Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Akidah » kenapa mesti syahadat..???

kenapa mesti syahadat..???


بسم الله الرحمن الرحيم
Syahadat

Pengertian Syahadat:
Kalimat “Syahadat” dalam bahasa arab di ambil dari kata Syahida yang membawa arti Pengakuan, Sumpah, Persaksian, Kehadiran dan pengetahuan.

Makna Ilah:
Imam Abathin berkata: Para Ulama dan Fuqoha dan Ahli Tafsir (dari kalangan Salaf) menafsirkan kata “Ilah” dengan “Ma’bud” (Sesembahan) dan dan ta’alluh dengan Ta’abbud (menyembah)

Penulis Kamus Mu’jamul Wasith menulis: Al Ilah adalah segala sesuatu yang di jadikan Ma’bud, (sesembahan) dan pengabdian

Makna Syahadat:
1. Syahadat La Ilaha IllAllah (لا إله إلاّ الله )
Bila kita perhatikan susunan kalimat ini maka akan kita dapati makna kalimat ini adalah (لا معبود بحقّ إلاّ الله ) yakni: Tiada sesembahan yang berhak di sembah Melainkan Allah. Maka hanya Allah sajalah yang berhak di sembah dan apapun sesembahan selain dari Allah swt adalah sesembahan yang bathil, karena dalam kalimat ini terdapat dua konsekwensi rukun La ilaha IllAllah yaitu Annafyu (peniadaan) dan Itsbat (penetapan)

Maka pada Rukun yang pertama (Annafyu) membawa arti peniadaan terhadap empat hal:
a. Al Ilah (Sesembahan) : yakni apa saja yang di yakini manusia bisa membuat madlorot dan manfaat, hingga ia sangat tergantung padanya.
b. Thoghut: yaitu apa saja yang di ibadahi/di hambai selain Allah swt dan ia rela dengannya.
c. Al andad : segala yang menjadi saingan bagi Allah swt dalam hal kecintaan dan penghambaan, dalam bentuk apapun baik harta, pemimpin, negara, anak, isteri dsb.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).(Al Baqarah : 165)
d. Al Arbab : segala yang di taati pada dirinya, maka apapun pendapat dan perkataannya di ikuti
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At Taubah : 31)

Adapun Rukun yang kedua (Itsbat) membawa penetapan tiga hal:
a. Menetapkan Niat dan tujuan hanya kepada Allah swt. (Al an’am 162)
b. Menetapkan Pengagungan dan kecintaan hanya kepada Allah swt. ( Al Baqarah 165)
c. Menetapkan rasa Takut dan harap hanya kepada Allah swt (Al maidah 28, Al an’am 15, Al a’rof 56)

2. Syahadat Muhammadun Rosulullah (محمّد رسول الله )
Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata: Makna Syahadat محمّد رسول الله adalah mengikrarkan dengan lisan dan mengimani dengan hati bahwa Muhammmad bin Abdullah Al qurosyi adalah utusan Allah swt kepada seluruh makhluknya dari golongan Jin dan Manusia sebagaimana firman Allah swt:
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا(1)
Artinya: Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Al Furqan : 1)
Kedua kalimah Syahadat ini berhubungan erat dan tidak bisa di pisahkan, bahkan Imam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa keduanya adalah menjadi landasan utama dalam agama ini yaitu:
1. Beribadah hanya kepada Allah swt. (لا إله إلاّ الله )
2. Beribadah di dasari dengan syariat dan ajaran dari Rasulullah saw. (محمّد رسول الله )

Peran dan Fungsi Syahadat:
1. Sebagai pembeda antara Muslim dan Kafir.
2. penyelamat dari api neraka.
من شهد أنه لا إله إلاّ الله و أن محمّدا رسول الله حرّم الله جسده على النار (رواه مسلم)
Artinya: Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rosulullah maka Allah mengharamkan Jasadnya dari api neraka. (HR Muslim)
3. Sebagai Syarat untuk mendapatkan Syafaat dari Rasulullah saw. Pada hari kiamat.
عن أبي هريرة (رض) : قال رسول الله (ص) أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. Bersabda: Orang yang paling beruntung mendapatkan Syafaat ku pada hari kiamat adalah orang yang bersaksi La ilaha illAllah dengan Ikhlas dari hati dan jiwa (HR Bukhori)
4. Syarat mendapat Jaminan di dunia baik jiwa, harta maupun kehormatan.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ
Artinya: Dari Ibnu Umar ra. Bahwa Rasulullah saw. Bersabda: Aku di perintahkan untuk memerangi manusia sampai merka bersaksi bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan aku adalah Rasulullah, menegakkan Sholat, menunaikan zakat, dan jika mereka telah melaksanakannya berarti jiwa dan hartanya mendapat perlindunagn dariku kecuali dengan hak Islam sedang hisabnya terserah Allah swt. (di akherat) – (HR bukhori dan Muslim)

Konsekwensi dua kalimah syahadat:

I. Konsekwensi لا إله إلاّ الله
1. Beribadah hanya kepada Allah swt dan mengingkari segala apa yang di ibadahi selain dari Allah swt. Ini adalah makna utama yang tersirat dalam kalimah syahadat.
2. Menerima seluruh syare’at Allah swt, baik dalam urusan Ibadah, Mu’amalah dan halal dan haram nya.
3. Menolak segala syari’at / ajaran (sistem hidup) selain dari Syari’at Allah swt.
a. Menolak segala hukum selain hukum Allah swt.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ(44)
Artinya: Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al maidah 44)

b. Menolak seluruh bid’ah dan Khurofat.
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ
Artinya : Apakah mereka mempunyai saingan sembahan bagi Allah (yang) mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (As Syura 21)

c. Menolak apapun bentuk penghalalan (legalitas) dan pengharaman (larangan) selain yang bersumber dari Allah swt.
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
Artinya: Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, (At Taubah: 31)
Adapun keterangan tentang bagaimana arti menjadikan para ulama dan rahib sebagai tuhan selain Allah ada pada sebuah hadis berikut:
Artinya: Nabi saw. Membaca ayat ini kepada Adiy bin Hatib ra. Maka ia berkata Wahai Rasulullah kami tidak mengibadahi mereka. Nabi saw. Menjawab: bukankah mereka (para rahib) itu menghalalkan bagimu apa yang Allah swt haramkan lalu kalian ikuti? Dan mereka haramkan apa yang Allah swt halalkan kemudian kalian ikuti? Ia menjawab: Benar. Lalu Nabi saw. Bersabda: itulah (arti) ibadah mereka. (HR Tirmidzi)
4. Menetapkan nama dan sifat Allah swt sesuai dengan apa yang Allah dan Rasulnya tetapkan.
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(180)
Artinya: Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.( Al A’raf 180)

Ini semua adalah konsekwensi dari لا إله إلاّ الله.

II. Konsekwensi محمّد رسول الله
Syaikh Abdul rahman Ali Syaikh berkata dalm bukunya Fathul majid: Konsekwensi Syahadat Muhammadur Rasulullah ialah:
a. Mengimani dan membenarkan seluruh apa yang Rasulullah saw. Beritakan.
b. Mentaati seluruh perintah dan menjauhi segala larangannya .
c. Tidak mengdahulukan pendapat/perkataan sesiapapun selain Rasulullah saw.

Syaikh Utsaimin menambahkan:
d. Tidak melaksanakan ibadah apapun kecuali sesuai dengan apa yang telah Rasulullah saw. Ajarkan.
e. Tidak berkeyakinan bahwa Rasulullah saw. Menempati kedudukan Rububiyah dan Uluhiyyah (Ketuhanan) Allah swt.
قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ (50)
(lihat Al an’am 50

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (188)
dan dan Al A’rof 188)

Pembatal pembatal Syahadat:

1. Syirik: adalah lawan dari tauhid, yaitu menyakini ada sesuatu yang dapat mengatur alam semesta ini selain allah swt, atau ada sesuatu yang berhak di jadikan sebagai tujuan sesembahan selain Allah swt.
dengan syirik maka hamba telah mngakui adanya Ilah (tuhan) selain Allah swt. Baik secara langsung ataupun tidak.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا(48)
(An Nissa : 48, )
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(72)
(Al maidah 72)

2. Murtad: yaitu orang yang meninggalkan dienul Islam mengingkari hal hal yang essensi dalam Islam seperti Solat, Zakat, Puasa di bulan Romadlon, atau mengeluarkan perkataan dan pernyataan yang menunjukkan kekufurannya.
3. Nifaq: yaitu yang menyembunyikan kekafiran dan kebenciannya terhadap dienul Islam dan berpura pura menjadi Muslim. (ini menjadi bagian dari pembatal karena Nifaq adalah salah satu jenis Kufur besar – lihat Qs. al munafiqun : 3)

4. Kufur: kufur ada dua jenis:
a. Kufur kecil : yaitu kufur nikmat. Dan kufur ini tidak mengeluarkan hamba dari batasan islam.
b. Kufur besar : yaitu mengingari sesuatu hal pokok di dalam islam atau sesuatu pelengkap islam. Dan jenis ini mengeluarkan hamba dari batasan dienul islam.
Adapun yang di maksud dengan kufur pembatal syahadat adalah kufur besar yang mengeluarkan hamba dari batasan islam.
Kufur besar secara prakteknya mempunyai lima jenis:

a. kufur takdzib: yaitu menjadi kufur karena mendustakan kebenaran ayat ayat Allah swt.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ(68)
Fathir 25-26)

b. Kufur Iba’ dan istikbar : yaitu menjadi kufur karena kesombongannya dan keengganannya untuk taat kepada aturan dan syariat Allah swt.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ(34)
Al Baqarah 43)

c. Kufur I’rodl : yaitu kekafiran yang timbul karena berpaling dan menjauhi syariat Allah swt.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآَيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ (22)
As Sajdah :22)

d. Kufur Syak : yaitu kekufuran yang muncul di sebabkan keraguannya untuk membenarkan ayat ayat Allah swt dan syariatnya.
وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا(35)وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا(36)قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا(37)
ِ(Al Kahfi : 35-38)

e. Kufur Nifaq : yaitu kekufuran yang ada pada orang munafik, yaitu yang menunjukkan keimannanya dan menyembunyikan kebencian dan keingkarannya terhadap syariat di dalam hatinya.
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ ءَامَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ(3)
(Al Munafiqun: 3)

Semua pembatal ini tidak ada bedanya baik di lakukan secara sungguh-sungguh atau hanya bermain main.
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” # Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.
(At Taubah 65-66)

WAllahu A’ lam Bish Shawabb….

 

nukilan Diarysangteroris


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: