Risalah Dari Nusakambangan : Kritik Dan Bantahan Untuk Majalah “Al-Waie” Tentang ISIS


Dari Tawanan di Penjara Pusat Aleppo Untuk Amir Daulah Islam


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar

Dari Para Tawanan -Al-Mustadh’afin – kepada Amirul Mukminin

Assalamu’alaykum Warahmatulloh Wabarakatuh

Kami memohon kepada Allah, agar Dia menjaga kalian, mengangkat kedudukan kalian, memenangkan kalian atas musuh-musuh Allah  dan memberikan Tamkin (kekuasaan) bagi kalian di bumiNya, ridho atas keberadaan kalian serta Allah memasukkan kalian ke dalam surgaNya yang luas. Amma Ba’du.

Kami tidak mengetahui jika untaian kalimat  ini akan sampai ke telinga kalian. Akan tetapi kami tahu, jika petikan kalimat ini tersampaikan maka engkaulah orang-nya yang akan memberikan solusi inti atas masalah.

Kami katakan dengan memohon perlindungan Allah ta’ala, kami adalah putera-putera kalian di penjara Halab (Aleppo). Para tawanan yang disandera oleh Thowagit, kami terbelenggu atas dasar paksaan dan digiring dengan hina, berbulan-bulan kami mengalami kepahitan hidup dan kamipun terkepung.

Sesuatu yang melanda kami ialah fitnah, apakah kalian rela atas kejadian ini wahai Amirul Mukminin kami, apakah kalian ridho kami mati kelaparan dan himpitan kesedihan.

Kami tengah dijadikan mainan oleh tangan-tangan Nushairiyah, apakah kalian merasakan musibah yang kami alami? Pengusiran, pembunuhan, siksaan dan malapetaka, tidak ada yang menolong dan membantu kecuali Allah.  Cukuplah Rabb-mu (Allah) sebagai pemberi petunjuk dan penolong.

Kami-pun tengah dijadikan mainan di bawah tangan faksi-faksi yang  mengaku beramal/ beroperasi untuk membebaskan kami, tidaklah demikian itu kecuali sebagai tempat dagangan darah-darah kami, peperangan yang hanya angan-angan semata, persiapan media, pengkhianatan terbuka dan beberapa penyerangan yang mengakibatkan kerugian besar didalamnya.

Kami telah kehilangan orang-orang tercinta, kepedihan yang terus-menerus terasa, dimanakah kalian dari kejadian-kejadian ini? Kenapa kami belum melihat kalian di sebuah tempat yang akan mengembalikan hidup kami dan tidak menyelisihi kami. Bukankah menolong kami bagian dari peran utama Daulah?

Udzur apa yang kalian miliki? Allah telah memerintahkan kalian dalam sebuah ayatnya,

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا

Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang semuanya berdoa, “Ya Rob kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu. (An Nisa 75)

Al-Qurtubi berkata, “Ayat tersebut mengandung kemurnian kaum lemah yang tengah menimpa mereka lewat tangan-tangan kafir dan musyrikin, mereka menimpakan dengan siksaan yang keras dan menjadikan fitnah atas Dien yang mereka emban, Allah ta’ala mewajibkan jihad untuk meninggikan kalimat Allah, meng-Idzhar-kan DienNya, menolong kaum lemah dari hamba-hambaNya walapuun nyawa menjadi taruhannya, sebagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahulloh mengatakan, ’Membebaskan tawanan (muslim) bagian dari kewajiban agung/besar)’ “

Tidak ada Udzur bagi kalian, Allah telah memuliakanmu wahai Amirul Mukminin dengan ribuan prajurit, senjata dan perlengkapan tempur baik ringan maupun berat, bukankah kami yang paling berhak dikerahkan segalanya (hal yang mahal) termasuk jiwa dan persenjataannya untuk menjadi pengorbananan di jalanNya ??

Wallahi, kami tidak mengabarkan ini kepada kalian kecuali, kalianlah yang paling intens membebaskan tawanan dan menggempur penjara (thogut).

Bagaimana tidak, Kakekmu wahai Amirul Mukminin (kakek Amirul Mukminin Daulah Islam adalah Rasulullah) -baginya sholawatulloh dan salam bersabda, “Faakul ‘aanyy (bebaskanlah tawanan)”, dan kami bukanlah hanya tawanan, bahkan bagaikan orang mati dengan ruh yang terkubur, kami dikubur dan kami dalam keadaan hidup, tidak ada makanan, tidak pula obat-obatan, kematian di setiap tempat.

Apakah kalian rela akan hal ini wahai Syaikh kami ? Kami meminta kalian – Billah- agar kalian menolong kami,  datang kemarilah kalian, hancurkanlah penjara di atas kepala-kepala kami dan kepala Nushairiyah.

Cukuplah bagi kami kehinaan dan kerendahan ini.  Wahai Syaikh kami, bukankah kalian Daulah Islam Iraq dan Syam??!

Wahai para singa-singa Daulah, sesungguhnya saudara kalian di Iraq, mereka menolong dan membebaskan tawanan -kaum muslimin-,  mereka kerahkan segala usaha berharga, ruh-ruh mereka murah harganya untuk keta’atan akan perintah Alloh,  maka apakah yang tengah menimpa kalian wahai singa-singa Daulah di bumi Syam , kalian telah meninggalkan saudara-saudara kalian yang lemah…!!!

Wallahi, bukankah mereka itu prajurit-prajuritmu wahai syaikhuna al Karroor (Syaikh yang selalu melakukan penyerangan). Bumi menyeru  kalian dan penjara Aleppo-pun memanggil kalian, para aser dan aseerat (tawanan wanita dan laki-laki) Aleppo menunggu kehadiran kalian, segeralah menjawab seruan itu.

Angkatlah musibah kami wahai Syaikh kami, para tawanan mengatakan kepadamu (wahai Amir) di belakang jeruji besi, mereka menunggu singa-singa Daulah, engkau (wahai Syaikh dan Daulah) adalah mimpi dan harapan pertama kami setelah Allah Ta’ala yang tidaklah sekali-kali akan menelantarkan mereka.

Maka marilah.. Berlanjutlah di atas barokah Allah,  hancurkanlah tembok penjara,  robohkanlah dinding-dindingnya, bunuhlah para penolong Bashar Assad, merdekakanlah para tawanan, sungguh kami telah mengetahui kejujuran janji-janji dan keberanian prajurit-prajurit Daulah Islam.

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ

Jika Allah menolong kalian, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kalian

Kami haturkan ‘Jazakumullah, dari kami dan kaum muslimin atas setiap kebaikan,

Wassalamu’alaykum warahmatulloh wabarakatuh

Manakah Hukum yang Lebih Baik selain Hukum Alloh??!


Departemen Al-Furqon Media Merilis berbagai aktifitas Pengadilan Syari’at Daulah Islam Iraq dan Syam, serta kemenangan Syariat dihati kaum muslimin, kepuasaan hati kaum muslimin (Bumi Suriah) atas pelayanan yang syar’i oleh Mujahidin Daulah.

Ditengah-tengah ketiadaan hukum Alloh tegak di bumi ini, Alhamdulillah, Alloh Karuniakan Saudara-saudara kami di belahan bumi Irak dan Syam mengatur kehidupan manusia dengan Syari’at

Daulah Islam Baaqiyah wa Tamaddad

[Syabab]

Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam


Gambar

 

 Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

Al Bai’ah Al Haiyiriyyah Li Ad Daulah Al Islamiyyah Fi Al ‘Iraq Wa Asy Syam

Penyempalan Besar-Besaran Para Anggota Organisasi Al Qa’idah Di Penjara Ha-ir Dan Pendeklarasian Bai’at Mereka Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

 

Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

 

 

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, keluarganya dan para sahabatnya semua.

 

Amma Ba’du:

Kami sebagaimana yang lain telah melihat dengan sangat disayangkan dan sangat prihatin statemen terakhir Doktor Aiman Adh Dhawahiriy di dalam pengucapan bela sungkawa atas kematian Abu Khalid As Suriy, maka kami mengetahui bahwa itu adalah  gosokan mematikan, yang demikian itu dikarenakan kami mengetahui bahwa Doktor itu adalah pimpinan tertinggi bagi organisasi Al Qa’idah dan pengganti bagi Al Imam Al Mujahid Syaikhul Islam Usamah Ibnu Ladin rahimahullah, dan kami sudah mengetahui Al Qa’idah sebelum kami bergabung ke dalamnya dan setelah kami bergabung di dalamnya bahwa ia itu pembela bagi kaum mu’minin mustadl’afin di seluruh belahan dunia lagi ia itu selalu berupaya untuk menegakkan kalimat Allah walaupun kaum musyrikin membencinya. Dan termasuk setelah datangnya Quraisy masa kini (Amerika) pada hari ini dengan segala koalisi dan persenjataannya untuk memerangi Allah dan hamba-hamba-Nya dan ingin menghapus menara Islam di muka bumi, maka Al Qa’idah melebarkan sayapnya dengan segala keteguhan dan keberanian dan memukul salibis serta menghinakannya di kampung halamannya sendiri, dan semua kami merasa bangga dengan kebergabungan kami ke dalam kafilah ini.

Namun hari ini kami dikagetkan dengan sikap Al Qa-dah dan pimpinan tertingginya yang ingin menikamkan belati di lambung Ahlul Islam sedangkan mereka itu sudah berada di depan Al Fathu Al Akbar (Penaklukan Terbesar) di zaman ini, yaitu penaklukan Baghdad dan pengembalian Khilafah Islamiyyah. Kami mendapatkan Doktor ini menghati-hatikan umat agar menjauhi Ahlul haq wat Tauhid wal Jihad dan malah mengajak untuk bergabung bahu membahu bersama Shahawat Syam, jama’ah-jama’ah kehinaan dan kenistaan dari kalangan Sururiyyah dan Jamiyyah yang merupakan antek-antek thawaghit dan para pelayan salib. Dan yang lebih parah dan lebih pahit dari itu adalah bahwa ia (Adh Dhawahiriy)

mencap mujahidin yang menghancurkan berhala, merobohkan pilar-pilar syirik, meluluh lantakan Rafidlah, dan membuat kaum salibis ketakutan (mencap mereka) sebagai anak cucu Ibnu Muljam,  sisa-sisa partai Bath serta para pelindung Yahudi. Ini sungguh bencana besar, keterpurukan yang dasyat dan demi Allah ini adalah keterasingan dien. Setelah dahulu Syaikh Usamah menyerukan Shahawat (Iraq) untuk bertaubat dari kemurtaddan dikarenakan mereka telah jatuh di dalam sikap membantu orang-orang kafir, namun kita hari ini malah mendapatkan Doktor Aiman meminta Shahawat agar terus meningkatkan penyerangannya terhadap mujahidin yang disifati dahulu oleh Syaikh Usamah: (Bahwa mereka itu bukan tergolong tipe orang-orang yang mau tawar-menawar atas dien ini dan ridla dengan solusi pertengahan atau yang bertemu dengan musuh di tengah perjalanan). Selesai.

Namun Doktor Aiman malah mencap mereka sebagai Khawarij dan bala tentara Ibnu Muljam, maka ini sungguh adalah keterasingan dien, dan semoga Allah merahmati Ibnu Al Mubarak saat mengatakan: (Ketahuilah wahai saudaraku bahwa kematian itu adalah kemuliaan bagi setiap muslim yang berjumpa dengan Allah di atas sunnah, karena sesungguhnya kita ini milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya, maka hanya kepada Allah kita mengadukan keterasingan kita, lenyapnya ikhwan, sedikitnya para penolong dan merebaknya bid’ah. Dan hanya kepada Allah kita mengadukan dasyatnya kejadian yang menimpa umat ini berupa lenyapnya sunnah dan mencuatnya berbagai bid’ah). Selesai.

Maka semoga Allah merahmati Syaikh Usamah dan membaguskan belasungkawa kami padanya.

Dulu kami di awal-awal tragedi-tragedi (Syam) itu pernah mengatakan bahwa perselisihan yang terjadi antara Tandhim Al Qa’idah dengan Daulah itu adalah perselisihan sesama ikhwan di dalam satu rumah, KEMUDIAN ternyata setelah berlalu waktu nampak jelas bahwa perselisihan itu adalah perselisihan ANTARA Manhaj Daulah yang kokoh lagi teguh di atas manhaj Salaf DENGAN manhaj organisasi Al Qa’idah yang mulai terpuruk dengan sebab penyepelean terhadap hakikat kebenaran. Di mana kerjasama dengan Sururiyyah dan penyepelean permasalahan tauhid serta pembiaran fenomena-fenomena kekafiran dengan dalih perangkulan simpati masyarakat, dan juga sikap pura-pura tidak melihat hal-hal kekafiran seperti membantu kaum musyrikin (dalam memerangi kaum muslimin) adalah mengharuskan kami untuk mengkaji dan meninjau ulang, sebagaimana yang dikatakan Syaikhul Islam rahimahullah: (Salaf dahulu saling berdiskusi di dalam suatu masalah dengan diskusi tukar pikiran, saling meminta pendapat dan saling menasehati, dan kadang pendapat mereka berbeda-beda di dalam suatu masalah keilmuan dan praktek amalan dengan tetap adanya keakraban, sikap saling menghargai dan ukhuwwah fiddien, Ya barangsiapa menyelisihi Al Kitab Al Mustabin dan As Sunnah yang masyhur atau apa yang sudah diijmakan oleh salaf dengan penyelisihan yang tidak diudzur di dalamnya, maka orang ini diperlakukan layaknya Ahli Bid’ah). Selesai 24/172.

Di samping kesalahan-kesalahan di dalam hal manhaj dan aqidah ini, kami mendapatkan bahwa Doktor Aiman itu serampangan di dalam memvonis hukum, di mana ia menuduh dan menvonis orang yang menyelisihi pendapatnya tanpa bukti dan tanpa kehati-hatian seraya menggugurkan semua aturan-aturan qadla (pemutusan) dengan sekedar aduan semata, dan semua ini terjadi sedangkan ia itu tidak diminta untuk memutuskan dan mengadili, semoga Allah merahmati salaf di mana mereka itu dahulu sangat menganggap besar urusan qadla dan fatwa bila mereka diminta, maka bagaimana bila mereka itu tidak diminta. Al Muzaniy berkata: (Saya suatu hari bertanya kepada Asy Syafi’iy tentang suatu masalah di dalam ilmu kalam, maka beliau mengatakan: Tanyalah aku tentang sesuatu yang bila aku salah di dalamnya maka kamu mengatakan di dalamnya: Kami sudah salah, dan jangan bertanya kepadaku tentang suatu yang bila aku salah di di dalamnya maka kamu mengatakan: Kamu telah kafir.). Selesai.

Maka perhatikanlah bagaimana sang doktor itu menuntut diadakan mahkamah mustaqillah yang dituntut juga oleh para thaghut dan para kaki tangan mereka dari kalangan ulama Sururiyyah, partai-partai dan kelompok-kelompok yang menyimpang. Mahkamah inilah yang kami rasakan kepahitannya di dalam penjara-penjara para thaghut, di mana kami digiring dan divonis di dalam persidangan palsu, di mana qadli, pendakwa dan dakwaan semuanya dari kantong para thaghut, mereka itu lawan dan pemutus hukuman, maka bagaimana sang doktor itu menyelarasi para thaghut termasuk di dalam tuntutan-tuntutan dan sarana-sarananya, wallahul musta’an.

Dulu sang Doktor itu di mata kami sangatlah agung, namun sekarang ia menjadi kecil di saat kami melihatnya menginjaki kaum mustadl-afin untuk mencapai tujuan-tujuan yang mencurigakan, di mana ia pura-pura menangisi darah Abu Khalid dan ia melupakan dan pura-pura tidak mengetahui darah (ratusan) anak-anak kami dan saudara-saudara kami yang ditikam khianat yang mana mereka itu keluar (untuk berjihad) terus mereka dibunuh dan ditawan oleh para pengkhianat.

Sang doktor ini telah menjadi kecil di mata kami setelah sikapnya terhadap tragedi-tragedi Syam dan keberpihakannya yang zalim di barisan bughat yang menyerang. Semoga Allah merahmati Al Barbahariy saat mengatakan: (Ketahuilah bahwa ilmu itu bukan dengan banyaknya periwayatan dan banyaknya kitab, namun orang alim itu adalah orang yang mengikuti Al Kitab dan As Sunnah walaupun dia itu sedikit ilmu dan kitab, sedangkan orang yang menyelisihi Al Kitab dan As sunnah maka dia itu ahli bid’ah walaupun dia itu banyak meriwayatkan (hadits) dan banyak kitab). Selesai.

Al Jauziy rahimahullah berkata: (Orang yang mengikuti atsar itu wajib dikedepankan walaupun umurnya muda lagi bukan bangsawan, sedangkan orang yang menyelisihi atsar maka ia wajib dijauhi walaupun dia itu berusia tua lagi bangsawan). Selesai.

Maka bagimana gerangan bila yang mengikuti atsar itu adalah orang yang bernasab mulia, imam, bangsawan yang berasal dari keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan beliau rahimahullah berkata di dalam risalahnya dalam Al Harf hal 216: (Dan barangsiapa yang menyimpang dari jalan yang benar dan melakukan negoisasi dengan Ahli bid’ah dan ahli kalam serta meninggalkan hadits dan pemegangnya, maka dia itu berhak untuk dihajr (dijauhi) dan ditinggalkan walaupun dia senior di dalam ilmu-ilmu itu). Selesai.

Alangkah indahnya apa yang dilakukan ikhwan kami di dalam Bai’at Khurasniyyah yang ditanda tangani oleh: Abu ubaidah Al Lubnaniy, Abu Al Muhannad Al Urdiniy, Abu Jarir Asy Syimaliy (Abu Tsair), Abu Al Huda As Sudaniy, Abdul Aziz (saudara sekandung syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy), Abu Abdillah Al Bunjabiy, Abu Anas Al Kurdiy, Abu Aisyah Al Qurthubiy, dan Abu Mush’ab At Tadlamuniy, di mana mereka telah bergabung kepada Al haq dan mengikuti salaf serta menjauhi Ahli Bid’ah yang mencampakkan ahlul haq lagi membelot kepada ahlul bathil.

As Sajziy berkata: (Dan sesungguhnya zaman yang di masa itu diterima ucapan orang yang membangkang kepada Allah Subhanahu dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi akal serta dia dengan sikap itu tetap dianggap sebagai imam; maka ia adalah zaman yang tidak ada faidah di dalamnya, wallahul musta’an). Selesai.

Dan kami sebagaimana yang lain telah melihat sikap ketidak wara’-an sang doktor di dalam statemennya yang terakhir, perniagaannya dengan darah umat, serta permainannya terhadap permasalahan umat, sedangkan ini adalah di antara bentuk keburukan bid’ah dan kejelasan sikap hasadnya lewat lontaran lidahnya terhadap Ahlul haq dari kalangan singa-singa Daulah Islamiyyah.

‘Anbasah Ibnu Sa’I’d Al Kala’iy berkata: (Tidaklah seseorang mengadakan suatu bid’ah kecuali dadanya bergejolak dengan kedengkian kepada kaum muslimin dan lenyap amanah di dalamnya. Nu’aim berkata: Maka Al Auza’iy mendengarnya dariku, maka ia berkata: Engkau mendengarnya dari ‘Anbasah? Saya berkata: Ya,” Ia berkata: Ia benar, dahulu kami sering berbincang-bincang bahwa tidaklah seseorang mengadakan suatu bid’ah kecuali dicabutlah sikap wara’nya). Selesai.

Maka lihatlah bagaimana orang ini (sang doktor) menjadi kecil setelah sebelumnya ia itu adalah imam, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Abdullah Ibnu Al Mu’taz rahimahullah berkata (wafat tahun 296): (Orang jahil itu adalah kecil walaupun dia itu syaikh (tua), dan orang alim itu adalah besar walaupun masih beliau). Selesai.

Dan sungguh saya telah mengingatkan Aiman dan memperhatikan siapa orang-orang yang akan tersesat oleh ulahnya dan bergabung dengan kelompok-kelompok yang membantu orang-orang kafir dan mencelupkan diri di dalam pengantekan untuk orang-orang kafir, sehingga orang itu binasa dengan sebab taqlid kepadanya, maka mana dien dan wara’ wahai Aiman, dan bagaimana kamu akan berjumpa dengan Allah dengan membawa darah-darah ahli tauhid.

Dari Abu Qilabah rahimahullah berkata: (Sesungguhnya Muslim Ibnu Yasar menyertainya ke Mekkah, maka ia berkata kepadaku -dan beliau menyebutkan fitnah- Sesungguhnya aku memuji Allah di hadapanmu bahwa aku tidak menembakkan satu panahpun di dalamnya dan tidak menusukkan tombak di dalamnya serta tidak memukulkan pedang di dalamnya. Dan berkata: Saya berkata wahai Abu Abdillah bagaimana dengan orang yang melihatpun berdiri di dalam barisan, sehingga ia berkata: Ini Muslim Ibnu Yasar demi Allah tidak berdiri di posisi ini kecuali dia itu di atas Al haq, terus orang itupun maju dan berperang sampai terbunuh, maka ia menangis dan menangis sampai aku berangan-angan andai aku ini tidak mengatakan sesuatupun kepadanya). Selesai.

Maka apakah anda melihat sang doktor itu menangisi orang yang telah tertipu dengan sikapnya, di mana orang itu berbaris di barisan antek yang menggembosi jihad lagi membantu orang-orang kafir (atas mujahidin) serta melakukan kerusakan di bumi, terus dia berperang sampai terbunuh sedang dia itu ingin mematikan cahaya Allah dan merobohkan menara Islam serta meredupkan fajar cahaya khilafah?!!

(Maka atas dasar itu sesungguhnya jihad kami dan keberangkatan kami meninggalkan ruma-rumah kami itu bukanlah demi tandhim atau jama’ah atau hizb akan tetapi demi meninggikan panji tauhid dan supaya ketundukan itu seluruhnya kepada Allah, dan kami berputar bersama Al Haq kemana saja ia berputar, tidak seperti mereka orang-orang yang berfanatik kepada panji-panji dan kelompok-kelompok itu).

Semoga Allah merahmati Sayyid Quthub saat membongkar apa yang bergejolak di jiwa mereka, beliau berkata: (Sesungguhnya mereka melupakan bahwa jihad di dalam Islam itu adalah jihad di jalan Allah, jihad untuk mengukuhkan uluhiyyah Allah di bumi dan mengusir para thaghut yang merampas kekuasaan Allah, jihad untuk membebaskan manusia dari penghambaan diri kepada selain Allah dan dari penghalang-halangannya dengan kekuatan dari ketundukan kepada Allah saja, dan untuk meninggalkan penghambaan diri kepada manusia (supaya tidak ada lagi fitnah (syirik) dan supaya ketundukkan itu seluruhnya kepada Allah) dan bahwa ia itu bukan jihad untuk memenangkan Allah atas manhaj-manhaj manusia dan bukan jihad untuk memenangkan kekuasaan suatu kaum atas kaum yang lain, akan tetapi ia itu adalah jihad untuk memenangkan kekuasaan Allah atas kekuasaan manusia, dan ia itu bukan jihad untuk mendirikan suatu kerajaan akan tetapi ia itu jihad untuk mendirikan kerajaan Allah di muka bumi. Dan saat mereka melupakan hakikat ini tentu mereka itu merasa ketakutan saat suatu manhaj bertolak untuk menghabisi semua manhaj yang ada dan umat bertolak untuk menaklukan semua umat). Selesai.

 

Maka atas dasar di atas maka sesungguhnya kami adalah sebagian dari ikhwan kalian yang ditawan di penjara Ha-ir juga pengikut dan ikhwan para panglima yang sudah syahid -nahsabuhum wallahu hasibuhum- Syaikhul Islam Abu Abdillah Usamah Ibnu Ladin, Abu Hafsh Al Mishriy, Abu Khabbab, Khalid Haaj, Syaikh Yusuf Al ‘Uyairiy, Abu Hajir Al Muqrin dan orang-orang lainnya yang tergabung dalam kafilah yang suci ini dari kalangan yang dahulu kami beramal bersama-sama dengan mereka terus Allah memberikan syahadah bagi mereka dan menetapkan penawanan bagi kami, dan sebagai bentuk penunaian amanah terhadap kafilah mubarakah dan sebagai bentuk kesabaran terhadap panjangnya jalan, maka kami mengumumkan penolakan kami terhadap kepemimpinan Doktor Aiman pada tandhim ini dan bahwa dia itu termasuk orang yang mengganti dan merubah jalan manhaj Al Imam Usamah dan manhaj ikhwan kami yang sudah syahid dan kami bersabar di atas jalan mereka. Sebagaimana apa yang dikatakan oleh Al Imam Al Auza’iy rahimahullah: (Bersabarlah dirimu terhadap sunnah dan berhentilah kami di saat mereka berhenti, dan katakanlah apa yang mereka katakan dan tahanlah dari apa yang mereka menahan darinya, dan tempuhlah jalan salaf-mu yang shalih, karena melapangkanmu apa yang telah lapang bagi mereka). Selesai.

 

Dan kami mengumumkan bai’at dan ketaatan kami kepada Amirul Mu’minin Al Imam Al Humam abu Bakar Al Baghdadiy, dan bahwa beliaulah Al Imam yang telah berjalan dan tidak merubah, dan beliaulah yang paling berhak terhadap Usamah dan ikhwannya daripada selainnya,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), juga orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 68).

Kami membai’atnya di atas syari’at Allah dan hukum-Nya sesuai kemampuan kami karena kami adalah mustadl’afin lagi ditawan. Dan sesungguhnya kami mengajak ikhwan kami di seluruh cabang Al Qa’idah untuk membai’at Amirul Mu’minin Abu Bakar dan untuk mengingkari kepemimpinan Doktor Aiman dan penyimpangannya, terutama ikhwan kami di Somalia, Yaman dan Maghrib Islamiy, dan semoga penaklukan terbesar yaitu penaklukan Baghdad insya Allah adalah penaklukan dan penyatuan kalimat dan barisan serta penitian di atas jalan para pendahulu dan juga penjagaan terhadap darah para syuhada. Dan kami mengajak ikhwah di Khurasan untuk bergabung dengan bai’ah khurasiniyyah dan berkumpul di sekelilingnya, dikarenakan para pencetus bai’at khurasniyyah (terhadap Daulah) itu adalah orang-orang yang kami kenal dan kami menganggapnya sebagai para petinggi dan syar’iyyin yang tidak bosan memberikan nasehat kepada kami dan kepada kalian. Dan kami mengajak keluarga-keluarga kami dan ikhwan kami Ahlussunnah di Syam dan Iraq untuk berkumpul di sekeliling Amir kita Amirul Mu’minin, bersabar bersamanya dan bersungguh-sungguh di dalam membelanya dan membela bala tentara Daulah Islam dan kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk hijrah ke Darul Islam dan pusat Khilafah insya Allah.

Dan kami mengajak kepada seluruh jama’ah-jama’ah di Syam untuk taubat kepada Allah dan menghentikan diri dari menerapkan konspirasi-konspirasi musuh di muka bumi dan dari membantu orang-orang kafir. Dan kami mengkhususkan kepada muhajirin yang berperang di bawah panji yang salah, kami katakan kepada mereka: Takutlah kalian kepada Allah dan perhatikanlah keadaan kalian, demi Allah sesungguhnya ia itu hanya satu nyawa, maka bagaimana kalian melenyapkan nyawa kalian sedangkan kalian berlumuran darah Ahlul Haq dan membantu orang-orang kafir dari kalangan para pengikut Jamal Ma’ruf, Jaisy Hurr, Jaisy Saluliy (bentukan Saudi) dan para pengikut Hakim Al Muthairiy serta partai-partai syirik di Kuwait. Demi Allah tidak akan manfaat bagi kalian penipuan Doktor Aiman Adh Dhawahiriy yang menjerumuskan kalian ke dalam pangkuan para thaghut dan Sururiyyah dalam rangka menerapkan agenda Barat.

Ya Allah kami telah menyampaikan, maka saksikanlah.

Dan kami akhiri dengan ucapan kami kepada bala tentara Daulah Islamiyyah di Iraq dan Syam: Takutlah kepada Allah wahai ikhwan, berjalanlah, berbahagialah dan optimislah, demi Allah kami tidak mengkhawatirkan atas kalian kefaqiran dan rasa takut serta penindasan, namun yang khawatirkan atas kalian adalah dunia. Dan sungguh-sungguhlah kalian di dalam mentaati Amirul Mu’minin dan membelanya serta berupaya dengan segala kemampuan untuk meninggikan kalimat Allah. Dan kami ikhwan kalian memohon kepada allah agar menyertakan kami dengan kalian serta memberikan pahala kepada kami dengan niat kami ini.

Wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Semoga shalawat dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan semua sahabatnya.

 

Penterjemah berkata: Selesai dialihbahasakan pada tanggal 12 Jumada Ats Tsaniyah 1435H oleh Abu Sulaiman Al Arkhabiliy di LP Kembang Kuning Nusakambangan.

 

[Syabab/millahibrahim]

Inilah sebuah bisikan [Special Untuk Muslimah]


Gambar

Sebuah Taujih dari Syaikh Kholid Rosyid ( FakkALLAH Asrah )
diterjemahkan oleh : Al Akh Syababul Ummah

——————————————-

Aku bisikkan kepada kedua telinga-mu wahai engkau (Wanita) yang sangat berharga…
Apakah engkau berharap memiliki karakter dari Huur ‘Iien (Bidadari) !!!
Serta apa yang disebutkan dari kebaikan dan kecantikan mereka (Para bidadari)
Aku katakan ..
Engkau (Wahai Wanita) Lebih Utama dari hal itu di Surga..
Aku katakan ..
Engkau (Wahai Wanita) Lebih Mulia/Utama dari hal itu di Surga..
Engkau telah dimuliakan atas para bidadari..
dengan Sholat dan Qiyam (Berdiri Menjalankan Perintah Alloh/Qiyamul-Layl)
Segala sifat para bidadari, engkau wahai wanita lebih utama darinya..
Beramal-lah bersama dengan para ‘Aaamilin…
Berkata Atho’ As-sulami kepada Malik bin Dinar :
‘’Wahai Abu yahya kami sangat merindukan..’

Ia Menjawab, Wahai Atho :
‘’Sesungguhnya di Surga ada bidadari yang dimana Ahlul Jannah saling membanggakan diri dengan kebaikannya..
Kalaulah tidak, Alloh ta’ala telah menetapkan bagi Ahlul-Jannah agar mereka tidak mati…
Sungguh mereka akan mati dengan kebaikan dan keelokkannya..
Tidaklah Atho berhenti dan berlarut dalam kesedihan dari apa yang Malik Ucapapkan..

Dari Yazid Ar-Raqqasyi, Ia berkata : ia menyampaikan kepadaku bahwa terdapat cahaya yang bersinar di surga,
Tidak akan sekali-kali sinar ini menetap di surga, kecuali masuk cahaya kedalamnya..

Kemudian ditanyakan, Apakah ini yang dimaksud?
dikatakan bahwa : Para Bidadari yang berseri/tertawa pada wajah suaminya..

Shalih berkata : Seorang lelaki berteriak pada sebuah akhir dari perkumpulan (Majlis)
Tidaklah ia berhenti berteriak sampai ia meninggal ditempatnya..

Dan Sungguh kami telah melihat kilat bercahaya..
mereka mulai bertanya tentangnya, siapakah yang berada di Jinaan (Jannah/surga)
maka dikatakan, inilah cahaya yang tembus dari sebuah lubang
di surga yang tinggi sebagaimana kalian saksikan..

Maka, bagaimana pendapatmu terhadap seorang wanita..
jika ia berseri-seri dihadapan suaminya, surga-pun menyinari atas sikap cerianya..

dan jika ia berpindah dari sudut ke sudut..
Kau katakan, matahari ini tengah bergeser dari peredarannya..

Jika suamianya hadir, sungguh amat sangat indah kehadiran itu..
Jika ia menggandeng-tangannya, sungguh kenikmatan rangkulan dan gandengan itu..

”Dan perbincangannya menipu tandu wanita..
tidaklah ia didalam jeruji karena membunuh muslim yang sedang menjaga diri..
jika-pun panjang, tidak akan terjadi walau pun terjadi..
Menolak pembicara karena ia meringkas pembicaraan..”

Dan jika ia bersenandung..
Sungguh menyejukkan pandangan dan penglihatan..

Jika ia jinak dan memberikan kenikmatan, sungguh bertepuk tangan atas keramahan dan kesenangan..

Jika ia menerima, tidak ada lagi sesuatu yang diinginkan dari penerimaan itu..
Jika ia memberi, maka tidak ada yang paling baik dan melezatkan kecuali pemberian itu..

Inilah…

Jika engkau bertanya tentang hari tambahan dan kunjungan Al-Aziz Al-hamid
terlihat wajahnya penuh buaian dari kesamaan dan persamaan..

Sebagaimana engkau melihat matahari dengan nyata/jelas…
dan bulan pada malam bulan purnama (Lailatul Badr)

Itulah sesuatu yang (ada) yang engkau saksikan..

 

Jama’ah Anshar Baitul Maqdis Nyatakan Gugurnya 6 orang Prajuritnya.. Allohu Akbar !


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bayaan Belasungkawa atas Gugurnya Para Pahlawan ”Malhamah (Pertempuran) Arab Sharks Balqlliopip

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Alloh, Rob Semesta alam.. Sholawat serta salam terlimpahkan kepada utusan mulia, diutus menebar rahmat kepada seluruh alam, kepada Keluarganya, para sahabatnya dan para Tabi’in .. Amma Ba’du :
Alloh Berfirman : Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup disisi Robnya dan mendapatkan Rezeki (Al-Imron 169)
Kembali Ummat Islam mendapatkan kabar gembiradan duka, atas syahidnya sekelompok para pemberani dari para pejuang dan pahlawan (Mujahidin) pada sebuah peperangan dari pertempuran tauhid,
diantara mereka itu ialah :

1. Pahlawan Mujahid/ Fahmy Abdul Rauf Muhammad (Abu Dujanah) Semoga Alloh menerimannya.

2. Singa Pemberani/ Samir Abdul Hakim (Abul Baroo) Semoga Alloh Menerimanya.

Kedua orang ini merupakan sosok yang tidak terpisahkan. Mencintai karena Alloh dan berpisah karena Alloh dalam hidup dan wafatnya, Mereka berdua meninggalkan keindahan dunia dan harta benda, keduanya berangkat untuk berjihad melawan nushairiyyah dibumi syam kemudian kembali berjihad melawan murtaddin di mesir, keduanya bagaikan dua buah pedang dari pedang-pedang Alloh yang membela islam dan orang-orang lemah.

3. Singa perkasa/Muhammad Muhsin ali muhammad (Abu Mush’ab) Penggelora peperangan, seorang lelaki yang menghantam mulut dan hidung thowaghit kedasar tanah, Ia dan saudara-saudaranya semoga Alloh menerima mereka.

4. Pejuang Mujahid/Muhammad Sayyid Mahmud Ahmad (Abu Mush’ab) Semoga Alloh menerimanya, pemilik kepribadian teguh nan baik, semoga Alloh menerimanya,

5. Pejuang Mujahid/Usamah Sa’id Abdul Aziz (Abu Umar) seorang ksatria penyergap. Semoga Alloh menerimanya

6 Pejuang Mujahid/Abdul Rauf Fahmy Abdul Rauf (Abu Muadz) Ialah seorang singa dari keturunan ayahnya, Ia berjihad bersama ayahnya, keduanya meraih syahadah bersama, semoga Alloh menerima keduanya.

Perjalanan panjang telah mereka tempuh dengan berbagai pertahanan dalam membela kehormatan kaum muslimin, jiwa-jiwa mereka dikorbankan untuk menjaga Dien (Islam) ini, kesyahidan pun mereka terima diatas kerumunan musuh-musuh Alloh yang telah memerangi mereka, sampai dating kekuatan dari Alloh ta’ala pada sebuah Ma’rokah (medan pertempuran) yang besar, dan peperangan dahsyat, semoga Alloh meneguhkan mereka, dan mengukirkan sejarah lewat darah dan jiwa mereka, sejarah akan memasukkan sebuah kemuliaan dan kenangan bagi generasi setelahnya

Alloh mengetahui keperkasaan dan keberanian yang ada dalam jiwa mereka, Mereka bersabar dalam berperang menghadapi 40 pasukan khusus (tempur) yang disertai tank lapis baja dan senjata-senjata berat sedangkan pada tangan mereka ialah senjata ringan dan sedikitnya amunisi, bagaikan 60 prajurit melawan 1 mujahid, akan tetapi mereka (mujahidin) memiliki senjata terbesar yaitu keimanan kepada Alloh yang maha kuat nan kokoh, mereka bertawakkal kepadaNya, dengannya mereka mampu mencerai beraikan, meledakkan dan menghalangi musuh-musuh Alloh sehingga musuh merasakan ketakutan, Tewas dalam pertempuran itu seorang kolonel,brigadir dari pihak tentara ‘pelayan’ dan pengkhianat, berikut sejumlah petugas tim pasukan khusus polisi yang memposisikan diri untuk melawan Alloh dan RosulNya,atas keutamaan Alloh-lah yang telah menjadikan ketakutan dalam diri mereka, kalaulah saudara kami (mujahidin) menghendaki untuk menghancurkan tempat secara keseluruhan dengan peledakan-peledakkan, sungguh mereka akan melakukannya, akan tetapi (mujahidin) menjaga darah yang tinggal menetap dari kalangan kaum muslimin, mereka tidak lakukan itu karena mereka berperang dengan aqidah dan dien untuk memmpertahankan islam dan kaum muslimin, peperangan berakhir membawa bekas kesyahidan dan kabar gembira, peperangan yang berlangsung kurang lebih 7 jam itu, menjadikan catatan bagi thowagit dan sebagai pelajaran yang mereka tidak akan melupakannya, seluruh (mujahidin) menerima kesyahidan .. Nahsabuhum wallohu hasiibuhum- mereka diterima tanpa ada hisab- InsyaAlloh, Kemarahan dan kebencian musuh meluap setelah adanya peristiwa ini, kesegaran dari tubuh saudara saudara kita (mujahidin) menjadikan pandangan bagi mereka, bagaikan menetapi posisi tinggi keberadaan saudara-saudara kami, semoga Alloh menerima mereka di tempat yang tinggi

‘Akar kehinaan ini tidak akan hilang kecuali dengan desingan peluru
dan kemerdekaan tidak akan menghampiri para petinggi kafir dan pelaku maksiat
Tanpa memercikkan darah, tidak mungkin terhapus kehinaan dari ujunngnya
Pesan kami untuk keluarga syuhada, bersabarlah, perhitungkanlah, seorang yang syahid, Ampunan baginya dari mula tetesan awal darah yang mengalir, tempat kembalinya ialah surga, terlepas dari fitnah kubur, memberikan syafaat kepada 70 kerabatnya, menikah bersama 70 bidadari, dipasangkan mahkota keindahan, tidak mendapatkan kesakitan sewaktu kematian sebagaimana gambaran saudara kalian ketika menggigit roti, mereka terbunuh dijalan Alloh, menerima (kesyahidan) sebagaimana yang mereka cita-citakan

Dan orang-orang yang gugur dijalan Alloh. Alloh tidak menyia-nyiakan amal-amal mereka,Alloh akan memberikan petunjuk kepada mereka dan memperbaiki kehidupan mereka, memasukkan mereka kedalam surga yang telah diperkenalkan kepada mereka.. (Muhammad 4-6)

Kami katakan ini kepada Para Thowaghit Dzholim, Musuh-Musuh Alloh dan RosulNya

Katakanlah (Muhammad): “tidak ada yang kalian tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersama kalian”.

Kami berperang diJalan Alloh, untuk menegakkan hukum syariat Alloh, membela dien Alloh, sedangkan kalian berperang diJalan Thogut, menegakkan undang-undang buatan (syirik) menjaga yahudi dan mengharap keridhoan salibis, terbunuhnya kami di Surga, matinya kalian di neraka, Allohlah pelindung kami, sedangkan kalian tidak memiliki pelindung sama sekali, Kami tidak sekali-kali akan tunduk, lemah lembut kepada kalian sampai Alloh memisahkan antara kami dan kalian

Alloh-lah yang akan memenangkan UrusanNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

Jama’ah Anshor Baitul Maqdis
22 Jumaadil Ula 1435 H
23 Maret 2014

Catatan :

Kami tidak memiliki akun resmi maupun tidak resmi di Media jejaring sosial
Kami tidak memiliki Email dan kami tidak berhubungan dengan berbagai akun jejaring resmi maupu tidak resmi
Kami peringatkan untuk semua, bahwa Rilisan pernyataan kami dan rilisan-rilisan kami lainnya di Update melalui Forum Shamikh Islam dan Forum Al-Fida Al Islamy, karena banyaknya kelompok yang mengkampanyekan pencitraan jelek terhadap pernyataan yang dimuat dalam akun jejaring sosial
Kami Ulangi seruan kami untuk Saudara kami di mesir untuk menjauhi kediamaan dan markaz-markaz keamanan serta polisi, supaya jiwaa-jiwa kalian pun terjaga.

 

Sumber : FP Forum Islam Al-Busyro

Pernyataan Penting: “Pengumuman Terkait Sikap Forum Shamukh Al Islam terhadap Peristiwa Yang Terjadi di Bumi Syam”


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah yang satu. Sholawat dan salam kepada yang diutus dengan pedang, membawa rahmat untuk seluruh alam, Muhammad Bin Abdullah. Dan kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Tujuh tahun telah berlalu dari kemunculan Forum Islam al Shamikh.

Tujuh tahun mencurahkan  pengorbanan.

Tujuh tahun tidak berubah dan berganti.

Tujuh tahun peperangan atas penggiringan dan rintangan setiap berbagai perlawanan dan kesulitan.

Tujuh tahun di mana kita telah kehilangan banyak saudara kita dan seluruhnya mengantisipasi diri. Ada yang menjadi tawanan dan melarikan diri, yang tersisa ialah seruan suara Ahlul Jihad untuk Ummat.

Tujuh tahun kami mendukung mujahidin dan berusaha menyatukan barisan tanpa membeda-bedakan diantara mereka.

Tujuh tahun memberikan nasihat dan bimbingan untuk para Anshor (Pendukung) Jihad.

Tujuh tahun dari jelasnya pandangan dan Manhaj.

Tujuh tahun berlalu, kami akan bekerja dengan semua kekuatan terbaik kami untuk bertahan menaungi, baaqiyah, InsyaAllah.

Dalam situasi dan kondisi yang diderita dan menimpakan kesedihan pada setiap Muwahhid di belahan bumi timur dan barat. Semua kejadian ini terjadi tatkala ummat sedang merasa nyaman terbaring dalam tidur mereka dan pecahnya hati nurani mereka.

Oleh karenanya, haruslah ada sikap untuk merubahnya!

Sikap yang diatasnya terdapat taufik dari Allah!

Sebuah sikap yang kita tidak menginginkannya, kecuali mengharap ridho Allah ta’ala, dengan memohon kepadaNya berupa panduan dan pengarahan.

Karenanya, kami di Forum Islam al Shamikh, mengumumkan hal-hal berikut ini:

Pertama, Allah berfirman, “Dan jika kalian berkehendak menolong Dien (Agama Allah) ini, maka bagi kalianlah pertolongan/ kemenangan.”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja  yang menelantarkan saudaranya di bumi, akan berkurang kehormatannya, akan tiada hal terlarangnya, kecuali Allah akan menelantarkannya pada sebuah tempat yang mencintai pembelaan untukNya, dan tidaklah dari kalangan kaum muslimin, membela saudaranya di sebuah negri, akan ada hal larangan Allah baginya, dan kehormatannya tidak hilang, kecuali Allah memberikan pertolongan bagi negri itu, yangmana Ia senang untuk menolongnya.”

Kami umumkan Nushroh dan dukungan kami untuk saudara-saudara kami di Daulah Islam Iraq dan Syam, semoga Allah menguatkannya.

Daulah itu, yangmana hari-hari ini telah berkumpul segala kekuatan kafir, munafik dan murtaddin untuk memeranginya, dan menelantarkannya baik dari jauh dan dekat. Kecuali siapa yang Allah rahmati.

Kedua,kami menguatkan kebenaran masyaikh dan para petinggi/ komandan-komandan kami atas kami. Kami khususkan untuk petinggi kami di Khurosan, semoga Allah menjaga mereka. Di sisi mereka Abu Abdurrahman Ayman adz Dzhowahiriy, semoga Allah menjaga dan memeliharanya.

Tidak berhak bagi seorangpun untuk menentang mereka dengan keburukan, mencela atau menolaknya. Siapa yang berbuat demikian, maka ia akan dikeluarkan dari forum ini dengan tanpa hormat.

Kita tidak mungkin akan meninggalkan Forum al Shumukh dengan banyaknya orang yang memiliki akhlak jelek, dan memanjangkan keburukannya atas petinggi Jihad.

Ketiga, kami berikan permulaan nasihat dan taujih kepada saudara-saudara kami di Jabhat al Nusrah. Pada hari ini kami melihat mereka melakukan sikap dan tindakan yang mana Allah pun tidak meridhoinya. Yakni dukungan mereka kepada kelompok-kelompok yang memerangi Daulah, baik dari kalangan Murtaddin dan Bughot atau perampok dan semisalnya.

Jabhat al Nusrah adalah saudara kami. Kami mengajak mereka kepada kebenaran, yang merupakan kewajiban bagi kami untuk memberikan petunjuk agar mereka bertaubat dari apa-apa yang mereka perbuat hari ini. Demi Allah, itu lebih kami cintai dari dunia dan seisinya.

Kami akan terus mendukung mereka dalam memerangi Nushairiyyah, sebagaimana yang dipinta oleh al Shamikh, dan tidaklah syaithon ada pada mereka. InsyaAllah.

Keempat, kami menekankan bahwa, mulai saat ini kami akan mencegah upaya melebarnya dan memancarnya permasalahan (perselisihan), kami menghargai setiap thread (postingan forum) yang berisikan seruan, nasihat dan kritik dengan bijak dan penuh adab.

Kelima, kami menyerukan kepada semua anggota kami khususnya, para Jurnalis senior untuk mengusahakan adanya rekonsiliasi/ perdamaian antar mujahidin dan mengajak mereka untuk menyatukan barisan.

Menyembuhkan keretakan dan perbedaan dalam memenuhi seruan Allah, jangan sampai larut dalam membela satu pihak atau jama’ah atau meninggikan yang lain. Sampai ia condong atas mereka, dengan kecondongan yang satu dan kalian dapat memolesnya.

Keenam, kami serukan kepada saudara-saudara kami di Daulah Islam Iraq dan Syam serta Jabhat al Nusrah untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah. Dan menyegerakan adanya pengadilan syar’i atas beberapa konflik dan pertentangan sesama mereka.

Dan kami menyerukan untuk menahan sebagian mereka kepada sebagiannya lagi. Demi Allah,  sesungguhnya kekafiran telah bosan karena cepatnya kelemahan masing-masing mereka untuk menerkam yang lain.

Ketujuh, kami mengajak sauudara-saudara kami yang jujur, umumnya prajurit Daulah dan Jabhat al Nusrah pada khususnya. Untuk memfokuskan diri meningkatkan penyerangan yang menargetkan musuh bersama.

Janganlah kalian jadikan pertikaian kalian menguntungkan musuh, jika telah nyata kemenangan atas musuh Allah itu akan memudahkan kalian untuk menyeleseikan sengketa. Dengan demikian berkumpulah kalian di atas al Haq disaat tiadanya pendukung fitnah.

Inilah yang bisa kami sampaikan, kami memohon kepada Alloh untuk memberikan taufiq kepada hamba-hambaNya yang jujur atas apa yang di cintai dan diridhoiNya, dan agar menjauhkan atas mereka kejahatan seluruh ciptaanNya, menolong jiwa-jiwa mereka atas musuh mereka, meneguhkan mereka di atas kebenaran yang nyata. Sesungguhnya Dia adalah pelindung dan berkuasa atasNya. Aaamin.. Walhamdulillahirobbil aalamin.

 

Kantor Forum Shumukh Al Islami

Penerjemah: Zahid Tasikistaniy

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.