Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Takut Jadi Sarang Teroris, Warga Magetan Tolak Ponpes Darul Wahyain

Takut Jadi Sarang Teroris, Warga Magetan Tolak Ponpes Darul Wahyain


MAGETAN (Arrahmah.com) – Tidak ingin kampungnya dicap sebagai sarang “teroris”, belasan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Magetan, menuntut pembubaran Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Wahyain. Pasalnya, ponpes tersebut dipimpin oleh Ustadz Rosyid, anak Abu Bakar Ba’asyir.

Tuntutan pembubaran Ponpes Darul Wahyain itu disampaikan warga ke Departemen Agama Magetan, di Jalan Karya Darma, Senin (1/11/2010).

Miskun, Kades Sumberagung kepada detiksurabaya.com mengaku warganya sangat resah kalau kampungnya disebut sarang teroris, seiring penangkapan Ustaz Abu Bakar Baasir yang telah ditetapkan sebagai tersangka penggerak dana teroris oleh Mabes Polri.

“Intinya kita minta agar pondok itu dibubarkan karena warga resah kalau kampung kita disebut sarang teroris,” tegas Miskun.

Klaim Miskun, keberadaan Pondok pesantren Darul Wahyain, hingga saat ini masih belum memiliki izin pendirian baik yayasan maupun hak guna bangunan. “Yang kita tahu ponpes itu belum ada izin baik yayasan dan pendirian bangunan. Maka dari itu kita minta Depag untuk membubarkan,” tambah Miskun.

Sementara itu, kedatangan belasan warga yang dikoordinatori oleh kades setempat ditemui oleh H Irsan, Kasi PK Pendirian Pondok Pesantren Pendidikan Keagamaan Departemen Agama Kabupaten Magetan. Dia berjanji akan melakukan pendataan seluruhpondok pesantren.

“Ya kita akan lakukan pendataan seluruh yayasan ponpes dan yang jelas jumlah yang ada saat ni di Magetan 43 tersebar di 18 Kecamatan,” jelas Irsan.

Irsan menambahkan dari 43 ponpes, yang terbesar yakni Ponpes Temboro di Karas dengan jumlah santri mencapai lebih dari 8 Ribu.

Dari informasi yang dihimpun, Ponpes Darul Wahyain yang ada di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan Magetan dipimpin oleh oleh Ustadz Rosyid Ridho LC, anak kiai Abu Bakar Ba’asyir pimpinan Ponpes Ngruki Solo.

Ponpes Darul Wahyain berdiri di bawah yayasan Ponpes Al Muslimun pimpinan Buchori Burhanudin. Ponpes ini memiliki 95 santri mulai MI, MTs dan MA yang ada di Dusun Nitikan, Desa Sumber Agung, Kecamatan Plaosan.

Sementara, Buchori Burhanudin, adalah orangtua Ubaid Al Lutfi Haidaroh Al Abu Jakfar alias Lutfi (30), tersangka “teroris” kasus bom JW Marriot 2003 yang telah tertangkap di aceh beberapa waktu lalu. (haninmazaya/detik/arrahmah.com)


1 Komentar

  1. Abu Mazaya mengatakan:

    hanya orang jahil dan munafik yang takut kalau keberadaan pondok pesantren sebagai sarang teroris. justru orang2 yang menolak itulah yang sebenarnya teroris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: