Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » Muslimah » Risalah bagi para wanita yang cinta Allah dan Rasul-Nya

Risalah bagi para wanita yang cinta Allah dan Rasul-Nya


Risalah bagi para wanita yang cinta Allah dan Rasul-Nya..
Ummul Hasan Al Muhajir

Kepadamu wahai saudariku saya tulis kalimat ini….

Kepadamu wahai saudariku saya rangkai kata-kata ini…..

Wahai para wanita yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, wahai para wanita pembela Allah dan Rasul-Nya dengan harta dan jiwa, mengapa jika kalian mendengar seruan jihad kalian berlambat-lambat dan merasa takut dan ragu, bukankah suatu hari engkau pasti akan menjadi orang yang melahirkan para lelaki, orang yang digantungkan harapan.

Bukankah engkau masih menjadi cucu Khadijah dan saudari Aisyah, bukankah kalian orang yang menyembuhkan luka umatnya, membalas dan melawan tekanan terhadap islam dan akidah umat.

Tidakkah kalian melihat keadaan umat?

Tekanan dan perampasan di Palestina, kedzaliman dan penjajahan di Irak, permusuhan dan pembunuhan di Afghanistan, penjara dan siksaan di penjara-penjara gelap dan semua itu dalam rangka mencabut akar islam dan menghapus al qur’an dari hati kalian dan hati setiap orang beriman dan berdiri untuk mengintai setiap orang yang berkata “Allah adalah rabb ku dan Muhammad adalah nabiku”.

Aduhai, aduhai umat kita dibasmi, hingga para pimpinan dan tokoh mereka telah ikut serta dengan musuh kita, mereka berbuat munafik dan permusuhan demi mendapat keridhaan tuhan terbesar mereka, Amerika, thaghut yang disembah selain Allah.

Wahai saudariku dimanakah semangatmu terhadap agama Allah dan Rasul-Nya?

Dimanakah kalimat…. Dimanakah dakwah…. Dimanakah arahan…. Dimanakah bantuan, donatur dan persiapan…. Dalam rangka membela agamamu.

Dimanakah pengerahan segala sesuatu hingga yang paling mahal di sisimu, yaitu buah hatimu dalam rangka membela agamamu?

Tidakkah kalian mendengar percakapan seorang perempuan tua pada masa Rasulullah saw ketika dia menghendaki anaknya berjihad dan mati syahid di jalan Allah, sedangkan Allah dan rasul-Nya lebih mulia baginya daripada selain keduanya.

Ketika dia melihat berita akan kesyahidan anaknya, lalu dia berdiri dihadapan orang-orang yang kembali dari peperangan mencari berita tentang anaknya. Dia bertanya tentang Haritsah dan mereka menjawab: “Dia telah meninggal”. Maka wanita itu berkata: “Kesenangan dan berita gembira: Dia mati syahid?”. Mereka berkata: “Tidak. Dia tidak terbunuh di medan perang, meninggal sebelum dimulai peperangan”.

Maka wanita itu pergi dengan remuk perasaan dan sedih hatinya. Dimana dia hendak memberikan anak semata wayangnya untuk Allah namun tidak sampai pada kesyahidan. Dan orang yang syahid dapat memberikan syafa’at kepada 70 puluh keluarganya. Lalu dia pergi kepada Rasulullah menanyakannya. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah anakku syahid di surga, jika tidak maka pasti aku akan sangat menangisinya”.

Diceritakan kepada kami dari Anas bin Malik: “Bahwa Ummu Rabi’ binti Al Barra’, yaitu Ummu Haritsah bin Suraqah datang kepada nabi saw dan berkata: ‘Wahai nabi Allah, tidakkah engkau bercerita kepadaku tentang Haritsah – dia terbunuh pada perang Badar terkena panah yang asing – jika di surga maka aku bersabar dan jika tidak seperti itu maka pasti aku akan sangat menangisinya?’. Beliau menjawab: ‘Wahai Ummu Haritsah sesungguhnya itu adalah surga dan anakmu mendapatkan Firdaus Tertinggi'”. (HR. Al Bukhari).

Maka Rasulullah saw melihat kepadanya dan beliau adalah orang yang sangat lembut dan kasih sayang dengan umatnya, maka ketika beliau melihat seorang perempuan yang sudah tua dan suatu hari dia tidak memiliki selain penyejuk hatinya dan buah hatinya namun dia berikan untuk Allah demi membela Allah dan rasul-Nya maka beliau berkata: “Wahai Ummu Haritsah, apakah surga hanya satu, sesungguhnya di sana ada surga-surga dan sesungguhnya anakmu mendapat surge Firdaus tertinggi”.

Maka wanita itu kembali dengan penuh kesenangan dan kebahagian yang sangat dimana dia sudah tidak memiliki anak lagi hingga bertemu dengan anaknya….. alangkah hebatnya dan alangkah agungnya kecintaannya kepada Allah.

Dimanakah kalian wahai saudariku dari semua ini, apakah kalian telah mendidik anak-anak kalian untuk berjihad, apalagi bahwa hari ini jihad hukumnya fardhu ain bagi setiap muslim dan muslimah, seorang anak keluar tanpa izin kedua orang tuanya, dan seorang wanita keluar tanpa izin suaminya jika dia aman dari fitnah, dan seorang budak tanpa izin dari tuannya.

Wahai saudariku perkataan dan wasiat terakhir yang aku berikan kepada kalian, tanamkanlah cinta Allah, rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya serta kerinduan kepada mati syahid dalam hati anak-anak kalian dan orang-orang sekitar kalian, siramilah dengan air keikhlasan dan mengikuti sunnah Rasulullah saw, maka pasti akan tumbuh pohon yang akarnya kuat dalam hatimu dan cabangnya menjulang tinggi yang dapat memberikan buahnya setiap waktu atas izin Rabb nya, dan selama kecintaan seorang hamba pasti akan sampai kepada yang dicintainya tidak ada yang menghalanginya selama tetap mencintainya.

———————————–
Penerjemah: Ibnu Qalami
Dikutip: dari majalah Shadal Malahim edisi 10


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: