Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Akidah » Seri Kelima Kekafiran Negara Saudi

Seri Kelima Kekafiran Negara Saudi


Hubungan Amerika Dengan Pemerintah Saudi

Termasuk hal yang sepakati lagi diketahui umum adalah bahwa di Saudi itu mulai dari sekarang hingga seterusnya ada 30.000 orang Amerika dari kalangan militer dan orang-orang yang bertugas dalam bidang teknologi perang. Dan dengan sampainya 26 pesawat model F15, 5 pesawat model AWACS, 6 pesawat pengangkut bahan bakar untuk pengisian di udara KC135 dan sejumlah prangkat pelengkap yang di simpan di darat yang khusus buat AWACS,

kapal-kapal perang laut, rudal-rudal Sidewinder (جو-جو) , serta perlengkapan-perlengkapan pertahanan lainnya yang telah dibeli oleh Saudi…., bersama sampainya perlengkapan militer ini sungguh suatu yang dipastikan bahwa jumlah orang-orang Amerika itu bakal mencapai 100.000 orang!

Berdatangannya orang-orang Amerika dari kalangan militer, dan staf ahli peralatan dengan cara yang seperti ini ke Saudi bukan hanya sekedar kebetulan waktu saja, akan tetapi semua itu sesuai dengan skenario-skenario dan pemikiran Amerika yang dalam!

Skenario-skenario Amerika dan tujuan-tujuannya bukan hanya terbatas pada usaha mengamankan jalur mendapatkan minyak mentah dengan harga yang ditentukan oleh Washington, akan tetapi mencakup penguasaan terhadap politik-politik dan sikap-sikap Saudi, dan yang lebih penting dari itu semua adalah mempersiapkan tempat pentas untuk mendirikan kekuatan strategi Amerika yang menguatkan penguasaannya di wilayah itu.

Dan semenjak diangkatnya Fahd Ibnu Abdul Aziz sebagai putera mahkota yang mana saat itu ia juga yang menjalankan tugas-tugas sebagai raja, karena melihat kondisi kesehatan raja Khalid, maka sesungguhnya orang-orang Amerika telah mendapatkan dukungan sempurna dan kerjasama yang penuh dari pemerintahan Saudi, dan segalanya telah berjalan untuk kepentingan Amerika.

Di sini kita akan mengutip pembahasan Times dalam volumenya yang terbit pada tanggal 2 Juli 1982 tentang raja Fahd, yang mana majalah ini menganggapnya sebagai orang yang berjiwa Amerika melebihi orang-orang Amerika sendiri.

Times berkata:

“Apakah mungkin di antara orang-orang arab yang masih hidup ada orang yang melebih kepuasannya dan keteguhannya dalam menyelaraskan kepentingan-kepentingan antara bangsa arab dengan bangsa barat melebihi raja Fahd Ibnu Abdil Aziz?” bagaimanapun keadaannya dan apapun keyakinan raja Fahd itu, maka sesungguhnya hakikat yang berjalan adalah bahwa pemerintahan Amerika yang berganti-ganti telah mengumumkan secara terang-terangan, berkali-kali: Bahwa Israel adalah koalisi nomor pertama bagi mereka di kawasan timur tengah, dan bahwasannya ia (Amerika) telah menopang secara tidak sembunyi-sembunyi negara zionis ini, baik sisi militer, ekonomi, dan politik dalam menghambat gerak kepentingan-kepentingan arab.

Bahkan sesungguhnya Amerika Serikatlah yang telah merintis angkatan perang Israel yang mana ia tidak henti-hentinya mempergunakannya untuk menginvasi dan menguasai tanah-tanah milik kaum muslimin dan melakukan pembantaian masal terhadap kaum muslimin serta mengusir mereka dari negerinya, untuk kemudian menempatkan orang-orang zionis yang berdatangan dari seluruh penjuru bumi di tempat tersebut!

Amerika telah mengumumkan berkali-kali juga bahwa ia berjanji – tanpa segan-segan – untuk menjamin kejayaan militer Israel, sehingga akan selalu menjadi sebagai kekuatan yang lebih tangguh selama-lamanya dari seluruh negara (yang mengaku muslim) secara keseluruhan, seraya ia (Amerika) meletakan keamanan negara-negara tersebut di bawah kasih sayang Israel. Di sini kita akan menyebutkan beberapa contoh saja:

James Backly wakil menteri negara Amerika untuk urusan bantuan-bentuan keamanan berkata dalam penjelasannya tanggal 25/8/1981:”Biarkan saya untuk menguatkan sekali lagi bahwa pemerintahan ini akan selalu komitmen untuk menjaga kemananan Israel, dan bahwasannya ia menguatkan bahwa Israel akan selalu mendapat jaminan kemenangan militernya  atas musuh-musuhnya yang paling mendasar!

Presiden Reagen telah berjanji untuk selalu menjaga sikap mengokohkan kedudukan Israel dari gangguan kelompok apa saja yang memusuhinya di wilayah itu”.

Lewat janji-janji yang terang-terangan ini dan lagi berulang-ulang dari pihak Amerika terhadap Israel – yang padahal tindakan-tindakan aniaya Israel yang berulang-ulang terhadap bangsa arab, invasinya yang ganas terhadap Libanon, rencana memperluas daerahnya di atas tanah-tanah bangsa arab, dan pembentangan kekuasaannya terhadap dunia arab -, lewat tindakan ini semua, maka sangat sulit sekali kita memahami:

Bagaimana mungkin bagi orang arab mana saja dia mempercayai penyelarasan kepentingan-kepentingan antara bangsa arab dengan Amerika Serikat?

Dan bila di sana ada orang yang meyakini bahwa rancangan-rancangan Amerika untuk membiarkan keadaan Saudi lemah dan terancam, dan bahwa pendiktean politik-politiknya terhadap Saudi baik dalam atau luar negerinya, serta menjarah kekayaan-kekayaan minyaknya, adalah termasuk dalam kepentingan Kerajaan Saudi Arabia, maka ini adalah hal lain!

Proyek-Proyek Pembangunan Militer Raksasa.

Kerajaan Saudi Arabia selalu terus sibuk dalam proyek-proyek pembangunan militer semenjak tujuh tahun yang lalu, lewat rencana-rencana raksasa yang meliputi hal-hal berikut ini:

–        Enam Kota Militer.

–        Dermaga-Dermaga Pelabuhan Untuk Memperbaiki Kapal Perang laut.

–        Markas-Markas Perbekalan.

–        Tempat—Tempat Penyimpanan Bahan Bakar.

–        Tempat-Tempat  Penyimpanan Barang-Barang.

–        Markas-Markas  Untuk  Pengawasan  Dan Pengendalian.

–        Dan  yang  lainnya.

Enam kota militer tersebut karena sangat besarnya, bakal mampu melayani kebutuhan-kebutuhan tentara Saudi dan angkatan udaranya untuk masa waktu minimal lima puluh tahun mendatang.

Sebelum menguraikan tentang faktor-faktor pendorong di balik proyek-proyek ini, kami hadapkan beberapa realita kenyataan dan gambaran-gambaran tentang besar bentuknya dan biayanya serta sisi penting dan kemendesakannya.

Di sini kita akan membatasi pada kota-kota militer saja,  dan inilah apa yang dikatakan seputar enam kota tersebut:

Nama Kota-Kota Itu dan Tempatnya:

–        Kota Militer Raja Khalid (KKMC). Tempatnya dekat perbatasan Iraq dan biaya pembangunannya mencapai sepuluh miliar dolar. la direncanakan mampu menampung enam puluh ribu tentara, di samping 150 pesawat dan sejumlah teknisi.

–        Kota Militer Riyad Selatan. Biayanya diperkirakan mencapai sepuluh miliar dolar juga. Kekuatannya bisa menampung seratus ribu pasukan. Tidak ada alasan yang nampak yang menyebabkan penangguhan proyek di kota ini.

–        Kota Militer di Hafrul Bathin, dan diperkirakan bakal menelan biaya tujuh miliar dolar.

–        Kota Militer Khamis Masyith.

–        Kota Militer dekat Dhahran di kawasan timur.

–        Kota Militer Tabuk, di utara barat Saudi dekat Israel.

Di  sini  kita  sebutkan  bahwa  Amerika  Serikat memberitahukan kepada Saudi bahwa penempatan pesawat pemburu F5 dan Fl5 di pangkalan itu adalah tidak boleh, dan bahwa hal ini terjadi sesuai berdasarkan permintaan Israel.

Tiga kita ini dan yang telah direncanakan pembangunannya di Khamis Masyith, Dhahran, dan Tabuk, bakal menelan biaya juga miliaran dolar.

Kemudian kota-kota dan komplek-komplek militer raksasa – yang nampaknya terlalu besar bila dibandingkan dengan kebutuhan tentara kecil seperti pasukan Saudi akan selalu dalam keadaan siaga penuh lewat penanganan para militer dan para teknisi dari orang-orang Amerika, dalam rangka mempergunakannya untuk kepentingan RDJTE(pasukan gerak cepat Amerika) setiap saat dibutuhkan.

Para ahli strategi Amerika untuk tahun-tahun yang lama dan dengan sangat kuat, mereka telah mengetahui kebutuhan Amerika Serikat kepada keberadaan militer yang strategi dan kepada komplek-komplek serta pangkalan-pangkalan militer di wilayah itu yang sejalan dengan pasukan gerak cepat khusus (RDJTF), sedangkan Saudi adalah satu-satunya negara di kawasan itu yang mampu dan berkeinginan memenuhi dan menutupi setiap apa yang dipandang penting oleh Amerika untuk mewujudkan strateginya di kawasan itu.

Dan dengan meninjau terhadap apa yang dirasakan oleh pemerintah Saudi berupa melimpahnya harta minyak dan apa yang ia dapatkan berupa ketidakepektifan kekuatan bersenjatanya serta kekhawatirannya terhadap ediologi-ediologi yang membangkang yang memang nampak di tengah-tengah masyarakat Saudi, maka pemerintah yang ada telah menyambut rencana-rencana Amerika tersebut dengan harapan bahwa Amerika mampu dengan peranannya melindungi kepentingan-kepentingannya – secara bersamaan – dan mengokohkan mereka di atas singgasananya.

Penting diperhatikan – bahwa perencanaan – dan pembangunan semua kamp militer yang besar itu berlangsung di bawah kendali sejumlah para insnyur di militer Amerika, dan ini sepertinya adalah hal yang bisa membuahkan kesimpulan bahwa kamp-kamp ini hanya terealisi demi kepentingan pasukan gerak cepat khusus Amerika, dan bukan untuk kepentingan pasukan Saudi.

Para pejabat tinggi Amerika dan para pemerintahnya serta para panglima militernya telah menguatkan semenjak bertahun-tahun yang lalu bahwa termasuk hal penting untuk strategi Amerika di kawasan Asia Barat adalah keberadaan militernya di kawasan itu dan pangkalan-pangkalan militernya yang sesuai yang memudahkan untuk menguasainya serta menguatkannya dengan cara yang sesuai juga.

Di sana ada file pemberitaan yang sempurna seputar hal ini, halaman-halamannya mengucurkan penjelasan-penjelasan yang bersumber dari Reagen,  Alexander High menteri negaranya  yang  lalu,  كاسبر وينبرجر menteri  pertahanannya, Richard  Porton,  dan jenderai  David  John  serta  yang lainnya.

Dan yang tidak diragukan lagi adalah bahwa pemerintah Saudi adalah pihak yang mendanai proyek-proyek raksasa dari sisi ukurannya, negatif dari sisi penunjukannya/ karena semuanya berlangsung untuk kepentingan Amerika, dan untuk pelayanan strategi perencanaanya, bukan untuk memperkokoh angkatan bersenjata Saudi!

Mungkin hal yang menyedihkan sekaligus menggugah adalah bahwa semakin besar biaya proyek-proyek tersebut, maka semakin besar pula kebahagiaan orang-orang yang melakukan akad! Itu artinya: Bahwa banyaknya para pekerja bayaran akan lebih besar lagi, karena pada akhirnya akan digantungkan pada besarnya anggaran proyek-proyek itu!

 

Akad Pembelian Yang Serabutan

 

Meskipun kebergantungan yang menyerupai total terhadap elemen-elemen Amerika dalam pekerjaan perawatan, dan pengoprasian segala peralatan dan perlengkapan militer, sesungguhnya pemerintah Saudi terus saja melangsungkan akad pembelian persenjataan paling baru dan paling canggih, yang mana harganya mencapai puluhan miliar dolar.

Dan sesuai dengan batasan-batasan Lembaga Internasional Untuk Pembahasan Perdamaian Swedia (SIPRI), sesungguhnya Saudi dinilai sebagai pembeli senjata terbesar dari Amerika Serikat dibandingkan dengan negara-negara dunia ketiga seluruhnya! Dan ini dikuatkan oleh apa yang diterbitkan oleh New York Times, bahwa sesuai pengkajian Lembaga Sensus Umum di Amerika Serikat (GAO) pada September 1981 M sesungguhnya Saudi memiliki permintaan-permintaan impor senjata dari Amerika Serikat yang bernilai 22,2 miliar dolar.

Tentunya ini adalah angka yang tidak termasuk pembelian AWACS yang harganya saja mencapai 8,5 miliar dolar, dan tidak termasuk pembelian pesawat-pesawat penyerbu F15 dan permintaan-permintaan akad yang saling bersusulan antara Saudi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.

Dan di sini penting diisyaratkan kepada sikap Amerika Serikat dalam penjualan ARACS dan rudal-rudal serta peralatan-peralatan canggih lainnya yang mana kemampuan Saudi sendiri tidak bisa menguasainya, namun pemerintah Amerika terus saja melangsungkannya seraya menutup mata dari keputusan khusus tentang penjualan senjata yang muncul pada tanggal 8/7/1980.

Sesuai keputusan tersebut, sesungguhnya salah satu faktor yang memutuskan bolehnya menjual senjata adalah “apabila senjata” yang diusulkan itu mungkin dikuasai oleh negara yang memesannya tanpa membebani pihak bantuan militer Amerika.

Dalam keadaan khusus terhadap Saudi, sesungguhnya pertanyaan yang muncul adalah bukan tentang sampai di mana kekurangan sistem militernya, akan tetapi adalah tentang ketidaktahuan secara total akan sistem ini!

Ini telah ditegaskan lewat lisan Richard Alyin sekertaris pembantu untuk urusan keamanan nasional Amerika, ia berkata dalam penjelasannya tanggal 21 September 1981:

“Sesungguhnya AWACS itu sangatlah rumit, sampai-sampai mengharuskan sejumlah orang-orang Amerikalah yang harus menangani perawatan unsur-unsur yang paling mendasar dalam sistem yang canggih ini dan sepanjang umur AWACS secara total”

Banyak para ahli mengomentari kelemahan total Saudi dari mengoprasikan dan merawat AWACS ini dan persenjataan serta peralatan canggih lainnya yang telah disepakati pembeliannya atau hendak dilakukan pembeliannya, seperti 300 tank medan model Leopard 11 dari Jerman Barat.

Salah seorang ahli khusus Amerika mengomentari sebagai reaksi terhadap kemarahan (Israel) yang disiarkan oleh sarana kampanye zionis karena akibat penualan F15 terhadap Saudi, ia mengatakan:

“Sesungguhnya ia membutuhkan satu generasi yang sempurna, menciptakan dan mempersiapkan lewat teknologi mutakhir. Perumpamaan pemberian F15 terhadap Saudi adalah seperti memberikan pesawat Concorde  kepada pemburu ikan untuk mengoprasikannya!”.

Sebagaimana The Herald Tribun menerbitkan melalui lisan Michael Gibrael dalam edisinya yang terbit tanggal 15/4/1981, dia berkata:

“Pembelian AWACS dan F15 akan berarti berlangsung terusnya keberadaan militer Amerika Serikat di Saudi..”

James Patshen telah menulis setelah kunjungannya ke Saudi, dia berkata:

Sesungguhnya kebergantungan Saudi terhadap para teknisi (militer) asing dari kalangan Inggris dan Amerika, itu adalah pada umumnya merupakan kebergantungan yang total“. Financial Times 23/4/1981.

Dan ini adalah apa yang diberitakan oleh The Herald Tribuns dalam taqriir buku-bukunya Jhonn Rozanot Sesungguhnya keberadaan militer yang paling besar fungsinya adalah Amerika, meskipun banyak resikonya!dan ini adalah hal yang akan terus berlangsung pada umumnya dan bahkan bakal selalu bertambah.

Meskipun adanya kegiatan Prancis yang ditekankan pada program-program radar dan peralatan modern angkatan darat Saudi, akan tetapi sesungguhnya para teknisi Amerika adalah yang paling dominan lagi menjadi tulang punggung bagi angkatan bersenjata Saudi”.

Dan jelaslah, bahwa pembelian berbagai macam senjata yang bernilai miliaran dolar dan yang tergolong sistem peralatan modern tercanggih adalah dimaksudkan dengannya agar pemerintah Saudi memiliki alasan untuk menggunakan jumlah yang banyak dari kalangan militer dan teknisi Amerika, dengan status mereka sebagai pengendali, perancang, penasehat militer, pelatih, tenaga ahli dan seterusnya. Dan pada waktu yang bersamaan sesungguhnya peralatan-peralatan mutakhir ini sendiri dimaksudkan dibelakanganya agar terus berkembang lengkap bersama-sama bangunan militer yang mencakup angkatan bersenjata Amerika dan digunakan di bawah pengendalian pemerintah Amerika dengan cara yang menjamin penggunaannya untuk melayani politik-politiknya dan tujuan-tujuannya.

Kita tidak membutuhkan pembicaraan tentang penjualan peralatan militer ini dari sisi sebagai sumber pemasukan harta yang besar bagi orang-oxang yang melakukan akad pembelian ini, bagi kerabat-kerabatnya, teman-teman dekatnya, serta para bendaharanya!

Sesungguhnya suasana memang sudah penuh dengan bau-bau kerusakan dan suap, sedangkan pembahasan tentangnya adalah sangat luas yang mana tempat ini tidak mencukup. Dan kami memiliki bukti-bukti dan data-data yang mana kami mengharapkan bisa menyebarkannya dalam lembaran lain dan pada masa mendatang!

 

Meratanya Kerusakan

Dalam uraian yang lalu kita telah mengutup laporan akurat yang diterbitkan oleh Financial Times 5 Mei 1982, yang mana di dalamnya disebutkan bahwa para perwira Saudi jajaran atas menjadikan angkatan bersenjata ini sebagai sumber bisnis dan keuntungan.

Dan kami tambahkan sekarang bahwa prinsip ‘amuulah atau yang lebih pasnya adalah risywah (suap) bukan hanya terbatas merebak di kalangan perwira kelas atas dalam barisan angkatan bersenjata, akan tetapi merebak juga hingga para menteri, para pimpinan dinas-dinas pelayanan sipil, dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan kerabat dan bendaharawan, juga tentunya di sana ada pengecualian-pengecualian!

Dalam rangka menjelaskan yang sebenarnya, sesungguhnya sebab utama yang menjelaskan dan menjabarkan kenapa pembelian-pembelian pemerintah Saudi dan akad kesepakatannya menelan biaya anggaran yang jauh melebihi anggaran biaya pembelian pemerintahan-pemerintahan lain di berbagai negara dunia ini. Sebabnya adalah bahwa perusahaan-perusahaan dan orang-orang yang melakukan akad pembelian secara bersama sama harus meletakan di benak mereka apa yang semestinya diberikan berupa uang pelancar atau suap-suap supaya mereka bisa menjamin lancarnya proses pembelian ini untuk kepentingan mereka.

Dan selama peluang ini sudah dibuka, maka mereka tidak akan merasa cukup dengan menaikan pemberian atau harga dengan seukuran suap itu saja, akan tetapi mereka itu bakal melipatgandakan berkali-kali lipat sesuai keinginan mereka.

Bau busuk kerusakan sudah membuat hidung influenza dan telah menjadi bahan omongan di sana-sini,yang menimbulkan ketidaksukaan umum di tengah-tengah masyarakat.

 

Nasib Sial AWACS

Tahun 1981 pemerintah Saudi dan pemerintah Amerika serta yang di belakangnya adalah pemerintah Bejing membuat geger pemberitaan yang menyerupai sandiwara akbar seputar pembelian AWACS. Dan kami akan berusaha di sini memaparkan sekilas tentang pembelian ini supaya kita bisa mengetahui hakikat sebenarnya.

Isi Pembelian:

–        Lima pesawat AWACS model (sentry) E3A.

–        Enam pesawat untuk pengisi bahan bakar di udara model (KC 135),

–        Tujuh Stasiun Radar Bumi untuk berhubungan dengan AWACS.

–        101 penyimpanan bahan bakar yang sesuai dengan pesawat F15. Dan 26 pesawat telah dibeli, namun belum diserahkan.

–        1177 rudal جو-جو model (AIM-9L Sidewinder) .

Senjata-senjata ini dan perlengkapan-perlengkapan yang terdapat dalam akad pembelian AWACS adalah sangatlah penting bagi Amerika Serikat, di mana ia membutuhkannya untuk membangun kekuatan strategi militernya di Barat Daya Asia dan wilayah teluk, dan ternyata Amerika telah mendapatkan apa yang dicarinya di pemerintahan Saudi yang merasa percaya terhadapnya dengan kedunguan dan keganjilannya yang sangat disayangkan! dan begitulah ia (Amerika) menyarankan agar Saudi mengajukan untuk membeli prangkat itu, dan ia-pun mengikuti sarannya tanpa ragu dan secara langsung dan sesuai dengan rekayasa sebelumnya maka meledaklah pemberitaan zionis menyerang rencana itu seraya dibuat-buat tentunya menentang permintaan Saudi, sambil beralasan bahwa hal itu bilan terlaksana maka perimbangan militer Saudi akan menang yang mana ini membahayakan keamanan Israel…!!

Dan di Amerika sendiri – dan ini sesuai dengan rekayasa sebelumnya – muncullah dua gelombang, yang satu mendukung pembelian dan yang lain menentangnya!

Jurnal World Street menerbitkan dalam volume yang muncul pada tanggal 5 Juli 1981 penegasan Alexander H mantan menteri luar negeri Amerika berikut ini:

“Sesungguhnya penjualan AWACS terhadap Saudi, bila tidak terlaksana maka akan menimbulkan pengaruh-pengaruh berbahaya bagi tujuan-tujuan dan rencana-rencana Amerika Serikat di wilayah itu”.

Peranan pemerintah Saudi dalam bencana ini adalah sebagai pemeran yang dungu, di mana ia langsung menegaskan dalam penjelasan-penjelasan yang diumumkan bahwa penjualan AWACS ini adalah dianggap sebagai ujian nyata yang menguak sampai di mana kesetiaan Amerika dalam hubungannya dengan pemerintah Saudi!

Begitulah terjadi badai perhelatan seputar rencana pembelian ini yang berlangsung selama beberapa bulan, untuk kemudiannya selesai dengan persetujuan Kongres terhadapnya, dan tentunya ini sesuai dengan apa yang digariskan sebelumnya!

Sesungguhnya masalah AWACS datang akibat rencana yang telah disutradarai dengan rapi, dan oleh sebab itu ia memerlukan pengungkapan data yang sangat rinci supaya kita memahami setiap tujuan di baliknya, akan tetapi di sini kita merasa cukup dengan mengatakan:

Sesungguhnya pihak satu-satunya yang mengambil faidah dari pembelian AWACS ini adalah Amerika dan Israel, bukan pihak lain!

Bagaimana ini bisa:

Inti pembelian ini adalah bahwa Amerika Serikat bakal mendapatkan 8.500.000.000. dolar, yaitu harga semua yang terdapat dalam kontrak pembelian AWACS yang terdiri dari peralatan dan perlengkapan.. tanpa bayaran (gratis) ….ini pertama.

Kedua ia akan mendapatkan antara tiga puluh hingga empat puluh miliar dolar lain, yaitu nilai apa yang akan dikeluarkan oleh Saudi terhadap pembuatan pangkalan yang dibutuhkan oleh AWACS dan F15 seperti hangar-hanggar pesawat, stasiun control, alat-alat pemeliharaan, dan mess-mess bagi orang-orang Amerika yang akan mengoprasikan ini semua.

Dan pembelian prangkat ini akan memberikan kesempatan bagi Amerika Serikat juga untuk menempatkan ribuan rakyatnya di Saudi dengan alasan pengoprasian dan perawatan persenjataan-persenjataan dan alat-alat canggih ini.

Adapun bagian Israel dari ghanimah ini adalah:

la mendapatkan bantuan kilat dari Amerika Serikat seharga enam juta dolar dalam bentuk bantuan-bantuan militer dengan alasan mengembalikan keseimbangan militer yang sempat merugikannya dan menguntungkan Saudi…?akibat Saudi mendapatkan AWACS, padahal AWACS ini tidak akan mulai penyerahannya sebelum tahun 1985 dan tidak akan ada yang menyentuhnya sepanjang umurnya selain tangan-tangan Amerika.

Sebagaimana Israel mendapatkan janji jaminan dari Amerika bahwa setiap informasi yang dikumpulkan lewat AWACS akan diberikan ke tangan Israel agar sekutu Amerika Serikat satu-satunya ini mengetahui ma’lumat dan rahasia!

Jadi hasil dari sikap ini adalah seperti itu!…

Saudi adalah memberikan anggaran dan biaya, Amerika Serikat yang menguasai dan berbuat bebas sendirian mengoprasikan dan mengatur sistem intelejen yang rumit lagi mutakhir ini, sedangkan hasil akhir adalah Israel-lah yang mendapatkan buah seluruhnya…(buah intelejen dan pengumpulan ma’luumat tentang seluruh negara di kawasan itu) tanpa mengeluarkan biaya dan tanpa mengeluarkan energi!!

Dan bila Amerika Serikat mengklaim bahwa ini diarahkan dalam rangka mengcounter Uni Soviet, maka sesungguhnya penyertaan Israel bersamanya tanpa yang lainnya merupakan dalil yang pasti yang menunjukan bahwa apa yang berlangsung adalah hanya untuk merugikan umat Islam di kawasan itu. Dan klaim Amerika (bahwa itu untuk mengcounter uni Soviet) hanyalah sekedar untuk menutupi tujuan aslinya, yaitu menguasai kawasan itu dengan bekerjasama bersama Israel sang koalisi strategi bagi Amerika Serikat dan alatnya untuk menundukan negara-negara dan rakyat kawasan timur tengah,

Inilah kesaksian dari pelakunya:

Dalam penjelasan Menteri Pertahanan Amerika tanggal 22 Juli 1981, dia berkata:

“AWACS adalah pesawat untuk mengintai dan untuk mengumpulkan data-data, dan ia adalah sangat penting bagi kami – Amerika – sebagaimana ia sangat penting bagi Israel juga!supaya kami mendapatkan sebanyak-banyaknya data  seputar  kegiatan  penyerangan  mana  saja  yangdimungkinkan dari pihak Soviet atau dari pihak selain Soviet di kawasan itu seluruhnya”. .

kita tidak membutuhkan komentar!

Bukankah ini bencana…? Bahkan keadaan berbahaya?

Pemerintah Saudi menghaburkan harta kekayaan umat, antara tiga puluh dan empat puluh miliar dolar, dan ia menempatkan dirinya di bawah pengaruh yang sangat dasyat dan tekanan yang tidak bisa dilawan dari pihak Amerika dan Israel! -(seraya berdasarkan keinginan sendiri lagi bahagia dengannya)-.

Kemudian masih tersisa dari bencana itu, tingkah yang kurus yang mengundang ratapan, saat kita melihat pemerintah Saudi merasa senang – layaknya orang idiot -dengan sanjungan dan pujian Amerika terhadapnya, di kala ia (Amerika) mensifati Saudi – dalam penuh kebusukan -dengan sifat bijaksana dan moderat!

Kesimpulan:

Dalam tujuh tahun terakhir ini Saudi terus sibuk membangun komplek-komplek militer raksasa lagi beranggaran besar, mencakup kota-kota militer, pangkalan-pangkalan udara, dermaga-dermaga pelabuhan kapal laut, tempat-tempat penyimpanan bahan bakar dan markas-markas pengawasan dan pengendalian._.

Ia telah membeli dan masih terus membeli berbagai peralatan besar, berupa persenjataan yang paling modern lagi tercanggih yang mana kekuatan bersenjatanya tidak mampu secara total dari menguasai satupun darinya!

Akan tetapi ketimpangan yang sangat aneh antara besarnya anggaran dengan sedikitnya pertambahan personel militernya dan kemampuannya mengundang banyak pertanyaan dan membingungkan orang-orang yang mengamati.

Sesungguhnya kenyataan-kenyataan mengatakan:

Sesungguhnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah Saudi pada tahun-tahun belakangan untuk membeli persenjataan melebihi ratusan miliar dolar, sedangkan jumlah kekuatan angkata bersenjatanya tidak melebihi 52200 orang saja, yaitu dengan perbandingan setiap tahunnya tidak melebihi 740 orang tambahan dibandingkan dengan anggaran yang sangat-sangat besar.

Dan yang paling berbahaya dalam masalah itu adalah bahwa pemerintah Saudi ini sangat bergantung total terhadap orang-orang Amerika dalam mengoprasikan dan perawatan peralatan ini, sehingga yang nampak sekarang adalah seolah-olah Saudi itu adalah pangkalan militer Amerika. Sesungguhnya di sana ada 30.000 orang Amerika, yang terdiri dari kalangan militer, para teknisi, dan para ahli industri (peralatan) perang, mereka menangani urusan pembangunannya, perawatannya, dan pengendalian sistem militer yang canggih dalam banyak keadaan.

Dan sesuai perkiraan para ahli dan para pengamat militer, bahwa bersamaan dengan sampainya pesawat-pesawat F15, pesawat-pesawat AWACS, pesawat-pesawat pengisi bahan bakar di udara, rudal-rudal (Sidewinder) (جو-جو), dan 16 kapal perang laut, yang semuanva itu berasal dari Amerika, ditambah dengan 24 helikopter model ASW buatan Francis beserta jumlah banyak model peralatan dan persenjataan militer lainnya yang dipesan oleh Saudi dari USA dan ia menunggu keputusan persetujuan atasnya, bersamaan dengan sampainya pesanan besar ini maka sesungguhnya jumlah orang-orang Amerika yang akan datang menyertainya dan di bawah tirainya bisa mencapai 100.000 orang.

Sesungguhnya kota-kota militer raksasa, pangkalan-pangkalan udaranya, pelabuhan-pelabuhan kapal laut, penyimpanan-penyimpanan perbekalan, gudang-gudang militer, markas-markas pengawasan dan pengendalian dan proyek-proyek lainnya yang didirikan oleh Saudi di bawah pengendalian total USA, di mana pekerjaan di dalamnya ditangani oleh jumlah besar dari para teknisi Amerika. Proyek-proyek yang besar lagi canggih ini tidak mungkin dimaksudkan dengannya untuk dipergunakan oleh angkatan bersenjata Saudi, karena angkatan bersenjatanya ini sangat tidak mampu untuk menguasainya, apalagi bisa mengoprasikannya. Ini semua dibangun untuk dipergunakan oleh pasukan gerak cepat Amerika, yang mana jumlah pasukannya sesuai perkiraan para ahli bakal mencapai 200.000 personel.

Sesungguhnya walaa (loyalitas) pemerintah Saudi yang sempurna terhadap Amerika Serikat dan kebergantungan kepadanya telah menelanjanginya secara total dari kebebasan mengambil keputusan.

Dan yang paling membuktikan hal itu adalah sikap Saudi saat terjadi invasi Libanon, di mana pihak Amerika berperan di dalamnya sebagai sekutu yang sempurna dalam tindakan kriminal. Pembantaian terus berlangsung merenggut ribuan nyawa tak berdosa dari kalangan anak-anak, para wanita dan orang tua, akan tetapi Saudi sama sekali tidak menggunakan apa yang dimilikinya berupa sarana-sarana untuk menekan Amerika, seperti senjata minyak dan tabungan-tabungan yang disimpan yang jumlahnya mencapai ratusan miliar dolar… .[15]

Untuk hal itu tidak ada penafsiran kecuali bahwa Saudi ini (telah menyerahkan kekuasaannya kepada Amerika Serikat dan ia telah menjadikan dirinya sebagai pelayan
yang patuh kepada kepentingan-kepentingan dan politik-politik Amerika..).

Seorang diplomat Eropa telah menggambarkan keadaan yang memalukan dan menghinakan yang mana pemerintah Saudi telah menempatkan dirinya di dalamnya, dengan gambaran yang ringkas tapi padat, kita mengutipnya di sini dengan teksnya langsung:

Ia berkata: Semenjak sekarang dan selanjutnya, setiap keputusan-keputusan Saudi akan dibuat di Washington”

Taqiir ini telah selesai dengan ringkas dan sedikit perubahan.

Kami punya raja, tapi tidak punya alat untuk kekuasaannya

Selain bahwa ia itu dikenakan mahkota di hari perdamaian

Ia diangkat untuk memperbaiki manusia sedang ia itu rusak

Bagaimana bayangan itu lurus sedangkan tongkatnya bengkok

Marwan Hadiid rahimahullah berkata:

Sungguh mengherankan para pemberani dan yang punya akal

Bagaimana mereka rela dengan kekuasaan anak-anak ingusan

 

KEDUA

SAUDI DENGAN PERSAUDARAAN THAGHUT-THAGHUT TELUK

Sesungguhnya  persaudaraan  negara  yang  busuk  ini dengan  thaghut-thaghut  arab  dan  asing  yang  terang-terangan dan tegas-tegasan memerangi Islam, huduudnya dan syari’atnya adalah hal yang sangat jelas lagi terang yang sangat  cukup bagi  orang yang berakal  untuk meyakini dengan keyakinan yang mantap bahwa apa yang dilakukan oleh negara ini berupa memoles dirinya dengan menerapkan sebagian  huduud Islam,  itu tidak lain hanya  sebagai peranan  yang mesti  dia  mainkan  dan  dia  perankan sebagaimana negara-negara lainnya yang memoles dirinya dengan sisi-sisi lain dari ajaran Islam juga – minimal dalam fase ini – untuk supaya menikmati keamanan dan ketenangan dalam negeri, dan supaya mendapatkan dukungan, penjagaan,  serta kadar perlindungan lebih besar dari tangan masyayikh dan ulama-ulama yang bashirahnya sudah dirabunkan, karena sesungguhnya tabi’at keberadaannya dan adanya al haramain di dalamnya mengharuskan dia untuk memerankan sandiwara ini meskipun sampai waktu yang lama, sebab kalau tidak melakukan hal itu maka sesungguhnya orang  yang  melihat  dengan pandangan  bashirah  kepada hubungan-hubungan kasih sayang dan persaudaraan yang erat bahkan bujuk rayu yang menghubungkannya bersama saudara-saudaranya di kawasan teluk atau thaghut arab yang lain atau yang lainnya dari kalangan negara-negara timur dan barat dari kalangan pemerintah-pemerintah yang kafir yang mana aturan-aturannya,  undang-undangnya    serta pemerintahan-pemerintahannya telah dikafirkan oleh jumhur ulama negara Saudi ini, tentu ia mengetahui bahwa tidak ada perbedaan antara negara Saudi ini dengan negara-negara  itu,  semuanya  adalah  kekasih  dan  saudara, sebagiannya adalah auliyaa bagi yang lainnya. Dan masing-masing memiliki peranan dan sandiwaranya yang bisa menjamin baginya umur yang lebih panjang di antara rakyat-rakyatnya yang selalu patuh lagi tidur. Dan agar hakikat ini lebih jelas dan nampak terang di hadapan anda, kami akan menguraikan dalam tulisan ringkas ini contoh-contoh yang menunjukan atas hal itu dengan kejelasan yang sempurna.

Saudi Dengan Majelis Kerjasama Teluk (Thaghut Bilateral).

Di antara hal yang paling jelas yang menunjukan ikatan-ikatan cinta kasih dan persaudaraan antara negara yang bersembunyi di balik tirai sebagian huduud Islam ini dengan thaghut-thaghut teluk yang secara terang-terangan menerapkan sistem demokrasi dan undang-undang buatan (qawaaniin wadl’iyyah), adalah majelis kerjasama untuk dosa, kefasikan, dan maksiat yang mereka beri nama (Majelis Kerjasama Teluk).

Jasim Buu ‘Alaay duta besar Bahrain untuk Tunisia berkata: (Termasuk hal yang ma’ruf adalah bahwa hingga tahun 1968 M, yang menghubungkan Inggris dengan negara-negara teluk adalah perjanjian-perjanjian yang mana Inggris sesuai kandungan perjanjian itu berwenang mengatur politik luar negeri dan melindungi negara-negara tersebut dengan disertai membiarkan kebebasan baginya dalam pengaturan urusan-urusan dalam negerinya”.

Kemudian ia menjelaskan bahwa penegasan Inggris untuk menarik diri dari kawasan teluk tahun 1968 M dan membatalkan semua kesepakatan yang lalu yang telah ditandatangani bersama keimaratan dan negara-negara teluk adalah merupakan faktor pendorong yang sudah lama dan salah satu penyebab berdirinya Majelis Kerjasama itu dalam rangka menyediakan pengganti dari bantuan dan perlindungan Inggris yang telah menarik diri, di samping ada penyebab-penyebab lain yang disebutkan dalam (Nadwah At Tajaarib Al Iqliimiyyah Lil   Wihdah  Wat  Ta’aawun) yang disampaikan di Tunisia.[16]

Jadi tujuan utama berdirinya Majelis ini adalah penyediaan perlindungan, pembelaan dan dukungan untuk pemerintahan -pemerintahan thaghut ini satu sama lain dalam rangka melawan situasi bahaya dan aniaya apa saja yang dihadapi, siapa saja musuh ini, meskipun dari kalangan tentara pembela Islam, pembela tauhid dan aqidah, selama itu memang mengancam tahta mereka. Bila orang-orang semacam itu umpamanya menyerang pemerintah Bahrain, Kuwait atau yang lainnya dari kalangan kaum musyrikiin dustruur (aturan) dan qubuur (kuburan) untuk menggulingkan sistem pemerintahan yang kafir ini dan menegakkan khilafah di atas manhaj nubuwwah, tentulah daulah tauhid – maz’uumah – ini bakal bangkit membela negara kafir ini yang terang-terangan menampakkan syirik dustuur (aturan) dan tegas-tegasan menerapkan undang-undang terlaknat dan demokrasi yang kafir itu atas musuhnya, meskipun musuhnya itu tergolong ahli tauhid dan orang paling bertaqwa. Inilah merupakan penyebab utama didirikannya Majelis yang busuk ini.[17]Di bawah ini adalah penjelasan yang rinci akan sebagian kekafiran Majelis ini, dan bukti-bukti yang cukup bagi orang yang memiliki hati atau mau memperhatikannya sedangkan ia menyaksikannya atas persaudaraan dan kasih sayang pemerintah yang busuk ini terhadap pemerintah-pemerintah yang tegas-tegasan lagi terang-terangan menerapkan undang-undang buatan dan demokrasi, dan saling  bersatu dan bergandeng tangan di antara mereka semuanya untuk mengokohkan tahta-tahtanya yang kafir dan pembuatan undang-undang mereka yang kafir yang mana mereka merujuk hukum kepadanya seluruhnya di Majelis yang busuk ini.

 

  1. 1. Bayan Riyad -Yang Muncul Tanggal 4 Februari 1981 M Tentang Pertemuan Para Menteri Luar Negeri Enam Negara Teluk Khusus Membahas Perintisan Majelis Kerjasama Teluk, Mereka Berkata:

“Berlandaskan terhadap apa yang dirasakan oleh masing-masing dari Uni Emirat Arab, Negara Bahrain, Kerajaan Saudi Arabia, Kesultanan Oman, dan Negara Kuwait akan apa yang mengikat di antara mereka berupa hubungan-hubungan khusus, ciri-ciri yang musytarakah, dan undang-undang yang hampir sama (mutasyaabihah) , dan perasaan mereka akan pentingnya mendirikan kerjasama yang kokoh di antara mereka dalam berbagai aspek ekonomi dan sosial, serta berlandaskan keimanan mereka akan tujuan yang sama dan kesatuan target, dan berdasarkan keinginan mereka untuk merealisasikan pembenahan, saling menyempurnakan, dan saling menghubungkan di antara mereka serta dalam seluruh aspek,  maka mereka  (negara-negara tersebut)  memandang untuk  melakukan  pembuatan aturan/undang-undang  yang ditujukan untuk memperdalam dan memperkokoh hubungan-hubungan dan ikatan-ikatan antar sesama anggotanya dalam berbagai aspek kehidupan, yang mana Majelis Kerjasama Negara-Negara  Teluk Arab  ini  berpatokan   kepadanya, tempatnya di Riyad  (KSA),  dan majelis ini merupakan sarana untuk merealisasikan kadar hubungan dan ikatan lebih besar  di antara anggotanya dalam berbagai aspek kehidupan,  dan begitu juga membuat aturan-aturan yang sama berimbang di dalam aspek-aspek ekonomi,  keuangan, pengajaran, budaya, sosial, kesehatan, perhubungan dengan berbagai  macamnya  yang  beragam, penerangan,  paspor, kewarganegaraan,  kegiatan  perjalanan  dan  angkutan, bidang-bidang bisnis, bea cukai, cargo, dan bidang-bidang perundang-undangan dan hukum”.

 

2. Aturan (Nidham) Majelis Ta’aawun.

Majelis ini memiliki (qaanuun/undang-undang) dasar, silahkan anda mengamati sebagian contohnya: (Ayat Keempat) isinya menguatkan apa yang telah ada pada bayan Riyad yang lalu:”Tujuan-tujuan pokok Majelis Ta’aawun terwujud dalam hal-hal berikut ini: mereka menyebutkan di antaranya:

  1. Merealisasikan penataan, saling menyempurnakan dan saling menghubungkan di  antara negara-negara anggota dalam semua tatanan kehidupan dalam rangka mencapai kepada penyatuannya.
  2. Membuat aturan-aturan/andhimah yang sama berimbang dalam berbagai tatanan kehidupan, yang di antaranya adalah bidang-bidang berikut ini:

 

–       Bidang Ekonomi – (Riba tentunya dan yang lainnya).

–       Bidang Bisnis, Bea Cukai -(Suap)- dan Perhubungan.

–       Bidang Pengajaran dan Budaya (Perusakan Generasi).[18]

–       Bidang   Penerangan  dan  Wisata   (Kerusakan  dan Pengrusakan).

–       Bidang Hukum dan  Idaariyyah (Qawaaniin / Perundang-Undangan) .

Dan supaya para sadanah hukuumaat (para kuncen pemerintah teluk) dari kalangan para masyayikh yang menyesatkan yang mati-matian membela dan menutupi (kekafiran) para thaghut dan undang-undangnya itu tidak menipu dan mengaburkan (pemahaman) engkau, maka hapalkanlah teks ayat undang-undang itu:

Ayat (21).: Hukum-hukum penutup:”Tidak boleh menampakkan keberatan terhadap putusan—putusan undang-undang ini” yaitu bahwa putusan-putusannya, hukum-hukumnya, dan undang-undangnya itu mengharuskan semua negara-negara anggota Majelis itu (untuk menerimanya) tanpa ragu-ragu dan keberatan.

 

3. Saudi Dengan Lembaga Penyelesaian Sengketa Mejelis Ta’aawun.

Dan dalam rangka merealisasikan persaudaraan dan kasih sayang yang lebih sempurna di antara thaghut-thaghut (arab) di majelis mereka ini, maka majelis telah membentuk satu lembaga yang mereka namakan (Lembaga Penyelesaian Sengketa/Hai’ah   Taswiyatil  Munaaza’aat).

Dan silahkan engkau amati satu contoh saja dari undang-undang dasarnya, tentu ini bisa memperkenalkan engkau kepada thaghut yang menjadi acuan negara-negara anggota majelis seluruhnya saat terjadi pertikaian, yang di antaranya dan bahkan pemukanya adalah (negara domisili)[19] yaitu (Saudi).

(Ayat Kesembilan): (Lembaga ini mengeluarkan taushiyah-taushiyah dan fatwa-fatwanya sesuai dengan:

–        Putusan-Putusan undang-undang dasar majelis Ta’aawun.

–        Hukum Internasional.

–        Kebiasaan Internasional.

–        Dan Dasar-Dasar syari’at Islam dengan syarat taqriir-taqriirnya tentang masalah yang diacukan kepadanya harus dilimpahkan kepada Majelis Tertinggi untuk diambil apa yang dipandang sesuai).

Apa  pendapatmu  wahai  du’aat  tauhid!!  bagaimana pendapat kalian wahai anggota hai’ah kibar ulama!! Inilah negara kalian, negara tauhid al maz’uum, tidak ada bedanya sama sekali dengan thaghut-thaghut teluk lainnya, syari’at Islam yang ia klaim penerapannya di hadapan kalian demi untuk membuat kalian diam, untuk menyesatkan kalian dan untuk mengaburkan agama kalian atas kalian sendiri, syari’at Islam itu diletakan di deretan terakhir yang sebelumnya di dahului saat merujuk hukum dan saat menyelesaikan sengketa oleh: Undang-Undang Dasar Majelis Ta’aawun, kemudian Hukum Internasional yang kafir, kemudian Kebiasaan Internasional yang rusak, dan terakhir baru syari’at Islamiyyah.

Allah subhaanahu wa ta’aala mengatakan:

“Kemudian   jika    kamu   berlainan   pendapat    tentang   sesuatu, maka   kembalikanlah   ia   kepada   Allah    (Al   Qur’an)   dan   Rasul (sunnahnya),    jika   kamu   benar-benar   beriman   kepada   Allah dan hari  kemudian. “   (Qs:  An-Nisaa:   59).

Sedangkan thaghut-thaghut kawasan teluk yang di antaranya adalah para penguasa Saudi, mereka mengatakan dalam aturan-aturan/tasyrii’ mereka: jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Undang-Undang                                       Dasar          Majelis Ta’aawun, Hukum Internasional, Kebiasaan Internasional, dan terakhir kepada  syari’at  Islamiyyah”.

“Apakah    di    samping   Allah    ada    tuhan     (yang   lain) ?    Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya.” (An Naml: 62).

“Ah     (celakalah)    kamu    dan    apa    yang   kamu    sembah    selain Allah.   Maka apakah kamu  tidak memahami.(Al Anbiyaa:67).[20]

Maka apa pendapat kalian wahai para du’aat tauhid dan wahai para ulama sunnah?serta wahai para penjaga aqidah?  Apakah hal itu sekedar maksiat atau justeru syirik akbar yang mengeluarkan dari millah??

Sesungguhnya hal seperti ini tidak samar lagi atas para penuntut ilmu yang masih junior, apalagi bagi orang yang sudah disebut ahli ilmu dan ulama.

Namun demikian percayalah wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya mereka itu tidak meletakkan syari’at islamiyyah dan tidak menyebutnya kecuali untuk mengelabui dan mengkamuflase dengan pengkelabuan yang tidak samar demi Allah kecuali atas orang-orang yang buta bashirahnya lagi tertutup hatinya, karena kalau tidak (merasa jelas juga) maka apakah diterima penyetaraan syari’at Penguasa langit dan bumi dengan aturan dan undang-undang sampah pemikiran akal orang-orang yahudi dan nasrani oleh orang yang di dalam hatinya ada sedikit pengagungan dan penghormatan terhadap dienullah dan terhadap syari’at-Nya, apalagi kalau itu dijadikan dalam urutan terakhir dan sebelumnya didahului oleh undang-undang yang aniaya dan kebiasaan yang rusak.

Kemudian, biar umpamanya mereka itu tidak memaksudkan tartiib (pengurutan susunan) dalam ayat undang-undang tersebut,[21]akan tetapi sesungguhnya hal itu juga tidak mengeluarkan dari lingkungan kemusyrikan, coba lihat saja orang-orang kafir Quraisy, bukankah mereka menganggap bahwa Allah itu ada1ah Tuhan bagi tuhan-tuhan yang lain. sehingga mereka mengagungkan-Nya melebihi pengagungan mereka terhadap tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan, akan tetapi mereka menyertakan tuhan-tuhan itu bersama Allah, seperti ungkapan sebagian mereka dalam talbiyahnya:

Maka begitu juga para pengikut mereka (dan penerusnya) yaitu para thaghut-thaghut arab, sesungguhnya mereka tidak memaksudkan tartiib, taqdiim dan ta’khiir dalam ayat itu. Bahkan meskipun mereka itu mendahulukan syari’at islamiyyah dan menjadikannya diurutan pertama dari sumber-sumber rujukan hukum, akan tetapi mereka masih membiarkan bersamanya Undang-Undang Majelis Ta’aawun, Hukum  Internasional, dan Kebiasaan Internasional, maka sesungguhnya hal ini tidak mengeluarkan dari lingkungan kemusyrikan juga (syirik taat di dalam hukum).

“Manakah   yang   baik,    tuhan-tuhan   yang   bermacam-macam   itu ataukah  Allah   Yang Maha Esa  lagi Maha   Perkasa.” (Yusuf :39).

Dan meskipun mereka itu memang benar jujur dalam memberlakukan sebagian hukum syari’at, dan mereka tunduk kepadanya disamping ketundukan mereka kepada Undang-Undang dan Kebiasaan itu, maka sesungguhnya hal ini adalah kemusyrikan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam Fataawaanya: Dan dien ini adalah dienul Islam, Allah tidak menerima dien selainnya. Islam itu mengandung istislaam (penyerahan diri) kepada Allah saja, oleh sebab itu siapa yang istislaam kepada-Nya dan kepada yang lainnya, maka dia itu orang musyrik, dan siapa yang tidak istislaam kepada-Nya maka dia itu mustakbir (menyombongkan diri) dari beribadah kepada-Nya, sedangkan orang musyrik dan yang mustakbir dari ibadah kepada-Nya, keduanya adalah orang kafir.”28/23,

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamtkan kepadanya surga.” (Al Ma’idah:72).

Dan firman-Nya subhaanahu wa ta’aala:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala    dosa    yang   selain   dari    (syirik)    itu, bagi    siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa:48).

 

4. Saudi Dengan Kesepakatan Ekonomi Bersatu Antara Negara-Negara Anggota Majelis Ta’aawun.

Kesepakatan ini telah ditandatangani oleh para anggota majelis yang busuk ini di Riyad hari 11/11/81 M, inilah teks pembukaanya:

“Sesungguhnya para pemerintah negara-negara anggota di Majelis Ta’aawun Bagi Negara-Negara Teluk dalam rangka menyelaraskan dengan Undang-Undang Dasar Majlis Ta’aawun yang mengajak untuk saling memperdekat yang lebih kokoh dan saling mengikat dengan ikatan yang lebih kuat, dan sebagai bentuk keinginan darinya dalam rangka menumbuhkan, memperluas dan menopang ikatan-ikatan ekonomi di antara mereka atas dasar landasan-landasan yang kokoh yang mendatangkan kebaikan bagi rakyatnya!!, dan dalam rangka upaya menyusun dan mempersatukan[22] politik-politiknya yang bersifat ekonomi, keuangan, naqdiyyah, dan begitu juga hukum-hukum yang berhubungan dengan bisnis dan perindustrian dan undang-undang perbea cukaian yang diterapkan di dalamnya, maka mereka (pemerintah-pemerintah tersebut) telah bersepakat atas hal-hal berikut ini…,”

Kami ketengahkan cuplikan-cuplikan dari point-point kesepakatan tersebut:

Ayat  (22): Negara-negara  anggota  berupaya  untuk merapikan poiitik-politik keuangannya, naqdiyyah dan mashrafiyyah, serta berupaya  meningkatkan kerjasama antara  lembaga-lembaga  keuangan,  dan  bank-bank sentral….     “

Perhatikan kerjasama dan peningkatannya dalam bidang bank-bank riba, dan nanti rinciannya akan ada dalam bahasan (Saudi dengan Riba).

Ayat (27) : “Prioritas utama dalam tathbiiq adalah bagi putusan-putusan kesepakatan ini saat berbenturan dengan undang-undang dan aturan-aturan lokal negara-negara anggota”.

Dan sekarang wahai ulama tauhid pemerintah!! Kita anggap saja umpamanya kita menerima bahwa Saudi yang bersembunyi  di  balik  Islam,   syari’atnya  dan huduudnya  itu mengharamkan riba,  memerangi  bank-banknya,  bahkan  memerangi  setiap  kelompok  yang menolak lagi tetap ngotot menjalankan riba – ini mengandai-andai saja dan sekedar mengkhayal bukan sebenarnya -, apa yang kalian katakan tentang ayat (27) undang-undang tadi yang telah disepakati oleh Saudi  dan  ia  telah menandatangani  untuk  selalu tunduk kepadanya di Riyad tanggal 11/11/81 M?

Sesungguhnya Saudi dalam keadaan yang dicontohkan dan yang lainnya tentu ia bakal mendahulukan point-pointnya, hukum-hukumnya, dan putusan-putusannya atas hukum apa saja yang diterapkan secara lokal, baik itu Islam atau kafir. Ungkapan pemungkas,  pemutus,  yang paling awal dan paling akhir dalam bidang ekonomi adalah  bukan  bagi  syari’at  Islam  yang  diklaim penerapannya oleh negara ini, akan tetapi bagi putusan-putusan kesepakatan ini.

Siapa orang yang kalian tertawakan???

Sebelum kami meninggalkan bahasan ini, kami akan menyebutkan sebagian penegasan dan penjelasan yang muncul dari negara Saudi dan dari sebagian negara anggota majelis itu,  penjelasan dan penegasan yang menguatkan makna-makna yang telah kami sebutkan sebelumnya, serta menjelaskan begitu besarnya persaudaraan dan kecintaan di antara para thaghut itu seluruhnya dan bahwa mereka itu sesunggunya di atas satu jalan dan satu agama (dien), yaitu dien thaghut, sama saja baik pihak yang melakukannya secara terang-terangan ataupun secara sembunyi.

•   (Al Bayan Al Khitamiy Li Ad Daurah Al Uula Lil Majlis Al A’Laa ilaaha Illallaah Li Majlis At Ta’aawu  Li Duwalil Khaliij Al ‘Arabiyyah):

Setelah mereka menyebutkan thaghut-thaghut mereka seluruhnya yang berkumpul, mereka mengatakan: “Dan bertolak dari ruh persaudaraan yang ada di antara
negara-negara ini
………………. “

•        Contoh lain: Perbincangan yang dilakukan oleh An Naqib

(Muhammad Ibnu Farraj Asy Syahriy) bersama Emir Bahrain (Isa Ibnu Sulaiman Alu Khalifah) dan disebarkan oleh (Majallah Kulliyyah Al Malik Khalid Al ‘Askariyyah).

Pertanyaan: Kerajaan Saudi dan Bahrain terikat dengan ikatan-ikatan ketetanggaan,teman karib, kerjasama, dan hubungan-hubungan yang sangat erat dalam seluruh bidang, maka dalam bidang-bidang apa saja yang mulia melihatnya dan merasakan realita ini??

Jawaban: Yang menghubungkan KSA dengan Bahrain itu bukan sekedar hubungan-hubungan teman karib, ketetanggaan, dan kerjasama, karena sesungguhnya di antara Bahrain dan KSA di bawah pemerintahan yang mulia saudara saya raja Fahd Ibnu Abdil Aziz Alu Su’uud dan putera mahkotanya yang mulia emir Abdullah Ibnu Abdil Aziz Alu Su’uud, hubungannya adalah sebagaimana keadaannya selama-lamanya yaitu hubungan persaudaraan yang dalam yang landasan paling dasarnya adalah bapak dan kakek (leluhur).

Dan kami memuji Allah bahwa penerus yang shalih!! bagi mereka para leluhur, sekarang ia berupaya untuk menguatkan dan mengokohkan hubungan-hubungan cinta kasih dan kerjasama semaksimal mungkin dalam berbagai bidang yang beragam…”

Dalam pertemuan yang sama ia berbicara tentang proyek jembatan antara Saudi dan Bahrain yang biayanya mencapai 600 juta dolar dalam rangka memperkokoh ikatan-ikatan cinta, kefasikan, khamr, dan perbuatan nista yang ada secara terang-terangan di Bahrain bersama negara tauhid!!, dia berkata: “dan hal itu akan menyampaikan jembatan hidup  kepada jembatan cinta kasih dan persaudaraan yang akan berdiri terus di antara dua negeri” .

Maka bagaimana pendapat kalian wahai ulama suu?? apakah kalian mampu setelah ini semua lari, atau menambal dan mengklaim bahwa negara kalian ini baraa’ah dari negara-negara kafir, ia kafir terhadap undang-undang buatannya yang menghalalkan khamr dan hal-hal yang haram lainnya, serta membuat aturan yang tidak Allah izinkan di dalam dien ini…??

Dan bila kalian berani lantang, mendustakan, dan mengada-ada hal itu. maka siapa yang kami benarkan..?? apakah kami membenarkan ucapan kalian, dusta kalian dan pembelaan kalian ini??atau kami membenarkan penegasan-penegasan thaghut-thaghut sang kekasih sendiri?? sesungguhnya itu adalah persaudaraan, kasih sayang, cinta, loyalitas (tawallii) yang total, sedangkan Allah subhaanahu wa ta’aala sudah mengatakan:

“Barangsiapa di antara kamu bertawalli kepada mereka, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (Al Ma ‘idah:51).

Sesungguhnya itu wahai para syaikh pemerintah adalah tawallii (loyalitas kufur), nushrah (pembelaan), mudhaahanah (dukungan) , mawaddah (cinta) dan ukhuwwah (persaudaraan), dan bukan muwaalaah yang bermakna mudaahanah dan mujaamalah (basa-basi yang bukan dalam kekafiran dan kemusyrikan) serta sedikit kecenderungan, karena kami mengetahui benar perbedaan antara keduanya dan kami tidak membaurkan antara keduanya itu.

Syaikh Abdullah Assulaiman Ibnu Humaid dalam risalah yang berjudul (Al Hadiyyah Ats Tsamiinah) yang dicetak di Daruts Tsaqafah di Mekkah Al Mukarramah, beliau berkata dalam rangka membedakan antara muwaalaah dengan tawallii:

Adapun tawallii adalah memulikanmereka (orang-orang kafir) ,memujinya, membelanya dan mendukungnya atas kaum muslimiin, mu’aasyarah, dan tidak baraa’ah dari mereka secara dhahir, maka ini adalah kemurtadan dari pelakunya, wajib diberlakukan terhadapnya hukum-hukum orang-orang murtad sebagaimana hal itu ditunjukan oleh Al Kitab, Assunnah dan ijma para imam panutan”.

Syaikh Sulaiman Ibnu Sahman rahimahullah berkata:

ولا شك في تكفيره عند من عقل
فلا شك في تفسيقه وهو في وجل
ويظهر جهراً للوفاق على العمل
وذا قول من يدري الصواب من الزلل
ومن يتول الكافرين فمثلهم
ومن قد يواليهم ويركن نحوهم
وكل محب أو معين وناصر
فهم مثلهم في الكفر من غير ريبة

 

Siapa yang tawallii kepada orang-orang kafir, maka ia seperti mereka,

Dan tidak ragu lagi pengkafirannya menurut orang yang berakal.

Sedang orang yang terkadang muwalah kepada mereka dan cenderung kepadanya,

maka tidak diragukan lagi vonis fasiq terhadapnya sedang dia dalam keadaan takut.

Dan setiap orang yang mencintai, atau orang yang membela dan mendukung,

dan ia menampakkan secara terang-terangan kesesuaiannya akan amalan tersebut,

maka mereka itu seperti mereka dalam hal kekafiran tanpa diragukan lagi,

dan ini adalah perkataan orang yang mengetahui kebenaran dari kesesatan.

 

Contoh lain:

Menlu Saudi menegaskan dalam penjelasan-penjelasannya yang diterbitkan oleh majalah (Al Majallah) milik Saudi  tanggal 4 April 1981 M: (Bila aturan dan qawaaniin negara-negara lain yang bukan anggota sama dengan (qawaaniin dan aturan) negara-negara Majlis (Ta’aawun) Teluk, maka tidak apa-apa bila ia

(negara-negara) itu bergabung dengan Majlis ini),perhatikan kezin diqan ini!!! Bagaimana undang-undang kalian itu serupa wahai paradajjal…?? Bukankah kalian mengklaim dan mengaku bahwa negara kalian ini menerapkan syari!at Islam, sedangkan negara-negara itu secara terang-terangan dan tegas-tegasan menerapkan dustuur, demokrasi, dan qawaaniin wadl’iyyah. Ini tidak lepas dari dua keadaan:

– Bisa jadi kalian ini menyamakan dan mensetarakan syari’at Allah yang kalian klaim penerapannya dengan  qawaaniin  wadl’iyyah. Tindakan  ini  adalah  kufrun bawwaah (kekafiran yang nyata) dan syirik akbar.

– Atau bisa jadi sesungguhnya pemerintahan kalian ini tidak berbeda dengan pemerintahan yang lain yang kafir yang secara terang-terangan menerapkan qawaaniin dalam mayoritas bidang kehidupan dan dalam sisi-sisi yang sangat sedikit mereka memakai  aturan  Islam.

  • Contoh lain: Penegasan raja Fahd (saat ia menjabat sebagai putera mahkota) yang mana ia menjelaskan di dalamnya, dalam jawabannya atas pertanyaan seputar keanggotaan Majlis, dalam jumpa pers tanggal 14/2/1981 M:”Sesungguhnya para anggota majelis ini dihubungkan dengan hubungan-hubungan khusus dan ciri-ciri yang sama dan andhimah (undang-undang) yang serupa.”[23]

Perhatikan andhimah yang serupa… ! Dan sebelumnya qawaaniin yang sama..!! Silahkan rujuk oleh kalian qawaaniin dan dustuur negara-negara teluk dan amatilah…!!

Ini sebagian contohnya………………………. (ayat 51) dalam undang-undang Kuwait menegaskan bahwa: (Kewenangan/kekuasaan pembuatan hukum ada di tangan emir dan majlis umat sesuai
dengan undang-undang dasar) .

Ayat (6) dalam undang-undang Kuwait pula: (Sistem pemerintahan adalah demokrasi, kedaulatan di dalamnya ada di tangan rakyat yang merupakan sumber kekuasaan semuanya) “[24]

Bagaimana pandangan kalian wahai hadlaraat al masyayikh!! Ini adalah kekafiran yang nyata dan kemusyrikan yang terang, sesungguhnya pemerintah kalian mensifatinya bahwa itu serupa dan sama dengan undang-undang dan hukum-hukumnya, bagaimana pendapat kalian dalam hal ini..?? apakah kami harus mendustakan mereka (pemerintah kalian) sedangkan mereka itu terus bersikeras atas pernyataan itu dan mengulang-ulangnya seraya banggga lagi tidak terpaksa lewat lisan banyak para pejabat tingginya..??

• Kita akhiri contoh-contoh ini: Dengan usulan Saudi yang dilontarkan oleh pemerintah Saudi dalam konfrensi tingkat tinggi kawasan teluk dan isinya diterbitkan oleh majalah (The Middle East) dalam volume bulan Januari tahun 1981 M dan majalah Al Mujtama’ tanggal 27/1/81 di mana “menuntut keikutsertaan angkatan bersenjata nidhaamiyyah dalam mengokohkan kedaulatan setiap negara dan memudahkan penjagaan terhadap qaanuun dan aturan-aturan dalam negerinya”[25]

Perhatikan ini dan yang sebelumnya, serta pergunakan akal engkau wahai para muwahhid…!!!

–                Membela para thaghut dan undang-undangnya dengan jiwa dan harta tanpa paksaan sedikitpun….  !

–        Dan sebelumnya membela dengan harta dengan bentuk kesepakatan di antara mereka dalam bidang ekonomi dan yang lainnya…!

–        Kasih sayang, persaudaraan, dan cinta kasih di antara mereka…

–        Dan kerjasama dalam bidang pembuatan hukum, aturan-aturan yang serupa dan undang-undang yang sama serta yang lainnya.

Kemudian kalian membedakan – billahi ‘alaikum -antara negara yang busuk ini dengan para kekasih dan para auliyaanya…. ??

Bila ini bukan tawallii yang mengeluarkan dari millah, maka billaahi ‘alaikum apakah tawallii itu dan bagaimana bentuknya…??

Mana baraa’ah dari kemusyrikan dan para pelakunya yang merupakan separuh pokok dienul Islam dan kaidahnya sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Wahhab dan yang lainnya dalam penjelasan makna (kalimah tauhid) Laa ilaaha Illallaah? Mana baraa’ah dari kemusyrikan undang-undang teluk dan para pelakunya..?? Seandainya mereka tidak mengiklankan dan menegaskan tawallii, muwaalaah, serta pembelaan mereka? Dan seandainya mereka (penguasa Saudi) tidak mengadakan bersama mereka (thaghut-thaghut teluk arab) kesepakatan-kesepakatan saling membela dengan jiwa dan harta (difaa’iyyah dan iqtishaadiyyah) . .? maka tentulah ada orang-orang yang menutup-nutupi kekafiran mereka dan mengatakan: Sesungguhnya para penguasa Saudi itu berlepas diri dari undang-undang tersebut dan para pelakunya di dalam hati mereka,” akan tetapi tatkala mereka menegaskan terang-terangan tawallii, muwaalaah, pembelaan, keimanan, cinta, kasih sayang, persaudaraan, pembuatan hukum perundang-undangan, dan ikut serta di dalamnya, maka mereka itu telah kafir dan keluar dari Islam. Dan saat mereka ingin taubat dari kemurtadan dan masuk Islam kembali maka mereka harus mengiklankan dan mengumumkan baraa’ah mereka dari undang-undang buatan itu semuanya dan dari para pelakunya, menarik diri dan keluar, serta berlepas diri dari setiap lembaga, atau majelis, atau

mahkamah, atau organisasi, atau perjanjian, atau kesepakatan dan yang serupa dengannya yang merupakan cabang-cabang kekafiran dan pintu-pintunya.

Tidak ada yang memasukkan mereka ke dalam Islam setelah keluar darinya, dan tidak ada yang menyelamatkan mereka dari syirik setelah mereka berlumuran dan masuk di dalamnya kecuali hal ini. Ya demi Allah, tidak bermanfaat bagi mereka penutupan dan penambalan orang-orang yang menutup-nutupi, dan tidak pula pengkaburan orang-orang yang mengkaburkan, serta tidak pula bermanfaat hardikan dan teriakan para masyayikh jahat dan para boneka pemerintah…!

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله

“Siapa mengucapkan Laa ilaaha Illallaah dan kafir terhadap segala sesuatu yang disembah selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, sedangkan penghisabannya adalah atas Allah, “Riwayat Muslim dari Abu Malik Al Asyjaa’iy.

Beliau menjadikan kafir dan baraa’ah dari segala yang disembah selain Allah dengan macam ibadah apa saja, adalah sebagai syarat keimanan, Islam dan keterjagaan darah dan harta. Tingkatan baraa’ah yang paling tinggi adalah jihad (puncak agama terakhir), dan ini terwujud dalam upaya yang mengarah untuk menghancurkan pemerintahan-pemerintahan thaghutiyyah ini dan memerangi para budaknya hingga ketundukan itu seluruhnya hanya kepada Allah. Dan tingkatan terendah baraa’ah ini yang mana iman dan tauhid tidak terealisasi kecuali dengannya adalah menjauhinya, dan ini adalah tuntutan dan dakwah para rasul seluruhnya:

“Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,”(An Nahl: 36)

Dan kami tidak bertanya kecuali tentang ini saja (tingkatan paling rendah ini), kami katakan dengan lantang lagi jelas:

Setelah contoh-contoh dan bukti-bukti ini semuanya, apakah negara ini merealisasikan tuntutan para rasul ini, sehingga ia menjauhi thaghut-thaghut undang-undang dan para budaknya agar supaya negara ini masuk dalam lingkungan tauhid dan Islam?? Atau justeru ia mendukung mereka, menyokong mereka, membantu mereka, menolong mereka, mencintai mereka dan masuk ke dalam dien (undang-undang) nya??

Jawabannya adalah sangat jelas, dan saya tidak mengira ada orang yang mencari kebenaran masih ragu dan bimbang hingga sekarang tentang negara tersebut.

 

 


[1] Sesungguhnya seandainya negara mana saja enggan menyuarakan, maka sesungguhnya undang-undang apa saja yang muncul dan lembaga PBB maka itu muncul dari suara mayoritas, sehingga itu muncul atas nama PBB, dan tentunya sudah pasti negara tauhid tidak baraa’ah darinya, bahkan justeru ia menjunjungnya, dan menjunjung sekretariatnya dan para penanggung jawabnya, serta mensifatinya dengan ucapan: (Organisasi kita) dalam banyak surat para pihak yang berwenang akannya, inilah sebagian contoh-contohnya: Ada dalam penjelasan yang disampaikan oleh (delegasi KSA) di PBB di depan kongres ke 7 bagi Majelis Umum PBB yang disampaikan oleh (Jamil Al Baruudiy) ketua delegasi Saudi pada hari Rabu 10 September 1975: “Yang mulia ketua majelis, sesungguhnya keterpilihan engkau dengan ijma’ untuk memimpin sidang khusus ke tujuh ini adalah sebagai bukti penguat akan sifat bijaksana yang engkau miliki dan kemampuan yang dengannya engkau mampu mengendalikan diskusi-diskusi dalam kongres yang ke 29 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Semangat muda, kegesitan, bijaksana, kelihaian, tenang, dan keberanian, itulah sifat-sifat yang menjadi keistimewaan engkau. Dan tidak aneh bila kami merasa ridla dengan kepemimpinan engkau, sebagaimana Sekjen organisasi kita ini yang biasa duduk di sebelah kanan ketua yang mulia yang mana beliau sekarang tidak hadir, wajib mendapatkan pujian atas apa yang telah beliau, kerahkan berupa perhatian yang sangat penuh” dari kitab Assu’udiyyah Wal Munadhdhamat Ad Dauliyah hal 186.

Menlu Saudi Su’uud Al Faishal berkata dalam rangka berbicara atas nama organisasinya yang tercinta: “Bila kita boleh menyebutkan sekilas tentang berbagai macam keberhasilan-keberhasilan kita sebagai organisasi
internasional ”sampai dia mengatakan: “Sesungguhnya kita pada waktu yang sama mengharapkan bila negara-
negara kecil berkembang yang merupakan mayoritas di organisasi kita ini mengambil  faidah dari kemajuan ini, dan sesungguhnya itu tidak  akan membahayakan terhadap masalah kebebasannya, keamanan nasionalnya dan cita-citanya.” Dari kitab Assu’uudiyyah Wa Hai’atul Umam karya Thalaal ‘Aththaar hal 32.

Bahkan sesungguhnya Fahd Ibnu Abdil Aziz khadirnuth thawaaghiit (pelayan thaghut-thaghut) bermu’aamalah dengan Hai’atul Umam Al Mulhidah (Perserikatan Bangsa-Bangsa Kafir Mulhid) atas dasar hubungan persaudaraan, anak, atau keibuan dan hubungan-hubungan kekeluargaan Iainnya, dia menganggap dirinya dan pemerintahannya sebagai satu keluarga di dalam lembaga kafir ini. Saya berikan kepada anda contoh dari ucapannya yang dia lontarkan pada hari raya ‘ledul Fithri tahun 1402 H: “Dan sungguh itu adalah tindakan-tindakan kami, dan itu akan tetap memberikan pengaruh terhadap perasaan kami akan ketergabungan dengan kumpulan internasional sebagai satu keluarga meskipun kepentingan-kepentingannya bermacam-macam, dan memberikan gambaran akan keimanan kami terhadap prinsip-prinsip perdamaian yang dibangun di atas al haq dan keadilan…”hingga akhir celotehan kafimya. Kebenaran macam apa? Keadilan macam apa? Dan agama apa serta tauhid macam apa ini????

[2] Yang sangat unik untuk disebutkan adalah bahwa teks ini bukan hanya khusus tentang orang muslim yang merubah agamanya saja, akan tetapi itu adalah teks yang umurn. Orang yang menentang terhadapnya berarti melarang orang nasrani dari pindah agama dan dia tidak diperbolehkan masuk agama Islam, sedangkan ini adalah kekaftran. Orang yang setuju dengan teks itu adalah kafir juga, karena membolehkan murtad bagi orang muslim. Sedangkan diam/abstain, ikut hadir, dan duduk bersama mereka saat mereka menyelami kekafiran ini adalah kekafiran juga, sebagaimara firman Allah:

“Dan sungguh Allah telah menurunkan di dalam Al Qur’an bahwa bila ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokan, maka Janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah mengumpulkan semua crang-orang munafiq dan orang-orang kafir di dalam jahannam. “An Nisaa: 140. Jadi orang yang menentang, orang yang mendukung dan orang yang diam di sini adalah semuanya binasa, sedangkan mereka (para penguasa Saudi) telah menjerumuskan diri mereka dalam keadaan yang istilahnya maju kena mundur kena, dan kewajiban para masyayikh suu’ (jahat)?!? adalah mengeluarkan mereka darinya.

 

[3] Lihat Karel Pasakh hal 25.

 

[4] Dalam masalah ini bisa dirujuk perjanjian-perjanjian yang beraneka ragam sisinya, dan apa yang dilakukan oleh Sekjen PBB berupa tugas yang dia emban 31 Desember 1976 hal 78 dan 450 dan yang lainnya, karena di dalamnya terdapat hal-hal yang tidak diketahui banyak orang, seperti perjanjian penghapusan perbudakan secara muthlaq dan yang lainnya.

 

[5] Wali-wali syaitan dalam masalah ini di antaranya adalah orang-orang yang tugasnya membuat hukum dan perundang-undangan atau dengan kata lain adalah Dewan Legislatif yang dimana mereka itu jajaran orang-orang yang merubah ketentuan-ketentuan hukum dan aturan AlIah, mereka ini adalah pentolan Thaghut nomor kedua yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab, dan para pelaksana hukum-hukum itu (badan Yudikatif) dan para pihak yang berkuasa (Eksekutif) yang dimana mereka itu adalah pentolan Thaghut nomor ketiga yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad rahimahullah, lihat Majmu’atuttauhid risalah fi makna ath thaghut 10. (Pen).

[6] Hal 134 dari kitab Al Mamlakah Al ‘Arabiyyah Assu’uudiyyah Wal Munadhamaat Ad Dauliyyah karya Abdullah Al Qubaa’.

[7] Ini bukan maksudnya mencari yang halal saja, karena negeri ini sudah penuh dengan riba dan bank-banknya,
akan tetapi itu adalah dermawan model Hatim (Ath “Thaa’iy) terhadap musuh-musuh Allah tanpa batas, semoga
laknat Allah terhadap orang-orang dhalim.

[8] Assu’uudiyyah Wal Munadhdhamaat AdDauliyyah hal 845.

[9] Kami tidak menjelaskan andil mereka yang sangat besar dalam anggaran tahunan PBB, karena jumlahnya dan angka-angkanya serta jutaannya bisa memenuhi lembaran ini, dan begitu juga andil mereka yang sangat besar dalam pendanaan kcngres-kongres Majelis Umum PBB dan dalam anggaran-anggaran organisasi-organisasi, perwakilan-perwakilan khusus, kas-kas, acara-acara dan panitia-panitia lainnya yang menginduk ke PBB. Silahkan rujuk kitab Al Mamlakah Assu’uudiyyah Wa Hai’atuI Umam karya Thalaal Al ‘Aththaar, pasal Musaahamaat Al Mamlakah Fi Hai’atil Umam Wal Munadhdhamaat Ad Dauliyyah wal Wikaalaat Al Mutakhashshishah hal 41 dan sesudahnya.

 

[10] Lihat kitab QadatulGharbi Yaquuluun:Damminuu Al Islam  Abiidu Ahlahuu karya Jalaal Al ‘Aalim.

 

[11] Dalam hal ini silahkan rujuk Assu’uudiyyah Wa Hai’atul Umam Al Muttahidah karya Thalaal Al ‘Aththaar hal 52, didalam kitabnya itu penulis telah menuturkan banyak sekali macam-macam bantuan saudi terhadap badan-badan danorganisasi-organisasi PBB, dia sebutkan itu seraya dengan ungkapan pujian, merasa bangga, dan merasa hebat.

[12] Saudi telah menandatangani kesepakatan pembuatan kas khusus OPEC dengan negara-negara pengekspor minyak lainnya, yang mana di antara tujuannya sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat ke 2, di antaranya adalah: (Pemberian bantuan dana antara negara-negara anggota OPEC dan negara-negara berkembang lainnya lewat cara pemberian bantuan dana untuk membantu negara-negara terakhir itu dengan syarat-syarat yang dimudahkan)….!!!

 

[13] Dari Kitab Amriikaa Was Su’uudiyyah, Al Ab’aad Al Iqtishaadiyyah was Siyyasiyyah Wal Istrotiijiyyah cetakan Darul Kalimah Lin Nasyr.

[14] Dari kitab Amriikaa Was Su’uudiyyah, Al Ab’aad Al Iqtishaadiyyah was Siyyasiyyah Wal Istrotiijiyyah cetakan Danil Kalimah Lin Nasyr.

 

[15] Abu Muhammad berkata: Sesungguhnya miliaran dolar yang disimpan ini, Saudi tidak mampu menggunakannya tanpa izin Amerika, sehingga mana mungkin ia bisa menjadikannya sebagai senjata untuk menekan Amerika…??? Ada di dalam kitab Qadlaayaa Al Khaliij Al ‘Arabiy terbitan markaz al ‘aalam ats tsaalits liddiraasaat wannasyr London hail99: ( Sesungguhnya pihak-pihak tempat penyimpanan tabungan dan titipan ini semuanya dirancang dengan rancangan yang mana kepentingan materi sama sekali tidak mempengaruhi Amerika Serikat dengan pengaruh negatif meskipun itu merugikan kepentingan saudi, sehingga pemerintah Saudi tidak berhak menarik harta-harta yang akan dititipkan di masa mendatang dalam rekening yang berbunga!!dan harta-harta yang sedang dititipkan di sana sekarang tanpa sebelumnya mendapatkan izin pemerintah Amerika!! (perhatikan!!)padahal pemerintah Amerika sendiri berhak menarik harta-harta ini tanpa izin pemerintah Saudi). (perhatikan kehinaan ini).

 

[16] Yang diacarai oleh Jam’iyyah Ad Diraasaat Ad Dauliyyah At Tuuniisiyyah hari Jum’at 15 April 1988, dan silahkan lihat majalah Diraasaat Dauliyyah volume 28 tahun 1988 M hal: 8.

[17] Akan datang dalam pasal Saudi Dengan Thaghut-Thaghut Arab, bahwa kesepakatan saling membela di antara
negara-negara Liga Arab mengharuskan juga membela seluruh negara-negara arab yang kafir untuk membungkam musuh mereka, meskipun musuh itu dari kalangan ahli tauhid. Dan kami ingin mengingatkan masyayikh pemerintah Saudi, ya, sekedar mengingatkan saja bahwa pembatal ke delapan dari pembatal-pembatal keislaman yang telah disebutkan oleh Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah adalah: Membantu orang-orang musyrik dan menolongnya untuk membungkam kaum muslimiin.”

 

[18] Telah kami paparkan tentang kerjasama mereka yang erat dengan organisasi UNESCO yang kafir dalam bidang ini. Dan mereka terus dalam upaya yang berjalan cepat untuk menyatukan manhaj-mannaj pendidikan di kawasan teluk, mereka telah menyatukan sebagiannya dan itu telah diajarkan daiam rangka menebar kerusakan dan pengrusakan di antara anak-anak kaum muslimin, juga dalam rangka menghapus dan mendidik mereka untuk loyal kepada undang-undan kafir ini dan terhadap semua para pemerintahnya.

[19] Ayat kedua dari undang-undang dasar majelis ta’aawun ini menegaskan bahwa tempat domisili adalah Riyad di KSA.

[20] Allah subhaanahu wa ta’aala telah mengabarkan kepada kita di dalam Kitab-Nya bahwa Ibrahim mengatakannya setelah ia menjelaskan kebodohan thaghut-thaghut kaumnya dan apa yang mereka sembah selain Allah. Sedangkan ibadah yang kami maksud di sini adalah mentaati para wali syaitan dalam hukum-hukumnya, undang-undangnya dan yang lainnya.

[21] Terkadang sebagian masyayikh menutupi kekafiran mereka dengan pemyataan bahwa “dan” itu tidak menuntut pengurutan.

 

[22] Perhatikanlah!!inilah tauhid hakikiy yang seialu diupayakan oleh Saudi, tauhid (penyatuah) politik, undang-undang ekonomi dan yang lainnya, yaitu tauhid (menyatukan) syirik dan para pelakunya, mengumpulkan mereka dan mandukungnya, dan bukan tauhid para rasul dan para nabil!

 

[23] Lihat Watsaa’iq Majlis Ta’aawun yang terbit dari Kantor Berita Qatar hal 119.

[24] Dari kitab Kasyfun Niqaab ‘An Syari’atil Ghaab, di dalam kitab ini kami mengetengahkan tentang undang-undang

Kuwait sebagai ccntoh undang-undang buatan.

[25] Lihat juga dalam kitab AtlIthaar Al Qaanuuniy Was Siyaasiy U Majlis At Ta’aawun Al Khaliijiy hal 23.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: