Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » PBNU Berencana Kirim Mubalig ke Penjara “Teroris”

PBNU Berencana Kirim Mubalig ke Penjara “Teroris”


Malang – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), berencana mengirimkan sejumlah mubalig dari organinasi tersebut ke penjara, guna mengajak dialog para napi teroris dan memberikan pencerahan pemikiran terhadap mereka.

Hal tersebut dikatakan Ketua PBNU Profesor Said Aqil Siradj, Sabtu, setelah ditunjuk sebagai “Koordinator Nasional Gerakan Deradikalisasi Agama” dalam simposium nasional deradikalisasi agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim, Kota Malang, Jawa Timur.

 

Ia menjelaskan, pengiriman mubalig ke penjara tersebut, adalah salah satu langkah meminimalisasi gerakan radikal agama di Indonesia. “Ini adalah langkah awal saya ketika ditunjuk sebagai koordinator gerakan nasional radikalisasi,” uccapnya.

Dikatakannya, pengiriman ini akan difokuskan hanya pada napi teroris, sehingga para napi nantinya diajak bicara bersama mengenai konsep yang dia ingingkan dalam beragama.

“Kita akan ajak mereka dialog dan kita berikan pencerahan kepada para napi teroris. Selain itu, kita akan menanyai alasan apa yang membuat mereka menjadi teroris,” papar Said.

Ditanya mengenai bagaimana mekanisme pengiriman mubalig tersebut, Said belum bisa menjelaskan secara rinci, sebab dia baru saja ditunjuk sebagai koordinator nasional deradikalisasi.

Gerakan radikal agama yang selama ini ada di Indonesia, membuat sebagian orang salah mengartikan agama tersebut, sehingga memerlukan gerakan deradikalisasi.

“Kita akan arahkan mereka (napi teroris), agar ketika keluar dari penjara bisa kembali ke jalan yang baik,” ujarnya menegaskan.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan, gerakan deradikalisasi sangat perlu dibentuk, sebab dari 210 napi teroris yang sudah dibebaskan oleh negara, 16 orang kembali menjadi tersangka teroris.

“Sehingga, diharapkan dengan adanya gerakan deradikalisasi agama yang langsung dipimpin Pak Said Aqil bisa meminimalisasi gerakan teroris di Indonesia,” tuturnya menambahkan.

Ia menjelaskan, hingga saat ini total teroris yang sudah ditangkap sebanyak 600 orang, sementara yang sudah dibebaskan sebanyak 210 orang.

Sementara itu, gerakan deradikalisasi agama ini dibentuk berdasarkan kerja sama antara Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (LD PBNU) yang diwakili ketuanya, Zakky Mubarak dengan BNPT, yang diwakili, Ansyaad Mbai . (ANTARA/lintastanzhim.wordpress.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: