Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

AL GHURABA 7


TAKFIR

Maka aku katakan: Rasulullah Saw bersabda “Sesungguhnya Allah akan memberikan pertolongan kepada din (agama) ini dengan suatu kaum yang mereka tidak punya akhlak sama sekali” sehingga banyak sekali manusia yang Allah tundukkan untuk membantu agama dan orang-orangnya ini tanpa ada niat dari mereka untuk membela agama Allah, seperti ini sesungguhnya yang dipuji hanya Allah saja, dan mereka tidak mendapatkan pahala sama sekali….lihatlah kepada Fahd Bin Abdul Aziiz, dia telah mencetak beratus-ratus juta mush-haf Al Qur-aan Asy Syariif… dia ini ditundukkan oleh Allah untuk membantu agama ini….akan tetapi dengan amalnya dia ini tidak mendapatkan pahala disisi Allah sama sekali selama dia masih diatas kesyirikannya dan berwala’ dengan orang-orang kafir….. Allah Swt berfirman (Dan barang siapa yang berwala’ kepada mereka maka dia termasuk diantara mereka) (QS. Al Maa-idah : 51)…

Dia bertanya: Bagaimana kamu tahu dan dapat memastikan akan hal ini..?? ini yang tahu hanyalah Allah saja…!!!

Aku katakan: Kami telah diberitahu oleh Allah di dalam kitabNya, Allah berfirman tentang perbuatan orang-orang musyrik (Lalu kami hadapkan apa-apa yang telah mereka kerjakan dan kami jadikan amalan itu seperti debu yang berterbangan) yaitu kadang-kadang orang-orang kafir itu membangun rumah sakit-rumah sakit, masjid-masjid, dan banyak berbuat kebaikan dan kebajikan, akan tetapi selama itu tidak dibangun diatas kaedah iman dan tauhid, yang merupakan salah satu syarat dari syarat-syarat sahnya dan diterimanya amal, maka dengan itu apa yang dia lakukan menjadi bathil, tertolak dan tidak diterima, karena barang siapa yang syirik kepada Allah dan berwali kepada orang-orang musyrik serta mengikuti undang-undang mereka yang bathil atau menjaganya dan memeliharanya juga memerangi orang-orang yang bertauhid yang membenci semua itu, maka dia tidak mendapatkan sesuatu sedikitpun dari sisi Allah, dan tidak diterima amalnya hingga dia berlepas diri dari kesyirikan dan para thaghut….

Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi

Penjara Suwaaqah – Urdun – 1416 H

Akhir bulan Rabi’ul Awwal tahun 1416 H

—————————————————————————————–

TAKFIR

Takfir artinya, mengkafirkan orang lain yang berbuat syirik. Ketahuilah wahai saudaraku, saat hancurnya tatanan Tauhid di Saudi Arabia dan bercokolnya para thaghut di sana, maka masalah-masalah Tauhid ikut tersisihkan bersama para ‘ulamanya. Para thaghut membatasi gerak lisan para ulama. Kitab-kitab rujukan dalam hal ini sangatlah asing dan yang banyak beredar adalah kitab-kitab yang samar, bersifat mujmal dan banyak menguntungkan para thaghut. Namun alhamdulillah kebenaran tidak akan hilang apapun upaya thaghut untuk menutupinya.

Pada masa sekarang, ketika membaca kitab-kitab samar tersebut, masalah takfir seolah-olah menjadi tabu untuk dibahas. Bila ada orang yang berani mengangkat kepalanya dalam hal ini, maka serta merta tuduhan Khawarij dan Takfiriy menghujaninya. Jadi tidaklah aneh bila banyak orang yang ‘phobia’ takfir. Akan tetapi muslim muwahhid yang lebih mengutamakan ridha Allah atas yang lainnya, maka tidak akan peduli terhadap tuduhan-tuduhan murahan yang dialamatkan kepadanya, karena ridha Allah adalah tujuan utama. Berkaitan dengan itu, maka marilah kita membahasnya dengan merujuk pada Al-Qur’an, As Sunnah dan ijma serta pernyataan para ‘ulama.

 

Ketahuilah bahwa pelaku syirik akbar sudah Allah kafirkan dalam banyak ayat Al Qur’an, di antaranya yaitu :

“Dan barangsiapa mengibadahi Tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (Al Mu’minuun : 117)

Dan firman-Nya;

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, Maka Sesungguhnya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang zhalim”. (Yunus : 106).

Yang dimaksud orang-orang zhalim di sini adalah orang-orang musyrik, sebagaimana firman-Nya :

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”. (Luqman : 13)

Yang dimaksud orang-orang zhalim di sini adalah orang-orang kafir sebagaimana dalam ayat :

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim.” (Al Baqarah : 254)

Bila Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memvonis kafir para pelaku syirik, maka wajiblah atas kita membenarkan vonis Allah itu dalam bentuk kita mengkafirkan pelaku syirik itu.

Masih banyak ayat Al Qur’an yang memvonis kafir para pelaku syirik akbar. Allah juga memerintahkan kita untuk memvonis kafir para pelaku syirik, Dia Ta’ala berfirman :

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdo’a (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:

“Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka”.

(Az Zumar : 8)

“Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu, karena Sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”. (Ibrahim : 30)

Allah juga memerintahkan kita untuk mengikuti jejak Ibrahim dan Rasul-Rasul serta para pengikutnya saat mereka mengatakan kepada kaumnya :

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari dari apa yang kalian ibadati selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja….” (Al Mumtahanah : 4)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman :

“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”. (Al Kaafiruun : 1-2)

Adapun sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di antaranya :

“Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka haramlah darah dan hartanya, sedangkan perhitungannya atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Mengkafirkan para pelaku syirik adalah bagian dari makna kafir kepada thaghut. Maka bagaimana halnya sehingga sebagian orang-orangberani mengatakan itu adalah fitnah Khawarij seraya mereka mengingkari kepada muwahhid yang melaksanakan kewajiban kufur kepada thaghut. Kufur kepada thaghut adalah kewajiban setiap muwahhid bukan kewajiban ‘ulama saja. Apakah kewajiban kufur terhadap thaghut adalah atas ‘ulama saja? Jawablah dengan dalil, jangan dengan dalih.

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang mengganti diennya, maka bunuhlah dia”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

 

Macam penggantian dien yang paling dahsyat adalah syirik akbar. Pelakunya divonis bunuh, sedangkan vonis itu tidak jatuh, kecuali setelah takfir.

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seorang sahabat untuk membunuh seorang laki-laki yang menikahi bekas ibu tirinya. Ini adalah pengkafiran dari beliau, sedangkan menikahi ibu tiri statusnya jauh di bawah syirik akbar, meskipun keduanya adalah bentuk kekafiran.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah hendak menyerang Banu Al Mushthaliq, saat ada kabar bahwa mereka menolak membayar zakat, tapi ternyata kabar tersebut adalah bohong.

Adapun ijma sangat banyak, diantaranya :

Ijma para sahabat pada zaman Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu’anhu atas pengkafiran Musailamah Al Kadzdzab dan para pengikutnya.

Dan di antara orang-orang yang murtad ada yang tetap di atas dua kalimat syahadat, namun dia mengakui kenabian Musailamah dengan dugaan darinya bahwa beliau (shalallahu ‘alaihi wa sallam ) menyertai dia dalam kenabian, karena dia mengangkat saksi-saksi palsu yang menyaksikan kenabiannya, kemudian dia dibenarkan banyak orang. Meskipun demikian, para ‘ulama ijma bahwa mereka itu adalah orang-orang murtad meskipun mereka jahil akan hal itu. Dan siapa yang meragukan kemurtadan mereka, maka dia kafir seperti mereka.

Ijma para sahabat pada zaman Abu Bakar radliyallahu’anhu atas pengkafiran orang-orang yang menolak membayar zakat.

 

Ijma para sahabat pada zaman Utsman ibnu ‘Affan radliyallahu’anhu atas pengkafiran jama’ah mesjid di Kufah, saat salah seorang di antara mereka melontarkan ungkapan pembenaran akan kenabian Musailamah, sedangkan yang lain diam, tidak mengingkari.

 

Ijma para sahabat pada zaman Ali radliyallahu’anhu atas pengkafiran Ghulatur Rafidlah yang mengkultuskan Ali radliyallahu’anhu, padahal mereka itu adalah orang-orang yang rajin beribadah dan merupakan murid-murid para sahabat Rasul. Hukuman bagi mereka adalah dibakar hidup-hidup oleh Ali radliyallahu’anhu di Bab (pintu) Kandah dalam parit.

 

Ijma para Tabi’in atas pengkafiran Al Ja’d ibnu Dirham, padahal dia adalah seorang ahli ilmu, ahli ibadah dan zuhud.

 

Ijma para ulama atas pengkafiran Bani ‘Ubaid (para penguasa Mesir pada masa dinasti Fathimiyyah) padahal mereka itu mengaku sebagai penguasa Khilafah Islamiyyah. Bani ‘Ubaid dan jajarannya yaitu para penguasa Mesir. Sesungguhnya mereka mengaku sebagai bagian dari keturunan Ahlul Bait. Mereka selalu shalat berjama’ah dan shalat Jum’at. Mereka telah mengangkat para qadli dan mufti. Para ‘ulama telah ijma bahwa mereka itu kafir, murtad lagi mesti diperangi, negeri mereka adalah negeri kafir harbi. Wajib memerangi mereka meskipun mereka (rakyatnya) dipaksa dan benci kepada para penguasa itu.”

Ijma semua ‘ulama madzhab dalam kitab-kitab mereka, di mana mereka semua menetapkan bab khusus tentang riddah dan mereka memulainya dengan syirik akbar.

 

Ijma-ijma ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa takfir itu bukan fitnah, akan tetapi dien…,apalagi dalam masalah syirik akbar.

Dan seorang pun dari kalangan ahlul kiblat tidak boleh dikeluarkan dari Islam, sehingga ia menolak satu ayat dari kitab Allah atau sesuatu dari atsar-atsar Rasulullah shalallahu ‘alaihiwa sallam atau dia shalat kepada selain Allah, atau dia menyembelih untuk selain Allah (tumbal). Dan siapa melakukan sesuatu dari hal-hal itu, maka WAJIB atas engkau mengeluarkan dia dari Islam.

Mengkafirkan pelaku syirik itu wajib atas engkau…bukan fitnah! Ini adalah ‘aqidah Ahlus Sunnah bukan Khawarij. Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka itu sama saja membenarkan ajaran mereka.

 

Wahai saudaraku, siapakah yang dalam posisi bahaya, kami yang mengkafirkan pelaku syirik atau kalian yang tidak mengkafirkannya ? Apakah pembatal Islam yang satu ini khusus bagi ulama yang tidak mengkafirkan pelaku syirik atau  bagi semua orang yang tidak mengkafirkan?

 

Engkau harus meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah, engkau meninggalkannya, engkau membencinya, engkau mengkafirkan para pelakunya, serta engkau memusuhi mereka.

 

Mengkafirkan pelaku syirik adalah termasuk makna kufur terhadap thaghut, sedangkan kufur kepada thaghut adalah separuh kandungan Laa ilaaha illallaah. Apa komentarmu, wahai saudaraku? Apakah kufur

kepada thaghut itu adalah kewajiban atas ‘ulama saja ? Kalau demikian, Tauhid itu berarti hanya wajib atas ‘ulama saja dan tidak atas yang lainnya….???

Subhaanallah… padahal di antara kalian ada orang yang tidak memusuhi pelaku syirik apalagi mengkafirkannya, namun yang mereka musuhi adalah para muwahhidin. Ada diantara kalian yang membela-bela rezim ini, dan mengatakan orang yang berperang melawannya adalah “teroris”…

Orang yang paham makna Laa ilaaha illallaah, maka dia paham bahwa takfir pelaku syirik adalah bagian dari maknanya. Mungkin kalian berkata : “Itu kan kamu, bukan ulama! Bukan lulusan Al-Azhar! Ucapan kamu bukan dalil…”

Kami jawab : “Ya benar, ini bukan dalil, akan tetapi tanggapan kami itu berdasarkan dalil Al Kitab, As Sunnah dan ijma, sedangkan apa dalil kalian bahwa takfir pelaku syirik akbar adalah hak ‘ulama? Dan haram mengkafirkan pelaku syirik akbar? Mana dalil kalian dari Al Qur’an, As Sunnah atau ijma?”

Di antara hal yang pelakunya wajib diperangi adalah tidak mau mengkafirkan pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka. Sesungguhnya hal itu tergolong penggugur dan pembatal keislaman. Siapa yang memiliki sifat ini, maka dia telah kafir, halal darah dan hartanya serta wajib memeranginya, sedangkan dalil atas hal itu adalah sabda Nabi shalallahu ‘alaihiwa sallam :

”Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir kepada segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka haramlah darah dan hartanya, sedangkan perhitungannya atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala”.

Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menggantungkan keterjagaan darah dan harta terhadap dua hal, hal pertama ucapan Laa ilaaha illallaah dan ke dua kufur kepada segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka darah seorang hamba dan hartanya tidak terjaga sehingga dia mendatangkan dua hal ini.

Siapa yang membela-bela para pelaku syirik dan para thaghut di negeri ini, kami atau kalian?

Siapa yang mengingkari kepada yang mengkafirkannya, kami atau kalian?

Siapa yang mengatakan bahwa perbuatannya memang syirik, tapi orangnya tidak boleh dikatakan musyrik, kami atau kalian wahai ad’iyaa (para pengklaim paling) salafiy ?

Apakah saya mengada-ada dari diri saya sendiri atau saya mengikuti ‘ulama,..?

Wahai saudaraku… setelah engkau mengetahui hal ini, segeralah berlepas diri dari para thagut Indonesia…

 

Karena kurangnya pemahaman terhadap ‘aqidah Ahlus Sunnah dan ‘aqidah Khawarij, maka tak sedikit yang memvonis muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik sebagai Khawarij. Ini adalah vonis dari orang jahil, maka tentu tidaklah ada pengaruhnya, tapi realita membuktikan bahwa merekalah yang Khawarij, karena mereka beramah-tamah lagi akrab dengan para pelaku syirik, bahkan para thaghut di negeri ini, di sisi lain mereka memusuhi lagi menyerang para muwahhid yang sekuat tenaga melawan thagut di negeri ini.

Sesungguhnya mereka orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir, bila engkau mengamati mereka, ternyata orang-orang muwahhid itu musuh-musuh mereka, mereka membencinya dan dongkol dengannya, sedangkan orang-orang musyrik dan orang-orang munafik adalah kawan dekat mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya.Subhaanallah… Yang Memegang hati ini. Memang mereka sengaja mengusir kaum muwahhidin sedangkan orang-orang musyrik dan para thaghut, mereka undang, mereka jamu dan dipersilahkan menyampaikan sambutan bahkan diberi bingkisan.

Sebagian orang berkata saat mendengar muwahhid mengkafirkan pelaku syirik akbar atau thaghut yang mengaku Islam, maka dia spontan mengatakan : “Jangan kafirkan saudaramu, ini bahaya, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda : Siapa mengatakan kepada saudaranya ‘Wahai kafir…’, maka tuduhan itu kembali kepada salah satunya (HR. Muslim)”.

Maasyaa Allah, memang di zaman ini banyak hal serba terbalik.. Mereka mendalili orang kafir dengan dalil tentang orang mukmin. Wahai saudaraku…, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “…kepada saudaranya…”, saya bertanya : Apakah para thaghut dan para pelaku syirik akbar itu adalah saudaramu sehingga dilarang mengkafirkannya ?

Akhirnya saya tujukan kepada ikhwan muwahhidin, janganlah antum takut dengan dalih-dalih orang-orang seperti itu. Syubhat-syubhat yang mereka lontarkan adalah persis sama dengan syubhat-syubhat musuh sebelumnya dan semua itu alhamdulillaah ada jawabannya.

Teruslah antum berdakwah dan jangan patah semangat. Badan kita jauh, tapi hati kita dekat. Perkuatlah silaturrahiim. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: