Beranda » artikel » MISI KAMI DAKWAH TAUHID (Sebuah tanggapan terhadap tulisan refleksi jihad aceh)

MISI KAMI DAKWAH TAUHID (Sebuah tanggapan terhadap tulisan refleksi jihad aceh)


MISI KAMI DAKWAH TAUHID

(Sebuah tanggapan terhadap tulisan refleksi jihad aceh)

(Ditulis oleh seorang mujahid Tandzim Al-Qoida Indonesia Serambi Mekah)

Asalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh… Segala puji hanya bagi Allah, yg telah memberikan pada kita berbagai nikmat dan karunia serta diberikannya hidayah sebagai pancaran nikmat iman, islam dan takwa diatas jalan jihad fiesabilillah, karena dengan nikmat inilah Allah memuliakan kaum muslimin dan menghinakan orang-orang kafir, Allah memuliakan para wali-Nya dan merendahkan musuh-musuh-Nya. Maka beruntunglah bagi mereka yang teguh dalam iman-islam dan rugilah bagi mereka yang meninggalkannya. Sholawat dan salam  selalu tercurahkan pada panglima para mujahidin dan imam bagi orang-orang yang  bertakwa baginda Muhammad Rasulallah shalallahu alaihi wasallam, yang telah menyampaikan risalah tauhid, sebagai penyelamat bagi seluruh umat manusia.

Ikhwan fillah rahimakumullah. Silah (risalah)  ini sebuah tanggapan dan nasehat pada tulisan tentang refleksi jihad Aceh, yang ditulis dalam blog elhakimi, yang isinya terkesan menuduh dan menyalahkan, tanpa terlebih dahulu bertabayyun pada orang-orang yg terlibat langsung dengan i’dad jihad di Aceh (al-qaida serambi mekkah), yang dengan itu berdampak menimbulkan suatu perdebatan, dan bahkan menjadi ajang ghibah dan penyebaran fitnah di kalangan umat. Hal ini sangat disayangkan dan tanggapan ini dibuat agar umat tidak tersesat oleh informasi-informasi yg tidak benar. Apapun teori yg dianut oleh para komentator [1] dalam menilai suatu permainan, tidak akan sangat berpengaruh pada permainan itu, yang jelas komentator adalah penonton dan yang akan lebih tahu ilmu, strategi dan taktik serta kelemahan dan kelebihan dari masing-masing para pemain adalah team dari para pemain itu. Apakah pantas komentator mengevaluasi kinerja suatu team tanpa dia merasa
bagian dari team itu?

Dan syukur Alhamdulillah, atas adanya tulisan mengenai refleksi jihad aceh, sebagai semangat saling menasehati dan cinta, seperti apa yang penulis itu tuturkan dalam catatannya. Namun, apalah arti sebuah nasehat dan cinta, kalau tulisan itu tidak didasarkan pada data dan fakta yg benar. Seperti Degan bertabayyun kepada yang bersangkutan.
Jika hal ini terjadi, apakah tidak keliru…? Ketika ada orang menilai dan mengatakan penulis blog ‘elhakimi’ adalah orang yang terkesan menjadikan dakwah sebagai tujuannya dan sebagai kaki-tangan Banu Abbas (Nasyir Abbas), karena mempunyai statemen yg sama dengannya, dan satu suara dengan kata: “Indonesia bukan wilayah konflik (lahan jihad)”[2]. Model dan nada kata-katanya tidak jauh berbeda dengan introgrator densus 88. Tanpa ada tabayyun terlebih dahulu pada yang bersangkutan, sekali lagi apakah hal ini tidak keliru???

Dengan ini untuk menghindari kesalah fahaman yg ditimbulkan akibat penilaian yg keliru oleh penulis blog itu, dan untuk keterbukaan mana yg haq dan mana yg bathil dihadapan umat ini, serta umat mengetahui dengan jelas apa yg sebenarnya yang kami perjuangankan dalam jihad fiesabilillah ini, yang telah disamarkan oleh media-media kufar dan para penikam jihad.

sungguh matahari akan terus bersinar terang pada setiap hari, sekalipun awan-awan berupaya menyelimuti”. Suatu kemenangan akan kita raih membutuhkan suatu proses dan dlm proses inilah kita dihadapkan dengan berbagai ujian. Dan dengan ujian inilah Allah subhannahu wata’ala, hendak menyaring siapa diantara kita yg benar dlm imannya dan siapa yg dusta, sebagaimana firman-Nya:
“apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan(saja) mengatakan:”kami telah beriman” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yg sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui, orang-orang benar dan sesungguh Dia mengetahui orang-orang yg dusta
“.(QS.Al-Angkabut:2-3).

Bukankah kewajiban kita hanyalah untuk beramal sholih (ikhtiar) dalam rangka takwa kepada Allah subhannahu wata’ala, adapun masalah hasilnya kita tawakalalallah karena hanya Allah yang berhak menentukan baik atau buruk, menang atau kalah, hasil yang kita raih. Dan segala ketetapan takdir apapun yang menimpa kita itulah yang terbaik bagi kehidupan kita. Dan apa yang kami lakukan di Aceh dalam rangka takwa pada Allah, “persiapkanlah segala sesuatu yg kamu sanggupi…“(QS.Al-Anfal:60).

Inilah ujian yang kami hadapi, jangalah menyikapi ujian ini, seperti orang yang dijelaskan dalam firman-Nya:

jika mereka memperoleh kebaikan, maka mereka mengatakan:”ini dari sisi Allah”dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan:”ini dari sisi Engkau(Muhammad),”katakanlah, “semua datang dari sisi Allah” maka mengapa orang-orang itu(orang-orang munafik), hampir tidak memahami pembicaraan (sedikitpun )”(QS.An-Nisa:78).

Inilah misi kami Dakwah Tauhid, sebagaimana Allah subhannahu wa ta’ala firmankan:
“Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun, sebelum Engkau (Muhammad), melainkan kami wahyukan, bahwa tiada tuhan(yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku“.(QS.Al-Anbiya:25)
Dan Rasulallah shalallahu alaihi wasallah bersabda:
Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sampai Allah saja yg berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dijadikan rezekiku berada dibawah bayang-bayang tombakku,dan dijadikan hina dan kerdil orang-orang yg menyelisihi perintahku“.

Dengan dalil diatas akan sangat keliru ketika penulis blog elhakimi, mengesankan kami tidak melakukan dakwah pada umat, untuk kafir (berlepas diri) pada thoghut, dan menumbuhkan semangat jihad serta cinta akan mati syahid. Sangat tidak mungkin bagi kami , meninggalkan dakwah disisi lain kami mempunyai misi dakwah tauhid. Jujurlah dalam menilai, sungguh dengan adanya sekelompok anak muda (Al-qaida serambi mekkah) merupakan hasil dari aktivitas dakwah tauhid, yang dilakukan oleh da’i-da’i yang jujur[3]. Dan tidak sedikit anak muda dari umat ini, yang menyambut dakwah tauhid, mereka berani mengatakan yang haq dihadapan penguasa kafir, mereka mengamalkan jihad fiesabilillah dan mencintai mati syahid sebagai jalan kematiannya. Adapun ketika melihat sedikitnya dukungan masyarakat pada suatu tempat, janganlah dipandang dakwah tauhid tidak dilaksanakan. Akan tetapi inilah suatu proses kemenangan islam yang kita harapkan.
firman-Nya:
“Apabila datang pertolongan Allah, dan kemenangan dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah“(QS.4:1-2).
Ketika Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam berdakwah di mekkah selama 13 tahun, sedikit sekali mendapat dukungan dari masyarakatnya, kurang lebih 100 orang pengikutnya. Apakah pantas kita katakan Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam, tidak melakukan dakwah tauhid ini…? Sungguh dakwah tauhid ini akan tegak bilamana ditopang dengan pedang. (Baca, QS.Al-Hadid: 25).

Artinya dakwah tauhid ini akan berjalan dan mendapat dukungan yang banyak apabila ditopang dengan amalan jihad fiesabilillah. Dan tidak ada sedikitpun bagi kami menihilkan aktivitas dakwah para da’i tauhid yang jujur, sungguh sangat besar peran serta mereka menumbuhkan kader-kader jihadi yang dilahirkan dari rahim umat yang tulus. Untuk itu kami yang terlahir dari umat islam ini, tidak akan pernah menihilkan pranserta mereka dalam amalan jihad ini.

Alhamdulillah, melimpahnya logistik yang kami terima, ini suatu bukti bahwa umat adalah bagian dari kami, yang mana mereka berperan sesuai dengan keahlian dan kemampuannya masing-masing dalam memberikan dukungan baik materil maupun moril pada amalan jihad fiesabilillah. Dan apabila ada lontaran tegas dan keras dari sebagian ikhwan kami dalam ceramah-ceramahnya (seperti dalam vidio al-qaida serambi mekkah) terhadap aktivis dakwah, hal ini bukan ditujukan pada para da’i dakwah tauhid, akan tetapi mereka tujukan pada da’i yang menyeru kepada umat untuk bertekuk lutut pada kekafiran (pemerintah kafir), sebagaimana oknum-oknum da’I JI[4], yang tidak mengkafirkan thoghut dan anshornya secara ta’yin[5], seraya melontarkan syubhat-syubhat batil yang diadopsi dari syaikh-syaikh salafy ma’zuum, yang dengannya mereka menganggap sesat para da’i tauhid yang haq lagi mengkafirkan para thogut dan anshornya secara ta’yin, yang mengajak umat berlepas diri dari thoghut itu. Dan inilah suatu
bentuk baro’ah kami pada thogut dan antek-anteknya, sebagaimana firman-Nya: “Engkau(Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya…“(QS.Al-Mujadilah:22).

Selanjutnya ada hembusan beraroma kurang sedap yang ditiupkan penulis blog itu, dengan isu hati-hati pada kader jihadi ‘karbitan’. Lontaran seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kecuriagaan antara kader dakwah tauhid dengan kader jihadi. Ungkapan ini muncul kemungkinan penulis blog itu kurang memahami akan peran dan fungsi dari aktivitas dakwah tauhid. Bukankah peran dan fungsi aktivitas dakwah tauhid adalah menyeru umat, agar beribadah hanya kepada Allah saja, yang berhak diibadati, dan umat beramal dengan landasan ilmu syar’i (dalil/hujjah), serta menyadarkan umat dan menyiapkannya untuk mengemban amalan jihad fiesabillah dalam rangka iqomattuddien.
Dengan demikian jelaslah bahwa yang merekrut dan menyiapkan kader-kader jihadi adalah para aktivis dakwah tauhid[6], dan akan tidak mungkin umat menyambut jihad begitu saja, tanpa dakwah terlebih dahulu datang padanya. Dan apabila kita melihat atau menemukan kader dakwah atau kader jihadi yang berperangai dan berahlaq kurang baik, selayaknya kita nasehati dan membinanya menuju pada penyempurnaan iman dan islam, karena kita manusia tempatnya khilaf dan benar. Tidak sepatutnya kita hembuskan hal-hal yang kurang baik, yang akan berdampak merusak keharmonisan ukhuwah umat muslimin.

Ya ikhwani…penulis blog itu dalam catatan yang berikutnya mengimagekan (menjustis-Ed) kami seolah-olah beramal jihad ini tanpa landasan ilmu syar’i, dengan tuduhan bahwa jihad menjadi tujuan kami, dan dia juga menunjukan sikap istihsan dengan ungkapan ajakan jihad kami absurd (kabur), dan pandangan dia merancang mati syahid sama halnya merancang kekalahan. inilah sikap istihsannya si penulis blog itu. Abu Muhammad Ali rahimahullah berkata: “Dan kebenaran itu adalah kebenaran meskipun dianggap buruk oleh manusia, dan kebathilan itu adalah kebathilan meskipun dianggap baik oleh manusia, maka sahlah istihsan adalah syahwat, pengikut hawa nafsu dan kesesatan-kesesatan, dan kepada Allah ta’ala kami berlindung dari kehinaan.” (2/196 dari Il Ihkam fi ushulul ahkam).

Tujuan kami adalah menegakan laa ilaaha illaallah, khilafah islamiyah sebagai sarananya, Rasulallah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda : “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg berperang menegakan agama Allah, mengalahkan musuh-musuh mereka dan tidak membahayakan mereka orang-orang yg menyelisihi mereka hingga datang hari kiamat atas mereka sedang mereka dalam keadaan demikian“. (HR.Muslim).
Dan Allah ta’ala berfirman: “Dan perangi mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata…” (QS.Al-Anfal:39).
Inilah tujuan kami berjihad fiesabilillah, untuk menegakan kalimat laa ilaaha illaallaah, supaya jangan ada lagi fitnah(kemusyirikan), supaya agama hanya bagi Allah ta’la semata. Adapun jihad sebagai jalan (sarana) dalam pencapaian tujuan yg kami tuju. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
Orang-orang yg beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut…”(QS.An-Nisa:76).

Bila penulis blog ‘elhakimi’ mengatakan ajakan jihad kami absurd (kabur), sungguh ini adalah pandangan orang yang rabun, yang tidak bisa melihat dengan jelas, matahari yang bersinar terang pada siang hari yang cerah. Jihad kami berlandaskan syar’iat Allah ta’ala, musuh kami siapa saja yang Allah ta’ala dan Rasul-Nya musuhi, sebagaimana yang disyariatkan oleh-Nya. Peperangan kaum muslimin dengan kaum pejajah salibis Yahudi, Israil, Amerika dan sekutunya hampir setiap hari terjadi, korban dipihak kaum muslimin yang sedang terjajah terus berjatuhan, seperti di Palestina, Irak, Afganistan, Somalia dan belahan bumi lainnya. Orang-orang kafir itu memerangi kaum muslimin dengan sandi perang salib, perang melawan terorisme. Fahamkah antum siapa teroris yg mereka maksud…? Sungguh rasa takutmu pada thoghut dan keenggananmu untuk jujur, mengatakan bahwa mereka adalah thoghut yg wajib kita perangi, akan berakibat penyesalan selama-lamanya. Karena disinilah kita realisasikan
al-wala (loyalitas) dan al-baro’ (berlepas diri), sebagai pengamalan laa ilaaha illaallah.

Dan ungkapan merancang mati syahid adalah merancang kekalahan, hal ini menampakan pada kita bahwa penulis blog itu, telah mengidap virus wahnn[7], karena apa yang dia ungkapkan ini tanpa dasar dalil syar’i. Dan yang jelas ungkapannya ini, bertentangan dengan firman Allah ta’ala:
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira, bahwa orang yg gugur dijalan Allah itu sebenarnya mereka hidup disisi tuhan mereka mendapat rezeki“. (QS.Al-Imron:169)
“…dan barang siapa berperang dijalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka kami akan berikan pahala yg besar kepadanya.”(QS.An-Nisa:74).
“…Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukannya kedalam syurga, sungguh dia memperoleh kemenangan…”(QS.Al-Imran:185).

Mati syahid adalah karunia yg Allah ta’ala berikan pada hamba-hamba-Nya yg sholih. Dan mati syahid merupakan salah satu kemenangan bagi setiap mujahid, karena setiap mujahid mencita-citakan hidup mulia dengan syari’at Allah ta’ala tegak atau mati syahid atasnya…semoga Allah ta’ala memberikan kesyahidan pada kita semua…

Dan penulis blog itu mengatakan indonesia bukan wilayah konflik(lahan jihad), dan ungkapannya, apakah pilihan yg bijak untuk menegakan islam disini? Jihad merupakan kewajiban bagi setiap orang yg beriman, sebagaimana Allah subhannahu wa ta’ala firmankan dalam QS.Al-Baqoroh:216, surat An-Nisa:75. Dan fiman-Nyapula:
“sesungguhnya orang-orang yg beriman, hanyalah orang-orang yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yg jujur.”(QS.Al-Hujuraat:15).

Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “sesungguhnya orang mukmin itu berjihad dengan pedang dan lisannya.”(HR. Ahmad dll. Shahih al-jami’:1934). Dan ijma para ulama, jihad menjadi fardu ‘ain, apabila musuh menguasai tanah kaum muslimin dan ditawannya salah seorang kaum muslimin oleh musuh(orang kafir).

Dengan demikian masihkan kita bertanya musuh umat islam ini siapa? Siapakah teroris(persi yahudi israel, amrik dan sekutunya) yg mereka perangi? Masih antum belum faham wahai penulis blog ‘elhakimi’?? Katakanlah nahnu irhabiyyun (baca: QS.Al-Anfal:60), yg akan menggorok yahudi dan antek-anteknya yg telah menumpahkan darah-darah kaum muslimin..!! Apakah pilihan yg bijak menegakan islam disini? Inilah ketidak jujuran penulis blog itu, yg seolah-olah berpihak pada gerakan jihad fiesabilillah, namun disisi lain dia tidak mau mengungkapkan lawan kita sebenarnya siapa? Yg jelas Allah ta’ala maha tahu atas apa yg di dzahir dan yg disembunyikan oleh setiap makhluk-Nya. Dan pertanyaan seperti ini sepatutnya keluar dari mulut, bukan dari kalangan orang muslim, karena kewajaran mereka kalau belum memahami hakikat ajaran islam itu rahmatan lil’alamin.

Kami adalah umat islam bangsa indonesia yg memahami bahwa islam itu rahmatan lil’alamin bukan rahmatan saudi arabia, dan kami menyadari bahwa kewajiban kami sebagai orang beriman berkewajiban menegakan syari’at islam ini, dimana saja kami berada karena islam diturunkan untuk seluruh umat manusia di jagat raya ini. Dan ketika sipenulis blog, beranggapan bahwa indonesia bukan wilayah konflik(lahan jihad), dan apakah pilihan yg bijak menegakan islam disini. Ada 2 permasalah pokok yg mesti dijawab dengan jujur, untuk mendapatkan jawaban yang penulis blok itu lontarkan.

1. Bagaimanakah pandangan islam, terhadap perkawanan (kerjasama) pemerintah RI, dengan bangsa penjajah Amerika dan sekutunya yang kafir? Kaitannya dengan firman-Nya:
Wahai orang-orang yang beriman!Janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia (mu), mereka satu sama lain saling melindungi, barang siapa diantara kamu yg menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg zalim” (QS.Al-Maidah:51).
Bukti dari kerjasamanya mereka, dibukannya hubungan diplomatik, menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi, politik, militer dan pertahanan, keamanan negara, antara mereka. Dan dengan ikut sertanya pemerintah RI, dalam perang melawan teroris (mujahid-Ed) versi Amerika dan sekutunya sebagai bentuk loyalitasnya, maka tidak satupun anak negeri ini yg dijerat UU terorisme selain dari kalangan muslim. Adakah yang dipenjara dalam negeri ini yg beragama lain, selain islam?[8]

Darah kaum muslimin dinegeri ini telah mereka tumpahkan, masih hangat dibenak kita, bagaimana pembataian muslim Ambon (iedul Fitri berdarah), poso (pesantren dan masjid berdarah), Sambas dan daerah lainnya. Dan pembunuhan dan penangkapan yang hingga kini terus dilakukan densus-88, terhadap para aktivis dakwah tauhid dan mujahid. Masihkan kita katakan ini bukan wilayah konflik…? (lahan jihad), disisi lain kaum muslim satu persatu mereka bunuh, dan yang lainnya mereka penjarakan? Apakah baru akan kita katakan ini wilayah konflik kalau yang mereka bunuh itu ayah, ibu kita, yang mereka penjarakan itu kakak dan adik kita..? Ketahuilah wahai penulis blog, persaudaraan islam itu bukan berlandaskan nasab semata, lebih dari itu, persaudaraan islam dibangun dengan dasar ikatan iman-islam (aqidah tauhid). Konflik telah terbuka, tinggal skala perlawanan besar atau kecil yang akan mempengaruhinya.

2. Kafirkah pemerintah RI ini, ketika tidak memberlakukan syari’at islam dalam menjalankan roda pemerintahannya, dengan mereka menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan mengharamkan apa yang telah Allah halalkan..?
Contohnya mereka melegalkan perzinaan dengan melokalisasinya, dan membolehkan homer (miras) diproduksi demi sebuah devisa, padahal Allah telah mengharamkannya. Dan mereka melarang jihad kepada kaum muslim untuk membela saudaranya, padahal Allah telah memerintahkannya, dst.
Jujurlah dalam penilaian ini, karena disinilah akan membedakan letak pembelaan kita, berdiri dibarisan pembela agama Allah atau berdiri pada pihak thoghut..

Allah ta’ala berfirman:
“…Barang siapa tidak memutuskan perkara dengan apa yg telah diturunkan Allah, maka mereka itu orang-orang kafir“. (QS.Al-Maidah:44).
Dan apabila jawaban kita sama dengan ayat ini, dalam menilai pemerintah RI, maka serulah dan amalkan firman-Nya ini:
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir disekitarmu itu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu“. (QS.At-taubah:123). Dan firman-Nya: “Maka janganlah kamu menta’ati orang-orang kafir, dan jihadilah mereka itu dengan Al-qur’an dengan jihad yang besa.” (QS.Al-furqon:52).
Dan Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jihadilah orang-orang musyirik itu dengan harta kalian, jiwa kalian, dengan tangan kalian dan lisan kalian” (HR. An-Nasai dll, shahih An-Nasai: 2900)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Siapa yang meninggalkan aturan baku, yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdullah penutup para Nabi, dan justru dia merujuk kepada aturan-aturan (hukum) yang sudah di nasakh( hapus) maka dia kafir. Apa gerangan dengan orang yang merujuk hukum ilyasa (yasiq) dan lebih mendahulukannya dari pada aturan Muhammad maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al-Bidayah:13/119). Inilah ulama salaf yang telah mengkafirkan pemerintah yang tidak berhukum dengan syari’at islam.. masihkah kita bisu akan kekafiran negeri ini…? Hati-hatilah dengan kekafiran, barang siapa tidak mengkafirkan yang sudah jelas kekafirannya maka dia kafir…(hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab-Ed)

Wahai penulis blog ‘elhakimi’ orang yang bijak itu orang yang jujur dan konsisten terhadap apa yang dia janjikan dengan tuhannya. Dan dia tak akan pernah bertekuk lutut pada penguasa kafir, apalagi menjadi penjilat, dia tidak akan membiarkan saudaranya dizalimi oleh orang-orang kafir, dia bangkit membelanya. Orang yang bijak dia akan selalu berupaya pada suatu perubahan yang diharapkan agama dan umatnya. Dia akan memahami, bahwa perubahan yang dinantikan dalam realita umat, tidak mungkin bisa diwujudkan hanya dengan harapan, janji-janji, membuat teori kepastian menang dan kejayaan secara teoritis saja, lebih dari itu, memerlukan amalan nyata (praktek) dan tulus didalam berteori. Karena dia fahan bahwa umat ini, tidak lagi mengekor, dibelakang orang-orang yang hanya pandai berkoar…

Ya ikhwani…ketika kita mengobarkan semangat jihad dan mengamalkannya, dalam rangka menegakan kalimat laa ilaaha illaallaah dan memerangi musuh-musuh islam, dikatakan bagaikan hidup diplanet lain (seolah-olah tidak layak hidup di bumi)[9], dan dituduh berpenyakit autis, apakah ungkapan seperti ini, muncul dari orang yg mendasarkan pada rasa cinta atau kebencian..?[10] Yang jelas kita semua punya penilaian, dan hanya dari golongan kuam munafiq (kafirin), orang yang membenci amalan jihad..!! Apakah layak kita katakan kepada penulis blog ‘elhakimi’ sebagai orang idiot dan mengidap penyakit epilepsi (ayan), tanpa terlebih dahulu bertabayyun dan mendiagnosa yang bersangkutan..?! Ya ikhwani… inilah ujian kita, Islam yang awal mulanya asing, akan kembali asing sebagaimana permulaannya datang. Orang yang hanya pandai menyalahkan, dan mencaci maki untuk menutupi rasa takutnya kepada thoghut, itulah sikap asli kaum munafiqin, sebagaimana yang Allah subhannahu wata’ala firmankan:
Mereka kikir terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya) kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata terbolak-balik, seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedangkan mereka kikir untuk berbuat kebaikan, mereka itu tidak beriman, maka Allah hapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.”(QS.Al-ahzab:19)
Coba cernalah secara baik-baik ayat ini, agar kita lebih hati-hati dalam menilai mujahidin…

Dan kami ucapkan jazakallah khoiron, pada ikhwah yang telah memberikan nasehat dan saran dengan tulus, karena hal inilah yang kami butuhkan, bukan cacian, atau kata-kata hanya untuk menyalahkan. Sungguh nasehat dan saran, sangat berguna bagi kami , untuk beramal islam kearah yg lebih baik. Mudah2an Allah ta’ala menyatukan kita dalam barisan orang-orang yg sholih, yang berdakwah dan berjihad fiesabilillah, serta menghimpunkan kita dalam jannah-Nya… amiin….

Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, menasehi pada kita dengan ungkapannya: “Sesungguhnya dien ini tidak akan dapat dipahami kecuali oleh orang-orang yang berjihad untuk merealisasikan secara nyata di bumi, dan orang-orang yang menghabiskan waktunya diantara lembaran kitab dan fiqih, tidak mungkin dapat memahami tabiat dien ini kecuali mereka berjihad untuk membelanya. Dien ini tidak dapat difahami rahasia-rahasianya oleh orang faqih yang hanya duduk-duduk, karena fiqih itu tidak diambil kesimpulannya kecuali dari perjalanan kehidupan berharakah bersama dien ini di alam realita”.

Demikianlah sementara tanggapan yang kami berikan, mudah-mudahan bermanfaat, untuk kita beramal shalih, semoga Allah ta’ala memberikan kemengan pada mujahidin fiesabilillah, dan membebaskan mereka yang di tawan thoghut…

Ya Allah hancurkan thoghut Amerika dan sekutunya, hancurkanlah persatuan mereka…
ya Allah sungguh Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini, telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk ta’at kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan) Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’atMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliaannya…

Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan dan penuhilah dengan cahayaMu, yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, hidupkanlah dengan ma’rifatMu dan matikanlah dalam keadaan syahid dijalanMu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong…amiin…

Wasalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bumi Allah, 01-06-2010. Hamba Allah yang Faqir. Abdullah Al-Bantani @ Zacky Rahmatulloh.

NB: Tulisan ini masih berlanjut insya Allah


[1] Selayaknya komentator bola, pemai yang berkeringat dan berjuang tapi oleh komentator dianggap bodoh lantaran hanya sekali tidak bisa membobol gawang padahal masih ada waktu.(Ed-)

[2] Ini berawal ketidak pahaman dia akan fardhu ‘ainnya jihad dan tidak mengertinya tentang jihad global yang sedang bergulir (Ed-)

[3] Antara lain yang sering dijuluki tanpa dasar syar’I yaitu takfiry dan khwarij itulah yang dialami ust kita almasjun Abu Sulaiman (Ed-)

[4] Ada diantara oknum mereka yang mendapatkan jatah haji dari penguasa ini-Na’udzubillah

[5] Mengkafirkan secara personal siapa saja yang bersumpah dan berkerja untuk kekafiran di negera ini (NKRI) tanpa pandang bulu (Ed-)

[6] Da’wah tauhid tidak menugkin bergulir dan mengalir pada jiwa2 ummat ini tanpa disertai takfir mu’ayyan begitupun jihad tak akan berjalan jika mentoringnya adalah oknum2 anti takfier mu’ayyan. Jika TM=Takfir Mu’ayyan diteledorkan lalu siapa yang akan kalian perangi wahai oknum…?

[7] Wahnn yaitu takut mati dan cinta dunia, jika yang memangku AK47 untuk jihad fisabilillah dan tujuan mereka hanya mati syahid atau hidup mulia lalu kenapa kita yang sewot bahkan berani berkomentar sinis tanda tak mampu…? Jika mati syahid adalah kemenagan tersendiri lalu kenapa kalian katakan ini sebagai kegagalan…? Ada apa dengan kalian padahal kalian hafal ayat bahwa syahid adalah jalan yang paling cepat menuju kemenangan (surga)…?

[8] Maksudnya dalam kasus terorisme, padahal di NKRI ini ada banyak salibis yang haus darah sebut saja OPM, RMS dan Satuan pendeta yang kerja sama dengan pasukan kalelawar Tibo Cs membantai, memperkosa dan mengusir kaum muslimin dalam kasus Poso, apa mereka dibilang teroris…? (-Ed).

[9] Hamba Allah yang shaleh karena tauhid dan jihadnya lebih layak menghuni bumi ini, bukankah Allah berfirman: “Sesungguhnya bumi ini hanya diwariskan kepada hamba-hambaku yang shaleh”.(-Ed)

[10] Awalnya mujahid husnudzhon kepada penulis itu tapi dia tidak bisa menjaga amanah tausiahnya sebagai seorang pembimbang sekaligus korektor ilmiah yang berjiwa mujahid. (-Ed)


14 Komentar

  1. Lezard Valeth mengatakan:

    Baru tahu kalau ternyata jihad masih berjalan.

  2. abu mengatakan:

    Allahu akbarr!!

  3. abu mengatakan:

    mereka(teman” yg berjihad di Aceh) telah membuat thoghut geram dan ketakutan.mereka telah menghilangkan panas hati orang” yg beriman dan semakin memperkuat tauhid didlm dirinya.semoga Allah Yang Maha Kuasa menerima amal ibadah mereka & kita semua,Amin.ALLAHU AKBARR!!

  4. usman mengatakan:

    semoga kita semua terjaga dari fitnah….

  5. aluyairi mengatakan:

    Tulisan yang bagus….tapi…………………

  6. aluyairi mengatakan:

    :) tenang…tenang…akhi…selesaikan aja dulu tulisan diatas sampai tuntas :)

  7. aluyairi mengatakan:

    :) tenang…tenang…akhi…selesaikan aja dulu tulisan diatas :)

  8. aluyairi mengatakan:

    Oya bg antum yang punya blog tegas donk…sama yang komen, itu ada yg pake gambar perempuan dilolosin aja….artikelnya bagus2 (agak galak), tapi tak teraplikasi di blognya,kemaksiatan didiamkan saja, …piye to mas…mas…

  9. aluyairi mengatakan:

    Oya akhi antum sbg pemilik blog harus tegas donk thd kemaksiatan, apa mempertontokan wanita tidak berhijab di tempat ini boleh ?, jelas itu sebuah kemaksiatan, artikel2 blog ini bagus bahkan agak galak isinya, tapi kok sama kemaksiatan gak tegas ya…wah kurang teraplikasi nih ilmunya…ingat nahi munkar juga penting akhi apalagi di blog sendiri… :)

  10. aluyairi, kamu hanya mencari2 kelemahan orang lain, bukan untuk saling menguatkan. Kami tau kamu fansnya si elhakimi, silahkan bantah pada fokus bahasan, dengan kaidah2 dalil syar’i, kalau benar kamu memilikinya…jangan melebar kemana-mana…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengunjung

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: