Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Artikel Dari Samir Khan [Pengelola Majalah Al Qoidah INSPIRE] bagian 2

Artikel Dari Samir Khan [Pengelola Majalah Al Qoidah INSPIRE] bagian 2


Permasalahan/Isu Utama (bagian 2)

Alasan kedua mengisyaratkan tindakan memata-matai terhadap orang-orang Muslim demi kepentingan orang-orang kafir, menyediakan basis militer dan mata-mata di negara mereka masing-masing untuk memerangi ummat Islam, secara aktif berpartisipasi dalam pembunuhan atas kaum Muslim demi kepentingan orang-orang kafir, menyiksa, menyakiti dan bahkan memperkosa orang-orang Islam supaya mendapat kepercayaan dari orang-orang kafir, serta melancarkan kampanye propaganda yang mencakup justifikasi atas cara-cara mereka dan distorsi ajaran Islam terutama pada permasalahan terkait syari’ah, khilafah, jihad, `aqidah dan sebagainya.

Semua ini menunjukkan kemurtadan dengan tingkat sangat nyata. Pertanyaannya kemudian: dalam struktur pemerintahan modern, siapa sesungguhnya orang-orang murtad itu? Aturan ini berlaku bagi semua orang dalam sektor pemerintahan yang melakukan tindakan kekufuran. Pada ayat,

{Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah} [QS At Taubah: 31],

Syaikh Abu Muhammad al-Maqdisi berpendapat, “Meski mereka tidak menyembah, atau bersujud kepada para pendeta mereka, mereka mengikutinya dan bersepakat dalam pengharaman hal-hal yang halal dan dalam  penghalalan hal-hal yang haram. Allah, oleh karenanya, menganggap hal tersebut sebagai tindakan mempertuhankan mereka, karena ketaatan dalam pembuatan undang-undang adalah ibadah, dan pembuatan undang-undang ini tidak diperkenankan untuk siapapun kecuali Allah, karena Allah adalah satu-satunya yang berhak membuat undang-undang[1].”

Saat ini, kerajaan Saudi merupakan contoh utama dari kemurtadan busuk ini. Kerajaan mereka dapat diserupakan dengan kotoran anjing yang dibungkus dengan kain sutra emas. Mereka mengklaim syari’ah sebagai hukum mereka dan menggunakan tanah haramain[2] demi melanggengkan kekuasaan dan keabsahannya di tengah ummat. Selain mengeruk jutaan dollar uang ummat ke dalam perut dan kantong mereka, mereka juga mengalokasikannya untuk rekonstruksi bangunan masjid, khususnya haramain, sehingga orang-orang Muslim yang berkunjung akan merasa diterima dan nyaman. Ini merupakan strategi terencana suapaya mendapat dukungan dari ummat di seluruh dunia. Kemudian, mereka membuat kedustaan konyol bahwa al Qaeda bermaksud menyerang jamaah haji di Mekkah selama musim haji dan, oleh karenanya, pasukan Saudi akan bersiaga di sana untuk melindungi ummat[3].

Ini baru permulaan. Kemudian hadirlah hubungan mesra Saudi dengan Amerika yang mencakup bantuan militer untuk memerangi kaum Muslim di Jazirah Arab dan sebagai imbalannya Pasukan Salib pun diberi basis militer untuk melancarkan peperangan terhadap ummat Islam di seluruh dunia yang melampaui hukum-hukum mereka sendiri dalam membunuh dan penyebaran senjata; perlindungan mereka atas Israel dari ummat Islam; dialog antaragama kekanak-kanakan mereka yang tanpa malu menyeru pada satu agama baru; ulama-ulama yang mereka tampilkan dengan justifikasi mereka atas apapun yang dilakukan pemerintah[4]; digunakannya sihir dan komunikasi dengan jin busuk oleh mereka untuk melacak posisi mujahidin[5]; dan terakhir mereka siksaan mereka di penjara bawah tanah hingga tak menaruh iba pada ulama-ulama senior.

Ironi dalam semua ini adalah bahwa kepentingan politik mereka lebih mereka utamakan melebihi agama, dan para ulama yang tega memberi justifikasi atasnya. Misalnya, dalam perang melawan Uni Soviet di Afghanistan, Saudi menganggap Uni Soviet sebagai musuh. Rezim al-Saud pun kemudian membantu warganya supaya bisa mencapai Pakistan dengan aman untuk melewati perbatasan ke Afghanistan untuk menghadapi anjing-anjing Uni Soviet. Itu karena tidak ada perjanjian antar kedua negara ataupun kepentingan keserakahan di dalamnya. Itulah jihad melawan Uni Soviet; musuh yang dianggap hina oleh hampir seluruh dunia.

Namun ketika jihad dilancarkan terhadap Amerika atas kejahatannya terhadap dunia Islam, kerajaan Saudi memutuskan berada dalam barisan Pasukan Salib dengan menggunakan alasan-alasan lemah seperti ‘kami telah membuat perjanjian dengan mereka’, ‘mereka merupakan sekutu strategis dan sekutu politis kita’, ‘mereka sudah membantu kita dengan ini dan itu, dan Islam tidak memperkenankan kita menjadi orang-orang yang tahu balas budi’ dan semisalnya.

Jihad terhadap Uni Soviet, dalam pandangan Saudi, adalah jihad untuk Allah. Jihad terhadap Amerika, dalam pandangan Saudi, adalah jihad yang ‘korup’. Kami mengingkari orang-orang yang meyakini jihad untuk kepentingan Amerika.

Permasalahan utamanya adalah bahwa jihad akan tetap menjadi fardu ‘ain sampai Amerika dan sekutu-sekutunya yang murtad dimusnahkan dari wilayah Islam. Sekutu mereka tidak hanya mencakup orang-orang kafir asli, melainkan juga thaghut murtad yang membuat si kaya makin kaya sedang si miskin makin miskin, yang memerangi orang-orang Islam yang menginginkan supaya tauhid bisa tegak, dan yang merubah-rubah hukum Allah agar sesuai gaya hidup mereka. Bila mujahidin harus meninggalkan jihad seluruhnya, maka bayangkan apa yang sanggup Amerika dicapainya di Afghanistan dan Irak! Fitnah dengan segala bentuknya akan merasuki masyarakat Muslim, menambahi pengesahan terbuka atas kegiatan maksiat, kekufuran, syirik, dan fasad. Bisa pula dipastikan bahwa hal tersebut akan memberi mereka kekuatan tambahan di wilayah-wilayah Islam, yang membuatnya bisa mempengaruhi kaum Muslim dalam urusan agama, politik, dan kehidupan sosial. Semua ini sudah dapat dilihat di wilayah-wilayah yang belum dikuasai mujahidin. Lalu mengapa seorang Muslim yang waras mau berdiri menjadi halangan bagi panji tauhid – panji yang mencari perlindungan di bawah kesucian syari’ah? Inilah sesungguhnya permasalahan utamanya.


[1] Al-Maqdisi, A. M. Agama Demokrasi.

[2] Yakni Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

[3] Para pemimpin dan anggota biasa Al Qaeda di sini telah memberitahu saya bahwa mereka bertekad menunaikan ibadah haji ke Mekkah bersama-sama ummat. Mereka selalu menertawakan kedustaan konyol Saudi dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari mereka.

[4] Berapa kali pun kami dari al Qaeda menanggapi tuduhan tertentu yang dilontarkan terhadap kami seperti takfir, khawarij, membunuhi orang-orang Islam dan sebagainya, para ulama ini, demi uang, tetap saja mendengungkan sampah yang sama berulang kali tanpa bahkan pernah menjawab secara ilmiah tanggapan kami.

[5] Mungkin banyak yang terkejut, tetapi banyak mujahidin yang sudah berhijrah dari sana benar-benar mempersaksikannya. Para ikhwah menjadikan wajibnya membaca dzikir harian khususnya di pagi dan sore hari untuk perlindungan dari jin-jin yang akan memberikan informasi tentang posisi kami ini.

(Tamat)

[Muslimdayli.net/thoriquna.wordpress.com]


1 Komentar

  1. faishal fariz mengatakan:

    syukron atas artikelnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: