JAWABAN TUNTAS ATAS SYUBHAT SEPUTAR JIHAD (1)


Jika mereka mengatakan apa jihad itu? Maka katakanlah
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, telah menjawab pertanyaan ini
dengan tegas ketika ada sahabat yang bertanya:
ِ ◌ ا َ ُّ أَي
َ ْله
ْ َض ْر
ِ أَف
َ ُ ج ة
َاَل  ا
ِ ل؟ ق
َ ْلج
و ا َ ق َل َ د ا ُها
َ
ِ م
َ ْ الج
َ ق َ ال  أَ َ اد؟ ُه
ُق
َ ْن تـ
ْ ُكَّف ِل
َ ات ال
َ لَ إ ا ِ ار
َ ذ
تـ
ْ
ي
ْ ق ِ
ُم
ه
َ ق َال َ
ِ أَ ا ُّي ف
ِ ْلج
َاد
ْ َض ه
َاَل  ُ أَف
َ ل؟ ق
َ م
َق
ْ ع
َ ن
َ ر
ج
َ
ُ و
َ اد أُ َه
َ هِر ْو
ْق
َ ي
د
ُ
م
ُ
ه
” Apakah hijroh itu?” Beliau menjawab,”Engkau meninggalkan amalan
jelek.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu hijroh bagaimanakah yang paling
utama itu?” Beliau menjawab,” Jihad.” Orang tersebut bertanya lagi,”Apakah
jihad itu?” Beliau menjawab,” Engkau memerangi orang kafir jika kamu
bertemu mereka.” Orang tersebut bertanya lagi,” Lalu bagaimanakah jihad
yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Siapa saja yang terluka kudanya
dan tertumpah darahnya”1
Hadits ini shohih diriwayatkan oleh Ahmad. Adapun lafadz yang
diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud berbunyi – dan riwayat ini Hasan — :
ُّ أي الجهاد أفضل؟ قال: من جاهد المشركین بماله ونفسه؟ قیل: فأي
قر جواده َ ُف القتل أ ؟ قال
من أُهریق دمه وع ُ شر : ُ
“Jihad apakah yang paling utama? Beliau menjawab: Orang yang berjihad
melawan orang-orang musyrik dengan harta dan jiwa raganya? Lalu beliau
ditanya lagi: Mati yang bagaimana yang paling mulia? Beliau menjawab Orang
yang tertumpah darahnya dan terbunuh kudanya.”
Dengan demikian maka harta yang banyak tidak bisa menggantikan
kedudukan jihad dengan jiwa dan raga, lalu bagaimana dengan orang yang
duduk belajar untuk mendapatkan harta atau membelah teluk ?.
Memang jihad itu bermacam-macam [Jihad dengan tombak, dengan harta,
dengan lisan dan tangan] kalau anda mau silahkan katakan Perang Harta dan
Perang Dakwah akan tetapi jika kata Perang jika diungkapkan secara lepas maka
menurut ‘urf ((kebiasaan) salafush sholih adalah : Jihad itu Perang. Perhatikanlah
ketika ibunda ‘Aisyah rodliyallohu ‘anha bertanya:
یا رسول االله: هل على النساء من جهاد؟
“Wahai Rosululloh, apakah wanita itu wajib berjihad ?”
Maka Rosululloh menjawab:
علیهن جهاد لا قتال فیه، الحج والعمرة
“Kaum Wanita wajib berjihad yang tidak pakai perang, yaitu haji dan
umroh.”
Hadits ini sanadnya Shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu
Khuzaimah. Sedangkan dalam riwayat Al-Bukhori berbunyi:
نرى الجهاد أفضل … الأعمال أفلا نجاهد؟
َ
“Kami melihat bahwa jihad itu amalan yang paling utama .. Apakah kami
tidak kami tidak berjihad ?…”
Dengan demikian ibunda ‘Aisyah memahami bahwa jihad itu perang
Dan apakah para sahabat ketika mengatakan:
ً
ً على الجهاد ما بقینا أبدا
نحن الذین بایعوا محمدا
Kamilah orang-orang yang berbai’at kepada Muhammad
Untuk berjihad selama kami masih hidup
Apakah yang mereka maksudkan bukan perang ?
Dan inilah yang difahami oleh para ulama’ sebagaimana yang disebutkan dalam
buku “ ‘Ibar Wa Bashoo’ir” karangan Syaikh Dr. Abdulloh ‘Azzam rohimahulloh
hal. 9 dan seterusnya:
” Empat imam madzhab bersepakat bahwasanya jihad adalah perang dan
tolong-menolong dalam berperang untuk menegakkan kalimatulloh:
1- Madzhab Hanafi:
Dalam kitab Fathul Qodir V/187 disebutkan: ” Jihad adalah mendakwahi
orang kafir kepada Dien yang benar dan memerangi mereka jika mereka tidak
mau.” Dan Imam Al-Kasani berkata dalam kitab Al-Bada’i’ VII/97: ,”
Mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan dalam berperang di jalan Alloh
dengan jiwa raga, harta dan lainnya.”
2- Madzhab Malikiy: Lihat kitab Aqrobul Masalik karangan Ad-Dardiir.
3- Madzhab Syafi’i:
Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqolani berkata,” Dan secara syar’i adalah
mengerahkan tenaga dalam memerangi orang-orang kafir.” VI/77 Darul Fikri
4- Madzhab Hambali:
“Memerangi orang-orang kafir.” Matholibu Ulin Nuha II/497. Juga dalam
kitab ‘Umdatul Fiqhi Wa Muntahal Irodah disebutkan: “Jihad adalah perang
dengan mengerahkan segala kemampuan untuk meninggikan kalimatulloh.”
Selesai penukilan dari Syaikh Abdulloh Azzam dengan sedikit perubahan.
Ibnu Rusyd berkata dalam kitabnya Muqoddimat I/369: ,” Dan Jihadus
Saif adalah memerangi orang-orang musyrik berlandaskan Dien. Maka setiap
orang yang berpayah-payah karena Allah berarti telah berjihad di jalan Allah.
Namun sesungguhnya jihad fi sabilillah kalau diungkapkan secara lepas maka tidak ada maksud lain selain memerangi orang kafir dengan pedang sampai
mereka masuk Islam atau membayar jizyah dalam keadaan hina.”
Dengan kasus lain: sesungguhnya orang yang meninggalkan perkara-
perkara yang haram disebut sebagai “Sho’im” karena dia shoum2 dari perkara-
perkara yang diharamkan. Tapi apakah berarti dia dibebaskan dari shoum yang
asli (menurut pengertian syar’ii- pent.) yaitu shoum Romadlon??!! Sedangkan
Alloh telah mengatakan:
القتال علیكم كتبُ “Telah diwajibkan kepada kalian berperang.”
Sebagaimana Alloh juga telah mengatakan:
تب علیكم الصیام ُك
“Telah diwajibkan kepada kalian shoum.”
أفتؤمنون ببعض الكتاب وتكفرون ببعض
Apakah kalian beriman dengan sebagian isi kitab dan kalian
mengkafiri sebagian yang lain.?
Ada lagi golongan yang hanya ingi memalingkan makna jihad, mereka
mengatakan: “Kami ini sedang berjihad.”!! Untuk membenarkan qu’uud mereka
dari jihad. Namun setelah engkau lihat aktifitas kehidupan mereka, rupanya
mereka adalah seorang pegawai yang bekerja untuk menghidupi keluarganya,
yang lain lagi sebagai pedagang, yang lain lagi sebagai buruh, yang lain lagi
sebagai petani, yang lain lagi sedang belajar di kuliyah syari’ah … atau
kedokteran atau perekonomian atau ilmu politik .. semuanya memandang
dirinya sebagai mujahid dan masing-masing boleh untuk qu’uud dari
perang! .. Ya, sebagai mujahid ! sedangkan dia di negerinya makan, minum dan
mengajar atau bekerja. Bahkan ada yang tidak tahu malu, ia menganggap
bahwa yang sedang dia lakukan itu lebih baik dari pada perang itu sendiri!
Orang-orang yang kacau pemikirannya dan menyelewengkan (makna jihad) itu
harus diberikan tambahan penjelasan dari Al-Qur’an. As-Sunnah dan siroh
Tabi’iin:
2- Jika mereka mengatakan: Kenapa kamu mengobarkan semangat untuk
berperang sekarang … Untuk apa keluar berjihad, karena zaman kita lain
dengan zaman mereka, dan setiap zaman itu ada fuqoha’nya sendiri. Cukup
sebagai alasan kita adalah kebanyakan – kalau tidak kita katakan semua — para
ulama’ dan para reformis yang mempunyai kesadaran tidak keluar untuk
(berjihad). Apakah masuk akal mereka semuanya berdosa. Sedangkan kamu
berada di medan (perang) sendirian! Karena jihad pada hari ini tidak
menggunakan pedang dan pisau akan tetapi dengan kebudayaan; dan kita harus
melakukan I’dad Imani dan belajar ilmu syar’ii serta mengajarkannya kepada
manusia sebelum bertempur karena kebodohan dan lemahnya kesadaran
sudah sangat merajalela dikalangan manusia; oleh karena itu kobarkanlah
semangat pada manusia agar melakukan hal ini (I’dad imani-pent.) dan juga
untuk berdakwah, tashfiyah, tarbiyah dan membantah syubhat-syubhat musuh, dan juga kobarkanlah semangat untuk belajar ilmu perekonomian, ilmu
falsafat, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu tentang media massa, ilmu komunikasi,
ilmu pertanian, ilmu perdagangan, ilmu industri, ilmu kedokteran, ilmu
arsitektur, ilmu perturisan, ilmu teknologi, ilmu ‘ashronah dan ilmu-ilmu
semacam itu! Karena ini semua adalah jihad dan kita harus memiliki bangunan
bawah tanah sebelum berperang!
Maka katakanlah kepada mereka:
1- Akan tetapi Al-Jabbaar (Alloh) memerintahkan dari atas langit yang
ketujuh kepada NabiNya:
َ یا ِّرض المؤمنین على القتال
أیها النبي ح
“Wahai Nabi, kobarkanlah semangat kaum muslimin untuk berperang.”
Pada waktu kamu malah melemahkan semangat untuk berperang, dan
supaya kamu dapat menipu orang-orang yang lemah imannya kamu mengaku
sedang menyiapkan perang, padahal kenyataannya kamu dusta!
Bukankah Robb kita telah mengatakan kepada kita:
َ فق ِّ ك وحرض ا
َّ ُف إلا نفس
اتل في سبیل االله لا ت لمؤمنین … ُ َكل
“Maka berperanglah di jalan Alloh, kamu tidak dibebani (diperintah)
kecuali (kewajibanmu) sendiri dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman
…”
Dan Alloh tidak mengatakan: Maka belajarlah kamu perekonomian atau
arsitektur meskipun kamu sendirian!
Bukankah Robb kita telah memerintahkan kita:
ْ َب فإ الرقاب
َ َضر
ذا لقیتم الذین كفروا ف
“Maka jika kalian bertemu dengan orang-orang kafir, penggallah leher
mereka.” ??
Dan Alloh Tabaraka wa Ta’ala tidak mengatakan: maka adakanlah
pengajian dan forum-forum untuk menolak syubhat-syubhat … atau kalian
belum berjumpa dengan orang-orang kafir?!
ْ فا
َد
ُ قتلوا المشركین حیث و موهم َج
ت
“Maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian jumpai
mereka.”
_____________________________________
1- HR.Ahmad 4/114 dengan sanad shohih no:17152 hal:1225, mempunyai syawahid dan
dishahihkan syaikh Al Albani dalam Silsilah Ahadits al Shahihah no. 551 jilid 2/92.

2 – Shoum secara bahasa artinya menahan diri. Pent.

Surat Jihadis asal AS untuk Pamella Geller


Bismillah Ar Rahman Ar
Rahim
“The New Era”
Untuk saudara-saudara yang berjuang untuk
Allah , kami berdoa untuk Anda dan meminta
Allah untuk membimbing peluru Anda,
membuat musuh Anda gentar , dan membuat
Anda berjaya di Tanah kalian. Seperti apa
yang dikatakan saudara kita yang mulia di
Filipina dalam Bayannya, “ini adalah Golden
Era, setiap orang yang beriman sedang
berjalan untuk Shahidnya”.
Serangan oleh Daulah Islam di Amerika
hanyalah awal dari upaya kami untuk
membangun wilayah di jantung musuh kita.
Tujuan kami adalah  Pamela Geller dan untuk
menunjukkan bahwa kita tidak peduli apa  dia
bersembunyi di langit atau apa yang
melindungi dirinya; kami akan mengirimkan
semua harimau kami untuk mencapai
pembunuhannya. Ini akan menyembuhkan hati
saudara-saudara kita dan membubarkan
orang-orang mereka di belakangnya. Dan bagi
mereka yang melindunginya (Pamela), ini
akan menjadi peringatan bagi anda yang
menyediakan tempat pada pertunjukan sirkus
nya. Setiap orang yang mengakomodasi acara
itu, memberinya sebuah platform untuk
membiarkan sampahnya adalah target yang
sah bagi kami . Kami telah mengamati siapa
yang hadiri acara ini dan para penembak dari
saudara-saudara kita. Kami tahu bahwa
target dilindungi. Tujuan kami adalah untuk
menunjukkan betapa mudahnya kita
memberikan hidup kami untuk ridho Allah.
Kami memiliki 71 tentara yang terlatih di 15
negara yang berbeda siap untuk menyerang
setiap sasaran yang kita inginkan. Dari 71
tentara yang terlatih 23 telah mendaftar untuk
misi seperti kejadian hari Minggu itu , Kami
meningkatkan jumlahnya sesuai ijin Allah .
Dari 15 negara bagian, 5 telah kami pilih …
Virginia, Maryland, Illinois, California, dan
Michigan. Orang-orang kafir yang menembak
saudara-saudara kami, berpikir bahwa Anda
membunuh seseorang yang tidak terlatih,
sekali kali tidak !
Enam bulan ke depan akan menjadi lebih
menarik, Amirul Mukminin berdoa bagi kami
untuk berkuasa atas kalian , Semoga Allah
sungkurkan wajah Anda.
Semoga Allah membawa kesejahteraan dan
barokahNya pada Nabi Muhummad SAW dan
semua orang yang mengikutinya hingga akhir
zaman.
Abu Ibrahim Al Ameriki

( eramuslim.com/thoriquna.wordpress.com)

Risalah Dari Nusakambangan : Kritik Dan Bantahan Untuk Majalah “Al-Waie” Tentang ISIS


Dari Tawanan di Penjara Pusat Aleppo Untuk Amir Daulah Islam


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar

Dari Para Tawanan -Al-Mustadh’afin – kepada Amirul Mukminin

Assalamu’alaykum Warahmatulloh Wabarakatuh

Kami memohon kepada Allah, agar Dia menjaga kalian, mengangkat kedudukan kalian, memenangkan kalian atas musuh-musuh Allah  dan memberikan Tamkin (kekuasaan) bagi kalian di bumiNya, ridho atas keberadaan kalian serta Allah memasukkan kalian ke dalam surgaNya yang luas. Amma Ba’du.

Kami tidak mengetahui jika untaian kalimat  ini akan sampai ke telinga kalian. Akan tetapi kami tahu, jika petikan kalimat ini tersampaikan maka engkaulah orang-nya yang akan memberikan solusi inti atas masalah.

Kami katakan dengan memohon perlindungan Allah ta’ala, kami adalah putera-putera kalian di penjara Halab (Aleppo). Para tawanan yang disandera oleh Thowagit, kami terbelenggu atas dasar paksaan dan digiring dengan hina, berbulan-bulan kami mengalami kepahitan hidup dan kamipun terkepung.

Sesuatu yang melanda kami ialah fitnah, apakah kalian rela atas kejadian ini wahai Amirul Mukminin kami, apakah kalian ridho kami mati kelaparan dan himpitan kesedihan.

Kami tengah dijadikan mainan oleh tangan-tangan Nushairiyah, apakah kalian merasakan musibah yang kami alami? Pengusiran, pembunuhan, siksaan dan malapetaka, tidak ada yang menolong dan membantu kecuali Allah.  Cukuplah Rabb-mu (Allah) sebagai pemberi petunjuk dan penolong.

Kami-pun tengah dijadikan mainan di bawah tangan faksi-faksi yang  mengaku beramal/ beroperasi untuk membebaskan kami, tidaklah demikian itu kecuali sebagai tempat dagangan darah-darah kami, peperangan yang hanya angan-angan semata, persiapan media, pengkhianatan terbuka dan beberapa penyerangan yang mengakibatkan kerugian besar didalamnya.

Kami telah kehilangan orang-orang tercinta, kepedihan yang terus-menerus terasa, dimanakah kalian dari kejadian-kejadian ini? Kenapa kami belum melihat kalian di sebuah tempat yang akan mengembalikan hidup kami dan tidak menyelisihi kami. Bukankah menolong kami bagian dari peran utama Daulah?

Udzur apa yang kalian miliki? Allah telah memerintahkan kalian dalam sebuah ayatnya,

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا

Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang semuanya berdoa, “Ya Rob kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu. (An Nisa 75)

Al-Qurtubi berkata, “Ayat tersebut mengandung kemurnian kaum lemah yang tengah menimpa mereka lewat tangan-tangan kafir dan musyrikin, mereka menimpakan dengan siksaan yang keras dan menjadikan fitnah atas Dien yang mereka emban, Allah ta’ala mewajibkan jihad untuk meninggikan kalimat Allah, meng-Idzhar-kan DienNya, menolong kaum lemah dari hamba-hambaNya walapuun nyawa menjadi taruhannya, sebagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahulloh mengatakan, ’Membebaskan tawanan (muslim) bagian dari kewajiban agung/besar)’ “

Tidak ada Udzur bagi kalian, Allah telah memuliakanmu wahai Amirul Mukminin dengan ribuan prajurit, senjata dan perlengkapan tempur baik ringan maupun berat, bukankah kami yang paling berhak dikerahkan segalanya (hal yang mahal) termasuk jiwa dan persenjataannya untuk menjadi pengorbananan di jalanNya ??

Wallahi, kami tidak mengabarkan ini kepada kalian kecuali, kalianlah yang paling intens membebaskan tawanan dan menggempur penjara (thogut).

Bagaimana tidak, Kakekmu wahai Amirul Mukminin (kakek Amirul Mukminin Daulah Islam adalah Rasulullah) -baginya sholawatulloh dan salam bersabda, “Faakul ‘aanyy (bebaskanlah tawanan)”, dan kami bukanlah hanya tawanan, bahkan bagaikan orang mati dengan ruh yang terkubur, kami dikubur dan kami dalam keadaan hidup, tidak ada makanan, tidak pula obat-obatan, kematian di setiap tempat.

Apakah kalian rela akan hal ini wahai Syaikh kami ? Kami meminta kalian – Billah- agar kalian menolong kami,  datang kemarilah kalian, hancurkanlah penjara di atas kepala-kepala kami dan kepala Nushairiyah.

Cukuplah bagi kami kehinaan dan kerendahan ini.  Wahai Syaikh kami, bukankah kalian Daulah Islam Iraq dan Syam??!

Wahai para singa-singa Daulah, sesungguhnya saudara kalian di Iraq, mereka menolong dan membebaskan tawanan -kaum muslimin-,  mereka kerahkan segala usaha berharga, ruh-ruh mereka murah harganya untuk keta’atan akan perintah Alloh,  maka apakah yang tengah menimpa kalian wahai singa-singa Daulah di bumi Syam , kalian telah meninggalkan saudara-saudara kalian yang lemah…!!!

Wallahi, bukankah mereka itu prajurit-prajuritmu wahai syaikhuna al Karroor (Syaikh yang selalu melakukan penyerangan). Bumi menyeru  kalian dan penjara Aleppo-pun memanggil kalian, para aser dan aseerat (tawanan wanita dan laki-laki) Aleppo menunggu kehadiran kalian, segeralah menjawab seruan itu.

Angkatlah musibah kami wahai Syaikh kami, para tawanan mengatakan kepadamu (wahai Amir) di belakang jeruji besi, mereka menunggu singa-singa Daulah, engkau (wahai Syaikh dan Daulah) adalah mimpi dan harapan pertama kami setelah Allah Ta’ala yang tidaklah sekali-kali akan menelantarkan mereka.

Maka marilah.. Berlanjutlah di atas barokah Allah,  hancurkanlah tembok penjara,  robohkanlah dinding-dindingnya, bunuhlah para penolong Bashar Assad, merdekakanlah para tawanan, sungguh kami telah mengetahui kejujuran janji-janji dan keberanian prajurit-prajurit Daulah Islam.

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ

Jika Allah menolong kalian, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kalian

Kami haturkan ‘Jazakumullah, dari kami dan kaum muslimin atas setiap kebaikan,

Wassalamu’alaykum warahmatulloh wabarakatuh

Manakah Hukum yang Lebih Baik selain Hukum Alloh??!


Departemen Al-Furqon Media Merilis berbagai aktifitas Pengadilan Syari’at Daulah Islam Iraq dan Syam, serta kemenangan Syariat dihati kaum muslimin, kepuasaan hati kaum muslimin (Bumi Suriah) atas pelayanan yang syar’i oleh Mujahidin Daulah.

Ditengah-tengah ketiadaan hukum Alloh tegak di bumi ini, Alhamdulillah, Alloh Karuniakan Saudara-saudara kami di belahan bumi Irak dan Syam mengatur kehidupan manusia dengan Syari’at

Daulah Islam Baaqiyah wa Tamaddad

[Syabab]

Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam


Gambar

 

 Bai’at Para Tawanan Penjara Ha-ir Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

Al Bai’ah Al Haiyiriyyah Li Ad Daulah Al Islamiyyah Fi Al ‘Iraq Wa Asy Syam

Penyempalan Besar-Besaran Para Anggota Organisasi Al Qa’idah Di Penjara Ha-ir Dan Pendeklarasian Bai’at Mereka Kepada Daulah Islamiyyah Di Iraq Dan Syam

 

Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

 

 

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, keluarganya dan para sahabatnya semua.

 

Amma Ba’du:

Kami sebagaimana yang lain telah melihat dengan sangat disayangkan dan sangat prihatin statemen terakhir Doktor Aiman Adh Dhawahiriy di dalam pengucapan bela sungkawa atas kematian Abu Khalid As Suriy, maka kami mengetahui bahwa itu adalah  gosokan mematikan, yang demikian itu dikarenakan kami mengetahui bahwa Doktor itu adalah pimpinan tertinggi bagi organisasi Al Qa’idah dan pengganti bagi Al Imam Al Mujahid Syaikhul Islam Usamah Ibnu Ladin rahimahullah, dan kami sudah mengetahui Al Qa’idah sebelum kami bergabung ke dalamnya dan setelah kami bergabung di dalamnya bahwa ia itu pembela bagi kaum mu’minin mustadl’afin di seluruh belahan dunia lagi ia itu selalu berupaya untuk menegakkan kalimat Allah walaupun kaum musyrikin membencinya. Dan termasuk setelah datangnya Quraisy masa kini (Amerika) pada hari ini dengan segala koalisi dan persenjataannya untuk memerangi Allah dan hamba-hamba-Nya dan ingin menghapus menara Islam di muka bumi, maka Al Qa’idah melebarkan sayapnya dengan segala keteguhan dan keberanian dan memukul salibis serta menghinakannya di kampung halamannya sendiri, dan semua kami merasa bangga dengan kebergabungan kami ke dalam kafilah ini.

Namun hari ini kami dikagetkan dengan sikap Al Qa-dah dan pimpinan tertingginya yang ingin menikamkan belati di lambung Ahlul Islam sedangkan mereka itu sudah berada di depan Al Fathu Al Akbar (Penaklukan Terbesar) di zaman ini, yaitu penaklukan Baghdad dan pengembalian Khilafah Islamiyyah. Kami mendapatkan Doktor ini menghati-hatikan umat agar menjauhi Ahlul haq wat Tauhid wal Jihad dan malah mengajak untuk bergabung bahu membahu bersama Shahawat Syam, jama’ah-jama’ah kehinaan dan kenistaan dari kalangan Sururiyyah dan Jamiyyah yang merupakan antek-antek thawaghit dan para pelayan salib. Dan yang lebih parah dan lebih pahit dari itu adalah bahwa ia (Adh Dhawahiriy)

mencap mujahidin yang menghancurkan berhala, merobohkan pilar-pilar syirik, meluluh lantakan Rafidlah, dan membuat kaum salibis ketakutan (mencap mereka) sebagai anak cucu Ibnu Muljam,  sisa-sisa partai Bath serta para pelindung Yahudi. Ini sungguh bencana besar, keterpurukan yang dasyat dan demi Allah ini adalah keterasingan dien. Setelah dahulu Syaikh Usamah menyerukan Shahawat (Iraq) untuk bertaubat dari kemurtaddan dikarenakan mereka telah jatuh di dalam sikap membantu orang-orang kafir, namun kita hari ini malah mendapatkan Doktor Aiman meminta Shahawat agar terus meningkatkan penyerangannya terhadap mujahidin yang disifati dahulu oleh Syaikh Usamah: (Bahwa mereka itu bukan tergolong tipe orang-orang yang mau tawar-menawar atas dien ini dan ridla dengan solusi pertengahan atau yang bertemu dengan musuh di tengah perjalanan). Selesai.

Namun Doktor Aiman malah mencap mereka sebagai Khawarij dan bala tentara Ibnu Muljam, maka ini sungguh adalah keterasingan dien, dan semoga Allah merahmati Ibnu Al Mubarak saat mengatakan: (Ketahuilah wahai saudaraku bahwa kematian itu adalah kemuliaan bagi setiap muslim yang berjumpa dengan Allah di atas sunnah, karena sesungguhnya kita ini milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya, maka hanya kepada Allah kita mengadukan keterasingan kita, lenyapnya ikhwan, sedikitnya para penolong dan merebaknya bid’ah. Dan hanya kepada Allah kita mengadukan dasyatnya kejadian yang menimpa umat ini berupa lenyapnya sunnah dan mencuatnya berbagai bid’ah). Selesai.

Maka semoga Allah merahmati Syaikh Usamah dan membaguskan belasungkawa kami padanya.

Dulu kami di awal-awal tragedi-tragedi (Syam) itu pernah mengatakan bahwa perselisihan yang terjadi antara Tandhim Al Qa’idah dengan Daulah itu adalah perselisihan sesama ikhwan di dalam satu rumah, KEMUDIAN ternyata setelah berlalu waktu nampak jelas bahwa perselisihan itu adalah perselisihan ANTARA Manhaj Daulah yang kokoh lagi teguh di atas manhaj Salaf DENGAN manhaj organisasi Al Qa’idah yang mulai terpuruk dengan sebab penyepelean terhadap hakikat kebenaran. Di mana kerjasama dengan Sururiyyah dan penyepelean permasalahan tauhid serta pembiaran fenomena-fenomena kekafiran dengan dalih perangkulan simpati masyarakat, dan juga sikap pura-pura tidak melihat hal-hal kekafiran seperti membantu kaum musyrikin (dalam memerangi kaum muslimin) adalah mengharuskan kami untuk mengkaji dan meninjau ulang, sebagaimana yang dikatakan Syaikhul Islam rahimahullah: (Salaf dahulu saling berdiskusi di dalam suatu masalah dengan diskusi tukar pikiran, saling meminta pendapat dan saling menasehati, dan kadang pendapat mereka berbeda-beda di dalam suatu masalah keilmuan dan praktek amalan dengan tetap adanya keakraban, sikap saling menghargai dan ukhuwwah fiddien, Ya barangsiapa menyelisihi Al Kitab Al Mustabin dan As Sunnah yang masyhur atau apa yang sudah diijmakan oleh salaf dengan penyelisihan yang tidak diudzur di dalamnya, maka orang ini diperlakukan layaknya Ahli Bid’ah). Selesai 24/172.

Di samping kesalahan-kesalahan di dalam hal manhaj dan aqidah ini, kami mendapatkan bahwa Doktor Aiman itu serampangan di dalam memvonis hukum, di mana ia menuduh dan menvonis orang yang menyelisihi pendapatnya tanpa bukti dan tanpa kehati-hatian seraya menggugurkan semua aturan-aturan qadla (pemutusan) dengan sekedar aduan semata, dan semua ini terjadi sedangkan ia itu tidak diminta untuk memutuskan dan mengadili, semoga Allah merahmati salaf di mana mereka itu dahulu sangat menganggap besar urusan qadla dan fatwa bila mereka diminta, maka bagaimana bila mereka itu tidak diminta. Al Muzaniy berkata: (Saya suatu hari bertanya kepada Asy Syafi’iy tentang suatu masalah di dalam ilmu kalam, maka beliau mengatakan: Tanyalah aku tentang sesuatu yang bila aku salah di dalamnya maka kamu mengatakan di dalamnya: Kami sudah salah, dan jangan bertanya kepadaku tentang suatu yang bila aku salah di di dalamnya maka kamu mengatakan: Kamu telah kafir.). Selesai.

Maka perhatikanlah bagaimana sang doktor itu menuntut diadakan mahkamah mustaqillah yang dituntut juga oleh para thaghut dan para kaki tangan mereka dari kalangan ulama Sururiyyah, partai-partai dan kelompok-kelompok yang menyimpang. Mahkamah inilah yang kami rasakan kepahitannya di dalam penjara-penjara para thaghut, di mana kami digiring dan divonis di dalam persidangan palsu, di mana qadli, pendakwa dan dakwaan semuanya dari kantong para thaghut, mereka itu lawan dan pemutus hukuman, maka bagaimana sang doktor itu menyelarasi para thaghut termasuk di dalam tuntutan-tuntutan dan sarana-sarananya, wallahul musta’an.

Dulu sang Doktor itu di mata kami sangatlah agung, namun sekarang ia menjadi kecil di saat kami melihatnya menginjaki kaum mustadl-afin untuk mencapai tujuan-tujuan yang mencurigakan, di mana ia pura-pura menangisi darah Abu Khalid dan ia melupakan dan pura-pura tidak mengetahui darah (ratusan) anak-anak kami dan saudara-saudara kami yang ditikam khianat yang mana mereka itu keluar (untuk berjihad) terus mereka dibunuh dan ditawan oleh para pengkhianat.

Sang doktor ini telah menjadi kecil di mata kami setelah sikapnya terhadap tragedi-tragedi Syam dan keberpihakannya yang zalim di barisan bughat yang menyerang. Semoga Allah merahmati Al Barbahariy saat mengatakan: (Ketahuilah bahwa ilmu itu bukan dengan banyaknya periwayatan dan banyaknya kitab, namun orang alim itu adalah orang yang mengikuti Al Kitab dan As Sunnah walaupun dia itu sedikit ilmu dan kitab, sedangkan orang yang menyelisihi Al Kitab dan As sunnah maka dia itu ahli bid’ah walaupun dia itu banyak meriwayatkan (hadits) dan banyak kitab). Selesai.

Al Jauziy rahimahullah berkata: (Orang yang mengikuti atsar itu wajib dikedepankan walaupun umurnya muda lagi bukan bangsawan, sedangkan orang yang menyelisihi atsar maka ia wajib dijauhi walaupun dia itu berusia tua lagi bangsawan). Selesai.

Maka bagimana gerangan bila yang mengikuti atsar itu adalah orang yang bernasab mulia, imam, bangsawan yang berasal dari keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan beliau rahimahullah berkata di dalam risalahnya dalam Al Harf hal 216: (Dan barangsiapa yang menyimpang dari jalan yang benar dan melakukan negoisasi dengan Ahli bid’ah dan ahli kalam serta meninggalkan hadits dan pemegangnya, maka dia itu berhak untuk dihajr (dijauhi) dan ditinggalkan walaupun dia senior di dalam ilmu-ilmu itu). Selesai.

Alangkah indahnya apa yang dilakukan ikhwan kami di dalam Bai’at Khurasniyyah yang ditanda tangani oleh: Abu ubaidah Al Lubnaniy, Abu Al Muhannad Al Urdiniy, Abu Jarir Asy Syimaliy (Abu Tsair), Abu Al Huda As Sudaniy, Abdul Aziz (saudara sekandung syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy), Abu Abdillah Al Bunjabiy, Abu Anas Al Kurdiy, Abu Aisyah Al Qurthubiy, dan Abu Mush’ab At Tadlamuniy, di mana mereka telah bergabung kepada Al haq dan mengikuti salaf serta menjauhi Ahli Bid’ah yang mencampakkan ahlul haq lagi membelot kepada ahlul bathil.

As Sajziy berkata: (Dan sesungguhnya zaman yang di masa itu diterima ucapan orang yang membangkang kepada Allah Subhanahu dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi akal serta dia dengan sikap itu tetap dianggap sebagai imam; maka ia adalah zaman yang tidak ada faidah di dalamnya, wallahul musta’an). Selesai.

Dan kami sebagaimana yang lain telah melihat sikap ketidak wara’-an sang doktor di dalam statemennya yang terakhir, perniagaannya dengan darah umat, serta permainannya terhadap permasalahan umat, sedangkan ini adalah di antara bentuk keburukan bid’ah dan kejelasan sikap hasadnya lewat lontaran lidahnya terhadap Ahlul haq dari kalangan singa-singa Daulah Islamiyyah.

‘Anbasah Ibnu Sa’I’d Al Kala’iy berkata: (Tidaklah seseorang mengadakan suatu bid’ah kecuali dadanya bergejolak dengan kedengkian kepada kaum muslimin dan lenyap amanah di dalamnya. Nu’aim berkata: Maka Al Auza’iy mendengarnya dariku, maka ia berkata: Engkau mendengarnya dari ‘Anbasah? Saya berkata: Ya,” Ia berkata: Ia benar, dahulu kami sering berbincang-bincang bahwa tidaklah seseorang mengadakan suatu bid’ah kecuali dicabutlah sikap wara’nya). Selesai.

Maka lihatlah bagaimana orang ini (sang doktor) menjadi kecil setelah sebelumnya ia itu adalah imam, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Abdullah Ibnu Al Mu’taz rahimahullah berkata (wafat tahun 296): (Orang jahil itu adalah kecil walaupun dia itu syaikh (tua), dan orang alim itu adalah besar walaupun masih beliau). Selesai.

Dan sungguh saya telah mengingatkan Aiman dan memperhatikan siapa orang-orang yang akan tersesat oleh ulahnya dan bergabung dengan kelompok-kelompok yang membantu orang-orang kafir dan mencelupkan diri di dalam pengantekan untuk orang-orang kafir, sehingga orang itu binasa dengan sebab taqlid kepadanya, maka mana dien dan wara’ wahai Aiman, dan bagaimana kamu akan berjumpa dengan Allah dengan membawa darah-darah ahli tauhid.

Dari Abu Qilabah rahimahullah berkata: (Sesungguhnya Muslim Ibnu Yasar menyertainya ke Mekkah, maka ia berkata kepadaku -dan beliau menyebutkan fitnah- Sesungguhnya aku memuji Allah di hadapanmu bahwa aku tidak menembakkan satu panahpun di dalamnya dan tidak menusukkan tombak di dalamnya serta tidak memukulkan pedang di dalamnya. Dan berkata: Saya berkata wahai Abu Abdillah bagaimana dengan orang yang melihatpun berdiri di dalam barisan, sehingga ia berkata: Ini Muslim Ibnu Yasar demi Allah tidak berdiri di posisi ini kecuali dia itu di atas Al haq, terus orang itupun maju dan berperang sampai terbunuh, maka ia menangis dan menangis sampai aku berangan-angan andai aku ini tidak mengatakan sesuatupun kepadanya). Selesai.

Maka apakah anda melihat sang doktor itu menangisi orang yang telah tertipu dengan sikapnya, di mana orang itu berbaris di barisan antek yang menggembosi jihad lagi membantu orang-orang kafir (atas mujahidin) serta melakukan kerusakan di bumi, terus dia berperang sampai terbunuh sedang dia itu ingin mematikan cahaya Allah dan merobohkan menara Islam serta meredupkan fajar cahaya khilafah?!!

(Maka atas dasar itu sesungguhnya jihad kami dan keberangkatan kami meninggalkan ruma-rumah kami itu bukanlah demi tandhim atau jama’ah atau hizb akan tetapi demi meninggikan panji tauhid dan supaya ketundukan itu seluruhnya kepada Allah, dan kami berputar bersama Al Haq kemana saja ia berputar, tidak seperti mereka orang-orang yang berfanatik kepada panji-panji dan kelompok-kelompok itu).

Semoga Allah merahmati Sayyid Quthub saat membongkar apa yang bergejolak di jiwa mereka, beliau berkata: (Sesungguhnya mereka melupakan bahwa jihad di dalam Islam itu adalah jihad di jalan Allah, jihad untuk mengukuhkan uluhiyyah Allah di bumi dan mengusir para thaghut yang merampas kekuasaan Allah, jihad untuk membebaskan manusia dari penghambaan diri kepada selain Allah dan dari penghalang-halangannya dengan kekuatan dari ketundukan kepada Allah saja, dan untuk meninggalkan penghambaan diri kepada manusia (supaya tidak ada lagi fitnah (syirik) dan supaya ketundukkan itu seluruhnya kepada Allah) dan bahwa ia itu bukan jihad untuk memenangkan Allah atas manhaj-manhaj manusia dan bukan jihad untuk memenangkan kekuasaan suatu kaum atas kaum yang lain, akan tetapi ia itu adalah jihad untuk memenangkan kekuasaan Allah atas kekuasaan manusia, dan ia itu bukan jihad untuk mendirikan suatu kerajaan akan tetapi ia itu jihad untuk mendirikan kerajaan Allah di muka bumi. Dan saat mereka melupakan hakikat ini tentu mereka itu merasa ketakutan saat suatu manhaj bertolak untuk menghabisi semua manhaj yang ada dan umat bertolak untuk menaklukan semua umat). Selesai.

 

Maka atas dasar di atas maka sesungguhnya kami adalah sebagian dari ikhwan kalian yang ditawan di penjara Ha-ir juga pengikut dan ikhwan para panglima yang sudah syahid -nahsabuhum wallahu hasibuhum- Syaikhul Islam Abu Abdillah Usamah Ibnu Ladin, Abu Hafsh Al Mishriy, Abu Khabbab, Khalid Haaj, Syaikh Yusuf Al ‘Uyairiy, Abu Hajir Al Muqrin dan orang-orang lainnya yang tergabung dalam kafilah yang suci ini dari kalangan yang dahulu kami beramal bersama-sama dengan mereka terus Allah memberikan syahadah bagi mereka dan menetapkan penawanan bagi kami, dan sebagai bentuk penunaian amanah terhadap kafilah mubarakah dan sebagai bentuk kesabaran terhadap panjangnya jalan, maka kami mengumumkan penolakan kami terhadap kepemimpinan Doktor Aiman pada tandhim ini dan bahwa dia itu termasuk orang yang mengganti dan merubah jalan manhaj Al Imam Usamah dan manhaj ikhwan kami yang sudah syahid dan kami bersabar di atas jalan mereka. Sebagaimana apa yang dikatakan oleh Al Imam Al Auza’iy rahimahullah: (Bersabarlah dirimu terhadap sunnah dan berhentilah kami di saat mereka berhenti, dan katakanlah apa yang mereka katakan dan tahanlah dari apa yang mereka menahan darinya, dan tempuhlah jalan salaf-mu yang shalih, karena melapangkanmu apa yang telah lapang bagi mereka). Selesai.

 

Dan kami mengumumkan bai’at dan ketaatan kami kepada Amirul Mu’minin Al Imam Al Humam abu Bakar Al Baghdadiy, dan bahwa beliaulah Al Imam yang telah berjalan dan tidak merubah, dan beliaulah yang paling berhak terhadap Usamah dan ikhwannya daripada selainnya,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), juga orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 68).

Kami membai’atnya di atas syari’at Allah dan hukum-Nya sesuai kemampuan kami karena kami adalah mustadl’afin lagi ditawan. Dan sesungguhnya kami mengajak ikhwan kami di seluruh cabang Al Qa’idah untuk membai’at Amirul Mu’minin Abu Bakar dan untuk mengingkari kepemimpinan Doktor Aiman dan penyimpangannya, terutama ikhwan kami di Somalia, Yaman dan Maghrib Islamiy, dan semoga penaklukan terbesar yaitu penaklukan Baghdad insya Allah adalah penaklukan dan penyatuan kalimat dan barisan serta penitian di atas jalan para pendahulu dan juga penjagaan terhadap darah para syuhada. Dan kami mengajak ikhwah di Khurasan untuk bergabung dengan bai’ah khurasiniyyah dan berkumpul di sekelilingnya, dikarenakan para pencetus bai’at khurasniyyah (terhadap Daulah) itu adalah orang-orang yang kami kenal dan kami menganggapnya sebagai para petinggi dan syar’iyyin yang tidak bosan memberikan nasehat kepada kami dan kepada kalian. Dan kami mengajak keluarga-keluarga kami dan ikhwan kami Ahlussunnah di Syam dan Iraq untuk berkumpul di sekeliling Amir kita Amirul Mu’minin, bersabar bersamanya dan bersungguh-sungguh di dalam membelanya dan membela bala tentara Daulah Islam dan kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk hijrah ke Darul Islam dan pusat Khilafah insya Allah.

Dan kami mengajak kepada seluruh jama’ah-jama’ah di Syam untuk taubat kepada Allah dan menghentikan diri dari menerapkan konspirasi-konspirasi musuh di muka bumi dan dari membantu orang-orang kafir. Dan kami mengkhususkan kepada muhajirin yang berperang di bawah panji yang salah, kami katakan kepada mereka: Takutlah kalian kepada Allah dan perhatikanlah keadaan kalian, demi Allah sesungguhnya ia itu hanya satu nyawa, maka bagaimana kalian melenyapkan nyawa kalian sedangkan kalian berlumuran darah Ahlul Haq dan membantu orang-orang kafir dari kalangan para pengikut Jamal Ma’ruf, Jaisy Hurr, Jaisy Saluliy (bentukan Saudi) dan para pengikut Hakim Al Muthairiy serta partai-partai syirik di Kuwait. Demi Allah tidak akan manfaat bagi kalian penipuan Doktor Aiman Adh Dhawahiriy yang menjerumuskan kalian ke dalam pangkuan para thaghut dan Sururiyyah dalam rangka menerapkan agenda Barat.

Ya Allah kami telah menyampaikan, maka saksikanlah.

Dan kami akhiri dengan ucapan kami kepada bala tentara Daulah Islamiyyah di Iraq dan Syam: Takutlah kepada Allah wahai ikhwan, berjalanlah, berbahagialah dan optimislah, demi Allah kami tidak mengkhawatirkan atas kalian kefaqiran dan rasa takut serta penindasan, namun yang khawatirkan atas kalian adalah dunia. Dan sungguh-sungguhlah kalian di dalam mentaati Amirul Mu’minin dan membelanya serta berupaya dengan segala kemampuan untuk meninggikan kalimat Allah. Dan kami ikhwan kalian memohon kepada allah agar menyertakan kami dengan kalian serta memberikan pahala kepada kami dengan niat kami ini.

Wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Semoga shalawat dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan semua sahabatnya.

 

Penterjemah berkata: Selesai dialihbahasakan pada tanggal 12 Jumada Ats Tsaniyah 1435H oleh Abu Sulaiman Al Arkhabiliy di LP Kembang Kuning Nusakambangan.

 

[Syabab/millahibrahim]

Inilah sebuah bisikan [Special Untuk Muslimah]


Gambar

Sebuah Taujih dari Syaikh Kholid Rosyid ( FakkALLAH Asrah )
diterjemahkan oleh : Al Akh Syababul Ummah

——————————————-

Aku bisikkan kepada kedua telinga-mu wahai engkau (Wanita) yang sangat berharga…
Apakah engkau berharap memiliki karakter dari Huur ‘Iien (Bidadari) !!!
Serta apa yang disebutkan dari kebaikan dan kecantikan mereka (Para bidadari)
Aku katakan ..
Engkau (Wahai Wanita) Lebih Utama dari hal itu di Surga..
Aku katakan ..
Engkau (Wahai Wanita) Lebih Mulia/Utama dari hal itu di Surga..
Engkau telah dimuliakan atas para bidadari..
dengan Sholat dan Qiyam (Berdiri Menjalankan Perintah Alloh/Qiyamul-Layl)
Segala sifat para bidadari, engkau wahai wanita lebih utama darinya..
Beramal-lah bersama dengan para ‘Aaamilin…
Berkata Atho’ As-sulami kepada Malik bin Dinar :
‘’Wahai Abu yahya kami sangat merindukan..’

Ia Menjawab, Wahai Atho :
‘’Sesungguhnya di Surga ada bidadari yang dimana Ahlul Jannah saling membanggakan diri dengan kebaikannya..
Kalaulah tidak, Alloh ta’ala telah menetapkan bagi Ahlul-Jannah agar mereka tidak mati…
Sungguh mereka akan mati dengan kebaikan dan keelokkannya..
Tidaklah Atho berhenti dan berlarut dalam kesedihan dari apa yang Malik Ucapapkan..

Dari Yazid Ar-Raqqasyi, Ia berkata : ia menyampaikan kepadaku bahwa terdapat cahaya yang bersinar di surga,
Tidak akan sekali-kali sinar ini menetap di surga, kecuali masuk cahaya kedalamnya..

Kemudian ditanyakan, Apakah ini yang dimaksud?
dikatakan bahwa : Para Bidadari yang berseri/tertawa pada wajah suaminya..

Shalih berkata : Seorang lelaki berteriak pada sebuah akhir dari perkumpulan (Majlis)
Tidaklah ia berhenti berteriak sampai ia meninggal ditempatnya..

Dan Sungguh kami telah melihat kilat bercahaya..
mereka mulai bertanya tentangnya, siapakah yang berada di Jinaan (Jannah/surga)
maka dikatakan, inilah cahaya yang tembus dari sebuah lubang
di surga yang tinggi sebagaimana kalian saksikan..

Maka, bagaimana pendapatmu terhadap seorang wanita..
jika ia berseri-seri dihadapan suaminya, surga-pun menyinari atas sikap cerianya..

dan jika ia berpindah dari sudut ke sudut..
Kau katakan, matahari ini tengah bergeser dari peredarannya..

Jika suamianya hadir, sungguh amat sangat indah kehadiran itu..
Jika ia menggandeng-tangannya, sungguh kenikmatan rangkulan dan gandengan itu..

”Dan perbincangannya menipu tandu wanita..
tidaklah ia didalam jeruji karena membunuh muslim yang sedang menjaga diri..
jika-pun panjang, tidak akan terjadi walau pun terjadi..
Menolak pembicara karena ia meringkas pembicaraan..”

Dan jika ia bersenandung..
Sungguh menyejukkan pandangan dan penglihatan..

Jika ia jinak dan memberikan kenikmatan, sungguh bertepuk tangan atas keramahan dan kesenangan..

Jika ia menerima, tidak ada lagi sesuatu yang diinginkan dari penerimaan itu..
Jika ia memberi, maka tidak ada yang paling baik dan melezatkan kecuali pemberian itu..

Inilah…

Jika engkau bertanya tentang hari tambahan dan kunjungan Al-Aziz Al-hamid
terlihat wajahnya penuh buaian dari kesamaan dan persamaan..

Sebagaimana engkau melihat matahari dengan nyata/jelas…
dan bulan pada malam bulan purnama (Lailatul Badr)

Itulah sesuatu yang (ada) yang engkau saksikan..

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.