Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Dituding Mata-mata Polisi, Sofyan Tsauri Tantang FPI Bermubahalah

Dituding Mata-mata Polisi, Sofyan Tsauri Tantang FPI Bermubahalah


Jakarta – Terdakwa kasus terorisme Sofyan Tsauri menyangkal tudingan yang menyebutnya dia mata-mata polisi yang menyusup ke jaringan terorisme di Aceh. Tsauri bahkan berani bermubahalah.

Mubahalah ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat mendoakan kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta.

“FPI itu kan nggak tahu apa-apa tentang saya. Saya siap untuk bermubahalah dengan Habib Rizieq dan Yusuf Qardhawi (Ketua FPI Aceh),” kata Tsauri saat ditanya soal tudingan FPI sebelum sidang dimulai di PN Depok, Jl Boulevard, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/10/2010).

Tsauri mengatakan, tidak ada rekayasa tentang apa yang telah ia perbuat. Semua murni karena dakwah dan tauhid. “Meskipun seandainya yang menuduh itu Osama bin Laden, saya pun siap bermubahalah,” ujarnya.

Sidang Tsauri kali ini beragendakan pembacaan eksepsi. Tsauri tiba di PN Depok pukul 11.30 WIB. Mantan anggota Brimob itu tiba dengan mobil tahanan dan dijaga oleh 3 personel kepolisian berpakaian preman. Istri dan orangtua Tsauri sudah tiba sebelumnya di pengadilan. Saat tiba di pengadilan, Tsauri langsung disambut istri dan bapaknya.

Tsauri yang mengenakan peci hitam, baju putih sepanjang betis dan celana coklat ini langsung dibawa ke ruang tahanan pria di pengadilan. Sidang sendiri dijadwalkan akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Tsauri diduga terlibat karena menyalurkan senjata api dan melatih pemuda yang ada di pelatihan militer di Aceh. Tsauri yang juga desertir polisi ini memang pernah bertugas di Aceh saat konflik Aceh masih terjadi.

Berdasarkan penjelasan pengacaranya, Nurlan, Tsauri bergabung ke jaringan teroris Aceh atas ajakan seseorang bernama Bara, yang disebutkan sebagai salah satu pemimpin jaringan teroris. Pada Januari 2009, Sofyan pergi ke Aceh dan di sana dia sempat bertemu dengan Dulmatin.

Tsauri kemudian ditangkap saat penyerbuan Densus 88 di hutan kawasan Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, awal Maret lalu. Setelah penangkapan itu, Direktur An Nashr Institute Munarman yang juga pengurus FPI ini mencurigai Tsauri merupakan intel polisi yang sengaja ditanam di pelatihan militer di Aceh.  “Dia itu ditanam, dia juga merekayasa dan mendesain gerakan yang kerjaanya tertentu yang disebut polisi terorisme, yang bisa ditangkap secara hukum,” ujar Munarman pada 26 Agustus.

Kecurigaan pun bertambah dengan pernyataan Ketua FPI Aceh, Yusuf Qardhawi yang pernah melihat Tsauri melenggang bebas di luar tahanan Polda Aceh. Tsauri kala itu sempat menyapa Yusuf, sebelum naik mobil bersama beberapa polisi lainnya, menuju pusat kota.

Tudingan Tsauri merupakan intel polisi itu sudah pernah dibantah Tsauri dalam sidang sebelumnya.

(gus/nrl/detik.com/lintastanzhim.wordpress.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: