Thoriqul Huda, Al Jihad Sabiluna

Beranda » akhbar » Wawancara ke-4 As-Sahab dengan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiry: Review Berbagai Peristiwa

Wawancara ke-4 As-Sahab dengan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiry: Review Berbagai Peristiwa


As-Sahab : Dengan menyebut nama Allah Maha Pengasih Maha penyayang. Sholawat dan salam tercurah atas nabi kita Muhammad beserta keluarga, sahabat beliau, dan orang-orang yang berwali kepada beliau.

Saudara-saudara muslimin di setiap tempat.. kami ucapkan “Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh”, wa ba’d..

Dengan rasa senang dan gembira As-Sahab dapat menghadirkan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri dalam rangka interview keempat bersama beliau. Kita meminta kepada Allah semoga amalan ini dapat memberikan manfaat pada kita dan kaum muslimin, dan menjadikannya semata-mata untuk meraih keridhoan-Nya.

Kami mulai perbincangan ini bersama Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri dengan ucapan “Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh”. Kami sambut Anda sebagai tamu As-Sahab.

Syaikh Aiman : Wa’alaikumussalam wa rohmatullahi wa barokatuh.

As-Sahab : Syaikh kami yang mulia, kita berjumpa di pertemuan kita yang ke empat sementara itu kejadian-kejadian penting terus bergulir dengan cepat di berbagai belahan dunia Islam. Dunia Islam saat ini menyaksikan transformasi/perubahan kritis berkenaan dengan perjalanannya dan masa depannya. Sekiranya kami minta Anda untuk mengutarakan hal terpenting dari transformasi tersebut apa yang akan Anda sampaikan?

Syaikh Aiman : Hal terpenting dari berbagai perubahan ini, wallahu a’lam, adalah kemunculan garda depan Mujahid ummat Islam semisal potensi kekuatan untuk bertahan di pentas dunia sebagai efek dari gaung jihad yang terus menggema dan menggoncang belahan dunia Islam, menolak berbagai kerendahan, mempertahankan izzah ummat Islam, menolak berbagai metodologi kekalahan dan budaya taroju‘ (mundur). Garda depan Mujahid ini secara serentak tersebar dan – dengan karunia Allah – berjalan bersamaan dan bersatu.

As-Sahab : Barangkali dengan afiliasi sejumlah pimpinan Al-Jama’ah Al-Islamiyah Al-Muqatilah di Libia dengan Al-Qaidah merupakan salah satu dari hal penting tersebut?

Syaikh Aiman : Tanpa ada keraguan! Terlebih jika Anda menambahkan peran penting yang dimainkan Jama’ah Al-Islamiyah Al-Muqatilah di Libia yang mengajak kepada aqidah yang murni, aqidah kemuliaan dengan Allah semata, menolak untuk tunduk pada selain-Nya, peran mereka dalam mepertahankan ummat muslim dengan jiwa dan harta mereka, dan ini tidak terbatas di Libia saja. Kenyataannya, Anda hampir tidak mampu untuk menemukan suatu medan jihad yang terlepas dari keberadaan mereka – dengan izin Allah.

As-Sahab : Ya. Lalu medan mana yang terpenting yang sedang dihadapi garda depan Mujahid dalam melawan musuh-musuh Islam?

Syaikh Aiman : Irak merupakan medan terpenting di antara berbagai medan yang ada.

As-Sahab : Dengan demikian pernyataan ini membawa kita pada perbincangan tentang Irak.

Syaikh Aiman : Silahkan.

As-Sahab : Sebagai permulaan, apa pendapat Anda tentang kondisi jihad di Irak pada hari ini?

Syaikh Aiman : Kondisi jihad di Irak pada hari ini secara keseluruhan terlihat baik dengan karunia Allah. Dan segala sesuatu yang terjadi di sana dari berbagai macam penderitaan merupakan hal yang mesti dan lazim dihadapi dalam perjalanan jihad.

Laporan-laporan baru yang datang dari Irak membawa kabar gembira dengan bertambahnya kekuatan Mujahidin dan kemerosotan kondisi Amerika, meskipun dengan berbagai usaha konyol mereka untuk memperdaya dan menyesatkan. Dan cukuplah keputusan Inggris untuk melarikan diri .

As-Sahab : Akan tetapi Amerika berbesar mulut tentang operasi mereka di Diyala, dan juga berbagai pernyataan Petraeus dan Crocker dan apa yang selalu meraka ulang tentang “Kemajuan Spektakuler di Anbar”, bahkan pengulangan nama Anbar disebut lebih dari 24 kali. Dan juga apa yang mereka klaim tentang “Pencabutan Mujahidin dari Tanah”, bergabungnya kabilah-kabilah dan sejumlah faksi bersenjata dengan mereka untuk melawan Daulah Islamiyah Irak.

Syaikh Aiman : Semua propaganda kosong ini hanyalah untuk menutupi kegagalan Amerika di Irak. Bukti paling jelas tentang hal itu: Petraeus dalam pernyataannya di kongres menyatakan bahwa dia mampu untuk menurunkan 100.000 pasukannya di Irak selama musim panas mendatang, di saat yang sama dia menegaskan ketidaksiapan pasukan Irak, dan penarikan mundur pasukan Amerika saat ini akan berdampak pada runtuhnya pasukan Irak.

Semua pernyataan ini hanyalah bualan, bahkan permainan kata. Kekuatan pasukan murtad pengkhianat yang tidak mungkin disiapkan dalam empat tahun tidak akan mungkin bisa disiapkan dalam enam bulan mendatang. Bahkan jika kita asumsikan suatu hal yang mustahil, yaitu Amerika mampu mempersiapkan kekuatan pasukan picik mereka, akankah kekuatan tersebut mampu untuk bertahan setelah berbagai kegagalan mereka di masa lampau dengan seluruh pasukan dan kekuatan mereka? Jadi kekuatan tersebut divonis untuk kalah, baik mereka telah disiapkan maupun belum disiapkan.

Dengan demikian dapat kita menyimpulkan beberapa keadaan sebagai berikut:

Pertama: kekuatan Amerika yang kalah merintih karena menderita kerugian hari demi hari dan mencari jalan keluar bersama dengan pemerintahan mereka di bawah tekanan besar-besaran dari rakyat yang menginginkan mereka keluar.

Kedua : kekuatan murtad pengkhianat yang belum dibekali, Amerika menyatakan untuk membiarkan mereka menemui nasib mereka sendiri.

Ketiga : Para milisi suku-suku pengkhianat, perampok terbesar, mereka berhasil dilenyapkan, Abd Al-Sattar Abu Risyah, yang memuji Amerika dengan potensinya yang luar biasa. Dan mengklaim dirinya adalah orang yang menjadi pelindung mereka (Amerika) dan mereka akan mengadakan percobaan di beberapa wilayah lainnya dengan jalan mengeluarkan uang sogokan untuk memenuhi saku-saku para pengkhianat demi mendapatkan kemenangan fatamorgana di Irak.

Mereka juga memperdaya para pembayar pajak yang berada di negeri mereka bahwa mereka telah merealisasikan suatu hal. Jika kita meminjam istilah matematika, saat ini kita sedang menyaksikan sekubik kegagalan Amerika di Irak. Meskipun berbagai mesin propaganda Amerika yang begitu dahsyat untuk memperdaya rakyatnya, akan tetapi kondisi yang nyata lebih besar (pengaruhnya) dibanding dengan semua media mereka, lebih jahat dari semua trik mereka, dan lebih buruk dari semua tipu daya mereka.

As-Sahab : Akan tetapi Petraus dan Crocker mengulangi lebih dari sekali dalam pidato mereka bahwa Amerika mampu “Mencabut Mujahidin dari Tanah”. Bukankah ini salah satu prestasi mereka?

Syaikh Aiman : Bukankah ini kegagalan yang sama seperti kegagalan sebelumnya di Qaim, Samarra, Haditsah, Falujah, Tal’afar, dan berbagai kota lainnya dimana mujahidin selalu kembali ke tempat-tempat tersebut.

Pengulangan berbagai ungkapan yang memperdayakan tersebut memiliki arti di antara dua hal berikut : Baik itu bagian administrasi Amerika yang terlalu berbohong melalui mulut Petraeus dan Crocker, atau Amerika tidak mengambil pelajaran apapun dari empat tahun kekalahan mereka dalam peperangan di Irak, bahkan tidak mempelajari sesuatu pun dari kekalahan mereka di Vietnam.

As-Sahab : Atau mungkin saja kedua hal tersebut terjadi bersamaan (pada Amerika)?

Syaikh Aiman : Mungkin saja. Kalau Anda tidak mengerti, itu merupakan suatu musibah atau Anda tahu, maka hal itu akan lebih buruk.

As-Sahab : Dengan demikian sisa harapan Amerika adalah dengan membekali pasukan murtad untuk menutupi penarikan mundur pasukan mereka?

Syaikh Aiman : Hal ini mirip dengan harapan setan untuk berada di surga. Ini menunjukkan tepatnya metode Mujahidin yang menargetkan kekuatan murtad semenjak awal mula. Dan ini juga menegaskan kesesatan fatwa-fatwa yang merugikan dien dan dunia yang menyeru kaum muslimin untuk bergabung bersama kekuatan tersebut dan meninggalkan aqidah al-wala’ wal baro’ (loyalitas dan berlepasdiri) demi tercapainya rencana salibis yang dihancurkan Mujahidin dengan karunia Allah.

Dan saya telah mengumumkan – dengan karunia Allah -, semenjak dua tahun yang lalu, bahwa Islam telah menang di Irak. Dan saya telah mengumumkan satu tahun sebelumnya – dengan karunia Allah – bahwa keluarnya Amerika dari Irak hanyalah menunggu waktu.

Pada hari ini saya beritahukan kabar gembira kepada ummat Islam di Irak dan di setiap negeri Islam, dengan serah diri saya kepada Allah dan mengharap kebaikan dan pertolongan-Nya, bahwa berbagai konspirasi dan fitnah Amerika menuju pada kehancuran dan kekalahan.

As-Sahab : Konspirasi dan fitnah seperti apa yang Anda maksudkan secara pasti?

Syaikh Aiman : Yang saya maksudkan adalah harta-harta yang dikeluarkan untuk para pengkhianat semisal Abu Risyah dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya, sampai tersebarlah berbagai fitnah tersebut di kalangan kaum muslimin.

Fitnah mengajak kepada fanatisme kesukuan menuju ke arah pembalasan Mujahidin terhadap inteligen. Fitnah yang saya maksudkan adalah apa yang diklaim Amerika berkenaan dengan keikutsertaan faksi-faksi bersenjata bersama Amerika dalam peperangan mereka melawan Mujahidin dan Daulah Islamiyah Irak – semoga Allah menjaganya.

Saya maksudkan juga fitnah harta yang dikeluarkan dari negara-negara tetangga di bawah pengawasan Amerika dengan tujuan menyelewengkan jihad dan membuatnya setuju dengan kesepakatan Amerika berkenaan dengan penarikan mundur pasukan mereka dan meniadakan Daulah Islamiyah Irak.

As-Sahab : Akan tetapi sebagian orang mengklaim bahwa Daulah Islamiyah Irak adalah penyebab berbagai pertikaian saudara yang terjadi dan menudingnya telah membunuh orang-orang sipil dan menumpahkan darah?

Syaikh Aiman : Ini merupakan suatu tuduhan, dan tuduhan memerlukan bukti. Sebagaimana halnya Daulah Islamiyah Irak mengumumkan kesiapannya untuk menanggapi setiap keluhan.

As-Sahab : Apakah ini berarti Anda berlepas diri dari berbagai tudingan terhadap Daulah?

Syaikh Aiman : Saya tidak memiliki kewenangan untuk berlepas diri maupun membela berbagai bentuk urusan sebelum saya mendengar dari dua sisi urusan tersebut. Akan tetapi saya berlepas diri dari Daulah mengenai manhajnya yang membolehkan darah orang-orang yang tidak berdosa dan menyerang kesucian.

Dan itu menurut apa yang saya ketahui tentang hal terpenting dari kepemimpinannya dan apa yang saya ketahui tentang metodologinya. Lalu sudah lupakah kita tentang apa yang telah ditudingkan pada Daulah di Al-Amiriyah? Kemudian setelah itu menjadi jelaslah bahwa revolusioner Al-Amiriyah adalah para agen Amerika dan foto pimpinan mereka terlihat sedang menerima bayaran dari Jendral Petraeus kemudian kelompoknya berlepas diri darinya.

Sekiranya kita anggap apa yang dituduhkan pada Daulah itu benar, lalu apakah hanya Daulah saja yang membuat kesalahan? Dan apakah Daulah menolak untuk diadili secara syar’i? Bahkan yang lebih kritis dan penting dari semua itu apakah seluruh kejadian yang ditudingkan kepada Daulah dan kelompok jihad lainnya sama dengan apa yang diumumkan Daulah mengenai terjerumusnya beberapa bagian dalam pengkhianatan dan kesetiaan pada Amerika dalam memerangi kaum muslimin dan mujahidin?

As-Sahab : Apakah yang Anda maksud dengan hal itu adalah Revolusioner Anbar?

Syaikh Aiman : Bukan. Revolusioner Anbar dikenal dengan jelas kebobrokannya, bahkan lebih terang dari sinar matahari di kala siang. Akan tetapi yang saya maksudkan adalah apa yang telah diketahui banyak orang tentang partisipasi kelompok-kelompok dan faksi-faksi dalam perang bersama Amerika melawan Daulah Islamiyah Irak semisal Syaikh Muhammad Basyar Al-Faidi yang banyak membahas seputar masalah ini dan pernyataan terbaru dari beliau yang disiarkan di saluran Al-Baghdadiyah, Ahad tanggal 4 November, dan juga Dr. Mutsanna Haris Ad-Dhory.

Sebagai tambahan dari berbagai tudingan serius Daulah Islamiyah Irak terhadap kelompok tertentu, tudingan yang memerlukan pencermatan, penelitian, dan pembongkaran pengkhianat dan pengkhianatan. Perhatian terhadap problem ini lebih penting dibanding dengan perhatian terhadap masalah-masalah yang terjadi di antara Mujahidin dengan komitmen kita bahwa berbagai problem tersebut tidak akan dikesampingkan, karena problem ini mengisyaratkan adanya orang-orang munafik pengkhianat di barisan Mujahidin yang bekerja untuk Amerika.

Oleh karena itu saya nasehatkan pada Ahlul Khoir (orang-orang baik) di kalangan Mujahidin dan lainnya yang berusaha untuk menyatukan barisan Mujahidin untuk melihat pada urusan serius ini sebelum melihat pada hal lainnya. Sampai sekiranya telah terlihat jelas di hadapan mereka beberapa kelompok telah terjerumus dalam kesalahan tersebut, maka hendaknya mereka membongkarnya dan menjelaskan kejahatan tersebut kepada umat islam sehingga hancurlah rencana Amerika.

Problem ini merupakan bagian dari berbagai problem yang harus segera diselesaikan. Allah berfirman :

“Wahai nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (At-Taubah 9:73).

Saya nasehatkan pada saudara Saya Mujahidin untuk mengakhiri fitnah ini dan memangkas kelompok-kelompok pengkhianat ini dari Irak, negeri khilafah dan jihad. Allah berfirman:

“Sekiranya orang-orang munafik, orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya, dan orang-orang yang menyebarkan kabar dusta di Madinah tidak berhenti (melakukan perbuatan mereka), niscaya akan Kami perintahkan kamu (untuk memerangi mereka), kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan sebentar saja. Dalam keadaan yang terlaknat. Di mana pun mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.” (Al-Ahzab 33:60-61).

Saya mengajak seluruh kaum muslimin untuk berhenti mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang loyal pada Amerika dalam memerangi kaum muslimin dan Mujahidin. Saya peringatkan pada orang-orang yang bergabung dengan mereka, dalam kooperasi memerangi Mujahidin, bahwa sejarah akan mencatat segala sesuatu. Mereka akan merugi dien dan dunia mereka. Amerika akan angkat kaki dalam waktu dekat – dengan izin Allah – dan tidak akan pernah memberikan pembelaan terhadap mereka selamanya. Hendaknya mereka melihat nasib Amerika di Vietnam dan nasib Syah Iran. Orang yang berakal adalah orang yang mengambil pelajaran dari kesalahan orang lain.

As-Sahab : Hendaknya mereka juga melihat nasib Abdus Sattar Abu Risyah..

Syaikh Aiman : Ya. Yang dibanggakan dan diratapi oleh Bush.

As-Sahab : Akan tetapi Amerika mengklaim bahwa suku-suku di Anbar mendukung mereka. Dan mereka berusaha untuk melakukan eksperimen ini di tempat yang berbeda?

Syaikh Aiman : Orang-orang yang mendukung Amerika, mereka adalah dari sampah dan kalangan bawah. Sejarah mereka diketahui setiap orang. Sementara itu suku-suku dan kabilah-kabilah terhormat di Irak pada umumnya dan khususnya di Anbar, semuanya mendukung jihad dan Mujahidin. Banyak dari putra-putra terbaik mereka berada di barisan Mujahidin, berperang demi kemenangan Islam melawan invasi salibis di Irak, negri khilafah dan Islam.

Oleh sebab itu saya memanggil suku-suku dan kabilah-kabilah terhormat yang mempertahankan Islam dan muslimin di Irak untuk konfrontasi dengan sampah-sampah tersebut. Karena sejarah akan dicatat dan akan diwariskan generasi demi generasi. Dan suku-suku yang tidak membersihkan diri dari para pengkhianat, orang-orang murtad, para penjilat dan tidak berlepas diri dari mereka akan dicatat sejarah yang dikenal generasi ke generasi dalam barisan agen musuh dan pengkhianat.

Adapun kabilah-kabilah dan suku-suku yang menolong Islam dan jihad, dan membasmi para pengkhianat yang mengeksploitasi nama mereka demi mendapatkan keuntungan haram dan kotor akan diingat dalam sejarah Arab dan muslimin dengan kebanggaan dan kemuliaan. Orang Arab di masa jahiliyah jika melewati kuburan Abu Righol mereka melemparinya dengan batu, karena dia (Abu Righol) menunjukkan Abrahah jalan menuju Mekah.

As-Sahab : Jika anda mempunyai nasehat untuk Mujahidin di Irak, apa yang ingin anda sampaikan?

Syaikh Aiman : Bersatu di bawah naungan kalimat tauhid.

As-Sahab : Berbincang masalah persatuan Mujahidin di Irak, Syaikh Usamah bin Laden merilis surat terbaru tentang masalah ini. Sebagian orang menafsirkan, termasuk salah satu saluran menyiarkan rilis tersebut, bahwa Syaikh Usamah mengakui berbagai kesalahan Al-Qaidah dan meminta maaf atas kesalahan tersebut dan mengingatkan anggota kelompoknya, begitu seterusnya hingga akhir dari tafsir dan kesimpulan mereka. Apa komentar Anda tentang hal ini?

Syaikh Aiman : Pertama, saya ingin menjelaskan bahwa pada hari ini tidak ada kelompok yang bernama Al-Qaidah di Irak. Sebagai gantinya Al-Qaidah yang berada di Irak menyatukan diri dengan Daulah Islamiyah Irak – semoga Allah menjaganya – bersama jama’ah-jama’ah jihad lainnya.

Imarah syar’iyah yang berdiri di atas manhaj syar’i yang benar dan didirikan melalui Syura (musyawarah) dan membai’at sebagian besar Mujahidin dan suku-suku di Irak. Ini yang pertama. Yang kedua bahwasanya saluran TV ini memanipulasi pesan Syaikh Usamah.

As-Sahab : Seperti apa manipulasi itu?

Syaikh Aiman : Manipulasi yang terjadi di dalamnya ada tiga. Dunia menemukan manipulasi ini hanya dalam jangka waktu 24 jam. Manipulasi yang pertama yaitu penghilangan pesan penting dari Syaikh Usamah – semoga Allah menjaganya -.

As-Sahab : Seperti apa?

Syaikh Aiman : Semisal perkataan Syaikh Osama tentang peta wilayah yang akan digambar ulang oleh Mujahidin dengan izin Allah, garis pembatas (wilayah) akan dihapus. Dan akan tegak Daulah Islamiyah yang lebih besar dari satu samudra ke samudra lainnya.

Manipulasi semisal penghilangan perkataan beliau tentang tahridh (mengobarkan semangat) kaum muslimin di Sudan dan sekitarnya untuk berjihad di Darfur melawan penjajah salibis dan pemberontak bersenjata yang memberi izin mereka untuk datang. Manipulasi pengilangan peringatan beliau kepada pimpinan faksi-faksi untuk tidak ikut serta dalam kancah politik yang bertabur kesyirikan.

As-Sahab : Tetapi mereka mengatakan bahwa mereka memilah-milah bagian penting dari pesan beliau.

Syaikh Aiman : Ini tidak benar. Bagian-bagian yang dihilangkan merupakan bagian yang sangat penting. Dan semua hal penting yang dikatakan Syaikh Osama bukanlah sesuatu yang rahasia. Perhatian dan hasrat analisa seluruh dunia tentang apa yang beliau katakan bukanlah suatu rahasia. Jadi, semua yang beliau katakan merupakan hal yang sangat penting, baik itu penting bagi pendukungnya maupun penting bagi musuhnya. Paling tidak mereka memiliki catatan tentang bagian itu dalam bentuk kesimpulan.

Dan kami berpendapat bahwa saluran ini telah menyiapkan, dalam jangka panjang dan program yang berkelanjutan, bagi orang-orang yang kepentingannya lebih rendah daridapa Syaikh Usamah. Bahkan diperuntukkan bagi orang-orang yang mempromosikan sekolah fuqoha’ (ahli hukum) marines. Tidak bisakah mereka meluangkan waktu beberapa menit untuk seorang yang paling dicari Amerika?

Kemudian pada acara yang berisi komentar tentang perkataan Syaikh Usamah, yang memungkinkan untuk mengupas seluruh gagasan dari perkataan beliau, meski hanya laporan singkat atau dengan isyarat. Tapi bagian yang dibuang bahkan tidak disebutkan, dan mereka memberikan waktu yang lama bagi komentator yang menyimpang ke timur dan barat melebihi waktu yang diberikan pada Syaikh Usamah sang pemilik perkataan yang dikomentari.

Manipulasi yang kedua adalah memberikan tafsiran pada perkataan Syaikh yang menyimpang dari maksud aslinya dan menenggelamkan pertanyaan dari tamu yang mengimplikasikan ke makna yang sesungguhnya. Misal, klaim mereka bahwa Syaikh Usamah mengarahkan celaannya dan nasehatnya kepada Mujahidin Daulah Islamiyah Irak. Padahal Syaikh Usamah mengarahkan perkataan beliau kepada seluruh Mujahidin di Irak dan mencela mereka karena penundaan sebagian mereka untuk bersatu.

Perkataan beliau berkenaan dengan masalah penundaan untuk bersatu tidak mencakup personal Daulah Islamiyah Irak. Beliau hanya memberikan permisalan yang terbaik tentang penyatuan barisan Mujahidin dan kaum muslimin di Irak. Dimulai dari bai’at Abu Mush’ab Az Zarqawi kepada Qaidatul Jihad sampai tegaknya Daulah Islamiyah Irak. Dan klaim mereka bahwa apa yang dinasehatkan Syaikh Osama kepada Mujahidin, khususnya kesalahan-kesalahan yang terjadi di antara mujahidin, diarahkan ke Daulah Islamiyah Irak, padahal ceramah Syaikh Usamah ditujukan untuk semuanya.

Lalu dengan logika yang seperti apa pembatasan ini kita dapati? Dan juga klaim mereka bahwa ajakan Syaikh Usamah untuk menghindari fanatisme terhadap pimpinan sebatas ditujukan kepada Mujahidin Daulah Islamiyah Irak, padahal Syaikh mengalamatkannya pada seluruh Mujahidin.

Beliau menegaskan bahwa persaudaraan iman merupakan pengikat di antara kaum muslimin dan bukan afiliasi kesukuan, nasionalisme, maupun kelompok. Apakah Daulah Islamiyah Irak menyeru jihad demi menegakkan pemerintahan nasionalis di Irak? Atau demi menegakkan kekhilafahan Islam yang mencakup seluruh kaum muslimin dan seluruh negeri mereka?

Apakah Daulah Islamiyah Irak merasa bangga – sebagaimana orang lain – beranggotakan orang-orang Irak saja? Ataukah ia menganggap bahwa hak bagi setiap muslim untuk bergabung dengannya?

Syaikh juga memperingatkan dalam ajakannya – menghindari fanatisme – kepada para pengikut kelompok yang ikut serta dalam pemilihan parlemen yang syirik. Namun mereka masih saja memperlihatkan fanatisme golongan dalam hal tersebut. Apakah Daulah Islamiyah Irak berkecimpung ke dalam pemilihan parlemen yang syirik? Dan apakah personalnya memperlihatkan fanatisme dalam hal itu? Maha Suci Allah!

Manipulasi yang ketiga adalah dengan mengundang komentator yang memusuhi atau tidak bersimpati dengan perkataan Syaikh Usamah. Sikap profesionalisme adalah dengan mengundang dua belah pihak, pihak yang pro dan kontra dengan perkataan Syaikh Usamah.

Ini merupakan siyasat mereka di sebagian besar rilis Al-Qaidah. Al-Qaidah selalu menjadi yang tertuduh secara ghaib, yang pembelaannya tidak terdengar. Akan tetapi pemirsa hanya menyaksikan vonis dan penyerangan terhadapnya.Ini bukanlah yang pertama kali saluran ini menayangkan tentang Al-Qaidah, tetapi telah banyak tayangan Al-Qaidah.

Di antara tayangan yang terkenal adalah wawancara yang dilakukan Profesor Jamal Ismail dengan Syaikh Usamah. Lalu saluran tersebut menahan diri dari menyiarkan dengan alasan kekurangan tenaga profesional dan alasan lain yang tidak bisa dimengerti. Baru kemudian setelah enam bulan berikutnya wawancara tersebut disiarkan dalam acara menggelikan dengan judul ‘penghancuran Al-Qaidah’.

Seakan-akan mereka memberikan ucapan selamat kepada Amerika atas penyerangannya ke kamp pelatihan Khost dan merasa girang dengan kemalangan Mujahidin. Bahkan setiap kali rilis Al-Qaidah yang sampai ke tangan mereka, pasti mereka akan menggunakan trik yang sama seperti sebelumnya.

Oleh karena itu saya ingatkan kepada setiap orang yang tertarik untuk mengetahui berbagai statemen Mujahidin yang benar, baik itu dari para pendukung Mujahidin atau dari musuhnya, agar bersandar semata-mata pada transkrip lengkap rilis mujahidin yang disebarkan melalui internet.

As-Sahab : Dengan demikian hal ini membawa kita menuju diskusi tentang jihad media..

Syaikh Aiman : Ya. Jihad media pada hari ini menempati posisi sangat penting dalam peperangan melawan media salib dan yahudi. Media digunakan oleh dua kubu secara eksklusif; kubu pertama ditempati oleh media masa resmi pemerintahan, dan kubu kedua ditempati oleh media yang mengklaim dirinya free (bebas) dan non-pemerintahan. Ada beberapa media pemerintahan dengan keras kepala mengaku free, semisal BBC.

Namun jihad media telah menghancurkan monopoli ini dan memperlihatkan kenyataan di hadapan dunia dan menggoncang dunia dengan kebenaran kritis dan realita yang mengejutkan yang tidak dapat dilihat maupun didengar jika jihad media tidak menunjukkannya kepada mereka.

Media masa lainnya tidak mampu untuk mendapatkan rilis Mujahidin kecuali hanya sedikit. Dan jika produksi Mujahidin sampai kepada mereka, bisa dipastikan nasibnya selalu ditahan dan dilarang penyiarannya. Allah telah memberi kemenangan kepada Mujahidin di medan propaganda ideologi ini.

Cukuplah bagi kita mendengar berbagai laporan tentang bahaya jihad media. Laporan terakhir tentang hal ini adalah apa yang dinyatakan Petraeus dalam laporannya ke kongres tentang keprihatinannya akan bahaya internet dan berbagai fasilitasnya yang ditawarkan untuk Mujahidin. Sebelumnya, pengakuan Rumsfeld bahwa Al-Qaidah menang dalam peperangan hati dan pikiran dalam dunia Islam.

As-Sahab : Lalu apakah Anda memiliki suatu hal yang ingin disampaikan kepada para Mujahid media?

Syaikh Aiman : Saya meminta kepada Allah agar memberikan sebaik-baik ganjaran kepada orang-orang yang berkecimpung dalam jihad media. Agar Allah membalas mereka dengan balasan yang terbaik atas resiko dan bahaya yang mereka ambil demi membongkar kejahatan salibis yahudi terhadap umat Islam.

Dan saya mengajak mereka untuk meningkatkan usaha dan pengorbanan. Saya memuji Allah dengan kenyataan bahwa musuh menyaksikan, dengan sumberdaya mereka yang sangat besar dan penyebaran media besar-besaran, mengalami kekalahan di hadapan sumber daya yang sangat minim yang dimiliki Mujahidin.

Akan tetapi Mujahidin menyebarkan haq yang tidak tergoyahkan oleh kebohongan – dengan semua kebohongan dan kedustaannya yang tidak tahan lama.

“Dan katakanlah : telah datang haq dan lenyaplah kebatilan. sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (Al-Israa’ 17:81).

Saya ingatkan kepada “Pasukan Tak Dikenal” bahwa mereka berada di perbatasan yang agung di antara perbatasan-perbatasan Islam. Dan bahwa mereka sedang menghancurkan mitos dan khayalan yang dipropagandakan barat dan timur di telinga-telinga para pendengar kita, pemikiran para pemikir kita, dan kurikulum pelajar kita dalam dekade yang panjang.

Maka takutlah kalian kepada Allah atas amanat yang kalian emban. Dan jadikanlah kejujuran sebagai penunjuk jalan kalian, kembali kepada tauhid yang jernih sebagai manhaj kalian, kalian harus bekerja keras membawa umat yang telah lama pengasingannya dari syari’ah, kembali kepada sumber murni Muhammad dan sirah khulafaurrosyidin dan sahabatnya yang baik dan ahlul bait yang suci – semoga keridhoan Allah atas mereka semua.

Jauh dari berbagai penyelewengan para penyeleweng, jauh dari kedustaan penjual agama pengikut dajjal, jauh dari manhaj kekalahan dan penjilat, jauh dari filosofi taraju’ (mundur) dan merendahkan diri, jauh dari fiqh pengemis dan fatwa ulama’-ulama’ Marines, jauh dari perundingan para pimpinan pergerakan yang menyeret umat kepada sekulerisme dan jauh dari aturan syariat, dan juga menyeret kepada nasionalisme – yang berasas berat sebelah.

Jauh dari ukhuwah Islamiyah menuju ketundukan pada Sykes-Picot sebagai ganti Kekhalifahan dari ujung samudra ke ujung lainnya -dengan izin Allah-. Meninggalkan teritori mereka dengan dalih urusan politik, kebijakan pragmatis dunia, negri kesatuan, penyelamatan hidup, dan mitos semisal lainnya.

Saya meminta kepada Allah agar menjadikan Mujahid media sebagai sebab tersebarnya risalah Islam dan tauhid ke penjuru dunia. Dan juga sebagai penebar kesadaran akan kejujuran diantara kerumunan umat. Sebagai sebab dari hidupnya roh kejayaan, kemuliaan, pengorbanan, penebusan, jihad dan istisyhad di barisan kaum muslimin.

Semoga Allah membimbing mereka untuk menyatukan kekuatan dan merapatkan barisan sehingga mereka menjadi qudwah bagi yang lain. Dan semoga Allah mengokohkan mereka dalam merekam pusaka jihad umat yang sekiranya kalau bukan karena bimbingan Allah kepada mereka, niscaya mereka akan dihabisi musuh dan para pengkhianat.

Saya meminta kepada Allah, dan hanya kepada-Nya lah saya memohon, agar menerima amal kebaikan mereka yang murni mengharapkan wajah-Nya yang mulia. Dan agar senantiasa menjaga mereka, memperhatikan mereka, menghindarkan mereka dari tipu daya para pembuat tipu daya, makar para pembuat makar, memberkahi usaha dan sumber daya mereka, dan tidak menghilangkan kekuasaan dan pertolongan bagi mereka di dunia dan ganjaran di akherat.

As-Sahab : Baiklah, mari kita mulai apa yang telah kita buka namun belum kita selesaikan berkenaan dengan nasehat kepada Mujahidin di Irak. Anda tadi menyebutkan dalam nasehat Anda kepada Mujahidin untuk bersatu di bawah naungan kalimat tauhid. Bisakah anda merincikan sedikit saja?

Syaikh Aiman : Ya. Kepada saudara kami yang mulia Mujahidin di Irak – kebanggaan umat masa kini – agar membersihkan berbagai perselisihan di antara mereka dan hendaknya membawa perselisihan mereka kepada ahlul ‘ilmi wal fadhl dari ulama yang aktif agar menghukumi dengan syariat Islam.

Dan hendaknya menjauh dari ulama pemerintah yang mengakui pemerintahan murtad pengkhianat yang membantu embargo terhadap Irak dan mengizinkan negeri mereka digunakan sebagai basis invasi pasukan salibis yang menggunakannya sebagai titik tolak pembunuhan ribuan muslim Irak dan Afganistan.

Mereka juga harus mengeluarkan koruptor dari barisan mereka, yang menjual dien mereka dengan keuntungan dunia yang tidak berharga dan berperang di bawah panji salib, dan menyingkap mereka sehingga kaum muslimin berhati-hati terhadap mereka. Dengan cara yang sama Mujahidin menyingkap saudara mereka yang berada di Afganistan yang masuk Kabul menaiki tank-tank Amerika; Sayyaf, Rabbani, dan orang-orang semisal mereka.

Mereka juga harus menolak pembagian kekuatan perlawanan, perlawanan terhormat dan tidak terhormat, lucu dan tidak lucu, halus dan tidak halus. Allah tidak menurunkan kewenangan dalam semua pembagian ini dan dimaksudkan kepada sesuatu yang batil. Akan tetapi jihad di Irak dan seluruh negri muslim wajib memerangi penjajah salibis dan agen-agen mereka.

Setiap orang yang memusuhi Islam dan muslimin, dan loyal kepada penjajah salib dalam melawan kaum muslimin, orang Irak maupun non-Irak, wajib konfrontasi dan jihad terhadap mereka. Nabi SAW memerangi dan memusuhi kaumnya yang musyrik, juga mendoakan keburukan atas mereka sebagaimana halnya yang dilakukan sahabat – semoga Allah meridhoi mereka.

Ketika Nabi SAW memutuskan tebusan tawanan Badar, Allah menurunkan ayat alquran kepada beliau yang mencela beliau SAW:

“Tidaklah pantas bagi seorang nabi memiliki tawanan sampai ia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Engkau menghendaki harta benda duniawi sementara Allah menghendaki (pahala) akherat (untukmu). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Anfal 8:67).

Dan permusuhan terhadap keluarga dan sanak saudara dalam dien Allah merupakan manhaj robbani yang kokoh. Allah tabaroka wa ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian jadikan bapak-bapak dan saudara-saudara kalian sebagai wali jika mereka lebih mencintai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa diantara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang dholim.” (At Taubah 9:23).

Allah tabaraka wa ta’ala berfirman:

“Sungguh telah ada qudwah hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ketika mereka berkata : sungguh kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari kalian dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian untuk selamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya : sungguh akan aku mohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu. (Ibrahim berkata) ya Robb kami, hanya kepada Engkaulah kami tawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (Al-Mumtahanah 60:4).

Begitu juga, Mujahidin harus saling dekat, menasehati, dan bermusyawarah mengenai penyatuan barisan Mujahidin. Baik itu Mujahidin Tanzhim Al-Qaidah di Mesopotamia, kemudian Syura Mujahidin, kemudian Halful Muththayyibin, kemudian Daulah Islamiyah Irak – semoga Allah menjaga dan menolongnya -, yang datang dengan berbagai macam warna bekerja keras demi menyatukan Mujahidin.Ini merupakan karunia yang tak dapat dipungkiri.

“Demikianlah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.” (Al-Jumu’ah 62:4).

Kepada seluruh Mujahidin di Irak – harapan dan kebanggaan umat – agar mengembangkan apa yang datang dari saudara mereka, menyempurnakan, lalu menyelesaikannya. Dan tidak memperkenankan untuk dikurangi, dikecam, maupun dicela.Mereka tahu bahwa Daulah Islamiyah Irak adalah kekuatan utama dalam melawan agresi salibis-zionis di Irak.

Tuntutan (saat ini) adalah tolong menolong dengannya (Daulah Islamiyah Irak), membimbing, berlaku jujur dengannya sebagaimana halnya seorang saudara yang memiliki perhatian dan rasa simpati.

Begitu juga dengan saudara kami di Daulah Islamiyah Irak – semoga Allah menjaganya, menolongnya, dan memberikan kemenangan kepadanya – harus membuka hati untuk saudara mereka, berbegas kepada mereka, dan perhatian terhadap mereka. Dan setiap orang haruslah lemah lembut terhadap saudara mereka mukminin.

“Wahai orang-orang yang beriman! barangsiapa diantara kalian yang murtad dari diennya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia cinta dan mereka pun mencintai-Nya, lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah, tidak takut akan celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (Al Maidah 5:54).

Saya tujukan seruan saya dan seruan saudara-saudara saya di sini kepada seluruh Mujahidin terhormat di Mesopotamia, saya serukan dengan penegasan khusus kepada saudara-saudara tercinta dan terhormat yang berada di jama’ah Anshorus Sunnah beserta pimpinannya Al Akh al Mujahid Al Murabith Fadhilatu Syaikh Abu Abdullah Asy Syafi’i – semoga Allah mengokohkan dan menjaganya sebagai amunisi Islam -, dan ikhwan lainnya, singa-singa Islam di Irak, saya katakan kepada mereka :

“Sesungguhnya Mujahidin di setiap tempat menantikan pelepas bara, persatuan di antara kalian dengan Daulah Islamiyah Irak. Supaya kalian membawa kemenangan sejati, manhaj jihad yang murni, yang berusaha membebaskan seluruh negri Islam dan menegakkan khilafah berdasarkan manhaj nubuwwah.”

Saya katakan kepada mereka : “Daulah Islamiyah Irak adalah daulah kalian, imarah kalian, dan pemerintahan kalian. Dengan siapa kalian akan bersatu jika bukan dengan mereka? Bersegeralah kepada kebaikan bersama mereka, dan dinginkanlah hati-hati kaum mukminin dengan kabar gembira yang telah lama mereka nantikan.”

As-Sahab : Semoga kita segera mendengar kabar gembira tersebut sebagaimana kabar gembira yang datang dari Al-Jama’ah Al-Muqatilah Libia yang mendinginkan hati kaum muslimin.

Syaikh Aiman : Amiin.. Amiin.. Insya Allah.

As-Sahab : Hal ini membawa kita kepada perbincangan tentang orientasi politik yang harus diadopsi Mujahidin Irak. Khususnya karena kekuatan salibis Amerika ingin angkat kaki dan mereka berharap bisa mengatur politik Irak sesuai keinginan mereka. Haruskah orientasi pergerakan-pergerakan perlawanan berupa orientasi nasionalis yang menganggap semua rakyat Irak sama, baik mereka loyal pada Islam maupun pada musuh islam? Dan mengakui negara-negara yang tidak menerapkan syariat Islam dan bersekutu dengan Amerika dan Israel? Membatasi target akhir jihad mereka dengan pembebasan Irak dan mendirikan negara nasional? Berpura-pura melupakan ukhuwah Islamiyah dan kewajiban membebaskan negri-negri muslimin yang merupakan fardhu ain dan kewajiban berperang hingga seluruh tentara kafir keluar dari tanah Muhammad SAW, khususnya dari sekitar haromain dan lingkungan Baitul Maqdis? Dan berpura-pura melupakan jihad terhadap orang-orang murtad di negri kita yang memerintah negri kita dan menindas umat kita? Dan juga berpura-pura melupakan usaha untuk menegakkan khilafah? Ataukah orientasi mereka harus dibangun dengan kokoh di atas dasar politik syariah yang bersandar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah?

Syaikh Aiman : Awal dari semuanya, saya ingin menenangkan umat Islam bahwa era pencurian jihad telah berlalu – dengan karunia Allah dan pertolongan-Nya -, dan bahwa umat pada hari ini umumnya dan khususnya garda depan Mujahid tidak akan mempersembahkan darahnya dengan murah di jalan Allah hanya untuk direnggut hasilnya semisal Abdul Naser, Al-Saud, Boutlefika dan Musharaf. Era itu telah berlalu dan tidak akan kembali lagi dengan karunia Allah dan kemulian-Nya.

As-Sahab : Lalu kepada siapa umat meletakkan kepercayaannya?

Syaikh Aiman : Umat akan meletakkannya – Insya Allah – kepada Mujahidin yang jujur yang tidak berpaling maupun berkompromi. “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan solat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Al-Hajj 22:41).

Urusan lain yang ingin saya sampaikan kepada kaum muslimin adalah bahwa tren kompromi dan manhaj taraju’ (mundur atau berpaling) dalam kondisi kekalahan dan mundur sesuai dengan kemunduran-kemunduran yang mereka lakukan. Dan bahwa Mujahidin mengingkari manhaj ini.

As-Sahab : Mungkin kita akan mengupas masalah ini dengan detail di masa yang akan datang, Insya Allah.

Syaikh Aiman : Baiklah. Jadi, kepada saudara-saudaraku pergerakan jihad di Irak haruslah menyadari bahwa tanda-tanda kekhalifahan mulai terlihat, dan karenanya kekuatan kuffar dan pengkhianat bersatu untuk meruntuhkannya. Ini apa yang telah diisyaratkan Syaikh Usamah Bin Laden dalam pernyataan terbarunya, dan Al Jazeera tidak menyiarkan bagian ini – meskipun penting -, ketika mengatakan tentang penggambaran ulang peta, penghapusan garis pembatas salib, dan penegakan Daulah Islamiyah Kubro dari samudra ke samudra lainnya dengan izin Allah.

As-Sahab : Suatu hal yang berharga bahwa Daulah Islamiyah Irak telah menegaskan konsep ini sebelumnya lebih dari sekali.

Syaikh Aiman : Ya. Di sini saya harus menyampaikan bahwa Daulah Islamiyah Irak merupakan harakah yang memiliki manhaj yang benar dan visi yang jelas. Dan bahwa Daulah Islamiyah Irak pada permulaan telah mendeklarasikan iltizamnya pada syariah dalam hal politik dan militer.Menyampaikan haq – yang terasa pahit – yang harakah selainnya takut untuk menyampaikannya.

Oleh sebab itu, kepada saudara saya agar tidak mengadopsi berbagai program dan manhaj yang menyelisihi pokok-pokok syariat, atau menolong musuh-musuh khilafah dalam menunda tegaknya (khilafah) maupun mencegahnya (untuk tegak).

Sebagai contoh, manhaj pergerakan jihad haruslah didirikan di atas peraturan syariat, bukan peraturan mayoritas/dominan. Dan harus berdiri di atas pengokohan ukhuwah Islamiyah semisal pertalian diantara kaum muslimin. Maka setiap orang yang menolong jihad dan Mujahidin, entah itu orang Irak maupun lainnya, mereka termasuk ke dalam Mujahidin di Irak; untuknya adalah untuk mereka dan atasnya adalah atas mereka.

Dan setiap orang yang memusuhi jihad dan Mujahidin, dan menolong salibis global terhadap kaum muslimin, mereka bukanlah termasuk ke dalam Mujahidin, meskipun ia seorang warga Irak.

Dan harus menguatkan usaha yang serius untuk menegakkan daulah khilafah yang merupakan urusan pokok tuntutan syariat. Dan harus menekankan untuk membebaskan negeri-negeri muslim dari para penjajah, khususnya Palestina, Jazirah Arab, dan setiap tanah kaum muslimin yang dijajah orang-orang kafir.Ini merupakan fardhu ‘ain setiap muslim semenjak runtuhnya Spanyol.

Martir Islam, Syaikh Abdullah Azzam – semoga Allah merahmatinya – memohon dengan sangat dan mengulang-ulang pernyataannya sementara hatinya meneteskan darah demi membela pokok syariat ini. Dan mereka harus menolak untuk mengakui berbagai peraturan dan pemerintahan yang diakui sistem internasional di dunia Islam kita, yang merupakan peraturan di luar dari Islam, berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah. Dan mayoritas darinya (sistem internasional) loyal kepada musuh Islam.

As-Sahab : Akan tetapi sebagian meragukan akan hal itu.

Syaikh Aiman : Urusan ini telah sangat jelas. Setiap pemerintahan yang diakui masyarakat internasional berhukum dengan selain syariat, dan patuh terhadap resolusi dan piagam PBB. Kebanyakan dari mereka loyal kepada musuh-musuh Islam, salibis dan yahudi untuk melawan umat Islam.

Saya menantang orang-orang yang ragu akan hal itu untuk menunjukkan kepada saya satu pemerintahan, yang diakui masyakat internasional, yang menerapkan syarat-syarat darul islam; baik itu Saudi, Jordania, Mesir, Pakistan, atau siapa?

Mereka termasuk pemerintahan murtad keluar dari syariat dikarenakan satu atau lebih sebab, akan tetapi populasi penduduk mereka adalah muslim dan tertindas oleh rezim mereka.

As-Sahab : Saya rasa, demi keadilan, kita semestinya menyebutkan manhaj sejumlah jama’ah jihad di Irak yang menekankan konsep ini, terutama Daulah Islamiyah Irak – semoga Allah menolongnya -, meski sebagian manhaj jamaah lain tidak sejelas ini atau terdapat kesalahan dan keterbatasan.

Syaikh Aiman : Allah menjadikan Daulah Islamiyah Irak pelopor dalam sejumlah lingkungan. Dan benderanya merupakan bendera paling bersih di antara bendera-bendera yang ada di Irak, tidak terkotori sebagaimana yang lainnya terkotori. Dan ia adalah kekuatan utama dalam menghadapi Amerika pada hari ini – sebagaimana diketahui setiap orang, termasuk Amerika.

Oleh karena itu dukungan terhadapnya merupakan amanat di pundak umat Islam. Oleh sebab itu saya mengajak saudara saya kaum muslimin, di mana pun mereka berada, supaya mengamati dengan jeli berbagai pernyataan dan manhaj jama’ah jihad, dan agar menasehati jama’ah-jama’ah tersebut tentang cacat yang ada pada manhaj mereka, atau berbagai perbedaan diantara manhaj dasar mereka dan berbagai pernyataan resmi mereka. Harus ada kesadaran di antara umat islam sehingga dapat menjaga barisan Mujahidin dan dapat berkontribusi dalam mempersatukan Mujahidin di atas manhaj tauhid.

As-Sahab : Baiklah. Membicarakan tentang menyebarkan kesadaran di tengah-tengah umat membawa kita kepada diskusi tentang peran ulama’ pada taraf yang kritis ini.

Syaikh Aiman : Peran ulama pada taraf yang kritis ini adalah menekankan kepada berhukum dengan syariat, menolak afiliasi teritori dan semangat nasionalis sebagai basis diskriminasi antar kaum muslimin.

Dan peran mereka adalah menekankan kewajiban kaum muslimin untuk meneruskan jihad sampai keluarnya pasukan kafir penjajah dari Palestina, Afganistan, Chechnya, dan seluruh negri Islam. Dan menekankan kewajiban mereka untuk melanjutkan jihad sampai tegaknya daulah khilafah dan berlepas diri dari pemerintahan nasionalis yang memipin negri-negri kaum muslimin dan membongkar konspirasi mereka.

Peran ulama bukanlah menyesuaikan diri dengan status quo, kondisinya, dan menyampaikan kebenaran setengah-setengah. Akan tetapi peran ulama’ adalah menyampaikan kebenaran seluruhnya.

“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, ‘hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya’, lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.” (Ali Imran 3:187).

As-Sahab : Apakah Anda menginginkan ulama Irak untuk memainkan peran tertentu secara spesifik?

Syaikh Aiman : Tentu. Mereka berada di medan perang dan mereka mengetahui berbagai konspirasi yang direncanakan kepada Islam dan kaum muslimin. Dan mereka berdiri berlawanan dengan para pengkhianat penjual dien, yang setuju dengan pelarangan pengeluaran berbagai fatwa untuk berperang melawan penjajah kafir, dan bahkan sebaliknya memfatwakan keselamatan bagi mereka (penjajah kafir) dan ikut serta bersama mereka dalam memerangi kaum muslimin.

As-Sahab : Perbincangan seputar pengkhianat penjual dien di Irak membawa kita kepada fatwa mufti Alu Saud tentang tidak adanya perintah berangkat berjihad ke Irak dan tempat-tempat lainnya. Apa pendapat Anda tentang fatwa ini?

Syaikh Aiman : Mufti ini adalah salah satu bintang di antara rentetan fuqoha’ penguasa. Dan fatwa ini diriwayatkan oleh salibis Amerika dari mufti, dari kementerian dalam negeri, dari pimpinan kedutaan besar Amerika, dan begitu seterusnya sampai kepada Bush.

Alangkah seburuk-buruk sanad dan seburuk-buruk periwayat. Fatwa tersebut penuh dengan teka-teki dan rahasia. Mufti Alu Saud berbicara di luar kebiasaan, dalam kondisi yang tidak stabil, di bawah panji yang tidak jelas, sarat dengan kepentingan dan percekcokan.

Para pendengar (fatwa tersebut) dipaksa berusaha untuk memahami dan menyimpulkan berbagai pernyataan yang ambigu dan ungkapan tersembunyi, apa sebenarnya yang dimaksud oleh mufti? Dan apa dalil-dalilnya?

Ini menunjukkan moralitas pengecut. Sekiranya dia adalah seorang pemberani, dia akan menyebutkan berbagai kejadian dan peristiwa sehingga memungkinkan untuk menguji dan melakukan studi atas apa yang dia katakan. Fatwa tersebut merupakan fatwa yang membicarakan tentang baiat syar’i, Ahlul Halli wal Aqd (dewan syariah) yang segala urusan pembaiat diserahkan kepadanya secara ijma’.

Jadi, mungkinkah bagi mufti tersebut untuk memberitahukan kepada kita siapakah orang yang pantas menjadi Ahlul Halli wal Aqd? Siapa yang memilih mereka? Bagaimana mereka dipilih? Siapa yang merepresentasikan/mewakili mereka? Kapan mereka duduk bersama, bermusyawarah dan menentukan siapa kandidat imam?

Lalu kenapa mereka menetapkan, setelah melakukan pembahasan dan pertimbangan, Abdullah Bin Abdul Aziz sebagai kandidat yang terpilih di antara para kandidat yang didapati pada mereka sifat-sifat wali yang syar’i.

Mufti tersebut juga mengatakan bahwa para pemuda kekurangan ilmu syar’i. Kenapa mufti tersebut tidak memberitahukan kepada kita kualifikasi ilimiah apa saja (yang menjadi patokannya) sehingga mereka memilih Abdullah bin Abdul Aziz? Mungkinkah dia melanjutkan madrasah ibtidaiyah? Ataukah dia perlu pelajaran-pelajaran dari gurunya untuk mengajarinya kaidah-kaidah membaca dan menulis sampai dia cakap untuk hal itu?

Kemudian mufti tersebut mengatakan tentang waliyyul amri (pemimpin) yang memimpin jihad, yang membela negri dan rakyat. Semestinya mufti itu hanya terdiam dan tidak mengungkapkan dirinya dan rezimnya! Mungkinkah dia kehilangan ilmunya yang begitu luas ketika kerajaan diancam oleh Sadam lalu meminta bantuan kepada Amerika, lalu ia mengeluarkan fatwa samar dengan membolehkan datangnya Amerika? Dan mengatakan bahwa mereka hanya akan tinggal dalam beberapa bulan lalu pergi.

Akan tetapi mereka telah berada di sana dalam kurun 17 tahun hingga saat ini. Kenapa para mufti itu tidak memberitahukan kepada kita tentang hukum pemerintah yang menempatkan negara dan sumber dayanya untuk melayani pasukan kafir, armada dan pesawat-pesawat mereka, dimana mereka menjadikannya sebagai tempat berangkat untuk mengebom, menghancurkan, membakar negri-negri dan desa-desa kaum muslimin, dan memusnahkan ribuan muslim di Irak dan Afganistan?

Kemudian wahai engkau para mufti yang membaiat waliyyul amri, yang membela negeri-negeri islam, inilah Palestina yang dijajah lebih dari 80 tahun, negri-negri kaum muslimin dijajah dari satu negri ke yang lainnya, yang keduanya dekat dengan urusanmu sebagaimana juga jauh dari mereka.

Beritahu kami dengan pasukan yang disiapkan oleh waliyyul amri kalian yang mempersempit tanah yang lapang, pesawat-pesawat yang menutupi matahari, dan armada-armada yang mengisi lautan untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin.

Akan tetapi beritahukan kepada kami tentang inisiatifnya yang terkenal yang mengakui Israel, dan juga tentang tekanannya terhadap HAMAS melalui istananya di Mekkah dalam kompromi bersama dengan empat orang Palestina. Beritahukan kepada kami wahai mufti yang penuh dengan keilmuan berapa banyak roket yang keluar dari tanah suci (Mekkah) untuk membunuh kaum muslimin di Irak dan Afganistan?

Berapa banyak serangan udara yang berangkat dari pangkalan-pangkalan udara tanah suci untuk menyerang Irak dan Afganistan? Berapa banyak kapal yang disediakan dari pelabuhan-pelabuhan tanah suci untuk menyerang dua negri ini? Berapa barel minyak yang disediakan waliyyul amri kalian bagi pasukan salibis untuk menginvasi, menghancurkan, dan mengebom Irak dan Afganistan?

Dan beritahukan kepada kami wahai para mufti, kenapa jihad melawan Rusia di Afganistan merupakan fardhu ain sementara itu yang terjadi di Irak adalah termasuk dosa besar? Dan pada akhirnya, tidakkah lebih pantas bagi mufti ini, yang berfatwa sesuai kehendak Bush, untuk mencela waliyyul amrinya – yang diklaim – yang melakukan kunjungan kepada Pope (Paus) yang menghina Islam dan kaum muslimin? Seperti inikah rupa Aqidah toleransi dan konfrontasi terhadap syirik? Pertanyaan membingungkan bagi mufti Alu Saud. Hanya dengan Allah-lah segala janji-janji kita dan hanya kepada-Nya kita berkeluh kesah.

As-Sahab : Mungkin ini mengingatkan kita pada satu tokoh terkemuka fuqaha’ penguasa di antara penyimpangannya yang terbaru adalah permintaanya kepada singa-singa Islam di Aljazair untuk menyerahkan senjata mereka kepada pasukan Amerika dan Prancis?

Syaikh Aiman : Problem dari fuqaha’ penguasa adalah mereka menjalin nasib mereka dengan nasib pemerintahan mereka, dan mereka tidak dapat menyadari bencana tragis yang terjadi di Al-Jazair.

Dan itu terjadi setelah kaum muslimin Al-Jazair mempersembahkan ribuan syuhada’ demi membela Islam terhadap salibis. Mereka berakhir dibawah penindasan jagal diktator yang melayani kepentingan Amerika dan Prancis.

Bencana tragis ini, yang terus terulang di berbagai negri kaum muslimin, diabadikan, diterima, dan disetujui oleh Fuqoha’ penguasa. Bahkan mereka terlihat pertama kali berteriak ketika umat Islam menghadapi musuh-musuhnya dan mengarahkan serangannya kepada Amerika dan agen-agennya. Mereka itulah yang menggiring umat kepada kekalahan, dan menyembunyikannya dengan fatwa-fatwa mereka demi kepentingan Amerika.

Satu waktu mereka berfatwa bahwa tidak ada jihad kecuali dengan perintah agen Amerika, di lain waktu mereka membolehkan untuk memerangi kaum muslimin di bawah panji Amerika ketika mujahidin Al-Jazair dan negri Islam lainnya sedang memerangi salibis Amerika.

Dari sini saya mengajak kepada setiap muslim di Maroko, demi hak tiada ilah selain Allah dan dengan kecintaan-Nya terhadap rasul-Nya SAW, untuk berdiri bersama saudara-saudara dan putra-putranya, Mujahidin, dengan jiwa, harta, opini, keahlian, dan informasi.

As-Sahab : Baiklah. Kita kembali lagi ke permasalahan Irak. Apa komentar Anda terhadap resolusi kongres dengan pembagian Irak?

Syaikh Aiman : Ini merupakan perjanjian yang dilakukan oleh salibis penjajah bersama dengan penjual dien dan pengkhianat sekuler. Dan itu merupakan perjanjian merugi dari permulaannya. Semoga Allah memberikan ganjaran bagi Mujahidin yang menghancurkan proyek salibis Amerika, dan merampas kesempatan para penjual dien pengkhianat untuk mengambil keuntungan haram dan membongkar pengkhianatan mereka.

Saya telah menekankan atas pembagian ini pada pesan pertama saya setelah kejadian 11 September sekitar 5 tahun lalu, lebih dari enam bulan sebelum invasi Irak. Dan saya tekankan bahwa pembagian tidak hanya terbatas di Irak, akan tetapi terus meluas ke berbagai negara. Dan diperkirakan invasi Amerika akan meluas ke Iran dan Pakistan untuk menghancurkan negara yang memiliki program nuklir di Timur Tengah demi menjamin keamanan Israel.

As-Sahab : Akan tetapi Irak benar-benar telah terbagi.

Syaikh Aiman : Irak secara keseluruhan, bahkan seluruh negri Islam, haruslah berada di bawah kekuasaan syariat. Umat Islam dan garda depan Mujahidin tidak akan memperkenankan – dengan izin Allah – entitas yang loyal kepada salibis dan zionis untuk berada di sana.

As-Sahab : Akan tetapi Syi’ah adalah mayoritas penduduk bagian Selatan dan Kurdi mayoritas penduduk bagian Utara.

Syaikh Aiman : Semoga penduduk Irak bagian Utara menemukan kerakusan para milisi dan pengabaian mereka terhadap ritual yang mereka gunakan untuk mengumpulkan uang.

Jadi peperangan di Karbala dan penghancuran kubah makam Husain dan makam Abbas – semoga Allah meridhoi keduanya – menyingkap penyebab peperangan yang sesungguhnya dan menunjukkan bahwa mereka telah bersiap-siap bertempur untuk memperebutkan makam tersebut, yang disebabkan karena lautan uang yang membawa mereka.

Meskipun mereka menyeru manusia untuk mengagungkan makam tersebut, merekalah orang yang pertama kali menghancurkan makam itu jika bertentangan dengan ketamakan mereka.

Ketika terjadi peledakan kubah di makam dua imam – semoga Allah meridhoi keduanya – di Samarra, milisi Syi’ah dengan ngawur menuding Mujahidin. Dan mereka menumpahkan darah kaum muslimin dengan dalih ini.

Ketika kubah Husain dan Abbas – semoga Allah meridhoi keduanya – mereka mengatakan: “ini merupakan perselisihan antar saudara dan telah dipecahkan”.

“Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (Yunus 10:35).

Bombardir ini mengisyaratkan sejumlah pertanyaan dalam pikiran saya. Kenapa harus dibangun kubah emas di atas makam Husain – semoga Allah meridhoinya. Mungkinkah Husain – semoga Allah meridhoinya – memerintahkan hal tersebut? Apakah Husain – semoga Allah meridhainya – semasa hidupnya menggunakan kubah emas?

Sekiranya dia menggunakan kubah emas semasa hidupnya, tidaklah semestinya kaum muslimin mengikutinya dan mencintainya, meskipun ia seorang raja di antara raja-raja. Allah telah menyucikan Ahlul Bait dan menjadikan mereka sebagai simbol kezuhudan dan menganggap hina kehidupan dunia, bagaimana mungkin uang dikumpulkan atas nama mereka?

Lalu kenapa kubah tersebut tidak dilebur dan diinfakkan kepada fakir miskin? Bahkan kepada fakir miskin Syi’ah di antara mereka – jikalau tidak menyebutkan fakir miskin ahlus sunnah. Kenapa mereka tidak menginfakkannya kepada fakir miskin Syi’ah? Bahkan mereka mengumpulkan harta tersebut dari fakir miskin Syi’ah dan menimbunnya?

Ini merupakan perilaku aneh dalam iklim dan ajaran Islam yang mengajak penyaluran zakat di jalan Allah, fakir miskin, memerangi peribadahan terhadap manusia, dan menyeru kepada tauhid. Setiap orang yang masih memiliki sisa kecerdasan dan hati nurani semestinya memikirkan banyak hal tetang apa yang disampaikan dan dipromosikan oleh para penjual agama pengkhianat.

Dan semestinya mereka melihat kembali sejarah Ahlul Bait bahwa Ahlul Bait – semoga Allah meridhoi mereka – merupakan para imam dalam amar ma’ruf nahi munkar, mempertahankan kemuliaan dan pokok-pokok Islam, dan tidak mungkin untuk memahami sejarah mereka diluar konteks Al-Quran.

As-Sahab : Mereka mengklaim bahwa mereka membela Ahlul Bait – semoga Allah meridhoi mereka – dari kedholiman yang mereka derita.

Syaikh Aiman : Mereka membela Ahlul Bait terhadap siapa? Dan mereka bersama siapa? Melawan Mujahidin di bawah panji Amerika? Beberapa waktu lalu saya menyaksikan video tentara Syi’ah yang berlatih di bawah pengawasan Amerika, mereka berteriak-teriak: “Wahai Ali! Wahai Ali!”. Sekiranya mereka jujur, mereka akan berteriak: “Wahai Bush! Wahai Bush!” atau “Wahai dolar! Wahai dolar!”.

Saya yakin bahwa milisi Syi’ah di Irak – dengan arahan Iran – akan tergores sebagai kehinaan dalam sejarah islam, bahkan dalam sejarah umat manusia. Sudah menjadi tabiat setiap negara dan manusia untuk memerangi penjajah, tidak malah membawanya dan berperang di bawah panjinya.

Para penjual dien pengkhianat menipu pengikutnya bahwa mereka akan mendirikan pemerintahan Ahlul Bait di Irak. Akan tetapi mereka berpura-pura lupa bahwa penegakan pemerintahan tersebut di atas tombak salibis Amerika dan dengan menyerah kepada mereka, dan tidak akan mungkin eksis tanpa hal tersebut.

Jikalau Amerika memutuskan untuk angkat kaki karena serangan Mujahidin, akankah milisi-milisi tersebut mampu mempertahankan diri? Jikalau kekuatan terhebat dalam sejarah manusia – atau seperti yang mereka katakan – tidak mampu untuk menguasai Irak, akankah Iran mampu untuk melakukannya?

Saya yakin bahwa orang yang berpikiran melenceng seperti itu menipu dirinya sendiri sebelum menipu orang lain, mendholimi dirinya sendiri sebelum mendholimi orang lain. Bahkan saya yakin bahwa Ahlul Bait – kerdihoan Allah atas mereka – dua kali terzhalimi:

yang pertama kezhaliman di tangan pemerintahan zhalim yang mengumandangkan peperangan kepada mereka, dan kezhaliman lainnya – dalam bentuk yang lebih buruk – mereka dizhalimi oleh tangan para penjual agama yang menjadikan mereka sebagai jalan mengumpulkan dan menimbun harta, dan juga sebagai jalan penyembahan terhadap manusia dalam rangka mengumpulkan harta dari upacara ritual.

Kemudian mereka menghancurkan ritual tersebut dengan roket mortir ketika mereka bertempur demi rampasan. Dan berkooperasi dengan orang-orang kafir penjajah negeri-negeri muslim, mencegah pengikutnya untuk berjihad melawan mereka, mundur dari peperangan, menetapkan dan menyetujui konstitusi sekuler buatan Amerika, menuntut – dan terus menuntut – kekuatan penjajah salibis masih tetap di tanah kaum muslimin. Jika demikian inilah yang mereka kumandangkan sebagai Islam muhammadiyah yang murni, lalu seperti apa Islam Amerika pengkhianat?

As-Sahab : Akan tetapi mereka mengatakan tetang Muqtada Al-Shadr dengan menganggapnya sebagai representasi perlawanan Syi’ah terhadap Amerika di Irak.

Syaikh Aiman : Muqtada Al-Shadr merupakan salah seorang letnan Iran yang berada di Irak, dan pada tahun 2004 dia mengumumkan penyerahan senjata Jaisyul Mahdi kepada Amerika dan mengumumkan bahwa Jaisyul Mahdi merupakan insitusi sipil yang berpartisipasi dalam kancah politik.

Lalu kemudian diikuti dengan kejadian terbaru, yaitu peperangan-peperangan Syi’ah antara Jaisyul Mahdi dan Majlis Al-A’la (dewan tertinggi), Muqtada Al-Shadr mengumumkan pembekuan Jaisyul Mahdi dalam kurun enam bulan. Inilah perlawanan kaum Syi’ah terhadap Amerika di Irak. Dan apa yang terjadi antara mereka dan Amerika dari berbagai pertempuran kecil merupakan perselisihan Amerika-Iran tentang perluasan wilayah. Jika tidak, Muqtada Al-Shadr akan mengumumkan penyerahan senjata terhadap Amerika.

As-Sahab : Sebagian orang membicarakan tentang perlawanan tersembunyi terhadap Amerika di bagian selatan Irak.

Syaikh Aiman : Mengapa mesti tersembunyi? Apakah perlawanan sudah menjadi hal yang memalukan? Saya bisa memahami bahwa rencana dan rancangan perlawanan merupakah hal yang rahasia. Akan tetapi mengapa mereka tidak mengumumkan nama dan operasi-operasinya? Tidakkah anda melihat bahwa persoalan ini kontradiksi?

As-Sahab : Bagaimanakah cara menghentikan pertempuran antara Syi’ah-Sunni di Irak?

Syaikh Aiman : Jangan meminta kepada orang yang sedang diserang untuk tidak mempertahankan dirinya: akan tetapi mintalah kepada penyerang untuk menahan diri dari agresinya, sampai terciptanya suatu kesempatan untuk menghentikan peperangan.

As-Sahab : Dapatkah Anda merinci pernyataan ini?

Syaikh Aiman : Saya maksudkan orang yang berkooperasi dengan salibis penjajah haruslah menghentikan semua kooperasinya dan mendeklarasikan jihad melawan salibis penjajah, tidak melarikan diri dari peperangan ketika dua pasukan telah bertemu.

Dia harus menghentikan perlawanannya terhadap Mujahidin di bawah naungan panji salib dan pemerintahan bonekanya di Baghdad. Dia harus menghentikan pembantaian kaum muslimin di Irak. Dia harus melepaskan tawanan kaum muslimin dan berusaha mengganti rugi atas kriminalitasnya. Baru kemudian mungkin akan tercipta kesempatan untuk menghentikan peperangan.

As-Sahab : Bagaimana dengan suku Kurdi?

Syaikh Aiman : Suku Kurdi merupakan bagian dari umat Islam, dan setiap muslim bangga dengan pengorbanan dan sejarah mereka. Dan seluruh muslimin merasa simpati atas apa yang menimpa mereka di tangan rezim fanatik Ba’ats.

Dan saya pikir saudara-saudara mereka Mujahidin di Irak – apakah itu dari orang Arab, suku Kurdi, maupun Turki – memahami berbagai tuntutan mereka. Sebagaimana yang dinyatakan Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi – semoga Allah selalu menjaganya. Akan tetapi satu permasalahan yang tidak mungkin bisa diterima oleh setiap muslim – baik Kurdi atau bukan – adalah bahwa Kurdistan Irak diperintah oleh pemerintahan sekuler yang loyal kepada salibis dan berkooperasi dengan yahudi.

As-Sahab : Baiklah. Anda tadi menyebutkan bahwa kampanye militer Amerika mungkin akan meluas ke Iran. Di sini kami ingin mengetahui opini anda dari pertanyaan “mengapa Mujahidin tidak mengesampingkan perselisihan mereka dengan Iran sementara itu mereka sedang menghadapi musuh yang sama untuk menghabisi mereka?”. Apa komentar Anda tentang pertanyaan ini?

Syaikh Aiman : Komentar saya terhadap pertanyaan tersebut adalah bahwa kita – sampai pada sebelum peperangan Afghanistan dan Irak – berkonsentrasi untuk konfontrasi terhadap aliansi salibis-yahudi di bawah pimpinan Amerika dalam peperangan jaman ini melawan umat Islam. Akan tetapi dengan mengejutkan, kita menemukan Iran berkolaborasi dengan Amerika untuk menginvasi Afganistan dan Irak.

Para pemimpin Iran, semisal Rafsanjani dan lainnya, mendeklarasikan lebih dari sekali bahwa sekiranya tidak ada peran yang dimainkan Iran, niscaya darah Amerika akan mengalir dengan deras di Afghanistan. Dan para pemimpin Iran tidak pernah merasa letih – dalam berbagai pernyataan mereka, pers dan media – mengulangi lelucon menggelikan dengan mengatakan bahwa Al-Qaidah dan Taliban adalah agen Amerika.

Di saat Imarah Islamiyah di Afganistan menjaga saudaranya kaum muslimin, menolak untuk menyerahkan mereka kepada Amerika, dan menantang – dengan keimanan, kesabaran, dan keteguhannya – Amerika, seluruh salibis dan penolong mereka, Iranlah yang menyokong dan membiayai pasukan bersenjata Aliansi Utara yang memiliki hubungan dekat dengan inteligen Amerika.

Dan ini bukanlah hal yang menjadi rahasia lagi. Akan tetapi telah didokumentasikan secara resmi oleh laporan Kongres Amerika pada tanggal 11 September. Meski demikian, Iran terus menyokong mereka secara terbuka dan rahasia, dan menganggap Burhanuddin Rabbani sebagai presiden resmi Afghanistan.

Ketika invasi Amerika dimulai, Iran menandatangani persetujuan dengan Amerika Serikat, dan mengklaim bahwa hal itu semata-mata untuk menyelamatkan tentara Amerika dan orang Amerika yang terluka. Iran memfasilitasi masuknya kekuatan Ismail Khan melalui perbatasannya menuju Herat, daerah di mana mereka memiliki kendali, lalu menyerahkannya kepada Amerika.

Iran juga mengakui pemerintahan boneka di Kabul secepat sesudah pendiriannya. Dan bahkan, kementrian luar negri Iran mengikuti upacara pelantikan, berharap kiranya mendapatkan bagian dari rampasan, akan tetapi Amerika lebih licik dibandingkan dengannya.

Ketika Syaikh Hekmatyar (semoga Allah menjaganya) menyatakan bahwa pemerintahan Karzai adalah pemerintahan boneka yang tidak mewakili rakyat Afgan, pemerintahan Iran mengusirnya dari wilayah kekuasaannya.

Adapun yang terjadi di Irak, Iran telah bersepakat untuk membagi Irak dengan Amerika sebelum mereka memasuki Irak. Dan milisi Syi’ah yang telah dilatih, didanai dan dipersenjatai oleh Iran dalam beberapa tahun dikirim memasuki Irak setelah jatuhnya pemerintahan Saddam Husain dan diasimilasikan dengan militer Irak dan organisasi keamanan Irak.

Mereka terus dan masih saja menjadi cakar salibis penjajah dalam menyerang kaum muslimin di Irak. Meskipun pengulangan slogan “Mati Amerika! Mati Israel!” yang dilantunkan Iran, kami tidak pernah mendengar sama sekali satu fatwa yang dikeluarkan oleh seorang otoritas Syi’ah, yang berada di Iran maupun di luar Iran, yang mengajak berjihad melawan Amerika di Irak dan Afganistan. Bahkan Rafsanjani secara terbuka mengungkapkan penghormatannya terhadap keinginan agen Iran berkenegaraan Irak agar pasukan Amerika tetap berada di Irak.

Bahkan sampai dengan problematika Palestina, dia menyatakan bahwa Iran tidak bermaksud menghancurkan Israel dan bahwa problem Palestina harus diselesaikan di antara penduduk Palestina dan Yahudi. Dan mereka akan menemukan solusinya di masa mendatang.

Adapun apa yang dilaporkan dari Ahmadinejad tentang ajakan membasmi Israel merupakan propaganda kosong, karena jikalau hal tersebut memang benar dia tidak akan turut serta menjadi anggota PBB yang memiliki piagam yang mengajak untuk menghormati kedaulatan, integritas teritorial dan keselamatan setiap anggotanya.

Saya ingin mengingatkan kepada umat Islam bahwa ajakan persetujuan dengan apa yang disetujui penduduk di suatu wilayah bisa jadi sebagai pembuka kompromi pada wilayah dan hak-hak kaum muslimin lainnya.

Ini dikarenakan di setiap penduduk ada sekelompok pengkhianat yang memerangi Islam. Semisal yang ada di Palestina terdapat Mahmud Abbas, Muhammad Dahlan dan para pemimpin lainnya yang berkooperasi dengan CIA dan Mossad.

Tidak mungkin melakukan persetujuan dengan mereka kecuali dengan memberikan hak-hak kaum muslimin di Palestina dan mengabaikan pemerintahan syariat. Dan selanjutnya menolak fardhu ain untuk mengembalikan setiap jengkal tanah Palestina dan setiap negri islam yang terjajah.

Perkataan pengelakan yang senada dengan ini adalah apa yang dikatakan Hasan Nasrullah tentang Palestina. Bahkan dia mengatakan sama persis tentang Lebanon, ketika dia setuju menantang pemerintahan Lebanon – yang dianggap sebagai boneka Amerika – untuk menentukan apakah Perkebunan Syab’ah milik Lebanon atau bukan.

Di saat dia loyal kepada Ayatullah di Teheran – yang jaraknya ribuan kilo -, dia menganggap dirinya tidak ikut bertanggung jawab untuk membebaskan perkebunan Syab’ah, yang terletak hanya sejauh lemparan batu dari tempatnya, jika pemerintahan Lebanon, yang dianggap sebagai pemerintahan boneka, menolak kepemilikan perkebunan.

Dalam hal ini dia tidak mengutarakan kewajiban jihad untuk membebaskan negri kaum muslimin, tapi dia membicarakan tentang konsep nasionalis dan partai yang sempit yang tidak dikenal dalam Islam.

As-Sahab : Mungkin kita bisa membandingkan antara manhaj ini dengan perkataan Syaikh Usamah yang masyhur bahwa Amerika tidak akan pernah memimpikan keamanan hingga kami benar-benar merasakannya di Palestina, dan juga pesan Anda dengan judul “Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim”, juga perkataan Abu Mush’ab (semoga Allah merahmatinya): “Sesungguhnya kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis”.

Syaikh Aiman : Benar. Dan di sini terlihat dengan jelas perbedaan antara dua manhaj tersebut.

As-Sahab : Akan tetapi dia (Rafsanjani) setuju dengan resolusi 1701 tentang pelucutan senjata di sebuah area yang menjorok 30 Km ke Utara dari perbatasan dan penempatan pasukan internasional di area tersebut. Misalnya, dia setuju dengan keberadaan pasukan luar negeri penjajah yang menduduki sebagian besar Lebanon.

Syaikh Aiman : Tepat sekali. Dan bahkan dengan menggunakan standar pembebasan nasional, tidak mungkin kelompoknya dianggap sebagai pergerakan pembebasan nasional. Tidak terdapat pergerakan pembebasan nasional yang bersungguh-sungguh dalam nasionalismenya setuju dengan pengembalian/pelepasan perbatasan negaranya sejauh 30 km. Dan seluruh wilayah yang dilepaskan, ditinggalkan tanpa adanya pengawasan dari negara dan dibiarkan di bawah kendali pasukan luar.

Jadi, jangan bertanya tentang perkebunan Syab’ah, dan bahkan jangan bertanya tentang Palestina. Jika itu permasalahannya, lalu kenapa mereka melaknat Anwar Sadat ketika dia menerima pelucutan senjata di Saina’?

As-Sahab : Amerika menakut-nakuti Iran dengan penyerangan dalam jangan waktu dekat. Apakah Iran mengharapkan umat Islam untuk menolong mereka menghadapi agresi Amerika?

Syaikh Aiman : Iran menikam umat Islam dari belakang dan mencatat sejarah keburukan dirinya dan seluruh kaum Syi’ah yang mengikutinya. Efek dari keburukan ini akan terus diingat kaum muslimin dalam waktu yang terus berkelanjutan.

Kontradiksi aneh yang ingin saya ingatkan adalah meskipun Iran memperkenankan pasukan salibis memasuki Irak, mengakui pemerintahan boneka di sana, dan memotivasi milisinya untuk bergabung dalam militer, keamanan dan kepolisiannya.

Dan meskipun pengakuannya terhadap pemerintahan boneka di Afganistan, niscaya hal tersebut akan mengingatkan Amerika akan balasan berlipat atas kepentingannya terhadap dunia jika menyerang Iran.

Apakah pendudukan Amerika di teritorial Iran dilarang ketika hal itu dibolehkan terjadi di Irak dan Afghanistan? Apakah Teheran lebih penting bagi mereka dibanding dengan Karbala dan Najaf? Kenapa Khomeini menakut-nakuti Amerika dengan pembalasan berlipat jika Iran diserang, sementara itu dia tidak menggerakkan jari ketika Amerika meroket makam imam Ali – semoga Allah memuliakan wajahnya – di Najaf?

Apakah seluruh teror dan kontradiksi tersebut tidak membutuhkan pemeriksaan dan pembacaan ulang berbagai hal lebih lanjut dari setiap orang memiliki sisa kecerdasan dan hati nurani?

As-Sahab : Akan tetapi Iran menganggap dirinya sebagai pemenang politik melalui kooperasinya dengan invasi salibis di Irak dan Afganistan dengan terlepasnya dari dua rezim yang memusuhinya dan pengaruhnya tersebar ke timur dan barat.

Syaikh Aiman : Iran melibatkan dirinya dalam perbuatan buruk dan sekarang terkepung dari Timur dan Barat.

As-Sahab : Isyarat-isyarat ini tertuju kepada orang-orang yang berkooperasi dengan penjajah salibis di Irak dan Afghanistan membawa kita menuju diskusi tentang partner lain mereka dimana pasukan salibis berangkat dari tanah dan iklim mereka untuk membantai kaum muslimin. Semisal Mesir, Jazirah Arab, Negara-negara Teluk, Yordania dan Pakistan. Sebagai contoh Mesir : Apa peran Mesir dalam rangka mempertahankan Islam dan tanah kaum muslimin? Kenapa sampai kepada hal yang seperti ini?

Syaikh Aiman : Problem utama aib dan penghinaan yang menimpa kita di Mesir dan negeri muslim lainnya adalah kelambanan kaum muslimin dalam menentang penindasan, amar ma’ruf nahi munkar, perasaan takut, ragu-ragu, takut kehilangan kehidupan dunia, manhaj kekalahan yang semuanya merupakan penyebab terpenting perubahan Mesir dari mulai benteng yang mempertahankan Islam hingga menjadi penolong, ajudan dan sekutu dalam serangan salibis-zionis Amerika.

Saya yakin dalam militer Mesir, di antara ulama Mesir, garda depan yang terlatih, murid-murid, pegawai, pedagang, dan profesional terdapat orang-orang yang siap untuk mempersembahkan jiwa, harta dan segala sesuatu yang dimilikinya di jalan Allah.

Saya serukan kepada garda depan kaum mukminin untuk segera bertindak, mengambil inisiatif dan mengorganisir operasi untuk konfrontasi dengan lapisan pengkhianat musuh Islam dan kaum muslimin yang telah mengubah mesir menjadi basis yang mendukung agresi salibis terhadap kaum muslimin di Afganistan, Irak dan Palestina.

Lapisan pengkhianat tersebut tidak mencapai satu persen penduduk muslim Mesir, akan tetapi memiliki harta benda terbesar di antara mereka. Ketika kebanyakan penghasilan penduduk Mesir kurang dari satu dolar per hari, lapisan tersebut menggunakan mata uang dolar dalam berbagai transaksinya dan menolak menggunakan mata uang Mesir. Memiliki klub ekslusif, restoran dan ruang dunia tersendiri. Lapisan yang memiliki berbagai kepentingan itu terikat dengan rezim salibis Amerika, sampai dengan Jamal Mubarok, pewaris Mesir masa mendatang, dalam suatu program Amerika mengatakan bahwa hubungan dengan Amerika merupakan pokok keamanan nasional Mesir. Lalu apakah masih tersisa keamanan nasional di Mesir setelah menjadi cabang keamanan Amerika?

As-Sahab : Saat ini di Mesir terjadi kontroversi besar tentang kebebasan pers.

Syaikh Aiman : Umat ini tidak akan dapat membebaskan dirinya dari tekanan dan penindasan dalam pers maupun yang lainnya kecuali dengan melepaskan diri dari rezim tirani dan diktator yang menduduki di atas dada-dada kita.

Dan kita tidak dapat berlepas diri dari bala’ mereka kecuali kita dapat memvisualisasikan kondisi nyata kita dengan benar sehingga kita mengetahui dimensi peperangan yang terjadi. Kita sedang menghadapi peperangan pembantaian salibis yang mengehendaki pendudukan, pembagian dan penguasaan atas negri-negri islam dengan paksa.

Sementara itu pemerintahan kita merupakan anggota pasukan mereka. Jadi, kita tidak akan bisa melepaskan diri kecuali dengan melakukan konfrontasi dengan koalisi setan yang sedang mencengkeram kita.

As-Sahab : Bagaimana bentuk konfrontasi tersebut? Sebagian orang kadang mengatakan bahwa Anda membebani manusia dengan apa yang mereka tidak mampu untuk melaksanakannya.

Syaikh Aiman : Maha Benar Allah yang berfirman:

“Bertakwalah (takutlah) kalian kepada Allah semampu kalian.” (At-Taghabun 64:16).

Allah juga berfirman:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (Al-Anfal 8:60).

Allah juga berfirman:

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (At-Taubah 9:91).

Setiap kita wajib untuk melakukan apa yang mampu untuk kita lakukan demi melaksanakan fardhu ain menghadapi aliansi setan ini yang sedang menduduki dada umat kita di Mesir dan negeri Islam lainnya. Kita harus bergabung dalam jihad melawan salibis penjajah di Irak, Palestina, Somalia, Chechnya dan medan-medan peperangan lainnya, antara salibis-yahudi dan umat Islam. Dan kita harus menyokong Mujahidin di medan-medan tersebut dengan jiwa, harta, opini, keahlian, pengobaran semangat dan doa.

Kita harus berusaha untuk merubah rezim yang rusak dan merusak dengan menyebarkan kesadaran akan kebobrokan mereka, menyampaikan pentingnya untuk merubah mereka, menegakkan pemerintahan Islam di atas reruntuhan mereka, dengan mengumpulkan dan mengorganisir kekuatan dan keahlian untuk melakukan hal tersebut.

Kita harus mecabut rezim legitimasi dan kita tidak mengakui konstitusi mereka, undang-undang mereka, tidak ikut berpartisipasi dalam pemilihan dan majelis mereka yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah.

Setiap kita haruslah mencurahkan segala sesuatu yang kita mampu dan tidak berpaling dalam melawan aliansi setan ini, meksipun hanya dengan doa kebaikan, meskipun hanya dengan memuji Mujahidin, atau hanya dengan menyediakan kebutuhan keluarga para tawanan.

As-Sahab : Membicarakan tentang kegagalan Mesir dalam memainkan perannya membela Islam membawa kita kepada perbincangan seputar Palestina dan deklarasi Balfur yang telah berlalu 90 tahun hingga saat ini, perkembangan terakhir di sana dan konferensi musim gugur yang diadakan Amerika.

Syaikh Aiman : Deklarasi Balfur adalah perjanjian pengambilan sebagian daerah Palestina dan memberikannya kepada yahudi. Tetapi hari ini, sebagai pembanding, politikus perundingan Palestina, sebagian dari mereka menisbatkan diri kepada pergerakan Islam, memberikan empat per lima bagian Palestina kepada yahudi dan mereka sama sekali tidak meminta maaf hingga hari ini.

Yang menjadi problem bukanlah Mahmud Abbas dan konferensi musim gugur, akan tetapi yang menjadi problem adalah politikus perundingan yang mengakui Mahmud Abbas sebagai presiden dan menetapkan baginya hak negosiasi atas nama penduduk Palestina.

Bagaimana bisa Mahmud Abbas diberi wewenang untuk bernegosiasi atas nama penduduk Palestina ketika setiap orang mengetahui bahwa dia menjual Palestina? Bagaimana mungkin Mahmud Abbas diakui sebagai presiden sementara setiap orang mengetahui bahwa dia adalah seorang Amerika dan Israel?

Hal lain yang ingin saya ingatkan tentang politikus perundingan bahwa saat ini umat muslim menjadi sangat waspada dan sensitif, khususnya tentang permasalahan Palestina. Politikus perundingan semestinya mengetahui bahwa seluruh trik mereka telah terbongkar dan di bawah pengawasan, dan mereka tidak akan mampu melaluinya atas umat dengan berbagai strategi.

Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.

Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.

Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut “tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (Al-Furqan 25:3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?

As-Sahab : Baiklah. Kita tidak bisa mengakhiri perbincangan ini tanpa menyentuh Pakistan, yang berbagai kejadian tentangnya memenuhi berita utama seluruh dunia dalam beberapa hari ini. Apa yang Anda lihat dari berbagai kejadian tersebut?

Syaikh Aiman : Musharaf dan rezimnya merasakan hari-hari terakhirnya – dengan izin Allah -, dan kegagalan mereka adalah bagian atau prasyarat dari kegagalan Amerika di daerah tersebut.

Apa yang sebenarnya mengalahkan Musharaf adalah intifadah dan kebangkitan jihad yang mencakup di wilayah suku-suku dan menyebar sampai dengan pertengahan Pakistan, melalui berkah jihad Afghan melawan salibis di Afganistan.

Seluruh kejadian yang berlangsung di Pakistan, mulai dari kembalinya Benazir, pengumuman kondisi darurat negara, penangkapan yang terus berlanjut dan berbagai macam penindasan merupakan keputus asaan percobaan Amerika untuk mengobati situasi yang memburuk di Afganistan dan Pakistan. Komandan pusat pasukan Amerika berada di Islamabad di saat pengumuman kondisi darurat negara.

Oleh karena itu saya mengajak kepada setiap orang yang memiliki kecemburuan Islam di Pakistan untuk bergabung bersama Mujahidin, menyokong dan menolong mereka, karena mereka adalah kunci pembebasan dari pemerintahan yang rusak dan busuk di Islamabad. Pemerintahan itulah yang mempermalukan militer Pakistan dan merubahnya menjadi anjing pelacak Amerika.

Dan di tangan pemerintahan itu militer Pakistan mengalami kekalahan terburuk di tangan Mujahidin di Waziristan dan Swat, dan moral mereka jatuh ke dasar jurang dan ratusan pasukan mereka menyerahkan diri di saat ancaman pertama dari Mujahidin.

Militer ini, dengan melihat keterpurukannya, penyimpangannya dari pertarungan dengan musuh yang sesungguhnya, deviasi dari kewajiban teoritisnya dan moralnya yang anjlok tidak akan mungkin membela Pakistan, bahkan tidak berhak atas kehoramatan tersebut.

Militer ini harus melawan Musharaf jika ingin menyelamatkan Pakistan dari masa depan yang gelap yang diarahkan oleh Musharaf. Militer Pakistan semestinya menempatkan kesetiaannya hanya untuk Islam, Allah dan Rosul-Nya SAW di awal mula dan sebelum segala sesuatu sebagai ganti dari kesetiaan mereka terhadap gaji, posisi dan berbagai sampah dunia yang tidak mampu memberi mereka sesuatupun pada detik-detik awal menghadapi Mujahidin, bahkan akan menjadi wabah bagi mereka di akhirat kelak.

Militer pakistan harus mengambil langkah dan kepada seluruh muslimin di Pakistan harus menyokong jihad karena Pakitan telah berubah menjadi Amerikastan, dan mereka harus menyelamatkannya sebelum berubah lagi menjadi Indiastan atau Israelistan.

As-Sahab : Syaikh Aiman, tidakkah Anda melihat bahwa tidak baik bagi kita menutup pertemuan ini tanpa pesan untuk saudara-saudara kita para singa dalam belenggu yang dipimpin oleh simbol keteguhan hati, syaikh kita yang mulia Umar Abdurrahman, semoga Allah membebaskan mereka semua.

Syaikh Aiman : Jazakallah khoir atas tadzkirah ini, dan saya katakan kepada mereka: teguhlah wahai orang-orang yang kami cintai, karena sesungguhnya kemajuan jihad berada pada jalannya dan kabar gembira akan kemenangan telah nampak di ufuk. Dan tolaklah semua penarikan kembali dan lubang perangkap yang telah disiapkan, dicetak dan dipromosikan oleh tangan-tangan organisasi keamanan.

Tenanglah kalian bahwa pembebasan kalian adalah hutang di atas pundak-pundak kami.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Ali Imran 3:139-140).

As-Sahab : Di ujung pertemuan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Syaikh Aiman Az-Zawahiri dan semoga Allah menjadikan wawancara ini murni untuk wajah-Nya yang mulia. Dan penutup doa kami adalah segala puji bagi Allah Robb semesta alam. Semoga sholawat serta salam tercurah keatas nabi kita Muhammad. Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Syaikh Aiman : Wa’alaikumussalam wa rohmatullahi wa barokatuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

%d blogger menyukai ini: