Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » artikel » Seruan Al Qur’an [Terjemahan Majalah Inspire seri 4]

Seruan Al Qur’an [Terjemahan Majalah Inspire seri 4]


Berikut adalah terjemahkan artikel dari Hazim Noor, dari Inspire Issue seri 4 halaman 63.

Catatan dari redaksi: Beberapa surat Al Qur’an dalam edisi aslinya salah ketik dan telah dilakukan penyesuaian seperlunya.

Seruan Al Qur’an

Hazim Noor

 

Ketika kita simak lembar demi lembar Al Qur’an – firman terakhir Allah bagi semua ummat manusia – akan kita dapati berbagai pembahasan. Banyak di antara pembahasan tersebut dijabarkan melalui kisah-kisah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, mewariskan hikmah dalam ketaatan. Selain itu, terdapat pula hikmah umum pada perilaku ummat manusia terhadap Pencipta mereka. Namun dengan pengamatan lebih seksama, akan kita dapati bahwa setiap pembahasan berada di bawah satu tema yang memayungi. Tema ini merupakan seruan Al Qur’an. Dengan bahasa lugas dan sederhana, ke sanalah ummat manusia diseru Allah.

Tema dari Al Qur’an bukanlah jihad, hukum waris, ilmu pengetahuan ataupun isu-isu fiqih. Meski pembahasan-pembahasan tersebut jelas dirinci dalam Al Qur’an, ia hanyalah penggalan-penggalan yang menjadi penyusun bangunan yang lebih besar. Tema pokok Al Qur’an adalah tauhid atau penyembahan kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya. Allah berfirman:

{Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku} [51: 56].

Setiap ayat dalam Al Qur’an baik secara langsung ataupun tidak menunjuk ke arah itu.

{Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?} [51: 20-21].

Pesan yang ada adalah bahwa Allah itu Esa tanpa sekutu. Dia tidak memiliki anak baik laki-laki ataupun perempuan dan tidak juga anggota keluarga. Dia tidak bergantung pada apapun, sedang setiap orang dan segala sesuatu di alam semesta akan roboh bila Dia tidak menyokong mereka. Dia di atas semua orang dan segala sesuatu, dan Dia memiliki sifat paling indah dan sempurna yang membantu kita mengenal siapa Dia sebenarnya. Tidak ada yang menyamai-Nya; Dia unik dalam pengertian bahwa Ia tidak memiliki tandingan apapun. Sifat-Nya lebih tinggi di atas sifat manusia dan oleh karenanya Ia tidak pernah lelah, frustrasi ataupun mati. Dialah yang disebut-sebut ketika manusia tengah berada di atas kapalnya yang labil, berguncang dari satu sisi ke sisi lain ketika gelombang besar di samudera menerpa, sembari memohon sepenuh hati supaya bisa sampai ke daratan dengan selamat. Namun ketika Allah menolongnya, beberapa di antara mereka tetap saja ingkar kepada-Nya. Demikianlah keadaan orang yang lebih besar penghambaannya terhadap hasratnya sendiri daripada penghambaannya terhadap Penciptanya. Allah begitu penuh kasih kepada orang-orang semacam ini hingga Ia berulang kali memberi mereka kesempatan untuk bertaubat, mengubah jalan mereka dan beribadah kepada-Nya sebagaimana telah Ia perintahkan; sungguh, semua orang diberi kesempatan ini sampai mereka menjumpai maut. Maka wajar belaka bila Allah mengabarkan dalam Al Qur’an berita tentang kematian, dengan mengatakan bahwa tidak seorang pun tahu kapan dirinya akan meninggal.

{ Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. } [62 : 8].

Al Qur’an mengulang tema tauhid dengan cara paling kreatif. Allah tidak melakukannya hanya sekedar untuk membuat takjub pembaca dan pendengar dengan firman-Nya yang lugas, melainkan juga untuk memperingatkan mereka dengannya, mengingatkan mereka dengan Hari Penghakiman. Al Qur’an menggambarkan hari itu sebagai hari penuh ketakutan. Orang-orang shalih akan menerima catatan mereka dengan tangan kanan mereka, yang akan membawa mereka ke anugerah abadi di dalam Surga. Inilah orang-orang yang beriman dan kemudian bekerja keras dalam hidupnya untuk bersabar dan bertahan dalam ketaatan. Orang-orang ingkar – mereka yang tidak patuh kepada Allah dan perintah-perintah-Nya – akan menerima kitab amal mereka di tangan kiri. Mereka akan berteriak,

{ “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku!”} [69: 25-29].

Maka, mereka pun dilemparkan ke dalam api (neraka—penterj.).

Sebagaimana telah dikatakan, tema inti dari Al Qur’an adalah peribadatan kepada Allah tanpa sekutu. Hal ini menyiratkan perintah untuk memeluk Islam, dan menjalani hidup lurus dengan ketaatan kepada Allah. Tidak lebih, tidak kurang. Beribadah kepada selain Allah merupakan kelemahan terbesar di mana manusia mungkin terjatuh di dalamnya. Realitasnya adalah bahwa Allah, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijak, menciptakan segala sesuatu. Kita, manusia tidak punya alasan apapun untuk menyembah Yesus, Buddha, ataupun menambah atau mengurangi sekutu bagi Allah; kesemuanya ini menjadi penghalang bagi manusia itu sendiri dengan Allah. Hati orang yang benar-benar beriman merasa terhubung dengan Rabb-nya seperti orang yang berlayar di atas bahteranya, ketika menghadapi maut dan kehancuran, memanggil-manggil Tuhan yang Satu dan bukan jutaan dewa ataupun dewi. Dalam kesusahan yang begitu besar, manusia  akan tahu Pencipta-nya karena kematian mengitarinya. Maka, keputusan pun ada di tangannya untuk menjadi orang ingkar ataukah orang-orang dengan iman yang teguh.

Sumber: Inspire, Issue 4, halaman 62.

[Abu Maryam, MuslimDaily Semarang]


1 Komentar

  1. Zukhrifa mengatakan:

    “Dan kamu tidak dapat menghendaki(menempuh jalan itu)kecuali apabila dikehendaki Allah,Tuhan seluruh Alam{QS.At Takwiir:29}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: