Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Akidah » Mengenal syahadat…

Mengenal syahadat…


Pendahuluan

Syahadat adalah rukun Islam yang pertama. Ia merupakan pijakan awal seseorang sebelum ia menjalankan perintah-perintah Allah yang lain.
Ia adalah pondasi yang mesti diketahui dan dimiliki seorang muslim, yang kemudian di atasnya ia membangun amal-amal Islam yang lain.
Apabila syahadat belum tegak maka mustahil ia ber”Islam” dengan baik, bahkan bisa jadi ke”Islamannya“ batal.

بُنِيَل الإسْلَمُ عَلَى خَمْسٍ, شَهَادَةِأَنْ لاَّإلَهَ إلاَّاللَّه وَأنَّ مُحَمَّدًارَسُولَ اللَّه, وَإقَامِ الصَّلاَةِ وَإتَاءِالزَّكَاةِ وَصَومِ رَمَضَانَ وَحَجِّ البَيْتِ

”ISLAM DIBANGUN ATAS LIMA, SYAHADAT BAHWA SESUNGGUHNYA TIDAK ADA ILAH SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH, DAN MENDIRIKAN SHALAT DAN MENUNAIKAN ZAKAT DAN SHAUM RAMADHAN DAN PERGI HAJI”
DARI UMAR RA, HADITS BUKHARI-MUSLIM

*****

Keutamaan syahadat

1. ALLAH SENDIRI YANG MEMPERSAKSIKAN

“ALLAH MENGATAKAN BAHWASANYA TIDAK ADA ILAH(YANG BERHAK DISEMBAH) MELAINKAN DIA YANG MENEGAKKAN KEADILAN,…”
AL IMRAN/3.18

2. TIMBANGAN KALIMAT SYAHADAT LEBIH BERAT DARI DUNIA DAN SEGALA ISINYA

لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ شَهَادَتَ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ فَمَنْ قَالََهَ عِنْدَ مَوْتِهِ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهُ فَمَنْ قَالَهَ فِى صِحَّتِهِ؟ قَالَ تِلْكَ أَوْجَبُ وَأَوْجَبُ ثُمَّ قَالَ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْجِيْءَ بِالسَّمَوَاتَ وَاْلأَرْضَ وَمَابَيْنَهُنَّ وَمَاتَحْتَهُنَّ، فَوَضَعُوْهُ فِى كِفَّةِ الْمِيْزَانِ، وَوُضِعَتْ شَهَادَةُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ فِىكِفَّةِاْلأُخْرَ وَلَرَجَحَتْ بِهِنَّ

“Talkinkan orang yang akan mati di antara kalian syahadat “Laa Ilaha Illallah”, jika ia mengatakannya maka wajib baginya Jannah”. Kami bertanya:”Ya Rasulullah, lalu bagaimana dengan yang mengatakannya di waktu sehat?” Beliau bersabda:”Itu lebih wajib, itu lebih wajib lagi” Kemudian Beliau bersabda lagi:”Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, andaikan ditempatkan langit dan bumi, dan apa-apa di antara keduanya dan apa-apa di bawahnya di satu sisi timbangan, dan ditempatkan syahadat bahwa sesungguhnya tiada ilah kecuali Allah di sisi timbangan yang lain pasti tidak akan terangkat dengan keduanya”
HR IBNU JARIR
3. Karenanya Allah mengutus Rasul-rasul-Nya

“DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASUL PUN SEBELUM KAMU, MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA; ”BAHWASANYA TIDAK ADA ILAH(YANG BERHAK DISEMBAH) MELAINKAN AKU, MAKA SEMBAHLAH OLEHMU SEKALIAN AKAN AKU”
AL ANBIYAA’/21.25 + AN NAHL/16.36

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُوْلُوْالاَإِلَهَ إِلاَّاللهُ فَإِذَاقَالُوْهَا عَصَمُوْا مِنِّى دَمَاءُهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّبِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَىاللهِ

“Aku diperintah memerangi manusia sehingga mereka berkata:”Tidak ada Ilah selain Allah, maka jika mengatakan demikian amanlah dia dariku darahnya dan hartanya kecuali dengan haknya dan perhitungannya atas Allah”
Bukhari Muslim, Tafsir Ibnu Katsir, 2:193

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan sehingga ketaatan itu semata-mata hanya utnuk Allah, dan jika mereka berhenti memusuhi kamu, maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali kepada orang-orang yang zhalim.”
Al Baqarah/2:193

4. HANYA AMALAN SYAHADAT YANG BERANI DIAKUI OLEH PARA MALAIKAT SEBAGAI AMALANNYA YANG BENAR

مَافِىالْسَمَوَاتِ السَّبْعِ مَوْضِعُ قَدَمٍ وَلاَ ثِبْرٍ وَلاَ كَفٍّ إِلاَّ وَفِيْهِ مَلَكُ قَائِمٌ أَوْمَلَكُ سَاجِدٌ أَوْ مَلَكُ رَاكِعٌ فَإِذَاكَانَ يَوْمٌ الْقِيَامَةَ قَالُوْاجَمِيْعًا سُبْحَانَكَ مَاعَبَدْنَاكَ حَقًّ عِبَادَكَ إِلاَّ أَنَّ لَمْ نُشْرِكْ بِكَ شَيْئًا
“TIDAK ADA DI TUJUH LANGIT TEMPAT SELEBAR TELAPAK KAKI, TIDAK JUGA SEJENGKAL, DAN TIDAK JUGA SELEBAR TELAPAK TANGAN KECUALI DI SITU MALAIKAT BERDIRI, ATAU SEDANG BERSUJUD, ATAU SEDANG RUKUK. DAN PADA HARI AKHIR MEREKA BERKATA BERSAMA-SAMA:”MAHA SUCI ENGKAU., TIDAKLAH KAMI BERIBADAH DENGAN BENAR KECUALI KAMI TIDAK MENYEKUTUKAN-MU DENGAN SESUATU APAPUN”
SHAHIH

5. AMALAN SYAHADAT ADALAH HAK ALLAH ATAS HAMBA-NYA

أَتَدْرِيْ مَا حَقُّ اللهُ عَلَىالْعَبْادِ؟ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلاَ يُشْرِكُوْ بِهِ شَيْئًا، ثُمَّ قَالَ: أَتَدْرِيْ مَاحَقُّ الْعَبْادِ عَلَى اللهِ إِذَاهُمْ فَعَلُوْاذَلِكَ؟ أَنْ لاَيُعَذِّبَهُمْ

“TAHUKAH KAMU APA HAK ALLAH YANG WAJIB DILAKUKAN HAMBA-NYA? IALAH HENDAKNYA IA MENYEMBAH-NYA DENGAN TIDAK MENYEKUTUKAN-NYA DENGAN SESUATU APAPUN. KEMUDIAAN BELIAU BERTANYA:”TAHUKAH KAMU APA HAK HAMBA JIKA IA TELAH MELAKUKAN KEWAJIBANNYA? IALAH DIA TIDAK AKAN MENGADZAB MEREKA”
SABDA NABI KEPADA MUADZ BIN JABAL, TAFSIR IBNU KATSIR 16:53

6. JAMINAN JANNAH BAGI HAMBA-NYA YANG BERSYAHADAH

مَنْ مَتَا وَهُوَيَعْلَمُ أ نَّـهُ لاَإلَهَ إلاَّ اللَّه دَخَلَالجَنَّة

“BARANG SIAPA MATI SEDANG IA MENGETAHUI BAHWA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH MAKA IA MASUK JANNAH”
DARI USTMAN, SHAHIH BUKHARI
7. JANJI MANUSIA KETIKA BERADA DI DALAM SULBI ADAM

“DAN INGATLAH, KETIKA TUHANMU MENGELUARKAN KETURUNAN ANAK-ANAK ADAM DARI SULBI MEREKA DAN ALLAH MENGAMBIL KESAKSIAN DARI JIWA MEREKA SERAYA BERFIRMAN:”BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI” KAMI LAKUKAN YANG DEMIKIAN ITU AGAR DI HARI KIAMAT KAMU TIDAK MENGATAKAN:”SESUNGGUHNYA KAMI BANI ADAM ADALAH ORANG-ORANG YANG LENGAH TERHADAP KEESAAN TUHAN”
AL A’RAAF/7:172

يُقَالُ لِلرَّجُلِِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَرَأَيْتَ لَوْكَانَ لَكَ مَا عَلَىاْلأَرْضِ مِنْ شَيْئٍ أَكُنْتَ مُفْتَدِيًا بِهِ؟ قَالَ فَيَقُوْلُ نَعَمْ فَيَقُوْلُ قَدْ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ ذَلِكَ قَدْ أَخَذْتُ عَلَيْكَ فِى ظَهْرِ آدَمَ أَنْ لاَتُشْرِكَ بِيْ شَيْئًا فَأَبَيْتُ إِلاَّ أَنْ تُشْرِكَ بِيْ

“Pada hari kiamat dikatakan kepada seorang penghuni neraka :”Bagaimana kamu jika kamu memiliki sesuatu di bumi, apakah kamu akan menebus diri dengannya ?” Orang itu menjawab :”Ya” Allah berfirman:”Aku menghendaki darimu sesuatu yang lebih ringan daripada tebusan itu…Aku telah mengambil janji darimu ketika kamu berada di dalam sulbi Adam”
RIWAYAT AHMAD, ANAS IBNU MALIK RA. DARI RASULULLAH SAW. TAFSIR IBNU KATSIR, 7:172

“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG KAFIR DAN MATI SEDANG MEREKA TETAP DALAM KEKAFIRANNYA, MAKA TIDAKLAH DITERIMA DARI SESEORANG DI ANTARA MEREKA EMAS SEPENUH BUMI, WALAUPUN IA MENEBUS DIRI DENGAN EMAS YANG SEBANYAK ITU. BAGI MEREKA ITULAH SIKSA YANG PEDIH DAN SEKALI-KALI MEREKA TIDAK MEMPEROLEH PENOLONG. ”
ALI IMRAN:91

8. ORANG YANG MENGIMANI KALIMAT SYAHADAT TIDAK KEKAL DI DALAM NERAKA

آمَنْتُمْ بِااللهِ وَكُْتُبِهِ وَرَسُلِهِ فَنَحْنُ وَأَنْتُمُ الْيَوْمَ فِى النَّارِ سِوَاءٌ، فَيَغْضَبُ اللهُ لَهُمْ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبُ لِِِِِشَيْءٍ فِيْمَامَضَى, فَيُخْرِجُهُمْ اِلَىعَيْنٍ فِى الجَنَّةِ

“DAHULU KAMU BERIMAN KEPADA ALLAH, KEPADA KITAB-KITAB-NYA DAN KEPADA RASUL-NYA. NAMUN SEKARANG KAMI DAN KAMU SAMA SAJA BERADA DI DALAM NERAKA, MAKA ALLAH MURKA KEPADA KAUM KAFIR ITU DENGAN SUATU MURKA YANG BELUM PERNAH DINYATAKAN KEPADA APAPUN SEBELUMNYA. KEMUDIAN ALLAH MENGELUARKAN AHLI TAUHID DAN MEMASUKKAN MEREKA KE SEBUAH MATA AIR DI JANNAH”
HR IBNU HATIM, TAFSIR IBNU KATSIR, 15:1

9. MENGINGKARI KALIMAT SYAHADAT ADALAH DOSA YANG PALING BESAR DI SISI ALLAH

قُلْتُ يَارَسُولُ اللهِ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ, قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ اللهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ

“IBNU MA’UD RA BERTANYA KEPADA RASULULLAH SAW:”YA RASULULLAH DASA APA YANG PALING BESAR DI SISI ALLAH?” BERSABDA RASULULLAH SAW:”KAMU MENJADIKAN SEKUTU BAGI ALLAH, PADAHAL DIA-LAH YANG MENCIPTAKAN KAMU”
HR BUKHARI~MUSLIM

“DAN INGATLAH KETIKA LUQMAN BERKATA KEPADA ANAKNYA, DI WAKTU IA MEMBERI PELAJARAN KEPADANYA:”HAI ANAKKU JANGANLAH KAMU MEMPERSEKUTUKAN ALLAH, SESUNGGUHNYA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH ADALAH BENAR-BENAR KEDZALIMAN YANG BESAR”
AL LUQMAN/32:13

*****

Pengertian syahadat

DI DALAM AL QUR’AN TERDAPAT DALAM TIGA TEMPAT, YANG BERARTI :

A. MENYAKSIKAN (MENYAKSIKAN DENGAN MATA, HATI DAN AKAL)

”YANG DISAKSIKAN OLEH MALAIKAMALAIKAT YANG DIDEKATKAN OLEH ALLAH ”
AL MUTHAFFIFIN/83:21

B. BERSAKSI (BERSAKSI DENGAN LIDAH DAN LISAN)

“…DAN PERSAKSIKANLAH DENGAN DUA ORANG SAKSI YANG ADIL..”
ATH THALAQ/65:2

C. BERSUMPAH

“APABILA ORANG-ORANG MUNAFIK DATANG KEPADAMU, MEREKA BERSUMPAH:”KAMI MENGAKUI, BAHWA SESUNGGUHNYA KAMU BENAR-BENAR RASUL ALLAH…”
AL MUNAFIQUUN/63:1

*****

Fungsi Syahadat

a. Pengakuan syahadat bagi seorang manusia adalah sebagai pembeda apakah ia bertauhid atau tidak, apakah ia muslim atau kafir, karena hakekat syahadat bagi seorang muslim adalah menghambakan dirinya hanya kepada Allah SWT saja, lain tidak.

KARENANYA, MANUSIA TERBAGI MENJADI DUA GOLONGAN BESAR, YAITU YANG BERSYAHADAT DAN YANG TIDAK BERSYAHADAT,

“SESUNGGUHNYA KAMI BERLEPAS DIRI DARI KAMU DAN DARI APA YANG KAMU SEMBAH SELAIN ALLAH, KAMI INGKARI (KEKAFIRANMU) DAN TELAH NYATA ANTARA KAMI DAN KAMU PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN BUAT SELAMA-LAMANYA SAMPAI KAMU BERIMAN KEPADA ALLAH SAJA”
AL MUMTAHANAH/60:4

SEDANGKAN MANUSIA YANG BERSYAHADAT ADALAH MANUSIA YANG :

~MENGIKRARKAN
UCAPAN SYAHADAH MERUPAKAN PROKLAMASI DIRI, PEMBEBASAN DIRI DARI KEJAHILIYAHAN, UNTUK MENERIMA ISLAM BESERTA HUKUM-HUKUMNYA, UNTUK TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA SERTA MENOLAK SELAINNYA.

~MEMAHAMI SERTA MEYAKINI
DENGAN KESADARAN YANG PENUH DENGAN AKAL DAN HATI, SERTA IKHLAS.

~MELAKSANAKAN
MENERIMA TUNTUTAN-TUNTUTAN SYAHADAH, KARENA SYAHADAH TANPA PELAKSANAAN ADALAH SEBUAH KEBOHONGAN

B. SYAHADAT ADALAH BAIAT, ATAU PERJANJIAN KONTRAK YANG DISETUJUI OLEH DUA PIHAK.

“SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MEMBELI DARI ORANG-ORANG MU’MIN, DIRI DAN HARTA MEREKA DENGAN MEMBERIKAN SYURGA UNTUK MEREKA. MEREKA BERPERANG DI JALAN ALLAH; LALU MEREKA MEMBUNUH ATAU TERBUNUH…”
AT TAUBAH/9:111

أَتَدْرِيْ مَا حَقُّ اللهُ عَلَىالْعَبْادِ؟ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلاَ يُشْرِكُوْ بِهِ شَيْئًا، ثُمَّ قَالَ: أَتَدْرِيْ مَاحَقُّ الْعَبْادِ عَلَى اللهِ إِذَاهُمْ فَعَلُوْاذَلِكَ؟ أَنْ لاَيُعَذِّبَهُمْ

“TAHUKAH KAMU APA HAK ALLAH YANG WAJIB DILAKUKAN HAMBA-NYA? IALAH HENDAKNYA IA MENYEMBAH-NYA DENGAN TIDAK MENYEKUTUKAN-NYA DENGAN SESUATU APAPUN. KEMUDIAAN BELIAU BERTANYA:”TAHUKAH KAMU APA HAK HAMBA JIKA IA TELAH MELAKUKAN KEWAJIBANNYA? IALAH DIA TIDAK AKAN MENGADZAB MEREKA”
SABDA NABI KEPADA MUADZ BIN JABAL, TAFSIR IBNU KATSIR 16:53

*****

Syarat-syarat Syahadat

SEBAGAIMANA SHALAT DAN SHAUM, SYAHADAT JUGA MEMILIKI SYARAT-SYARAT SYAHNYA, JIKA TIDAK DIPENUHI MAKA BISA MEMBATALKANNYA.

WAHAB BIN MUNABBIH DITANYAI SESEORANG :
“BUKANKAH SYAHADAT ADALAH KUNCI JANNAH?“ , IA MENJAWAB : “BENAR, NAMUN TIDAK ADA SATU KUNCIPUN KECUALI MEMPUNYAI GIGI. JIKA ENGKAU MENGGUNAKAN KUNCI YANG BERGERIGI, PINTU AKAN TERBUKA”
WAHAB BIN MUNABBIH DARI ABU HURAIRAH, ABU SA’ID, IBNU ABBAD, IBNU UMAR, DALAM RIWAYAT BUKHARI

A. ILMU / علم
ILMU AKAN MENGHILANGKAN KEBODOHAN TENTANG SYAHADAT, SEHINGGA DIPAHAMI APA-APA YANG DIMAKSUD DI DALAM KALIMAT SYAHADAT.

“KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA TIADA ILAH(SESEMBAHAN) KECUALI ALLAH”
MUHAMMAD/47:19

“ALLAH MENYATAKAN BAHWA TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN DIA, YANG MENEGAKKAN KEADILAN, PARA MALAIKAT DAN ORANG-ORANG BERILMU JUGA BERSAKSI DEMIKIAN”
AL IMRAN/3:18

مَنْ مَتَا وَهُوَيَعْلَمُ أ نَّـهُ لاَإلَهَ إلاَّ اللَّه دَخَلَالجَنَّة

“BARANG SIAPA MATI SEDANG IA MENGETAHUI BAHWA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH MAKA IA MASUK JANNAH”
DARI USTMAN, SHAHIH BUKHARI

PENGERTIAN LAFADZ SYAHADAT لاإله إلاّ اللَّه
LAFADZ KALIMAT SYAHADAT ADALAH SATU KESATUAN DALAM HAL MAKNA, IA TIDAK BISA DIPISAH-PISAHKAN, KECUALI UNTUK MENJELASKAN SATU PERSATU DARI TIAP-TIAP KATA DI DALAMNYA.

LAA ( لا ) ADALAH HURUF NAFYI (PENIADAAN/ PENOLAKAN) TERHADAP ILAH (اله ), SEDANGKAN TUHAN-TUHAN
(اله ) YANG DITOLAK TERSEBUT ADALAH :

1. AL ALIHA / الأله
SESUATU YANG DIMINTA DAN DIHARAPKAN MENDATANGKAN KEBAIKAN ATAU KESELAMATAN, DAPAT MENOLAK KEBURUKAN DAN KECELAKAAN
“JIKA ALLAH MENIMPAKAN KEMUDHARATAN KEPADAMU, MAKA TIDAK ADA YANG DAPAT MENGHILANGKANNYA KECUALI DIA, DAN JIKA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN BAGI KAMU, MAKA TIDAK ADA YANG DAPAT MENOLAK KARUNIA-NYA”
YUNUS/10:107

“KATAKANLAH;”APAKAH KITA AKAN MENYERU KEPADA SELAIN ALLAH, SESUATU YANG TIDAK DAPAT MENDATANGKAN KEMANFAATAN KEPADA KITA DAN TIDAK PULA MENDATANGKAN KEMUDHARATAN KEPADA KITA DAN APAKAH KITA AKAN DIKEMBALIKAN KE BELAKANG SESUDAH ALLAH MEMBERI PETUNJUK KEPADA KITA?”
AL AN’AM/6:71
2. THAGHUT / طغوت
SESUATU YANG DISEMBAH, DITAATI DAN DIIKUTI SELAIN ALLAH SEDANGKAN IA RIDHA DI DALAM KETAATANNYA DAN PENYEMBAHAN ITU.
“DAN SESUNGGUHNYA KAMI UTUS RASUL KEPADA TIAP-TIAP UMMAT (UNTUK MENYERUKAN): “SEMBAHLAH ALLAH SAJA, DAN JAUHI THAGHUT ITU”
AN NAHL/16:36

“MEREKA HENDAK BERHAKIM KEPADA THAGHUT PADAHAL MEREKA DIPERINTAH MENGINGKARI THAGHUT ITU”
AN NISAA’/4:60

3. ANDAAD / انداد
TANDINGAN-TANDINGAN ALLAH, YANG MEMBUAT LALAI DAN MELUPAKAN ATAU MENOMORDUAKAN ALLAH.
“DAN DI ANTARA MANUSIA ADA ORANG-ORANG YANG MENYEMBAH TANDINGAN-TANDINGAN SELAIN ALLAH, MEREKA MENCINTAINYA SEBAGAIMANA MEREKA MENCINTAI ALLAH”
AL BAQARAH/2:165

4. ARBAAB / ارباب
SESUATU YANG MENYURUH DAN MENGATUR SELAIN ALLAH.
“MEREKA MENJADIKAN ORANG-ORANG ALIM DAN RAHIB-RAHIB MEREKA SEBAGAI ARBAAB SELAIN ALLAH”
AT TAUBAH/9:31

بَلَى إِنَّهُمْ أَحَلُّوْالَهُمُ الْحَرَامَ وَحَرَّ مُوْا عَلَيْهِمُ الْحَلاَلَ فَاتَّبَعُوْهُمْ فَذَلِكَ عِبَادَتُهُمْ
“MEMANG TIDAK, NAMUN ULAMA’ DAN PENDETA ITU TELAH MENGHALALKAN YANG HARAM DAN MENGHARAMKAN YANG HALAL KEPADA MEREKA, LALU MEREKA MENGIKUTINYA. ITULAH MAKSUD PENYEMBAHAN MEREKA KEPADA ULAMA’ DAN PENDETANYA”
AT TIRMIDZI, RIWAYAT ADI BIN HATIM DARI RASULULLAH SAW, TAFSIR IBNU KATSIR 6:121

ILLA ( إلاّ ) ADALAH PENGECUALIAN DAN PENETAPAN, HANYA ALLAH (اللَّه ) YANG DIAKUI DAN YANG LAIN DITOLAK KARENA BATHIL, MELIPUTI:

1. PENETAPAN / إثبت
A. MAKSUD DAN TUJUAN / القصدوالنية
“INGATLAH, BAHWA KEPADA ALLAH-LAH KEMBALI SEMUA URUSAN”
ASY SYUARA/42:53

“DAN BAHWASANYA HANYA KEPADA RABB-MULAH KESUDAHAN SEGALA SESUATU”
AN NAJM/53:42
B. PENGAGUNGAN DAN KECINTAAN / تعظيم والمحبّة
“ORANG-ORAMG YAMG BERIMAN ITU SANGAT CINTA KEPADA ALLAH”
AL BAQARAH/2:165
C. TAKUT DAN HARAP HANYA KEPADA ALLAH / خوف والرجاء
“DAN BERDOALAH KEPADANYA DENGAN RASA TAKUT(TIDAK AKAN DITERIMA) DAN HARAPAN(AKAN DIKABULKAN)”
AL A’RAAF/7.56

“DAN JIKA ALLAH MENIMPAKAN SUATU KEMUDHARATAN KEPADAMU, MAKA TIDAK ADA YANG DAPAT MENGHILANGKAN KECUALI DIA, SEDANGKAN JIKA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN BAGIMU, MAKA TIDAK ADA YANG DAPAT MENOLAK KARUNIA-NYA. DIA MEMBERIKAN KEBAIKAN ITU KEPADA SIAPA SAJA YANG DIKEHENDAKI-NYA DI ANTARA HAMBA-HAMBA-NYA, DAN DIA-LAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG”
YUNUS/10.107
2. MEMBANGUN (IMAN KEPADA ALLAH SESUAI DENGAN ASMA’-ASMA’ DAN SIFAT-SIFAT-NYA)/ بناء
A. PENCIPTA / خالق
“SESUNGGUHNYA DIA-LAH YANG MENCIPTAKAN MAKHLUK DARI PERMULAAN…”
AL BURUJ/85:13
B. PEMILIK / ملك
“KEPUNYAAN ALLAH-LAH KERAJAAN LANGIT DAN BUMI DAN APA-APA YANG ADA DI DALAMNYA, DAN DIA MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU”
AL MAIDAH/5:120
C. PENGUASA / مولى
“DAN DIA-LAH YANG MEMILIKI KEKUASAAN TERTINGGI DI ATAS SEMUA HAMBA-NYA…”
AL AN’AM/6:61
D. PEMERINTAH / امر
“INGATLAH MENCIPTAKAN DAN MEMERINTAH HANYALAH HAK ALLAH”
AL A’RAAF/7:54
E. HAKIM / حاكم
“MENETAPKAN HUKUM ITU HANYALAH HAK ALLAH, DAN DIA MENERANGKAN YANG SEBENARNYA, DAN DIA YANG MEMBERI KEPUTUSAN YANG TERBAIK”
AL AN’AM/6:57

3. LOYALITAS HANYA KEPADA ALLAH / ولأ
A. KECINTAAN HANYA UNTUK ALLAH / محبة
“KATAKANLAH:“JIKA BAPAK-BAPAK, ANAK-ANAK, SAUDARA-SAUDARA, ISTERI-ISTERI, KAUM KELUARGAMU, HARTA KEKAYAAN YANG KAMU USAHAKAN, PERNIAGAAN YANG KAMU KHAWATIRI KERUGIANNYA, DAN RUMAH-RUMAH TEMPAT TINGGAL YANG KAMU SUKAI, ADALAH LEBIH KAMU CINTAI DARIPADA ALLAH DAN RASUL-NYA DAN DARI BERJIHAD DI JALAN-NYA, MAKA TUNGGULAH SAMPAI ALLAH MENDATANGKAN KEPUTUSAN-NYA“, DAN ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG FASIK”
AT TAUBAH/9:24
B. KETAATAN / طاعة
“KATAKANLAH:“TAATILAH ALLAH DAN RASUL-NYA, JIKA KAMU BERPALING, SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG YANG KAFIR”
AL IMRAN/3:32

B. YAKIN / يقين
HARUS MEYAKINI KALIMAT SYAHADAT DENGAN KOKOH (‘ILMAL YAKIN BUKAN ‘ILMAZH ZHAN)

“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG BERIMAN HANYALAH ORANG-ORANG YANG BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA KEMUDIAN MEREKA TIDAK RAGU-RAGU…”
AL HUJARAT/49:15

“…Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti(suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.”
YUNUS/10:66

“DAN KEBANYAKAN MEREKA TIDAK MENGIKUTI KECUALI PERSANGKAAN SAJA. SESUNGGUHNYA PERSANGKAAN ITU TIDAK SEDIKITPUN BERGUNA UNTUK MENCAPAI KEBENARAN…”
YUNUS/10:36

لاَيَلْقَىاللَّه بِهِمَ عَبْدٌ غَيْرُشَاكْ فِهِمَا فَيُحْجَبُ عَنِالجَنَّة

“TIDAK ADA SEORANG HAMBA BERTEMU DENGAN ALLAH DENGAN KEDUA KALIMAT ITU DAN IA TIDAK RAGU TENTANGNYA YANG TERHALANG DARI JANNAH”
RIWAYAT ABU HURAIRAH, SHAHIH MUSLIM

1. ILMU ADALAH JALAN MENUJU KEYAKINAN

AR RAGHIB : KETENANGAN PEMAHAMAN BESERTA KETEGUHAN HUKUM.
SYAIKH AL BAGHDADI : MANTAPNYA ILMU TIDAK TERBALIK, TIDAK BERPINDAH, ATAU TIDAK BERUBAH DI DALAM HATI.
AL JUNAID : YAKIN ADALAH KEMANTAPAN ILMU
2. BENARNYA IMAN KARENA YAKIN

“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG BERIMAN HANYALAH ORANG-ORANG YANG BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA KEMUDIAN MEREKA TIDAK RAGU-RAGU DAN MEREKA BERJIHAD DENGAN HARTA DAN JIWA MEREKA PADA JALAN ALLAH, MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG BENAR… “
AL HUJARAT/49:15

3. YAKIN MENENANGKAN HATI, MENDATANGKAN KESABARAN DAN TAWAKAL

“MENGAPA KAMI TIDAK BERTAWAKAL KEPADA ALLAH, PADAHAL DIA YANG MENUNJUKKAN JALAN KEPADA KAMI,…”
IBRAHIM/14:12

لاَتُرْضِيَنَّ أَحَدًا بِسِخَطِ اللهِ وَلاَ تَحْمَدَنَّ أَحَدًا عَلَى فَضْلِ اللهِ وَلاَ تَذُمَّنَّ أَحَدً عَلَىمَالَمْ يُؤْتِكَ اللهُ, فَإِنَّ رِزْقَ اللهِ لاَ يَسُوْقُهُ إِلَيْكَ حِرْصُ حَرِيْصٍ وَلاَ يَرُدُّهُ عَنْكَ كَرَاهِيَّةُ كَارِهٍ, وَإِنَّ اللهَ بِعَدْلِهِ وَقَسْطِهِ جَعَلَ الرُّوْحَ وَالْفَرَحَ فِ الرِّضَى وَالْيَقِيْنِ وَجَعَلَ الْهَمَّ الْحَزَنَ فِى الشَّكٍّ وَ السَّخَطِ

“JANGAN SEKALI-KALI KAMU MEMBUAT SESEORANG RIDHA DENGAN KEMURKAAN ALLAH, JANGAN SEKALI-KALI KAMU MEMUJI SESEORANG DENGAN MENGATASNAMAKAN KARUNIA ALLAH, JANGAN KAMU MENCELA SESEORANG SELAGI ALLAH TIDAK MENGIZINKANMU, KARENA SESUNGGUHNYA REZKI ALLAH TIDAK DIHELA KEPADAMU KARENA HASRAT ORANG YANG BERHASRAT, DAN TIDAK DITOLAK DARIMU KARENA KEBENCIAN SESEORANG YANG BENCI, DAN SESUNGGUHNYA ALLAH MENJADIKAN RUH DAN KEGEMBIRAAN ADA DALAM KERIDHAAN DAN KEYAKINAN, MENJADIKAN KEKHAWATIRAN DAN KESEDIHAN ADA DALAM KERAGU-RAGUAN DAN KEMARAHAN”
RIWAYAT IBNU MAS’UD RA DARI RASULULLAH SAW

4. PETUNJUK HANYA BAGI ORANG-ORANG YANG YAKIN

“AL QUR’AN INI ADALAH PEDOMAN BAGI MANUSIA, PETUNJUK DAN RAHMAT BAGI KAUM YANG MEYAKINI”
AL JAATSIYAH/45:20

“DAN DI BUMI ITU TERDAPAT TANDA-TANDA(KEKUASAAN ALLAH) BAGI ORANG-ORANG YANG YAKIN, DAN JUGA PADA DIRIMU SENDIRI. MAKA APAKAH KAMU TIDAK MEMPERHATIKAN?”
ADZ DZAARIYAT/51:20~21

“DAN MEREKA YANG BERIMAN KEPADA KITAB(AL QUR’AN) YANG TELAH DITURUNKAN KEPADAMU DAN KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN SEBELUMMU, SERTA MEREKA YAKIN AKAN ADANYA (KEHIDUPAN) AKHIRAT, MEREKA ITULAH YANG TETAP MENDAPATKAN PETUNJUK DARI TUHAN MEREKA, DAN MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG”
AL BAQARAH/2:4~5

“SESUNGGUHNYA ALLAH TIADA SEGAN MEMBUAT PERUMPAMAAN BERUPA NYAMUK ATAU YANG LEBIH RENDAH DARIPADA ITU. ADAPUN ORANG-ORANG YANG BERIMAN MEREKA YAKIN BAHWA PERUMPAMAN ITU BENAR DARI TUHAN MEREKA, TETAPI MEREKA YANG KAFIR MENGATAKAN:”APAKAH MAKSUD ALLAH MENJADIKAN INI UNTUK PERUMPAMAAN?” DENGAN PERUMPAMAAN ITU BANYAK ORANG YANG DISESATKAN ALLAH, DAN DENGAN PERUMPAMAAN ITU (PULA) BANYAK ORANG YANG DIBERI-NYA PETUNJUK…”
AL BAQARAH/2:26

5. YAKIN ADALAH DORONGAN / MOTIVASI AMAL

“…DAN APABILA GELOMBANG DARI SETIAP PENJURU MENIMPANYA, DAN MEREKA YAKIN BAHWA MEREKA TELAH TERKEPUNG BAHAYA, MAKA MEREKA BERDO’A KEPADA ALLAH DENGAN MENGIKHLASKAN KETAATAN KEPADA-NYA SEMATA-MATA…”
YUNUS/10:22

6. TIDAK ADANYA PILIHAN YANG LAIN BAGI ORANG-ORANG YANG YAKIN

“DAN TIDAK PATUT…, APABILA ALLAH DAN RASUL-NYA TELAH MENETAPKAN SUATU KETETAPAN, AKAN ADA LAGI BAGI MEREKA PILIHAN (YANG LAIN)…”
AL AHZAB/33:36

“MAKA PATUTKAH AKU MENCARI HAKIM SELAIN DARIPADA ALLAH, PADAHAL DIA-LAH YANG TELAH MENURUNKAN AL KITAB(AL QUR’AN) KEPADAMU DENGAN TERPERINCI? ORANG-ORANG YANG TELAH KAMI DATANGKAN KITAB KEPADA MEREKA, MEREKA MENGETAHUI BAHWA AL QUR’AN ITU DITURUNKAN DARI TUHANMU DENGAN SEBENARNYA. MAKA JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG YANG RAGU-RAGU”
AL AN’AM/6:114

C. KHABUL / قبول

1. MENYETUJUI DAN MENERIMA KONSEKUENSI DAN TUNTUTAN-TUNTUTANNYA (RIDHA TERHADAP KALIMAT SYAHADAT)

“DAN INGATLAH KARUNIA ALLAH KEPADAMU DAN PERJANJIAN-NYA YANG TELAH DIIKAT-NYA DENGAN KAMU, KETIKA KAMU MENGATAKAN: “KAMI DENGAR DAN KAMI TAATI”
AL MAIDAH/5:7

“MAKA DEMI TUHANMU, MEREKA PADA HAKIKATNYA TIDAK BERIMAN HINGGA MEREKA MENJADIKAN KAMU HAKIM DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN, KEMUDIAN MEREKA MERASA TIDAK KEBERATAN DALAM HATI MEREKA TERHADAP PUTUSAN YANG KAMU BERIKAN, DAN MEREKA MENERIMA DENGAN SEPENUHNYA”
AN NISAA’/4:65

“DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH PERLIHATKAN KEPADANYA(FIR’AUN) TANDA-TANDA KEKUASAAN KAMI SEMUANYA, MAKA IA MENDUSTAKAN DAN ENGGAN MENERIMA KEBENARAN”
THAAHAA/20:56

إِنِاتَطَعْتَ أَنْ تَعْمَلَ بِالرِّضَى مَعَ الْيَقِيْنِ فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَإِنَّ فِىالصَّبْرِ عَلَىمَا تَكْرَهُ النَّفْسُ خَيْرًا كَثِيْرًا
“SEKIRANYA ENGKAU SANGGUP BERBUAT DENGAN RIDHA DISERTAI KEYAKINAN MAKA LAKUKANLAH, JIKA ENGKAU TIDAK SANGGUP, MAKA SABAR DALAM MENGHADAPI SESUATU YANG DIBENCI JIWA TERDAPAT KEBAIKAN YANG BANYAK”
RIWAYAT AT-TIRMIDZI

2. RIDHA KEPADA ALLAH SWT, ISLAM SEBAGAI AGAMA DAN MUHAMMAD SEBAGAI RASUL-NYA

“KATAKANLAH:”APAKAH AKU AKAN MENCARI RABB SELAIN ALLAH, PADAHAL DIA RABB SEGALA SESUATU?”
AL AN’AM/6:164

ذَاقَ طَعْمَ اْلإِمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ وَبِاْلإِسْلاَمِدِيْنَ وَبِمُحَمَّدٍرَسُوْلَا

“YANG MERASAKAN MANISNYA IMAN ADALAH ORANG YANG RIDHA KEPADA ALLAH SEBAGAI RABB, KEPADA ISLAM SEBAGAI AGAMA DAN KEPADA MUHAMMAD SEBAGAI RASUL”
AL HADITS

3. KESEDIAAN MENERIMA ALLAH SEBAGAI RABB DAN KETETAPAN-KETETAPAN / HUKUM-HUKUM-NYA ADALAH PENYEBAB KEBAHAGIAAN

مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ اسْتِخَارَتُهُ اللهَ وَمِن سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَاقَضَاهُ اللهُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ سَخَطُهُ بِمَا قَضَىاللهُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ تَرْكُهُ اسْتِخَارَةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“DI ANTARA KEBAHAGIAAN ANAK ADAM IALAH IA MEMOHON PILIHAN YANG TERBAIK KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA, DAN DI ANTARA KEBAHAGIAAN ANAK ADAM IALAH RIDHANYA KEPADA APA YANG DITETAPKAN ALLAH, DAN DI ANTARA PENDERITAAN ANAK ADAM IALAH AMARAHNYA KEPADA APA YANG DITETAPKAN ALLAH, DAN DI ANTARA PENDERITAAN ANAK ADAM IALAH IA TIDAK MAU MEMOHON PILIHAN YANG TERBAIK KEPADA ALLAH”
AL MUSNAD, RIWAYAT AT-TIRMIDZI, HADITS SA’D BIN ABI WAQASH RA DARI RASULULLAH SAW
D. TUNDUK DAN PATUH / طاعة
1. MEMATUHI AJAKAN RASUL KEPADA TAUHID

“DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASUL, MELAINKAN UNTUK DITA’ATI DENGAN SEIJIN ALLAH…MAKA DEMI TUHANMU, MEREKA PADA HAKIKATNYA TIDAK BERIMAN HINGGA MEREKA MENJADIKAN KAMU HAKIM DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN, KEMUDIAN MEREKA MERASA TIDAK KEBERATAN DALAM HATI MEREKA TERHADAP PUTUSAN YANG KAMU BERIKAN, DAN MEREKA MENERIMA DENGAN SEPENUHNYA”
AN NISAA’/4:64~65

“DAN MEREKA BERKATA :“KAMI TELAH BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL, DAN KAMI MENTAATI (KEDUANYA)“ KEMUDIAN SEBAGIAN DARI MEREKA BERPALING SESUDAH ITU, SEKALI-KALI MEREKA ITU BUKANLAH ORANG-ORANG YANG BERIMAN. DAN APABILA MEREKA DIPANGGIL KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA, AGAR RASUL MENGHUKUMI(MENGADILI) DI ANTARA MEREKA, TIBA-TIBA SEBAGIAN DARI MEREKA MENOLAK UNTUK DATANG. TETAPI JIKA KEPUTUSAN ITU UNTUK (KEMASLAHATAN) MEREKA, MEREKA DATANG KEPADA RASUL DENGAN PATUH. APAKAH (KETIDAK DATANGAN MEREKA ITU KARENA) DALAM HATI MEREKA ADA PENYAKIT ATAU (KARENA) MEREKA RAGU-RAGU ATAUKAH (KARENA) TAKUT KALAU-KALAU ALLAH DAN RASUL-NYA BERLAKU DZALIM KEPADA MEREKA? SEBENARNYA, MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG DZALIM. SESUNGGUHNYA JAWABAN ORANG-ORANG MU’MIN APABILA MEREKA DIPANGGIL KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA, AGAR RASUL MENGHUKUM(MENGADILI) DI ANTARA MEREKA IALAH UCAPAN:”KAMI MENDENGAR DAN KAMI PATUH” DAN MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG”
AN NUUR/24:47~51

“BELUMKAH DATANG WAKTUNYA BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, UNTUK TUNDUK HATI MEREKA MENGINGAT ALLAH DAN KEPADA KEBENARAN YANG TELAH TURUN (KEPADA MEREKA)”
AL HADIID/57:16

لاَيُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّىيَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَاجِـئْتُ بِهِ

“TIDAKLAH BERIMAN SESEORANG DI ANTARA KALIAN, SEHINGGA KEHENDAKNYA MENGIKUTI APA YANG AKU BAWA”

“DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENGUTUS RASUL PADA SETIAP-TIAP UMMAT(UNTUK MENYERUKAN):”SEMBAHLAH ALLAH(SAJA) DAN JAUHILAH THAGHUT”
AN NAHL/16.36

“Kami tiada mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya:“Bahwasanya tidak ada Tuhan(yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”
AL ANBIYAA/21:25

2. BERIBADAH DENGAN IKHLAS DAN BENAR

“DAN KEMBALILAH KEPADA TUHANMU, DAN BERSERAH DIRILAH KEPADA-NYA”
AZ ZUMAR/39:54

“PADAHAL MEREKA TIDAK DISURUH KECUALI SUPAYA MEMURNIKAN KETAATAN KEPADA-NYA DALAM MENJALANKAN AGAMA YANG LURUS”
AL BAYYINAH/98.5

“BARANGSIAPA MENCARI AGAMA SELAIN AGAMA ISLAM, MAKA SEKALI-KALI TIDAKLAH DITERIMA(AGAMA ITU) DARIPADANYA, DAN DI AKHIRAT IA TERMASUK ORANG-ORANG YANG RUGI”
AL IMRAN/3.85

“KECUALI ORANG-ORANG YANG TAUBAT DAN MENGADAKAN PERBAIKAN DAN BERPEGANG TEGUH KEPADA (AGAMA ) ALLAH DAN TULUS IKHLAS MENGERJAKAN(AGAMA) MEREKA KARENA ALLAH. MAKA MEREKA ITU ADALAH BERSAMA-SAMA ORANG YANG BERIMAN DAN KELAK ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERIMAN PAHALA YANG BESAR”
AN NISAA’/4:146

E. SHIDDIQ / صديق
1. BENAR, JUJUR, LURUS, TULUS DI DALAM HATI (MEMBEDAKAN ANTARA ORANG MUNAFIQ DENGAN ORANG YANG BERIMAN)

“SUPAYA ALLAH MEMBERIKAN BALASAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BENAR KARENA KEBENARANNYA, DAN MENYIKSA ORANG MUNAFIQ JIKA DIKEHENDAKI-NYA, ATAU MENERIMA TAUBAT MEREKA”
AL AHZAB/33:24

2. IMAN ITU AKAN DIUJI KEBENARANNYA (SHIDDIQ ATAU TIDAK)

“APAKAH MANUSIA MENGIRA MEREKA AKAN DIBIARKAN SAJA MENGATAKAN:“KAMI TELAH BERIMAN, SEDANG MEREKA TIDAK DIUJI LAGI. DAN SESUNGGUHNYA ALLAH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG BENAR DAN SESUNGGUHNYA DIA MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG DUSTA”
AL ANKABUUT/29.3
“APAKAH KAMU MENGIRA BAHWA KAMU AKAN MASUK SYURGA, PADAHAL BELUM NYATA BAGI ALLAH ORANG-ORANG YANG BERJIHAD DI ANTARAMU, DAN BELUM NYATA ORANG-ORANG YANG SABAR”
AL IMRAN/3:142
“APAKAH KAMU MENGIRA BAHWA KAMU AKAN DIBIARKAN BEGITU SAJA, SEDANG ALLAH BELUM MENGETAHUI(DALAM KENYATAAN) ORANG-ORANG YANG BERJIHAD DI ANTARA KAMU DAN TIDAK MENGAMBIL MENJADI TEMAN YANG SETIA SELAIN ALLAH, RASUL-NYA DAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN…”
AT TAUBAH/9:16

3. KEHARUSAN BERSAMA-SAMA ORANG-ORANG YANG SHIDDIQ

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERTAQWALAH KEPADA ALLAH DAN HENDAKNYA KALIAN BERSAMA-SAMA ORANG YANG BENAR”
ATTAUBAH/9:119

“DAN BARANGSIAPA MENTAATI ALLAH DAN RASUL-NYA, MEREKA ITU AKAN BERSAMA-SAMA DENGAN ORANG-ORANG YANG DIANUGRAHI NIKMAT OLEH ALLAH, YAITU NABI-NABI, PARA SHIDDIQIN, ORANG-ORANG YANG MATI SYAHID DAN ORANG-ORANG SHALIH. DAN MEREKA ITULAH TEMAN YANG SEBAIK-BAIKNYA”
AN NISAA’/4:69

F. IKHLAS / اخلاص
MENTAUHIDKAN TUJUAN TANPA PAKSAAN DAN RIDHA PADANYA

“SESUNGGUHNYA KAMI MENURUNKAN KEPADAMU AL KITAB(AL QUR’AN) DENGAN MEMBAWA KEBENARAN. MAKA SEMBAHLAH ALLAH DENGAN MEMURNIKAN KETAATAN KEPADA-NYA. INGATLAH, HANYA KEPUNYAAN ALLAH-LAH AGAMA YANG BERSIH DARI SYIRIK”
AZ ZUMAR/39:2~3

“DAN SIAPAKAH YANG LEBIH BAIK AGAMANYA DARIPADA ORANG YANG IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA KEPADA ALLAH, SEDANG DIAPUN MENGERJAKAN KEBAIKAN, DAN DIA MNENGIKUTI AGAMA IBRAHIM YANG LURUS…”
AN NISAA’/4:125

“LURUSKANLAH MUKA(DIRIMU) DI SETIAP SHALAT DAN SEMBAHLAH ALLAH DENGAN MENGIKHLASKAN KETAATAN KEPADA-NYA”
AL A’RAAF/7:29

“TIDAK ADA PAKSAAN MEMASUKI AGAMA ISLAM, SESUNGGUHNYA TELAH JELAS JALAN YANG BENAR DARIPADA JALAN YANG SESAT”
AL BAQARAH/2:256

G. CINTA / محبة
1. CINTA YANG BESAR
“ADAPUN ORANG-ORANG YANG BERIMAN SANGAT CINTTA KEPADA ALLAH”
AL BAQARAH/2:165

2. SELALU INGAT

“YAITU ORANG-ORANG YANG MENGINGAT ALLAH SAMBIL BERDIRI ATAU DUDUK ATAU DALAM KEADAAN BERBARING…”
AL IMRAN/3:191

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERDZIKIRLAH(DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH), DZIKIR YANG SEBANYAK-BANYAKNYA…”
AL AHZAB/33:41

3. INGIN DEKAT DAN DICINTAI

“MAKA BARANG SIAPA YANG MENGHENDAKI NISCAYA IA MENEMPUH JALAN(YANG MENYAMPAIKANNYA) KEPADA TUHANNYA..”
AL MUZAMMIL/73.19

“…TETAPI DIA MEMBERIKAN ITU, SEMATA-MATA KARENA INGIN MENCARI KERIDHAAN TUHAN YANG MAHA TINGGI”
AL LAIL/92.20

4. SETIA DAN RELA BERKORBAN

“DAN DI ANTARA MANUSIA ADA YANG MENGORBANKAN DIRINYA DEMI KERIDHAAN ALLAH…”
AL BAQARAH/2:207

“DAN DI ANTARA MEREKA ADA(PULA) YANG MENUNGGU-NUNGGU DAN MEREKA SEDIKITPUN TIDAK MERUBAH JANJINYA”
AL AHZAB/33:23

“MEREKA BERPERANG DI JALAN ALLAH TERBUNUH ATAU MEMBUNUH…”
AT TAUBAH/9:111

5. MENGAGUNGKAN YANG DICINTA

“MEREKA MENYUNGKUR SUJUD DAN BERTASBIH SERTA MEMUJI TUHANNYA, SEDANG MEREKA TIDAK MENYOMBONGKAN DIRI…”
AS SAJDAH/32:15

6. KEHARUSAN MENGUTAMAKAN YANG DICINTA

“KATAKANLAH:”JIKA BAPAK-BAPAK, ANAK-ANAK, SAUDARA-SAUDARA, ISTERI-ISTERI, KAUM KELUARGAMU, HARTA KEKAYAAN YANG KAMU USAHAKAN, PERNIAGAAN YANG KAMU KHAWATIRI KERUGIANNYA, DAN RUMAH-RUMAH TEMPAT TINGGAL YANG KAMU SUKAI, ADALAH LEBIH KAMU CINTAI DARIPADA ALLAH DAN RASUL-NYA DAN DARI BERJIHAD DI JALAN-NYA, MAKA TUNGGULAH SAMPAI ALLAH MENDATANGKAN KEPUTUSAN-NYA”, DAN ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG FASIK”
AT TAUBAH/9:24

7. IKUT MEMUSUHI MUSUH YANG DICINTA

“SESUNGGUHNYA KAMI BERLEPAS DIRI DARI APA YANG KAMU SEMBAH SELAIN ALLAH, KAMI INGKARI KEKAFIRANMU DAN TELAH NYATA ANTARA KAMI DAN KAMU PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN BUAT SELAMA-LAMANYA SAMPAI KAMU BERIMAN KEPADA ALLAH SAJA…”
AL MUMTAHANAH/60:4

“MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH, DAN ORANG-ORANG YANG BERSAMA DENGAN DIA ADALAH KERAS TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR, TETAPI BERKASIH SAYANG SESAMA MEREKA, KAMU LIHAT MEREKA RUKU’ DAN SUJUD MENCARI KARUNIA ALLAH DAN KERIDHAAN-NYA…”
AL FATH/48:29
*****

Konsekuensi syahadat

1. BERIBADAH KEPADA ALLAH SAJA DAN MENGINGKARI YANG LAINNYA

“APAKAH SESUNGGUHNYA KAMU MENGAKUI BAHWA ADA TUHAN-TUHAN YANG LAIN DI SAMPING ALLAH? KATAKANLAH:”AKU TIDAK MENGAKUI” SESUNGGUHNYA DIA ADALAH TUHAN YANG MAHA ESA DAN SESUNGGUHNYA AKU BERLEPAS DIRI DARI APA YANG KAMU PERSEKUTUKAN”
AL AN’AM/6:19

“KATAKANLAH:”HAI AHLI KITAB, MARILAH(BERPEGANG) KEPADA SUATU KALIMAT(KETETAPAN) YANG TIDAK ADA PERSELISIHAN ANTARA KAMI DAN KAMU. BAHWA TIDAK KITA SEMBAH KECUALI ALLAH DAN TIDAK KITA PERSEKUTUKAN DIA DENGAN SESUATU APAPUN DAN TIDAK(PULA) SEBAGIAN KITA MENJADIKAN SEBAGIAN YANG LAIN SEBAGAI TUHAN SELAIN ALLAH. JIKA MEREKA BERPALING, KATAKANLAH KEPADA MEREKA:”SAKSIKANLAH, BAHWA KAMI ADALAH ORANG-ORANG YANG BERSERAH DIRI(KEPADA ALLAH)”
AL IMRAN/3:64

“KATAKANLAH:”SESUNGGUHNYA AKU DIPERINTAHKAN SUPAYA AKU MENJADI ORANG-ORANG YANG PERTAMA SEKALI MENYERAH DIRI(KEPADA ALLAH), DAN JANGAN SEKALI-KALI KAMU MASUK GOLONGAN ORANG-ORANG MUSYRIK”
AL AN’AM/6.14

“Sembahlah Allah dan jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”
AN NISAA’/4.36

2. MEMOHON KEPADA ALLAH TANPA MELALUI PERANTARA

“DAN APABILA HAMBA-HAMBA-KU BERTANYA KEPADAMU TENTANG AKU, MAKA (JAWABLAH), BAHWASANYA AKU ADALAH DEKAT. AKU MENGABULKAN PERMOHONAN ORANG YANG BERDO’A APABILA IA MEMOHON KEPADA-KU,. MAKA HENDAKLAH MEREKA ITU MEMENUHI(SEGALA PERINTAH)-KU DAN HENDAKLAH MEREKA BERIMAN KEPADA-KU AGAR MEREKA SELALU DALAM KEBENARAN.”
AL BAQARAH/2:186

…DAN ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL PELINDUNG SELAIN ALLAH(BERKATA):”KAMI TIDAK MENYEMBAH MEREKA MELAINKAN SUPAYA MEREKA MENDEKATKAN KAMI KEPADA ALLAH DENGAN SEDEKAT-DEKATNYA”
AZ ZUMAR/39:3

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka juga tidak(pula) kemanfaatan, dan mereka berkata:”Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”
YUNUS/10:18

“MAKA MENGAPA YANG MEREKA SEMBAH SELAIN ALLAH SEBAGAI TUHAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI(KEPADA ALLAH) TIDAK DAPAT MENOLONG MEREKA?”
AL AHQAF/46:28

3. MENERIMA SYARIAT ALLAH DAN MENOLAK SYARIAT SELAINNYA

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang telah mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada Thaghut, padahal mereka diperintah mengingkari Thaghut itu”
AN NISAA’/4:60

“Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang kafir”
AL MAIDAH/5:44

“Ikutlah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu, tidak ada tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik”
AL AN’AM/6:6

“Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya tentulah kamu menjadi orang-orang yang musyrik”
AL AN’AM/6:121

4. BERPALING DARI BID’AH

“Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tidak ada ketetapan yang menentukan(dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan…”
ASY SYUARA/42:21

“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu…”
YUSUF/12:40

“Dan bahwa(yang Kami diperintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan selainnya, karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya”
AL AN’AM/6:153

“Maka janganlah sekali-kali kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu menjadi binasa”
THAHAA/20:16

5. HALAL DAN HARAM

“MEREKA MENJADIKAN ORANG-ORANG ALIM DAN RAHIB-RAHIB MEREKA SEBAGAI ARBAAB SELAIN ALLAH”
AT TAUBAH/9:31

“MENETAPKAN HUKUM ITU HANYALAH HAK ALLAH, DAN DIA MENERANGKAN YANG SEBENARNYA, DAN DIA YANG MEMBERI KEPUTUSAN YANG TERBAIK”
AL AN’AM/6:57

6. Menetapkan Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya dan berakhlak dengan akhlak tauhid

“Hanyalah milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran(dalam) menyebut nama-nama-Nya”
AL A’RAAF/7:180

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alahtelah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh, sedang cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seidzin Tuhannya…”
IBRAHIM/14:24

*****

Pembatal-pembatal Syahadat

1. Syirik, atau menyekutukan sesuatu dalam penghambaan kepada Allah SWT

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan(sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang telah mempersekutukan(sesuatu) dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang yang telah mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka Allah pasti mengharamkannya kepadanya syurga, dan tempatnya ialah di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolongpun”
AL MAIDAH/5:72

“DAN INGATLAH KETIKA LUQMAN BERKATA KEPADA ANAKNYA, DI WAKTU IA MEMBERI PELAJARAN KEPADANYA:”HAI ANAKKU JANGANLAH KAMU MEMPERSEKUTUKAN ALLAH, SESUNGGUHNYA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH ADALAH BENAR-BENAR KEDZALIMAN YANG BESAR”
LUQMAN/31:13

MACAM-MACAM SYIRIK

A. SYIRIK AKBAR

~SYIRIK DO’A
“MAKA APABILA MEREKA NAIK KAPAL MEREKA MENDO’A KEPADA ALLAH DENGAN MEMURNIKAN KETAATAN KEPADA-NYA; MAKA TATKALA ALLAH MENYELAMATKAN MEREKA SAMPAI KE DARAT, TIBA-TIA MEREKA (KEMBALI) MEMPERSEKUTUKAN (ALLAH)”
AL ANKABUT/29:65

~SYIRIK NIAT, KEHENDAK DAN TUJUAN
“BARANGSIAPA MENHENDAKI KEHIDUPAN DUNIA DAN PERHIASANNYA, NISCAYA KAMI BERIKAN KEPADA MEREKA BALASAN PEKERJAAN MEREKA DI DUNIA DENGAN SEMPURNA DAN MEREKA DI DUNIA TIDAK DIRUGIKAN. ITULAH ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMPEROLEH AKHIRAT, KECUALI NERAKA DAN LENYAPLAH DI AKHIRAT ITU APA YANG TELAH MEREKA USAHAKAN DI DUNIA DAN SIA-SIALAH APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN”
HUUD/11:15~16

~SYIRIK KETAATAN
“MEREKA MENJADIKAN ORANG-ORANG ALIMNYA DAN RAHIB-RAHIB MEREKA SEBAGAI RABB SELAIN ALLAH, DAN JUGA MEREKA MENJADIKAN RABB AL MASIH PUTRA MARYAM; PADAHAL MEREKA HANYA DISURUH MENYEMBAH ILAH YANG MAHA ESA, TIDAK ADA ILAH YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN DIA. MAHA SUCI ALLAH DARI APA YANG MEREKA PERSEKUTUKAN”
AT TAUBAH/9:31

~SYIRIK MAHABBAH
“DAN DI ANTARA MANUSIA ADA ORANG-ORANG YANG MENYEMBAH TANDINGAN-TANDINGAN SELAIN ALLAH; MEREKA MENCINTAINYA SEBAGAIMANA MEREKA MENCINTAI ALLAH”
AL BAQARAH/2:165

B. SYIRIK ASHGHAR

YANG DIMAKSUD ADALAH PERBUATAN RIYA’, YAITU AMALAN (UBUDIYAH DAN MUAMMALAH) YANG SEMULA DIPERUNTUKKAN ALLAH KEMUDIAN TERCAMPUR DENGAN TUJUAN SELAIN-NYA, TERKADANG DICAMPURI UNTUK KEPENTINGAN DIRINYA, HAWA NAFSUNYA, TERKADANG UNTUK KEPENTINGAN DUNIA, TERKADANG UNTUK MERAIH KETINGGIAN DERAJAT DI SISI MANUSIA.

الثِّرْكُ فِى هَذِهِ اْلأُمَّةِ أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلَةِ، قَالُوْا: كَيْفَ نَحْنُ مِنْهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: قُلْ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَ أَنَا أَعْلَمُ، وَأسْتَغْفِرُكَ لِمَالاَ أَعْلَمُ
“SYIRIK YANG TERJADI PADA UMMAT INI LEBIH TERSEMBUNYI DARIPADA SEEKOR SEMUT YANG MERAYAP.” PARA SHAHABAT BERTANYA : “BAGAIMAN KAMI DAPAT SELAMAT DARINYA, YA RASULULLAH ?” BELIAU MENJAWAB:“KATAKANLAH :“YA ALLAH SESUNGGUHNYA AKU BERLINDUNG KEPADA-MU DARI PERBUATAN MEMPERSEKUTUKAN-MU, YANG AKU TIDAK TAHU, DAN KAU MOHON AMPUN KEPADA-MU MENGENAI APA UYANG AKU TIDAK TAHU”
HR IBNU HIBBAN

“ …BARANGSIAPA MENGHARAP PERJUMPAAN DENGAN RABBNYA MAKA HENDAKLAH IA MENGERJAKAN AMAL SALEH DAN JANGANLAH IA MEMPERSEKUTUKAN SEORANGPUN DALAM BERIBADAT KEPADARABBNYA ”
AL KAHFI/18:110

“PADAHAL MEREKA TIDAK DISURUH KECUALI SUPAYA MEMURNIKAN KETAATAN KEPADA-NYA DALAM MENJALANKAN AGAMA YANG LURUS”
AL BAYYINAH/98:5

أَنَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ مَعِي فِيْهِ غَيْرِي فَهُوَ لِلَّذِيْ أَشْرَكَ وَأَنَ مِنْهُ بَرِيْئٌ
“AKU ADALAH SEKUTU YANG MAHA CUKUP/KAYA, SANGAT MENOLAK PERBUATAN SYIRIK. BARANGSIAPA MENGERJAKAN AMALAN DENGAN DICAMPURI TINDAKAN MEMPERSEKUTUKAN-KU DENGAN SELAIN-KU, MAKA AMALANNYA ITU BUAT YANG IA PERSEKUTUKAN ITU, DAN AKU BERLEPAS DIRI DARINYA”
HR MUSLIM DAN IBNU MAJAH

2. Orang yang menjadikan sesuatu sebagai perantara anatara dirinya dengan Allah.

Ia berdo’a, meminta syafaat dan berserah diri pada perantara itu, bukan kepada Allah, maka ia telah kufur menurut ijma seluruh ulama’

“DAN MEREKA MENYEMBAH SELAIN DARIPADA ALLAH APA YANG TIDAK DAPAT MENDATANGKAN KEMUDHARATAN KEPADA MEREKA JUGA TIDAK(PULA) KEMANFAATAN, DAN MEREKA BERKATA: “MEREKA ITU ADALAH PEMBERI SYAFAAT KEPADA KAMI DI SISI ALLAH”
YUNUS/10.18

“DAN APABILA HAMBA-HAMBA-KU BERTANYA KEPADAMU TENTANG AKU, MAKA JAWABLAH, BAHWASANYA AKU ADALAH DEKAT. AKU MENGABUKAN PERMOHONAN ORANG YANG MENDO’A APABILA IA BERDO’A KEPADA-KU, MAKA HENDAKLAH MEREKA ITU MEMENUHI SEGALA PERINTAHK-KU DAN HENDAKLAH MEREKA BERIMAN KEPADA-KU, AGAR MEREKA SELALU DALAM KEBENARAN”
AL BAQARAH/2:186

3. Orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu-ragu terhadap kekafiran mereka.

Lebih-lebih yang membenarkan kemusyrikan mereka, berarti ia telah keluar dari Islam.

“SESUNGGUHNYA TELAH ADA SURI TAULADAN YANG BAIK BAGIMU PADA IBRAHIM DAN ORANG-ORANG YANG BERSAMA DENGAN DIA; KETIKA MEREKA BERKATA KEPADA KAUM MEREKA:”SESUNGGUHNYA KAMI BERLEPAS DIRI DARI KAMU DAN DARI APA YANG KAU SEMBAH SELAIN ALLAH, KAMI INGKARI KEKAFIRANMU DAN TELAH NYATA DI ANTARA KAMI DAN KAMU PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN BUAT SELAMA-LAMANYA, SAMPAI KAMU BERIMAN KEPADA ALLAH SAJA”
AL MUMTAHANAH/60:4

4. Orang yang berkeyakinan ada ajaran yang lebih lengkap dan lebih baik daripada ajaran yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw, atau ada ketentuan hukum yang lebih baik dari ketentuan-Nya

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”
AL MAIDAH/5:50

”BARANG SIAPA YANG MENCARI DIEN SELAIN DIENUL ISLAM, MAKA SEKALI-KALI TIDAK AKAN DITERIMA(DIEN ITU) DARIPADANYA, DAN DI AKHIRAT TERMASUK ORANG-ORANG YANG RUGI”
AL IMRAN/3:85

“MAKA DEMI RABBMU, MEREKA PADA HAKEKATNYA TIDAK BERIMAN HINGGA MEREKA MENJADIKAN KAMU HAKIM DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN, KEMUDIAN MEREKA TIDAK MERASA KEBERATAN TERHADAP PUTUSAN YANG KAMU BERIKAN, DAN MEREKA MENERIMA DENGAN SEPENUHNYA”
AN NISAA’/4:165

فَإِنْ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُالله, وَخَيْرَالْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلىالله عليه وسلم
“SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK PERKATAAN ADALAH KITABULLAH, DAN SEBAIK-BAIK PETUNJUK ADALAH PETUNJUK MUHAMMAD SAW”
SABDA RASULULLAH DALAM KHUTBAH JUM’AT

5. Orang yang merasa benci dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah meskipun ia mengamalkannya.

“DAN ORANG-ORANG YANG KAFIR MAKA KECELAKAANLAH BAGI MEREKA DAN ALLAH MENGHAPUS AMAL-AMAL MEREKA. YANG DEMIKIAN ITU KARENA SESUNGGUHNYA MEREKA BENCI KEPADA APA YANG DITURUNKAN ALLAH(AL QUR’AN) LALU ALLAH MENGHAPUS (PAHALA-PAHALA)AMAL-AMAL MEREKA”
MUHAMMAD/47.9
“YANG DEMIKIAN ITU KARENA SESUNGGUHNYA MEREKA MENGIKUTI APA YANG MENIMBULKAN KEMURKAAN ALLAH DAN KARENA MEREKA MEMBENCI APA YANG MENIMBULKAN KERIDHAAN-NYA, SEBAB ITU ALLAH MENGHAPUS PAHALA AMAL-AMAL MEREKA”
MUHAMMAD/47:28

6. Orang yang mengejek, memperolok ajaran Rasulullah

“…KATAKANLAH:”APAKAH DENGAN ALLAH, AYAT-AYAT-NYA, DAN RASUL-NYA KAMU SELALU BERBUAT OLAK-OLOK? TIDAK USAH MEMINTA MAAF, KARENA KAMU KAFIR SESUDAH BERIMAN…”
AT TAUBAH/9.65~66

“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG BERDOSA, ADALAH MEREKA DAHULUNYA (DI DUNIA) MENERTAWAKAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN. DAN APABILA ORANG-ORANG YANG BERIMAN LALU DI HADAPAN MEREKA, MEREKA SALING MENGEDIP-NGEDIPKAN MATANYA, APABILA ORANG-ORANG BERDOSA ITU KEPADA KAUMNYA, MEREKA KEMBALI DENGAN GEMBIRA, DAN APABILA MEREKA MELIHAT ORANG-ORANG MU’MIN MEREKA MENGATAKAN:”SESUNGGUHNYA MEREKA ITU BENAR-BENAR ORANG-ORANG YANG SESAT…”
AL MUTHAFFIFIN/83:29

7. Perbuatan sihir, pelet dan sejenisnya yang meminta pertolongan kepada selain Allah, orang yang melakukannya dan orang yang setuju dengannya

“…SEDANG KEDUANYA TIDAK MENGAJARKAN(SESUATU) KEPADA SEORANGPUN SEBELUM MENGATAKAN:”SESUNGGUHNYA KAMI HANYA COBAAN(BAGIMU) SEBAB ITU JANGANLAH KAMU KAFIR”
AL BAQARAH/2.102

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ سَاحِرًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم
“BARANGSIAPA YANG MENDATANGI DUKUN ATAU TUKANG SIHIR, LALU MEMBENARKAN APA YANG DIUCAPKANNYA, MAKA IA BERARTI TELAH KAFIR TERHADAP APA YANG TELAH DITURUNKAN KEPADA MUHAMMAD SAW”
RIWAYAT AL BAZZAR DARI IBNU MAS’UD, SHAHIH

8. Menolong dan membantu orang-orang musyrik dalam peperangan dengan orang muslim.

“Barangsiapa di antara kalian yang tolong-menolong dengan mereka, maka ia termasuk golongan mereka”
Al Maidah/5:51

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapaknya, atau anak-anaknya atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka…”
AL MUJAADILAH/58.22

“KAMU MELIHAT KEBANYAKAN DI ANTARA MEREKA TOLONG –MENOLONG DENGAN ORANG-ORANG KAFIR(MUSYRIK). SESUNGGUHNYA AMAT BURUKLAH APA YANG MEREKA SEDIAKAN UNTUK DIRI MEREKA, YAITU KEMURKAAN ALLAH KEPADA MEREKA, DAN MEREKA AKAN KEKAL DALAM SIKSAAN…”
AL MAIDAH/5.80

9. Orang yang berkeyakinan bahwa sebagian orang, orang-orang tertentu boleh keluar dari mentaati syariat Rasulullah.

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang rugi”
AL IMRAN/3.85

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini(kematian)”
AL HIJR/15.99
“Dan bahwa(yang Kami diperintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan selainnya, karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya”
AL AN’AM/6:153

10. Berpaling dari ajaran Allah Swt, tidak mau mempelajari dan mengamalkannya

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya?”
AS SAJDAH/32.22

“DAN ORANG-ORANG KAFIR BERPALING DARI APA YANG DIPERINGATKAN KEPADA MEREKA”
AL AHQAF/46:3

Daftar Pustaka
1.AL QUR’AN DAN TERJEMAHANNYA, KHADIM AL-HARAMAIN ASY SYARIFAIN, 1971
2. MUH SAID AL QATHANI, LOYALITAS DAN ANTI LOYALITAS, INTERMEDIA, SOLO, CET. 1, 2000
3. AQIDAH LANDASAN POKOK MEMBINA UMMAT, DR ABDULLAH AZZAM, GEMA INSANI PRESS, JAKARTA, CET. 6, 1995
4. PENJELASAN TENTANG PEMBATAL KEISLAMAN, SYEIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, SULAIMAN BIN NASHIR BIN ABDULLAH AL ULWAN, AT TIBYAN, SOLO, 2000

nukilan dari Diarysangteroris


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: