Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » Book of Mujahid

Book of Mujahid


oleh: Syamil Basayef rahimahullah

Allah swt berfirman, ”Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)

Seorang mujahid akan selalu berusaha menampilkan dirinya seakan-akan dia adalah air sungai yang mengalir disekitar bebatuan yang menghadang, air itu terus bergerak mencari celah. Kadangkala terjadi suatu peristiwa yang membuat perlawanan yang dilakukan sang mujahid justru akan mendatangkan kematian yang tidak terelakkan. Seorang mujahid haruslah mampu membiasakan diri dengan kondisi itu. Tanpa mengeluh dan merengek-rengek, dia berjalan melewati jalan setapak yang penuh dengan bebatuan serta tiupan angin kencang disepanjang lembah atau pegunungan.

Kekuatan mujahid serupa dengan air, dan sampai saat ini tidak ada orang yang mampu menghancurkan air dengan pemukul, tidak juga mencabik-cabik air dengan pisau. Pisau yang paling hebat didunia ini sekalipun, tidak akan mampu menciptakan guratan dan goresan diatas permukaan air. air yang mengalir disungai membiasakan dirinya untuk selalu mencari setiap kemungkinan dan permukaan yang dapat dilewati untuk terus berjalan. Bahkan air sungai selalu ingat akan tujuan akhir yang akan dia tuju, yakni samudera. Aliran sungai yang terlemah akan semakin bertambah kuat, setahap demi setahap setelah bertemu dengan berbagai aliran sungai yang lain. Sehingga dalam jangka waktu tertentu, aliran sungai itu tidak dapat lagi ditahan dan diatasi oleh penghalang apapun.

Abu Bakar radliyallahu’anhu pernah berkata kepada Yazid bin Abi Sufyan Ra,

“Aku menunjukmu sebagai panglima perang adalah untuk menguji kemampuanmu. Apabila engkau mampu melaksanakan pekerjaanmu dengan baik, maka aku akan menunjukmu untuk medan pertempuran selanjutnya serta menaikkan posisimu lebih jauh. Akan tetapi apabila engkau tidak bisa melaksanakan pekerjaanmu dengan baik, maka aku akan memberhentikanmu dari pekerjaan ini. Takutlah kepada Allah, karena Dia melihat apa yang ada dalam dirimu, sebagaimana dia mengetahui apa yang tergambar dari penampilan luarmu. Orang yang mendekatkan dirinya kepada Allah adalah orang yang paling dekat denganNya.

Aku menunjukmu untuk menduduki jabatan yang pernah diduduki oleh Khalid (Khalid Bin Walid), maka tinggalkan semua kesombongan dan kebanggaan jahiliyah. Karena Allah sangat membenci orang yang sombong. Apabila engkau datang kepada pasukanmu, maka perlakukan mereka dengan baik. Mulailah dengan perbuatan baik, dan jadikan itu sebagai harapan bagi pasukanmu.

Apabila engkau memberi saran, bicaralah dengan singkat dan ringkas. Karena apabila terdapat banyak kalimat, hal itu membuatmu melupakan beberapa kalimat yang lain yang telah engkau ucapkan. Kembangkanlah kemampuan dirimu, maka orang-orang akan mengembangkan kemampuan dirinya sesuai dengan keinginanmu. Shalatlah kepada Allah tepat waktu, dengan melakukan ruku’ dan sujud, serta takutlah kepada Allah.

Apabila utusan musuh datang kepadamu, maka perlakukan mereka dengan baik. Akan tetapi, jangan biarkan mereka tinggal bersamamu terlalu lama, sehingga ketika utusan itu meninggalkan markas pasukanmu, mereka tidak dapat mengetahui apapun. Jika mereka tinggal terlalu lama, maka mereka akan mengetahui kelemahan-kelemahanmu dan rahasiamu. Perlihatkan sisi yang menggambarkan kekuatan pasukan kepada mereka. Dan jangan biarkan ada orang lain dari pihakmu yang berbicara kepada utusan itu kecuali engkau sendiri yang melakukannya.

Apabila engkau memberi saran, maka lakukan dengan terus terang dan jujur. Apabila malam datang, janganlah engkau dan pasukanmu habiskan waktu malam dengan tidur. Apabila engkau tidak banyak tidur malam (dengan melakukan qiyamul lail), maka engkau akan mendapatkan banyak hal, dan berbagai rahasia akan terbuka untukmu. Perbanyak pasukan yang berjaga serta sebarkan mereka di seluruh markas. Datanglah kepada mereka dengan tiba-tiba.

Apabila engkau temukan ada prajurit yang tertidur selama berjaga malam, ajarilah dia dengan didikan yang baik. Hukum dia, akan tetapi jangan terlalu berat. Jangan takut untuk menghukum seseorang yang telah jelas melakukan kesalahan. Akan tetapi janganlah tergesa-gesa dalam memberikan hukuman. Jangan biarkan ada seorang mujahid bertindak tanpa kontrol, karena mereka akan mendapatkan kesia-siaan dan kegagalan. Dan jangan sekali-kali engkau memata-matai pasukanmu atau apapun yang akan menyebabkan engkau tidak lagi mnghormati mereka.

Jangan menyebarkan kesalahan yang dilakukan oleh seorang kepada khalayak umum. Yakinkanlah bahwa engkau nyaman dengan keberadaan mereka. Janganlah duduk-duduk bersama orang pemalas, akan tetapi duduklah bersama dengan mereka yang setia dan bisa dipercaya. Janganlah bertindak pengecut, ataupun tingkah laku yang menyebabkan pasukanmu bertindak pengecut pula. Jangan sekali-kal mengutil barang dari harta ghanimah, karena hal ini akan menyebabkan sikap rakus dan menjauhkan kemenangan. Apabila engkau menemukan seseorang sedang khusyu’ beribadah, maka jangan ganggu dia dan biarkan dia dengan apa yang sedang dikerjakan.”

 

[jihad-sabiluna.blogspot.com/thoriqna.wordpress.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: