Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » KEPADA IKHWAN FIDDIEN

KEPADA IKHWAN FIDDIEN


بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada ikhwani fiddien

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘Alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penutup para Nabi, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat…

Wa ba’du:

Ikhwani…  Hamba yang faqir ini mencintai antum karena Allah, karena itu adalah konsenkuensi kalimat tauhid yang agung yang telah menjadikan pemegangnya merasakan nikmatnya iman dalam kehidupan dunia yang penuh mihnah (cobaan) dan ibtila (ujian) ini. Sungguh kehidupan ini adalah kesengsaraan dan ketersiksaan jiwa bila tanpa tauhid dan iman, walau dalam pandangan dhahir gemerlap dengan kemewahan dan sarana kemudahan. Apa arti itu semua bila kelak menjadi bahan bakar jahannam.

Ikhwani… Ketahuilah bahwa apa yang menimpa kita ini belum seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami umat terdahulu, coba kembali telaah sirah mereka di saat mereka tertindas oleh para penguasa zaman itu dan bayangkan andai kita pada posisi mereka! Subhanallah alangkah mulianya mereka dan alangkah kokohnya iman mereka…

Bersabarlah saudara-saudaraku di atas dien ini dan tabahlah dengan kegersangan jalan dan keganasan musuh-musuh Allah, karena Allah Maha Mengetahui segala yang terjadi… Sabarlah terhadap panjangnya perjalanan ini, karena kalau sudah sampai ke tujuan maka terlupalah segala derita ini. Rasulullah mengatakan:

أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الْجَنَّةُ

“Ingatlah sesungguhnya barang yang Allah tawarkan itu sangat mahal, ingatlah sesungguhnya barang yang Allah tawarkan itu adalah surga.” <Hadits hasan riwayat At Tirmidzi>

Ingatlah bahwa keistiqamahan kita adalah untuk diri kita sendiri dan tidak menambah kerajaan Allah sedikitpun, sebaliknya keterpurukan manusia adalah tidak mengurangi sedikitpun dari kerajaan Allah dan tidak merugikan-Nya dan tidak memadlaratkan kecuali kepada para pelakunya sendiri, sebagaimana di dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

“Wahai hamba-hamba-Ku seandainya umat paling awal dan paling akhir, golongan manusia dan jin kalian ini di atas ketaqwaan hati orang yang paling taqwa diantara kalian, tentu hal itu tidak menambah sedikitpun dalam kerajaan-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku seandainya umat paling awal dan paling akhir, golongan manusia dan jin kalian ini di atas kebejatan hati orang yang paling bejat diantara kalian, tentu hal itu tidak mengurangi sedikitpun dari kerajaan-Ku.”

Kemudian Dia mengatakan:

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Wahai  hamba-hamba-Ku… Sesungguhnya ia hanyalah amalan kalian, Aku menghitungnya bagi kalian terus memenuhi (balasan)nya bagi kalian. Barangsiapa mendapatkan kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa mendapatkan selain itu maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” <HR Muslim dari Abu Dzar>

Ikhwani… Kokohkanlah keimanan dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah, renungkanlah kisah umat-umat terdahulu yang diceritakan di dalam Al Qur’an karena itu adalah cerminan kehidupan zaman sekarang dalam perhelatan Al Haq dan Al Bathil…

Ikhwani… Buku-buku materi tauhid yang dibutuhkan telah ditulis dan telah diterjemahkan, maka milikilah dan bacalah kembali walau berulang-ulang untuk selalu mengingatkan dan sebagai pemantap di saat banyak orang yang menentang dan mengecam. Siapa tahu kita akan mengalami kondisi zaman saat taklim-taklim tauhid tidak bisa dijaharkan seperti yang selama ini bisa dilakukan…

Ikhwani Belajarlah bahasa arab bila ada kesempatan, baik langsung kepada guru ataupun lewat panduan program komputer, karena ia adalah bahasa Al Qur’an…

Jangan lupa hiasi diri dengan akhlak yang mulia… Lemah lembutlah terhadap awam kaum muslimin… Ingatlah bahwa kita dahulu juga sama seperti mereka, terus kita mendapatkan da’i tauhid yang berakhlak dan bertutur kata baik, maka kita pun tertarik, maka hendaklah kita seperti itu dalam menyikapi mereka… Karena isi yang baik kalo dikemas dengan kemasan yang buruk maka orang tidak suka dengannya karena akibat pengkemasannya yang buruk. Dari itu jangan terburu-buru menilai buruk orang awam yang belum menerima penyampaian kita, bisa jadi penyampaiannya yang kurang tepat atau tidak masuk akal mereka. Maka kenalilah tabiat orang-orang yang akan didakwahi dan latar belakang keilmuan mereka…

Ikhwani… biasanya pada kondisi sekarang orang yang baru mengenal tauhid dan belum paham akan rinciannya ia bersikap kaku dan kadang kasar, maka pelajarilah rincian-rinciannya agar stabil, dan takarlah ucapan yang dilontarkan dengan kemampuan menanggung resikonya, karena setiap lontaran itu ada resikonya…

Kenalilah realita yang ada agar bisa menakar ucapan dan perbuatan…

Semoga Allah ta’ala meneguhkan kita….

وصلى الله على محمد وسلم والحمد لله رب العالمين

Abu Sulaiman

4 Rajab 1432 H

[millahibrahim.wordpress.com/thoriquna.wordpress.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: