Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Hakim Tolak Eksepsi Abdullah Sunata

Hakim Tolak Eksepsi Abdullah Sunata


Hakim Tolak Eksepsi Abdullah Sunata

Jakarta – Hari ini sidang keempat Abdullah Sunata kembali digelar dengan agenda pembacaan putusan sela oleh Hakim Suhartoyo, SH, MH. Seperti sudah bisa ditebak, jawaban dari hakim untuk eksepsi Abdullah Sunata yang dibacakan dua pekan sebelumnya adalah ditolak, dan hakim sependapat dengan Jaksa bahwa dakwaan terhadap terdakwa Abdullah Sunata sudah sesuai dengan BAP

Sidang kali ini molor seperti biasanya, dari jadwal jam 10:00 WIB menjadi pukul 13:00 WIB, dan berlangsung tak lebih dari 10 menit.

Sementara itu, sidang ke empat kasus terorisme Aceh dengan terdakwa Zein Effendy juga kembali di gelar hari Rabu (19/01/2011) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas eksepsi terdakwa dalam sidang sebelumnya.

Dalam tanggapannya, Jaksa Rini Hartati SH menolak semua eksepsi dari TPM.

Jaksa mengatakan pemilihan tempat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur karena hal itu sudah diputuskan oleh MA.

Sementara menjawab tuduhan yang tidak terang, tidak cermat, tidak jelas dan sembrono, jaksa menambahkan bahwa hal itu tidak benar karena dakwaan itu telah sesuai dengan BAP, dimana BAP tersebut sudah sesuai karena saat pemeriksaan telah didampingi oleh tim pengacara yang ditunjuk pihak kepolisian.

Istri terdakwa kepada MuslimDaily mengatakan bahwa tanggapan jaksa tidak sesuai dengan fakta dilapangan sebab ia pernah mendapati suaminya di sidik tanpa didampingi oleh pengacara saat itu (Asludin).

“Tidak benar bahwa Asludin pernah mendampingi suami saat pemeriksaan, saya pernah menjenguk suami di Mako Brimob, saat itu ia tengah di periksa, tapi ia tidak didampingi oleh Asludin saat di BAP,” kata Ummu Khansa, istri Zein Effendy.

Dalam sidang sebelumnya Zein Effeendy menyatakan keberatannya atas dakwaan jaksa penuntut umum yang tidak cermat, tidak jelas, tidak terang, dibuat sembarangan dan sembrono karena hanya berdasarkan BAP, sedangkan pada saat di BAP tata caranya sudah melanggar hukum maka seharusnya tidak bisa diterima dan harus batal demi hukum.

Jaksa juga tidak mampu merumuskan kesalahan dari Zein Effendy alias Muhammad Zakaria. Zein tidak diberangkatkan ke Aceh jadi tidak ada hubungannya dengan dakwaan kasus Aceh. Juga kesalahan penerapan pasal tentang tempat sidang karena alamat terakhirn terdakwa di Pondok Gede, jadi yang berhak mengadili harusnya PN Bekasi atau PN Depok dimana terdakwa ditangkap pada saat itu.

Sidang Abdullah Sunata direncanakan dilanjutkan pekan depan dengan menghadirkan saksi-saksi, diantaranya Bintang Juliardhi alias Anggara Nusantara (Bintang alias Anggara ditangkap di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada Kamis 24 Juni 2010 pukul 10.00 WIB), Zein Effendy dan Sofyan Tsauri.

Untuk Sofyan Tsauri, mantan anggota Brimob ini pada siang tadi di PN Depok, Jl Boulevard, Depok, Jabar divonis 10 tahun penjara. Sofyan dinyatakan terbukti bersalah menjual senjata api kepada peserta pelatihan di Aceh. Vonis ini lebih ringan lima tahun dari tuntutan jaksa yaitu 15 tahun. [muslimdaily.net]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: