Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Sharia4Indonesia : “Tegakkan Syariat” di Bunderan HI dan Monas

Sharia4Indonesia : “Tegakkan Syariat” di Bunderan HI dan Monas


Sharia4Indonesia : “Tegakkan Syariat” di Bunderan HI dan Monas

JAKARTA (Arrahmah.com) – Solusi apa yang tepat untuk mengatasi krisis multi dimensi yang terjadi di negeri ini? Penerapan syariat Islam secara kaafah (sempurna). Demikianlah jawaban yang diserukan oleh Sharia4Indonesia, dalam deklarasi dan rally for syariah yang diadakan di Bunderan HI dan Monas, Sabtu (28/8). Dalam kesempatan tersebut, Sharia4Indonesia juga menuntut agar SBY dapat menerapkan syariat Islam secara kaafah di negara yang mayoritas muslim ini. Allahu Akbar!

Momentum Ramadhan Untuk Penegakan Syariat Islam

Sabtu, (28/8/2010), pukul 09.00 WIB di Bunderan HI sudah berkumpul puluhan orang dari Sharia4Indonesia. Sebagian mereka adalah kaum muda yang rindu tegaknya syariat Islam di negeri ini. Ada yang mengenakan kafayeh dan ikat kepala bertuliskan “Save Palestina”, ada yang membawa bendera tauhid, bahkan bendera Daulah Islam Iraq. Semua berkumpul, membentangkan spanduk bertuliskan “Sharia 4 Indonesia”, berorasi, agar momentum bulan Ramadhan ini dapat dijadikan bulan penegakan syariat Islam secara kaafah.

Tidak ketinggalan, beberapa orang dari Sharia4Indonesia membagi-bagikan press release kepada pengguna jalan yang melintas di bunderah HI. Pagi itu cuaca cukup cerah dan suasana sangat mendukung orasi syariah yang dilakukan oleh Sharia4Indonesia tersebut. Berikut isi press release mereka :

PRESS RELEASE

Sharia4Indonesia

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka…. [QS al-Maidah (5): 49]

Krisis multidimensi yang dialami bangsa kita hingga hari ini, memerlukan penyelesaian dan perbaikan menyeluruh sekarang juga. Langkah ini dengan menjadikan syariat Islam sebagai rujukan utamanya, solusi global berbagai persoalan bangsa. Terlebih mengingat mayoritas penduduk negeri ini adalah ummat Islam. Untuk itu, menjadi suatu kewajiban bagi ummat Islam berjuang menegakkan syariat Islam di negeri ini.

Maka, pada hari Sabtu, 28 Agustus 2010, kami bermaksud mendeklarasikan berdirinya Sharia4indonesia (http://www.sharia4indonesia.com), dengan agenda acara “Orasi Syariah” di Bunderan HI, Istana, dan Mahkamah Konstitusi.

Sharia4Indonesia berupaya menjadi salah satu komunitas yang akan selalu menyerukan pentingnya penegakan syariat Islam di negeri ini dalam seluruh aspek kehidupan.

Sharia4Indonesia juga menyerukan :

1.Kepada kaum Muslimin untuk menegakkan syariat Islam secara menyeluruh (kaffah); mulai dari diri masing-masing, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan bernegara.

2.Kepada Presiden SBY, sebagai orang yang mengaku Muslim, untuk segera menegakkan syariat Islam di Negara yang mayoritas Muslim ini.

Jakarta, Jum’at, 27 Agustus 2010

Koordinator,

Syami al fahmy

(0816 162 5272) / www.sharia4indonesia.com

Pro & Kontra Sharia4Indonesia

Dalam setiap ide yang dilontarkan, pasti ada pro dan ada juga kontra. Begitu pula dengan kampanye penegakan syariat Islam yang dilakukan oleh Sharia4Indonesia. Dalam situs jejaring sosial FBI (Forum Bebas Indonesia), setelah diposting undangan untuk mengikuti deklarasi dan rally syariah di Bunderan HI dan Monas, beberapa komentar bermunculan.

Bejo 23 berkomentar :

Penegakkan syariah islam merupakan cita-cita kaum muslimin dan tujuan yg sangat agung, namun tidak dimulai dg cara turun ke jalan memaksakan langsung dari tingkatan atas/negara, melainkan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, saudara, lingkungan, terus menanjak hingga ke umaro/pemimpin.

Contoh saat Nabi mulai diutus, beliau mulai menegakkan tauhid pd keluarga, sahabat, terus ke atas hingga ke kepemimpinan/khilafah. Sdh ada contoh di Aceh, apakah sdh tegak 100% syariah islam di sana? sementara rakyatnya belum siap.

Mulailah dari bawah ke atas. Apakah diri kita sdh menegakkan syariah? sholat jamaah di masjid, istri menggunakan jilbab, dll.

Sementara seseorang dengan nama The Rock memberikan analisanya :

Nyatanya, Aceh aja sampai hari ini belum berhasil !!

Seharusnya Propinsi Aceh bisa jadi “pilot priject” keberhasilan penerapan itu..
Tapi.. nyatanya belum juga berhasil.. tetap saja seperti dulu..
Warganya “nurut” kalo di daerahnya, begitu keluar… sama saja.
Apa artinya? artinya mereka semua nurut karena terpakasa.

Mungkin komentar-komentar baik yang pro maupun kontra akan terus bermunculan. Di Detik Forum saja, diskusi membahas Sharia4Indonesia telah menghabiskan 15 halaman mereka. Dan nampaknya diskusi semakin seru dan belum akan berakhir. Sejatinya, manusia Indonesia saat ini membutuhkan sebuah sistem yang dapat menjadi solusi atas seluruh krisis multi dimensi yang menimpanya. Sistem itu tidak lain dan tidak bukan adalah syariat Islam. Allahu Akbar!

(M Fachry/arrahmah.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: