Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Akidah » HUKUM MEMBEBASKAN MEREKA

HUKUM MEMBEBASKAN MEREKA


HUKUM MEMBEBASKAN MEREKA

Image
Ustadz. Abu Bakar Ba’asyir

Entah harus berapa ratus, berapa ribu atau berapa juta lagi kaum musliminyang harus menjadi tawanan thowaghitun murtaddun untuk membangunkan dengkuranpanjang kalian wahai para mujahidin…
Disadari atau tidak sebenarnya momentum jihad fi sabilillah itu berkali-kalidatang pada kita namun kenapa kita menyia-nyiakannya??? VCD-VCD tentang perjuanganmujahid di sebrang lautan itu telah sampai kepada kita, mereka berceritatentang berbagai amaliah mereka di ladang jihad, mereka bergembira ataskemenangan yang mereka raih, mereka semakin kuat imannya dengan turunnyakaromah dari Allah Ta’ala. Tidakkah sedikitpun kita merasa iri???

Bukankah kita tidak ingin suatu saat generasi setelah kita membaca sejarah perjuangan Islam di negeri ini dengan perasaan malu, dengan mengatakan;
“ada sebuah negeri yang penduduknya mayoritas muslim di dunia tetapi minoritas mujahidnya di dunia. Negeri ini selalu mandul aplikasi jihadnya ketika berbagi kezhaliman melanda, karena mereka terselimuti oleh fitnah syubhat”
la hawla wala quwwata illa billah…

Ayyuhal mujahidun…
Risalah singkat ini sebenarnya merupakan pengulangan-pengulangan ataspemaparan hukum-hukum syar’i yang telah disampaikan para ulama mujahid dansering kalian dengar. Mudah-mudahan sajian ini bukan lagi hanya sebagaikonsumsi otak, teori pemuas syahwat tholabul ‘ilmi tetapi dapat diaplikasikansemampunya.

Bukan hasil yang Allah Ta’ala nilai, tetapi proses ikhtiar yang Allah nilai…

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. At-Taubah : 105)

Image
Ustadz Aman Abdurrahman

Hukum Jihad Melawan Orang-OrangKafir yang Menawan Sebagian Kaum Muslimin

Ketika musuh menawan sebagian kaum muslimin, umat Islamberkewajiban membebaskannya, baik dengan cara diplomasi damai, tukar menukartawanan, membayar tebusan, maupun cara-cara damai lainnya yang dibenarkan olehsyariat. Bila semua cara gagal, umat Islam wajib berjihad untuk membebaskankaum muslimin yang tertawan. Para ulama menyebutkan, hukum jihad melawanorang-orang kafir yang menawan sebagian kaum muslimin ini, adalah fardhu kifayah.Namun bila ia tidak terlaksana dengan tuntas, dan tawanan tidak bisadibebaskan, hukum jihad menjadi fardhu ‘ain. Hal ini berdasar kepada beberapa dalil :

(a).Firman Allah Ta’ala :

وَمَالَكُمْ لاَتُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِوَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَيَقُولُونَ رَبَّنَآأَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَاوَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيًرا
“Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yanglemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a,” Ya Allah,keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dzalim ini dan berilah kamipelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu”. (QS. AnNisa’:4:75).

ImamAbu Bakar ibnu al Araby al Maliky berkata :

[قَالَ عُلَمَاؤُنَا : أَوْجَبَ اللهُسُبْحَانَهُ فِي هَذِهِ ْالآيَةِ اْلقِتَالَ ِلاسْتِنْقَاذِ اْلأَسْرَى مِنْ يَدِاْلعَدُوِّ مَعَ مَا فِي اْلقِتَالِ مِنْ تَلَفِ النُّفُوسِ ، وَكَانَ بَذْلُاْلمَالِ فِي فِدَائِهِمْ أَوْجَبَ لِكَوْنِهِ دُونَ النَّفْسِ وَأَهْوَنَ مِنْهَا، وَقَدْ رَوَى اْلأَئِمَّةُ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ : (أَطْعِمُوا اْلجَائِعَ ، وَعُودُوا ْالمَرِيضَ ، وَفَكُّوا ْالعَانِي) ،وَقَدْ قَالَ مَالِكٌ : (عَلَى النَّاسِ أَنْ يَفْدُوا ْالأُسَارَى ِبجَمِيعِأَمْوَالِهِمْ ، وَلِذَلِكَ قَالَ : عَلَيهِمْ أَنْ يُوَاسُوهُمْ ، فَإِنَّاْلمُوَاسَاةَ دُونَ اْلمُفَادَاةِ]
“Dalam ayat ini ada beberapa masalah;
Paraulama kami menyatakan, dalam ayat ini Allah mewajibkan perang untukmembebaskan tawanan dari tangan musuh meskipun dalam perang itu ada nyawayang melayang. Adapun mengeluarkan harta untuk menebus mereka, hukumnya lebihwajib lagi karena lebih ringan dari mengorbankan nyawa. Para ulama telahmeriwayatkan bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berilah makan orangyang lapar, jenguklah orang yang sakit dan bebaskanlah tawanan !.” ImamMalik mengatakan,” Manusia wajib membebaskan tawanan (meskipunmenghabiskan–pent) dengan seluruh harta mereka.” Karena itu, imamMalik mengatakan,” Kaum muslimin harus menyantuni (menolong) mereka,karena menyantuni (menolong) lebih ringan dari menebus.” (AhkamulQur’an 1/459)

Image
Muhammad Jibril

Jikaterjadi mobilisasi umum karena musuh telah menguasai daerah umat Islamatau menguasai tawanan, maka mobilisasi itu menjadi umum dan wajibkeluar perang baik dalam keadaan ringan maupun berat, berjalan kaki maupunberkendaraan, merdeka maupun budak, orang yang mempunyai bapak keluar tanpaharus minta izin bapaknya demikian juga yang tak mempunyai bapak, sampai agamaAllah menang, daerah umat Islam terlindungi, musuh terkalahkan dan tawananterbebaskan. Dan dalam hal ini tak ada perbedaan pendapat.” (AhkamulQur’an 2/955, tafsir QS. At Taubah :41)

ImamAl-Qurthubi berkata :

قَولُهُ تَعَالَى ( وَمَا لَكُمْ لا تُقَاتِلُونَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ) : حَضٌّ عَلَى الْجِهَادِ ، وَهُوَ يَتَضَمَّنُ تَخْلِيصَاْلمُسْتَضْعَفِينَ مِنْ أَيْدِي اْلكَفَرَةِ اْلمُشْرِكِينَالَّذِينَ يَسُومُونَهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيَفْتِنُونَهُمْ عَنِ الدِّينِ ،فَأَوْجَبَ تَعَالَىاْلجِهَادَ ِلإِعْلاَءِ كَلِمَتِهِ وَإِظْهَارِ دِينِهِ وَاْستِنْقَاذِ اْلمُؤْمِنِينَالضُّعَفَاءِ مِنْ عِبَادِهِ وَإِنْ كَانَ فِي ذَلِكَ تَلَفُ النُّفُوسِ ،وَتَخْلِيصُ اْلأُسَارَى وَاجِبٌ عَلَى جَمَاعَةِ اْلمُسْلِمِينَ إِمَّابِالْقِتَالِ وَإِمَّا بِاْلأَمْوَالِ وَذَلِكَ أَوْجَبُ لِكَوْنِهَا دُونَالنُّفُوسِ إِذْ هِيَ أَهْوَنُ مِنْهَا ، قَالَمَالِكٌ : وَاجِبٌ عَلَى النَّاسِأَنْ يَفْدُوا اْلأُسَارَى بِجَمِيعِ أَمْوَالِهِمْ ، وَهَذَا لاَ خِلاَفَ فِيهِ”
“Ini merupakan sebuah hasungan untuk berjihad, dan mengandung (perintah) untukmembebaskan orang-orang yang tertindas (lemah) dari tangan orang-orang kafirmusyrik yang menyiksa dengan keji dan menghalang-halangi (fitnah) merekadari melaksanakan ajaran dien. Allah Ta’ala mewajibkan jihad untuk meninggikankalimat-Nya, memenangkan dien-Nya dan membebaskan hamba-hamba-Nya yang berimandan lemah. Sekalipun dalam jihad tersebut akan ada nyawa yang melayang.Membebaskan para tawanan adalah wajib atas jama’ah mulimin, baik dengan perangmaupun dengan harta, yang juga wajib karena lebih ringan dari perang. ImamMalik berkata,” Masyarakat wajib menebus para tawanan dengan seluruh hartamereka.” Dan dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat.” (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an 5/279.)

Imam Al Qarafy berkata,” Sebab (jihad) keempat. Imam Al Lakhmyberkata: Membebaskan tawanan berdasar firman Allah (Mengapa kalian tidak mauberperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a,” Ya Allah,keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dzalim ini dan berilah kamipelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS.An Nisa’: 75).

Pengarang Shahibul Bayan menyatakan,” Wajib bagi imam untuk membebaskan tawanan denganharta baitul mal. Jika harta baitul mal kurang, maka wajib membebaskan merekadengan seluruh harta kaum muslimin, masing-masing sesuai dengankemampuannya.” (Adz Dzakhirah 2/387, dikutip dari Jama’ah JihadAqidatan wa Minhajan hal. 53-54.)

(b).Juga firman Allah Ta’ala :

ثُمَّ أَنتُمْ هَآؤُلآءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْوَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِّنكُم مِّن دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمبِاْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسَارَى تُفَادُوهُمْ وَهُوَمُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِوَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَاجَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنكُمْ إِلاَّ خِزْيُُفيِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلىَ أَشَدِّالْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) danmengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu-membantuterhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datangkepadamu sebagai tawanan, kamu tebusmereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamuberiman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagianyang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamumelainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat merekadikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yangkamu perbuat.” (QS. Al Baqoroh: 85).

Dalamayat ini, Allah Ta’ala mengambil perjanjian dari Bani Israil untuk tidakmelakukan tiga kejahatan : memerangi saudara sebangsa sendiri, mengusir saudarasebangsa sendiri dari negeri mereka dan bahu membahu dengan musuh dalammemerangi saudara sebangsa sendiri. Ketiga larangan ini mereka langgar, namunmereka masih menyisakan satu kebaikan, yaitu apabila ada saudara sebangsasendiri yang tertawan oleh musuh dan dijadikan budak, mereka masih mau membelidan membebaskan si tawanan tersebut. Meski demikian, Allah menegur merekadengan keras dan menyatakan mereka mengimani sebagian Al-Kitab dan mengkufurisebagian lainnya.

ImamAl Qurthubi mengatakan tentang makna ayat ini (tetapijika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Al-Baqarah :85):

[وَلَعَمْرُاللهِ لَقَدْ أَعْرَضْنَا نَحْنُ عَنِ اْلجَمِيعِ بِالْفِتَنِ فَتَظاهَرَبَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ ، لَيْتَ بِالْمُسْلِمِينَ بَلْ بِالْكَافِرِينَ حَتَّىتَرَكْنَا إِخْوَانَنَا أذِلاَّء َصَاغِرِينَ ، يَجْرِي عَلَيهِمْ حُكْمُاْلمُشْرِكِينَ ، فَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّاْلعَظِيمِ . قَالَ عُلَمَاؤُنَا : فِدَاءُ اْلأُسَارَى وَاجِبٌ وَإِنْ لَمْيَبْـقَ دِرْهَمٌ وَاحِدٌ .
قَالَ ابْنُ خُوَيزِمِنْدَادَ :(تَضَمَّنَتِ اْلآيَةُ وُجُوبَ فَكِّ اْلأَسْرَى وَبِذَلِكَ وَرَدَتِ اْلآثاَرُ عَنِالنَّبِيَّ أَنَّهُ فَكَّ اْلأُسَارَى وَأَمَرَبِفَكِّهِمْ ، وَجَرَى بِذَلِكَ عَمَلُ اْلمُسْلِمِينَ وَانْعَقَدَ بِهِاْلإِجْمَاعُ)
“Demi Allah, kita telah berpaling dari seluruh perintah Allah (keempat perintahdalam ayat ini, pent) dengan berbagai fitnah (perang saudara, pent), makasebagian kita bekerja sama memusuhi sebagian yang lain. Bukan bekerja samadengan kaum muslimin, namun dengan kaum kafir (dalam memusuhi saudara seiman,pent), sehingga kita membiarkan saudara-saudara kita hina dan tertundukkan(terjajah), atas diri mereka diberlakukan hukum-hukum kaum musyrik. La haulawalaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim. Para ulama kami mengatakan,”Menebus para tawanan itu wajib meski akhirnya tak tersisa harta satudirhampun.”
ImamIbnu Khuwaizi Mindad mengatakan:
“Ayat ini mengandung perintah wajibnya membebaskan tawanan. Dalam hal ini adahadits-hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan beliaumenebus para tawanan dan menyuruh membebaskan mereka. Itulah yang diamalkan olehkaum muslimin dan telah tercapai ijma’ dalam hal ini.” Wajib membebaskantawanan dengan harta baitul mal, kalau tidak ada maka wajib bagi seluruh kaummuslimin. Siapa di antara mereka sudah melakukannya berarti telah menggugurkankewajiban itu atas yang lain.” (Tafsir Al Qurthubi 2/22-23.)

Image
Putri Munawaroh

قَالَ مَالِكٌ رَحِمَهُ اللهُ :يَجِبُ عَلَى النَّاسِ فِدَاءُ أَسْرَاهُمْ وَإِنِ اسْتَغْرَقَ ذَلِكَأَمْوَالَهُمْ. وَهَذَا إِجْمَاعٌ أَيْضًا
Imam Malik rahimahullah berkata,” Manusia wajib menebustawanan-tawanan mereka sekalipun menghabiskan seluruh harta mereka. Ini jugasudah menjadi ijma’.” (Tafsir Al Qurthubi 2/22-23.)

(c).Hadits Ibnu Umar :

عَنِ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِي اللَّهعَنْهمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَالْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِيحَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍكُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِوَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Seorang muslim adalah saudara bagi seorang muslim lainnya. Ia tidak akan menzaliminya atau menyerahkannya kepada musuh. Barangsiapa mengurus keperluan saudaranya, Allah akan mengurus keperluannya. Barang siapa menghilangkan kesulitan seorang muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi(aib)nya di hari kiamat.” (HR.Bukhari : Kitabul Mazhalim wal Ghasab no. 2442, 6951, Muslim : Kitabul Bir waShilah no. 2580, Tirmidzi : Kitabul Hudud no. 1426, Abu Daud : Kitabu Adab4893.)

(d).Hadits Abu Hurairah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُاللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُواوَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍوَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَايَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ *
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,” Janganlah kalian saling iri ! Janganlah kalian saling jual beli menipu ! Janganlah kalian saling membenci ! Janganlah kalian saling membelakangi ! Janganlah kalian menawar barang yang sedang ditawar orang lain ! Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara ! Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain. Ia tidak akan menzaliminya, mentelantarkannya ataupun merendahkannya.” (HR. Musim :Kitabul Bir wa Shilah no. 2564. Juga Tirmidzi : Kitabul Birr wa Shilah no. 1927dengan lafal (Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidakakan mengkhianatinya, mendustakannya atau mentelantarkannya). Riwayat Tirmidzi dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 6706.))

ImamAn Nawawi berkata :

“وَأَمَّا لاَ يَخْذُلُهُ : فَقَالَ اْلعُلَمَاءُ : اَلْخَذْلُ تَرْكُ اْلإِعَانَةِوَالنَّصْرِ ، وَمَعْنَاهُ : إِذَا اسْتَعَانَ بِهِ فِي دَفْعِ السُّوءِوَنَحْوِهِ لَزِمَهُ إِعَانَتُهُ إِذَا أَمْكَنَهُوَلَمْ يَكُنْ لَهُ عُذْرٌشَرْعِيٌّ”
“Laa yakhdzuluhu” para ulama berkata, al-khadzlu adalah tidakmembantu dan tidak menolong, Maknanya, jika seorang muslim meminta bantuannya untuk menolak keburukan dan hal yang serupa dengannya, ia wajib memberi bantuan selama memungkinkan dan tidak mempunyai udzur syar’i.” (An-Nawawi, Syarhu Shahih Muslim16/120.)

(e).Hadits Abu Musa Al-Asy’ari :

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْعِمُوا الْجَائِعَوَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ
Dari Abu Musa ia berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” Berimakan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit dan bebaskanlah orang yang ditawan musuh.”(HR. Bukhari : Kitabul Mardha, juga dalam KitabulJihad was Sair, Kitabul Ath’imah, Kitabun Nikah, dan Kitabul Ahkam. Abu Daud :Kitabul Janaiz, Ahmad dan Ad-Darimi : Kitabus Sair.)

(f).Hadits Abu Juhaifah Wahab bin Abdillah :

عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ رَضِي اللَّه عَنْه قَالَقُلْتُ لِعَلِيٍّ رَضِي اللَّه عَنْه هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ مِنَ الْوَحْيِإِلَّا مَا فِي كِتَابِ اللَّهِ ؟ قَالَ لَا. وَالَّذِي فَلَقَ الْحَبَّةَوَبَرَأَ النَّسَمَةَ مَا أَعْلَمُهُ إِلَّا فَهْمًا يُعْطِيهِ اللَّهُ رَجُلًافِي الْقُرْآنِ وَمَا فِي هَذِهِ الصَّحِيفَةِ. قُلْتُ وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ ؟قَالَ الْعَقْلُ وَفَكَاكُ الْأَسِيرِ وَأَنْ لَا يُقْتَلَ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ
Abu Juhaifah radiyallahu ‘anhu berkata,” Saya bertanya kepada Ali bin AbiThalib : Apakah engkau mempunyai catatan wahyu selain yang ada dalam kitabullah?” Ali menjawab,” Tidak. Demi Allah yang telah membelah biji dan menumbuhkan tunas. Saya tidak mengetahui catatan wahyu tersebut selain pemahaman Al-Qur’an yang dikaruniakan oleh Allah kepada seseorang, dan apa yang tertulis dalam lembaran-lembaran ini.” Aku bertanya,” Apa yang tertulis dalam lembaran-lembaran itu ?” Ali menjawab,” Hukuman denda (diyat atas pembunuhan atau melukai), membebaskan tawanan dan seorang muslim yang membunuh seorang kafir tidak bisa dikenai hukuman mati.” (HR. Bukhari : Kitabul Jihad was Sair, juga Kitabul Ilmi dan Kitabul Diyat dengan sedikit perbedaan lafal. Tirmidzi: Kitabul Diyat, An-Nasai; Kitabul Qassamah, Ahmad dan Ad-Darimi : KitabulDiyat.)

Imam Ibnu Bathal berkata:

فَكَاكُ اْلأَسِيرِ وَاجِبٌ عَلىَالْكِفَايَةِ وَبِهِ قَالَ اْلجُمْهُورُ
“Membebaskan tawanan hukumnya fardhu kifayah, dan ini merupakan pendapatmayoritas ulama.”( Fathul Baari 6/167.)

ImamIbnu Abidin Al-Hanafy berkata :

وَفِي اْلبَزَّازِيَّةِ : مُسْلِمَةٌسُبِيَتْ بِالْمَشْرِقِ وَجَبَ عَلَى أَهْلِ اْلمَغْرِبِ تَخْلِيصُهَا مِنَاْلأَسْرِ مَا لَمْ تَدْخُلْ دَارَ اْلحَرْبِ
“Dalam Al-Fatawa Al-Bazaziyah disebutkan: jika seorang muslimah ditawan di bumi belahan Timur, maka wajib bagiumat Islam di bumi belahan Barat untuk membebaskannya selama belum masuk negarakafir. Bahkan dalam kitab Adz Dzakhirah disebutkan wajib bagi setiap yangmempunyai kekuatan untuk mengejar mereka demi membebaskan anak-anak dan wanitayang tertawan meskipun telah masuk negara kafir.” (Hasyiyah Ibnu Abidin 6/205. Al Jihadu fiSabilillah Haqiqatuhu wa Ghayatuhu 1/66.)

ImamAbu Yahya Zakaria Al-Anshari (926 H) mengatakan :
“Kalau mereka menawan seorang muslim dan kita masih mempunyai harapan bisamembebaskannya dari tangan mereka, maka wajib ‘ain jihad melawan merekasekalipun mereka tidak masuk negara kita karena kehormatan seorang muslim lebihbesar dari kehormatan negara. Juga karena hadits Imam Bukhari, “Bebaskantawanan.” Jika kita tidak mempunyai harapan bisa membebaskannya maka jihadtidak menjadi fardhu ‘ain tetapi kita akhirkan karena dharurah(terpaksa).” (Asna al Mathalib Syarhu Raudhu al Thalib 4/69. Dikutip dari Jama’atul Jihad Aqidatan wa Minhajan, hal. 118 dan Abu Mundzir As Sa’idi, Khuthuthun ‘Aridzah fi Manhaji Al Jama’ah Al Islamiyah Al Muqatilah hal. 93.)

Imam Abi Zaid al Qairawany menyatakan:” Jihad ada dua:fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Fardhu ‘ain untuk membebaskan tawanan,memenuhi nadzar, mobilisasi dari imam dan musuh yang menyerang suatu kaum (daerah umat Islam). ” (Kifayatual Thalib al Rabany li Risalati Abi Zaid al Qairawany 2/2.)

Image
wa lisairil mujahidin …

Imam Ibnul Juzi Al-Maliki berkata,” Jihadmenjadi fardhu ‘ain dengan tiga sebab :

1. PerintahImam. Siapa saja ditunjuk oleh imam wajib berangkat.
2. Musuhmenyerang sebagian wilayah kaum muslimin. Penduduk wilayah yang diserang wajibmelawan. Jika mereka tidak mampu mengatasinya, maka wajib atas kaum musliminyang terdekat dengan mereka untuk membantu. Jika ternyata juga tidak teratasi,maka wajib bagi segenap kaum muslimin memberikan bantuan hingga musuh dapatdiatasi.
3. Membebaskantawanan-tawanan muslim dari tangan orang-orang kafir.
(QawaninulAhkam Asy Syar’iyah hal. 163, dikutip dari Ahamiyatul Jihad hal. 133 dan SyaikhIbrohim bin Abdur Rohim Al-Hudzri, Hukmul Jihad hal. 16-17.)

Syaikh Ibrohim bin Abdur Rohim Al-Hudzri berkata,” Jihad akan menjadi fardlu’ain pada situasi dan kondisi sebagai berikut:

1. Bila musuhmenyerang negeri kaum muslimin sebagaimana yang banyak terjadi pada hari ini.
2. Saat Imam menyerukan seruan jihad secara umum.
3. Sewaktu berhadapan dengan musuh, maka ketika itu tidak boleh meninggalkan medan perang.
4. Wajib bagi orang yang telah ditunjuk oleh Imam.
5. Wajib bagi tentara sebuah negeri.
6. Ketika mulai pertempuran.
7. Ketika orang kafir menawan beberapakaum muslimin dan menjadikannya tebusan. (Hukmul Jihad hal: 13)

SyaikhYusuf bin Sholih Al-‘Ayiri mengatakan,” Memerangi orangkafir di negeri mereka berubah menjadi fardhu ‘ain, dalam beberapa bentuk yangdisebutkan oleh para ulama, sebagai berikut :

a). Jika imam kaum muslimin menunjukpersonal muslim tertentu untuk berjihad.
b). Jika terjadi mobilisasi umum, yaitu saat imam kaummuslimin memerintahkan penduduk sebuah negeri atau daerah.
c). Jika sebagian kaum muslimin menjadi tawanan di tanganorang-orang kafir, sampai mereka terbebaskan.
d). Jika seorang muslim hadir dalambarisan tentara Islam yang sedang bertempur melawan tentara kafir, maka wajibbaginya turut berjihad.
(Yusufbin Sholih Al-Ayiri, Al Jihadu Hukmuhu wa Anwa’uhu, hal 8, Markazu Buhuts walDirasat Ilmiyah.)

[www.shoutussalam.org/thoriquna.wordpress.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: