. Pertemuan dilakukan karena memang harus atau kondisi gawat dan karena juga menyangkut tindakan yang akan dilakukan di 24 jam kedepan. Dan jika pertemuan telah diatur maka jangan menundanya.

Jangan lupa untuk membuat protocol ketika keadaan darurat, sehingga jika ada kondisi yang tidak beres semua anggota tahu apa yang harus dilakukan. Jika kondisinya sangat darurat, segera lakukan peretemuan di safe house lainnya. Lakukan pengarahan mengenai situasi yang terjadi, seperti siapa yang telah tertangkap dan apa yang terjadi. Buat rencana singkat dan segera pergi. Lalu bentuk tim investigasi untuk memahami apa yang terjadi dan apa solusi yang mungkin diambil.

 

Security Ketika Bepergian

Kebanyakan ikhwan tertangkap karena kecerobohan (dalam security) ketika bepergian. Mereka biasanya terlalu meremehkan hal ini. Ingat selalu ada resiko tertangkap ketika melakukan perjalanan (apabila kita tidak mengambil tindakan pencegahan), bahkan ketika kondisi Negara (Polisi & Tentara) tidak dalam keadaan waspada.

Tapi yang jelas tiap daerah memiliki protocol keamanan yang berbeda. Artinya standar keamanan yang kita terapkan harus sesuai dengan kondisi sekitar dan tidak mencolok. Misalkan pakaian, celana, gaya rambut, dsb.

Pastikan kita tahu apa yang akan kita bawa ketika bepergian. Dalam beberapa kasus, misalkan ketika akan pergi ke daerah yang beresiko tinggi, maka jangan membawa perlengkapan yang terlihat Islami seperti parfum, siwak, Qur’an ataupun segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam. Dan bawalah satu kartu ID saja.

Ketika bepergian tidak perlu membawa senjata api, pisau, atau segala jenis senjata yang berbahaya lainnya. Namun jika memang dianggap perlu, maka letakkanlah barang tersebut di dekat orang lain, sehingga jika ada pemeriksaan kita akan terhindar dari resiko yang tinggi. Dan bawalah uang secukupnya agar tidak mencurigakan, kecuali ketika itu kita akan melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang jauh. Yang terpenting sesuai dengan tujuan kita, penampilan kita dan tidak membuat orang lain aneh.

Pastikan kita tahu kemana akan pergi. Kita hanya focus pada misi tidak usah melakukan hal-hal yang mencolok seperti amar ma’ruf nahi mungkar. Seperti misalnya ketika ada pencopet maka biarkanlah dan fokuslah pada misi yang lebih besar dari hal itu. Hindari perkelahian / cekcok karena dapat menarik perhatian Polisi. Belilah tiket sendiri dan pastikan sebelumnya kita telah tahu rute yang hendak dilewati. Setelah sampai, segera hancurkan atau bakar tiket. (Ketika kita menggunakan Bus atau angkutan umum) hindari duduk di belakang, karena posisi itu menarik perhatian Polisi. Jika memungkinkan kita turun dari bus tidak di tempat tujuan, tapi tempat yang tidak begitu jauh dari tujuan. Lalu lakukan perjalan lain ke tempat tujuan (lebih baik dengan berjalan kaki). Hal ini untuk menghilangkan jejak, karena mungkin di dalam bus ada intelejen. Dan dengan hal ini mereka tidak dapat mengetahui arah tujuan akhir kita.

Security Ketika di Hotel.

Biasanya para petugas intelejen di tempat-tempat seperti ini. Dalam area-area yang sensitive biasanya intelejen datang dan meminta setiap data pengunjung dari tempat-tempat tertentu secara rutin.

Hotel yang disewa harus sesuai dengan penampilan dan penyamaran yang dipakai. Misalkan jika dalam penyamaran sebagai seorang mahasiswa miskin maka jangan memilih hotel bintang 5, begitu juga sebaliknya. Sesuaikan dengan penampilan. Ketika memasuki kamar, hal pertama kali yang harus dilakukan yakni tutup jendela dan tirainya. Lalu periksa apakah ada kamera pengintai atau semacamnya jangan lewatkan tempat –tempat sekecil apapun misal tempat lampu, vas, colokkan listrik, lukisan dinding bahkan lampu. Hindari menggunakan telepon hotel untuk menghubungi siapa pun. Jika memang akan melakukan percakapan yang penting maka gunakan pengalih suara seperi TV, radio atau video. Namun yang lebih baik jika mau melakukan pembicaraan lakukan di luar hotel misalkan di kafe atau restaurant.

Di beberapa kota biasanya banyak perempuan yang berkeliaran di lobi untuk menarik para pria. Bisa jadi mereka adalah pelacur atau wanita yang mencari pria yang berduit. Apapun niat mereka, tapi ini bisa menjadi masalah yang besar bagi anda. Karena beberapa layanan intelejen menggunakan mereka untuk membongkar siapakah seseorang itu (berkaitan dengan identitas -pent) dan seperti apa orang itu (karakter Islamis atau bukan -pent). Dan di sisi lain setan pun akan memainkan perannya dalam menggoda kita. Maka ketika ada seorang wanita cantik menghampiri kita maka pertama berdoalah pada Alloh agar mentabahkan hati. Lalu berusaha menghindari dia dengan menggunakan alasan yang logis dan realistis seperti mengatakan bahwa anda telah memiliki pacar dan anda adalah type orang yang setia atau katakan saja bahwa anda homoseksual. Alasan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Jenis Transportasi.

Dalam perang kota, bentuk tranportasi yang paling menguntungkan yakni sepeda motor. Lebih fleksibel dan cepat, untuk melampaui lampu lalu lintas, melalui jalan sempit bahkan jika tersapksa di buang tidak begitu bermasalah. Pastikan kendaraannya resmi dan memiliki surat-surat kelengkapan yang komplit. Dan jangan membuat ulah di jalan ketika hal itu tidak perlu. Lalu pastikan bensinnya selalu dalam keadaaan penuh, berjaga-jaga jika dalam keadaan darurat.

Jika menggunakann mobil maka pastikan mobil dalam kondisi terparkir menghadap jalan keluar (untuk memudahkan pelarian mendadak –pent). Jika memang perlu, jangan matikan mesin mobil. Pengemudi harus selalu siap. Pastikan pengemudi hafal rute pelarian dan mengenal area. Selalu chek kondisi mobil sebelum digunakan. Mobil yang digunakan bisa mobil curian atau sewaan. Jangan menggunakan mobil milik salah satu anggota. Hindari menggunakan rute langsung ke titik yang dituju. Selalu waspada terhadap CCTV jika memungkinkan hindari jangan sampai terekam. Hindari meninggalkan sidik jari atau DNA apapun. Yakni dengan cara gunakan penutup pada seluruh tubuh (mulai pakaian jangan menggunakan T-shirt, gunakan sarung tangan, dan penutup kepala dan muka). Dan ingat jangan meninggalkan barang pribadi dalam mobil apapun itu.

 

Propaganda

(Catatan; Syaikh pengajar kami brbicara panjang lebar mengenai berbagai jenis propaganda kafir untuk melawan mujahidin. Namun karena pokok pembahasan kita mengenai masalah security (amniyah), sehingga tidak kami jabarkan disini. Selain itu propaganda yang dilakukan tiap Negara selalu berbeda.)

Bagaimana Untuk Mengurangi Efek Propaganda Musuh (mulai dari bentuk kabar-kabar dusta, penggembosan hingga penaikan semangat yang berlebih pent):

•        Buat grup kita selalu dalam kondisi sibuk.

•        Jika beredar berita bohong atau isu apapun, segera beri penjelasan kepada seluruh anggota kelompok.

•        Hukum siapa saja penyebar isu tersebut.

•        Meningkatkan keimanan seluruh anggota.

•        Segera pecahkan masalah yang beredar di kalangan ikhwan tsb. Missal dengan menjawab keraguan mereka, pertanyaan mereka atau kesalahpahaman yang terjadi.

•        Memberi pelatihan yang benar dan komprehensif mengenai masalah mentaaati amir.

•        Membuat pertemuan rutin dan rapat baik antar pemimpin maupun antar anggota.

 

created by muslim jihady media

                         YA ALLAH YA AZIZ

LINDUNGILAH KAUM MUSLIMIN DAN MUJAHIDIN DI AFGHANISTAN DAN PAKISTAN,CHECHEN,SOMALIA,YAMAN DAN BUMI JIHAD LAINNYA TERUTAMA SAUDARA KAMI DI PALESTINA.

                                   YA ALLAH YA AZIZ

TEGUHKANLAH KAKI KAMI BERJALAN MEMERANGI MUSUHMU DAN PILIHLAH KAMI SEBAGAI SUHADA MU

                                   WALHAMDULILLAH.

 

(JANGAN LUPAKAN KAMI DALAM DO’A ANTUM

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KAMI DAN ANTUM)

sumber :At-Tawbah Forum Jihad

[thoriquna.wordpress.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: