Beranda » artikel » Ramadhan Adalah Bulan Jihad

Ramadhan Adalah Bulan Jihad


Jihad adalah puncak ibadah dalam Islam.  Kebaikannya merupakan yang tertinggi, seperti disebutkan dalam banyak tempat di Al-Qur’an dan Sunnah.  Rasulullah SAW, bersabda :

” … sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkat yang disediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah, jarak antara tingkat yang satu dengan yang lain sama seperti jarak antara langit dan bumi, jikalau kalian meminta surga maka mintalah surga firdaus karena dia marupakan surga yang berada paling utama dan yang paling tinggi, di atasnya terdapat ‘arsy Allah dan darinya mengalir sungai-sungai surga” (H.R. Bukhari).

Bulan Ramadhan dalam kehidupan nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman adalah bulan yang sangat dinantikan.  Pertempuran terbesar sepanjang kehidupan Rasulullah SAW terjadi di bulan ini, bulan jihad, penuh semangat dan antusias.

Pertempuran pertama dalam sejarah Islam adalah perang Badar. Perang ini menjadi garis pemisah antara era penghinaan dan kelemahan dan awal era kebangkitan kekuatan.  Dan hal ini menjadi titik balik dalam penyebaran seruan Rasulullah SAW.

Dalam perang Badar, Rasulullah SAW mengangkat tangannya ke langit dan mulai meminta kepada Allah hingga mantel yang tersangkut dibahunya terjatuh.  Permohonan Nabi kepada Allah adalah :

“Ya Allah, bantuanMu yang telah engkau janjikan padaku! Ya allah aku memohon bantuanMu yang engkau janjikan.  Ya Allah, jika agama ini hancur, maka tidak akan ada lagi yang tersisa di tanah Mu”.

Beliau mengulangi ini sampai Abu Bakar RA, datang ke tendanya dan menghentikannya, mengambil jubah dan mengenakan kembali ke pundak Rasul.

“Ya Rasulullah, jangan berlebihan dalam memohon kepada TuhanMu, karena Dia pasti akan memberikan apa yang telah Dia janjikan kepadamu.”

Allah berfirman :

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.”
(Ali Imran : 123).

Pertempuran kedua pada bulan ini adalah futuhat Mekkah.  Ini merupakan pertempuran yang paling penting dalam kehidupan Rasulullah SAW.  Mekkah adalah pusat politik dan budaya di Semenanjung Arab yang membuatnya menjadi strategis.

Mekkah ditaklukkan setelah delapan tahun hijrah ke Madinah, yang menjadi titik balik untuk seluruh Semenanjung Arab.  Hasil dari penaklukkan ini tidak terjadi lama.  Tahun berikutnya, utusan dengan keinginan menerima Islam ditarik dari seluruh wilayah Arab.

Penaklukkan Mekkah menandari periode waktu ketika kita dapat mengatakan bahwa Islam tidak lagi menjadi sesuatu yang baru dalam kehidupan bangsa Arab, dan mulai memainkan peran utama dalam kehidupan seluruh Semenanjung Arab, karena ideologi penyembahan berhala telah benar-benar dikalahkan.

Sejarah Islam penuh dengan contoh-contoh lain dari pertempuran besar di bulan Ramadhan.

Sebagai contoh, perang Ain Jaluit, dimana Allah menolong Muslim untuk menang atas gerombolan liar bangsa Mongol-Tatar.  Kekalahan mereka luar biasa.

Kita harus memperimbangkan kisah mengenai jihad di bulan Ramadhan dari dua sisi :

Pertama, dalam pikiran banyak umat Islam, Ramadhan tidak terkait dengan prestasi besar, aktivitas luar biasa dan antusiasme.  Hal ini lebih dirasakan sebagai bulan kemalasan, pengangguran dan sering tidur.  Tidak diragukan lagi, ini adalah gagasan palsu mengenai Ramadhan.  Diperlukan perubahan konsep baru menjadi ide yang tepat dan mendorong umat Islam untuk menjadi aktif selama bulan Ramadhan dan pada waktu lain.

Kedua, konsep jihad ditafsirkan secara luas.  Ini mencakup banyak kegiatan, bertempur mengangkat senjata, dengan harta, berdakwah, dll.

Semua orang tahu bahwa di banyak bagian dunia, umat Islam berjuang dengan senjata melawan penindasan dan kolonialisme, seperti Afghanistan, Palestina, Yaman, Philipina selatan, Kaukakus, Kashmir dan negeri Islam lainnya.  Di semua negara tersebutm kelompok Islam menentang kafir, Kristen, Zionis, komunis dan musuh Islam lainnya.  Mereka layak mendapat bantuan dari saudara mereka yang tinggal di negeri lain paling tidak dengan berdoa kepada Allah untuk mereka.  Siapa yang tahu, apa yang mempengaruhi orang lain kemarin dapat mempengaruhi Anda hari ini.

Dan pertolongan hanya dari Allah.

(haninmazaya/arrahmah.com)
Source: http://arrahmah.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: