Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » Tanggapan atas pernyataan ust. Aman Abdurrahmah & ust. Abu Bakar Ba’asyir tentang peledakan masjid mapolres Cirebon.

Tanggapan atas pernyataan ust. Aman Abdurrahmah & ust. Abu Bakar Ba’asyir tentang peledakan masjid mapolres Cirebon.


Tanggapan atas pernyataan ust. Aman Abdurrahmah & ust. Abu Bakar Ba’asyir tentang peledakan masjid mapolres Cirebon.

oleh. Abu Syaukat
Firman Allah:

“Perangilah orang_orang yang tidak beriman kepada Allah & hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah & Rosul-Nya & mereka tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam). (QS. At-taubah 29).
Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang_orang musyrik dimana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglag mereka, dan awasilah dari tempat pengintaian. Jika mereka bertobat & melaksanakan sholat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Qs. At-taubah 5).
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah: “Berperang dlm bulan itu adlh (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) masjidilharom & mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad diantara kamu dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka sia-sia amalnya di dunia & diakhirat, & mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqoroh 217).
Ust. Aman hafizohulloh mengeluarkan pernyataan, diantaranya bahwa penghancuran masjid dhiror bersifat khofi (samar), dan mujahidin kurang menggali ilmu syar’i & waqi’, sehingga merugikan da’wah tauhid.

Tanggapan:
Pernyataan tersebut bertentangan dengan firman Allah dalam surat At-Taubah 107-110. Dalam ayat tersebut dinyatakan, masjid dhiror diantara fungsinya yaitu menunggu kedatangan orang_orang yang telah memerangi Allah & Rosul-Nya sejak dulu. Lihat tafsir Ibnu Katsir.

Dan sudah kita fahami, bahwa polisi secara mutlak kita hukumi sebagai anshor thoghut yang memerangi Allah & Rosul-Nya, tidak ada kesamaran. Adapun masalah merugikan da’wah tauhid, itu hanya perkiraan beliau saja padahal itu belum atau bahkan tidak terjadi. Kerugian sebenarnya adalah apabila kita membiarkan mereka hidup lama untuk menangkap & membunuh serta memurtadkan kaum muslimin, khususnya mujahidin.
Adapun pernyataan Ust. Abu Bakar Ba’asyir hafizohulloh bhw polisi secara dhohir sedang shalat & dihukumi sbg muslim

bertentangan dengan surat At-Taubah 29 & Al-Maidah 44, yaitu mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah & Rosul-Nya & tidak beragama dengan agama yang benar. Mrk penganut & pembela agama demokrasi & pancasila, sehingga tidak bermanfaat shalat mereka dihadapan hukum Islam. Merekapun tidak mau berhukum dengan hukum Allah. Wallahua’lam bish-showab.


13 Komentar

  1. maman911 mengatakan:

    pernyataan ust abu bhw mengebom masjid dan kaum muslimin yg sdg sholat adlh haram, tp masjid yg dibom itu bkn msjd kaum muslimin dan yg sholat jg bkn muslim kan ? lalu prnyataan ust aman jg dmikian,bhw mengebom msjd dhiror di tengah kaum muslimin itu tdk boleh, smntr itu msjd tdk di tengah kaum muslimin dan yg sholat jg bkn muslim. lagipula bliau berdua itu dlm kondisi tertawan. wallohu a’lam.

  2. faishal fariz mengatakan:

    tanggapan mrk tak ada pengaruhnya bagi perjuangan kami,sebab perjuangan kami adalah perjuangan Islam,bukan perjuangan kelompok,ataupun tandzim tertentu..!

  3. abu barda mengatakan:

    wallahi…ana tercerahkan dgn adanya tanggapan ini…sblm nya ana sudah yakin atas kebenaran amaliyah al akh m syarif,tapi seseorang membuat ana ragu,alhamdulillah sekarang ana dah yakin lagi setelah baca tanggapan ini dan yg lainnya..allahu akbar!!!

  4. fata mengatakan:

    abu syaukat itu sapa ya?

  5. abd katib mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Antum tidak cermat menanggapi tanggapan dari Ust. Abu Bakar Baasyir Hafizohulloh. antum berdalil dgn surat At-Taubah 29 & Al-Maidah 44 : yaitu mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah & Rosul-Nya & tidak beragama dengan agama yang benar.
    Ust. Abu melihat mereka secara dhohir kaum muslimin yg “sedang sholat” artinya
    1. sedang menjalankan perintah Alloh bukan sedang melanggar perintah Alloh SWA.
    2. ketika saat sedang berperang ada musuh yg hendak dibunuh oleh sahabat kemudiaan dia mengucapkan syahadat tetapi tetap dibunuh oleh sahabat lalu Rosul mengatakan “apakah kamu mengetahui isi hatinya”
    3. Abu bakar memerangi satu kaum yg mereka sholat tapi tidak mau membayar zakat. disini mereka sedang melakukan pelanggaran terhadap perintah Alloh yaitu tidak mau membayar zakat makanya diperangi.
    4. Abdulah bin ubay yg sudah jelas kekafirannya kenapa tidak di bunuh ? padahal Alloh sudah memberitahu bahwa dia gol munafik ? karna memang dhohirnya selalu melakukan ketaatan. andai dia melakukan pelanggaran terhadap perintah Alloh tentu sudah di penggal oleh Rosul.
    5. ketika masjid dhiror akan dibakar oleh Rosul, antum tahu kondisi masjid tersebut ? masjid tersebut dalam keaadaan kosong bukan dalam keadaan terisi orang yg sedang sholat.
    6. kalau antum cermat ust. Abu sudah menetapkan siapa orang2 yang menjadi musuh Alloh di indonesia ini …. itulah seharusnya yg jadi prioritas.
    7. antum ingat apa yg dilakukan trio bomber mereka melakukan puasa kifarat selama 2 bulan berturut2. itu apa artinya ? karna ada kaum muslimin disitu walaupun tidak mungkin mereka sedang berdzikir ditempat itu.
    8. mari kita mendo’akan M Syarief mudah2an dia mempunyai niat yg ikhlas sehingga amalnya diterima oleh Allloh.
    semoga ini dapat meluruskan kita semua dalam beramal hendaknya tidak hantam kromo pelajari dgn benar. sehingga tidak memojokan dawah tauhid seperti yg ust. Aman katakan.

    afwan jika ada yg salah.
    wasalam. Al fakir abd katib

    • wa’alaykumsalam..
      sebenarnya yang behak menjawab ini adalah penulis sebdiri yaitu ust Abu Syaukat Darmawan. tapi ana mencoba sedikti mengomentari tanggapan antum.

      >Ust. Abu melihat mereka secara dhohir kaum muslimin yg “sedang sholat” artinya
      1. sedang menjalankan perintah Alloh bukan sedang melanggar perintah Alloh SWA.

      tanggapan: na’am ana setuju bahwa yang kita jadikan penilaiyan adalh hal yang zhohir bukan hal yang ghoib.
      > ana bertanya siapakah mereka yang sedang sholat di masjid tersebut?
      bukankah mereka adalah polisi yang nota bene adalh anshor thoghut? lalu bagaimana hukum menjadi anshor thoghut?

      “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka dien yang tidak diijinkan Allah” (Asy Syura: 21)

      Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata: “Bahwa setiap orang yang itiba’ (mengikuti) aturan, UU dan hukum yang menyelisihi apa yang Allah ta’ala syari’atkan lewat lisan Rasul Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia itu MUSYRIK kepada Allah, KAFIR lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai tuhan.” (Risalah Al Hakimiyah Fi Tafsir Adlwail Bayan), dan beliau berkata juga: “Penyekutuan di dalam hukum adalah sama seperti penyekutuan di dalam ibadah.”

      Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Ulama telah ijma’ bahwa barang siapa memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah maka dia itu MUSYRIK meskipun mengucapkan laa ilaaha illallah, dia shalat dan shaum serta mengaku muslim” (Ibthalut Tandid: 76). Dua doa disini adalah doa ibadah dan doa mas-alah (permintaan), sedangkan penyandaran ketaatan adalah termasuk doa ibadah.

      lihtlah! sesiapa yang ‘itiba (mengikuti) hukum, aturan kafir para thoghut, maka syeikh mengatakan bahwa di adlah seorang musyrik! kafir!
      ini baru sekedar ‘itiba, lantas bagaimana dengan yang menjadi penjaga kekafiran para thoghut?
      ana rasa ana tidak perlu menjelaskan apa fungsi polisi_polisi tersebut.
      hukum bagi mereka adalah:
      “Orang-orang yg beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut…”(QS.An-Nisa:76).

      >2. ketika saat sedang berperang ada musuh yg hendak dibunuh oleh sahabat kemudiaan dia mengucapkan syahadat tetapi tetap dibunuh oleh sahabat lalu Rosul mengatakan “apakah kamu mengetahui isi hatinya”

      tanggapan; hadits tersebut tentu benar adanya, tapi tidak tepat jika dipaksakan untuk berhujjah dalm kasus ini.
      tentu saja sahabat salah, karena membunuh seorang yang ketika akan dibunuh dia mengucapkan syahadat, sedangkan tidak di ketahui (zhohir) pada orang tersebut kecuali dia bersaksi atas ketuhanan Allah ta’ala dan kerasulan Muhammad.
      namun ketahuilah bahwa syahadat itu bisa batal, keimanan itu bisa hilang sama sekali ketika manusia melakukan salah satu dari pembatal-pembatal keimanan. dan zhohirnya kita telah sama-sama tahu pembatal keimanan yang manakah yang telah dilakukan para anshorvthoghut itu???

      >3. Abu bakar memerangi satu kaum yg mereka sholat tapi tidak mau membayar zakat. disini mereka sedang melakukan pelanggaran terhadap perintah Alloh yaitu tidak mau membayar zakat makanya diperangi.

      tanggapan; nah! antum telah mengetahui mengapa Abu BAkar ra. memerangi mereka?
      karena mereka melakukan salah satu pelanggaran dalam syariat Islam yaitu tidak mau membayar zakat! Abu Bakar ra. tetap memerangi mereka padahal mereka masih sholat! sama seperti para polisi itu, mereka masih sholat juga.
      namun bukankah pelanggaran para anshor thoghut itu lebih buanyak dari pada kaum yang diperangi Abu Bakar???
      BERHUKUM KEPADA SELAIN HUKUM ALLAH!!! BAHKAN MENJADI PELINDUNG KEKAFIRAN PARA THOGHUT DAN MENJADI PENJAGA SINGASANA KEKAFIRAN MEREKA!!!

      >4. Abdulah bin ubay yg sudah jelas kekafirannya kenapa tidak di bunuh ? padahal Alloh sudah memberitahu bahwa dia gol munafik ? karna memang dhohirnya selalu melakukan ketaatan. andai dia melakukan pelanggaran terhadap perintah Alloh tentu sudah di penggal oleh Rosul.

      tanggapan; ana gak akan panjang lebar dalm menanggapi poin ini. KARENA KITA HANYA BOLEH MENILAI BERDASARKAN APA YANG NAMPAK.
      lalu apakah tidak nampak bagi anda kekafiran para anshor thoghut itu???

      >5. ketika masjid dhiror akan dibakar oleh Rosul, antum tahu kondisi masjid tersebut ? masjid tersebut dalam keaadaan kosong bukan dalam keadaan terisi orang yg sedang sholat.

      tanggapan; hal ini (‘amaliyah cirebon) sungguh tidaklah samar bagi mereka yang memperhatikan dengan menggunakan akalnya. bahwa target pelaku bukanlah menghancurkan masjid dhiror, tapi membubuh pimpinan anshor thoghut ditempat itu. yaitu kepolres cirebon.
      ini dapat kita lihat dari daya ledak bom yang digunakan dan efeknya terhadap masjid itu sendiri.
      apakah anda melihat masjid itu hancur????

      >6. kalau antum cermat ust. Abu sudah menetapkan siapa orang2 yang menjadi musuh Alloh di indonesia ini …. itulah seharusnya yg jadi prioritas.

      tanggapan;
      alhamdulillah penulis bukan orang baru dalam dunia perang (jihad) jadi beliau tau siapa saja musuh yang harus diperangi dan ana rasa begitupun pelaku. tanpaknya andalah yang harus banyak membaca tulisan ustad aman abdurahman, agar anda paham siapa sajakah musuh tauhid itu!

      >7. antum ingat apa yg dilakukan trio bomber mereka melakukan puasa kifarat selama 2 bulan berturut2. itu apa artinya ? karna ada kaum muslimin disitu walaupun tidak mungkin mereka sedang berdzikir ditempat itu.

      tanggapan; siapakah (selain orang kafir) dan bagaimanakah hukum syariat terhadap satus orang yang terbunuh dari ‘amaliyah mereka yang penuh berkah tersebut??? lalu siapa dan bagimana status syariat para target pembunuhan al-akh M. sarif????

      >8. mari kita mendo’akan M Syarief mudah2an dia mempunyai niat yg ikhlas sehingga amalnya diterima oleh Allloh.

      Allahuma Aamiin…

      ketahuilah, tidaklah sama antara orng yang hanya melihat dari jauh dengan orang yang menjadi pemainnya. maka ketika posisi kita hanya sebagai penonton jarak jauh hendaknya janganlah hantam kromo dalam mengomentari ‘amaliyah orang-orang lapangan.

      Allahu muwafiq
      Abu Nabilah

  6. abu m iqbal mengatakan:

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    Ana sependapat dengan akhi Abd Katib soal ketidakcermataan akhi Abu Syaukat dalam mensikapi pernyataan Ust. Abu dan Ust. Aman. Beliau berdua bukanlah orang baru dalam Da’wah wal Jihad, sehingga pernyataan yang mereka katakan bukanlah pernyataan yang bersifat sembrono dan tergesa-gesa. Kalaupun ada pernyataan yang beliau berdua katakan secara spontan, niscaya bukan karena kecerobohan melainkan karena pernyataan tersebut sudah merupakan bagian dari keseharian mereka (mereka faham betul “berkata baik atau diam!”).

    Satu catatan lagi, blog ini banyak memuat artikel yang diambil dari millahibrahim.wordpress.com yang notabene adalah tulisan-tulisan serta terjemahan Ust. Aman (Abu Sulaiman Aman Abdurrahman) seperti ‘Seri Materi Tauhid’ dan ‘Al Guluw fit Takfier’. Jika akhi Abu Syaukat mempelajari kedua seri tulisan tersebut, niscaya pernyataan di atas dapat dihindari.

    Afwan jika ana melakukan kekeliruan
    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    • wa”laykumsalam..
      sebagaimana halnya kedua ulama tersebut, penulis (al ust. Abu Syaukat Darmawan juga bukanlah orang baru ya akhi…. taukah engkau siapa beliau???
      jika engkau ingin tahu maka bertanyalah pada para rijal dakwah tawhid wal jihad di negri ini…
      lagi pula, adakah manusia biasa selain Rosul yang maksum dari kesalahan sehingga perkataannya tidak boleh di bantah????

  7. darjono mengatakan:

    masya Allah.. laa hawla wa laa quwwata illa biLlah.. jangankan bergembira karena terlukanya anshorut thoghut dengan luka yang cukup parah dalam amaliyat ini.. bahkan diam pun kita tidak bisa.. apakah antum tau bagaimana rasanya memasuki komplek markas thoghut dengan membawa satu tas ransel penuh bahan peledak siap ledak… wahai orang-orang yg bahkan belum pernah memikul satu karung beras.. istighfar ya akhi..tentang siapa antum berbicara ini..

  8. Amaliat mengatakan:

    Bangun lah dan majulah terur mujahiddien. Allahuakbar 7x

  9. zacky mengatakan:

    Allahu akbar!! afwan kl ana dr awal se-7 dgn amaliyah d mapolres cirebon,krn melihat kondisi ikhwan” yg d tangkap dan d bunuh secara dholim oleh para Anshor thoghut trsbt.secara tdk langsung akh M Syarif tlh memberikan pelajaran kpd anshor” thoghut itu,wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: