Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Densus Berusaha Menghilangkan Ust. Aman Karena Dianggap Sebagai Pencuci Otak

Densus Berusaha Menghilangkan Ust. Aman Karena Dianggap Sebagai Pencuci Otak


Jakarta – Kepada kaum muslimin dimana saja yang merindukan kabar dan sekedar angin jeruji, Alhamdulillah Admin berhasil menemui beliau ditempat penitipan densus yaitu di polres Jakarta Barat. Kedatangan admin seolah kebocoran buat densus soalnya mereka inginnya Ust. Aman tidak boleh ada yang tahu keberadaannya terbukti admin ditegur keras oleh penjaga dan dia memberitahukan kalau dirinya dimarahi sama atasanya dan mengatakan kepada admin: Kalau mau jenguk lapor dulu sama densus dipolda, admin jawab: Lah saya tidak tahu adanya prosedur seperti ini.

 

Beberapa hari terakhir ini mungkin sebagian kaum muslimin terutama ikhwan muwahhid yang biasa jenguk Uts Aman sedikit risau atas keberadaannya, sekarang dimana beliau…?, sebagaimana sudah diketahui bahwa beliau (ust. Aman) ditahan (ditawan) dipolda tepatnya tahanan krimanal umum, selang beberapa bulan beliau dipindahkan (dilempar) ke tahanan narkoba satu lokal dengan napi muwahhid-mujahid Aceh yang lainnya, satu lokal tapi beliau dalam kamar yang serba minim hanya seorang diri. Kemudian tidak berapa lama beliau dipindahkan lagi dari ruangan yang serba minim ke ruangan super minim, dimana hanya ada lampu yang ukuran waltnya sangat kecil. Diruangan ini beliau merasa matanya terganggu. Setalah proses pemindahan yang bagi beliau sangat melelahkan tiba tiba beliau hilang tanpa ada pemberi tahuan terutama untuk keluarganya, hilangnya beliau dari tahanan semula (tahanan narkoba PMJ) yang kemudian diketahui ternyata beliau dititip (sebagai tahanan titipan densus) oleh densus di polres Jakarta Barat, keberadaan beliau di polres Jakarta barat inilah mengisahkan tanda tanya, kenapa di polres padahal beliau seharusnya dibawa tahanan kejaksaan….?.Terlepas beliau dibawa tahanan institusi mana yang jelas beliau hak haknya dizholimi. Sebenarnya kenapa beliau dipindah pindah  karena densus ingin memisahkan ust Aman dari umatnya terutama dari narapidana lainnya yang haus dengan ilmu inti kehidupan yaitu tauhid, da’wah tauhid yang beliau gelorakan dari balik jeruji ternyata membuat densus gelisah bahkan bisa jadi mereka (densus) marah besar. Pengalaman da’wah tauhid yang ust. Aman serukan dari balik jeruji selalu membawa hasil dimana para napi yang tadinya ayam sayur berobah menjadi singat yang ganas walaupun ada yang menjadi singa hanya dalam sehari bahkan hanya satu jam kemudian syahid diterjang timah densus. Bagi muwahhid: “singa satu jam itu lebih baik dari pada menjadi ayam sayur seumur hidup”. Dari pengalaman tersebut densus sepertinya tidak ingin terjadinya kecolongan tapi qodarullah singa singa tauhid terus menjamur baik yang didalam maupun yang diluar tahanan. Densus ingin padamkan da’wah beliau tapi Al hamdulillah apa yang mereka usahakan sia sia belaka. Pemindahan beliau dari tahanan polda ke polres jakarta barat dengan diam diam ini menambah kecurigaan bahwa memang mereka inginnya ust. Aman hilang tanpa proses hukum mereka. Proses hukum yang berjalan hanyala alibi belaka, kalau mau jujur seharusnya ust Aman sudah dijatuhi vonis tapi sampai hari ini diundur terus tanpa ada alasan yang jelas, apa mungkin mereka terus mencari delik supaya ust Aman terjerat dengan pasal UU anti terornya…?. Di tahanan polres Jakarta Barat ini Ust. Aman didatangi kapolres dan wakilnya dan juga didampingi Ustadz Suu’nya lulusan i’dad Tsani LIPIA Jakarta, kapolres sang anto ini ternyata dari Jamaah tabligh (JT). Pada pertemuan tersebut bpk kapolres lewat lisan lulusan I’dad Tsani LIPIA mendebat Ust. Aman, karena keterbatasan ilmu sang Ustazd kapolres ini berbicara tanpa arah alias tidak jelas topik apa yang hendak didiskusikan, yang akhirnya sang Ustazd penguasa ini berbicara semaunya yang ujung ujung menyebut “khawarij” dengan nada marah lalu sang Amirnya (kapolres) mengakhiri pertemuan ini dan menitip kalimat untuk ustadz Aman “Sabar Ya…”. Begitulah jadi ayam sayur kapan saja sabar dan sabar walau akhirnya menyerahkan leher kepada musuh tanpa diminta. Ust. Aman tegaskan kepada kapolres, dirinya ditahan seperti sekarang ini karena urusan tauhid bahwa penguasa ini adalah thagut karena hukum yang berjalan adalah hukum kafir, demikian kurang lebih Ust.Aman katakan kepada kapolres sekaligus mewakili jamaah kompor (JT)

Kepada Admin Ust. Aman menitip pesan untuk kaum muslimin agar bersabar (tentu bukan sabar spt ayam sayur), hendaklah kaum muslimin khususnya muwahhid menjaga kualitas iman bukan saja merasa cukup karena telah mendapatkan ilmu tauhid tapi harus dijaga dengan banyak berzikir, membaca Al-Qur’an, shalat lail dan menyibukan diri dengan dien sebagaimana nabi shalallahu’alaihi was sallam disaat suasana tegang dan ditengah kehempitan yang beliau lakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah yang akhirnya turun surat Al Muzammil yang didalam ada seruan shalat lail dsb. Kurang lebih demikian pesan singkat Ust. Aman -hafidzahullah-. Kita berharap semoga Ust. Aman dilindungi oleh Allah swt. Amin…(lintastanzhim.wordpress.com) Irhab Senior.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: